KLIK - Kumpulan Jurnal Ilmu Komputer
Not a member yet
247 research outputs found
Sort by
KEMIRIPAN LIPSTIK BERDASARKAN METODE FUZZY C-MEANS (FCM) MENGGUNAKAN DELPHI
Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) is a spectroscopic method for quantitative and qualitative analysis of elements contained in a material. This technique is based on an analysis of plasma emissions produced by focusing a high-power pulse laser on a sample. However, to determine the similarity of the content of a material based on spectroscopy is difficult, especially for similar materials. Lipstick itself has many color variations and some colors look almost the same. To distinguish each color, lipstick manufacturers give numbers or names on this product. In this case the writer has the goal to see the similarity of characters in the lipstick based on the cluster. For that we need the help of additional software analysis to distinguish or look for similarities of samples. One analysis that can be done is by the fuzzy method. Fuzzy c-means (FCM) is a clustering algorithm where one object can be a member of several clusters based on similar characteristics. In this study the intensity of the data processing of 3 lipstick materials was conducted using clustering method which aims to determine the similarity between materials using Delphi. There are 3 cluster centers that represent each material. From the results of the cluster center found that material 1 and 2 are in one cluster while material 3 is in a different cluster. Keywords: Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), lipstik, cluster, fuzzy c-means (FCM), Delphi.Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) adalah metode spektroskopi untuk analisis kuantitatif dan kualitatif unsur yang terkandung dalam sebuah bahan. Teknik ini didasarkan pada analisis emisi plasma yang dihasilkan dengan cara memfokuskan laser pulsa berdaya tinggi pada sampel. Namun, untuk menentukan kemiripan kandungan suatu bahan berdasarkan spektroskopi adalah sulit dilakukan terutama untuk bahan yang sejenis. Lipstik sendiri memiliki banyak variasi warna dan beberapa warna tampak hampir sama. Untuk membedakan tiap warna, produsen lipstik memberi nomor atau nama pada produk ini. Dalam hal ini penulis memiliki tujuan untuk melihat kesamaan karakter dalam lipstick berdasarkan klasternya. Untuk itu perlu bantuan analisis software tambahan untuk membedakan atau mencari kemiripan sampel. Salah satu analisis yang dapat dilakukan adalah dengan metode fuzzy. Fuzzy c-means (FCM) adalah algoritma clustering dimana satu objek dapat menjadi anggota beberapa cluster berdasarkan kesamaan karakteristiknya. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan data intensitas dari 3 bahan lipstik dengan metode clustering yang bertujuan untuk mengetahui kemiripan antar bahan menggunakan Delphi. Terdapat 3 pusat cluster yang mewakili masing-masing bahan. Dari hasil pusat klaster didapat bahwa bahan 1 dan 2 berada pada satu klaster sedangkan bahan 3 berada di klaster yang berbeda. Kata kunci: Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), lipstik, klaster, fuzzy c-means (FCM), Delphi
PREDIKSI JUMLAH PENDERITA PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE SVM (SUPPORT VECTOR MACHINE)
Tuberkulosis (TB atau TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang sangat kuat sehingga dalam pengobatannya memerlukan waktu yang cukup lama. Pengobatan penyakit tuberkulosis dilakukan selama 6-9 bulan secara rutin dengan sedikitnya 3 macam jenis obat. Saat ini kebanyakan masyarakat menganggap batuk dalam jangka waktu berbulan-bulan merupakan batuk biasa, jika dicermati salah satu gejala yang ditimbulkan penyakit tuberkulosis, yaitu batuk dalam jangka waktu yang panjang. Pada penelitian ini digunakan data penderita tuberkulosis di Kota Bandar Lampung, data cuaca dan matrix jarak antara kejadian penderita tuberkulosis yang satu dengan kejadian yang lainnya dalam lingkup kecamatan. Jumlah dari keseluruhan data sebanyak 600 data dengan 44 variabel. Penelitian ini juga menggunakan 3 kernel yaitu, Linear, Gaussian, dan Polynomial dengan menggunakan Metode SVM dengan kernel Linear mendapatkan nilai rata-rata R2 sebesar 51.43 %, pada percobaan dengan metode SVM dengan kernel Gaussian mendapatkan nilai rata-rata R2 sebesar 58.53 % dan pada percobaan dengan metode SVM dengan kernel Polynomial mendapatkan nilai rata-rata R2 sebesar 36.03 %.Kata Kunci : Prediksi penderita tuberculosis, tuberculosis, Machine Learning, Support Vector Machine.Tuberculosis (TB / TBC) is one of infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria. These bacteria are very strong bacteria so for the treatment takes a long time. Tuberculosis treatment is carried out for 6-9 months regularly with at least 3 types of drugs. Currently, most of people consider a cough for months is a common cough, if looked by one of the symptoms caused by tuberculosis, which is a cough for a long time. In this research, data on tuberculosis patients in the city of Bandar Lampung were used, weather data and the distance matrix between the case of tuberculosis patients with other case within the district. The total number of data is 600 data with 44 variables. This research also uses 3 kernels namely, Linear, Gaussian, and Polynomial by using the SVM method with the Linear kernel getting an average R2 value of 51.43%, in the experiment with the SVM method with a gaussian kernel getting an average R2 value of 58.53% and at Experiments with the SVM method with the Polynomial kernel obtained an average value of R2 of 36.03% .Keywords : Prediction of tuberculosis sufferers, tuberculosis, Machine Learning, Support Vector Machine
SISTEM PAKAR ANALISA KERUSAKAN SEPEDA MOTOR MATIC DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER DAN PEMROGRAMAN PYTHON
Remuneration is a term that relates to employee payroll which is set by certain regulations routinely based on work values, with the aim of creating better and cleaner governance and increasing motivation and work performance. Performance is determined by assessing the compilation oflecturer’swork files and then verified by the department that responsible to it. Rule Base Reasoning is an expert system based on a series of rules that represent human knowledge and experience in solving some complex cases. Expert system is a system whose capability to adopt human knowledge in solving problems so the system can solve problems as is usually done by experts. To implement this method a web-based system is used using the PHP programming language with the concept of Object Oriented Programming with ecpectation this system can be designed more easily and can be developed continuously so it can optimize the acceptance of lecturer remuneration andso far it can minimize the possibility of errors due to human errors. on institutions and lecturers.Keywords: Remuneration, Rule Base Reasoning, Performance, Lecturers, Expert Systems.Remunerasi merupakan sebuah istilah yang berhubungan dengan penggajian pegawai yang ditetapkan dengan peraturan tertentu secara rutin berdasarkan nilai-nilai kerja, dengan tujuan terciptanya tata kelola yang lebih baik dan bersih serta meningkatkan motivasi dan prestasi kerja.Kinerja ditentukan dengan pengumpulan bukti kerja kepada pihak yang bertanggung jawab dan dihitung oleh badan yang ditentukan.Rule Base Reasoning adalah sistem pakar berdasarkan serangkaian aturan-aturan yang merupakan representasi dari pengetahuan dan pengalaman manusia dalam memecahkan kasus yang rumit. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia dalam menyelesaikan masalah sehingga sistem tersebut dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para pakar.Untuk mengimplementasikan metode ini dibuat sebuah sistem berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan konsep Object Oriented Programming dengan harapan sistem ini bisa dirancang lebih mudah dan bisa dikembangkan secara berkelanjutan dan dapat mengoptimalkan penerimaan remunerasi dosen sehingga bisa memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan karena human error yang bisa menyebabkan kerugian pada pihak institusi maupun dosen.Kata kunci: Remunerasi, Rule Base Reasoning, Kinerja, Dosen, Sistem Pakar
PROTOTYPE MONITORING SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER PADA COOL BOX IKAN MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DENGAN METODE FUZZY
Often fish supply in to the consumers need long relatives distance and much time. Meanwhile the consumers always want fresh fish. The problem occurred was broken stock of fresh fish in every shipping and happened almost all the time. It made fish became stale and made supplier got lose. The study was took place in Batulicin Simpang Empat in a harbor (Pelelangan Pembongkaran Ikan) until now the handling of fish catches generally used ice block in the usual cool box. Using ice block is one of easiest method. Although, using ice block only could maintain low temperature in short time whereas the ideal temperature of cool box should be 10 Celsius measured by usual temperature’s device room. In shipping process, the