The Indonesian Journal of Accounting Research
Not a member yet
    325 research outputs found

    Agency Theory, Accounting Information, and Corporate Financial Management: A New Framework for Developing Financial Strategies for Banking Companies

    Get PDF
    Abstract: The objective of this study is to develop a corporate financial optimization model, based on the theoretical foundations of, and for integrating, the crucial issues in accounting and finance such as agency and information asymmetry and the use of accounting information to mitigate the problems, which can give appropriate financial strategies relevant for the contemporary business world. There are a good number of financial models in the existing literature. However, as important issues relevant to financial management for corporations are emerging, it is essential to develop a financial optimization model that can embed and address these emerging issues and can prescribe a set of financial management strategies, which are relevant in the current situations of corporations shaped by these emerging issues. This study formulates an applied integrated financial optimization problem to investigate the extent to which the financial model designs optimal financial strategies that can mitigate agency problems and provide a basis for sound accounting practices, leading to the optimal company value in real life situations. Generally, this study concludes that the integrated financial model can provide economic significance when formulating financial strategies for mitigating agency problems and maximizing company value. It also provides new insights into sound accounting practices should be implemented in an integrated, large-scale real-life financial strategy. This paper contributes to corporate financial modeling by developing a model based on the multidisciplinary literature, including contemporary accounting, agency theory, and management science, by providing a new corporate finance model, which is appropriate for modeling and addressing some crucial contemporary issues in corporate finance in the current world.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model optimasi keuangan perusahaan, berdasarkan pada landasan teoritis, dan untuk mengintegrasikan isu-isu penting dalam akuntansi dan keuangan seperti asimetri agensi dan informasi dan penggunaan informasi akuntansi untuk mengurangi masalah, yang dapat memberikan strategi keuangan yang tepat yang relevan untuk dunia bisnis kontemporer. Ada sejumlah model keuangandalamliteratur yang sudahada. Namun, karena isu-isu penting yang relevan dengan manajemen keuangan untuk perusahaan sedang berkembang, penting untuk mengembangkan model pengoptimalan keuangan yang dapat menanamkan dan mengatasi masalah yang muncul dan dapat meresepkan serangkaian strategi manajemen keuangan, yang relevan dalam situasi perusahaan saat ini. dibentuk oleh isu-isu yang muncul ini. Studi ini merumuskan masalah optimasi keuangan terintegrasi yang diterapkan untuk menyelidiki sejauh mana model keuangan merancang strategi keuangan yang optimal yang dapat mengurangi masalah keagenan dan menyediakan dasar untuk praktik akuntansi yang baik, yang mengarah ke nilai perusahaan yang optimal dalam situasi kehidupan nyata. Umumnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa model keuangan terintegrasi dapat memberikan signifikansi ekonomi ketika merumuskan strategi keuangan untuk mengurangi masalah keagenan dan memaksimalkan nilai perusahaan. Ini juga memberikan wawasan baru ke dalam praktik-praktik akuntansi yang baik harus diterapkan dalam strategi finansial kehidupan nyata berskala besar yang terintegrasi. Makalah ini memberikan kontribusi untuk pemodelan keuangan perusahaan dengan mengembangkan model berdasarkan literatur multidisiplin, termasuk akuntansi kontemporer, teori keagenan dan ilmu manajemen, dengan menyediakan model keuangan perusahaan baru, yang sesuai untuk pemodelan dan mengatasi beberapa isu kontemporer yang krusial dalam keuangan perusahaan. di dunia saat ini

    Analysis of Accruals Quality on the Cost of Capital - A Case Study on Manufacturing Companies in Indonesia

    Get PDF
    Abstract: This study analyzes the effect of accruals quality on the cost of capital. Cost of capital consists of the cost of debt and cost of equity. Accrual quality is influenced by several factors which are divided into two groups: non-discretionary accruals (innate) and discretionary accruals. The sample used in this study is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange from the period of 2002 to 2013. Ordinary least square linear regressions are employed to analyze the data. The results showed that the quality of accruals negatively affects the cost of capital. However, the cost of capital of manufacturing companies in Indonesia is not affected by the innate accruals quality but only affected by the quality of discretionary accruals. The study suspects that investors may not be known to the practice of earnings management that affects accrual quality in reported earnings. Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas akrual pada biaya modal. Biaya modal terdiri dari biaya utang dan biaya ekuitas. Kualitas akrual dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dibagi menjadi dua kelompok: non-discretionary accruals (bawaan) dan akrual diskresioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode 2002 hingga 2013. Regresi linier terkecil biasa digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas akrual berpengaruh negatif terhadap biaya modal. Namun, biaya modal perusahaan manufaktur di Indonesia tidak dipengaruhi oleh kualitas akrual bawaan, tetapi hanya dipengaruhi oleh kualitas akrual diskresioner. Studi ini mencurigai bahwa investor mungkin tidak memiliki pengetahuan tentang praktik manajemen laba yang mempengaruhi kualitas akrual dalam laba yang dilaporkan.

