DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BOOKLET SISTEM PENCERNAAN UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Bahan ajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Salah satu persoalan biologi terkait sistem organ yang diajarkan di SMA adalah sistem pencernaan. Agar siswa lebih mudah dalam memahami konsep pada sistem pencernaan maka disusun booklet sistem pencernaan yang lebih fokus dan detail pada materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan booklet pada topik sistem pencernaan. Pengembangan booklet ini disusun dengan mengikuti model pengembangan 4D dengan tahapan define (pendefinisian)-proses pemilihan konsep dasar dan penyusunan konsep, design (perancangan)-pemilihan bahan ajar berupa booklet dan penyusunannya, dan develop (pengembangan)-penilaian dari ahli media dan ahli materi serta uji keterbacaan. Dilanjutkan dengan analisis hasil penilaian para ahli lalu merevisi produk sesuai dengan masukan dari para ahli. Tahap terakhir, yaitu disseminate (penyebaran) yang dilakukan dengan pengajuan ISBN ke perpusnas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian ahli media meliputi ukuran booklet yang masuk kategori sangat baik serta desain sampul dan desain isi yang masuk dalam kategori baik. Penilaian ahli materi meliputi kelayakan isi, kelayakan penyajian, dan kebahasaan yang ketiganya masuk dalam kategori baik. Booklet ini sudah layak digunakan karena minimal kategori pada analisis penilaian instrumen yang didapat adalah baik walaupun masih perlu sedikit perbaikan sesuai dengan saran dari ahli. Teaching material is an important component in the learning process. One of the biological problems related to organ systems taught in high school is the digestive system. In order for the students to understand the concepts in the digestive system, the booklet of digestive system was arranged to be more focused and detailed on the material. This research aimed to develop the booklet on the topic of the digestive system. In this research, the booklet was compiled using the 4D model, through the process of definie- the process of selecting the basic concept and drafting the concept, design-the selection of teaching materials in the form of booklet and its compilation, develop-the assessment from media expert and material expert along with readability test, the results of the assessment were used to revise the product, and disseminate, done by submitting the ISBN to the National Library of Indonesia. The results showed that the media expert's assessment included the size of the booklet was in the very good category and the cover design and content design were in the good category. The material expert's assessment included the content feasibility, presentation feasibility, and language, all of which were in the good category. The booklet was suitable for use because of the minimal category of the instrument analysis obtained were good, although it still needs a little improvement according to the advice of experts
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT
Pembelajaran akan dapat dipahami apabila siswa memiliki minat terhadap mata pelajaran yang dipelajarinya, termasuk biologi. Minat belajar siswa dapat dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran. Tujuan penelitian adalah mengetahui minat belajar siswa kelas XII MIPA SMAN 1 Ujung Batu terhadap mata pelajaran biologi dengan menggunakan media powerpoint. Penelitian ini merupakan jenis survei dengan instrumen berupa angket yang diberikan kepada siswa melalui google form berisi 30 item pernyataan. Indikator minat pada angket adalah kesenangan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan siswa pada mata pelajaran biologi. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung skor angket masing-masing siswa, kemudian menjadikannya dalam persentase dan diinterpretasi dengan kategori sangat baik, baik, kurang baik, dan tidak baik. Hasil penelitian menunjukkan indikator kesenangan siswa sebesar 66,37%, ketertarikan siswa sebesar 72,43%, perhatian siswa sebesar 73,62%, dan keterlibatan siswa 79%. Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan simpulan bahwa 72,85% siswa memiliki minat yang dikategorikan baik selama mengikuti proses pembelajaran biologi dengan menggunakan media powerpoint. Keterlibatan siswa pada mata pelajaran biologi adalah indikator paling tinggi (sangat baik) karena ketika guru menayangkan media powerpoint dan terdapat point materi yang tidak dipahami siswa, maka siswa akan berusaha membacanya berulang kali dan menanyakan kepada guru. Learning will be understood if students have an interest in the subjects they are studying, including biology. Students' interest in learning can be influenced by the use of learning media. The purpose of the study was to determine the learning interest of class XII MIPA students of SMAN 1 Ujung Batu towards biology subjects using powerpoint media. This study was a type of survey with an instrument in the form of a questionnaire that given to students via a google form containing 30 statement items. The indicators of interest in the questionnaire were the