driver unpack the cool box to checked temperaturemanually. This matter waste time and cost because the driver should provide extra ice block to maintain low temperature of cool box. In order to resolve the problem, monitoring could be done automatically by using a microcontroller chip in the cool box with DS18B20 censor and fuzzy methodbase microcontroller. The purpose was supplier could be helped to monitoring the stabilities of cool box temperature used website. This system is made by computerization. It would make supplier job easier because driver able to check fish condition without unpack the cool box and made time, energy and cost more efficient.Keywords: Temperature Censor, Fish cool box microcontroller, Fuzzy method, and websiteSeringkali dalam penyuplaian ikan kepada konsumen membutuhkan jarak dan waktu yang relatif panjang, sedangkan konsumen selalu mengharapkan ikan segar. Permasalahan besar yang dihadapi dalam produksi ikan segar, yaitu persediaan yang rusak (broken stock) dalam jumlah yang banyak, sehingga jumlah ikan yang membusuk menjadi berlebihan dan akhirnya mengalami kerugian. Di Batulicin Simpang Empat, tempat dilakukanya penelitian, tepatnya di pelabuhan PPI (Pelelangan Pembongkaran Ikan), penanganan hasil tangkapan ikan saat ini masih menggunakan pendinginan es batu di dalam cool box biasa. Penggunaan es merupakan salah satu cara yang paling mudah dilakukan. Akan tetapi, pendinginan dengan menggunakan es batu hanya dapat mempertahankan suhu rendah dalam waktu yang singkat sedangkan suhu ideal dari dalam cool box adalah 10 C yang diukur dengan menggunakan alat suhu ruangan biasa. Jadi, saat perjalanan driver akan membongkar muatan dan mengecek apakah suhu turun atau tidak secara manual. Hal ini sangat memakan waktu dan biaya karena supplier selalu membawa cadangan es untuk berjaga-jaga jika suhu turun didalam cool box tersebut. Untuk mengatasi permasalahan di atas, monitoring dapat dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan sebuah chip mikrokontroler pada cool box dengan sensor DS18B20 bersama metode fuzzy berbasis mikrokontroler. Tujuannya agar supplier dapat terbantu untuk memonitoring kestabilan suhu cool box dengan menggunakan website. Karena sistem dibuat terkomputerisasi maka akan memudahkan kinerja dari supplier atau driver sehingga driver dapat memonitor kondisi ikan di dalam cool box tanpa harus membongkar muatan dan hal ini dapan mengefisiensikan waktu, tenaga, dan biaya karena suhu cool box tetap terjaga dengan baik dan mudah.Kata kunci: Sensor Suhu, Mikrokontroler Cool Box Ikan, Metode Fuzzy, dan websit
ANALISIS AUDIT TATA KELOLA KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA INSTANSI X
Information technology governance has an important role in regulating the use and utilization of information technology at the X Institusions. Problems in the X Institusions, especially in the management of information technology security. In this research, the process design on COBIT 5 is the DSS05 and APO13 domains that focuses on ensuring the management of information technology security. Based on the capability level assessment for the DSS05 and APO13 domains, the results are still at level 1. Level 1 means that the IT security governance process has been implemented but the documentation process is incomplete. Therefore, IT security audits are needed in managing, directing and evaluating IT resources to create optimization of IT utilization. The target set is level 2, where management carries out processes that have been planned, monitored, and adjusted, as well as the exact products set, controlled and maintained.Keywords: COBIT 5, IT Governance, Security, Capability Tata kelola teknologi informasi memiliki peranan penting dalam mengatur penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi di Instansi X. Permasalahan yang muncul pada Instansi X, terutama pada bagian pengelolaan keamanan teknolgi informasi. Pada penelitian dilakukan perancangan proses pada COBIT 5 yaitu domain DSS05 dan APO13 yang berfokus dalam memastikan pengelolaan keamanan teknologi informasi. Berdasarkan penilaian tingkat kapabilitas untuk domain DSS05 dan APO13, hasilnya masih berada di level 1. Level 1 memiliki arti bahwa proses tata kelola keamanan TI telah dilaksanakan namun proses dokumentasi belum lengkap. Oleh karena itu, perlu adanya audit tata kelola keamanan TI dalam mengelola mengarahkan, dan mengevaluasi sumber daya TI untuk menciptakan optimalisasi pemanfaatan TI. Target yang ditetapkan adalah level 2, dimana manajemen melaksanakan proses yang telah direncanakan, dimonitor, dan disesuaikan, serta produk yang tepat ditetapkan, dikontrol dan dipelihara.Kata kunci: COBIT 5, Tata Kelola TI, Keamanan, Kapabilita
