Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DI KELAS VII SMP NASIONAL WANI

    Get PDF
    ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan langkah Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada operasi dua himpunan di kelas VII SMP Nasional Wani. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan langkah Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita himpunan di kelas VII SMP Nasional Wani, diantaranya tahap membimbing siswa berdasarkan empat langkah Polya, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Membuat perencanaan, (3) Melaksanakan Perencanaan, (4) Melihat kembali atau periksa ulang. Kata kunci: Hasil Belajar; Langkah-langkah Polya; Soal Cerita ABSTRCT: The purpose of this research is to obtain a description of the application of Polya steps that can improve student learning outcomes in solving word problems in the operation of two sets in class VII SMP Nasional Wani. This type of research is classroom action research with research design refers to the model of Kemmis and Mc. Taggart. The results show that the learning using Polya steps to improve student learning outcomes in solving word problems set in class VII SMP National Wani, including guiding students based on four steps Polya, namely: (1) Understanding the problem, (2) Make a plan, (3) Implement the Plan, (4) Looking back or recheck. Keywords: Learning Outcomes; Polya steps; Word Proble

    PROFIL PENALARAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD)

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil penalaran siswa FI dan FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus. Subjek penelitian ini yaitu dua orang siswa kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu yang terdiri dari satu orang siswa bergaya kognitif FI dan satu orang siswa bergaya kognitif FD. Pemilihan subjek dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan hasil tes gaya kognitif di kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. Tes pengklasifikasian gaya kognitif yang digunakan adalah Group Embedded Figure Test (GEFT) yang dikembangkan oleh Witkin. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama yaitu peneliti sendiri, dan instrumen pendukung yaitu tes GEFT dan tes tertulis masalah persamaan garis lurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FI dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan, sehingga memperoleh kesimpulan baru, sedangkan profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan namun belum lengkap, sehingga belum memperoleh kesimpulan baru.   Kata Kunci: Profil,  Penalaran,  Persamaan Garis Lurus, Gaya Kognitif, FI, FD.   Abstract: this research aims to obtain the students reasoning profile in FI and FD in solving problem on straight line equation. The subjects of the research were two eight graders Anggur of SMP Negeri 4 Palu consisting of one student style cognitive FI and one more style cognitive FD. The subject was classified based on the result of cognitive style in eight grade Anggur of the school. Test of the classification used was Group Embedded Figure Test (GEFT) developed by Witkin. Instrument used were two, namely main instrument and supporting instrument. The main instrument was the researcher, while the supporting one is GEFT test and written test about straight line equation matter. The research result reveals that students reasoning profile with cognitive style FI in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given, so it can have a new conclusion, whereas the students reasoning profile with cognitive style FD in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given but still incomplete, so it cannot have a new conclusion.   Keywords: Profile, Reasoning, Straight Line Equation,  Cognitive Style, FI, FD

    PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

    Get PDF
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam menyelesaikan soal cerita himpunan berdasarkan gaya belajar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Subjek bergaya belajar visual menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, dan juga subjek  menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (2) Subjek bergaya belajar auditorial menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan masalah dan pada saat menuliskan informasi yang diketahui akan tetapi simbol yang digunakan masih kurang lengkap, serta subjek tidak menggunakannya pada saat menuliskan informasi ditanyakan, selanjutnya subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek  menggunakan rumus-rumus yang sesuai dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek juga menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (3) Subjek bergaya belajar kinestetik menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol matematika yang kurang tepat saat menuliskan informasi yang diketahui dan saat menyelesaikan permasalahan, kemudian subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, selanjutnya subjek menggunakan rumus yang tidak sesuai dalam menyelesaikan permasalahan sehingga jawaban akhir yang didapatkan salah, serta subjek tidak menyimpulkan hasil akhir jawaban yang diperoleh. Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis, soal cerita himpunan, gaya belajar Abstract: This study aims to obtain an overview of the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in solving set story problems based on learning styles. The results of this study are (1) The learning style subject visually writes information that is known and asked in full, and uses mathematical symbols in solving problems, and when writing what is known but does not use it when writing what is asked, and also the subject describes venn diagram that corresponds to the question along with the description on the venn diagram, then the subject uses the steps in solving the problem, and the subject concludes the answer obtained at the end of the settlement. (2) Audial learning style subjects write information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols in solving problems and when writing information that is known but the symbols used are still incomplete, and the subject does not use it when writing information asked, then the subject describes the venn diagram that corresponds to the requested question along with a description on the venn diagram, then the subject uses the appropriate formulas in solving the problem, and the subject also concludes the answers obtained at the end of the solution. (3) The kinesthetic learning style subject writes information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols that are less precise when writing information that is known and when solving problems, then the subject describes a venn diagram that matches the requested question along with the description on the diagram venn, then the subject uses a formula that is not appropriate in solving the problem so that the final answer obtained is wrong, and the subject does not conclude the final results of the answers obtained. Keywords: Mathematical communication skills, story set, learning styl

