DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
Not a member yet
    100 research outputs found

    PROFIL BERPIKIR ANALITIS MAHASISWA TINGKAT AWAL PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS SWASTA DI PALEMBANG

    Get PDF
    Era Industri 4.0 yang memulai munculnya Era Society 5.0 menuntut masyarakat semakin terampil untuk menghadapi berbagai permasalahan hidup yang harus dibekali dengan berbagai keterampilan. Salah satunya yang harus dimiliki mahasiswa adalah keterampilan berpikir analitis sebagai keterampilan dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis mahasiswa tingkat awal prodi Pendidikan Biologi di universitas swasta di Kota Palembang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa soal esai dengan indikator analisis dari Anderson & Krathwohl (2017) yang memiliki subskill, yaitu membedakan, mengorganisasikan, dan menghubungkan. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dengan mengacu rubrik penilaian tingkat kemampuan berpikir analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis mahasiswa tingkat awal adalah 12,50% tidak baik, 50% kurang baik, 4,17% cukup baik, 25% baik, dan 8,30% sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa tingkat awal yang mengalami kendala dalam menyelesaikan soal berkemampuan analisis yang tentunya akan menghambat proses berpikir tingkat tinggi yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan Era Society 5.0. The Industrial Era 4.0 which begin the emergence of the Society Era 5.0 demands people becomee more skilled in dealing with various life problems that must be equipped with various skills. One of which students must have is analytical thinking skills as the basic skill. The purpose of this study was to determine the analytical thinking of first students of Biology Education Program at a private university in Palembang City. The research method used descriptive quantitative by data collection technique in the form of essay questions with analysis indicators from Anderson & Krathwohl (2017) which had sub-skills, namely differentiating, organizing, and connecting. Data were analyzed using the percentage technique with reference to the rubric for assessing the level of analytical thinking skills. The results showed that the analytical thinking skills of the first students were 12.50% not good, 50% less good, 4.17% good enough, 25% good, and 8.30% very good. These results indicate that there are still many first students who have problems to solve the analytical skilled question which will certainly hinder the higher order thinking processes needed to face the demands of the Society Era 5.0

    HUBUNGAN KETERAMPILAN LABORATORIUM DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN MATERI JARINGAN TUMBUHAN

    Get PDF
    Perkembangan kurikulum di Indonesia menuntut adanya pengembangan potensi siswa melalui penerapan pendekatan ilmiah. Salah satu alternatif penerapan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran biologi adalah melalui kegiatan pembelajaran di dalam laboratorium. Kegiatan laboratorium melibatkan penggunaan keterampilan laboratorium dan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan laboratorium dengan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Penelitian dilakukan di salah satu SMA swasta Kota Salatiga dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA sejumlah 47 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan tes. Wawancara untuk analisis pendahuluan proses pembelajaran biologi di sekolah. Observasi untuk keterampilan laboratorium siswa saat pelaksanaan praktikum. Tes evaluasi dalam bentuk esai untuk kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran dilakukan. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji melalui uji korelasi Spearman rho. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara keterampilan laboratorium dengan kemampuan berpikir kritis siswa (nilai signifikansi 0,00 < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,745 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan arah hubungan yang positif. Hal ini berarti dengan keterampilan laboratorium siswa yang baik, maka baik pula kemampuan berpikir kritisnya atau sebaliknya dengan besaran hubungan yang dalam kategori kuat. The curriculum in Indonesia demands the whole students’ development through applying the scientific approach in the learning process. The scientific approach can be implemented by doing learning activities in the laboratory. Laboratory activities can enhance laboratory skills and critical thinking ability. This study aimed to determine the correlation of skills and the critical thinking ability of 11th-grade students in plants tissue learning processes. This study was conducted at a private high school in Salatiga City, with the research subjects were 47 students.Data collection techniques were interview, observation, and test techniques. Interview were used for preliminary analysis of the biology learning process in schools, observation for students' laboratory skills during practicum implementation and evaluation test in the form of an essay for students' critical thinking skills after learning was done.Data were analyzed descriptively and tested by the Spearman rho correlation test. Based on the results of the study it can be concluded that there was a significant relationship between students' laboratory skills and critical thinking skills (significance value 0.00 <0.05) with a correlation coefficient of 0.745 indicating a strong relationship with a positive direction. It meants that when the value of one variable increases, the value of the other variable increase in a similar trend or vice versa with a strong relationship