    The Influence of Organizational Culture, Professional Commitment and Level of Religiosity to Ethical Judgement of the Auditor: Indonesia Evidence

    Get PDF
    Abstract: The purpose of the research is to obtain empirical evidence about the impact of organizational culture, professional commitment and religiosity to ethical judgment of the auditor. The study was conducted by-administered questionnaire distribution model that applied to all the auditors who work in Public Accounting Firm (HOOD) in Surabaya. The sample in this research is 86 auditors from 18 Public Accounting Firm. Hypothesis testing  was being done using PLS. The study found that organizational culture effect positively to the auditor's ethical judgment but facial took. While Auditors' commitment professional and the auditor's religiosity level effect positively significant to the auditor's ethical judgmentAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris tentang dampak budaya organisasi, komitmen profesional dan religiusitas terhadap penilaian etika auditor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model distribusi kuesioner yang diterapkan pada semua auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (HOOD) di Surabaya. Sampel dalam penelitian ini adalah 86 auditor dari 18 Kantor Akuntan Publik. Pengujian hipotesis sedang dilakukan menggunakan PLS. Studi ini menemukan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap penilaian etis auditor tetapi pengambilan wajah. Meskipun komitmen profesional Auditor dan tingkat religiusitas auditor berpengaruh positif signifikan terhadap penilaian etis audito

    Author Indexes

    Get PDF
    Author Indexes  for Volume 20, 201

    Analysis of the Relationship between Quality of Financial Statements Review and Audit Findings on the Local Government Financial Statements in Daerah Istimewa Yogyakarta Province, Indonesia

    Get PDF
    Abstract: There are two objectives of this study. The first objective is to evaluate the quality of local government financial statement (LGFS) review conducted by five local government inspectorate offices (i.e., internal auditor) in the Province Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secondly, this study analyzes the relationship between the quality of LGFS review and the number of audit findings conducted by the Supreme Audit Board (i.e., the external auditor). This study uses qualitative methods. Results of this study indicate that the quality of LGFS review varies significantly among local governments as shown by the score of review quality ranging from 73.08% to 83.59%. Furthermore, the quality of LGFS review has a negative correlation with the number of audit findings, which means that the better the quality of the review the smaller the number of audit findings. Results of this study are expected to provide input to local government inspectorates to take necessary steps so that the implementation of LGFS review to be more qualified. In turn, the number of audit findings can be minimized. Also, the academic benefits of this research are to become a reference for the next researcher who wants to do further research related to the implementation of the LGFS review.Abstrak: Ada dua tujuan dari penelitian ini. Tujuan pertama adalah untuk mengevaluasi kualitas ulasan laporan keuangan pemerintah daerah (LGFS) yang dilakukan oleh lima kantor inspektorat pemerintah daerah (yaitu auditor internal) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kedua, studi ini menganalisis hubungan antara kualitas tinjauan LGFS dan jumlah temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (yaitu auditor eksternal). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tinjauan LGFS bervariasi secara signifikan di antara pemerintah daerah seperti yang ditunjukkan oleh skor kualitas ulasan mulai dari 73,08% menjadi 83,59%. Selanjutnya, kualitas tinjauan LGFS memiliki korelasi negatif dengan jumlah temuan audit, yang berarti bahwa semakin baik kualitas peninjauan semakin kecil jumlah temuan audit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada inspektorat pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sehingga pelaksanaan tinjauan LGFS menjadi lebih berkualitas. Pada gilirannya, jumlah temuan audit dapat diminimalkan. Selain itu, manfaat akademik dari penelitian ini adalah menjadi referensi bagi peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan pelaksanaan tinjauan LGFS

