Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESALAHAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DI KELAS XI IPA 2 MAN 1 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 kota Palu dalam menyelesaikan soal pada materi limit fungsi aljabar. Bentk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan cara sampel bertujuan (purposive sampling), dipilih 3 subjek penelitian yang masing-masing mewakili kategori yaitu 1 subjek yang memiliki kemampuan tinggi (KT), 1 subjek yang memiliki kemampuan sedang (KS) dan 1 subjek yang memiliki kemampuan rendah (KR). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1). Tes tertulis yang diberikan kepada masing-masing subjek penelitian, 2). Wawancara yang dilakukan kepada masing-masing subjek penelitian. Pemeriksaan kredibilitas data menggunakan triangulasi waktu. Metode penelitian menggunakan analisis data kualitatif menurut Huberman dan Miles dengan langkah-langkah yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan fakta dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 2). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 3). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan prinsip dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi (KT), subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR).
Kata kunci: Kesalahan, koneksi matematis, limit fungsi aljaba
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA2 PADA MATERI PROGRAM LINEAR
Abstrak : Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai kemampuan literasi matematis siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu pada materi program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu yang berkemampuan matematika tinggi. sedang dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika tinggi yaitu NR dapat melewati level 1, level 2, dan level 3. Subjek NR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6. Namun hanya dapat mengerjakan level 2 dan level 3. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika sedang yaitu YY dapat melewati level 1 dan level 2. Subjek YY dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6 namun hanya dapat mengerjakan level 2. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 3, 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan secara prosedural dan tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika rendah yaitu AR dapat melewati level 1. Subjek AR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan tidak dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2,3,4,5, dan 6 karena subjek tidak dapat membuat model matematika dari soal yang diberikan.
Kata Kunci : Kemampuan Literasi Matematis, Program Linear, Tingkat Kemampuan Matematika
Abstarct: This study aims to obtain a description of the mathematical literacy abilities of classroom students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu on Linear Program Material. This type of research is qualitative research. This subject of this research is class students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu with high, medium and low math skills. Data collected by tests and interviews. The resul of this study indicate that subjects with high mathematical abilities NR can pass level 1. level 2 and level 3 mathematical literacy skills. Subject can solve questions number 1 designed for level 2, 3, 4 5, and 6 but can only work on level 2 and 3. The subject cannot continue on level 4, 5, and 6, because the subject cannot conduct an analysis of the problem. Moderate math subject YY can pass level 1 and level 2 mathematical literacy skills. Subject can answer questions number 1 designed for lebvel 1, and can work on number 2 questions planned for level 2, 3, 4, 5 and 6 but can only work on level 2. Subject cannot caontinue working on level 3, 4, 5 and 6 because subject cannot solve the problem given procedurally and cannot conduct analysis of the problem. Low mathematically subject AR can pass level 1. Subject can solve questions number 1 designed for level 1. Subject cannot work on questions number 2 that are designed for level 2, 3, 4, 5 and 6 because subject can make models mathematics of the given problem.
Keywords : Mathematical Literacy Skills., Linear Program, Level of Mathematical Abilit
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 5 PALU
Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Selain itu siswa kurang fokus dan siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menerapkan pendekatan scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggert yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 32 orang siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri di kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase: 1) pembelajaran secara individu, 2) pengorganisasikan kedalam kelompok, 3) diskusi kelompok mengenai hasil belajar, 4) pemberian kuis, 5) pemberian penghargaan, dan 6) penyimpulan materi.
Kata kunci: kooperatif tipe TAI, Scientific, hasil belajar, trigonometri.
Abstract: The main problem in this study is student learning outcomes on trigonometry material is low. In addition students are less focused and students are less actively involved in the learning process so that the impact on student learning outcomes is low. To overcome these problems the researchers applied thetype of cooperative learning model TAI. The purpose of this study is to obtain a description of the application Scientific approach with the type of cooperative learning model TAI (Team Assisted Individualization)that can improve student learning outcomes in trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu. This type of research is classroom action research. The study design refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggert namely: 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects of the study were students of class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu, totaling 32 students. Data in this study were collected through observation sheets, interviews, field notes, and tests. The results showed that the application of thetype of cooperative learning model TAI that could improve student learning outcomes on trigonometry material in class X IPA 1 of SMA Negeri 5 Palu namely by following phases: 1) individual learning, 2) organizing into groups, 3) discussion groups regarding learning outcomes, 4) giving quizzes, 5) giving awards, and 6) concluding material.