students' enjoyment, interest, attention, and involvement in biology subjects. Data analysis was carried out by calculating the score of each student's questionnaire, then making it a percentage and interpreting it with categories of very good, good, less good, and not good.The results showed that the indicators of students’ enjoyment was 66.37%, students’ interest was 72.43%, students’ attention was 73.62%, and students’ involvement was 79%. This study ultimately resulted in the conclusion that 72.85% of students had good interest during the biology learning process using powerpoint media. The involvement of students in biology was the highest indicator (very good) because when the teacher showed the powerpoint media and there were material points that the students did not understand, the students would try to read it repeatedly and ask the teacher
PENERAPAN JURNAL BELAJAR DI MASA PANDEMI COVID-19: ANALISIS HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN (MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI)
Kondisi pandemi memaksa pelaksanaan pendidikan dalam keterbatasan (dengan sistem online). Diterapkan penulisan jurnal belajar untuk membantu mahasiswa merefleksi kembali pengetahuan yang telah diperoleh, meskipun dalam kondisi tanpa tatap muka, mahasiswa tetap dapat memahami kesulitan yang ditemui saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan jurnal belajar pada masa pandemi covid-19 terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan pelaksanaan di semester ganjil 2019/2020. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 5 yang mengikuti mata kuliah strategi pembelajaran (model pembelajaran biologi) yang dibagi menjadi kelas I dan II. Data dikumpulkan, diolah dan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif, yakni dengan membandingkan data antara kelas I (dengan jurnal belajar) dengan kelas II (tanpa jurnal belajar) dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai akhir untuk kelas I adalah A= 48,15 %, A-= 40,74%, dan B+= 11,11 %, sedangkan kelas II dengan nilai A= 32,14%, A-= 51,85%, B+= 3,70%, dan B=11,11%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan jurnal belajar di masa pandemi covid-19 memberikan kontribusi positif terhadap perolehan nilai akhir yang lebih baik bagi kelas I dibanding kelas II. Jurnal belajar mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk evaluasi diri dan memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga mahasiswa dapat melacak kemajuan yang telah dicapainya. The pandemic condition forced the implementation of education in limitations (with an online system). Learning journal writing was applied to help students reflect back on the knowledge that has been obtained, even in non-face-to-face conditions, students can still understand the difficulties encountered during the learning process. This study aimed to analyze the application of learning journal during the covid-19 pandemic on students’ learning outcomes. The type of the conducted study was descriptive with the implementation in the odd semester of 2019/2020 academic year. The study subjects were 5th semester students who took the learning strategy course (biology learning model) which was divided into classes I and II. Data were collected, processed and analyzed by quantitative descriptive technique, namely by comparing the data between class I (with study journal) and class II (without study journal) in percentages.The results showed that the final grades for class I were A= 48.15%, A-= 40.74%, and B+= 11.11%, while for class II were A= 32.14%, A-= 51, 85%, B+= 3.70%, and B=11.11%. It can be concluded that the application of learning journal during the covid-19 pandemic made a positive contribution to the acquisition of better final grades for class I compared to class II. The learning journal was able to improve students' ability to self-evaluate and solve the problems they face so that students can track their progress
Hubungan Antara Kesadaran Metakognitif Dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Di SMA Muhammadiyah Se-Kota Palembang
Latar belakang penelitian ini adalah: (1) Guru belum banyak mengetahui tentang metakognitif, (2) Minimnya pemahaman guru mengenai instrumen yang digunakan dalam pengukuran kesadaran metakognitif. Kedua permasalahan ini berdampak pada tidak adanya tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mengasah penggunaan kesadaran metakognitif siswa. Rumusan masalah penelitian adalah apakah terdapat hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa di SMA Muhammadiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8 Palembang?. Penelitian ini bertujuan untuk adalah untuk mengetahui hubungan antara kesadaran metakognitif siswa dengan hasil belajar biologi di SMA Muhammadiyah Se-kota Palembang. Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar angket dan hasil belajar biologi (UAS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji signifikansi dan uji pearson product moment. Subyek penelitian adalah kelas X IPA, XI IPA, dan XII IPA di SMA Muhammadiyah Palembang, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian diperoleh setelah menggunakan uji signifikansi di SMA Muhammadiyah se-kota Palembang diketahui bahwa nilai signifikansi < 0,05, yang artinya terdapat hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa di SMA Muhammadiyah se-kota Palembang dan memiliki tingkat hubungan yang termasuk dalam kategori “Kuat dan Cukup Kuat
VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN INKUIRI MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA SECARA BLENDED LEARNING BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan validitas perangkat pembelajaran inkuiri materi sistem reproduksi manusia secara blended learning berbantuan google classroom untuk melatihkan high order thinking skills (HOTS) peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus, RPP, LKS dan instrumen tes menggunakan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan Four-D Models yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian ini terbatas sampai pada tahap develop (pengembangan). Tahap define terdiri atas analisis awal, analisis tugas, analisis peserta didik, analisis konsep dan analisis tujuan pembelajaran. Tahap design terdiri atas perancangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kegiatan siswa (LKS) dan instrumen tes. Tahap develop terdiri atas uji validasi oleh validator yang terdiri dari ahli materi, ahli media dan pengguna lapangan (guru) dengan menggunakan instrumen lembar validasi perangkat pembelajaran. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi silabus, RPP, LKS dan instrumen tes memperoleh nilai modus rata-rata 3,6 dengan kategori sangat valid untuk masing-masing perangkat pembelajaran. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inkuiri materi sistem reproduksi manusia secara blended learning berbantuan google classroom yang dikembangkan untuk melatihkan HOTS peserta didik dinyatakan valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi para ahli. The research aimed to describe the validity of the inquiry learning tools for the human reproductive system material using blended learning assisted by google classroom to train students' high order thinking skills (HOTS). The developed learning tools were syllabus, lesson plans, worksheets, and test instruments using an inquiry learning model. This research was a development research using Four-D Models which consisted of the stages of defining, designing, developing, disseminating. However, this research was limited to the development stage. The definition stage consisted of the initial analysis, task analysis, student analysis, concept analysis and learning objectives analysis. The design stage consisted of designing the syllabus, lesson plans, worksheets and test instruments. The development stage consisted of the validation test by the validators consisting of material experts, media experts and field users (teachers) using a learning tool validation sheet. The research data were analyzed descriptively quantitatively. The validation results of the syllabus, lesson plans, worksheets and test instruments obtained an average mode score of 3.6 with very valid category for each learning tool. From this research results, it can be concluded that the inquiry learning tool for the human reproductive system material using blended learning assisted by google classroom which was developed to train students' HOTS was declared valid and suitable for use based on the experts’ validation results
HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI SISTEM KOORDINASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING (BBL)
Model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) membangun pengetahuan siwa yang dilandasi struktur kognitif yang telah dimiliki serta didasarkan pada cara otak bekerja sehingga pembelajaran dapat diserap oleh otak secara maksimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model BBL terhadap hasil belajar kognitif pada materi Sistem Koordinasi kelas XI MAN 8 Jakarta. Teknik sampling penelitian adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah tes tertulis berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 soal untuk posttest. Indikator instrumen soal berupa C1-C4. Soal sebagai instrumen penelitian dianalisis terlebih dahulu untuk mengetahui validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan uji t, yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas dengan ? 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran BBL berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa (thitung = 4,14 > ttabel = 2,65). Nilai rata-rata siswa pada kelompok eksperimen (84,29) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (78,20) dengan selisih 6,09. Nilai rata-rata yang lebih tinggi ini didukung dengan adanya tujuh sintaks dari model pembelajaran BBL, yaitu pra-pemaparan, persiapan, inisiasi dan akuisisi, elaborasi, inkubasi dan pemasukkan memori, verifikasi dan pengecekan, serta selebrasi dan integrasi. The Brain Based Learning (BBL) learning model builds students' knowledge based on the cognitive structure they already have and is based on how the brain works so that learning can be absorbed by the brain optimally. This study aimed to determine the effect of the BBL model on cognitive learning outcome on Coordination System material for class XI MAN 8 Jakarta. The research sampling technique was cluster random sampling. The research instrument was a written test in the form of multiple choice with 30 questions for the posttest. The instrument indicators were in the form of C1-C4 of Bloom’s taxonomy. The questions were analyzed first to determine the validity, reliability, level of difficulty, and distinguishing power. Data analysis to answer the research aim used t-test, which was previously tested for normality and homogeneity with ? 