Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 4 PALU DALAM MEMAHAMI KONSEP PECAHAN BERDASARKAN GENDER YANG BERKEMAMPUAN TINGGI
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam memahami konsep pecahan berdasarkan gender yang berkemampuan tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling, adapun karakteristik utama yang menjadi pentingnya dalam memilih subjek adalah “siswa yang memiliki kemampuan tinggi”. Selanjutnya dua subjek yang dipilih yaitu siswa laki-laki (LK) dan siswa perempuan (PR) yang memiliki kemampuan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis subjek LK dan subjek PR dalam memamahami konsep pecahan berdasarkan gender yang kemampuan tinggi. Kedua subjek mampu memahami konsep pecahan dan mampu mengomunikasikan ide-ide matematis yang dimiliki kedalam bentuk tulisan maupun lisan.
Kata Kunci:Kemampuan komunikasi matematis; Gender; Konsep Pecahan.
Abstract : The purpose of this study is to describe the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in understanding the concept of fractions based on high-ability gender. This type of research is case study research using qualitative approach. Research subjects were chosen based on purposive sampling, while the main characteristics that became important in choosing the subject were "students who have high ability". Furthermore, two selected subjects are male students (LK) and female students (PR) who have high ability. The results of this study indicate that the mathematical communication ability of LK subject and the subject of PR in memamahami fraction concept based on high ability of gender. Both subjects are able to understand the concept of fractions and able to communicate mathematical ideas that belong to the form of writing and oral .
Keywords: Ability of mathematical communication; Gender; Fractional Concepts
PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SOAL CERITA KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII A SMP NEGERI 19 PALU
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita keliling dan luas persegi panjang di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian dengan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya ini terdiri atas empat langkah, yaitu (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksanakan perencanaan, (4) melakukan pengecekan kembali. Pada langkah I siswa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal dengan memahami isi dari soal tersebut; pada langkah II siswa membuat rencana yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal seperti menentukan rumus yang sesuai; pada langkah III siswa melaksanakan apa yang sudah direncanakan dari tahap sebelumnya dan siap melakukan perhitungan dengan segala macam data yang diperlukan termasuk konsep dan rumus yang sesuai; pada langkah IV siswa mengecek kembali hasil yang mereka peroleh dari tahap melaksanakan perencanaan dan selanjutnya membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan peningakatan pada ketuntasan belajar klasikal dari menjadi pada siklus I. Pada siklus II menjadi dan diperoleh peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas persegi panjang di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu.
Kata kunci: Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Polya, Hasil Belajar, Soal Cerita, Persegi Panjang.
Abstract:The purpose of this study was to describe the application of measures by Polya problem solving to improve student learning outcomes in the material about stories circumference and area of a rectangle in class VII A Junior High School 19, Palu. This study is a Class Action Research (CAR), which refers to the study design was developed by Kemmis and Mc. Taggart which consists of four components: 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. Research with the troubleshooting steps according Polya consists of four steps: (1) understand the problem, (2) planning, (3) to carry out planning, (4) checking back. In the first step the students write down what is known and asked of matter by understanding the content of the question; in step II students create a plan that will be used in solving problems such as determining the appropriate formula; in step III students implement what is already planned from the previous stage and ready to perform calculations with all kinds of necessary data including the concepts and formulas are appropriate; in step IV student-check their results from the next phase of implementing the planning and making inferences. The results of this study indicate peningakatan on classical learning completeness of 75% to 81.3% in cycle I. In the second cycle to 88.2% and obtained an increase in activity of student and teacher activities from the first cycle to the second cycle with the criteria very well. Based on these results, we can conclude that the adoption of measures by Polya problem solving can improve student learning outcomes in solving story circumference and area of a rectangle in class VII A Junior High School 19 Palu.
Keywords: Step-by-Step Problem Solving by Polya, Results Learning, Problem Stories, Rectangle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS SERTA BALOK DI KELAS VIIIA SMPN 3 TINOMBO SELATAN
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus serta balok di kelas VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan.Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Alat Peraga, Hasil Belajar, Luas Permukaan Kubus dan Balok, Volume Kubus dan Balok.
