Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA BLOK ALJABAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 MOUTONG
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga blok aljabar yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar di kelas VIII SMP Negeri 1 Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan rancangannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga blok aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar di Kelas VIII SMP Negeri 1 Moutong mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) penyajian kelas, 2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, 3) tim studi dan monitoring, 4) evaluasi dan 5) memberikan penghargaan.
Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, blok aljabar, hasil belajar, pemfaktoran bentuk aljabar.
Abstract: This research aim to obtain description applying cooperative learning of STAD with the assist block algebra tools that can improve Student’s learning on Material of factoring the algebra in class VIII A SMP Negeri 1 Moutong. This research is a classroom action research (CAR) and design refers to the design of the Kemmis and Mc. Taggart that is 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research result showed that the applying cooperative learning of STAD with the assist block algebra tools can improve student’s learning on material of factoring the algebra in class VIII A SMP Negeri 1 Moutong by folowwing the phases, those are 1) presenting of class, 2) organizing the student into study group, 3) study group and monitoring, 4) evaluation and 5) giving appreciation.
Keyword: Cooperative learning of STAD, block algebra, learning outcomes, factoring the algebra
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALU PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan tahapannya yaitu: 1) penyajian kelas, 2) belajar dalam kelompok, 3) permainan, 4) pertandingan, dan 5) penghargaan kelompok. Pada tahap penyajian kelas, guru menyajikan materi yang dipelajari yaitu penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Pada tahap belajar dalam kelompok, siswa secara berkelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan soal yang diberikan agar dapat menguasai materi. Pada tahap permainan, guru menjelaskan tentang tata cara dalam melaksanakan pertandingan. Pada tahap pertandingan, siswa berdasarkan kemampuan yang homogen bertanding melawan siswa dari kelompok lain. Pada tahap penghargaan kelompok, guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok berdasarkan rerata skor yang diperoleh saat pertandingan.
Kata Kunci: hasil belajar, operasi penjumlahan, operasi pengurangan, bentuk aljabar, pembelajaran kooperatif TGT.
Abstract: The objectives of this research is to obtain description about the application of cooperative learning of TGT to improve student’s learning outcomes in grade VIII SMP Negeri 4 Palu on addition and subtraction of algebra. This research was a classroom action research which refered to the Kemmis’ and Mc Taggart's research design. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicating that application of cooperative learning of TGT can improve student’s learning outcomes, with the steps are: 1) class presentation, 2) study in group, 3) games, 4) competition, and 5) group appreciation. At the class presentation step, teacher presented the material that was addition and substraction of algebra. At the step of study in group, the students as a group worked together in finishing the tasks given in order to master the material. At the games step, teacher explained about the procedure in doing the competition. At the competition step, the students based on the ability homogeneous competed against the students of another groups. At the group appreciation step, teacher gave appreciation to each group based to average of scores obtained during the match.
Keyword: learning outcomes, addition operation, substraction operation, algebra, cooperative learning TGT
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS XI MIA SMA NEGERI 4 PALU
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran mind mapping yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran mind mapping yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri, melalui langkah-langkah yaitu (1) menyajikan materi, (2) memberikan bahan bacaan dan contoh mind mapping, (3) membuat mind mapping secara berkelompok, (4) presentasi dan (5) mengerjakan LKS. Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 24 orang sedangkan pada siklus II sebanyak 27 orang.
Kata kunci: mind mapping, hasil belajar, trigonometri
Abstract:The purpose of this research is to describe the applying of strategy learning mind mapping that can improve the student’s learning outcomes of main topic trigonometry at XI MIA3 In SMA Negeri 4 Palu. The type of this research is a classroom action research. The design of this studying refers to the research design Kemmis and Mc Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research were conducted in two cycle. This research collects data about teacher’s activities while manage learning, data about student’s activities while attent learning and testing after action. The conclution of this research is the applying of strategy learning mind mapping that can improve the student’s learning outcomes of main topic trigonometry, through few steps, that are (1) explain the main topic, (2) give reading sheet and example of mind mapping, (3) make mind mapping in group, (4) presentation, (5) solve the student’s worksheet. At cycle I, the number of student who get mastery is 24 student meanwhile at cycle II is 27 student.
Keyword: mind mapping, learning outcomes, trigonometr
PENERAPAN STRATEGI POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SOAL CERITA PERSEGI PANJANG DI KELAS VII SMP NEGERI 19 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan strategi Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita persegi panjang di kelas VII SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan desain penelitian yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan strategi Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita persegi panjang di kelas VII SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) memahami masalah, (2) merencanakan cara penyelesaian, (3) melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan (4) melihat kembali solusi lengkap.
Kata Kunci: strategi Polya, hasil belajar, soal cerita dan persegi panjang.
