Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANJANG GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DI KELAS VIII B SMP NEGERI 14 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran di Kelas VIII B SMP Negeri 14 Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran di Kelas VIII B SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 14 Palu yang berjumlah 30 orang siswa dan dipilih 3 orang informan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingaran di kelas VIII B SMP Negeri 14 Palu yang ditempuh dengan cara guru merumuskan masalah; siswa menyusun dan menganalisis data serta membuat konjektur dengan bimbingan guru seperlunya; siswa mempresentasikan hasil penemuannya; siswa mengerjakan soal latihan tambahan; dan guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Kata kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Panjang Garis Singgung Persekutuan Dua Lingkaran. Abstract: The main problem in this research is the low of student’s study result on length tangent line two circle material in class VIII B SMP Negeri 14 palu. The purpose of this research was to obtain a description that Application of guided discovery methods to improve student’s learning outcomes on length tangent line two circle material in class VIII B SMP Negeri 14 palu. The type of this research is classroom action research (PTK) which reserf to Kemmis and Mc. Taggart’s research design that is planning, action, observation, and reflection. The subjects of this research were 30 students on class of VIII B SMP Negeri 14 Palu. Three of them were chosen as informants. This research was conducted in two cycles. The result of this research showed that applying of guided discovery methods can improve student’s learning outcomes on length tangent line two circle material in class VIII B SMP Negeri 14 palu which taken by teacher formulate problems; students compile and analyze of data and create conjecture with teacher guidance as necessary; students present their discovery; students working on additional exercise questions; and teacher with students summed up the newly learned material. It can be seen on student learning outcomes in cycle I and cycle II. Keyword:  guided discovery methods, learning outcomes, length tangent line two circle materia

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN DATAR SEGITIGA DITINJAU DARI LEVEL PERKEMBANGAN BERPIKIR VAN HIELE PADA SISWA SMP NEGERI 3 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah bangun datar segitiga ditinjau dari level perkembangan berpikir Van Hiele pada siswa SMP Negeri 3 Palu berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah siswa yang memiliki: 1) level 0 (visualisasi), a) pada tahap memahami masalah, subjek menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, b) merencanakan masalah, subjek masih salah dalam  menyusun rencana penyelesaian, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek tidak dapat menyelesaikan masalah karena rencana pemecahan masalah yang dibuat salah, d) memeriksa kembali, subjek tidak memeriksa kembali hasil penyelesaian yang dibuatnya. 2) level 1 (Analisis), a) memahami masalah, subjek menuliskan hal yang diketahui dan yang ditanyakan secara lengkap, b) merencanakan masalah, subjek menyusun rencana penyelesaian menggunakan informasi yang diketahuinya, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek menyelesaikan masalah sesuai rencana yang dilakukan sebelumnya, d) memeriksa kembali, subjek tidak memeriksa kembali atas jawaban yang diperoleh. 3) level 2 (Deduksi Informal), a) memahami masalah, subjek menuliskan dan memaparkan hal yang diketahui dan ditanyakan secara lengkap, b) merencanakan masalah, subjek memahami hal yang diketahui dari masalah di soal, kemudian menyusun rencana penyelesaian menggunakan informasi yang diketahui, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek mengerjakan dengan menggunakan strategi yang telah direncanakan dan menyelesaikannya dengan menggunakan pengetahuannya untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan, d) memeriksa kembali, subjek mengecek kembali langkah demi langkah hasil pekerjaan yang telah dibuatnya dengan teliti.    Kata kunci: profil pemecahan masalah, bangun datar segitiga, perkembangan berpikir Van Hiele, langkah-langkah polya. Abstract: The purpose of this study is to describe the problem solving problem of flat triangle building in terms of the development level of Van Hiele thinking on the students of SMP Negeri 3 Palu based on Polya steps. The type of this research is qualitative research. The results showed that the problem solving profiles of students who have: 1) level 0 (visualization), a) at the stage of understanding the problem, the subject write down the known and asked questions, b) plotting the problem, the subject is still wrong in preparing the settlement plan, c ) Implements a problem-solving plan, the subject can not solve the problem because the wrong problem-solving plan, d) re-examine, the subject does not re-examine the result of the settlement it made. 2) level 1 (Analysis), a) understanding the problem, the subject writes the known and the complete question, b) plotting the problem, the subject prepares the settlement plan using the information it knows, c) executes the problem solving plan, the subject of problem solving according to plan Done earlier, d) re-examine, the subject does not check back for the answers obtained. 3) level 2 (Informal Deduction), a) understanding the problem, the subject writes and explains what is known and asked in full, b) plots the problem, the subject understands the known matter of the problem, then prepares the settlement plan using the known information, C) implementing a problem-solving plan, the subject is working on a planned strategy and solving it by using his knowledge to find a solution to the problem, d) re-examine the subject by rechecking the step by step the work he has done carefully. Keywords: Problem solving profile, wake up triangle, development of Van Hiele thinking, polya step

