Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi
Not a member yet
    499 research outputs found

    Rancang Bangun Sistem Pembayaran Kursus Mandarin Dengan Metode Waterfall

    Full text link
    The need for a computer-based system for Chinese language course institutions that still carry out the payment administration process manually, by writing payment details on receipts and student payment cards. The manual system makes the payment process longer and less efficient and requires more time to make financial reports. The problem is how to make the payment process more manageable, practical, efficient, and well-controlled. The computer-based payment management information system will solve this problem. In addition, there are additional benefits, good data management of students, and more detailed financial statements than manually. This research is develop a course payment system for the controlled management of student finances. The purpose is to prevent financial abuse and financial reporting more efficiently and accurately. The software engineering method used is Waterfall with the SDLC (Software Development Life Cycle) development model which is able to build the system in stages. It is hoped that with this system new student registration, payment processes and financial reports will be better for this course institution.The MandarinPro Course Payment System has been tested and used by Feng Huang Mandarin Course Bali to support student registration, course payments and financial reports. This system can be applied to similar courses.    Kebutuhan suatu sistem berbasis komputer bagi lembaga kursus Bahasa Mandarin yang masih melakukan proses administrasi pembayarannya secara manual, dengan menuliskan rincian pembayaran pada kuitansi dan kartu pembayaran siswa. Sistem manual membuat proses pembayaran menjadi lama dan kurang efisien serta membutuhkan waktu lagi untuk membuat pelaporan keuangannya. Permasalahannya adalah bagaimana cara membuat proses pembayaran lebih mudah, praktis, efisien dan terkontrol dengan baik. Dengan adanya sistem informasi manajemen pembayaran berbasis komputer, akan menyelesaikan permasalahan ini. Selain itu ada manfaat tambahan, yaitu manajemen data siswa yang aktif, cuti, berhenti, laporan keuangan yang lebih rinci dibanding secara manual. Penelitian ini mencoba mengembangkan sebuah sistem pembayaran uang kursus untuk pengelolaan keuangan siswa yang terkontrol. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan keuangan dan pelaporan keuangan yang lebih praktis, efisien dan akurat. Metode rekayasa perangkat lunak yang digunakan adalah Waterfall dengan model pengembangan SDLC (Software Development Life Cycle) yang mampu membuat sistem secara bertahap. Diharapkan dengan adanya sistem ini pendaftaran siswa baru, proses pembayaran dan laporan keuangan menjadi lebih baik bagi lembaga kursus ini. Sistem Pembayaran Kursus MandarinPro sudah diujicoba dan digunakan oleh Feng Huang Mandarin Course Bali untuk menunjang pendaftaran siswa, pembayaran kursus dan laporan keuangan. Sistem ini dapat diterapkan untuk kursus-kursus yang serupa

    Penerapan Balance Scorecard pada Perguruan Tinggi di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis

    Full text link
    By implementing good education, a country can build people's mindsets for more skills and make the country seen and considered by others. The main purpose of writing this paper is to find out how far the benefits of using a balanced scorecard in a university in Indonesia are. Systematic Literature Review is the method used in this study. As time goes by, more and more universities are implementing this balanced scorecard strategy. This balanced scorecard is used as an instrument in measuring the performance of related tertiary institutions. Of the 23 universities discussed in this paper, 82,61% of them use the 4 balanced scorecard perspectives simultaneously. Meanwhile, the rest of the universities only use 3 or even 1 perspective. This is because each tertiary institution has its own concept or arrangement. In addition, there has been a lot of literature showing that the balanced scorecard has various useful values, especially in achieving strategy and improving organizational performance. Based on several studies, the status of the implementation of the balanced scorecard also shows a minimal failure rate and a relatively high success rate. The use of the balanced scorecard is also beneficial for tertiary institutions in knowing their operational performance, with the results of the balanced scorecard, if the score is still not sufficient then the tertiary institution can further improve its quality, which focuses on aspects of value that are not sufficient.Dengan penerapan pendidikan yang baik, suatu negara dapat membangun pola pikir masyarakatnya menjadi lebih berkualitas dan dapat menjadikan negara tersebut dipandang dan diperhitungkan oleh negara-negara lain. Tujuan utama dari penulisan paper ini ialah untuk mengetahui sejauh mana manfaat dari penggunaan balance scorecard pada suatu perguruan tinggi di Indonesia. Systematic Literature Review merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Seiring berjalannya waktu, perguruan tinggi yang menerapkan strategi balance scorecard ini semakin bertambah. Balance scorecard ini digunakan sebagai instrumen dalam pengukuran kinerja perguruan tinggi terkait. Dari 23 perguruan tinggi yang dibahas pada paper ini, 82,61% diantaranya menggunakan 4 perspektif balance scorecard secara bersamaan. Sedangkan sisa perguruan tinggi lainnya hanya menggunakan 3 atau bahkan 1 perspektif. Hal tersebut dikarenakan tiap perguruan tinggi memiliki konsep atau pengaturannya masing masing. Selain itu, sudah banyak literatur yang menunjukkan bahwa balance scorecard ini memiliki berbagai nilai yang berguna, terutama dalam pencapaian strategi dan peningkatan kinerja organisasi. Berdasarkan beberapa penelitian, status penerapan balance scorecard juga menunjukkan tingkat kegagalan yang minimal dan tingkat keberhasilan yang cenderung tinggi. Penggunaan balance scorecard ini juga bermanfaat bagi perguruan tinggi dalam mengetahui kinerja operasionalnya, dengan hasil dari balance scorecard tersebut, apabila nilainya masih belum cukup maka perguruan tinggi bisa lebih meningkatkan mutunya, yang berfokus pada aspek nilai yang belum cukup

    Prototipe Aplikasi Bimbingan Tugas Akhir Mahasiswa Berbasis Web

    Full text link
    Final Project is generally regarded as mandatory for university students to graduate. This holds true in the Faculty of Information Technology in Maranatha Christian University Bandung, Indonesia. As a continuation of previous research which discusses the process of submitting student final project topics, this research will focus on documenting requests for final project guidance. In the final project process, after a student submits a final assignment topic and the topic is accepted to be worked on as a final assignment, students must then carry out the guidance process with their final assignment supervisor. This process includes the student requesting an audience with the aforementioned supervisor. This process holds several problems, one of which is that the content of the discussion between the supervisor and the student tends to be lost or misunderstood. This research will assist the process of supervising student final assignments so that students can apply for guidance with supervisors through this application and lecturers can confirm the content of the discussion for the student. This application is a web-based application so it can be used anytime and anywhere.Tugas akhir secara umum bersifat wajib untuk kelulusan mahasiswa. Hal ini juga berlaku pada program studi teknik informatika Universitas Kristen Maranatha Bandung, Indonesia. Sebagai kelanjutan dari penelitian terdahulu yang membahas tentang proses pengajuan topik tugas akhir mahasiswa, penelitian ini akan membahas mengenai proses bimbingan mahasiswa. Pada proses tugas akhir, setelah mahasiswa mengajukan topik tugas akhir dan topik tersebut diterima untuk dikerjakan sebagai tugas akhirnya, mahasiswa harus melakukan proses bimbingan dengan dosen pembimbing tugas akhirnya. Proses ini memiliki beberapa permasalahan, salah satunya adalah penjadwalan bagi dosen dan mahasiswa yang meminta bimbingan. Penelitian ini akan membantu proses bimbingan tugas akhir mahasiswa sehingga mahasiswa dapat mengajukan bimbingan dengan dosen pembimbing melalui aplikasi ini dan dosen dapat menyetujui isi bimbingan yang disepakati dengan mahasiswa. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis web sehingga dapat digunakan kapanpun dan dimanapun