    PROFIL KEMAMPUAN SISWA MA ALKHAIRAAT PUSAT PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL BERDASARKAN TEORI APOS

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan Siswa MA. Alkhairaat Pusat Palu dalam menyelesaikan soal Integral berdasarkan teori APOS. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika tinggi dan satu orang siswa kelas XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu yang berkemampuan matematika rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi, yaitu FZ dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS mampu mencapai aksi, proses, objek, dan skema. Siswa berkemampuan matematika rendah, yaitu NS dalam menyelesaikan soal integral berdasarkan kriteria ketercapaian APOS belum mampu mencapai aksi, proses, objek, maupun skema.   Kata Kunci: Profil, Integral, Teori APOS   Abstract: This study aims to obtain a description of the ability of MA students. Alkhairaat Pusat Palu in solving Integral questions based on APOS theory. This type of research is qualitative descriptive research. The subject of this study was one class XI MIA MA student. Alkhairaat Pusat Palu which has high mathematical abilities and one student in class XI MIA MA. Alkhairaat Pusat Palu which has low mathematical abilities. Data was collected by means of test and interview methods. The results of this study indicate that students with high mathematical abilities, namely FZ in completing integral questions based on APOS achievement criteria are able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Students with low mathematical abilities, namely NS in completing integral questions based on APOS achievement criteria have not been able to achieve actions, processes, objects, and schemes. Keywords: Profile, Integral, APOS Theor

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 11 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Quantum Teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 11 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemis dan Mc. Tagart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran Quantum teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan serta volume kubus dan balok di kelas VIIIA SMP Negeri 11 Palu melalui fase-fase yaitu: (1)  fase tumbuhkan, peneliti memberikan motivasi belajar pada siswa; (2) fase alami, peneliti memberi kesempatan kepada siswa mengerjakan LKS berdasarkan pengalaman mereka; (3) fase namai, peneliti mempersilahkan siswa untuk mencoba menemukan konsep luas permukaan serta volume kubus dan balok; (4) fase demonstrasi, peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas serta menyelesaikan soal pada LKS; (5) fase ulangi, peneliti membimbing siswa untuk mengulangi materi yang telah dipelajari; dan (6) fase rayakan, peneliti memberikan penghargaan kelompok. Kata kunci : Quantum teaching, hasil belajar, luas permukaan serta volume kubus dan balok. Abstract: This study aims to describe the application of Quantum Teaching learning model that can improve student learning outcomes on the surface area material as well as the volume of cubes and beams in Class VIIIA SMP Negeri 11 Palu. This type of research is Classroom Action Research (PTK) which refers to the design of Kemis and Mc research. Tagart ie planning, action execution, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The application of Quantum teaching learning model that can improve student learning outcomes on the surface area material and the volume of cubes and beams in class VIIIA SMP Negeri 11 Palu through the phases: (1) growth phase, researcher gives motivation to learn to students; (2) natural phases, researchers give students the opportunity to work on LKS based on their experience; (3) namai phase, the researchers invite students to try to find the concept of surface area and volume of cube and beam; (4) the demonstration phase, the researcher asks the group representatives to present their discussion results in front of the class and solve the problem on the LKS; (5) repeat phases, researchers guide students to repeat the material they have learned; and (6) the celebration phase, the researcher rewards the group. Keywords: Quantum teaching, learning outcomes, surface area and volume of cubes and beams