Abstract: The purpose of this rescareswas to improve student learning outcomes at the material surface area and volume of cube and rectangular prism in the grade VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan through the implementation STAD type of cooperative learning model assisted tools. This type of research is classroom action research (CAR). The research design refers to the design of research conducted Kemmis and Mc. Taggart is comprised by of four components: (1) planning, (2) actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research is student of class VIIIA SMPN 3 Tinombo Selatan. The research subjects chosen from 3 informants with high ability, medium and low. The data of this rescares was qualitative and quantitative data. Fechnigues of data collection were observation, tests, interviews, and field notes. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of learning models of cooperative STAD assisted tools can improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Cooperative STAD, namely: (1) Presentation Classes, (2) organize the students into groups learning, (3) guiding students to learn and work, (4) the test individual, and (5) giving the award.
Keywords: STAD type of Cooperative Learning Model, Tools, Learning Outcomes, Surface Area Cube and Rectangular Prism, Cube Volume and Rectangular Prism
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL UNTAD PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu: (1) orientasi siswa pada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Kata Kunci: Model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning); hasil belajar; penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
Abstract: This research aims to obtain a description about application of problem based learning model that can improve students’ learning outcomes on addition and substraction of algebraic in class VII A SMP Labschool UNTAD Palu. The type of this research is classroom action research. The design of this research referred to Kemmis and Mc. Teggart’s design. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicating that through the application of problem based learning (PBL) model that can improve students’ learning outcomes, by following the steps, as follow: (1) orientation the students at the problem, (2) organize the students to learn, (3) assist in the investigation of individual and group, (4) develop and present work result and, (5) analyze and evaluate problem-solving process.
Key Words: Problem based learning (PBL) model; learning results; addition and substraction of algebraic expression
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SIGI
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sigi melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan data-data berupa tayangan dan merumuskan masalah sesuai materi yang dipelajari kepada siswa; (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, siswa mengamati, menalar dan mencoba mengerjakan LKPD secara berkelompok serta menyusun konjektur dari LKPD yang dikerjakan; (3) pemeriksaan konjektur, guru memeriksa hasil konjektur siswa dan memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menyusun kembali konjektur yang benar; (4) verbalisasi konjektur, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas; dan (5) umpan balik, guru memberikan soal latihan kepada siswa.
Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok
Abstract: The purpose of the research is to describe the application of guided describe the application of guided discovery methods to improve the result of student learning on surface area material adn volume and cube and beam in gread VIIIA SMP Negeri 2 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). This plan of research is refers to design of classroom action research (CAR) Kemmis and Mc. Taggart are (1) planning, (2) implamantation of the action, (3) observation and (4) reflection. This research done in two cycle. The result of research show that application of guided discover method can improve student learning result in material surface area and volume and cube and beam at grade VIIIA SMP Negeri 2 Sigi through the following steps: (1) formulation of the problem, teacher provide data in the form of impressions and formulate the problem corresponding the material being studied to student; (2) data processing and preparation of conjecture, student observed, reasoning and try to do LKPD in group and compile the conjecture from LKPD being worked on; (3) inspection of the conjecture, teacher inspecting the result of student’s conjecture and provide the chance to student to recompile the correct conjecture; (4) verbalization the conjecture, student presenting the result of group work in front of the class; and (5) feedback, teacher provide exercise for student.
Keywords : Guided Discover Method; Learning Result; Surface Area and Volume and Cube and Beam
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DI KELAS X MIA 1 MAN 1 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri kelas X MIA 1 MAN 1 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 yang berjumlah 30 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi dan (3) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA I MAN 1 Palu pada materi perbandingan trigonometri mengikuti fase-fase pembelajaran kooperatif yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi dan 6) memberikan penghargaan, yang didalamnya terdapat delapan komponen dari model TAI yaitu: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition.
Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TAI; hasil belajar; perbandingan trigonometri.