    Penerapan Phase E TOGAF 9.1 pada Rencana Migrasi Sistem

    Full text link
    Enterprise architecture is a proactive and holistic way to describe a company as a whole about responding to opportunities or problems by identifying and analyse changes that occur in the company in accordance with the company's vision and the results to be achieved. Enterprise architecture has several frameworks that can be implemented, one of which is TOGAF 9.1. An university in Bandung has many systems implemented for its operational continuity, one of which is the Academic System. The development of enterprise architecture with an academic system scope that has been carried out previously is by analysing the preliminary phase, phase A Architecture Vision, phase B Business Architecture, phase C Information System Architecture, and phase D Technology Architecture. To be able to achieve the target architecture, further development is carried out in phase E Opportunities and Solutions. To achieve this goal, data collection related to the outputs of the previous phases was carried out, then carried out the steps in phase E. Then it was compiled into an enterprise architecture document using the TOGAF 9.1 framework by conducting a gap analysis review, maturity level systems, solutions tailored to the target architecture and the results of gap analysis and maturity level and system migration planning.Arsitektur enterprise merupakan suatu cara yang proaktif dan holistik untuk menggambarkan sebuah perusahaan secara menyeluruh tentang merespons kesempatan atau masalah dengan mengidentifikasi dan menganalisis perubahan yang terjadi pada perusahaan sesuai dengan visi perusahaan dan hasil yang ingin dicapai. Enterprise architecture memiliki beberapa framework yang dapat diimplementasikan, salah satunya TOGAF 9.1. Sebuah perguruan Tinggi swasta di Bandung memiliki banyak sistem yang diterapkan untuk kelangsungan operasionalnya, salah satunya adalah Sistem Akademik. Pengembangan enterprise architecture dengan lingkup sistem akademik yang telah dilakukan sebelumnya adalah dengan menganalisis preliminary phase, phase A Architecture Vision, phase B Business Architecture, phase C Information System Architecture, dan phase D Technology Architecture. Untuk dapat mencapai target architecture maka lebih lanjut dilakukan pengembangan pada phase E Opportunities and Solutions. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan pengumpulan data terkait dengan luaran dari fase-fase sebelumnya, kemudian menjalankan langkah-langkah pada phase E. Lalu disusun menjadi menjadi sebuah dokumen arsitektur enterprise yang menggunakan framework TOGAF 9.1 dengan melakukan peninjauan analisis kesenjangan, tingkat kematangan sistem, solusi yang disesuaikan dengan target arsitektur dan hasil analisis kesenjangan dan tingkat kematangan dan perencanaan migrasi sistem

    Analisis Komparatif Pengukuran Kemiripan Artikel Ilmiah menggunakan Jaccard dan Levenshtein serta Blocking

    Full text link
    Paper search engines have made it easier for academics to conduct literature reviews. However, easy doesn't mean accurate. For certain niche topics, search results often aren’t quite good. Snowballing can be done to overcome this, but it is limited to the initial articles owned, especially the author's access when the article was written. As an alternative, paper databases provide recommendations for relevant articles of an article, but it’s limited to that database. A tool to search for similar articles without relying on a specific database would be very helpful, but before that, the appropriate method for measuring article similarity needs to be determined. This research aims to measure article similarity based on title, author, and keywords using Weighted Jaccard Measure and Levenshtein distance and evaluate it. This study also compares performance by adding blocking with overlap blocking and stop word removal. The Jaccard evaluation results are quite poor, but the Levenshtein + Jaccard evaluation results are decent. In addition, it was found that emphasizing weighting on the title produces the best results. Overlap blocking and stop words removal increases processing time instead. Overlap blocking can reduce the number of measurements by almost half with an overlap of 1, but overlaps above 1 will discard many pairs that should be similar. Removing stop words improves Jaccard and Levenshtein performance but requires threshold adjustment.Mesin pencarian artikel telah memudahkan akademisi melakukan studi literatur. Namun, mudah bukan berarti akurat. Untuk topik niche tertentu, hasil pencarian sering kali belum sesuai. Snowballing dapat dilakukan untuk mengatasi ini, tapi terbatas pada artikel awal yang dimiliki, khususnya akses penulis ketika artikel dibuat. Sebagai alternatif, database artikel menyediakan rekomendasi artikel relevan dari sebuah artikel, tapi terbatas pada database itu saja. Sebuah alat untuk mencari artikel mirip tanpa tergantung database tertentu akan sangat membantu, tapi sebelum itu, metode pengukuran kemiripan artikel yang tepat perlu dicari. Penelitian ini bertujuan melakukan pengukuran kemiripan artikel berdasarkan judul, penulis, dan keyword menggunakan Weighted Jaccard Measure dan Levenshtein distance dan mengevaluasinya. Penelitian ini juga membandingkan kinerja dengan ditambahkannya blocking dengan overlap blocking dan penghilangan stop words. Hasil pengukuran dengan Jaccard cukup buruk, tapi hasil pengukuran dengan Levenshtein + Jaccard cukup baik. Selain itu, ditemukan bahwa menitikberatkan pembobotan pada judul menghasilkan hasil terbaik. Overlap blocking dan penghilangan stop words justru meningkatkan waktu pemrosesan secara signifikan. Overlap blocking bisa mengurangi jumlah pengukuran hingga hampir setengahnya dengan jumlah overlap=1, tapi jumlah overlap di atas 1 akan membuang banyak pasangan yang seharusnya mirip. Penghilangan stop words meningkatkan kinerja Jaccard dan Levenshtein tapi perlu penyesuaian threshold