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII SMP DENGAN KECERDASAN KINESTETIK PADA MATERI PECAHAN

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi tentang profil pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP ditinjau dari kecerdasan kinestetik. Proses pemecahan masalah matematika menggunakan tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil siswa kinestetik pada saat memecahkan masalah matematika dengan menggunakan tahapan polya yaitu 1) pada saat memahami masalah, siswa kinestetik membaca soal berulang-ulang disertai gerakan mengetuk-ngetuk pulpen di kepala untuk menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan 2) pada saat merencanakan pemecahan masalah, siswa kinestetik mengilustrasikan strategi dengan gambar dan menghubungkan rumus segitiga yang dipelajari sebelumnya untuk memecahkan masalah 3) pada saat melaksanakan rencana, siswa kinestetik melaksanakan rencana sesuai dengan yang direncanakan dan menyelesaikan masalah dengan benar 4) pada saat memeriksa kembali hasil pekerjaan, siswa kinestetik mengerjakan kembali dan memeriksa setiap langkahnya hingga penyelesaian akhir. Kata kunci: profil pemecahan masalah, pecahan, kecerdasan kinestetik. Abstract: This study used a qualitative method with descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this research is filling the questionnaire, written tests, observation and in-depth interviews based on the stage of solving the problem of Polya which consists of four phases: understanding the problem, the stage of planning troubleshooting, stage carry out planning problem solving, and the stage of checking answers. The results showed that the profile of students kinesthetic when solving mathematical problems by using stages Polya which 1) at the time to understand the problem,  student  kinesthetic reading matter repeatedly with the movement of tapping the pen on the head to find the information knowed and asked, 2) when planning problem solving, students' kinesthetic illustrates the strategy with an image and linking formula triangles previously learned to solve the problem, 3) at the time of executing the plan, students kinesthetic implement the plan in accordance with the plan and solve problems correctly, 4) on time to re-examine the results,  the students' work kinesthetic rework and check each step until the final solution. Keywords: problem solving profile, fractions, kinesthetic intelligence

    PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DI KELAS VIIIc SMP NEGERI 19 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi SPLDV. Satu diantara cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SPLDV dengan melaksanakan pembelajaran penerapan pendekatan scientific. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SPLDV di kelas VIIIc SMP Negeri 19 Palu melalui langkah-langkah pendekatan scientific sebagai berikut: (1) Mengamati (Observing), siswa mengamati permasalahan yang diberikan, (2) Menanya (Questioning), siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, dan (3) Menalar (Associating), siswa menyimpulkan materi yang dipelajari, (4) Membentuk jejaring (Networking), siswa mempresentasikan hasil diskusi, (5) Mencoba (Experimenting), siswa mengerjakan latihan soal. Kata Kunci: Pendekatan Scientific; Hasil Belajar; SPLDV Abstract: The Implementation of Scientific Approach in Improving Student Learning Outcomes on Two Variable Linear Equation System (SPLDV) In Class VIIIc SMP Negeri 19 Palu. Skripsi. Mathematics Education Study Program, Mathematics and Science Education Department, Teacher Training and Education Faculty, Tadulako University, under the Supervision of H.Abd.Hamid and Linawati.The problem in this study was the students' short learning outcomes in Math specifically in lesson on SPLDV. One of ways to improve student learning outcomes on SPLDV lesson was by implementing the application of scientific approach..The type of research was a classroom action research (PTK). The design of this study refers to the design of classroom action research (PTK) by Kemmis and Mc. Taggart which are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of scientific approach was able to improve the students' learning outcomes in SPLDV lesson in class VIIIc SMP Negeri 19 Palu through steps of scientific approach, as follow: (1) Observing; students observing the problems given, (2) Questioning; students asking about things they have not understood, and (3) Studying; students inferring the lesson learned, (4) Networking; students presenting the results of the discussion, (5) Experimenting; students accomplishing the exercises on related lesson.               Keyword: Scientific Approach, Learning Outcomes, SPLD

