KLIK - Kumpulan Jurnal Ilmu Komputer
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA ANGGREK COELOGYNE PANDURATA
Coelogyne Pandurata or better known by the general name of black orchid, this orchid species only grows on the island of Borneo. Coelogyne Pandurata is an epiphytic orchid attached to other plants but not harmful. This orchid is one endemic of Borneo that requires human intervention to maintain its sustainability. Orchid plants are very susceptible to various pests and diseases. Because many orchid species are cultivated, the disease is difficult to recognize, because the symptoms of disease on orchids vary depending on the variety. The methods applied in this calculation are used Forward Chaining and Certainty Factor methods. This expert system allows users to diagnose pests that attack the Orchid Coelogyne Pandurata plant (Black Orchid Borneo) from various literature and initial observations. The result of application of Forward Chaining and Certainty Factor Method can give pest diagnosis on Orchid Coelogyne Pandurata based on the symptoms given Based on the calculation, the description of confidence level based on the interpretation table of the expert and the final percentage of 93.0736% is Very Probably both methods are applied To solve existing problems.Keywords: Coelogyne Pandurata, Certainty Factor, Expert system, Forward ChainingCoelogyne Pandurata atau lebih dikenal dengan nama umum anggrek hitam, spesies anggrek ini hanya tumbuh di pulau kalimantan. Coelogyne Pandurata merupakan anggrek epifit yaitu menempel pada tanaman lain tetapi tidak merugikan. Anggrek ini merupakan salah satu endemik kalimantan yang memerlukan campur tangan manusia untuk menjaga kelestariannya. Tanaman anggrek sangat rentan terhadap berbagai serangan hama dan penyakit. Karena jenis tanaman anggrek banyak dibudidayakan, menyebabkan penyakitnya sukar dikenal, karena gejala serangan penyakit pada anggrek bervariasi tergantung dari varietasnya. Metode yang diterapkan dalam perhitungan ini digunakan metode Forward Chaining dan Certainty Factor. Sistem pakar ini memungkinkan pengguna mendiagnosa hama yang menyerang tanaman Anggrek Coelogyne Pandurata (Anggrek Hitam Kalimantan) dari berbagai literatur dan pengamatan awal. Hasil penerapan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor dapat memberikan diagnosa hama pada Anggrek Coelogyne Pandurata berdasarkan gejala-gejala yang diberikan Berdasarkan hasil perhitungan, maka keterangan tingkat keyakinan berdasarkan tabel interpretasi dari pakar dan persentase akhir sebesar 93,0736% adalah Sangat Mungkin kedua metode ini diterapkan untuk menyelesaikan masalah yang ada.Kata kunci: Coelogyne Pandurata, Certainty Factor, Forward Chaining, Sistem paka
PENGGUNAAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PEMILIHAN LOKASI MANGROVE PARK
Demak district is a district that has quite a lot of mangrove forests, beautiful expanse of mangrove is a natural potential that can be developed as a regional tourism assets. Mangrove Park is one of the utilization of conservation area into tourism areas of education and recreation The Selection of Planning site locations required an appropriate location in the terms of land use, The appropriate land is a land that has a Mangrove area which still leafy, natural (unprocessed) and intended as a tourism area, an easy accessibility, the network infrastructure is also needed in the election of location in order to support the available facilities in the building. In addition, the view of the inside and outside of the site that will be a tourism place attraction. Decision Support System can be used as a tool to help the site selection process that involves many criteria. Analytical Hierarchy Process (AHP) can be used to analyze which support the decision to choose a location. Phases of AHP used in this research is the identification of causes, preparation of hierarchy, prioritization, consistency, and the priority weight. From the Implementation of the method on the study case successfully find the best location for mangrove park, it is in the village Bedono it has the highest total global priorities 1.2349.Keywords: Site Location, Analytical Hierarchy Process, Mangrove ParkKabupaten Demak adalah kabupaten yang memiliki hutan mangrove yang cukup banyak, hamparan mangrove yang indah merupakan potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai aset pariwisata daerah. Mangrove Park adalah salah satu bentuk pemanfaatan kawasan konservasi menjadi kawasan wisata edukasi dan rekreasi. Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area Mangrove yang masih rimbun, alami (belum diolah) dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan infrastruktur juga sangat diperlukan dalam pemilihan lokasi guna untuk mendukung sarana yang ada dalam bangunan. Selain itu juga view kedalam maupun keluar tapak yang akan menjadi ketertarikan suatu tempat wisata. Sistem Pendukung Keputusan dapat digunakan sebagai alat untuk membantu proses pemilihan lokasi yang melibatkan banyak kriteria. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan untuk menganalisis yang mendukung keputusan untuk memilih lokasi. Tahapan AHP yang digunakan dalam penelitian adalah identifikasi faktor penyebab, penyusunan hirarki, penentuan prioritas, konsistensi, dan bobot prioritas. Implementasi metode terhadap kasus penelitian didapatlah lokasi yang paling baik untuk mangrove park yaitu Desa Bedono dikarenakan memiliki total prioritas global tertinggi yaitu 1,2349.Kata Kunci: Pemilihan Lokasi, Analytical Hierarchy Process, Mangrove Par
PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BEROBAT PASIEN DIPUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON BANDAR LAMPUNG
Abstract
Information technology has been growing rapidly with increasing demand information. Increasingly rapid advancement of technology, it takes a device, either softwareor hardware that can support the work activity. Every business transaction is now always do, especially the areas that always make a large number of transactions in a hospital or department store or business fields such as business transactions abstract form of internet cafes or shop online gaming, and this is where the payment system works. For entrepreneurs in the field of hospital payment system is used to record the service process, from patient to come up with the patient's home. Calculating the cost to be paid automatically patient, and provide decision-making information as analysis quickly and accurately. The Puskesmas is community health center which is one of the important means. The Puskesmas requires the existence of a system in order to facilitate the registration and public health transactions quickly and accurately, which the previous system still uses the record books, such record patient data and payment transactions so that at the time of making the report used books. The method is applied to the design of this system is rather the method that starts with the stages of planning, analysis, design, and will eventually be implemented web-based. The system created by the author is a system that facilitates the input of patient data and calculation of transactions, as well as reports pembutan computerized system used. Check the patient's payment system design can facilitate the process of entering patient data, poly, and drug transactions, employee performance Assist in calculating the cost of the patient and make reports and payment transactions can facilitate patient treatment and reporting by employee health centers.
Keywords: design, systems, payment, treatment, health centers
ABSTRAK
Teknologi informasi saat ini telah berkembang pesat seiringbertambahnya kebutuhan informasi. Semakin bertambah majunya teknologi,maka dibutuhkan suatu perangkat, baik perangkat lunak (software) maupunperangkat keras (hardware) yang dapat menunjang aktifitas kerja. Setiap bidang usaha kini selalu melakukan transaksi, apalagi bidang-bidang yang selalu melakukan transaksi dalam jumlah besar seperti rumah sakit atau departement store atau bidang usaha yang transaksinya berbentuk abstrak seperti usaha warung internet atau warung game online, dan disinilah sistem pembayaran bekerja. Bagi usahawan di bidang rumah sakit sistem pembayaran digunakan untuk mencatat proses pelayanan, mulai pasien datang sampai dengan pasien pulang. Menghitung biaya yang harus dibayar pasien secara otomatis, serta memberikan informasi sebagai analisa pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Puskesmas adalah pusat kesehataan masyarakat yang merupakan salahsatu sarana penting. Puskesmas ini membutuhkan keberadaan sistem agar dapat memperlancar pendaftaran dan transaksi kesehatan masyarakat yangcepat dan akurat, dimana sistem yang terdahulu masih menggunakan catatanbuku, seperti mencatat data pasien dan transaksi pembayaran sehingga padawaktu membuat laporan banyak buku yang digunakan. Metode yang diterapkan pada perancangan sistem ini adalah lebih kepada metode dengantahapan yang dimulai dari perencanaan, analisa, perancangan dan pada akhirnya akan diimplementasikan berbasis web. Sistem yang dibuat olehpenulis adalah sistem yang memudahkan dalam menginputkan data pasien danpenghitungan transaksi, serta pembutan laporan karena sistem yang digunakansudah terkomputerisasi.Perancangan sistem pembayaran periksa pasien ini dapat mempermudah proses memasukan data pasien, poli, obat dan transaksi, Membantu kinerja karyawan dalam menghitung biaya pasien dan membuat laporan dan Dapat mempermudah transaksi pembayaran berobat pasien dan pembuatan laporan oleh karyawan puskesmas.
