Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 9 PALU PADA MATERI STATISTIKA

    Get PDF
    Abstrak: Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Selain itu pembelajaran yang diterapkan oleh guru lebih menggunakan metode konvensional sehingga pembelajaran cenderung terpusat pada guru. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang memberikan kesempatan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok dan saling tukar informasi dengan kelompok lain.                Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapar meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A pada materi statistik yaitu dengan langkah-langkah 1) menyajian materi sabagai pengetahuan pengantar sebelum diskusi kelompok 2) membagi kelompok secara heterogen 3) membimbing diskusi kelompok dengan melibatkan setiap anggota kelompok untuk berdiskusi secara aktif 4) mengarahkan proses berbagi informasi melalui kegiatan saling mengunjungi 5) membimbing siswa mencocokkan hasil diskusi dengan hasil kunjungan 6) memfasilitasi presentasi kelompok 7) memberi penghargaan untuk membuat siswa termotivasi untuk terus belajar.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray, Hasil Belajar, Statistika.   Abstract:The main problem that started this research was students’s low learning outcome at grade VIII SMP Negeri 9 Palu on statistics material. In addition, the teacher tended to apply conventional learning methods thus the learning activities were centalized towards the teacher. To overcome this problems, researcher applied cooperative learning model of Two Stay Two Stray which gave students chances to worked together in a team held informations exchange with other team. This research aimend to obtain descriptions about the application of cooperative learning model of Two Stay Two Stray that could improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu on statistics material. This research is a classroom action research in accordance to desain by Kemmis and Mc Taggart which consisted of planning, action and obsevation, and reflection. The result of this research is that the application of cooperative learning model of TSTS was indeed improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu wich was being done by 1) giving material insight as preparation for group discussion 2) determining members of each group heterongenely 3) giving assistance the group discussion wich enganged every members within each groups 4) guiding and observing while sharing ther toughts with othe group(s), 5) giving assistance evaluating informations they heve got from the group sharing 6) fasilitating classroom presentation 7) giving rewards to students to make them motivated to keep learning   Key Words: Cooperative Learning Model of Tipe Two Stay Two Stray, Learning Outcome, Statistics

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI INVERS DI KELAS X IPA2 SMA NEGERI 1 SIGI

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitiaan ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi berjumlah 20 orang yang terdaftar tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Sigi mengikuti fase-fase, yaitu (1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, (2) Menyajikan /menyampaikan informasi, (3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompk belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi dan (6) memberi penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar, Fungsi invers. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model to improve student learning outcomes in the inverse function material in class X Science 2 of SMA Negeri 1 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). This research refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study were 20 students of Class X IPA 2 of Sigi State High School who registered in the 2018/2019 school year. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of the Student Learning Achievement Division (STAD) cooperative learning model could improve student learning outcomes in the inverse function material in class X IPA 2 of SMA Negeri 1 Sigi following phases, namely (1) communicating goals and motivating students, ( 2) Presenting / conveying information, (3) organizing students in study groups, (4) guiding work and study groups, (5) evaluating and (6) giving awards. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Inverse Function

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATERI MELUKIS SUDUT KELAS VII SMP SWADAYA PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran langsung yang dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut di kelas VII SMP Swadaya Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan MC. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obervasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swadaya Palu yang berjumlah 26 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018.  Jumlah subjek penelitian ini adalah 26 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini yaitu: (1) data hasil aktivitas guru , data hasil aktivitas siswa, dan data keterampilan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran langsung pada lembar observasi minimal berkategori baik, (2) keterampilan siswa pada materi melukis sudut meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan keterampilan siswa melukis sudut dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran langsung sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, 3) membimbing pelatihan, 4) mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, dan 5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui aktivitas guru pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 34, dan aktivitas guru pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Aktivitas siswa pada siklus I tergolong kategori baik dengan total skor 35, dan aktivitas siswa pada siklus II tergolong kategori sangat baik dengan total skor 39. Keterampilan siswa melukis sudut pada siklus I yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 8 siswa, cukup terampil 14 siswa, dan tidak terampil 4 siswa, sedangkan pada siklus II yaitu siswa yang terampil melukis sudut sebanyak 13 siswa, cukup terampil 11 siswa, dan tidak terampil 2 siswa.   Kata Kunci: Pembelajaran Langsung, keterampilan melukis, melukis sudut Abstrak: The purpose of this research is to describe the application of direct learning models that can improve the students’ skill in painting angles in class VII of SMP Swadaya Palu. This type of research is classroom action research which refers to the research design of Kemmis and MC. Taggart, which is planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were all students of class VII of SMP Swadaya Palu, with the total numbers were 26 students enrolled in the 2017/2018 school year. The number of subjects in this research were 26 students and 3 students were selected as informants. The success criteria of the action in this research were: (1) data on teacher activity results, students’ activity data, and students’ skill data. The minimal category of the implementation of the phases of the direct learning model on the observation is good, (2) Students’ learning result in painting angles increase. The results of this study indicate that the application of the direct learning model can improve students' skills in painting angles by following the phases of the direct learning model as follows: 1) conveying the objectives and preparing students, 2) demonstrating knowledge or skills, 3) guiding training, 4) checking understanding and giving feedback, and 5) provide opportunities for advanced training and implementation. The increase was shown through teacher activities in the first cycle classified as good with a total score of 34, and teacher activities in the second cycle classified as very good category with a total score of 39. Student activities in the first cycle were classified as good with a total score of 35, and student activities in the cycle II is classified as a very good category with a total score of 39. The skills of students to paint angles in cycle I are students who are skilled in painting corn as many as 8 students, quite skilled 14 students, and unskilled 4 students, while in cycle II are students who are skilled in painting angles as many as 13 students, quite skilled 11 students, and not skilled 2 students. Keywords: Direct learning, painting skills, painting angle