Keywords: cooperativetype TAI, Scientific, learning outcomes, trigonometr
PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN DATAR
Abstrak: penelitian bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 30 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara, lembar observasi, catatan lapangan serta hasil tes akhir tindakan siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Palu yang diperoleh melalui 5 fase, yaitu: yaitu: (1) orientasi siswa kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pada fase ke 3 yaitu membimbing penyelidikan secara individu maupun kelompok diterapkan empat langkah penyelesaian Polya, yaitu: (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksanakan perencanaan, (4) memeriksa kembali proses dan hasil yang diperoleh. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 53,33% dan meningkat pada siklus II menjadi 80%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan strategi pemecahan masalah Polya pada model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar di kelas VII A SMP Negeri 6 Palu.
Kata kunci: Strategi pemecahan masalah Polya; Pembelajaran Berbasis Masalah; Hasil Belajar; Soal bangun datar.
Abstract: This research aims to obtain a description of the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning (PBL) model to improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII A of SMP Negeri 6 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in 2 cycles. The subjects of this study were all grade VII A students of SMP totaling 30 people. Data collected in this study are data obtained from interviews, observation sheets, field notes and the results of the final test of the first cycle and second cycle.The results of this study indicate that the application of Polya's problem solving strategies to the Problem Based Learning learning model can improve the learning outcomes of Grade VII A students of SMP Negeri 6 Palu obtained through 5 phases, namely: (1) student orientation to the problem, ( 2) organizing students to learn, (3) guiding individual and group investigations, (4) developing and presenting the work, and (5) analyzing and evaluating the problem solving process. In the third phase of guiding the investigation individually or in groups four polya resolution steps are applied, namely: (1) understanding the problem, (2) making a plan, (3) carrying out the plan, (4) re-examining the process and the results obtained. The results of the first cycle showed that the observations of the activities of the teachers in cycle I and cycle II obtained very good success criteria. The results of the percentage of classical learning completeness in the first cycle was 53.33% and it increased in the second cycle to 80%. From the research results obtained, it can be concluded that the application of Polya's problem solving strategies to Problem Based Learning can improve student learning outcomes in solving flat wake questions in class VII of SMP Negeri 6 Palu.
Keywords: Polya problem solving strategies; Problem Based Learning (PBL); Learning outcomes; Problem getting up flat
PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan SAVI berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SAVI berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas menggunakan aspek-aspek sebagai berikut: 1) somatis yaitu siswa dibentuk ke dalam empat kelompok belajar yang heterogen, siswa mengamati alat peraga untuk menemukan rumus luas permukaan dan volume limas; 2) auditori yaitu siswa mendiskusikan bersama teman kelompoknya soal yang terdapat pada LKS, siswa bertanya kepada guru dan menyimak penjelasan guru mengenai hal-hal yang kurang dipahami pada LKS, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas; 3) visual yaitu pada siklus I siswa menggunakan alat peraga kerangka limas dan model bangun ruang limas yang terbuat dari karton untuk mempermudah siswa menentukan unsur-unsur limas dan menemukan rumus luas permukaan limas, sedangkan pada siklus II siswa menggunakan alat peraga model bangun ruang limas, bangun ruang kubus dan kacang hijau untuk mempermudah menemukan rumus volume limas; 4) intelektual yaitu siswa dapat menemukan rumus luas permukaan dan volume limas.
Kata kunci: Pendekatan SAVI, hasil belajar, luas permukaan dan volume limas.
