Rumah Jurnal STIE Amkop Makassar
Not a member yet
3890 research outputs found
Sort by
Sintesis Konseptual Pengaruh Sosial dan Komunikasi Digital dalam Pembentukan Keputusan Wisata Digital
Transformasi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi, menilai alternatif, dan membuat keputusan pembelian wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan literatur terkait peran pengaruh sosial dan komunikasi digital dalam pembentukan keputusan wisata digital. Menggunakan pendekatan studi literatur naratif, artikel ini menelaah publikasi dari 2016 hingga 2025 yang relevan dengan wisata digital, user-generated content (UGC), media sosial, dan mekanisme psikologis seperti fear of missing out (FOMO). Hasil sintesis menunjukkan bahwa keputusan wisata tidak lagi semata-mata bersifat rasional dan individual, melainkan dipengaruhi norma sosial, ekspektasi kelompok, serta persepsi popularitas destinasi yang dimediasi platform digital. Media sosial dan UGC memperkuat social proof, sedangkan FOMO berperan sebagai mekanisme psikologis yang mendorong keterlibatan konsumen dalam interaksi sosial digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas konsep klasik social influence, serta implikasi praktis bagi strategi pemasaran pariwisata yang etis, adaptif, dan berbasis pengalaman konsumen. Artikel ini menegaskan pentingnya integrasi komunikasi digital dan pengaruh sosial dalam memahami keputusan wisata modern
Pengaruh Brand Image, Service Quality, Store Atmosphere, Dan Menu Diversity terhadap Consumer Satisfaction Kopi Kenangan Di Purwokerto
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan, untuk menganalisis pengaruh brand image, service quality, store atmosphere, dan menu diversity terhadap consumer satisfaction Kopi Kenangan di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang telah melakukan pembelian di Kopi Kenangan dengan minimal pembelian 2 kali yang tidak diketahui jumlahnya secara pasti. Peneliti menganalisis 100 responden. Teknik analisis yang digunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu statistic IBM SPSS 27. Berdasarkan hasil uji t variabel brand image menunjukkan nilai thitung sebesar 5,849, variabel service quality menunjukkan nilai thitung sebesar 3,658, variabel store atmosphere menunjukkan nilai thitung sebesar 3,121, dan variabel menu diversity menunjukkan nilai thitung sebesar 3,042. Nilai thitung tersebut lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,661, yang berarti variabel brand image, service quality, store atmosphere dan menu diversity berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer satisfaction. Penelitian ini memberikan implikasi, perlunya meningkatkan kualitas pelayanan karyawan serta memperkuat riset dan pengembangan produk untuk memastikan konsumen mendapatkan kepuasan. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan variabel lain seperti kualitas prosuk, promosi, penawaran discount, atau fasilitas.Kata Kunci: Brand Image, Service Quality, Store Atmosphere, Menu Diversity, dan Consumer Satisfaction
Pengaruh Work life balance, lingkungan kerja fisik dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai.
Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas kinerja aparatur melalui evaluasi dan penilaian yang sistematis pada setiap instansi pemerintahan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan terkait ketidakoptimalan performa kerja pegawai yang diduga terjadi karena ketidakseimbangan beberapa determinan, seperti keselarasan hidup-kerja, kondisi area kerja fisik, serta perasaan puas yang dirasakan pegawai. Dalam konteks tersebut, penelitian dilaksanakan dengan maksud mengidentifikasi sejauh man ketiga variabel terkait yakni keseimbangan hidup-kerja, kepuasan, sekaligus lingkungan fisik akan mampu meningkatkan kinerja pegawai DPRD Kabupaten Tegal. Melalui penggunaan metode total sampling pada 66 pegawai, pendekatan secara kuantitatif dapat dilaksanakan dengan mengoperasikan SmartPLS 4 melalui prosedur uji inner dan outer model. Penelitian yang dihasilkan memperlihatkan performa kerja pegawai DPRD Kabupaten Tegal ditentukan secara positif dan bermakna dari seluruh variabel independen. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi yang tercipta melalui lingkungan kerja fisik, keselarasan peran, dan perasaan puas pegawai menjadi faktor utama dalam memaksimalkan performa kerja
Pengaruh Employee Engagement dan Work-Life Balance terhadap Produktivitas Karyawan di PT PELNI
Di tengah persaingan industri maritim dan logistik yang semakin kompetitif, keberhasilan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI sangat bergantung pada kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement dan work-life balance terhadap produktivitas karyawan di lingkungan kerja yang menuntut mobilitas tinggi. Melalui pendekatan kuantitatif asosiatif, penelitian ini mengumpulkan data dari 218 responden karyawan tetap di kantor pusat PT PELNI menggunakan teknik proportional random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (thitung 9,656 > ttabel 2,000), yang menegaskan bahwa semangat, dedikasi, dan penyerapan kerja yang tinggi berkontribusi langsung pada efisiensi organisasi. Demikian pula, work-life balance terbukti berpengaruh positif dan signifikan (thitung 2,612 > ttabel 2,000), menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dan keseimbangan peran pribadi sangat krusial dalam menjaga fokus serta motivasi karyawan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan nilai 63,691 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,569 menunjukkan bahwa kontribusi gabungan employee engagement dan work-life balance terhadap variasi produktivitas mencapai 56,9%, sementara 43,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini mengimplikasikan bahwa PT PELNI perlu memperkuat kebijakan kerja fleksibel dan program pengembangan SDM berbasis keterlibatan untuk mempertahankan kinerja unggul di era transformasi digital.Kata Kunci: Employee Engagement, Work-Life Balance, Produktivitas Karyawan, PT PELNI, Sektor Maritim
Analisis Efektivitas Pelatihan ICELL Pada Personel Di Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung Dengan Model Kirkpatrick
