Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI LINGKARAN

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Palu dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 4 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui, (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang  diketahui dan ditanyakan dari soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi perkalian, (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban. Adapun faktor penyebab kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami maksud dari soal.  (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, hal ini disebabkan karena siswa bingung pada saat meletakkan tanda koma. (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dari soal, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami soal dengan baik. (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak paham konsep satuan luas. (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami konsep satuan. Sedangkan faktor penyebab untuk kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang  diketahui dan ditanyakan dari soal, hal ini disebabkan karena siswa lupa menuliskannya. (2) kesalahan perhitungan dalam melakukan operasi perkalian, hal ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perkalian. (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban, hal ini disebabkan karena siswa hanya mengetahui sebagian  maksud dari soal

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMECAHAN MASALAH KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII GATOT SUBROTO SMPN 4 PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dapat  meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 53,84% dan pada siklus II mencapai 76,92%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 26 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh  skor  total  34  atau  berada  pada  kategori  sangat  baik.  (3)  hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 29 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 34 atau berada pada kategori sangat baik.   Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu

    ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI KELAS VIII SMP KRISTEN GPID PALU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BANGUN RUANG SISI DATAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  kemampuan spasial siswa kelas VIII SMP Kristen GPID Palu dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Kemampuan Matematika Tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi (ST). Subjek penelitian diberi tes geometri bangun ruang sisi datar masalah I dan kemudian diwawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan triangulasi waktu dengan memberi tes geometri bangun ruang sisi datar masalah  II dan melakukan wawancara. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa dalam kemampuan persepsi spasial, ST mampu menentukan kubus-kubus satuan yang terletak di posisi horizontal dan posisi vertikal pada tumpukan kubus setelah dimanipulasi posisinya. Selain itu untuk kemampuan rotasi mental, ST mampu merotasikan posisi kubus dan membayangkan perputaran dari kubus tersebut secara tepat. ST menentukan perubahan kubus setelah diputar 900 berlawanan arah jarum jam dengan cara membayangkan memutar kubus secara siku-siku ke sebelah kiri. Serta pada kemampuan visualisasi spasial, ST mampu menentukan perubahan kubus kedalam bentuk yang berbeda dan mengenali perubahan posisi dari unsur-unsur kubus tersebut. ST mampu menentukan letak gambar segitiga, lingkaran, dan segiempat yang ada pada jaring-jaring kubus yang memperlihatkan bagian dalam kubus setelah diputar kedua kali.   Abstract: This research aims to describe the spatial ability of grade VIII students SMP Kristen GPID Palu in Solving Flat Geometry Problems in Flat-Side Space Based on High. The type of this research is a case study research with a qualitative approach. The subject that use in this research are the students who have high mathematical abilities (ST). The research subjects were given geometry tests to construct a flat side space problem I and then interviewed. To test the credibility of the data, time triangulation was carried out by giving geometry tests to construct the flat side space of problem II and conducting interviews. Based on the results of the analysis it was found that in spatial perception ability, ST were able to determine unit cubes located in the horizontal position and vertical position in the cube stack after being manipulated. Besides that for mental rotation ability, ST is able to rotate the position of the cube and imagine the rotation of the cube correctly. ST determines the change of the cube after being rotated 900 counterclockwise by imagining rotating the cube right to the left. As well as in spatial visualization ability, ST is able to determine the change of cubes into different forms and recognize changes in position of the elements of the cube. ST is able to determine the location of the triangle, circle, and quadrilateral image in the cube network that shows the inside of the cube after being rotated twice.   Keywords: Mathematical Ability, Spatial Ability, Geometry to construct flat side space

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN GARIS BILANGAN PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan penurangan bilangan bulat siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini berlokasi di MTs Alkhairaat Maleni. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 25 siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dengan tahapan yaitu : 1) penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi siswa, 2) penyajian informasi, 3) penomoran dan 4) pemberian pertanyaan