    PROFIL KECERDASAN NATURALIS DENGAN PERSPEKTIF TAKSONOMI BLOOM REVISI PADA PELAJARAN BIOLOGI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kecerdasan naturalis dengan perspektif taksonomi Bloom revisi pada pelajaran biologi di MAN 2 Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode, sedangkan untuk analisis data dengan teknik Miles, Huberman, & Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelas X dan XI MIA di MAN 2 Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data memakai angket, studi dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kecerdasan naturalis siswa kelas X MIA pada kategori sangat tinggi sebanyak 80 siswa, kategori tinggi 32 siswa. Sedangkan kecerdasan naturalis siswa kelas XI MIA pada kategori sangat tinggi sebanyak 70 siswa, kategori tinggi 40 siswa, dan kategori cukup 1 siswa. Hasil dari kecerdasan naturalis dan kemampuan kognitif yang didapat menunjukkan perbedaan antara siswa yang memiliki kecerdasan naturalis dengan kemampuan kognitif C1, C2, C3, dan C4. Perbedaan tersebut dapat  dilihat dari setiap komponen kecerdasan naturalis siswa dengan kemampuan kognitif C1, C2, C3, dan C4 yang memiliki nilai berbeda-beda di setiap komponennya. This study aimed to determine the profile of naturalist intelligence with a revised Bloom's taxonomy perspective in biology lessons at MAN 2 Tangerang Regency. The research method used was a qualitative approach with a case study research design, with data validity techniques using the triangulation method, while for data analysis using the Miles, Huberman, & Saldana (2014) technique, which consisted of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The sample in this study were all class X and XI MIA at MAN 2 Tangerang Regency. Data collection techniques used questionnaires, documentation studies, and interviews. The results of the study can be seen that the naturalist intelligence of class X MIA students in the very high category is 80 students, the high category is 32 students. Meanwhile, the naturalist intelligence of class XI MIA students in the very high category is 70 students, the high category is 40 students, and the category is quite 1 student. The results of naturalist intelligence and cognitive abilities obtained show differences between students who have naturalist intelligence with cognitive abilities of C1, C2, C3, and C4. These differences can be seen from each component of the naturalist intelligence of students with cognitive abilities C1, C2, C3, and C4 which have different values in each component

    HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP VIRUS

    No full text
    Kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik pada abad 21 ini antara lain mencakup berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh setiap orang (khususnya peserta didik) karena memberikan pengaruh positif baik dalam kegiatan akademik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dengan hasil belajar peserta didik pada konsep virus. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Pangandaran Tahun Ajaran 2020/2021. Metode dalam penelitian ini ialah korelasional. Populasi seluruh kelas X MIPA sebanyak 7 kelas dan sampel sebanyak 1 kelas berjumlah 37 peserta didik sebagai partisipan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah berpikir kritis sebanyak 19 soal yang berbentuk uraian dan hasil belajar sebanyak 38 soal berbentuk pilihan ganda pada konsep virus. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product moment dengan taraf signifikansi (5%). Sebelum analisis data dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan uji linearitas sebagai uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan hasil belajar peserta didik (R=0,337; R2 =0,114) artinya terdapat kontribusi kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar peserta didik sebesar 11,4%