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA BELAH KETUPAT DAN LAYANG-LAYANG DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN DI KELAS VII SMP NEGERI 20 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan peneitian ini adalah untuk mendeskripsikan Profil Pemecahan Masalah Siswa Pada Belah Ketupat dan Layang-layang Ditinjau dari Tipe Kepribadian Di Kelas VII SMP Negeri 20 Palu berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Tahap memahami masalah yaitu: NA kepribadian guardian, menuliskan dan memaparkan hal diketahui dan ditanyakan secara lengkap. DA  kepribadian artisan, belum dapat menuliskan dengan lengkap yang diketahui dan ditanyakan, kurang teliti serta cenderung tergesa-gesa. NS kepribadian rational, mengumpulkan informasi dengan menuliskan dan memaparkan hal diketahui dan ditanyakan secara lengkap dan tidak membutuhkan waktu lama memahami masalah. VA kepribadian idealist, membaca masalah berulang-ulang, 2)Tahap membuat rencana pemecahan masalah yaitu: NA kepribadian guardian, membuat hubungan antara yang ditanyakan dengan pengetahuannya. DA kepribadian artisan, menggunakan informasi yang dimiliki tapi belum jelas menuliskannya dan cenderung tergesa-gesa. NS kepribadian rational, menggunakan  informasi diketahui dari soal dan pengetahuannya.VA kepribadian idealist, menghubungkan antar data diketahui dan ditanyakan, 3)Tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah yaitu: NA kepribadian guardian, menggunakan strategi direncankan dan menggunakan pengetahuannya untuk menemukan solusi dari masalah dan melakukan perhitungan dengan teliti. DA kepribadian artisan, menggunakan strategi direncanakan dan pengetahuan untuk menemukan solusi dari masalah tetapi kurang teliti. NS menggunakan strategi direncanakan dan diselesaikan menggunakan pengetahuannya. VA menggunakan strategi direncanakan dan pengetahuannya menemukan solusi, 4) Tahap memeriksa kembali jawaban yaitu: NA dan NS melakukan perhitungan kembali jawaban diperolehnya dengan teliti. DA dan VA memeriksa kembali jawaban yang dibuatnya.   Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Belah Ketupat, Layang-layang, Tipe  Kepribadan, Guardian, Artisan, Rational, Idealist.   Abstract: The purpose of this study is to describe the Profile of Student's Problem Solving on Rhombus and Kites Judging from the Type of Personality in Class VII of SMP Negeri 20 Palu based on Polya's steps. The kind of this study is using qualitative research design. The results of the study show that: 1)Stage of understanding the problem namely: NA guardian personality, write down and explain things known and asked in full. DA artisan personality, have not been able to write in full what is known and asked, not thorough and tend to be rushed. NS the rational personality, by writing and describing things  known and asked in full, and does not take long to understand the problem. VA idealist personality, reading problems repeatedly, 2)Stage of making a problem solving plan, namely: NA guardian personality, make connection between those asked with knowledge. DA artisan personality, use the information that is owned but not too clear in writing it and tends to be hasty. NS with the rational personality, using information is known from the question and knowledge. VA idealist personality, connect between data that is known and asked, 3)Stage of implementing the problem solving plan, namely: NA guardian personality, use the planned strategy, use his knowledge to find solutions to the problems given  and do calculations c. DA using planned strategy and knowledge to find solutions to problems but no thorought. NS using planned strategies can be solved using his knowledge. VA using planned strategies and knowledge of finding solutions, 4)Stage of checking the answers, namely: NA and NS recalculated the answers had carefully obtained. DA and VA re-examine the answers that have made.  Keywords: Profile, Problem Solving, Cut the rice cake, kite, Personality Type,Guardian, Artisan, Rational, Idealist