Kata Kunci : perancangan, sistem, pembayaran, berobat, puskesma
FUZZY DAN DEMPSTER-SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN CABAI
Expert systems are usually used only to help get the results of a diagnosis faster. In the expert system, a method usually used to support a diagnosis process. In this research using the method of Fuzzy and Dempster-Shafer. Fuzzy methods used to find the scale of values belief (trust) a fact with fuzzyficationt process, while the Dempster-Shafer method used to combine pieces of the facts to calculate the likelihood of an event. The purpose of this study was to determine whether the method of Fuzzy and Dempster-Shafer can be applied to the expert system to provide disease diagnosis chili. Where the results of the expert system will produce a presentation about the likelihood of diagnosis of plant diseases chili.Keywords : Fuzzy Logic, Dempster-Shafer, Expert System, Chili PlantsSistem pakar biasanya digunakan hanya untuk membantu memperoleh hasil suatu diagnosa dengan lebih cepat. Pada sistem pakar, biasanya digunakan suatu metode untuk mendukung proses suatu diagnosa. Pada penelitian ini menggunakan bantuan metode Fuzzy dan Dempster-Shafer. Metode Fuzzy digunakan untuk mencari bobot nilai belief (kepercayaan) suatu fakta dengan proses fuzzyfikasi, sedangkan metode Dempster-Shafer digunakan untuk menggabungkan potongan fakta untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode Fuzzy dan Dempster-Shafer dapat diterapkan pada sistem pakar dalam memberikan diagnosa penyakit cabai. Dimana hasil dari sistem pakar ini akan menghasilkan presentasi besarnya kemungkinan terdiagnosanya penyakit tanaman cabai.Kata kunci : Logika Fuzzy, Dempster-Shafer, Sistem Pakar, Tanaman Caba
PEMODELAN ALGORITMA GENETIKA PADA SISTEM PENJADWALAN PERKULIAHAN PRODI ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT
Abstract
Creating a schedule learning activities in academic activities a routine work in colleges, many case that often happens when making a schedule of lectures, there are few lecturers could not be on a particular day, imited availability of study rooms, There are some student who take a different course in the same time, on the time and a particular day is the time to worship regularly every week. One method that can beused to complete its the problem using Genetic Algorithms (GA), multiple levels that need to be applied to solve the scheduling problem using the GA, start of coding, determine the value of the initial population, determine the value of chromosomes at random, determine the fitness value to minimize the collision schedule, then selecting roulettewheel, perform a cut point crossover, then perform mutation encoding values, elitism. The results obtained from genetic algorithm modeling in decision support systems a schedule of lectures in Computer Science, State University of Hull Mangkurat Banjarmasin. Of the some stages of testing that has been performed to get the best results with all the fitness value of each generation is 1 (one) and, GA modeling can be applied to decision support systems scheduling department of Computer Science FMIPA UNLAM
Keyword : Decision Support System, Course Scheduling, Genetic Algorithms
ABSTRAK
Membuat jadwal kegiatan proses belajar mengajar pada kegiatan akademik merupakan pekerjaan rutin setiap semester disebuah perguruan tinggi, banyak hal yang sering terjadi saat membuat jadwal perkuliahan diantaranya ada bebarapa dosen yang tidak bisa menajar pada hari tertentu, keterbatasan ketersediaan ruangan belajar, terdapat beberapa mahasiswa yang mengambil matakuliah yang berbeda dalam waktu yang sama, pada waktu dan hari tertentu merupakan waktu untuk peribadahan secara rutin setiap minggunya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meyelesakan masalah tersebut menggunakan Algoritma Genetika (AG), beberapa tingkatan yang perlu diterapkan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan menggunakan AG, dimulai dari pengkodean, menentukan nilai populasi awal, menentukan nilai kromosom secara acak, menentukan nilai fitness untuk meminimalisir jadwal yang tabrakan, kemudian melakukan seleksi roulettewheel, melakukan pindah silang satu titik potong (one-point crossever), kemudian melakukan mutasi pengkodean nilai, elitism. Hasil yang diperoleh dari pemodelan AG pada sistem pendukung keputusan ini merupakan jadwal perkuliahan pada Prodi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dari beberapa tahapan pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil terbaik dengan semua nilai fitness tiap generasi bernilai 1 dan, pemodelan AG ini dapat diterapkan pada sistem pendukung keputusan penjadwalan perkuliahan pada prodi Ilmu Komputer FMIPA UNLAM
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Penjadwalan Perkuliahan, Algoritma Genetik
IMPLEMENTASI METODE ALGORITMA APRIORI PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ORDER BARANG
Abstract
The rapid development of information and technology has brought a change in mindset of decision and an analysis pattern of information and technology which has become a means to assist human beings in solving both small and big problems. Hardwarestoresstilluse thetraditional way ofengineeringgoodsordersso thatthe inefficiency oftimeand reports.Data mining is a technique to gain knowledge from the data, one the methodsof data miningisassociationwhere this techniqueis usefultofindtheassociativerulealgorithmprioribetweenacombinationof items.In this research, the process of extracting data on sales transactions was occupied. The results obtained from a study using the technique of association by applying apriori algorithm were some rules, and one selected rule with the highest result of multiplying the value of support and confidence if buy B0006 then buy B0001 was 0.047; thus, the transaction of Hardware Banjarbaru Store applied the rule, that was: if you bought skirt, you would buy blouse.
