BAHASA DAN SASTRA
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
STRUKTUR ALUR DAN KAITANNYA DENGAN UNSUR INTERNAL INTRINSIK DALAM ROMAN TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur alur dan keterkaitan struktur alur dengan unsur lainnya berupa tema, tokoh/penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat dalam roman Tenggelamnya kapal Van Der Wijck karya Hamka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berjenis kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : (1) mencatat isi cerita berdasarkan struktur alur, (2) menentukan struktur alur yang ada dalam roman yang terbagi atas lima tahap yaitu tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian, dan (3) menentukan keterkaitan antara struktur alur dengan unsur intrinsik yang lain yang terkandung dalam roman tersebut. Hasil penelitian ini adalah peneliti membagi 4 bab dalam tahap penyituasian, 5 bab dalam tahap pemunculan konflik, 14 bab dalam tahap peningkatan konflik, 1 bab dalam tahap klimaks, dan 4 bab dalam tahap penyelesaian serta penulis juga memperoleh keterkaitan antara struktur alur dengan unsur lainnya berupa tema, tokoh/penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.Kata Kunci : Struktur Alur dan Kaitannya dengan Unsur Intrinsik, Roma
REPRESENTASI SOSIAL DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk representasi sosial dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menjelaskan bentuk representasi sosial yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah teknik kepustakaan dengan analisis data interaktif oleh Miles dan Huberman. Langkah menganalisis data dilakukan dengan cara menandai dan menentukan teks pada novel, mengelompokkan teks novel dan menyimpulkan hasil pengelompokan teks novel yang sesuai dengan bentuk representasi sosial. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Sang Pencerah terdapat tiga bentuk representasi sosial di dalamnya yakni (1) masyarakat dan tradisi (2) pertarungan ideologi dalam masyarakat dan, (3) bentuk pembaharuan Islam.Kata Kunci : Representasi, Sosial, novel, sosiologi sastra.
NILAI RELIGI DALAM NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA
Permasalahan pada penelitian ini adalah bagimanakah nilai religi yang terkandung dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahedra? Tujuannya mendeskripkan nilai religi dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, metode ini mendeskripsikan nilai religi yang terdapat dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian ini, pengumpulan data meliputi (1) membaca keseluruhan Novel secara berulang-ulang (2) mengidentifikasi bagian cerita yang berkenaan dengan nilai religi (3) menentukan bagian-bagian cerita yang berkenaan dengan nilai religi kemudian mendeskripsikannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan bahwa nilai religi dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum salsabiela Rais dan Rangga Almahendra meliputi semua dimensi nilai religi sesuai dengan teori R. Stack dan G.Y Glock yang mengemukakan bahwa nilai religi terbagi atas lima dimensi yaitu (1) keyakinan beragama (2) praktik beragama (3) Rasa/ pengalaman Beragama (4) Pengetahuan beragama (5) Konsekuensi Beragama Kata Kunci: Nilai Religi Nove
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM MEDIA BULETIN DAKWAH AL-ISLAM HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Permasalahan dalam penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa apa saja dalam Media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam Media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi dokumen bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak (mengamati) dan teknik observasi, catat, dan studi dokumen. Tahapan teknik analisis data menggunakan metode reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan penggunaan gaya bahasa dalam Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia terdapat sebanyak 62 data yang terbagi atas 3 jenis gaya bahasa yaitu 1) Gaya Bahasa Penegasan, yang meliputi (a) Repetisi, (b) Retoris, (c) Paralelisme, (d) Tautologi, (e) Klimaks, (f) Antiklimaks, (g) Antanaklasis, (h) Pararima, (i) Polisidenton, 2) Gaya Bahasa Sindiran, yang meliputi Inuendo, 3) Gaya Bahasa Perbandingan, yang meliputi (a) Simile, (b) Antonomasia, (c) Antropomorfisme, (d) Hiperbola, (e) Personifikasi, (f) Eufemisme, (g) Perifrase, (h) Simbolik. Adapun gaya bahasa yang sering digunakan dalam media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia adalah 2 jenis gaya bahasa yaitu gaya bahasa penegasan dan gaya bahasa perbandingan. Gaya bahasa penegasan yang sering digunakan yaitu meliputi pada jenis gaya bahasa repitisi yang berjumlah sebanyak 10 data, sedangkan gaya bahasa perbandingan yang meliputi pada jenis gaya bahasa hiperbola dan personifikasi yang masing-masing berjumlah sebanyak 10 data, serta jenis gaya bahasa simbolik yang berjumlah sebanyak 6 data. Kata Kunci: gaya bahasa; buletin dakwah.