    Perancangan Arsitektur Sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi dengan Teknologi Blockchain

    Full text link
    Digitalizing subsidized fertilizers distribution control is one of the government's efforts to increase program effectiveness. Information technology on Kartu Tani can record various transaction records, such as the remaining subsidized fertilizer quota for each farmer and purchase records. However, using Kartu Tani is still not optimal because some problems apply to this technology. The problems that often occur are data recording errors, using cards that do not fit their purpose and other distribution problems. This research aimed at reducing system weaknesses in the farmer card program has been carried out before, but the application of Blockchain technology in the distribution of subsidized fertilizers has not been widely discussed. This research will propose using Blockchain with the Hyperledger Fabric Framework to design a subsidized fertilizer distribution information system. Blockchain technology was chosen because it has suitable properties to overcome problems, including decentralization and immutability. These characteristics can be developed to build a transparent and integrity information system. The output of this study is an architectural design of subsidized fertilizer distribution that farmers easily accept.Pengendalian distribusi pupuk bersubsidi secara digital merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program. Teknologi informasi pada kartu tani mampu mencatat berbagai rekaman transaksi seperti sisa kuota pupuk bersubsidi bagi masing masing petani dan rekaman pembelian. Namun demikian, penggunaan kartu tani dirasa masih kurang optimal karena masih dijumpai beberapa permasalahan dalam penerapan teknologi tersebut. Masalah yang sering terjadi adalah kesalahan pencatatan data, penggunaan kartu yang tidak sesuai peruntukannya, dan masalah-masalah distrbusi lainnya. Penelitian yang bertujuan untuk mengurangi kelemahan sistem pada program kartu tani telah banyak dilakukan sebelumnya, namun penerapan teknologi Blockchain dalam distribusi pupuk bersubsidi masih belum banyak dibahas. Dalam penelitian ini, akan diusulkan penggunaan Blockchain dengan Framework Hyperledger Fabric untuk merancang sistem informasi distribusi pupuk bersubsidi. Teknologi Blockchain dipilih karena memiliki sifat yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi antara lain decentralized dan immutability. Kedua sifat tersebut dapat dikembangkan untuk membangun sistem informasi yang transparan dan berintegritas. Luaran dari studi ini adalah sebuah rancangan arsitektur distribusi pupuk bersubsidi yang mudah diterima oleh petani. Pengujian kelayakan arsitektur akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan sifat inovasi yaitu Keuntungan Relatif, Kompatibilitas, Kompleksitas, dan Observabilitas

    Deteksi Dini Serangan Hama Penyakit pada Cabai Rawit Menggunakan Metode Image Recognition

