Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA UNTUNG DAN RUGI DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan strategi Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi di kelas VII SMP Negeri 2 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dengan menggunakan strategi Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi. Pada penelitian ini peneliti mengikuti fase-fase pada model pembelajaran langsung yaitu menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, presentasi dan demonstrasi, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Dalam membimbing pelatihan, peneliti menggunakan langkah-langkah Polya yaitu memahami masalah, membuat perencanaan, melaksanakan perencanaan, dan melakukan pengecekan kembali.
Kata kunci : Pembelajaran langsung, Strategi Polya, Hasil belajar, Untung dan Rugi.
Abstract: The research aimed to describe the application of direct learning model and polya strategy to increase the result study of students in finishing essay about loss and profit class VII SMP negeri 2 Palu. This research is a kind of classroom action research (CAR). This research is made based on the research design of Kemmis and Mc Taggart that consist of four components, they are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research consists of two cycles. The data is gained from the teacher’s activity in learning process and student’s activity in following the learning process and the action test data. The result of the research shows that the application of direct learning model and polya strategy are able to increase the student’s result study in finishing the questions about loss and profit. In this research, the researcher follows the phases on the direct learning model to describe the purposes, prepare the students, give presentation and demonstration, guide exercises, check the student’s understanding, give feedback, and give chance to the next exercises and implementation. In guiding exercises, the researcher uses the steps of Polya strategies; understanding the problem, making plan, doing plan, and checking again.
Keywords: Direct Learning, Polya Strategy, Result Study, Profit and Loss
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI ALJABAR BENTUK AKAR DI KELAS X MIA 7 SMA NEGERI 4 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran langsung untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi operasi pada bentuk akar di kelas X MIA 7 SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang rancangannya mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi operasi pada bentuk akar mengikuti fase-fase: yaitu (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik, (2) presentasi dan demonstrasi, (3) membimbing pelatihan (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik dan (5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.
Kata kunci: pembelajaran langsung, hasil belajar, operasi pada bentuk akar
Abstract: The objective of this research is to obtain the description about the application of direct learning outcomes on operation of root in class X MIA 7 SMA Negeri 4 Palu. This research is classroom action research. The design of this research refers to Kemmis’ and Mc. Taggart’s research design that is (1) planning (2) action (3) observation (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The result of this research indicating that the application of direct learning can improve student’s learning outcomes operation of root by following yhe phases, those are (1) conveying the learning objective and preparing the students, (2) presentation and demonstration, (3) guiding the exercise, (4) check the understanding and giving feed back, (5) giving opportunity for advance training and implementation.
Key words: direct learning, learning outcomes, operation of root
PROFIL TAHAP BERPIKIR VAN HIELE SISWA SMP NEGERI 1 BALINGGI DALAM BELAJAR SEGITIGA DAN SEGIEMPAT
Negeri 1 Balinggi dalam belajar segitiga dan segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak lima orang berdasarkan tahap berpikir van Hiele yang terdiri dari 1 siswa berkemampuan pada tahap 2 (deduksi informal), 2 siswa yang berkemampuan pada tahap 1 (analisis), dan 2 siswa yang berkemampuan pada tahap 0 (visualisasi). Instrument penelitian ini menggunakan tes dan wawancara yang digunakan untuk mendeskripsikan tahap berpikir setiap siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) pada tahap 0 (visualisasi) subjek telah mampu menggambar bangun datar, mengidentifikasi bangun datar dan memberikan nama bangun datar serta dapat mengetahui bagian-bagian bangun datar (2) pada tahap 1 (analisis) subjek telah mampu menggambar bangun datar, memberikan nama bangun datar, mengidentifikasi bangun datar, mengetahui bagian-bagian dari bangun datar dan memahami sifat-sifat bangun datar, (3) pada tahap 2 subjek telah mampu menggambar bangun datar, memberikan nama bangun datar, mengidentifikasi bangun datar, mengetahui bagian-bagian bangun datar, memahami sifat-sifat bangun datar, dan memahami keterhubungan antara beberapa bangun datar.