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI INDUKSI MATEMATIKA KELAS XI MIA MA DDI LONJA

    Get PDF
    Permasalahan utama pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi induksi matematika rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIA MA DDI Lonja pada materi induksi matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MA DDI Lonja yang berjumlah 16 siswa terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi induksi matematika dengan mengikuti langkah-langkah yaitu: 1) perumusan masalah, guru memberikan informasi pokok-pokok materi dan penjelasan tentang hal-hal yang akan dipelajari dan membagikan LKPD kepada setiap kelompok, 2) pemrosesan data, guru menjelaskan kepada siswa hal-hal yang dilakukan dengan bantuan LKPD, 3) penyusunan dugaan sementara, guru mengamati aktivitas siswa dalam kelompok dan memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun konjektur, 4) pemeriksaan dugaan sementara, guru memeriksa hasil konjektur tiap kelompok dan memberikan penjelasan apabila terdapat kesalahan siswa dalam mengerjakan konjektur, 5) verbalisasi dugaan sementara, guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas, mengambil alih diskusi dan memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menanggapi dan mengajukan pertanyaan tentang presentasi yang belum jelas, dan membimbing siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari, 6) umpan balik, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal latihan tambahan yang terdapat pada LKPD dan memeriksa jawaban siswa terhadap soal latihan tambahan. Abstract: The main problem in this study is student learning outcomes in mathematics induction material is low. The purpose of this study was to obtain an explanation of the application of guided methods to improve learning outcomes of class XI MIA MA DDI Lonja students on mathematical induction material. This type of research design by Kemmis and Mc. Taggart is planning, implementing actions, observing and reflecting. This subjects of this study were students of class XI MA DDI Lonja which accommodates 16 students consisting of 7 male students and 9 female students. This research was conducted in two cycles. The results of this study indicate that the application of guided discovery methods can improve student learning outcomes in mathematical induction material by following the steps, namely:  1) problem formulation, the teacher provides information on the subject matter and an explanation of the distributes the LKPD to each group, 2) data processing, the teacher explains to students the things that will be done with the help of the LKPD, 3) temporary guesswork, the teacher observes the activities of students in the group and provides guidance as needed to students if they experience difficulties in arranging the conjecture, 4) provisional examination, the teacher checks the results of the conjecture of each group and gives an explanation if there is a studnt’s error in working on the conjecture, 5) provisional verbalization, the teacher asks representatives of each group to present the results of their group work in front of the class, takes over the discussion and provides opportunities for each group to respond and ask questions if there are still unclear things, and guide students to draw conclusions about material that has been studied, 6) feedback, the teacher asks students to work on the additional practice questions contained in the LKPD and checks students answers to additional practice questions.   Keywords: Guided discovery method, learning outcomes and mathematical inductio

    PROFIL PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN

    Get PDF
    This study aims to describe the profile of students' mathematical problem solving in terms of gender differences. This type of research is descriptive research using a qualitative approach. The subjects of this study were students of class X SMA which consisted of one male student and one female student with high mathematical ability. The data were collected using the problem solving task method and the interview method. The results of this study include, female subjects can express verbally or in writing the information contained in the given task, the subject can develop a problem-solving plan by making an example to make a mathematical model in the form of an equation and want to solve it using a combined method, the subject carries out the settlement plan is in accordance with the problem solving plan, and the subject does not re-examine the problem solving because he does not understand how. While the male subject can verbally state the information contained in the given task, the subject can develop a problem-solving plan by making an example to make a mathematical model in the form of an equation and want to solve it using the combined method, the subject carries out a settlement plan according to the plan. problem solving, and the subject did not re-examine the problem solving because they did not know how

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 PALU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas, dengan enam tahap sebagai berikut: 1) stimulasi, yaitu siswa diberikan rangsangan berupa masalah pada LKS bagian A untuk menemukan luas permukaan dan volume limas; 2) identifikasi masalah, yaitu siswa mengidentifikasi masalah pada LKS bagian A; 3) pengumpulan data, yaitu siswa mengiris alat peraga model limas sehingga membentuk jaring-jaring  kemudian menggambar jaring-jaring tersebut pada siklus I, serta melakukan percobaan menemukan rumus volume limas dengan bantuan volume prisma kemudian menggambar model prisma dan limas tersebut pada siklus II; 4) pengolahan data, yaitu setiap kelompok menggunakan data yang diperoleh untuk menemukan dan menyelesaikan luas permukaan dan volume limas pada LKS bagian B dan kegiatan 2; 5) verifikasi, yaitu setiap kelompok mengerjakan tugas tambahan kemudian menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok tukarnya untuk membuktikan kebenaran rumus luas permukaan dan volume limas serta kebenaran dalam menyelesaikan soal tentang luas permukaan dan volume limas; 6) generalisasi, yaitu siswa menyimpulkan tentang langkah-langkah menemukan luas permukaan dan volume limas serta rumus luas permukaan dan volume limas.   Abstract: This study aims to describe the application of guided discovery learning models to improve the ability of class VIII A students of SMP 7 Palu which took place in 2 cycles. The results showed that learning by applying a guided discovery learning model can improve the ability of class VIII A SMP Negeri 7 Palu on the material surface area and volume of pyramid, with six stages as follows: 1) stimulation, ie students are given stimulation in the form of problems in worksheet part A to find the surface area and volume of pyramid; 2) problem identification, namely students identify problems in worksheet part A; 3) data collection, namely students slicing the pyramid model props so that they form nets then draw the nets in the first cycle, as well as conducting experiments to find the pyramid volume formula with the help of prism volume then drawing the prism and pyramid model in cycle II; 4) data processing, that is, each group uses data obtained to find and complete the surface area and volume of pyramid in section B and activities 2; 5) verification, that is, each group is working on additional tasks then exchanging the results of their work with the exchange group to prove the truth of the formula for surface area and volume and the truth in solving questions about surface area and volume of pyramid; 6) generalization, namely students conclude about the steps to find the surface area and volume of pyramid and the formula for surface area and volume of pyramid.Keywords: guided discovery learning model; ability to find and complete the surface area and volume of ​​the pyrami