Abstract: The objective of this research was in order to describe the application of SAVI approach assisted props which could improve the students' learning outcomes at class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu on the surface area and pyramid volume. The type of this research was a classroom action research that referred to the Kemmis and Mc research design. Taggart, i.e. planning, action execution, observation, and reflection. The samples of this research were the students of class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu, consisting of 24 students. The result of this research shows that the application of SAVI approach assisted props that could improve the students’ learning outcomes of class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu on the surface area and volume of a pyramid using the following aspects: 1) somatic i.e. students were formed into four heterogeneous learning groups, students observing props in order to find the surface area and pyramid volume formula; 2) auditory i.e. students discussed with their group friends about the problems contained in the LKS, students asked the teacher and listened to the teacher's explanation about the things that they do not understood yet in the LKS, students presented the results of group discussion in front of the classroom; 3) visual i.e. in cycle I students used props pyramid framework and model of pyramid space build that was made by cardboard in order to facilitate the students in determining the elements of pyramid and finding the formula of pyramid surface area, while on the cycle II the students used props model of the pyramid, cubes and green beans for beginners to discover the formula of pyramid volume: 4) Intellectual i.e. students could find the surface area formula and pyramid volume.
Keywords: SAVI approach, learning outcomes, surface area and pyramid volume
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DI KELAS VII B SMP KATOLIK St. PAULUS PALU
Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita himpunan kelas VII B SMP Katolik St. Paulus Palu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Katolik St. Paulus Palu. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan.
Kata kunci: kooperatif,STAD, hasil belajar, soal cerita, himpunan.
Abstrak : This researches purpose is to improve the learning outcomes in solving the set story problem of students of class VII B Saint Andrew Chatolic Junior High School Palu. This type of research is classroom action research (CAR). The research design refers to the design of research conducted Kemmis and Mc. Taggart is comprised by of four components: (1) planning, (2) actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research is student of class VII B Saint Andrew Chatolic Junior High School Palu. The research subjects chosen from 3 informants with low ability. The data of this research was qualitative and quantitative data. Techniques of data collection were observation, tests, interviews, and field notes. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of learning models of cooperative STAD assisted tools can improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Cooperative STAD, namely: (1) Presentation classes, (2) organize the students into groups learning, (3) guiding students to learn and work, (4) the test individual, and (5) giving the award.
Keywords : cooperative, STAD learning result, story problem
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII C SMPN 3 PALU PADA MATERI PENYAJIAN DATA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai Penggunaan Alat Peraga dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division yang dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII C SMP Negeri 3 Palu Pada Materi Penyajian Data. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan(4) refleksi. Penelitian ini di laksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Palu. Subyek penelitian ini sebanyak 29 orang peserta didik dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Palu pada materi penyajian data dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai berikut: (1) penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, peneliti memberikan motivasi belajar dengan cara menjelaskan manfaat mempelajari materi penyajian data serta membangkitkan pengetahuan awal siswa, (2) penyajian/penyampaian informasi, memberikan informasi tentang cara penggunaan alat peraga pada materi penyajian data, (3) pengorganisasian siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, peneliti mengkordinir siswa agar duduk sesuai dengan kelompoknya, dan menyampaikan tugas dalam kelompoknya, (4) pembimbingan kelompok belajar dan bekerja, peneliti membimbing dan mengarahkan siswa dalam menyelesaikan LKPD dengan bantuan alat peraga, (5) evaluasi, peneliti memberikan tes evaluasi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa, dan (6) pemberian penghargaan, peneliti memberikan penghargaan berupa tepuk tangan, pujian dan hadiah sebagai penghargaan atas usaha bersama.
Kata kunci: Model pembelajaran Kooperatif, STAD, Alat Peraga, Hasil Belajar, Penyajian Data.
Abstract: This study aims to obtain a description of the use of teaching aids in the Cooperative Learning Model Type Student Teams Achievement Division to improve the learning outcomes of Class VII C Students of SMP 3 Palu in Data Presentation Materials. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). The design of the research conducted refers to the research design developed by Kemmis and Mc. Taggart namely: (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. This research was carried out in two cycles. The subjects of this study were students grade VII C SMP Negeri 3 Palu. The subjects of this study were 29 students and three students were selected as informants. The results showed that the use of teaching aids in cooperative learning models of the Student Teams Achievement Division (STAD) type could improve learning outcomes of class VII C students of SMP Negeri 3 Palu on data presentation materials by following the phases of cooperative learning models of Student Teams Achievement Division (STAD) as follows: (1) delivery of goals and motivating students, researchers provide learning motivation by explaining the benefits of learning data presentation materials and generating initial knowledge of students, (2) presenting / delivering information, providing information about how to use teaching aids in data presentation materials , (3) organizing students into study groups, researchers coordinating students to sit according to their groups, and delivering assignments in their groups, (4) guiding learning and working groups, researchers guiding and directing students in completing LKPD with the help of teaching aids, ( 5) evaluation, researcher provide evaluation tests to determine the development of student knowledge, and (6) awarding, researchers gave awards in the form of applause, praise and prizes in recognition of joint efforts.