    Subject Indexes

    Get PDF
    Subject Indexes for Volume 20, 201

    Presumptive Taxation Scheme: Its Impact On Tax Expense and Taxpayer’s Compliance

    Get PDF
    Abstract: The presumptive taxation scheme under the Government Regulation 46 of 2013 are available for certain taxpayers who earn income from the business with a gross turnover of no more than Rp4,8 billion per year. The regulations impose final income tax by 1% of the gross turnover. The objectives of this study are to examine the impact of the taxation scheme on the income tax expense of the cooperative taxpayers. Also, this study explores the taxpayer accounting capability, perceptions, and preferences to the Government Regulation No 46 of 2013 on their influence on the tax payer's voluntary compliance. Surveys collected the primary and secondary data used on 257cooperatives. There is six hypothesis, compare cooperative's tax expense tests the first means between the presumptive and the regular taxation scheme. Multiple regression tests the second hypothesis until the sixth. The results show that the tax expense averages based on presumptive scheme less than that is subject to the regular system.The findings also show that the sum of the potential government revenue from the presumptive scheme less than from the regulation system. Furthermore, taxpayers' perceptions of the presumptive taxation model and accounting capability of the taxpayers have positive impact significantly on their preference to the presumptive taxation model; and the taxpayers' perceptions, accounting capability, and the preference to the presumptive taxation model have positive impact significantly on their taxpayers' voluntary compliance. All hypothesis proposed is supported by the empirical evidence. Abstrak: Skema perpajakan menurut Pemerintah 46 tahun 2013 diperuntukkan bagi wajib pajak tertentu tertentu yaitu wajib pajak yang memperoleh peredaran bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar per tahun. Peraturan ini mengenakan pajak penghasilan pada wajib pajak tersebut sebesar sebesar 1% dari omset bruto yang bersifat final. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak skema perpajakan tersebut pada beban pajak penghasilan wajib pajak koperasi. Selain itu, studi ini mengekplorasi kemampuan pembayar pajak, persepsi dan preferensi pengurus kopersi terhadap Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2013 dan pengaruhyna terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dalam survei terhadap 257 koperasi di Jawa Tengah. Ada enam hipotesis yang diajukan, yang pertama diuji dengan membandingkan cara-cara pengeluaran pajak koperasi antara skema pajak dengan skema final dan dan skema perpajakan reguler. Hipotesis kedua sampai keenam diuji dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pajak penghasilan  versi PP Nomor 46 2013 (presumptive system) lebih kecil dari pada beban yang dihitung dengan sistem reguler (UU Nomor 36 Tahun 2008). Hasil penelitian juga menunjukkan jumlah potensi penerimaan pemerintah dari skema Presumptive (dugaan) lebih kecil dari pada skema penghitungan berdasarkan UU nomor 36 tahun 2008. Lebih lanjut, temuan juga menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak atas presumptive taxation model dan kemampuan akuntansi pembayar pajak memiliki dampak positif signifikan pada preferensi mereka terhadap presumptive taxation model; dan persepsi wajib pajak, kemampuan akuntansi, dan preferensi wajib pajak atasa presumptive taxation model memiliki dampak positif yang signifikan pada kepatuhan sukarelan wajib wajib pajak. Semua hipotesis yang diajukan terdukung secara empiris

    Environmental and Social Reporting Practices of Shariah-Approved Companies in the Environmentally Sensitive Industry in Indonesia