1%. The result showed that the use of the BBL learning model had an effect on students' cognitive learning outcome (tcount = 4.14 > ttable = 2.65). The average score of students in the experimental group (84.29) was higher than the control group (78.20) with a difference of 6.09. This higher average score is supported by seven syntaxes of the BBL learning model, namely pre-exposure, preparation, initiation and acquisition, elaboration, incubation and memory coding, verification and checking, and celebration and integration
ANALISIS MISKONSEPSI MATERI JARINGAN TUMBUHAN PADA BUKU TEKS PELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS XI BERBASIS KURIKULUM 2013
Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kualitas dari buku teks pelajaran yang digunakan oleh guru dan siswa, karena buku teks pelajaran banyak mengandung konsep-konsep yang penting sehingga perlu disampaikan sesuai dengan naskah ilmiah atau pendapat para pakar ilmu biologi terkhususnya pada materi jaringan tumbuhan. Kesalahan atau kekeliruan konsep yang terdapat pada buku teks pelajaran berbeda dengan konsep yang disampaikan oleh para pakar biologi, dapat diartikan mengalami miskonsepsi. Adapun tujuan penelitian 1.) Mengetahui besar persentase masing-masing kategori miskonsepsi dari materi jaringan tumbuhan pada buku teks pelajaran biologi SMA siswa kelas XI berbasis Kurikulum 2013 di Kota Palembang, 2.) Mengetahui tingkat miskonsepsi dari materi jaringan tumbuhan pada buku teks pelajaran biologi SMA siswa kelas XI berbasis Kurikulum 2013 di Kota Palembang. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan analisis konten atau analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing kategori miskonsepsi pada konsep teks dan konsep gambar yaitu MI (Misidentificationi) 14,14%, OG (Overgeneralizations) 1,01%, OS (Oversimplifications) 19,19%, UG (Undergeneralizations) 4,04%, dan OCT (Obselete concept and terms) 0%. Hasil persentase miskonsepsi pada buku teks pelajaran sebesar 38,38% dikategorikan rendah
MEMAHAMI ASPEK KOGNITIF TERKAIT KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS: FOKUS PADA MATERI SEL
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ragam kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dari aspek kognitif dan setiap sub pokok bahasan materi Sel Kelas XI SMA. Sebanyak 72 siswa kelas XI IPA terlibat dalam penelitian ini. Instrumen penelitian kami sajikan dalam bentuk tes pilihan ganda sebanyak 22 butir soal untuk analisis data tentang kesulitan belajar pada aspek kognitif dan angket tertutup sebanyak 20 butir soal untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa.Analisisdata kuatitativedigunakanrumuspersentase. Analisis data tes hasil belajar diperoleh persentase kesulitan belajar yaitu pada aspek kognitif C4 dan aspek kognitif C2 dengan masing-masing persentase 63,89% dan 68,75% dengan kriteria kesulitan belajar tinggi. Untuk aspek kognitif C1 dan C3 diperoleh masing-masing persentase kesulitan belajar 57.64% dan 53,89% dengan kriteria kesulitan belajar sedang. Pada sub pokok bahasan Sintesis Protein memiliki persentase kesulitan tertinggi yaitu sebesar 70,37% dengan kriteria tingkat kesulitan tinggi. Hasil penelitian menunjukan aspek kognitif C2 memiliki persentase tertinggi dari pada aspek kognitif lainnya. Sub pokok bahasan Sintesis Protein memiliki persentase kesulitan tertinggi. Faktor kesulitan belajar siswa yang dominan berasal dari guru bidang studi, media dan sumber belajar siswa, dari diri siswa itu sendiri dan fasilitas sekolah
VALIDITAS DAN KEPRAKTISAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO UNTUK MATERI SISTEM SIRKULASI KELAS XI SMA
E-learning adalah media pembelajaran yang menggunakan internet untuk menyampaikan materi pembelajaran dari guru ke peserta didik dan salah satunya adalah edmodo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui validitas dan kepraktisan media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem sirkulasi untuk pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4-D (define, design, develop, desseminate). Namun tahap desseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya serta kesesuaian dengan tujuan penelitian. Objek penelitian ini adalah media pembelajaran e-learning berbasis edmodo pada materi sistem sirkulasi untuk peserta didik kelas XI. Subjek untuk uji validitas adalah dosen biologi dan guru Biologi SMAN 1 Payakumbuh, sedangkan untuk uji kepraktisan adalah guru Biologi dan 30 orang peserta didik kelas XI SMAN 1 Payakumbuh. Instrumen penelitian adalah angket validitas dan