LATAR DAN KAITANNYA DENGAN UNSUR INTERNAL INTRINSIK DALAM NOVEL HAFALAN SHALAT DELISA KARYA TERE LIYE
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan latar dan keterkaitan latar dengan unsur lainnya berupa tema, tokoh, penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berjenis kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : (1) mencatat isi cerita berdasarkan unsur latar, (2) menentukan unsur latar yang ada dalam novel yang terbagi atas latar tempat, waktu dan sosial, dan (3) menentukan keterkaitan antara latar dengan unsur intrinsik yang lain yang terkandung dalam novel tersebut. Hasil penelitian ini peneliti menemukan 19 latar tempat, 6 latar waktu, dan 3 latar sosial serta penulis juga memperoleh keterkaitan antara latar dengan tema, tokoh, penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye.Kata Kunci : Latar dan Kaitannya dengan Unsur Intrinsik, Nove
ANALISIS NILAI KEISLAMAN DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai keislaman dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.Ruang lingkuppenelitian ini penulis hanya membatasi pembahasan tentang bagaimana nilai-nilai keislaman dalam novel “Negeri 5 Menara” karya Ahmad Fuadi.Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, baik secara teoretis maupun secara praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Metode penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata dalam bentuk kutipan.Data berupa kata dan kalimat yang bersumber dari novel Negeri 5 Menara.Teknik pengumpulan data meliputi (1) Membaca novel “Negeri 5 Menara” karya Ahmad Fuadi, secara cermat dan berulang-ulang. (2) Menelaah bagian-bagian cerita yang berhubungan dengan nilai keislaman. (3) Menandai bagian-bagian novel yang berhubungan dengan nilai keislaman dan mencatat kalimat yang menggambarkan adanya nilai-nilai keislaman sebagai bahan kajian.Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa nilai keislaman yang terdapat dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi, (1) Akidah meliputi: Iman kepada Allah, Iman kepada Kitab Allah, dan Iman kepada Rasul Allah; (2) Ibadahmeliputi: Mendirikan Shalat; (3) Akhlak meliputi: Akhlak terhadap Allah, Akhlak terhadap manusia. Kata Kunci : Nilai Keislaman, Novel
PEMAKAIAN BAHASA PROKEM TERHADAP REMAJA DI DESA WANI
Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemakaian bahasa prokem para remaja di desa Wani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bentuk pemakaian bahasa prokem, faktor penyebab munculnya bahasa prokem di kalangan para remaja desa Wani. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data ditranskipkan (dari hasil rekaman ke dalam bentuk tulisan), kemudian data dipilih sesuai dengan tujuan permasalahan, lalu peneliti menganalisis data yang diperoleh selama melakukan pengamatan.Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada lima teknik yaitu teknik dasar: teknik sadap, teknik lanjutan I: teknik simak libat cakap, teknik lanjutan II: teknik simak bebas libat cakap, teknik lanjutan III: teknik rekam, dan teknik lanjutan IV: teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini yakni menggunakan model interaktif, langkah pertama dalam analisis data adalah pengumpulan data, langkah kedua adalah reduksi data, langkah ketiga adalah penyajian data, dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan.Hasil penelitianmenunjukan bahwa pemakaian bahasa prokem para remaja di desa Wani berbentuk kata, kalimat dan singkatan, peneliti juga menemukan faktor penyebab terjadinya munculnya bahasa prokem yaitu: (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) situasi wicara, (4) teman wicarai ingin dianggap populer, (5) pengaruh lawan tutur yang tidak terpelajar, (6) pengaruh film dan budaya luar. Kata Kunci : Bahasa Prokem, Peristiwa Tutur, Para Remaja