Abstract: This study aims to obtain a description of the implementation of cooperative learning model type Assisted Individualization Team (TAI) to improve student learning outcomes on the material comparison of trigonometry class X MIA 1 MAN 1 Palu. The subjects of this study were students of class X MIA 1, which amounted to 30 students and selected three as informants. This research is a Classroom Action Research (PTK) which refers to the design research of Kemmis and Mc.Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action and observation and (3) reflection. This study was conducted in two cycles. The implementation of cooperative learning model of TAI type that can improve student learning result of class X MIA I MAN 1 Palu on trigonometric comparison materials following cooperative learning phases are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) present information, 3) organize students into learning groups, 4) guiding groups of work and learning, 5) evaluation and 6) giving awards, in which there are eight components of the TAI model: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test and 8) team scores and team recognition
Keywords: cooperative learning model of TAI type; learning outcomes; comparison of trigonometry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAANLINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VIIA SMP NEGERI 16 PALU
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada persamaan linear satu variabel di kelas VIIA SMP Negeri 16 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VIIA SMP Negeri 16 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut : (1) course, pada tahap ini guru menyampaikan teknik-teknik tertentu yang memuat cara-cara penyelesaian persamaan linear satu variabel, setelah itu siswa menyimak penyampaian guru dan memperoleh informasi untuk diterapkan pada tahap selanjutnya, (2) review, pada tahap ini guru harus memberikan LKPD, supaya terjadi diskusi antar siswa dengan siswa dalam kelompok dengan saling berbagi pengetahuan yang diperoleh dari tahap sebelumnya, (3) horay, pada tahap ini siswa menerima penghargaan yang diberikan sebagai penguatan berupa teriakan hore bagi kelompok yang memperoleh bintang emas.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay, Hasil Belajar, Persamaan Linear Satu Variabel
Abstract: The objective of this research is to get a description of the application of cooperative learning model Course Review Horay (CRH) type in an attempt to improve student learning outcomes on linear equations in one variable in class VIIA 16 Junior High School Palu. This type of research is a classroom action research. This research program is refers to the design of classroom action research from Kemmis's and Mc Taggart's model that is (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicate the application of cooperative learning model Course Review Horay type can improve student learning outcomes in mathematics class VIIA 16 Junior High School Palu through the stages as follows: (1) course, at this stage the teacher deliver certain techniques which provide a completion way of linear equations in one variable, after that the students listen to the teacher’s explanation and receive the information to applied it in the next stage, (2) review, at this stage the teacher must provide LKPD, in order to trigger discussion among the students in groups by sharing knowledge which acquired from the previous stage, (3) horay, at this stage, the student receive the award which is given as a strengthening in the form of shouts of the hurray for the group who earned a gold star.
Keywords: Cooperative Learning Model Course Review Horay; Learning outcomes; Linear equation in one variable
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI JARAK DALAM RUANG DIMENSI TIGA DI KELAS X MIA 2 MAN 1 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi jarak dalam ruang dimensi tiga di kelas X MIA 2 MAN 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan pema-haman siswa pada materi jarak dalam ruang dimensi tiga dengan mengikuti langkah-langkah yaitu: (1) mengamati, siswa mengamati gambar, peristiwa maupun benda sekitar yang menunjukkan jarak dalam ruang dimensi tiga. (2) menanya, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab terkait hal yang diamati. (3) menalar, siswa mengolah data yang diperoleh dari kegiatan menanya untuk memperoleh kesimpulan. (4) mencoba, siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. (5) mengkomunikasikan, siswa bersama kelompoknya mempresen-tasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
Kata kunci: Pendekatan Saintifik, Meningkatkan Pemahaman, Jarak Dalam Ruang Dimensi Tiga.
Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the scientific approach to enhance students' understanding on the main topic within the distance insolid geometry space in the class X MIA 2 MAN 1 Palu. This research is a classroom action research. The research design refers to the design of research Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action and observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the apply of the scientific approach can enhance students' understanding on he main topic within the solid geometry space by following these steps: (1) observe, students observe pictures, events or objects around which shows the distance in three-dimensional space. (2) ask, researchers and students conduct a question and answer related to that observed. (3) reasoning, the students process the data obtained from the activities ask for the conclusion. (4) try, students worked in groups LKS. (5) communicating, the student and his group presented the group's work to the class.