    Get PDF
    Abstract: This study explores the extent of environmental and social reporting (ESR) in the annual report of Shariah-Approved Companies (SAC) in the Indonesian environmentally-sensitive sectors and examines whether there are any differences in the disclosure strategy between SAC and Non-SAC. According to social accountability and disclosure concept, companies which practice Islamic concept would normatively disclose more information about environmental and social responsibility. Using content analysis on annual reports of Indonesian listed firms in the manufacturing and mining industries, we find some differences in the disclosure strategy between SAC and Non-SAC. SAC tend to have more concern toward environmental responsibility information, whereas Non-SAC tend to disclose more about social responsibility information. Further, we find that firms issuing sustainability reports tend to have a higher level of ESR disclosures. However, we do not find support on the role of the external auditor in encouraging their clients to disclose more information on ESR, which could be due to the lack of standard and guideline in disclosing ESR provided by the regulator. Abstrak : Studi ini mengeksplorasi tingkat pelaporan lingkungan dan sosial (ESR) dalam laporan tahunan Perusahaan-Perusahaan yang Disetujui-Syariah (SAC) di sektor-sektor yang peka terhadap lingkungan di Indonesia dan memeriksa apakah ada perbedaan dalam strategi pengungkapan antara SAC dan Non-SAC. Menurut konsep akuntabilitas dan pengungkapan sosial, perusahaan yang mempraktekkan konsep Islam akan secara normatif mengungkapkan lebih banyak informasi tentang tanggung jawab lingkungan dan sosial. Menggunakan analisis konten pada laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indonesia di industri manufaktur dan pertambangan, kami menemukan beberapa perbedaan dalam strategi pengungkapan antara SAC dan Non-SAC. SAC cenderung lebih memperhatikan informasi tanggung jawab lingkungan, sedangkan Non-SAC cenderung mengungkapkan lebih banyak tentang informasi tanggung jawab sosial.  Lebih lanjut, kami menemukan bahwa perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan cenderung memiliki tingkat pengungkapan ESR yang lebih tinggi. Namun, kami tidak menemukan dukungan pada peran auditor eksternal dalam mendorong klien mereka untuk mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang ESR, yang mungkin karena kurangnya standar dan pedoman dalam mengungkapkan ESR yang disediakan oleh regulator.Abstrak :Studi ini mengeksplorasi tingkat pelaporan lingkungan dan sosial (ESR) dalam laporan tahunan Perusahaan-Perusahaan yang Disetujui-Syariah (SAC) di sektor-sektor yang peka terhadap lingkungan di Indonesia dan memeriksa apakah ada perbedaan dalam strategi pengungkapan antara SAC dan Non-SAC. Menurut konsep akuntabilitas dan pengungkapan sosial, perusahaan yang mempraktekkan konsep Islam akan secara normatif mengungkapkan lebih banyak informasi tentang tanggung jawab lingkungan dan sosial. Menggunakan analisis konten pada laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indonesia di industri manufaktur dan pertambangan, kami menemukan beberapa perbedaan dalam strategi pengungkapan antara SAC dan Non-SAC. SAC cenderung lebih memperhatikan informasi tanggung jawab lingkungan, sedangkan Non-SAC cenderung mengungkapkan lebih banyak tentang informasi tanggung jawab sosial. Lebih lanjut, kami menemukan bahwa perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan cenderung memiliki tingkat pengungkapan ESR yang lebih tinggi. Namun, kami tidak menemukan dukungan pada peran auditor eksternal dalam mendorong klien mereka untuk mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang ESR, yang mungkin karena kurangnya standar dan pedoman dalam mengungkapkan ESR yang disediakan oleh regulator

    Lessons Learned From Early Implementation Stage of Accrual Accounting in Indonesia Local Government. A Case Study in Local Government of Province Jawa Timur