Kata kunci : segitiga dan segiempat, tahap berpikir van Hiele
Abstract: This study aims to describe the profile of the stage thinking van Hiele students of SMP Negeri 1 Balinggi in learning the triangle and rectangular. The research is a qualitative research. The subjects used in this study as many as five people is based on the stage thinking van Hiele consisting of 1 students ability in stage 2 (deduction informal), 2 students ability in stage 1 (analysis), and two students ability in stage 0 (visualization). Instrument research using tests and interviews were used to describe the thinking stage every student. Results of this study were (1) at stage 0 (visualizing) the subject has been able to draw a flat wake, identify wake flat and give the name of waking up flat and can know the parts get up flat (2) in phase 1 (analysis) the subject has been able to draw wake flat, giving the name of waking flat, identify wake flat, knowing the parts of the flat wake and understand the properties of flat wake, (3) in stage 2 subjects have been able to draw a flat wake, giving the name of waking flat, identify wake flat, knowing part -part flat wake, wake up to understand the properties of the flat, and understand the interrelationship between several flat wake.
Keywords: triangular and rectangular, the stage of thinking van Hiel
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 PALU
Abstrak: Tujuan utama penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar kelas VIII SMP Negeri 12 Palu. Rancangan penelitian mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara, dan hasil catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dikelas VIII SMP Negeri 12 Palu yang berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar melalui kegiatan: (1) mengamati, pada langkah ini siswa mengamati prosedur kerja dari contoh soal yang diberikan kepada peneliti. (2) menanya, pada langkah ini, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab secara bebas antara guru (peneliti) dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa terkait hal yang diamati; (3) menalar, pada langkah ini, siswa akan mengolah data yang diperoleh untuk memperoleh kesimpulan dari metode tanya jawab yang telah dilakukan; (4) mencoba, pada langkah ini, siswa mengerjakan lembar kerja (LKS) secara berkelompok dan mengerjakan tes individu; (5) mengkomunikasikan, pada langkah ini siswa berdiskusi dan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Kata Kunci: Pendekatan Scientific, Hasil Belajar, Pemfaktoran Bentuk Aljabar.
Abstract: The main objective of this research is to describe the application of scientific approaches that can improve student learning outcomes in material factoring the algebra class VIII SMP Negeri 12 Palu. The research design refers to the design Kemmis and Mc. Taggart, which consists of four components, namely: (1) planning, (2) implementation of the action, (3) observation and (4) reflection. Data collected in the form of activity data sheet teachers and students through observation, interviews, and the results of field notes. This research was conducted in two cycles in class VIII SMP Negeri 12 Palu totaling 27 students. The results showed that the application of the scientific approach can improve student learning outcomes in material factoring algebraic form through the following activities: (1) observe, in this step the students observe the working procedures of the sample questions provided to the researcher. (2) ask, in this step, researchers and students conduct a question and answer freely between teachers (researchers) and students and between students and students related to the observed; (3) make sense, in this step, students will process the data obtained for the conclusion of a question and answer method has been carried out; (4) try, at this stage, students work on a worksheet (LKS) in groups and work on individual tests; (5) communicating, at this stage students discuss and present the group's work.
Keywords: Scientific Approach, Results Learning, Factoring Form Algebra
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JUMLAH BESAR SUDUT-SUDUT SEGITIGA DI KELAS VII SMP PGRI SIENJO
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jumlah besar sudut-sudut segitiga di Kelas VII SMP PGRI Sienjo. Penelitian ini dilakukan dua siklus, rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis’ dan Mc.Taggart’s yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing yaitu merumuskan masalah, menganalisis data, menyusun konjektur, verbalisasi konjektur dan menyediakan soal latihan. Penelitian ini dikatakan berhasil, dengan melihat hasil observasi siswa dan hasil observasi guru yang banyak muncul pada lembar observasi. Pada siklus I siswa belum mampu menjumlahkan besar sudut-sudut dalam segitiga dan pada siklus II adalah siswa mampu menentukan hubungan sudut dalam dan sudut luar segitiga.
Kata Kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar.