FENOMENA SPORADIC E FREKUENSI 5.2 MHZ PADA KONDISI SOLAR MINIMUM TAHUN 2019
High Frequency (HF) Communication is very dependent on the condition of the ionosphere which changes conditions over time. 2019 is a year with minimum solar conditions marked by a lack of solar cold spots. This condition can cause interference with the propagation path of radio waves in the ionosphere. In this research, a report on HF wave propagation observations is presented using a retrospective method to determine the sporadic E intensity at minimum solar conditions. Data retrieval is done by beacon / sounding system between radio stations by using a low power signal processing software that is Weak Signal Propagation Report (WSPR). Observations were made by building 2 radio stations in Surabaya (7.30S, 112.78E) as transmitter and radio stations in Jombang (7.61S, 112.31E) as receiver. Observations were carried out for one year from November 2018 until October 2019. During the observation process, a frequency of 5.2 MHz is used and the results showed that there were several days that described a favorable phenomenon for HF communication at close range (below 500 km), namely Sporadic E. During the observation it was obtained 8 times the Sporadic E phenomenon that is quite long with a time span of occurrence between 1 hour to 3 hours. Overall observations show that in May to August is the time when most Sporadic E phenomena occur. So from this research, it can be concluded that the sporadic E phenomenon can still occur when the sun enters the minimum solar conditions.Keywords: HF, Solar Minimum, Ionospher, Sporadic E Komunikasi High Frequency (HF) sangat bergantung pada kondisi ionosfer yang mengalami perubahan kondisi dari waktu ke waktu. Tahun 2019 merupakan tahun dengan kondisi solar minimum yang ditandai dengan minimnya nilai titik dingin matahari. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan pada jalur propagasi gelombang radio di lapisan ionosfer. Pada penelitian ini, disajikan laporan pengamatan propagasi gelombang HF menggunakan metode retrospektif untuk mengetahui intensitas sporadic E saat kondisi solar minimum. Pengambilan data dilakukan dengan sistem beacon / sounding antar stasiun radio dengan memanfaatkan software pengolahan sinyal daya rendah yaitu Weak Signal Propagation Report (WSPR). Pengamatan dilakukan dengan membangun 2 stasiun radio yang berada di Surabaya (7.30S, 112.78E) sebagai pemancar dan stasiun radio di Jombang (7.61S, 112.31E) sebagai penerima. Pengamatan dilakukan selama satu tahun dari bulan November 2018 sampai dengan bulan Oktober 2019. Pada proses pengamatan digunakan frekuensi 5.2 MHz dan hasilnya menunjukkan terdapat beberapa hari yang menggambarkan fenomena menguntungkan untuk komunikasi HF jarak dekat (dibawah 500 km) yaitu Sporadic E. Selama pengamatan telah didapatkan 8 kali fenomena Sporadic E yang cukup lama dengan rentang waktu kejadian antara 1 jam hingga 3 jam. Secara keseluruhan hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada bulan Mei hingga bulan Agustus merupakan waktu paling banyak terjadinya fenomena Sporadic E. Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fenomena sporadic E masih bisa terjadi ketika matahari memasuki kondisi solar minimum.Kata kunci: HF, Solar Minimum, Ionosfer, Sporadic
DETECTION OF LUNG CANCER CELL BASED ON CYTOLOGICAL EXAMINATION USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Lung cancer is one of the most dangerous cases with the largest number of new cases in the world. The number of Lung Cancer in Indonesia is increasing rapidly every day until it is ranks 8th position in Southeast Asia, experiencing an increase in the last five years by 10.85 percent. This study aims to build a tool to detect lung cancer using the Deep Learning classification method with the Convolutional Neural Network (CNN) Algorithm. The tools that are made can be used for consideration in detecting from the results of cytological examinations, can be classified into normal (negative) and abnormal (positive) types of cancer. The experiment was carried out by performing hyperparameter optimization. The results show that the hyperparameter optimization has superior results compared to others, using the hyperparameter Gradient Boosted Regression Tree method. Experiments without hyperparameters give an accuracy value of 97%, while with the Gaussian Process it gives 