    Get PDF
    Abstract:Starting from 1 January 2015, all local governments in Indonesia implement accrual accounting.  There is a big question as of how good the implementation. Therefore, the objective of this study is to assess the implementation of accrual accounting in a local government in Indonesia for the first three months. This study utilizes descriptive-qualitative research method. This study finds that almost all of the working unit in the local government has not implemented the accrual accounting properly because the implementation is not conformed to the Government Accounting Standards. However, the local government showed a tendency to improvement. Problems in the implementation involved inadequatehuman resourcecapacity, poor commitment and poor intention of leaders of local government working units to implement accrual accounting, the poor infrastructure of accrual accounting, and poor organizational and internal coordination of local government working unit. Findings of this study will contribute benefits to other local governments by learning the successful critical variables in implementing accrual accounting.  Based on results, the central government (i.e., the Ministry of Home Affairs), local government executives could utilize the evidence to improve the implementation of accrual accounting for the future time. For Indonesian scholars and practitioners in the field of public sector accounting, this study will represent the first attempt to assess the implementation of accrual accounting in Indonesia.Abstrak: Mulai dari 1 Januari 2015, semua pemerintah daerah di Indonesia menerapkan akuntansi akrual. Ada pertanyaan besar tentang seberapa bagus implementasinya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai penerapan akuntansi akrual di pemerintah daerah di Indonesia selama tiga bulan pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Studi ini menemukan bahwa hampir semua unit kerja di pemerintah daerah belum menerapkan akuntansi akrual dengan baik karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Namun, pemerintah daerah menunjukkan kecenderungan untuk perbaikan. Masalah dalam implementasi melibatkan kapasitas sumber daya manusia yang tidak memadai, komitmen yang buruk dan niat buruk dari pemimpin  unit kerja pemerintah daerah untuk menerapkan akuntansi akrual, infrastruktur buruk akuntansi akrual, dan koordinasi organisasi dan internal yang buruk dari unit kerja pemerintah daerah. Temuan dari studi ini akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah lainnya dengan mempelajari variabel kritis yang berhasil dalam menerapkan akuntansi akrual. Berdasarkan hasil, pemerintah pusat (yaitu, Departemen Dalam Negeri), eksekutif pemerintah lokal dapat memanfaatkan bukti untuk meningkatkan pelaksanaan akuntansi akrual untuk waktu mendatang. Bagi para sarjana dan praktisi Indonesia di bidang akuntansi sektor publik, penelitian ini akan mewakili upaya pertama untuk menilai penerapan akuntansi akrual di Indonesia.Abstract:Starting from 1 January 2015, all local governments in Indonesia implement accrual accounting.  There is a big question as of how good the implementation. Therefore, the objective of this study is to assess the implementation of accrual accounting in a local government in Indonesia for the first three months. This study utilizes descriptive-qualitative research method. This study finds that almost all of the working unit in the local government has not implemented the accrual accounting properly because the implementation is not conformed to the Government Accounting Standards. However, the local government showed a tendency to improvement. Problems in the implementation involved inadequatehuman resourcecapacity, poor commitment and poor intention of leaders of local government working units to implement accrual accounting, the poor infrastructure of accrual accounting, and poor organizational and internal coordination of local government working unit. Findings of this study will contribute benefits to other local governments by learning the successful critical variables in implementing accrual accounting.  Based on results, the central government (i.e., the Ministry of Home Affairs), local government executives could utilize the evidence to improve the implementation of accrual accounting for the future time. For Indonesian scholars and practitioners in the field of public sector accounting, this study will represent the first attempt to assess the implementation of accrual accounting in Indonesia. Keywords: local government, accrual accounting Abstrak:Mulai dari 1 Januari 2015, semua pemerintah daerah di Indonesia menerapkan akuntansi akrual. Ada pertanyaan besar tentang seberapa bagus implementasinya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai penerapan akuntansi akrual di pemerintah daerah di Indonesia selama tiga bulan pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Studi ini menemukan bahwa hampir semua unit kerja di pemerintah daerah belum menerapkan akuntansi akrual dengan baik karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Namun, pemerintah daerah menunjukkan kecenderungan untuk perbaikan. Masalah dalam implementasi melibatkan kapasitas sumber daya manusia yang tidak memadai, komitmen yang buruk dan niat buruk dari pemimpin unit kerja pemerintah daerah untuk menerapkan akuntansi akrual, infrastruktur buruk akuntansi akrual, dan koordinasi organisasi dan internal yang buruk dari unit kerja pemerintah daerah. Temuan dari studi ini akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah lainnya dengan mempelajari variabel kritis yang berhasil dalam menerapkan akuntansi akrual. Berdasarkan hasil, pemerintah pusat (yaitu, Departemen Dalam Negeri), eksekutif pemerintah lokal dapat memanfaatkan bukti untuk meningkatkan pelaksanaan akuntansi akrual untuk waktu mendatang. Bagi para sarjana dan praktisi Indonesia di bidang akuntansi sektor publik, penelitian ini akan mewakili upaya pertama untuk menilai penerapan akuntansi akrual di Indonesia

    Analysis of Accruals Quality on the Cost of Capital - A Case Study on Manufacturing Companies in Indonesia

    Get PDF
    Abstract: This study analyzes the effect of accruals quality on the cost of capital. Cost of capital consists of the cost of debt and cost of equity. Accrual quality is influenced by several factors which are divided into two groups: non-discretionary accruals (innate) and discretionary accruals. The sample used in this study is manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange from the period of 2002 to 2013. Ordinary least square linear regressions are employed to analyze the data. The results showed that the quality of accruals negatively affects the cost of capital. However, the cost of capital of manufacturing companies in Indonesia is not affected by the innate accruals quality but only affected by the quality of discretionary accruals. The study suspects that investors may not be known to the practice of earnings management that affects accrual quality in reported earnings. Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas akrual pada biaya modal. Biaya modal terdiri dari biaya utang dan biaya ekuitas. Kualitas akrual dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dibagi menjadi dua kelompok: non-discretionary accruals (bawaan) dan akrual diskresioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode 2002 hingga 2013. Regresi linier terkecil biasa digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas akrual berpengaruh negatif terhadap biaya modal. Namun, biaya modal perusahaan manufaktur di Indonesia tidak dipengaruhi oleh kualitas akrual bawaan, tetapi hanya dipengaruhi oleh kualitas akrual diskresioner. Studi ini mencurigai bahwa investor mungkin tidak memiliki pengetahuan tentang praktik manajemen laba yang mempengaruhi kualitas akrual dalam laba yang dilaporkan

    88

    full texts

    325

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    The Indonesian Journal of Accounting Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