    ANALISIS MISKONSEPSI PADA MATERI PECAHAN BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 14 PALU

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe students misconceptions on the material of algebraic fractions in terms of the cognitive style of seventh grade students of SMP Negeri 14 Palu. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects of this study were 2 students consisting of one student who had a reflective cognitive style and one student who had an impulsive cognitive style, taken from 17 students of class VII Swallow at SMP Negeri 14 Palu. Misconceptions were identified using a written essay test accompanied by the Certainty of Response Index (CRI) method and interviews. The results of this study indicate that students who have reflective and impulsive cognitive styles experience misconceptions: (1) students misconceptions with reflective cognitive style occur in connecting between concepts of fractional division operations in algebraic forms, the cause of students misconceptions with reflective cognitive style comes from students wrong thinking and lack of student learning experience, (2) students misconceptions with impulsive cognitive style occur in using the concepts of addition and subtraction and the concept of adding integers, misconceptions in connecting between concepts and misconceptions in interpreting the concept of adding terms like algebraic forms, the cause of students misconceptions with impulsive cognitive style comes from students' wrong thinking, lack of accuracy of students in solving problems, lack of student learning experience and have a wrong understanding of the concept

    PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN

    Get PDF
    The purpose of this study is describe the application of realistic mathematical approaches on the cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) to improve student learning outcomes in material VIIA MTs Negeri 1 Donggala. This type of  research is classroom action research (CAR) and the design uses the Kemmis and Mc models. Taggart, with its stages namely : planning, implementing action, observing and reflecting. The subjects werw all studens of class VIIA, totaling 28 students. The study was conducted in two cycles. Based on the results of the final action test, the percentage of classical completeness of students in the first cycle was 55,55% and the percentage of classical completeness of students in the observations if the teachers and students in the first cycle were in the good category and in the second cycle were very good category. From the research results obtained it can be concluded that learning by applying a realistic mathematical approach to the cooperative learning model type student teams achievement ivision can improve stud ent learning outcomes in comparison material in class VIIA MTs Negeri 1 Donggala, by following the steps (1) the phase of accomplishing objectives and motivating, (2) the phase of presenting or conveying information (3) the phase of organizing students into study groups, (4) the phase of guiding work and study groups, (4) the phase of guiding work and study groups and (5) the evaluation phase

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOMPOSISI DUA FUGSI DI KELAS X IPA 5 SMA NEGERI 7 PALU

    Get PDF
    Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi komposisi dua fungsi hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami konsep dalam menentukan komposisi dua fungsi, sehingga siswa mudah lupa dengan rumus menentukan komposisi dua fungsi. Selain itu, kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat dari materi komposisi dua fungsi, yaitu materi tentang aljabar fungsi, serta sebagian besar siswa kurang aktif selama mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajarar siswa pada materi komposisi dua fungsi di kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 33 orang siswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data Hasil penelitian menunjukan pada tes akhir siklus I terdapat 15 siswa tuntas dan 17 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 46,87%,  Sedangkan pada siklus II terdapat 26 siswa tuntas dan 5 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 83,85%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerepan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu pada materi komposisi dua fungsi, dengan tahapannya yaitu (1) pendahuluan, (2) think, (3) pair, (3) share, dan (5) penghargaan

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