98% accuracy and with a hyperparameter gradient boosted regression tree gives 99% accuracy, which is the best accuracy.Keywords : Lung Cancer, Cytological Examinations, Deep Learning, Convolutional Neural Network (CNN)terbanyak di dunia. Jumlah penderita Kanker Paru di Indonesia semakin hari semakin meningkat pesat hingga menduduki urutan ke-8 di Asia Tenggara, mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir sebanyak 10.85 persen. Penelitian ini bertujuan untuk membangun alat pendeteksi kanker paru menggunakan metode klasifikasi Deep Learning dengan Algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Alat yang dibuat dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam mendeteksi Kanker Paru dari hasil pemeriksaan sitologi, diklasifikasikan menjadi jenis normal (negatif) dan abnormal (positif) kanker. Percobaan dilakukan dengan melakukan optimasi hyperparameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi hyperparameter memiliki hasil yang lebih unggul yaitu dengan menggunakan metode hyperparameter Gradient Boosted Regression Tree. Percobaan tanpa hyperparameter memberikan nilai akurasi 97%, sedangkan dengan Gaussian Process memberikan akurasi 98% dan dengan hyperparameter Gradient Boosted Regression Tree memberikan akurasi terbaik yaitu 99%.Kata Kunci : Kanker Paru, Pemeriksaan Sitologi, Deep Learning, Convolutional Neural Network (CNN
IMPLEMENTASI FRAMEWORK COBIT 5.0 FOKUS DOMAIN DELIVERY, SUPPORT, DAN SERVICE PADA PT.XYZ
XYZ company has implemented information technology in the company's operations. Information technology management audits are needed to find out whether the application of information technology is in accordance with the company's control standards. The framework used in this research was COBIT 5.0 domain that is DSS (Delivery, support, dan service) because the DSS domain includes has IT management scope, data management scope, and facility operational scope. This research aimed to evaluate information technology management at the company. Audit results shows that the company's capability level in 4th level (Predictable Process). Predictable Process means that DSS domain process has been standarized, do the IT process, and achieved process. Capability level that the company wants to be achieve is 5th level (Optimizing Process). To achieve this level, companies must innovate and make sustainability improvements.Keywords: COBIT 5.0 Framework, Delivery, support, dan service, DSS Domain, IT Management of Audit PT. XYZ adalah perusahaan yang telah menerapkan teknologi informasi dalam operasional perusahaan. Audit manajemen teknologi informasi diperlukan untuk mengetahui apakah penerapan teknologi informasi sudah sesuai dengan standar control perusahaan. Framework yang digunakan dalam penelitian ini adalah COBIT 5.0 domain yang DSS (Delivery, support, dan service) karena domain DSS mencakup pengelolaan layanan teknologi informasi, pengelolaan data, dan operasional fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen teknologi informasi pada perusahaan tersebut. Berdasarkan hasil audit, capability level perusahaan berada pada level 4 (Predictable Process). Predictable Process diartikan proses domain DSS pada perusahaan telah terstandarisasi, melakukan proses sesuai dengan standar yang ditetapkan, dan mencapai hasil dari proses tersebut. Namun, expected level yang ingin dicapai perusahaan adalah level 5 (Optimizing Process). Untuk mencapai level tersebut, perusahaan harus membuat inovasi dan melakukan perbaikan yang berkelanjutan.Kata kunci: Audit Manajemen Teknologi Informasi, Delivery, support, dan service, Domain DSS, Framework COBIT 5
IMPLEMENTASI WEIGHT PRODUCT (WP) UNTUK PEMILIHAN BUBUR BAYI INSTAN USIA 6BULAN+
Instant baby porridge is one of the preferred foods for babies that are used at the age of six months and above and baby porridge or also known as solid food is a very decisive step to meet a baby's nutritional needs, the problem of fulfilling nutrition for all age groups is still not resolved at this time . The cause of malnutrition can be seen from one of the factors that are difficult to eat, the problem of difficulty eating can be seen in toddlers and this problem if not resolved quickly can affect the growth and development of toddlers due to nutritional deficiencies. Parents' desire to meet their children's nutritional needs is often in inappropriate ways, such as by promising a reward in the form of their favorite meal if the child shows good behavior, so that the child does not consume healthy food and ultimately results in bad food