Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 20 PALU

    Get PDF
    This study aims to determine how much parental attention is paid to class IX students at SMP Negeri 20 Palu and to determine a significant relationship between parental attention and mathematics learning achievement of class IX students at SMP Negeri 20 Palu. This research is a quantitative approach using a correlational design. The population of this study were all grade IX students of SMP Negeri 20 Palu, totaling 154 students. The research sample was obtained using the purposive sampling technique, the number of students who became the sample was 60 students. The data collection technique used parental attention questionnaires and documentation of mathematics learning achievement from student report cards. Based on the results of data analysis, it was obtained that the average parental attention variable was 69.73 (scale 25 - 100) included in the criteria for sufficient attention. The average variable of student learning achievement in mathematics is 81.77 (scale 0 – 100) in the high criteria. Furthermore, the results of data analysis using the product moment correlation test obtained a correlation value of r = 0.402 and a significance value (sig(2-tailed)) of 0.001. This means that there is a significant relationship between parental attention and mathematics learning achievement of class IX students of SMP Negeri 20 Palu

    PENERAPAN LANGKAH POLYA UNTUK MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII D SMP IT QURROTA A’YUN PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PERBANDINGAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai Penerapan langkah Polya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII D SMP IT Qurrota A’yun Palu dalam menyelesaikan soal cerita materi perbandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMP IT Qurrota A’yun Palu yang berjumlah 30 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan langkah Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita perbandingan dengan mengikuti langkah-langkah yaitu: 1) memahami masalah, Pada langkah ini, peneliti meminta masing-masing kelompok untuk menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami pada soal. 2) menyusun rencana, peneliti mengarahkan semua kelompok untuk merencanakan penyelesaian dengan menuliskan rumus dan model matematika 3) melaksanakan rencana, peneliti meminta seluruh kelompok untuk melaksanakan perencanaan yang telah dibuat pada langkah ke-2, dalam hal ini masing-masing anggota kelompok berdiskusi untuk menjawab soal yang ada pada LKPD 4) mengecek kembali, peneliti meminta kepada masing-masing kelompok untuk mengecek kembali jawaban yang sudah diperoleh. Kata kunci : Langkah Polya, hasil belajar dan soal cerita perbandingan. Abstrack : The main problem in this research is the low learning outcomes of students In class VII D of SMP IT Qurrota A’yun Paluon analytical question of comparative material.The purpose of this research is to obtain a description of the implementation of Polya steps to improve the learning outcomes of students in class VII D of SMP IT Qurrota A’yun Palu in solving analytical question of comparative material. The type of this research was classroom action research refering to the research design by kemmis and Mc Taggart which are palanning, implementing actions observing and reflecting. The subjects of this research were students in class VII D of SMP IT Qurrota A’yun Palu, totaling 30 female students. This research was conducted in two cycles. The results of this research indicate that the implementation of Polya steps can improve the learning outcomes of students on analytical question of comparative material by following the steps which are: 1) understanding the problem. In this steps, the researcher asks each group to write down the things that are known and asked about the problem and questions in the question that are not yet understood, 2) formulate aplan, the researcher directs all groups to plan a solution by writing mathematical formulas and models, 3) carriying out the plan, the researcher asks the whole group to carry out the planning that was made in the secondsteps, in this case each group member discusses to answer the questions in the LKPD, 4) rechecking, the researcher asks each group to recheck the answ er already obtained. Keyword: Polya Steps, Learning Outcomes and Analytical Question of Comparative Mater