    UKURAN STOMATA PAKCOY (Brassica rapa L.) HASIL RENDAMAN KOLKISIN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    Get PDF
    Anatomi tumbuhan adalah mata kuliah wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi. Salah satu materi yang dibahas dalam anatomi tumbuhan adalah stomata pada daun. Peningkatan ukuran stomata yang diberi kolkisin dapat digunakan sebagai sumber belajar yang memudahkan mahasiswa saat melakukan pengamatan. Sumber belajar tentang stomata dapat menggunakan gambar dari penelitian eksperimen dengan memberikan perendaman biji (benih) pakcoy terlebih dahulu menggunakan kolkisin dengan konsentrasi K0 (0 mg/L), K1(250 mg/L), K2 (500 mg/L), dan K3 (750 mg/L). Pengamatan stomata dilakukan ketika pakcoy berumur 42 hari menggunakan metode replikasi. Stomata diamati menggunakan mikroskop binokuler olympus dengan perbesaran 40x10 yang dihubungkan dengan kamera mikroskop optilab advance by Miconos untuk pengambilan gambar. Pengukuran panjang dan lebar stomata menggunakan software image raster 3. Hasil penelitian menunjukkan ukuran stomata pakcoy (Brassica rapa L.) semakin besar seiring dengan semakin tinggi konsentrasi kolkisin yang digunakan yang ditandai dengan pertambahan ukuran panjang dan lebar stomata. Ukuran stomata yang besar yang disajikan sebagai sumber belajar berupa gambar stomata pakcoy memudahkan mahasiswa dalam mengamati struktur dan bentuk stomata dan menentukan bagian-bagian stomata yang terdiri atas celah stoma, sel penutup dan sel tetangga. Plant anatomy is a compulsory subject that must be studied by students of Biology and Biology Education Study Programs. One of the materials discussed in plant anatomy is the stomaa on the leaves. Increasing the size of stomata given colchicine can be used as a learning resource that makes it easier for students to make observations. The learning resource about stomata could use pictures from experimental research by soaking pakcoy seeds first using colchicine with concentrations of K0 (0 mg/L), K1(250 mg/L), K2 (500 mg/L), and K3 (750 mg/L). The stomata observation was carried out when the pakcoy were 42 days old using the replication method. The stomata were observed using an Olympus binocular microscope with a magnification of 40x10 connected to an optilab advance by Miconos microscope camera for image capture. The stomata length and width were measured using image raster 3 software. The results showed that pakcoy (Brassica rapa L.) stomata size was getting bigger with the higher concentration of colchicine used which was indicated by the increase in the length and width of the stomata. The large size of stomata which was presented as a learning resource in the form of pictures of pakcoy stomata made it easier for students to observe the structure and shape of the stomata and determine the parts of the stomata which consisted of stoma slit, guard cells and neighboring cells

    ANALYSIS OF BENEFITS OF JOINT FIELD LECTURE BETWEEN BIOLOGY IAIN KERINCI AND MASTER OF BIOLOGY EDUCATION ON ECOLOGY AND ENVIRONMENT SUBJECT