Keywords: Cooperative learning model, STAD, teaching aids, learning outcomes, data presentation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DI KELAS VIII A MTs NEGERI 4 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 61,2% dan pada siklus II mencapai 74,19%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 51 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 59 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 47 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 54 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu.
Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, think talk write, hasil belajar, soal cerita, SPLD
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi aritmatika sosial di Kelas VII D SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 30 siswa, 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 22 siswa dengan persentase ketuntasan 73% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 25 siswa dengan persentase ketuntasan 83%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learnig dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah materi aritmatika sosial khususnya harga jual, harga beli, untung atau rugi, diskon dan persentase untung atau rugi 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan membentuk kelompok belajar secara koperatif, 3) membimbinng penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah.
Kata kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Aritmatika Sosial
ABSTRAC: This study aims to obtain a description of the application of the Problem Based Learning model in improving student learning outcomes in social arithmetic material in Class VII D of SMP Negeri 19 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with reference to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research subjects were VII D grade students of SMP Negeri 19 Palu who were enrolled in the 2018/2019 school year as many as 30 students, 19 female students and 11 male students. Data collection techniques are observation, tests, interviews, and field notes. In the first cycle the number of students who completed were 22 students with a percentage of completeness 73% and in cycle II many students were completed ie 25 students with a percentage of completeness 83%. The results of this study indicate that the application of the Problem Based Learnig model can improve the learning outcomes of class VII D students of SMP Negeri 19 Palu, by following the PBL phases namely: 1) student orientation to the problem of social arithmetic material in particular the selling price, purchase price, profit or loss, discount and percentage of profit or loss 2) organize students to learn by forming cooperative learning groups, 3) guide students' investigations independently or in groups, 4) develop and present their work, and 5) analyze and evaluate problem solving.
Keywords: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Social Arithmeti
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR
Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu. Penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data hasil aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, data hasil wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, data hasil catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil tes akhir tindakan menunjukkan persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 44%, sedangkan pada siklus II sebesar 76%. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan memotivasi siswa untuk bersemangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang akan diterapkan dalam pembelajaran. (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 5 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5. (4) fase pengajuan pertanyaan/permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD pada masing-masing kelompok. (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya. (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Kata kunci : Kooperatif tipe NHT, Hasil Belajar, Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar
Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning outcomes on addition and subsraction of algebraic in Class VII A SMP Negeri 20 Palu. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. Data collected in this research of data from the teacher and student activities during the implementation of learning by using the observation sheet, data from interviews with some of the students who serve as informants, data from field notes and final tes data. The result of the final test, showed the student’s precentage of classical completeness in cycle I was 44% and student’s precentage of classical completeness in cycle II was 76%. In the research that has been conducted, the results showed that student’s learning outcomes in Class VII A SMP Negeri 20 Palu have increased. Based to that result, it can be concluded that the application of cooperative learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on circle equation material in Class VII A SMP Negeri 20 Palu, it follow the phases: (1) conveying the learning objective and motivating students, the teacher verbally conveying learning objectives and motivate students to get excited and be actively involved in learning. (2) presenting information, the teacher described briefly about cooperative learning type NHT to be applied in learning. (3) organizing study group and numbering, the students were grouped in 5 study group and each member of the group was given a different number is 1, 2, 3, 4 and 5. (4) questioning/probleming, the teacher distribute teaching materials and worksheets of students in each group. (5) heads together, the students are asked to do and worksheets of students and discuss together to get the right answer. Discussions that took place is controlled and limited aid given to students who have difficulty in the group. (6) answering, the students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward.
Keywords: cooperative learning of NHT, learning outcomes, addition and substraction of algebraic expressio