Abstract: The purpose of this research is to obtain a description about the application of Polya strategies that can improve student learning outcomes in a rectangular material about the word problem in class VII SMP Negeri 19 Palu. This was a classroom action research. design refers to the design of the research Kemmis and Mc. Taggart, that is planning, action and observation, and reflection. Types of data used is qualitative data and quantitative data with data collection techniques are observation, interviews, field notes, and test. This research was conducted in two cycles and each cycle was conducted in two sessions. Based on the results of this research indicate that the application of Polya strategies that can improve student learning outcomes in a rectangular material about the word problem in class VII SMP 19 Palu, by following the steps as follows: (1) understand the problem, (2) the plan of settlement, (3) implement plans of problem solving, and (4) look back at the complete solution.
Keywords: Polya strategy, learning outcomes, word problem, rectangular
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMPN 7 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) di Kelas VIII SMPN 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas VIII SMPN 7 Palu mengikuti fase-fase yaitu: (1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) menyajikan informasi, (3) penomoran, (4) mengajukan pertanyaan yang dituangkan dalam LKS, (5) berpikir bersama, (6) menjawab, (7) memberikan penghargaan.
Kata Kunci: NHT, hasil belajar, sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV).
Abstract: The objectives of this research is to obtain description about the application cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) that can improve student learning outcomes in solving equations linear system of two variables (ELSTV) in Class VIII SMPN 7 Palu. This research is a classroom action research (CAR). The design of this research refered to the Kemmis and Mc. Taggart’s research design, that consist of 4 components, those are (1) planning, (2) action, (3) observation, (4)reflection. This research consist of two cycles, and each of the cycles was held in two meeting. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields, and data of student’s study result. The research result showed that the application of cooperative learning of NHT can improve student’s study result on operate for to mixture of integer in Class VIII SMPN 7 Palu with following the phases, namely (1) submitting target and motivate student, (2) presenting information, (3) numbering, (4) raising question in spread sheet student, (5) thinking together, (6) replying, (7) giving appreciation.
Keywords: NHT, learning outcomes, equations linear system of two variables (ELSTV)
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR DI SMP NEGERI 7 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di kelas VIII SMP Negeri 7 Palu. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu pemberian tes dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data, dilakukan dengan teknik triangulasi metode yaitu mencari kesesuaian data hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang melakukan kesalahan-kesalahan seperti kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural, dengan kesalahan konseptual meliputi kesalahan konsep dan fakta. Sedangkan kesalahan prosedural meliputi kesalahan tidak menyamakan penyebut dengan benar, kesalahan melakukan pengerjaan yang tidak lengkap dan tidak menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dari soal, yang memerlukan perhatian dan bimbingan lagi.
Kata kunci: jenis kesalahan, operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
Abstrak: Aim’s this research is to get description about various of faults that done by student and causative factors student do faults in solve quetion about addition and substraction form algebra at class VIII SMP Negeri 7 Palu. The data in this research, it’s collecting with by use data collected tech is given test and interview. To examine data authenticity, done by tech of triangulation methodics which is look for data suitability result of test and interview. The result of this research show that still a lot of student that do faults such as conceptual and prosedural’s fault, with conceptual fault consist of concept and fact fault. Meanwhile prosedural fault consist of fault not equal denominator correctly, fault does working not complete and not write that acknowledged and is asked from question, that require attention and guidance again.
Keywords: various of faults, operate for sum computing and algebra form cut back.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 12 PALU
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linier satu variable (PtLSV) di kelas VII SMP Negeri 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 12 Palu pada materi pertidaksamaan linier satu variabel mengikuti fase-fase, yaitu (1) pemberian orientasi, (2) think, (3) pair, (4) share dan (5) penghargaan.
Kata Kunci: TPS, hasil belajar, pertidaksamaan linier satu variabel
Abstract:The purpose of this research is to describe the applying of cooperative learning type Think Pair Share (TPS) that can improve the student’s learning outcomes of main topic linier inequality with one variable at VII In SMP Negeri 12 Palu. The type of this research is a classroom action research (CAR). The design of this studying refers to the research design Kemmis and Mc Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research were conducted in two cycle. This research collects data about teacher’s activities while manage learning, data about student’s activities while attent learning and testing after action. The conclution of this research is the applying of cooperative learning type TPS that can improve the student’s learning achivment of main topic linier inequality with one variable at VII In SMP Negeri 12 Palu, through few steps, that are (1) provide orientation, (2) think, (3) pair, (4) share, (5) giving appreciation.
Kata Kunci: TPS, learning outcomes ,linier inequality with one variabl
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH SEGITIGA DI KELAS VII SMPN 21 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah segitiga di kelas VII SMPN 21 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 21 Palu. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, tes, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II pada materi keliling dan luas daerah segitiga dengan menerapkan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pemanasan, 2) pengamatan, 3) interpretasi hasil pengamatan, 4) peramalan, 5) pengkajian, 6) generalisasi penemuan, 7) penerapan dan 8) komunikasi. Pada langkah 1 peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran; pada langkah 2 siswa mengamati masalah yang ada di LKS; pada langkah 3 siswa menafsirkan informasi yang diperoleh melalui pengamatan; pada langkah 4 siswa diminta meramalkan kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan informasi sebelumnya; pada langkah 5 siswa mengkaji hasil peramalan untuk memastikan kebenaran dari hasil ramalan; pada langkah 6 siswa mendiskusikan hasil kegiatan yang mereka lakukan dan menyimpulkan secara umum hasil temuannya; pada langkah 7 siswa mengerjakan soal latihan; pada langkah 8 guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi keliling dan luas daerah segitiga.
