Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK DI SMPN 10 PALU BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN’S ERROR ANALISIS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
The purpose of this study is (1) describing students' errors in completing the story about the surface area and volume of blocks based on the Newman error analysis procedure based on gender (2) describe the factors that cause students to make mistakes in solving story problems on the surface area and volume of blocks based on Newman's error analysis procedure in terms of gender.This type of research is qualitative research. The research subjects were 1 male student and 1 female student taken from 31 students of class VIII A. The results of this study indicate that the types of errors made by MH and RS subjects made the same mistakes. The mistakes made were process skills errors and writing errors in answers. The process skill error made by MH is wrong in operating numbers that have variables. MH adds up the two variable numbers 240t + 120t to make 360t2. The process skill error made by RS is wrong in operating numbers that have variables, RS adds up two variable numbers 120 x t + 60 x t to 180 x 2t. MH and RS made mistakes in writing answers, which were not being able to write down the correct units in the final answer. The factors that cause students to make mistakes in solving the problem of surface area and volume of blocks are that students' prerequisite material knowledge is still insufficient or lacking, students are not thorough in solving problems of surface area and volume of blocks, and the inability to determine the right unit
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 PALU PADA MATERI HIMPUNAN
Makalah ini mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 20 Palu pada materi himpunan. Rancangan penelitian mengacu pada Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara dan hasil catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) menyajikan informasi, (3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi dan (6) memberikan penghargaa
PROFIL KEMAMPUAN SISWA SMP NEGERI 3 POSO PESISIR UTARA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TENTANG LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS BERDASARKAN ADVERSITY QUOTIENT
The purpose of this study was to obtain a description of the ability profile of students of SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara class VIIIC in solving story problems about the surface area and volume of pyramids based on Adversity Quotient (AQ). This study used descriptive qualitative method. Based on the results of data analysis, it was found that: (1) CB subjects were able to understand problems, plan solutions, implement settlement plans and re-examine problem solving. CB subjects are able to mention things that are known and asked correctly, are able to express the steps for solving and solving problems according to the plan properly, and re-examine the results of the completion. (2) CP subjects are able to understand the problem, namely being able to mention things that are known and asked correctly. In addition to planning a solution, the CP subject is also able to carry out the settlement plan that he has planned in solving the problem, but does not re-examine the solution because he feels confident with the answer. (3) QT subjects are able to understand the problem, namely being able to mention things that are known and asked correctly. QT subjects also plan solutions, but in carrying out the settlement plans, QT subjects do not solve the problem completely, because they already find it difficult and confused to continue working on the problem. QT subjects also did not re-examine their answers
ANALISIS REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MEYELESAIKAN PERMASALAHAN PROGRAM LINEAR DI SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU
This study aims to obtain a description of the results of student representation in solving linear programming problems at SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The research subjects were selected based on the results of the students' mathematical ability tests which were then categorized based on high, medium and low mathematical abilities. The results of this study indicate that (1) Regarding the mathematical representation of the symbol form of students in the category of high mathematical ability (KST) (MD), students with the category of moderate mathematical ability (KSS) (NS) and students with low mathematical ability (KSR) (MF). ) is able to make equations, algebraic symbols, mathematical operations, mathematical models and solve problems involving mathematical expressions well. (2) In visual form, students both KST (MD), KSS students (NS) and KSR students (MF) have been able to present data or information from a representation to a graphical representation. While in tabular form, KSR students (MF) did not use tables to clarify problems and facilitate solutions. (3) Verbally KST students (MD) can write down the steps for solving math problems in words and answer questions using written or spoken text and draw conclusions correctly. Likewise, KSS students (NS) can also make good conclusions. However, KSR (MF) students for verbal representation are still lacking, KSR (MF) students rarely use and clarify solutions with verbal words or sentences and are often wrong in explaining the answers they get
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita persamaan linear satu variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini diambil 3 dari 25 orang siswa kelas VII B MTs Alkhairaat Tondo, yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) kesalahan yang dilakukan oleh subjek AS berupa kesalahan prinsip yaitu subjek tidak dapat mengubah soal cerita menjadi model matematika. Subjek AS juga melakukan kesalahan konsep yaitu subjek tidak menggunakan definisi persamaan linear satu variabel dalam menyelesaikan masalah. Subjek AS tidak melakukan kesalahan fakta dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. (2) kesalahan yang dilakukan oleh subjek DT berupa kesalahan prinsip yaitu subjek keliru dalam membuat model matematika. Subjek DT melakukan kesalahan konsep yaitu subjek tidak menggunakan definisi persamaan linear satu variabel dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, subjek DT juga melakukan kesalahan keterampilan yaitu kesalahan dalam melakukan prosedur penyelesaian. Subjek DT tidak melakukan kesalahan fakta dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. (3) kesalahan yang dilakukan oleh subjek FR berupa kesalahan konsep yaitu subjek tidak menggunakan definisi persamaan linear satu variabel dalam menyelesaikan masalah.. Subjek FR melakukan kesalahan prinsip yaitu subjek keliru dalam membuat model matematika. Selain itu subjek FR juga melakukan kesalahan keterampilan yaitu kesalahan dalam melakukan prosedur penyelesaian. Subjek FR tidak melakukan kesalahan fakta dalam menyelesaikan masalah yang diberikan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIB SMPN 5 SOJOL PADA OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR
Makalah ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMPN 5 Sojol pada operasi hitung bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 29 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi penjumlahan dan pengurangan serta perkalian bentuk aljabar di kelas VII B SMPN 5 Sojol, dengan tahapannya yaitu: 1) Think, 2) Talk, 3) Write. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes akhir tindakan siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 53,84% dan hasil tes akhir tindakan siklus II menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 80,76%. Skor total aktivitas guru pada siklus I sebesar 32 meningkat pada siklus II menjadi 42. Skor total aktivitas siswa pada siklus I sebesar 32 meningkat pada siklus II menjadi 43
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI BANGUN DATAR SEGITIGA
This study aimed to obtain a description of the critical thinking of students in class VII SMP in solving problems on the material of build flat triangle. This type of research is descriptive-qualitative with a case study approach. In this study, three students were selected, each of whom had high, medium and low mathematical abilities. Data collection techniques in this study by providing questions about the triangle material and interviews. The triangle material was chosen because it can trigger students to use their higher-order thinking skills. The results of this study indicate that the critical thinking profile of students in class VII of SMP Negeri 1 Mepanga in solving problems on the material of build flat triangle is as follows, the critical thinking profile of students with high mathematical abilities (PM) includes, providing simple explanations, building basic skills, solving skills problem and conclude, the critical thinking profile of students with moderate mathematical ability (SR) includes, providing simple explanations, problem solving and concluding abilities and the critical thinking profile of students with low mathematical ability (AL) only provides a simple explanation
PROFIL REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR YANG BERKAITAN DENGAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII E SMP NEGERI 15 PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan linear yang berkaitan dengan keliling dan luas persegi panjang di kelas VII E SMP Negeri 15 Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VII E SMP Negeri 15 Palu yang terdiri atas satu siswa berkemampuan tinggi, satu sedang dan satu rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tugas dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam memahami masalah dapat menggunakan representasi simbolik dan representasi verbal (2) Siswa berkemampuan tinggi dan sedang dalam merencanakan penyelesaian masalah dapat menggunakan representasi verbal. Sedangkan siswa berkemampuan rendah masih bingung menentukan penyelesaian masalah. (3) Siswa berkemampuan tinggi dalam melaksanakan masalah dapat menyelesaikan masalah dengan lengkap yaitu menggunakan representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Siswa berkemampuan sedang dan rendah hanya menggunakan representasi simbolik. (4) Siswa berkemampuan tinggi memeriksa kembali jawaban dengan menggunakan representasi verbal. Sedangkan siswa berkemampuan sedang dan rendah tidak memeriksa kembali jawaban, sehingga tidak ada menggunakan representasi matematis pada saat memeriksa kembali
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMA NEGERI I BALAESANG TANJUNG PADA MATERI PELUANG
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskriptif tentang peningkaan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung pada materi peluang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung mengalami peningkatan yang ditunjukkan dari persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 62% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal siklus II sebesar 85%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar klasikal lebih dari atau sama dengan 70%. Hasil observasi guru pada siklus I berkategori baik dan siklus II berkategori sangat baik, dan hasil observasi siswa juga berkategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada aktivitas guru dan siswa dari siklus I ke siklus II. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung pada materi peluang, dengan mengikuti tahapan yaitu: (1) Orientasi siswa pada masalah, (2) Mengorganisasikan siswa, (3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERMUTASI DAN KOMBINASI DI SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa di SMAN Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang yaitu siswa AF dan MF. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi ada dua yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Masing masing kesalahan mempunyai indikator kesalahan. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa AF subjek masih kesulitan dalam membedakan yang mana merupakan masalah kombinasi dan mana masalah permutasi, ini merupakan kesalahan konseptual, subjek keliru dalam melakukan operasi perkalian bilangan faktorial, ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan masalah merupakan kesalahan prosedural. Kemudian kesalahan yang dilakukan siswa MF yaitu siswa tidak menulis dengan lengkap apa yang diketahui karena sudah terbiasa dalam mengerjakan masalah permutasi dan kombinasi, tetapi jawaban hasil tes yang diberikan benar (kesalahan prosedural), siswa tidak menuliskan apa yang ditanyakan pada masalah dengan alasan agar cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pada siswa MF tidak ditemukan kesalahan konseptual dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi dalam penelitian ini