    Get PDF
    The field lecture is important learning experience for students which is carried out in the open to apply the theory they have learned. This is necessary for the Ecology and Environment subject so that it can provide real experience for students. This study aimed to determine the benefits of joint field lecture between Biology Tadris Study Program at IAIN Kerinci and the Masters in Biology Education at Padang State University for Ecology and Environment subject. The research method was descriptive qualitative-quantitative (mixed method). The research subjects were selected Biology Tadris students along with IAIN Kerinci lecturers and students of the Masters of Biology Education, Padang State University. Data collection was carried out with tools in the form of the questionnaire and the interview list. After the data were collected qualitatively, the data were analyzed based on each indicator of questionnaire and interview, so that the total results of all indicators were obtained. For the data from questionnaire were quantified in percentage. The study results indicated that joint field lecture provided the benefits for students who participated in field lecture activities. The results of questionnaire and interview showed the benefits for students in increasing knowledge, insight, motivation, and experience. In the implementation of the field lecture, students were very good at collaborating, both within groups and among groups. Kuliah lapangan merupakan pengalaman belajar penting bagi mahasiswa yang dilakukan di tempat terbuka untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari. Hal ini diperlukan untuk mata kuliah Ekologi dan Lingkungan sehingga dapat memberikan pengalaman nyata pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat kuliah lapangan bersama antara Program Studi Tadris Biologi IAIN Kerinci dan Magister Pendidikan Biologi Universitas Negeri Padang pada mata kuliah Ekologi dan Lingkungan. Metode penelitian ini adalah deskriftif kualitatif-kuantitatif (mixed method). Subjek penelitian adalah mahasiswa Tadris Biologi yang terpilih beserta dosen IAIN Kerinci dan mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Universitas Negeri Padang. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Setelah data terkumpul secara kualitatif, data dianalisis berdasarkan masing-masing indikator kuesioner dan wawancara, sehingga diperoleh hasil total dari semua indikator. Untuk data dari kuesioner dikuantifikasi dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliah lapangan bersama memberikan manfaat bagi mahasiswa yang ikut melakukan kegiatan kuliah lapangan. Hasil kuesioner mahasiswa dan wawancara mahasiswa dan dosen menunjukkan manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, motivasi, dan pengalaman. Dalam pelaksanaan kuliah lapangan, mahasiswa sangat baik dalam bekerjasama, baik di dalam kelompok maupun antar kelompok

    KELAYAKAN ENSIKLOPEDIA PADA SUBMATERI PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DARI HASIL ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT

    Get PDF
    Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati adalah tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat di Desa Sabung Kabupaten Sambas yang dimuat di dalam media ensiklopedia mencakup uraian ringkas yang tersusun berdasarkan alfabet dari A-Z, sehingga mudah untuk dipahami dan bisa digunakan di sekolah yang terkendala dengan infocus dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan media ensiklopedia pemanfaatan keanekaragamanan hayati sebagai obat di Desa Sabung Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama adalah kajian etnobotani tumbuhan obat di Desa Sabung Kabupaten Sambas menggunakan penelitian metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi dan tahap kedua adalah pembuatan media pembelajaran ensiklopedia dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) mengikuti model yang dikembangkan Borg and Gall (hanya sampai tahap ke empat, yaitu tahap validasi produk). Media ensiklopedia divalidasi oleh lima validator yang terdiri dari dua orang dosen dan tiga orang guru Biologi. Hasil validasi dianalisis menggunakan rumus Aiken’s V diperoleh nilai rata-rata 0,91 yang tergolong valid dengan menggunakan 4 aspek dan 13 kriteria penilaian. Dengan demikian, disimpulkan bahwa media ensiklopedia yang dibuat sebagai implementasi dari hasil etnobotani tumbuhan obat di Desa Sabung layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri pemanfaatan keanekaragaman hayati. One of the uses of biodiversity is plants that are used as medicine by the community in Sabung Village, Sambas Regency which is published in the encyclopedia including a brief description arranged according to the alphabet from A-Z, making it easy to understand and can be used in schools that are constrained by infocus and electricity. This study aimed to determine the feasibility of encyclopedia for the use of biodiversity as medicine in Sabung Village, Sambas Regency. This research was carried out in two stages, the first stage was an ethnobotanical study of medicinal plants in Sabung Village, Sambas Regency using the descriptive qualitative research methods with triangulation techniques and the second stage was the creation of an encyclopedia learning media using the Research and Development (R&D) method following the model developed by Borg and Gall (only up to the fourth stage, namely the product validation stage). The encyclopedia was validated by five validators consisting of two lecturers and three Biology teachers. The validation results were analyzed using the Aiken's V formula, an average value of 0.91 was obtained which was classified as valid using 4 aspects and 13 assessment criteria. Thus, it was concluded that the encyclopedia created as an implementation of the results of the ethnobotany of medicinal plants in Sabung Village was feasible to be used as a learning medium in the sub-material of the use of biodiversity