Keywords: Scientific Approaches, Improving Comprehension, Distance in solid Geometry Space
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 PALU
Abstrak: Permasalahan utama dari penelitian ini adalah peranan orang tua dalam mendidik anaknya, khususnya membimbing dan memotivasi anaknya dalam belajar. Hal ini tergantung pada tingkat pendidikan orang tua dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Palu sebanyak 273 yang tersebar pada 10 kelas, sedangkan jumlah sampel 163 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis univariat dan analisis data frekuensi dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan orang tua, paling tinggi berada pada kategori tingkat pendidikan SLTA sebesar 52,14 %. Kategori prestasi belajar yang paling tinggi adalah kategori tinggi dengan rerata 87,88. Rumusan hipotesis Ho ditolak dan H1diterima pada α=5%, db=62. Simpulan penelitian adalah terdapat pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP 6 Palu, dengan nilai = 10,96<= 132,46 dan IKH = (kategori lemah), serta kontribusinya . Implikasi penelitian ini adalah agar para orang tua selalu membimbing dan memotivasi anaknya agar mampu meningkatkan prestasi belajar.
Kata kunci: Pengaruh, Tingkat Pendidikan, Prestasi belajar
Abstract: The main problem of this research is the role of parents in educating their children, especially guiding and motivating their children in learning. It depends on the level of parent education in the family. This study aims to determine the effect of parent education level on the achievement of learning mathematics students of class VII SMP Negeri 6 Palu. This type of research is quantitative research. The population of this study are all students of class VII in SMP Negeri 6 Palu as many as 273 spread over 10 classes, while the number of samples of 163 people. Sampling technique used is Proportional Random Sampling. Data were analyzed using univariate analysis technique and frequency data analysis with chi-square. The results showed that the level of education of parents, the highest is in the category of high school education level of 52.14%. The highest learning achievement category is high category with the mean of 87,88. Ho hypothesis formula is rejected and H1 accepted at α = 5%, db = 62. Conclusion of research is there is influence of parent education level to student mathematics achievement of SMP 6 Palu, with value = 10,96<= 132,46danIKH = (weak category),and contribution .The implication of this research is for parents to always guide and motivate their children to be able to improve learning achievement.
Keywords: Influence, Level of Education, Learning Achievemen
ANALISIS JENIS PERTANYAAN GURU BERPENGALAMAN DAN GURU PEMULA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANIAbstrak Pengajuan pertanyaan merupakan salah satu rangsangan instruksional yang dilakukan dalam proses pembelajaran oleh seorang
Abstrak Pengajuan pertanyaan merupakan salah satu rangsangan instruksional yang dilakukan dalam proses pembelajaran oleh seorang guru. Pemberian pertanyaan merupakan salah satu hal yang selalu dilakukan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran. Guru dapat dibedakan menurut masa kerja sebagai guru berpengalaman dan guru pemula. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang karakteristik jenis-jenis pertanyaan guru berpengalaman dan guru pemula di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Analisis Isi Kualitatif dengan melibatkan dua partisipan yaitu guru pemula dengan masa kerja 2 tahun dan guru berpengalaman dengan masa kerja 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pemula menggunakan jenis pertanyaan “pemikiran”, “peduli”, dan “tertutup” pada level permukaan dan dangkal, sedangkan guru berpengalaman menggunakan jenis pertanyaan “menyelidiki”, “pemikiran”, “tertutup”, “mengelola” dan “berbagi” pada level permukaan, dangkal dan mendalam.
Kata kunci : Jenis-jenis pertanyaan, guru berpengalaman, dan guru pemula
Abstract Questioning is one of the instructional stimuli conducted in the learning process by a teacher. Giving questions is one thing that is always done by a teacher in the learning process. Teachers can be differentiated by length of service as experienced teachers and novice teachers. This study aims to obtain a description of the characteristics of the types of questions experienced teachers and beginner teachers in Madani Junior High School. This type of research is case study research using qualitative approach. Data collection techniques used in the research are observation and interview. This research was conducted by using Qualitative Content Analysis by involving two participants that is beginner teacher with 2 years working period and experienced teacher with working period of 12 years. The results show that in the learning process conducted by novice teachers using the types of questions "thinking", "care", and "closed" at the surface and superficial levels, while experienced teachers use the types of questions "investigate", "thought", "closed" , "Manage" and "share" at the surface level, shallow and deep.
Keywords: Types of questions, experienced teachers, and beginner teacher