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 13 SIGI

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran dengan pokok bahasan hubungan besar sudut pusat, panjang busur dan luas juring lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 67,74% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 74,19%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 13 Sigi yaitu mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) pengelompokkan dan penomoran, 2) pengajuan pertanyaan atau permasalahan, 3) berpikir bersama, dan 4) menjawab atau evaluasi.   Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT), hasil belajar, lingkaran.   Abstract: This research aim to description about applying cooperative learning model type NHT in an attempt improve student learning outcomes on circle with the subject of the relationship between the magnitude of the central angle, the length of the arc and the area of the circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 67,74% and has increased in cycle II by 74,19%. From the results of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model type NHT can improve student learning outcome on circle in class VIIIA SMP Negeri 13 Sigi it follow the phases: 1) grouping and numbering, 2) questioning or probleming, 3) heads together, and 4) answering or evaluating. Keywords: Cooperative learning model type numbered heads together, learning outcomes, circle. &nbsp

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPOSISI DUA FUNGSI PADA SISWA KELAS XI IPA SMA GKST IMANUEL PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar komposisi dua fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan  Mc. Taggart, yakni; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar komposisi dua fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan informasi pokok-pokok materi dan memberikan LKS kepada siswa, (2) pemrosesan data, siswa mengamati, menalar, dan menganalisi data berupa masalah yang disajikan dalam LKS, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), siswa menyusun dugaan sementara dari LKS yang dikerjakan, (4) pemeriksaan dugaan sementara, guru memeriksa hasil dugaan sementara siswa dan memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat mengerjakan LKS, (5) verbalisasi dugaan sementara, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas dan (6) umpan balik, guru memberikan soal latihan tambahan kepada siswa.   Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Komposisi Dua Fungsi   Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of guided discovery methods that can improve the learning outcomes of the composition of two functions in grade XI students IPA SMA GKST Imanuel Palu. This type of research is a classroom action research (PTK) which refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart, ie; (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The result of the research shows that the application of guided discovery method can improve the learning result of the composition of two functions in the grade XI students of SMA GKST Imanuel Palu through the following stages: (1) problem formulation, the teacher gives the material information and give the LKS to the students, (2) data processing, students observing, reasoning, and analyzing data in the form of problems presented in the worksheet, (3) preparation of temporary suspicion (conjecture), students making temporary estimates of the work LKS, (4) examination of interim suspicion, (5) temporary alleged verbalization, students present their group work in front of the class and (6) feedback, the teacher provides additional training questions to the students. Keywords: Guided Discovery Method; Learning outcomes; Composition Two Function

    PENGARUH PERSEPSI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (2) Mengetahui pengaruh minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (3) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (4) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Expost Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan sampel yang diperoleh adalah 80 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui angket persepsi tentang matematika dan angket minat belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan  antara  minat belajar  matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan  antara  minat belajar  matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai  maka  ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 24,80%. Kata Kunci: Persepsi tentang Matematika, Minat Belajar Matematika, Hasil Belajar Matematika

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA DI KELAS VIII B SMP NEGERI 6 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Palu pada pelajaran matematika khususnya materi luas permukaan kubus dan balok. Hal ini disebabkan karena siswa tidak aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi luas permukaan kubus dan balok melalui metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada materi luas permukaan kubus dan balok dapat meningkat dari siklus I sebesar 76,67% ke siklus II sebesar 84,61% dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga melalui langkah-langkah (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan konjektur, (4) verbalisasi konjektur, dan (5) umpan balik. Alat peraga yang digunakan adalah kubus dan balok yang terbuat dari karton dan dapat diubah ke dalam bentuk jaring-jaringnya.   Kata kunci: hasil belajar, luas permukaan kubus dan balok, metode penemuan                      terbimbing   Abstract: The main problem in this study is low of students learning result of class VIII B Junior High School  6 Palu in mathematics lessons especially the material surface area of cube and cuboid. This is because students are not active in constructing their own knowledge. The purpose of this study is to describe how to improve students' learning outcomes about the surface area of cube and cuboid through Methods of Guided Discovery Assisted Props. Subject in this research were class VIII B Junior High School 6 Palu. Design of this research refers to the model Kemmis and Mc. Taggart which consists of four components, that is: (1) planning, (2) implementation of the action, (3) observation, and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results of this study indicate that student learning outcomes in the material surface area of cubes and block can increase from cycle I is 76.67% to cycle II is 84.61% by applying guided discovery method assisted props through steps (1) problem formulation , (2) data processing and preparation of conjectures, (3) examination of conjectures, (4) verbalizing the conjecture, and (5) feedback. Props that are cubes and cuboid that can be used to form webs.   Keywords: learning results, surface area, cube, block, guided discover