    STUDI TRIKOMA DAUN TUMBUHAN PENEDUH SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    Get PDF
    Trikoma sebagai derivat epidermis dapat digunakan sebagai bioindikator lingkungan, termasuk trikoma pada tanaman peneduh jalan. Trikoma merupakan bagian dari materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di mana materi ini adalah materi sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk studi trikoma daun tumbuhan peneduh sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melihat bentuk-bentuk trikoma tanaman peneduh dengan menggunakan metode replikasi untuk mengidentifikasi jenis-jenis trikoma dan dilanjutkan dengan analisis potensinya sebagai sumber belajar. Potensi data dan preparat awetan trikoma yang diperoleh dari pengidentifikasian jenis-jenis trikoma tanaman peneduh digunakan sebagai sumber belajar berupa bahan ajar dan media pembelajaran. Bahan ajar divalidasi oleh validator bahan ajar dan materi, serta guru biologi. Kriteria penilaian diperoleh berdasarkan rumus Mardapi (2008). Hasil penelitian menunjukkan tipe dan bentuk trikoma tanaman peneduh yang ditemukan terdiri dari tipe glanduler bentuk jarum, glanduler bentuk hidatoda, dan non glanduler bentuk bintang. Hasil penelitian trikoma ini berpotensi sebagai sumber belajar biologi yang dikemas dalam bentuk bahan ajar berupa LKPD dan media pembelajaran berupa awetan preparat trikoma. LKPD yang telah divalidasi dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai trikoma dan fungsinya pada materi jaringan tumbuhan. Trichomes as epidermal derivatives can be used as environmental bioindicators, including trichomes in road shade plants. Trichomes are part of the material on the structure and function of plant tissues where this material is material that is difficult for students to understand. Therefore, this study aimed to study of shade plant leaves trichomes as biology learning resources. This research was a descriptive study by looking at the forms of trichomes in shade plants using the replication method to identify the types of trichomes and continueing with analysis of their potential as learning resources. Potential data and preparations of preserved trichomes obtained from identifying the types of trichomes of shade plants were used as learning resources in the form of teaching materials and learning media. Teaching materials were validated by teaching materials and materials validators, and biology teachers. The assessment criteria were obtained based on the Mardapi (2008).The results showed that the type and shape of the trichomes found in the shade plants consisted of needle-shaped glandular, hydatodic glandular, and star-shaped nonglandular types.The results of this trichome research had the potential to be used as  biology learning resources which was packaged in the form of teaching materials in the form of worksheets and learning media in the form of preserved trichome preparations. Worksheet  that has been validated was stated feasible for use in the learning process to increase students' knowledge and understanding of trichomes and their functions in the subject of plant tissue