Abstract: This research aim to obtain description about the application of the guided discovery method in effort to improve student’s learning outcomes on sum of triangular corners in class VII SMP PGRI Sienjo. This research was conducted in two cycles, and the design of this research refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design that is planning, action, observation, and reflection. The steps that was conducted in learning with used the guided discovery method those were formulate the problems, analyze the data, arrange a conjecture, verbalization of conjecture and provide exercises. This research is successful by looking the result of students' and teacher's observation in observation sheet. In the first cycle students had not been able to add up the corners within triangle and in the second cycle students were able to determine the relationship of within and outside corner of the triangle
Keywords: guided discovery methods, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA KOTAK GESER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMFAKTORAN BENTUK KUADRAT KELAS VIII SMPN 2 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga kotak geser yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk kuadrat di kelas VIII SMPN 2 Palu. Jenis penelitian ini adalah peneletian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga kotak geser dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk kuadrat di kelas VIII SMPN 2 Palu mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) penyajian kelas, (3) belajar kelompok, (4) tim studi dan monitoring, (5) tes, (6) penghargaan kelompok.
Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, alat peraga kotak geser, hasil belajar, pemfaktoran bentuk kuadrat.
Abstrack: The aim of this research was to obtain the description of applying the cooperative learning of STAD aided box slide tools to improve students result learning Factoring of quadratic class VIII SMPN 2 Palu. This research was a classroom action rescarch (CAR). The research design refered to the design of the Kemmis and Mc. Taggart that is (1) planning, (2) action, (3) Observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research result showed that the applying the cooperative learning of STAD aided box slide tools to improve students result learning Factoring of quadratic in grade class VIII SMPN 2 Palu phases following theses steps, as follow (1) conveying the learning objectives and motivate the student, (2) presentation of class, (3) study in group, (4) monitoring and study team, (5) test, and (6) group appreciation.
Keyords: cooperative learning of STAD, box slide tools, stududents result learning,factoring of quadratic
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR SUDUT DI KELAS VII SMP NEGERI 17 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar sudut di kelas VII SMP Negeri 17 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar sudut di kelas VII SMP Negeri 17 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan informasi pokok-pokok materi dan memberikan LKS; (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, siswa mengamati, menalar dan mencoba mengerjakan LKS secara berkelompok serta menyusun konjektur dari LKS yang dikerjakan; (3) pemeriksaan konjektur, guru memeriksa hasil konjektur siswa dan memberikan alasan terhadap konjektur siswa yang melakukan kesalahan; (4) verbalisasi konjektur, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya serta membimbing siswa untuk membuat kesimpulan; dan (5) umpan balik, guru memberikan soal latihan kepada siswa.
Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Hubungan Antar Sudut.
Abstract: The purpose of the research is to describe the application of guided discovery method in order to improve student learning outcomes in the relationship between the angle of material in class VII SMP Negeri 17 Palu. kind of this research is classroom action research. The design of this research refers to research design and Mc Kemmis. Taggart: (1) planning, (2) implementation of the action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of the guided discovery method can upgrade student learning outcomes in the relationship between the angle of material in class VII A of SMPN 17 Palu through the following steps: (1) formulation of the problem, the teacher provides information about the main points of the material and provide worksheets; (2) processing of the data and preparation of conjecture, students observe, reason and try to do the worksheets in groups and develop a a conjecture from worksheets is done; (3) examination of conjecture, teachers examine the results of conjecture students and provides opportunities for students to reconstruct the conjecture is true; (4) verbalization conjecture, the students presented the group's work and guide students to make inferences; and (5) feedback, the teacher gives exercises to students.
Keywords: Guided discovery method; Learning outcomes; Relationship between the Angle
PENGARUH INTELLIGENCE QUOTIENT DAN EMOTIONAL QUOTIENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SAUSU
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intelligence quotient (IQ) dan emotional quotient (EQ) terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sausu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sausu yang berjumlah 115 orang. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 57 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes IQ dan angket EQ serta menggunakan teknik dokumenter. Data yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk persentase. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji F dengan taraf signifikan 5%. Analisis data menggunakan SPSS 16. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Fhitung (16,784) > Ftabel (3,17), maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan IQ dan EQ terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Sausu.