EVALUASI IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU BERSERTIFIKASI DI SDN BEKA KECAMATAN MARAWOLA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi implementasi pembelajaran bahasa indonesia bagi guru bersertifikasi di SDN Beka Kecamatan Marawola. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru yang telah bersertifikasi khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang berjumlah enam orang yang terdiri dari guru kelas satu sampai dengan guru kelas enam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan pada saat proses pembelajaran berlangsung terhadap guru sertifikasi kelas satu sampai dengan kelas enam suda berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran telah sesuai dengan Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuatnya. Selain itu guru di SDN Beka Kecamatan Marawola lebih professional, lebih terampil, dan penuh tanggung jawab dalam kegiatan proses mengajar dikelas. Kata Kunci: : Evaluasi, Implementasi Guru Sertifikasi
INTERFERENSI FONOLOGI BAHASA BARE’E TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT MALAKOSA PERANTAU DI PALU
Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana bentuk interferensi fonologi, dan faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa Bare’e pada masyarakat Malakosa perantau di Palu. Tujuan penelitian yaitu: mendeskripsikan bentuk interferensi dan mengidentifikasi penyebab terjadinya interferensi bahasa Bare’e pada masyarakat Malakosa perantau di Palu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan metode simak dan cakap, dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik bebas libat cakap, teknik rekam, teknik catat, teknik pancing, dan teknik cakap semuka. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dan informal. Interferensi bahasa Bare’e terhadap penggunaan bahasa Indonesia pada masyarakat Malakosa perantau di Palu meliputi: bentuk, dan faktor penyebab terjadinya interferensi. Peneliti menemukan adanya interferensi dalam bidang fonologi pada tuturan masyarakat Malakosa perantau di Palu. Interferensi bentuk fonologi ditemukan penambahan fonem vokal /a/ /i/ /u/ /e/ /o/ pada akhir kata sehingga disebut sebagai bahasa vokalis dan penghilangan fonem /h/ pada awal kata. Selain itu juga ditemukan adanya penghilangan fonem konsonan /k/ /p/ /t/ dan /n/ pada akhir kata serta perubahan fonem /e/ menjadi fonem /a/ dan perubahan fonem /i/ menjadi fonem /a/ pada pertengahan kata, Selain itu, faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi yaitu: 1) Latar belakang penutur, 2) Kurangnya penguasaan kosakata, 3) Kurang terampil menggunakan bahasa, 4) Prestise bahasa sumber, dan 5) Terbawanya kebiasaan dalam bahasa ibu.Kata kunci: Interferensi, bahasa Bare’e, bahasa Indonesia
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM TALKSHOW INDONESIA LAWAK KLUB PADA PROGRAM TV TRANS7
Masalah pokok yang dianalisis dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan strategi tindak tutur ilokusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan strategi tindak tutur ilokusi dalam talkshow Indonesia Lawak Klub. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yaitu dari tayangan Indonesia Lawak Klub di Trans7. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik catat. Prosedur teknik analisis data terdiri dari (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data, (3) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima bentuk tindak tutur ilokusi dan penggunaan kedua strategi tindak tutur ilokusi. Bentuk tindak tutur ilokusi yaitu bentuk asertif yang terdiri dari tuturan menyatakan, menyarankan, melaporkan, menunjukkan, mengakui, mengklaim, dan menyebutkan. Bentuk tindak tutur direktif yang terdiri dari tuturan menyuruh/memerintah, memohon, menasihati, dan menyilakan. Bentuk tindak tutur ekspresif yang terdiri dari tuturan kesenangan, ketidaksukaan/kestidaksenangan, memuji, berterimakasih, meminta maaf, kebingungan, mengejek, menyalahkan, menyindir, memberi selamat, dan mengeluh. Bentuk tindak tutur komisif yang terdiri dari tuturan berjanji, menawarkan, dan menyanggupi. Bentuk tuturan deklaratif yang terdiri dari tuturan memutuskan. Sedangkan strategi tindak tutur meliputi strategi langsung tindak tutur asertif, strategi langsung tindak tutur direktif, strategi langsung tindak tutur ekspresif, strategi langsung tindak tutur komisif. Strategi tidak langsung bermodus interogatif dan strategi tidak langsung bermodus deklaratif.Kata Kunci: Tindak Tutur, Tindak Ilokusi, Bentuk, Strateg