    PENGARUH TUTOR SEBAYA BERBASIS KONSTRUKTIVISME TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Kesenjangan kemampuan peserta didik terjadi karena peserta didik dengan kemampuan akademik tinggi dapat memahami konsep dengan baik, sedangkan yang rendah tidak paham konsep bahkan terjadi miskonsepsi dan berdampak menjadi pengiring sikap peserta didik yang rendah, sehingga perlu pemberdayaan peserta didik dengan kemampuan akademik tinggi untuk terjadinya scaffolding. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh tutor sebaya berbasis konstruktivisme terhadap pemahaman konsep dan sikap peserta didik. Penelitian ini adalah quasi experimental design, kelas eksperimen menggunakan metode tutor sebaya berbasis konstruktivisme dan kelas kontrol menggunakan direct instruction. Instrumen penelitian menggunakan soal pemahaman konsep berupa pilihan jamak dan lembar observasi sikap. Analisis data menggunakan uji-t independen dengan  taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan tutor sebaya berbasis konstruktivisme terhadap pemahaman konsep (thitung=5,64 > ttabel=2,00) dan sikap (thitung=3,54 > ttabel=2,00) peserta didik. Pengaruh penggunaan tutor sebaya berbasis konstruktivisme terhadap pemahaman konsep dan sikap peserta didik ditandai dengan adanya persentase yang lebih tinggi di kelas eksperimen daripada penggunaan metode direct instruction di kelas kontrol. Indikator pemahaman konsep adalah menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan, sedangkan sikap yang menjadi fokus dalam penelitian adalah jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, sopan santun, dan percaya diri. The ability gap of students occurs because students with high academic ability can understand concepts well, while those who are low do not understand concepts and even misconceptions occur and its impact of being an accompaniment of low student attitudes, so it is necessary to empower students with high academic abilities for scaffolding to occur. The study purpose was to determine the effect of constructivism-based peer tutors on students’ conceptual understanding and attitudes. This study was a quasi-experimental design, the experimental class used the constructivism-based peer tutor method and the control class used the direct instruction. This study instrument used the concept understanding questions in the form of multiple choices and the attitude observation sheets. The data analysis used independent t-test with a significance level of 5%. The results showed that there was the effect of using constructivism-based peer tutors on students’ conceptual understanding (tcount=5.64 > ttable=2.00) and attitudes (tcount=3.54 > ttable=2.00). The effect of using constructivism-based peer tutors on students’ conceptual understanding and attitudes were showed by the higher percentage in the experimental class than using the direct instruction in the control class. The indicators of conceptual understanding were interpreting, exemplifying, classifying, concluding, comparing, and explaining, while the attitudes for the study focus were honesty, discipline, responsibility, tolerance, mutual cooperation, courtesy, and self-confidence

    VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI KELAS XI SMA

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 mempengaruhi aspek pendidikan sehingga pemerintah mengalihkan proses pembelajaran tatap muka menjadi daring dan untuk itu dibutuhkan media pembelajaran e-learning. Edmodo adalah jenis e-learning memiliki tampilan seperti facebook dan mudah digunakan bagi pemula. Materi sistem reproduksi adalah materi yang dianggap sulit peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA yang valid. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D)  menggunakan 4-D models:  define, design, develop, dan disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya dan penyesuaian dengan tujuan penelitian. Subjek penelitian adalah dosen biologi dan guru SMAN 1 V Koto Kampung Dalam sebagai validator media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem reproduksi. Angket validitas yang digunakan terdiri dari 4 komponen penilaian: kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan. Teknik analisis data penelitian adalah kuantitatif deksriptif yang mendeskripsikan validasi e-learning yang dikembangkan. Hasil validasi pengembangan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA adalah valid untuk semua komponen penilaian (kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafikaan) dengan rata-rata nilai uji validitas sebesar 84,43% (valid). Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem reproduksi kelas XI SMA layak digunakan dalam proses pembelajaran. The Covid-19 pandemic has affected the education aspect so that the government has shifted the face-to-face learning process to online and for that we need e-learning learning media. Edmodo is a type of e-learning that looks like Facebook and is easy to use for beginners. Reproductive system material was material that is considered difficult for students. This study aimed to produce a valid Edmodo-based e-learning media on the reproductive system material for class XI High School. This type of study was Research and Development (R&D) using 4-D models: define, design, develop, dan disseminate. The disseminate stage was not carried out due to time and cost constraints and adjustments to the study objective. The study subjects were biology lecturers and teacher of SMAN 1 V Koto Kampung Dalam as validators of Edmodo-based e-learning media on reproductive system material. The used validity questionnaire consisted of 4 assessment components: content feasibility, language, presentment, and graphics. The data analysis technique was descriptive quantitative which described the validation of the developed e-learning. The validation result of the development of Edmodo-based e-learning media on reproductive system material for class XI were valid for all assessment components (content feasibility, language, presentation, and graphics) with an average validity test value of  84.43% (valid). Thus, the development of Edmodo-based e-learning media on reproductive system material for class XI High School was feasible to be used in the learning process

    85

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