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi volume kubus dan balok di kelas VIII B SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 24 siswa dan tiga diantaranya dipilih sebagai informan. Pendekatan penelitian ini merupakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, yaitu (1) tahap kegiatan pendahuluan, pada tahap ini membuka pembelajaran dan menjelaskan alur pembelajaran; tahap kegiatan inti meliputi (2) tahap think (berpikir), pada tahap ini guru menyajikan materi, membagikan LKPD yang diselesaikan secara mandiri; (3) tahap pair (berpasangan), pada tahap ini menempatkan siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan dua orang siswa, mempersilahkan siswa melakukan diskusi mengenai pembahasan pada tahap sebelumnya; dan (4) tahap share (berbagi), pada tahap ini siswa perwakilan masing-masing kelompol membagikan hasil pekerjaan di depan kelas untuk selanjutnya didiskusikan; (5) tahap kegiatan penutup, pada tahap ini siswa membuat kesimpulan. Kata kunci: Kooperatif Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar, Volume Kubus dan Balok Abstract: The objective of this research to get description of application cooperative learning model TPS type can improve students learning results on cube and block volume materials of the eight B grade at junior high school 15 Palu. Subject of this research is the eight B grade students amount 24 students and three of them chosen as informants. Approach of this research is combination of quantitative and qualitative approaches. This research is action learning class (PTK) refers to research design by Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning (2) execution (3) observation and (4) reflection. This research is carried out of two cycles. application cooperative learning model of TPS type can improve students learning results of the eight B grade at junior high school  15 Palu on cube and block volume materials to follow phases of cooperative learning model TPS type namely : (1) introduction activity phase, in this phase, opening and explain learning plot; main activity phase include (2) think phase, in this phase teacher present materials, distribute LKPD which done independently; (3) pair phase, in this phase put the students into some groups of two students, allow students to discuss about discussion in the previous phase; and (4) share phase, in this phase students representation of each group to share work in front of class for further discussion; (5) closing activity phase; in this phase students make conclusion. Keywords : Cooperative Think Pair Share Type; Learning Result; Cube and Block Volume

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIMPUNAN

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan  Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data penelitian ini berupa data hasil aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, data hasil wawancara, data hasil catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh bahwa hasil belajar siswa Kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII B SMP Negeri 12 Sigi dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan lisan dan memotivasi siswa untuk semangat serta terlibat aktif dalam pembelajaran, selanjutnya memberikan apersepsi dengan mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya; (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang akan diterapkan dalam pembelajaran; (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, guru mengarahkan siswa untuk bergabung dalam kelompoknya, siswa dikelompokkan dalam 7 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yaitu 1, 2, 3 dan 4. Guru membagikan nomor dan meminta siswa duduk berdasarkan urutan nomor dalam kelompoknya; (4) fase pengajuan pertanyaan atau permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD  pada masing-masing kelompok; (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya; (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian nomor siswa dan nomor kelompok mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kata kunci:  Numbered Heads Together, Hasil Belajar, Himpunan. Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the implementation of cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student learning outcomes on the material sets in Class VII B SMP Negeri 12 Sigi. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design Kemmis and Mc. Taggart’s, is planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The datain this study are data from the teacher and students activities during the implementation of learning by using the observation sheet, data from interviews, data from field notes and final tes data. The result of this study are obtained that the students learning outcomes in class VII B SMP Negeri 12 Sigi have increased. Based to that result, it can be concluded that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve students learning outcomes on set material sets in Class VII B SMP Negeri 12 Sigi by following the phases as follows: (1) conveying the learning objective and motivating students, teachers verbally conveying learning objectives,  giving apperception with reminding items learned previously and motivate students to get excited and be actively involved in learning; (2) presenting information, the teacher described briefly about cooperative learning type NHT to be applied in learning;(3) organizing study group and numbering, teachers instructing student to merge into its group, the students were grouped in 4 study group and each member of the group was givena number is 1, 2, 3 and 4. The teachers alloting number and ask the student sit pursuant to number sequence in its group; (4) questioning/ probleming, the teacher distribute teaching materials and worksheets of students in each group; (5) heads together, the students are asked to do and worksheets of students and discuss together to get the right answer. Discussions that took place is controlled and limited aid given to students who have difficulty in the group; (6) answering, the students whose number obtained from the lottery of student numbers and group numbers raised his hand and presented the group's work forward. Keywords: cooperative learning of  NHT, learning outcomes, Set

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