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa efektif pelatihan ICELL pada anggota Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung. Model evaluasi Kirkpatrick mencakup empat level: Reaction, Learning, Behavior, dan Result. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengevaluasi karyawan yang telah menerima pelatihan ICELL melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ICELL efektif pada seluruh level. Pada Level 1, peserta memberikan reaksi sangat positif terhadap materi, metode penyampaian, dan fasilitas pelatihan. Pada Level 2, pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta meningkat secara signifikan. Pada tingkat 3, perilaku kerja berubah, yang ditunjukkan dengan peningkatan kedisiplinan, ketelitian, dan kemandirian dalam proses penyelidikan berbasis digital. Pada tingkat 4, hasil pelatihan membantu unit bekerja lebih baik, seperti mempercepat proses pemberkasan, melaporkan data kecelakaan dengan akurat, dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas lebih dari 50%. Meskipun pelatihan ini efektif, penelitian juga menemukan bahwa praktik dan dukun harus lebih diawasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ICELL memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan digital personel dan meningkatkan layanan penegakan hukum kepolisian.Keywords: Efektivitas, Pelatihan, ICELL, Model Kirkpatrick, Unit Gakkum Satlanta
Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk, Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan ( Studi Kasus : Franchise Wedrink Kartini )
Kepuasan pelanggan merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan sebuah bisnis, khususnya di industri minuman franchise yang sangat kompetitif. Meskipun pelayanan di Wedrink Kartini secara umum dikenal cepat dan ramah, terdapat perbedaan kualitas layanan antar outlet yang dapat memengaruhi pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kualitas layanan, kualitas produk, dan harga memengaruhi kepuasan pelanggan pada franchise Wedrink Kartini. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda, penelitian ini mengungkap bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas layanan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, diikuti oleh kualitas produk dan harga. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan sangat dipengaruhi oleh bagaimana layanan diberikan, mutu produk yang dikonsumsi, serta harga yang ditawarkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kualitas layanan, produk, dan harga memiliki peran penting dalam membentuk tingkat kepuasan pelanggan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola franchise dalam meningkatkan standar layanan dan kualitas produk, sekaligus mempertimbangkan strategi penetapan harga yang tepat guna mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat.Kata Kunci: kualitas layanan, kualitas produk, harga, kepuasan, wedrink
Pengaruh Mutu SDM, Ketersediaan Data, Teknologi Sistem Informasi dan Prosedur terhadap Kecepatan Pelaporan Mutu
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mutu sumber daya manusia, ketersediaan data, teknologi dan sistem informasi, serta prosedur terhadap kecepatan pelaporan indikator mutu unit pelayanan di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei melalui kuesioner skala Likert yang disusun berdasarkan standar KARS, teori 4M Emerson, serta konsep manajemen mutu dan fungsi manajerial. Responden berjumlah 32 karyawan yang terlibat dalam penyusunan laporan indikator mutu, dipilih menggunakan metode sensus.Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel dengan Cronbach’s Alpha di atas 0,9. Model regresi memenuhi asumsi statistik dengan nilai R sebesar 0,938 dan R Square 0,880, menunjukkan bahwa variabel independen menjelaskan 88% variasi kecepatan pelaporan. Hasil menunjukkan bahwa mutu SDM, ketersediaan data, teknologi dan sistem informasi, serta prosedur berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan. Ketersediaan data menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kecepatan pelaporan mutu
Pengaruh Profitabilitas, Arus Kas Operasi, dan Likuiditas Terhadap Financial Distress Dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Moderasi Pada Sub Sektor Kontruksi dan Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, arus kas operasi, dan likuiditas terhadap financial distress dengan struktur modal sebagai variabel moderasi pada perusahaan subsektor konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur/path analysis. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 29 perusahaan sub sektor konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel sebanyak 8 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Struktur modal tidak mampu memoderasi pengaruh profitabilitas, arus kas operasi, dan likuiditas terhadap financial distress. Sedangkan likuiditas terbukti berpengaruh signifikan negatif terhadap financial distress. Kata Kunci : Profitabilitas, Arus Kas Operasi, Likuiditas, Financial Distress, Struktur Moda
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Keputusan Menggunakan Jasa Bengkel Las Anto Di Panai Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap keputusan menggunakan jasa bengkel Las Anto di Panai Hulu. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dalam memilih jasa, khususnya di sektor bengkel las yang memiliki persaingan ketat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 150 responden. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji regresi linier berganda, meliputi uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan jasa, harga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan jasa, serta keduanya secara simultan memberikan pengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 84,5%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi kualitas pelayanan dan harga merupakan faktor utama yang memengaruhi konsumen dalam memutuskan penggunaan jasa bengkel. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa peningkatan kualitas pelayanan yang konsisten dan penerapan strategi harga yang kompetitif akan memperkuat daya saing bengkel di pasar lokal. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan; Harga; Keputusan Konsumen; Jasa Bengkel.
Pengaruh Organizational Commitment dan Training dalam meningkatkan Job Performance melalui Job Satisfaction Pada Sektor Industri Manufaktur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh organizational commitment dan training terhadap job performance karyawan dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi pada perusahaan sektor industri manufaktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap seluruh karyawan yang berjumlah 170 responden. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa job satisfaction merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi job performance. Organizational commitment dan training terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction serta job performance. Selain itu, job satisfaction berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh organizational commitment dan training terhadap peningkatan kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks industri manufaktur, peningkatan kinerja yang berkelanjutan memerlukan strategi terpadu melalui penguatan komitmen organisasi dan optimalisasi program pelatihan yang mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan secara konsisten