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA SMP NEGERI 8 PALU DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVER (EXTROVERT) DAN INTROVER (INTROVERT)

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi lengkung siswa SMP Negeri 8 Palu ditinjau dari tipe kepribadian ekstrover dan introver. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkepribadian ekstrover, dan satu siswa berkepribadian introver. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pada tahap memahami masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan subjek berkepribadian introver relatif sama yaitu menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, hanya saja subjek introver sebelum menceritakan kembali masalah dengan menggunakan kalimatnya sendiri  terlebih dulu membayangkan dan membuat ilustrasi dari kondisi dan bentuk bangun ruang sisi lengkung pada masalah yang diberikan. 2) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver menentukan keterkaitan informasi yang terdapat pada masalah, menggunakan semua informasi yang didapatkan untuk membuat rencana pemecahan masalah, dan menggunakan konsep geometri dalam membuat rencana pemecahan masalah. 3) tahap melaksanakan rencana pemecahan, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver melaksanakan rencana sesuai dengan yang dibuat sebelumnya, hanya saja subjek ekstrover kurang teliti dalam langkah pemecahan masalah sehingga mendapatkan penyelesaian yang tidak tepat. 4) tahap memeriksa kembali, subjek berkepribadian ekstrover tidak memeriksa kembali jawaban sehingga tidak mengetahui letak kesalahan pada saat mengerjakan masalah, sedangkan subjek berkepribadian introver memeriksa kembali jawaban dengan melihat setiap langkah-langkah pemecahan masalah dan menguji hasil yang diperoleh.   Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Tipe  Kepribadan, Ekstrover, Introver.   Abstract: This study aims to describe the problem solving of the curved side space of SMP Negeri 8 Palu students in terms of extrovert and introvert personality types. This type of research is qualitative descriptive approach based on the stages of problem solving from Polya. The subject in this study consisted of one student with an extrovert personality, and one student with an introvert personality. The result of this study indicate that 1) at the stage of understanding the problem, the subject with extrovert personality is finding information that is known and asked, it’s just that the introvert subject before retelling the problem using its own setence first imagines and illustrates the conditions and shapes of the curved side spaces in the problem given. 2) at the stage of making a problem solving plan, the subject of extrovert personality and introvert personality determines the relevance of information contained in the problem, uses all the information obtained to plan problem solving, and uses geometric concepts in making problem plans. 3) at the stage of implementing the solution plan, the subject of extrovert personality and introvert personalty carried out the plan in accordance with what was made before, except that the extrovert subject was not thorough in the problem solving steps so that the solution was not right. 4) at the stage of checking again, the subject with extrovert personality did not re-examine the answers so he did not know the location of the error while working on the problem, while the introvert personality re-examined the answers by looking at each step of solving problems and testing the result obtained.  Keywords: Profile of Problem Solving, Curved Side, Personality Type, Extrovert, Introvert

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi  keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 41,17% dan siklus II sebesar 76,47%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah.   Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, keliling dan luas daerah  layang-layang.   Abstract: This research aim to description about applying model Problem Based Learning in an attempt improve student learning outcomes on perimeter and area of kite in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 41,17% and has in cycle II by 76,47%. From the results of the research, it can be concluded that the application of Problem Based Learning can improve student learning outcome on circle in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi it following PBL the phases: 1) student orientation, 2) organize students to learn, 3) developing independent student and group research, 4) developing and presenting the work, and 5) analyzing and evaluating problem solving. Keywords: Problem Based Learning, learning outcomes, perimeter and area of kite