behavior for the child. To solve the above problems, a decision support system method is applied, namely the weighted product (WP) with the aim that parents can easily and quickly choose baby porridge food, so that there are no mistakes in meeting the nutritional needs of their children. The results obtained in the calculation of the Weighted Product Method which consists of several calculation stages, starting from determining alternatives and criteria, baby porridge selection criteria, weight importance level, criteria weighting, vector calculation to ranking are products for selecting baby porridge, there are 2 best alternatives, namely A11 with a value of 0.09390 and A12 with a value of 0.09390.Keywords: weight product, instant baby porridge Bubur bayi instan salah satu makanan pilihan bayi yang digunakanan pada usia enam bulan keatas dan bubur bayi atau juga disebut dengan makanan padat merupakan langkah yang sangat menentukan untuk memenuhi suatu kebutuhan gizi bayi, permasalahan pemenuhan gizi dari seluruh kelompok umur masih belum bisa diselesaikan pada saat ini. Menyebabkan gizi yang kurang dapat dilihat dari salah satu faktor sulit makan, masalah sulit makan dapat dilihat pada balita dan masalah tersebut jika tidak diselesaikan dengan cepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita dikarenakan kekurangan nutrisi. Keinginan para orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anaknnya sering kali dalam pemberian makanan dengan cara yang kurang tepat seperti dengan menjanjikan hadiah berupa makan kesukaannya jika anak menunjukkan perilaku yang baik, sehingga anak tidak mengkonsumsi makanan sehat dan akhirnya mengakibatkan perilaku makanan yang tidak baik bagi anak. Untuk menyelesaikan permasalahan diatas, maka diterapkan metode sistem penunjang keputusan yaitu weighted product (WP) dengan tujuan agar para orang tua dengan mudah dan cepat dalam memilih makanan bubur bayi, sehingga tidak tejadi kesalahan dalam memenuhi kebutuhan gizi anaknya. Adapun hasil yang diperoleh dalam perhitungan Metode Weighted Product yang terdiri dari beberapa tahap perhitungan, mulai dari penentuan alternatif dan kriteria, kriteria seleksi bubur bayi, kingkat kepentingan bobot, pembobotan kriteria, perhitungan vektor hingga perangkingan adalah produk untuk penyeleksian bubur bayi didapatkan 2 alternatif terbaik yaitu A11 dengan nilai 0,09390 dan A12 dengan nilai 0,09390.Kata kunci: weight product, bubur bayi insta
PEMANFAATAN ANALISIS SPASIAL UNTUK PEMETAAN RISIKO BENCANA ALAM TSUNAMI MENGGUNAKAN PENGOLAHAN DATA SPASIAL SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Lampung Province, which is located in the southernmost region of the island of Sumatra, is also a disaster-prone region, such as the tsunami and eruption of Mount Anak Krakatau that occurred in 2018 which resulted in casualties and property losses, because Lampung Province is an area with a dense population. One of the disasters that threatened the Lampung province was the Tsunami. The threat occurs because Lampung Province is located in an area bordering the Sunda Strait, and the Indian Ocean so there is a potential for disaster in this region. The purpose of this study is to carry out a part of disaster mitigation namely disaster risk analysis using Geographic Information Systems (GIS). The mapping of tsunami risk level was made in the form of tsunami disaster-prone zones and evacuation routes, and this mapping has been carried out in the coastal area of South Lampung, Lampung Province.Keywords : Information Systems, GIS, Sumatra, South Lampung Provinsi Lampung yang terletak diwilayah paling selatan pulau Sumatera juga merupakan daerah yang rentan bencana, seperti kejadian tsunami dan erupsi gunung anak Krakatau yang terjadi pada 2018 yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda, Karena Provinsi Lampung adalah wilayah dengan jumlah penduduk yang padat. Salah satu bencana yang mengancam provinsi lampung adalah Tsunami. Ancaman terjadi karena Provinsi Lampung terletak di wilayah yang berbatasan dengan Selat Sunda, dan Samudra Hindia sehingga ada potensi bencana di wilayah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan bagian mitigasi bencana yaitu analisis resiko bencana dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemetaan tingkat resiko tsunami ini dibuat dalam bentuk zona-zona rawan bencana tsunami serta jalur evakuasi, dan pemetaan ini telah dilakukan pada daerah pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung.Kata kunci : Sistem Informasi, SIG, Sumatera, Lampung Selata