    Full text link
    The chili plant is one of the high economic value vegetable commodities which has the potential to continue to grow. On the other hand, this plant’s production still has obstacles such as pests and disease. Identifying the pest and diseases earlier is needed to protect against these problems. In this work, image recognition technology is applied to recognize the pest and diseases of the chili plant. First, the image of healty leaves and infected leaves by P. Latus, B. Tabaci, Gemini virus, and Cercospora sp are collected. The next step is image prepocessing, including cropping and resizing to make uniform image format and background removal to reduce background effects in image processing. Red-Green-Blue (RGB) input images are changed to grayscale images to give input one color channel. The images are extracted to get features using Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) method. Extracted texture features involve contrast, correlation, energy, homogeneity, and dissimilarity with average angle values are 0°, 45°, 90° and 135°. Furthermore, all obtained features are classified into five classes using K-Means Clustering Algorithm. Extraction and segmentation results are used as parameters in the classification process using a Support Vector Machine (SVM). In this work, the result of this process is 82%.Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi untuk terus dikembangkan. Kendati demikian, produksi tanaman cabai tersebut sering mengalami hambatan, salah satunya karena serangan hama dan penyakit. Identifikasi serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini penyebaran hama dan penyakit tersebut. Pada penelitian ini, teknologi image recognition atau rekognisi citra dilakukan untuk mengenali jenis hama dan penyakit pada tanaman cabai. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan citra daun cabai dengan kategori sehat, terserang hama tungau (P. Latus), kutu kebul (B. Tabaci), penyakit virus kuning (Gemini Virus), dan penyakit bercak daun (Cercospora sp.). Tahap selanjutnya, pra-pemrosesan citra berupa cropping dan resizing dilakukan agar format citra seragam lalu kemudian dilanjutkan dengan background removal untuk mengurangi efek background dalam pengolahan citra. Citra masukan yang berformat Red-Green-Blue (RGB) kemudian diubah ke citra grayscale agar dihasilkan satu kanal warna sebagai masukan. Citra tersebut diekstraksi untuk mendapatkan ciri fitur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Fitur tekstur yang diekstrak meliputi nilai contrast, correlation, energy, homogeneity, dan dissimilarity dengan nilai rata-rata pada sudut 0°, 45°, 90° dan 135°. Setelah fitur pada seluruh citra diperoleh, citra dikelompokkan ke dalam 5 kelas berdasarkan kategori citra dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering. Hasil ekstraksi dan segmentasi kemudian digunakan sebagai parameter dalam proses klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Hasil akurasi klasifikasi citra daun cabai yang didapatkan pada penelitian ini sebesar 82%

    Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method

    Full text link
    As one of the institutions that often deal directly with the interests of the community, the village government requires good information technology management to support the work of village government. The village government whose mission is to improve village governance in the field of information technology is Sungai Rengas Village, Sungai Kakap Sub-District, Kubu Raya Regency, so research on enterprise architecture design was carried out in the Sungai Rengas Village Government. The goal of this study is to design an enterprise architecture that is suitable for village government systems and can be the first step in forming an electronic-based village government system. This study uses the TOGAF ADM 9.2 framework which provides a detailed method for designing enterprise architecture. The design is carried out starting from the preliminary phase to the migration planning phase, each stage will be designed with the enterprise baseline and target architecture and then gap analysis will be carried out. The results of this study are the design of enterprise architecture starting from business architecture, data architecture, application architecture, and technology architecture.Tests were carried out on the results of the enterprise architecture design using the enterprise architecture scorecard. The test results stated that the enterprise architecture designed for the government of Sungai Rengas Village was valid or the design was in conformance with the baseline conditions and targets for the government of Sungai Rengas Village because the results of the percentage of testing had surpassed 50%, that is 82.95%.Sebagai salah satu lembaga yang sering berhadapan langsung dengan kepentingan masyarakat pemerintah desa memerlukan adanya tatakelola teknologi informasi yang baik untuk mendukung kerja pemerintahan desa. Pemerintah desa yang memiliki misi peningkatan tata kelola pemerintahan desa dibidang tekonologi informasi adalah Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, sehingga dilakukan penelitian perancangan arsitektur enterprise di Pemerintahan Desa Sungai Rengas. Tujuan penelitian ini adalah membuat perancangan arsitektur enterprise yang sesuai bagi sistem pemerintahan desa dan dapat menjadi langkah awal terbentuknya sistem pemerintahan desa berbasis elektronik. Penelitian ini menggunakan framework TOGAF ADM 9.2 yang menyediakan metode perancangan arsitektur enterprise secara detail. Perancangan dilakukan mulai dari tahap preliminary hingga tahap migration planning, setiap tahap akan dilakukan perancangan arsitektur enterprise baseline dan target kemudian akan dilakulan analis gap. Hasil penelitian ini adalah perancangan arsitektur enterprise mulai dari business architecture, data architecture, application architecture, dan technology architecture. Pengujian dilakukan terhadap hasil perancangan arsitektur enterprise menggunakan enterprise architecture scorecard. Hasil pengujian menyatakan arsitektur enterprise yang dirancang pada pemerintahan Desa Sungai Rengas adalah valid atau perancangan sudah sesuai dengan kondisi baseline dan target pemerintah Desa Sungai Rengas karena hasil presentase pengujian telah melebihi 50% yaitu 82,95%