Kata Kunci: intelligence quotient, emotional quotient, prestasi belajar matematika
Abstract: The aim of this study was to determine the influence of intelligence quotient and emotional quotient of the mathematics achievement of students of class X SMA Negeri 1 Sausu. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sausu totaling number of students 115 people. The samples used in this study as many as 57. The sampling technique was cluster random sampling. Data collection techniques using a IQ test and questionnaire instrument EQ and use document techniques. The data has been collected, further processed and analyzed by using percentage, to test the hypothesis using F test with significance level of 5%. Data analysis using SPSS 16. Hypothesis testing results show that Fcount (16.784) > Ftable (3.17). This means that H0 is rejected, it was concluded that there is a signifikan influence between IQ and EQ of the mathematics achievement of students of class X SMA Negeri 1 Sausu.
Keywords: intelligence quotient, emotional quotient, mathematics learning achievemen
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SISWA SMAN 1 PARIGI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) mengetahui apakah pembelajaran dengan model PBM memberikan hasil belajar Matematika yang lebih baik dari model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen, dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Hipotesis penelitian adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model PBM dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) model PBM memberikan hasil belajar matematika yang lebih baik dari model pembelajaran langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X PMIA SMA Negeri 1 Parigi yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling, kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas X PMIA B dan kelas X PMIA C. Hasil perhitungan uji t diperoleh thitung = 2,75 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05, karena nilai thitung > ttabel, maka H1 diterima. Hasil analisis data diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 10,45 dengan varians 5,56 dan skor rata-rata kelas kontrol 9,00 dengan varians 4,68. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji t dan hasil analisis statistik deskriptif variabel hasil belajar dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model PBM dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) pembelajaran dengan model PBM memberikan hasil belajar Matematika yang lebih baik dari model pembelajaran langsung.
Kata Kunci: Model PBM , model pembelajaran langsung, hasil belajar matematika.
Abstract: The aim of this study was: (1) determine significant differences in learning outcomes among students who take the learning problem-based learning model (PBL) with the learning of students who take the direct learning model, (2) determine the learning model PBL Mathematics learning outcomes better than model direct learning. This research is a quantitative experiment, the research design using One-Shot Case Study Design. The hypothesis of this study is: (1) there is a significant difference between the learning outcomes of students who take the PBL model with the learning of students who take the direct learning model, (2) PBL model of learning mathematics results were better than direct learning model. The population in this study were all students of class X PMIA Negeri 1 Parigi enrolled in the academic year 2015/2016. The sampling technique in this study was done by using simple random sampling. Hypothesis test results obtained by tcount = 2.75 and ttable = 2.000 at significant level 005, because tcount > ttabel, then H1 accepted. Results of data analysis obtained an average score of experiment class 10,45 with variance 5,56 and the average score of the control class 9 with variance 4.68. Based on the results of hypothesis testing results and data analysis can be concluded that: (1) there is a significant difference between the learning outcomes of students who take the learning model PBL with the learning of students who take the direct learning model, (2) PBL learning model learning outcomes Mathematics better than direct learning model.
Keywords: PBL model, direct instructional model, mathematics learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION MENGGUNAKAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI PERKALIAN PECAHAN DI KELAS VII SMPN 20 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan alat peraga yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi perkalian pecahan di kelas VII SMP Negeri 20 Palu. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD menggunakan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi perkalian pecahan dengan mengikuti fase-fase, yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) menyajikan materi menggunakan alat peraga, (3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, (4) membimbing siswa bekerja dan belajar, (5) evaluasi dan (6) penghargaan.
Kata Kunci: Kooperatif, STAD, Alat Peraga, Pemahaman, Perkalian, Pecahan
Abstract: The objective of this research is to obtain the description of applying the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model by using props that can improve students understanding class VII SMPN 20 Palu on fractions multiplication. The research design related to the Kemmis and Mc. Taggart’s research that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and(4) reflection. The The types of data that used are qualitative and quantitative with the tehnique of data collection are observation, interview, field notes and test. This research was conducted into two cycles. The results of this research showed that the implementation of STAD learning model by using props can improve students understanding on fractions multiplication by following these steps; (1) presenting the learning objective, (2)presenting the materials by using props, (3) organize students into study groups, (4) guide student at work and learn , (5) evaluation and (6) reward.
Keywords: Cooperative, STAD, Props, Understanding, Multiplication, Fraction