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IRISAN DAN GABUNGAN HIMPUNAN DI KELAS VIIA MTs ALKHAIRAAT TONDO

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi irisan dan gabungan himpunan siswa kelas VIIA MTs Alkhairaat Tondo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian yang mengacu pada model Kemmis dan MC. Tanggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIA MTs Alkhairaat Tondo. Jenis data yang di gunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu tes, wawancara, observasi, catatan lapangan. Penelitian ini di lakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi irisan dan gabungan himpunan di kelas VIIA MTs Alkhairaat Tondo mengikuti tahap-tahap yaitu (1) penyajian kelas, (2) belajar kelompok, (3) tes, (4) skor peningkatan individu, (5) penghargaan kelompok. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, irisan dan gabungan himpunan. Abstrack:  The objective of this research was to describe the application of cooperative learning model in type STAD to improve the learning outcomes of class VIIA studets MTs Alkhairaat Tondo in sliced and combined sets. In this case, the researcher applied Class Action Research (CAR). The research design referred to Kemmis and Mc. Taggart model which covered plainning, taking action, observation and reflection. The subjects of the study were VIIA grade students of MTs Alkhairaat Tondo. Tipe of data uses qualitative and quantitative data withing collecting data thorough test, interview,observation, written documents. This research was divided in two cycles. The results showed that the yuse STAD cooperative learning model can in prove students learning of autcomes in slices and combined sets of class VIIA at MTs Alkhairaat Tondo whinch following these steps: (1) presentation of class, (2) study group, (3) test, (4) individual increases scores, (5) group awards.   Keyword: Cooperative Learning Tipe STAD, Learning Outcomes In Slinced and Combined Sets

    MENEMUKAN LUAS PERMUKAAN PRISMA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING

    Get PDF
    Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktivitas pelaksanaan model pembelajaran penemuan terbimbinguntuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Palu dalam menemukan luas permukaan prisma dari siklus I ke siklus II dengan enam tahap yaitu : 1) stimulasi,2) perumusan masalah,3) pengumpulan data, 4) pemrosesan data, 5) verifikasi dan  6)generalisasi. Berdasarkan indikator keberhasilannya, guru telah dapat menimbulkan ketertarikan siswa untuk menemukan luas permukaan prisma, dapat mengajukan pertanyaan yang membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan teori konstruktivisme, guru juga dapat membimbing siswa tanpa langsung memberikan generalisasi. Selain itu, siswa juga telah mencapai indikator keberhasilannya yaitu siswa sudah saling membantu untuk menemukan luas permukaan prisma pada LKS. Selain itu, siswa sudah mampu menemukan sendiri rumus luas permukaan prisma. Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan model penemuan terbimbing dapat mengaktifkan siswa serta membangun cara berpikirnya sendiri.   Kata kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing; Kemampuan Menemukan Luas Permukaan Prisma   Abstract:This study aims to describe about the implementation activity of guided discovery learning model to improve the ability of students of class VIII C SMP Negeri 11 Palu that lasted in 2 cycles. The results showed that learning by applying guided discovery learning model can improve students' ability of class VIII C SMP Negeri 11 Palu in finding the surface area of ​​prism from cycle I to cycle II with six stage is: 1) stimulation, 2) problem statement, 3) data collection, 4) data processing 5) verification,and 6) generalization. Based on the indicators of success, teacher have been able to generate students interest to find the surface area of the prism, can ask questions that make students build their own knowledge based on constructivism theory, teacher can also guide students without directly giving generalization. In addition, students have also achieved the success indicator that students have helped each other to find the surface area of the prism on the LKS. In addition, students have been able to find their own surface prism surface area. Overall learning process by using guided discovery model can activate students and build their own way of thinking. Keywords: guided discovery learning model; ability to find the surface area of ​​the pris