kepraktisan yang dianalisis dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata sebesar 84,86% dengan kategori valid dan hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai rata-rata 87,82% untuk guru dengan kategori praktis dan 91,77% untuk peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media e-learning berbasis edmodo pada materi sistem sirkulasi untuk peserta didik kelas XI di SMAN 1 Payakumbuh sudah valid dan praktis untuk membantu proses pembelajaran daring. E-learning is the learning media that use the internet to deliver learning materials from teachers to students and one of it is Edmodo. The purpose of this research was to determine the validity and practicality of the Edmodo-based e-learning media on the circulation system material for online learning. This type of research was Research and Development (R&D) using a 4-D model (define, design, develop, desseminate). However, the desseminate stage was not carried out due to time and cost limitations as well as the suitability of the research purpose. The object of this research was the Edmodo-based e-learning media on the circulation system material for students class XI. The subjects for the validity test were biology lecturers and biology teacher, while for the practicality test were biology teachers and 30 students class XI at SMAN 1 Payakumbuh. The research instrument was a questionnaire of validity and practicality which was analyzed in the form of a percentage. Based on the research results, it was found that the validation results showed an average value of 84.86% in the valid category and the practicality test results showed an average value of 87.82% for teachers in the practical category and 91.77% for students in the very practical category. Thus, the edmodo-based e-learning media on the circulation system material for students class XI at SMAN 1 Payakumbuh was valid and practical to help the online learning
KELAYAKAN BOOKLET KERAGAMAN ANGIOSPERMAE DI HUTAN CAGAR ALAM GUNUNG MUTIS (CAGM) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA
Keragaman Angiospermae di Cagar Alam Gunung Mutih (CAGM) belum termanfaatkan sebagai sumber belajar dan sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Mollo Utara adalah buku paket yang tersaji dengan gambar yang tersaji tidak berwarna, sehingga dibutuhkan media pembelajaran berupa booklet. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan booklet keragaman Angiospermae di hutan CAGM sebagai media pembelajaran bagi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (analysis, design, development, implemention, evaluation). Namun, pengembangan booklet dalam penelitian ini hanya sampai fase development (pengembangan) yang meliputi 2 tahap, yaitu penyusunan hasil identifikasi Spermatophyta menjadi media booklet dan validasi media booklet untuk melihat kelayakannya sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian aspek format, isi, dan bahasa. Hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa booklet keragaman Angiospermae di hutan Cagar Alam Gunung Mutis (CAGM) layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa SMAN 1 Mollo Utara. Berdasarkan aspek format, booklet dinilai layak karena menampilkan gambar dan tulisan dengan jelas serta tersusun secara sistematis. Penilaian aspek isi booklet menunjukkan materi pada booklet sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijadikan dasar dalam penulisan. Untuk aspek bahasa, media booklet sesuai dengan kaidah EYD dan penggunaan kalimat tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian. The Angiosperms diversity in the Gunung Mutih Nature Reserve (CAGM) has not been utilized as a learning resource and the learning resource used in the learning process at SMAN 1 Mollo Utara was textbook that are presented with pictures in colorless, so the learning media was needed in the form of booklet. The study aimed to determine the feasibility of the Angiosperms diversity booklet in the CAGM forest as a learning media for students. This study was a research and development with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). However, the development of the booklet in this study only reached the development phase which included 2 stages, namely preparation of the identification results of Spermatophyta into booklet media and validation of the booklet to determine its feasibility as the learning media based on the assessment of the format, content, and language aspects.The results of the development research showed that the Angiospermae diversity booklet in the Gunung Mutis Nature Reserve (CAGM) forest was suitable for use as the learning media for students of SMAN 1 Mollo Utara. Based on the aspect of format, the booklet was considered feasible because it displayed pictures and writing clearly and systematically arranged. The assessment of booklet content aspect showed that the material in the booklet was in accordance with the educational objectives that were used as the basis for writing. For the language aspect, the booklet media was in accordance with the EYD rules and the use of sentences did not cause multiple interpretations or misunderstandings