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) SISWA KELAS VIII SMP BERDSARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pemecahan masalah siswa kelas VIII  dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) berdasarkan langkah-langkah Polya. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 3 siswa yaitu, siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang mempunyai kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah matematika SPLDV adalah sebagai berikut: (1) dalam memahami masalah, siswa berkemampuan matematika tinggi dan sedang memahami masalah yang diberikan dengan melakukan pembacaan masalah berulang. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah, walaupun subjek dapat mengidentifikasi informasi-informasi yang tersedia, namun subjek berkemampuan rendah tidak dapat memahami setiap informasi-informasi yang ada pada masalah tersebut walaupun telah melakukan pembacaan masalah secara berulang-ulang, (2) dalam merencanakan pemecahan masalah, subjek yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang memiliki rencana penyelesaian yaitu menggunakan metode gabungan antara subtitusi dan eliminasi. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah yang sama sekali tidak memiliki satupun rencana penyelesaian, (3) dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang dapat menerapkan strategi penyelesaian masalah sesuai dengan apa yang direncanakan terlebih dahulu dan menggunakan  pengetahuannya tentang suku-suku sejenis, operasi hitung aljabar dan operasi bilangan bulat. Berbeda halnya dengan subjek berkemampuan matematika rendah tidak dapat menyelesaikan masalah dikarenakan tidak dapat merencanakan pemecahan masalah, (4) dalam memeriksa kembali, subjek berkemampuan tinggi melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya sesudah penyelesaian akhir dengan cara mensubtitusi nilai  dan  yang diperoleh kedalam persamaan (1) dan  (2), jika nilai ruas kiri dan ruas kanan sama maka jawaban yang diperoleh benar. Subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap pekerjaannya. Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah SPLDV,Langkah Pemecahan Masalah Polya Abstract: This study aims to describe the problem solving of eight grade students  in solving the problems of the system of two linear equations (SPLDV) based on Polya steps. Subjects in this study consisted of three students namely, students with high math skills, medium and low. The results showed that subjects who have high, medium and low mathematical abilities in solving the mathematical problems of the system of two linear equations are as follows: (1) in understanding the problem of high and medium mathematics students are understanding the problem given by doing repetitive problem reading. Unlike the case with a low-math subject, although the subject can identify the information available, the low-ability subject can’t understand any information that exists on the problem despite repeated reading of the problem. (2) in planning the problem solving of subjects with high and moderate math have a plan of completion that is using the combination method between substitution and elimination. Unlike the case with a low math subject that has absolutely no settlement plan. 3) in implementing the problem solving plan the subject of high and moderate mathematics can apply problem-solving strategies in accordance with what is planned in advance and use his knowledge of similar tribes, algebraic counting operations and integer operations, unlike the subject of mathematical ability Low can ‘t solve the problem because it can ‘t plan the problem solving. (4) in re-examining the subject of high-ability to re-examine the results of his work after the final solution by substituting the values of x and y obtained into equations (1) and (2), if the value of the left and right segments are the same then the answers obtained are correct. Subjects with moderate and low mathematics do not re-examine their work. Keywords: Profile problem solving system of two linear equations, Polya Problem Solving Ste

    ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LIMIT FUNGSI

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal limit fungsi, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa yang diambil dari 29 siswa kelas XI IPA 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan prosedural berdasarkan pada klasifikasi kesalahan dasar objek matematika. Kesalahan fakta yang dilakukan siswa yaitu siswa keliru dalam menuliskan simbol limit fungsi. Kesalahan konsep yang dilakukan siswa yaitu (1) siswa salah dalam menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal, (2) siswa tidak memahami aturan dari limit fungsi. (3) siswa tidak mampu menyelesaikan soal. Kesalahan prinsip yang dilakukan siswa yaitu (1) keliru dalam menjabarkan suatu fungsi, (3) keliru dalam menentukan bentuk akar sekawan dari suatu fungsi, (3) tidak memahami materi prasyarat dari limit fungsi. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa yaitu: (1) berupa kesalahan memahami dan mencermati perintah soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi, (3) keliru dalam penulisan dan (4) kesalahan prosedur tidak lengkap. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal limit fungsi  yaitu siswa tidak mengetahui simbol dari limit kiri dan limit kanan yang benar, siswa kurang memahami konsep dari limit fungsi, pengetahuan prasyarat dari limit fungsi yang dimiliki siswa masih belum cukup atau kurang, siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal limit fungsi dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa sangat kurang. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Menentukan Nilai Limit Fungsi. Abstract: The objectives of this research are (1) to find out types of error which were done by students in solving limit function problems. (2) to find out factors which caused students made mistake in solving limit function problems. The types of this research is qualitative research. The subjects of this research are 3 students which were taken from 29 students of  class XI IPA 4. The result of this research shows that the types of error which were done by the students are factual error, conceptual error, principle error, and procedural error, according to basic error classification of mathematics object. Factual errors which was done by the students is students made mistake in writing limit function symbols. Conceptual errors which were done by the students are (1) students made mistake in using formula to solve the problems, (2) students did not understand well the rule of limit function, (3) students could not solve the problems. Principle errors which were done by the students are (1) students made mistake in operating algebraic forms, (2) made mistake in elaborating a function, (3) made mistake in determining flock root form of a function, (4) did not understand the prerequisite material of limit function. Furthermore, procedural errors which were done by the students are: (1) error in understanding and paying attention to the problems instructions, error in doing the operation (3) error in writing and (4) incomplete procedural error. Factors which caused students made mistake in solving limit function problems are students did not understand well the concept of limit function, students did not solve the problems carefully, students’ skill which was still less, students’ prerequisite knowledge which was still not sufficient, and the students had lack of initiative to recall all lesson that they had learned at school. Keywords: Error Analysis, Determining Limit Function Value

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATERI PERBANDINGAN BERBALIK NILAI SMP LABSCHOOL UNTAD PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan berbalik nilai di kelas VIIA SMP Labschool UNTAD Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Tanggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 12 siswa (60%) dan pada siklus II banyaknya siswa yang tuntas yakni 17 siswa (85%). Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dengan total skor 44 dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik dengan total skor 54. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dengan total skor 41 dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik dengan total skor 52. Subjek penelitian ini sebanyak 20 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan berbalik nilai di kelas VIIA SMP Labschool UNTAD Palu, dengan delapan komponen yaitu : (1) tes penempatan, (2) kelompok, (3) kelompok mengajar, (4) kreativitas siswa, (5) belajar kelompok, (6) unit keseluruhan, (7) tes fakta, (8) skor dan penghargaan kelompok.   Kata kunci:  Team Assisted Individualization, hasil belajar, perbandingan berbalik nilai.   Abstract: This research aimed to describe about the Aplication of Cooperative Learning Model TAI can Improved the Learning  Outcomes on derivative of inverse proportion at VIIA grade SMP Labschool UNTAD Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc. Taggart research design that were planning, acting and observing as well as reflecting. This research was conducted in two cycles. In  the first sycle the number of student who pass are 12 student (60%) and the second cycle the number of students who pass are 17 student (85%) . The results of observations  of teacher activity in the first cycle are in the good category with a total score of 44 and increased in the second cycle is in the very good category with a total score of 54. The results observations of student activity in the first cycle are in the good category with a total score of 41 and increased in the second cycle is in the very good category with a total score 52. The subject were 20 students and three students were seleced as informants. The result of the research showed that Cooperative Learning  Model TAI  can improved learning outcomes of VIIA student  of SMP Labshool UNTAD Palu on inverse proportion, eight some components: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test, and 8) team score and team recognition.                                                        Keywords: Team Assisted Individualization, learning outcomes, reversed comparison. &nbsp

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