Kata Kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, Hasil Belajar, Keliling, Luas, Segitiga.
Abstract: The purpose of this research is to describe the applying of process skills approach that can improve student’s learning outcomes of main topic perimeter and the area of triangle at class VII SMP 21 Palu. The type of this research is a classroom action research refers to Kemmis and Mc. Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection . Subjects in this study were students of class VII SMP 21 Palu. Types of data used is qualitative data and quantitative data with data collection techniques are interviews, tests, observations and field notes. This studying was conducted in two cycles. The results showed an increase in student learning outcomes from the first cycle to the second cycle in the material and the area around the triangle by applying the following steps: 1) heating, 2) observation, 3) interpretation of the results of observation, 4) forecasting, 5) assessment, 6) generalization discovery, 7) application and 8) communication. At the 1th step researchers express purpose of learning; at the 2nd step students observe the problems that exist in worksheet; at the 3rd step students interpret information obtained through observation; at the 4th step students were asked to predict what might happen based on previous information; at the 5th step students examine the results of forecasting to ensure the correctness of the results forecast; at the 6th step students to discuss the results of their activities and conclude the general findings; at the 7th step students do exercises and at the 8th step teachers guide students to conclude the matter circumference and area of a triangle.
Keywords: Process Skills Approach, Learning Outcomes, Perimeter, Area and Triangle
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume balok di Kelas VIII SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat komponen, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume balok mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) menyampaikan tujuan pembelajaran,(2) mengorganisasikan siswa dalam belajar, (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik dan (5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.
Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, luas permukaan, volume balok.
Abstract:The purpose of this research is to describe the applying learning guided discovery methods that can improve student’s learning outcomes of main topic surface area and volume of the beam at VIII SMP Negeri 19 Palu.The type of this research is classroom action research with design of this research refers to Kemmis and Mc.Taggart’s research design that are planning,action and observationandreflection. The form of data that used are qualitatif data and quantitatif data with tecnique of data collect that are observations, interview, field notes, and testing. This research done in two cycles.The results of the studying showed that through guided discovery can improve student’s learning outcomes of main topic on the material surface area and volume of the beam by following the steps, that are (1) delivering thelearning objectives, (2) organize student’s in learning , (3) guiding individual and group investigation, (4) cheking back the comphrehension and give a feedback (5) giving opportunities for further training and implementation.
Keywords: guided discovery learning, learning outcomes, surface area, volume of beam
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 9 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di kelas VIII SMP Negeri 9 Palu melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 26 orang yang terdiri dari 12 laki-laki dan 14 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, melalui fase-fase yaitu: 1) fase orientasi siswa pada masalah; 2) fase mengorganisasikan siswa untuk belajar; 3) fase membimbing penyelidikan individual maupun kelompok; 4) fase mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah; dan 5) fase menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan 9 siswa telah mampu menyelesaikan soal SPLDV mengguna-kan metode eliminasi, substitusi, atau campuran dan aktivitas guru dan siswa berada dalam kategori baik. Hasil penelitian siklus 2 menunjukkan 17 siswa telah mampu membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan SPLDV dan menyelesaikannya dan aktivitas guru dan siswa berada dalam kategori sangat baik.
Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Abstract: This research aims to improve student learning outcomes in the material of Two Variables Linear Equations Systems (TVLES) in grade VIII of SMP Negeri 9 Palu through Problem Based Learning model. This is a classroom action research. The research design refers to the model of Kemmis and Mc. Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This study was conducted in two cycles each cycle consisted of two meetings Subjects in this study were students in grade VIII of SMP Negeri 9 Palu academic year 2014/2015 amounted of 26 people which were consisted of 12 men and 14 women. The result of the study showed that the implementation of Problem Based Learning model can improve student learning outcomes, through phases, they are: 1) the phase of students orientation on the issue; 2) the phase of organizing students to learn; 3) the phase of individual and group guiding investigation; 4) the phase of developing and presenting the result of problem solving; and 5) the phase of analyzing and evaluating the problem solving process. The results of cycle one research indicated 9 students have been able to resolve the equestions of TVLES using the method of elimination, substitution, or mixture and activities of teachers and students are in the good category. The results of cycle two indicated 17 students have been able to make a mathematical model from the problem related to TVLES and finished them, and activities of teachers and students are in the very good category.
Key words: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Two Variables Linear Equations System.
Matematika merupakan