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII E SMPN 18 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII E SMPN 18 Palu dalam Menyelesaikan Soal Cerita Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel di kelas VII E SMPN 18 Palu yaitu dengan persentase ketuntasan klasikal siswa sebesar 83,33 %. Adapun fase-fase yang digunakan sebagai berikut: (1) fase menyampaikan tujuan dan memotivasi, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan, memberikan motivasi dan memberikan apersepsi, (2) fase menyajikan informasi, peneliti menjelaskan model pembelajaran yang diterapkan misalnya: aktivitas yang dilakukan pada setiap fase dan peralatan yang digunakan dalam model pembelajaran tersebut (3) fase penomoran, siswa dikelompokkan dalam 6 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. (4) fase pengajuan pertanyaan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKS  pada masing-masing kelompok. (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKS dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya. (6) fase pemberian jawaban atau evaluasi siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (7) fase memberikan penghargaan, siswa di arahkan memberikan tepuk tangan dan pujian kepada semua kelompok serta berdoa. Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying CooperativeLearning Type NHT to improved the learning outcomes of Class VII E Students of 18 Palu Middle School in Resolving the Problem of Equations and Linear Variables in One Variable. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. The results showed that the application of cooperative learning model type NHT to improved the learning outcomes of class VII E students of 18 Palu Middle School by the percentage of classical completeness of students is 83.33%. The phases used are as follows: (1) the phase of delivering goals and motivating, the researcher conveys the learning objectives verbally, gives motivation and gives apperception, (2) the phase of presenting information, the researcher explains the learning model applied for example: activities carried out in each phase and equipment used in the learning model (3) numbering phase, students are grouped into 6 study groups and each group member is given a different number namely 1, 2, 3, 4, 5 and 6. (4) the phase of asking questions, the teacher distributes learning material and worksheets to each each group. (5) shared thinking phase, students are asked to work on LKS and discuss together to get the right answers. The discussion activities that took place were controlled and given limited assistance to students who experienced difficulties in their groups. (6) the phase of giving an answer or evaluation of a student whose number is obtained from the results of a lottery hand show and forward presenting the results of his group work and (7) the phase of giving awards, students are directed to giving applause and praise to all groups and pray and answer.Keywords: Cooperative Tipe NHT; Learning outcomes; One Variable Linear Equations and Inequalities

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas VII A SMP Labschool Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Labschool Palu. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 5 PALU GENDER DI SMP NEGERI 15 PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 31 orang dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu  pada model Kemmis dan Mc Taggart  yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan,  observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I terdapat 20 orang siswa yang tuntas dan 11 orang siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal yangdicapai sebesar 64,51%. Sedangkan pada siklus II terdapat 24 siswa yang tuntas dan 6 siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan  klasikal yang dicapai sebesar  80,00%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat  meningkatkan hasil belajar siswakelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu pada materi persamaan kuadrat, dengan tahapannya yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, 6) memberikan penghargaan. &nbsp

    PENERAPAN LANGKAH POLYA DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA UNTUNG DAN RUGI DI KELAS VII A SMP NEGERI 1 LABUAN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan langkah Polya dalam Model Problem Based Learningdalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi di kelas VIIA SMP Negeri 1 Labuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas  (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan langkah Polya dalam model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi di kelas VIIA SMP Negeri 1 Labuan. 4 langkah Polya yaitu: (1) memahami masalah, siswa memahami masalah dengan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, (2) membuat perencanaan, siswa membuat perencanaan dengan membuat model matematika dari apa yang diketahui pada masalah, (3) melaksanakan perencanaan, siswa melaksanakan perencanaan dengan menyelesaikan soal menggunakan metode yang mereka inginkan, (4) memeriksa kembali proses dan hasil yang diperoleh, siswa memeriksa kembali hasil yang telah mereka peroleh dengan mensubtitusi hasil yang diperoleh kedalam model matematika yang telah dibuat. Penerapan langkah Polya dalam pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, yaitu: (1) orientasi siswa kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Abstract: The purpose of this researc is to get description applying step Polya Problem Based learning for increasing result of student study in finishing question story form advantages and unadvantages in class VII A at SMP Negeri 1 Labuan. The type of research is action of class research (PTK). The plan of this research based on desaign of action class research (PTK). Kemmis and Mc Taggar which are (1) planning, (2) doing action, (3) observation, and (4) reflection. This research are doing in two cycle. The result of research showing that applying Polya step in example problem based learning can increasing the result of student study of finishing question story of advantage and unadvantage in class VII A at SMP Negeri 1 Labuan. 4 Polya steps which are : (1) understanding problem, the student is understanding problem with writing down what they knew and asked, (2) making planning, the students is making planning with making mathematic example from what they knew from the problem, (3) doing planing, the student doing planing with finishing test by using method that they want it, and (4) checking back process and result that they got, the student checking back the result that they got with subtituting result in mathematic model that they made. Applying Polya step in learning using example Problem Based Learning are (1) the student orientation to problem, (2) organizing student to study, (3) guiding research individu or groups, (4) develophing and showing of result creation, and (5) analizing and evaluating proces solve problem. Keywords:Polya step; Problem Based Learning; The result study; Question story advantages and disadvantages

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SWADAYA PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas  VIII SMP Swadaya Palu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan desainnya menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, dengan tahapannya yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjeknya adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil tes akhir tindakan, diperoleh presentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I adalah 33,33% dan presentase ketuntasan klasikal siswa paa siklus II adalah 73,68%, sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIII SMP Swadaya Palu, dengan mengikuti langkah-langkah (1) fase Think, (2) fase Pair dan (3) fase Share. &nbsp

    ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ARITMETIKA SOSIAL DI SMPN 18 MODEL SPMI PALU

    Get PDF
    This study aims to describe students' mathematical representation skills in solving Social Arithmetic problems at SMPN 18 SPMI Palu Model. This research is a qualitative research with subjects NL, WD, and ID. The results showed that subjects (NL) with high abilities and (ID) with moderate abilities had similar mathematical representation abilities, namely good and good enough in solving problems on Social Arithmetic material and fulfilling all indicators of mathematical representation ability, namely visual representation, verbal representation and representation. symbolic. Meanwhile, subjects (ID) with low ability have poor mathematical representation skills in solving problems on Social Arithmetic material and do not meet all indicators of mathematical representation ability, namely visual representation, verbal representation and symbolic representation

    PROFIL PENYELESAIAN SOAL GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS DOMINAN DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN

    Get PDF
    This study aims to obtain a description of solving geometry problems of male and female students who have dominant mathematical logical intelligence. The Subjects of this research consisted of a male student (S1) and a female student (S2) of X grade students of SMAN Model Terpadu Madani Palu who had dominant mathematical logical intelligence. This type of research is a qualitative descriptive study. The solving geometry problems data of the two subjects were obtained through geometry problems and unstructured interviews. The results showed that in completing SG1: S1 was more dominant in using his spatial abilities in solving SG1 01, SG1 03A, SG1 03B, and SG1 04, as well as integrating spatial abilities and mathematical logical abilities in solving SG1 02. Meanwhile, S2 is more dominant in using her spatial abilities in solving SG1 01 and SG1 04, integrating spatial abilities and mathematical logical abilities in solving SG1 02, and more dominantly using mathematical logical abilities in solving SG1 03A and SG1 03B

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN PERSEGI SISWA SMP LABSCHOOL UNTAD PALU DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai Profil Pemecahan Masalah siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita pokok bahasan persegi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah persegi siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah pada tahap memahami masalah adalah  subjek memahami masalah yang diberikan dengan baik; tahap membuat rencana pemecahan masalah siswa berkemapuan matematika tinggi memiliki gambaran dan strategi rencana yang jelas dalam merencanakan penyelesaian, subjek berkmampuan matematika sedang memiliki gambaran dan strategi yang cukup jelas, sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah memiliki gambaran dan strategi rencana yang kurang jelas; tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah siswa berkemampuan matematika tinggi melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah dirancanakan sebelumnya dan memperoleh penyelesaian yang tepat, siswa berkemampuan matematika sedang juga melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah direncnakan sebelumnya namun memperoleh penyelesaian yang kurang tepat sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah melaksanakan rencana sesuai dengan yang telah ia rencakan sebelumnya sehingga tidak menemukan penyelesaiaan; tahap memeriksa kembali jawaban siswa berkemampuan matematika tinggi memeriksa kembali jawaban saat mengerjakan dan setelah mengerjakan masalah, siswa berkemampuan matematika sedang melakukan pegecekan informasi pada saat mengerjakan masalah, dan  siswa berkemampuan matematika rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali jawaban. Kata Kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Persegi, Kemampuan Matematika Abstract: This study aims to obtain a description of the problem solving profile of students who have high, moderate and low mathematical abilities in solving the question of square subject stories. This research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach based on problem solving steps proposed by Polya. The results of the study show that the profile of square problem solving for students with high, medium and low mathematical abilities at the stage of understanding the problem is able to understand the problem given properly; the stage of making a problem solving plan for students with high mathematical abilities has a clear picture and plan strategy in planning completion, subjects with moderate mathematical abilities have a fairly clear picture and strategy, while students with low mathematical abilities have an unclear picture and plan strategy; the stage of implementing a problem solving plan for high mathematical ability students carry out plans in accordance with what has been planned before and get the right solution, students with moderate mathematical abilities are also carrying out plans in accordance with what was planned before and but getting inaccurate solutions while students with low mathematical abilities implement plans according with what he had planned before and so that he did not find a solution; the stage of re-examining the answers of students with high mathematical abilities to re-examine then performing a careful recalculation when working and after working on the problem, students with moderate mathematical abilities checking information while working on the problem, and students with low mathematical abilities did not re-examine the answer. Keywords: Profile, Problem Solving, Square, Mathematical Ability        &nbsp

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