Keyword : Association, Apriori Algorithm, Desktop
ABSTRAK
Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan pola pikir keputusan dan pola analisa teknologi informasi yang saat ini menjadi sebuah sarana untuk membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan baik yang ringan maupun berat. Toko Hardware masih menggunakan cara tradisional dalam teknik order barang sehingga kurang efisiennya waktu dan laporan yang dibuat. Data mining merupakansalahsatuteknikuntukmenggalipengetahuandari data, salahsatumetode data mining adalah asosiasi dimana teknik ini berguna untuk menemukan aturan asosiatif dengan algoritma apriori antara suatu kombinasi item. Pada penelitian ini dilakukan proses penggalian data tentang transaksi penjualan. Hasil yang diperoleh dari penelitian menggunakan teknik asosiasi dengan menggunakan algoritma apriori adalah diperolehnya beberapa rule dan dipilih salah satu rule yang memiliki nilai hasil perkalian support dan confidence tertinggi if buy B0006 then buy B0001 paling besar yaitu 0,047, maka untuk transaksi pada Toko Hardware Banjarbaru menggunakan rule tersebut, yaitu: Jika membeli Rok maka akan membeli Blus.
Kata kunci: Asosiasi, Algoritma Apriori, Deskto
ANALISIS KUANTITATIF PORI BERDASARKAN PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN WOLFRAM MATHEMATICA
Currently, a porous material has been extensively developed in many areas of applied science and engineering. The characteristics of porous material is most often determined by its porosity. In this paper, we present a quantitative analysis of pores in a material according to image processing methods. An micrograph from electron microscopy (SEM) was analyzed by using Wolfram Mathematica. From our study can be obtained some informations about pore percentage (porosity), pore size, ratio aspect, and distribution of pore size in the materials.Keywords: pore, image processing, Wolfram MathematicaSaat ini, material berpori telah dikembangkan secara luas di banyak bidang sains terapan dan teknik. Karakteristik dari material berpori seringkali ditentukan oleh porositasnya. Dalam makalah ini, kami menyajikan menyajikan analisis pori dalam suatu material berdasarkan metode pengolahan citra. Suatu mikrograf dari mikroskopi elektron (SEM) kami analisis dengan menggunakan Wolfram Mathematica. Dari penelitian kami dapat diperoleh beberapa informasi tentang persentase pori (porositas), ukuran pori, aspek rasio, dan distribusi ukuran pori dalam material.Kata kunci: pori, pengolahan citra, Wolfram Mathematic
OPTIMASI MULTI TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (M-TSP) UNTUK DISTRIBUSI PRODUK PADA HOME INDUSTRI TEKSTIL DENGAN ALGORITMA GENETIKA
In the field of textile industry, the distribution process is an important factor that can affect the cost of production. For that we need optimization on the distribution process to be more efficient. This problem is a model in the Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP). Much research has been done to complete the M-TSP model. Among several methods that have been applied by other researchers, genetic algorithms are a workable method for solving this model problem. In this article the authors chose the genetic algorithm is expected to produce an optimal value with an efficient time. Based on the results of testing and analysis, obtained the optimal population amount of 120. For the optimal generation amount is 800. The test results related to the number of population and the number of generations are used as input to test the combination of CR and MR, obtained the optimal combination of CR = 0 , 4 and MR = 0.6 with a fitness value of 2.9964.Keywords: Textile Industry, Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP), Genetic AlgorithmPada bidang industri tekstil, proses distribusi merupakan satu faktor penting yang dapat berpengaruh terhadap biaya produksi. Untuk itu diperlukan optimasi pada proses distribusi agar menjadi lebih efisien. Masalah seperti ini merupakam model dalam Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP). Banyak penelitian telah dilakukan untuk menyelesaikan model M-TSP. Diantara beberapa metode yang telah diterapkan oleh peneiti lain, algoritma genetika adalah metode yang bisa diterapkan untuk penyelesaian permasalahan model ini. Dalam artikel ini penulis memilih algoritma genetika diharapkan dapat menghasilkan nilai yang optimal dengan waktu yang efisien. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, didapatkan jumlah populasi yang optimal sebesar 120. Untuk jumlah generasi yang optimal adalah sebesar 800. Hasil pengujian terkait jumlah populasi dan jumlah generasi tersebut dijadikan masukan untuk melakukan pengujian kombinasi CR dan MR, didapatkan kombinasi yang optimal yakni CR=0,4 dan MR=0,6 dengan nilai fitness sebesar 2,9964.Kata kunci: Industri Tekstil, Distribusi, Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP), Algoritma Genetik
RANCANG BANGUN APLIKASI PERMAINAN (GAMES) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI DAN BUDAYA BANJAR
Kurangnya pengenalan seni dan budaya Banjar pada saat ini merupakan penyebab utama kurangnya pengetahuan anak tentang seni dan budaya Banjar. Proses penyampaian informasi dengan cara penyampaian lisan juga mempengaruhi minat anak untuk belajar. Penggunaan media permainan dan pembelajaran dalam penyampaian informasi dapat menambah minat anak untuk belajar dan meningkatkan hasil belajar seni dan budaya Banjar pada anak. Aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman flash dan mengangkat materi seni dan budaya Banjar pada mata pelajaran SBK kelas VII SMP IT – ANIC. Pengujian untuk mengetahui apakah aplikasi berhasil memberikan pengaruh pada nilai anak dilakukan pada murid kelas VII di SMP IT – ANIC. Setelah didapatkan nilai – nilai yang diperlukan, maka nilai tersebut dihitung menggunakan metode statistika t-test. Hasil perhitungan dengan menggunakan t-test menunjukkan bahwa aplikasi permainan dan pembelajaran yang dibuat, berhasil dalam memberikan pengaruh positif pada pengetahuan seni dan budaya Banjar murid dan meningkatkan nilai mata pelajaran SBK pada murid yang menjadi sampel uji dalam penelitian
IMPLEMENTASI METODE KOHONEN UNTUK PREDIKSI CURAH HUJAN (STUDI KASUS : KOTA PONTIANAK)
The prediction to determine the rainfall in Pontianak is much needed. One of them is using a neural network algorithm using SOM (Self Organizing Maping) with the data used in January 2010-2013. The purpose of this study was to determine the rainfall prediction in the city of Pontianak with parameters of air temperature, relative humidity, air pressure and wind speed. The results showed that the value of MSE is obtained when studying the data network prediction in January of 2010 until 2013 using the Neural Network-SOM learning process with the amount of 1 neuron and using 124 datas, with MSE value 0,0148. Keywords: Rainfall, Neural Network, Time Series, Self Organizing MapPrediksi untuk mengetahui curah hujan yang terjadi di Pontianak sangat dibutuhkan salah satunya yaitu menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan dengan pengelompokkannya menggunakan SOM (Self Organizing Map) dengan data yang digunakan adalah data di bulan januari tahun 2010-2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prediksi curah hujan di kota Pontianak dengan parameter suhu udara, kelembababn relative, tekanan udara dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MSE ini didapatkan saat jaringan mempelajari data prediksi pada bulan januari di tahun 2010 sampai tahun 2013 dengan menggunakan proses pembelajaran JST SOM dengan jumlah neuron 1 dan menggunakan 124 data, dengan nilai MSE 0,0148. Kata kunci: Curah Hujan, Jaringan Syaraf Tiruan, Time Series, Self Organizing Ma