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII F SMP NEGERI 7 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIII F SMP Negeri 7 Palu.  Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok mengikuti fase-fase, yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan mempersiapkan siswa untuk belajar, 2) menyajikan informasi, peneliti memberikan motivasi dengan menekankan bahwa materi yang akan dipelajari sangat penting, menjelaskan cara kerja tongkat serta instrumen musik dan menginformasikan tentang materi yang dipelajari, 3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti membentuk empat kelompok belajar yang terdiri dari empat siswa setiap kelompok, 4) Membantu kerja tim dan belajar, peneliti membagikan LKS pada tiap-tiap kelompok beserta alat peraga yang terbuat dari bahan karton, menjelaskan cara kerja LKS dan menegaskan untuk saling bekerja sama dengan teman-teman kelompoknya, 5) mengevaluasi, peneliti menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan instrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa pemegang tongkat saat musik diberhetikan. Setelah siswa pemegang tongkat selesai menjawab pertanyaan yang diberikan, siswa pemegang tongkat mempersentasikan hasil jawabannya. Kemudian, peneliti meminta tanggapan siswa lain terhadap jawaban siswa pemegang tongkat yang dituliskan di papan tulis dan peneliti bersama siswa membuat kesimpulan dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan, peneliti memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berupa pujian dan hadiah yang sudah disiapkan. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, hasil belajar, luas permukaan serta                       volume kubus dan balok. Abstract: This study aims to describe the application of cooperative learning model type of talking stick can improve student learning outcomes on surface material and volume of cubes and beams in class VIII F SMP Negeri 7 Palu. This research is a classroom action research which refers to Kemmis and Mc.Taggart that is planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type of talking stick can improve student learning outcomes on the surface area material and the volume of cubes and beams following the phases, is to: 1) present goal and set, the researcher conveys the learning objectives orally and prepares the students to learn, 2) present information, researchers provide motivation by emphasizing that the material to be studied is very important, explaining the workings of the stick and musical instruments and inform about the material being studied, 3) organize students into learning teams, the researchers formed four study groups consisting of four students per group, 4) assit team work and study, researchers distributed LKS to each group and props made of cardboard, explaining how to work LKS and assert to cooperate with friends of his group, 5) test on the materials, the researcher runs the baton in relay with the aid of a musical instrument and asks the student the stick holder when music is discharged. After the student of the stick holder has finished answering the questions given, the student holder of the stick presents the results of the answer. Then, the researcher asked for another student's response to the stick student's answer written on the board and the researcher with the students made the conclusion and 6) provide recognition, researchers reward the best groups of praise and rewards that have been prepared. Keywords: Cooperative learning model type talking stick, learning outcomes, surface area and volume                   of cube and beam

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DERET ARITMETIKA DI KELAS XI DKV SMK NEGERI 5 PALU

    Get PDF
    Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe talking stick yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi deret aritmatika di kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan  tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu yang berjumlah 18 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi deret aritmatika di kelas XI DKV SMK Negeri 5 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) Pada saat menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, peneliti memotifasi siswa dengan menyampaikan manfaat materi yang dipelajari, (2) ketika menyajikan informasi, dalam menjelaskan model pembelajaran, peneliti menggunakan alat peraga agar mereka lebih paham (3) ketika mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti memberi nasehat kepada siswa untuk tidak memilih-milih teman, (4) pada saat membantu kerja tim dan belajar, peneliti membimbing siswa mengerjakan dengan sendiri kesulitan yang ia alami sehingga peneliti tidak hanya menjelaskan, (5) ketika mengevaluasi, peneliti mengarahkan siswa untuk mengilir tongkat sesuai peraturan agar tidak membahayakan siswa lain dan (6) ketika memberikan pengakuan atau penghargaan, peneliti memberikan barang yang membuat mereka senang. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan adanya perubahan pengetahuan siswa pada siklus I menjadi lebih baik pada siklus II. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe talking stick, Hasil Belajar, Deret Aritmatika   Abstract: The purpose of this study was to obtain a description  of cooperative learning model type talking stick that can improve student learning outcomes in arithmetic series material in class XI DKV SMK Negeri 5 Palu. This research is a Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of kemmis and Mc. Taggart namely planning, action, observation and reflection. The subjeck of this research was the students of class XI DKV SMK Negeri 5 Palu totaling 18 students. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type talking stick can improve student learning outcomes in arithmetic series material in class XI DKV SMK Negeri 5 Palu by following the phases as follows: (1) when conveying goals and preparing students, researchers motivate student by conveying the benefits of the material being studied, (2) when, presenting information, in explaining the learning model, researchers use teaching aids so that they understand better, (3)when organizing students into learning teams, researchers advise studentsnot to choose friends, (4)when helping teamwork and learning, researchers guide students to work  on their own difficulties that the researcher does not just explain, (5)when evaluating, researchers direct students to rotate the stick according to the rules so as not to endanger other students and  (6)when giving recognition or appreciation, researchers provide items that make them happy. it is better to give the items that make them happy. This increase is indicated by changes in students’ knowledge in the first cycle to be better in the second cycle Keywords: cooperative learning type talking stick, learning outcomes, arithmetic serie