    Prediksi Gender Berdasarkan Nama Bahasa Indonesia Menggunakan Long Short Term Memory

    Full text link
    Gender prediction is a form of prediction programme that outputs a gender type. In the research conducted in this case study, we used input in the form of text names of Indonesian people. Nowadays, there are many names of people that sometimes sound quite ambiguous and make us confused whether this person is MEN or WOMEN. From this case study we are looking for ways to use the Long short term memory method to predict and classify the names of Indonesian people to find out their gender based only on the name with the aim of improving science and looking for new innovations to support future research. The research limitations are the names used are Indonesian names because the dataset used is a dataset of Indonesian names and also the gender we classify is only 2 types of gender, namely MEN and WOMEN. The accuracy comparison of the training results of the baseline programme and the modified programme is the accuracy for the baseline programme of around 0.93, while the accuracy for the modified programme is around 0.90. The results showed an increase in accuracy after experimenting with testing data on the modified programme, which was 0.96.Prediksi gender merupakan salah satu bentuk dari program yang dapat melakukan prediksi yang mengeluarkan output berupa jenis gender. Pada riset yang dilakukan pada studi kasus ini, kami menggunakan input berupa teks nama orang Indonesia. Pada zaman sekarang ini banyak sekali nama-nama orang yang kadang terdengar cukup ambigu dan membuat kita bingung apakah orang ini Laki-laki ataukah perempuan. Dari studi kasus ini kami mencari cara dengan menggunakan metode Long short term memory untuk melakukan prediksi dan klasifikasi terhadap nama-nama orang Indonesia untuk mengetahui gender mereka hanya berdasarkan nama dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan mencari inovasi baru untuk menopang penelitian-penelitian yang akan datang. Batasan penelitian adalah nama yang digunakan adalah nama indonesia karena dataset yang digunakan merupakan dataset nama orang indonesia dan juga gender yang kami klasifikasi hanya 2 jenis gender yaitu laki-laki dan perempuan. Perbandingan akurasi dari hasil training program baseline dan program hasil modifikasi adalah akurasi untuk program baseline sekitar 0.93, sedangkan akurasi untuk program hasil modifikasi sekitar 0.90. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan akurasi setelah melakukan percobaan dengan data testing pada program hasil modifikasi yaitu sebesar 0.96

    Klasifikasi Kematangan Buah Tin Menggunakan Convolutional Neural Network Berbasis Android

    Full text link
    Fig is a fruit that comes from the Middle East. However, there are several figs that can be found in Indonesia, such as Green Jordan Fig. A lot of people like this fruit because of its sweet taste and has many benefits to be used as medicine. The classification of fig ripeness generally uses subjective human eye so that it can cause errors due to the insignificant characteristics of fig ripeness when ripe and inripe, when ripe it is light green, slightly yellowish, while when inripe the fruit is green. Therefore, the author got the idea to make an application for classification of fig ripeness via image based on Android using the Convolutional Neural Network algorithm. In this study, the results obtained accuracy of 94%.Buah Tin merupakan buah yang berasal dari Timur Tengah. Namun ada beberapa varietas buah Tin yang dapat ditemukan di Indonesia, seperti Buah Tin Green Jordan Fig. Banyak masyarakat menyukai buah tini karena rasanya yang manis dan memiliki banyak khasiat untuk digunakan sebagai obat. Klasifikasi kematangan buah Tin pada umumnya menggunakan penglihatan manusia sehingga dapat menyebabkan kesalahan dikarenakan ciri kematangan buahnya tidak jauh berbeda saat matang dan belum matang. Ketika matang berwarna hijau muda agak kekuningan, sedangkan saat belum matang berwarna hijau. Oleh karena itu didapatkan ide untuk membuat aplikasi yang dapat melakukan klasifikasi kematangan buah Tin melalui gambar berbasis Android menggunakan algoritma Convolutional Neural Network. Pada penelitian ini akurasi yang dicapai sebesar 94%

    435

    full texts

    499

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