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS VIII ANGGUR SMP NEGERI 4 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Penyelesaian Persamaan Kuadarat di Kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu  pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 32 siswa dan dipilih tiga orang siswa sebagai informan.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 19 siswa dengan persentase ketuntasan 59,37% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 25 siswa dengan persentase ketuntasan 78,12% . Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada  pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu pada materi Penyelesaian Persamaan Kuadrat, dengan delapan komponen yaitu: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition.   Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TAI; hasil belajar; Penyelesaian Persamaan Kuadrat.   Abstract: This research aimed to describe about the aplication of cooperative learning model Team Assisted Individualization (TAI) can improved the learning outcomes on Settlement of quadratic equation at VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc.Taggart research design that were (1)  planning, (2)  implementation of the action  (3)  observiation  and  (4) reflecting. The subject were 32 students and three students were selected as informants. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of student who pass are 19 student with classical learning completeness percentage 59,37% and the second cycle the number of students who pass are 25 student with classical learning completeness percentage 78,12%. The result of observation of teacher activity on the first cycle that were in good category and increased on the second cycle that were in very good category. The result observation of students activity on the first cycle that were in good category and increased on the second cycle that were in very good category. The result of the research showed that Cooperative Learning Model TAI can improved  learning outcomes of  VIII  Anggur of SMP Negeri 4 Palu on Settlement of quadratic equation, eight some componens: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition.   Keywords: cooperative learning model TAI, learning outcomes, Settlement of quadratic equation

    IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN MODEL TERPADU MADANI PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil identifikasi kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII SMPN Model Terpadu Madani pada materi aritmatika sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMPN Model Terpadu Madani yang berkemampuan matematika rendah, sedang dan tinggi. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika rendah (MA) mencapai level 1 kemampuan literasi matematika, yaitu  subjek dapat menjawab pertanyaan dengan konteks yang dikenal serta semua informasi yang relevan tersedia dengan pertanyaan yang jelas. Mengidentifikasi informasi, dan melakukan cara-cara yang umum berdasarkan instruksi yang jelas. Subjek juga dapat menunjukan suatu tindakan sesuai dengan stimulasi yang diberikan. Subjek berkemampuan matematika sedang (CM) mencapai level 2 kemampuan literasi matematika, yaitu subjek dapat menafsirkan dan mengenali situasi dengan konteks yang memerlukan kesimpulan langsung. Subjek mampu memilah informasi yang relevan dari sumber tunggal, dan menggunakan cara penyajian tunggal, mengerjakan algoritma dasar, menggunakan rumus, melaksanakan prosedur, atau kesepakatan. Subjek juga dapat memberi alasan secara tepat dari hasil penyelasaiannya. Subjek berkemampuan matematika tinggi (GA) mencapai level 3 kemampuan literasi matematika, yaitu dapat melaksanakan prosedur dengan jelas termasuk prosedur yang memerlukan keputusan secara berurutan. Mampu memecahkan masalah dan menerapkan strategi yang sederhana.  Subjek dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan mengemukakannya secara langsung.   Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Aritmatika Sosial, literasi matematika   Abstract: This study aimed to obtain identification results of mathematical literacy class VIII SMPN Integrated Model Madani on social arithmetic material.This type of research is qualitative research.The subject of this research is the students of grade VIII Taufik Ismail SMPN Model Integrated Madani with low, medium and high math skills.Data collectedwithmethodtest and interview.Resultsresearchthisshowthat s ubjek berk Capacity of low mathematics (MA) reached level 1 liter ation mathematical ability, that the subject can answer the question with a known context and all relevant information available to the obvious question.Identify information, and perform common ways based on clear instructions.The subject also can m enunjukan an appropriate action d ith stimulation provided.Subject berk Capacity of mathematics medium (CM) reached level 2 literacy skills math, that the subject can interpret and recognize situations in contexts that require immediate conclusion.Subjects were able to m emilah relevant information from a single source and single men NOTICE manner of presentation, m engerjakan basic algorithms, using formulas, carry out the procedure, or the deal.Subjects can also give precise reasons for the results of their elucidation.Subject ber high math ability (GA) reached level 3 mathematics literacy skills, which can carry out the procedure clearly includes procedures that require sequential decisions.Able m emecahkan problems and implement simple strategies.Subject to m enafsirkan and use representations based on different information sources and producing them directly.   Keywords: Literacy Ability, Social Arithmetic, mathematical literacy &nbsp

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