Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
TEACHERS ACCEPTANCE AND INTENTION TO USE ICT IN LEARNING
Although ICT could bring many benefit in learning ,however implementation of ICT in the learning process is not easy. In fact, adoption of ICT in learning, is not only occurs in higher education but also in schools. The aim of This study is to identify the impact of Subjective Norm, Image and Computer Self-Efficacy against the behavior of teachers in using ICT in learning.Technology Acceptance Models (TAM) 2 used in the analysis of the behavior of the reception. Data was collected from high school teachers in the city of Jambi. Data were analyzed using SEM method with applications SmartPLS.This study reveals that the consistency of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use has a direct influence on Intention to Use . Subjective Norm and Image provides indirect influence on Intention to Use Computer Self - Efficacy whereas no effect on of Perceived Usefulness , Perceived Ease of Use and Intention to Us
KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU
AbstrakHipertensi yaitu keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal (Susilo & Wulandari, 2011). Di Propinsi Riau kejadian hipertensi mencapai 0,17 % dan di Kota Pekanbaru mencapai 0,15%. Faktor yang berhubungan dengan hipertensi seperti usia, jenis kelamin, ras, stres, riwayat keluarga, obesitas, aktivitas olahraga, konsumsi garam dan kebiasaan merokok (Palmer,2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Teknik sampling yaitu Quota Sampling. Responden yaitu pasien yang menderita dan tidak menderita hipertensi sebanyak 58 kasus dan 58 kontrol, dengan menggunakan instrument penelitian kuesioner, sphygmomanometer, timbangan dan microtoise. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (Pvalue=0,00005), jenis kelamin (Pvalue=0,002), kegemukan (obesitas) (Pvalue=0,010), aktivitas olahraga (Pvalue=0,016), asupan garam (natrium) (Pvalue=0,003), dan kebiasaan merokok (Pvalue=0,00005) dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, kegemukan, aktivitas olahraga, asupan garam dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan tentang pola hidup sehat dan perlunya pojok gizi dalam memberikan konseling.AbstrackHypertension is the state of someone who is experiencing an increase in blood pressure above normal (Susilo & Wulandari, 2011). The incidence of hypertension in Riau province reached 0.17% and in the city of Pekanbaru reached 0.15%. The factors associated with hypertension, such as age, sex, race, stress, family history, obesity, exercise, salt intake and smoking habits (Palmer, 2007). The purpose of this study was to determine the factors associated with hypertension. This type of research is quantitative analytical case control design. This research was conducted in Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Sampling Quota sampling techniques. Respondents are patients who suffer and do not suffer from hypertension were 58 cases and 58 controls, by using a questionnaire research instruments, sphygmomanometer, scales and microtoise. Analysis of univariate and bivariate data.The results of this study showed a significant relationship between age (pvalue = 0.00005), gender (pvalue = 0,002), overweight (obesity) (pvalue = 0,010), leisure activities (pvalue = 0.016), the intake of salt (sodium) ( pvalue = 0.003), and smoking (pvalue = 0.00005) with hypertension and no significant relationship between family history. The conclusion that there is a relationship between age, sex, obesity, exercise, salt intake and smoking and the incidence of hypertension. It is recommended that health workers improve health promotion programs on healthy lifestyles and the need for nutritional corner of providing counseling.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN PESERTA DIKLAT PDAM KOTA PADANG DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
Training is an activity to evaluate performance and apply skill owned by employees. Therefore, before training activity started, each company selected employees to be sent to take a part in the training. One of the name of a company that will send participants into training namely, PDAM of Padang city. PDAM now has not been using a computerized system in the determination of participants training. The company selects villagers to participate in training in a conventional manner with several members of human resources. The purpose of this research is used to minimize errors and conserve time in selecting villagers to participate in training. Based on these problems, writer built a system to the determination of participants training use the supporting decree ( SPK ) by the method analytical hierarchy process ( AHP ). AHP is a method of decision-making who chose alternative using several criteria by the provision of value with weight Diklat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai kinerja serta menerapkan skill yang dimiliki oleh pegawai. Oleh sebab itu, sebelum kegiatan diklat dimulai, maka setiap perusahaan memilih pegawai yang akan dikirimkan untuk mengikuti kegiatan diklat. Salah satunya perusahaan yang akan mengirimkan peserta diklat yaitu PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Padang. PDAM Kota Padang saat ini belum menggunakan sistem komputerisasi dalam pemilihan peserta diklat. Perusahaan tersebut memilih peserta diklat dengan cara konvensional / bermusyawarah dengan beberapa anggota Bagian SDM. Oleh karena itu, penulis membuat sistem untuk pemilihan peserta diklat menggunakan sistem penunjang keputusan (SPK) dengan metode analytical hierarchy process (AHP). AHP merupakan metode pengambilan keputusan yang memilih alterrnatif dengan beberapa kriteria dengan pemberian nilai bobot dengan skala Saaty sehingga mendapatkan hasil nilai yang lebih akurat. Dengan sistem tersebut data-data yang dibutuhkan valid serta pembuatan laporan menjadi lebih mudah
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L. Var. Arum manis) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA
Penggunaan tanaman sebagai salah satu bahan pengobatan di Indonesia sudah dikenal sejak lama dan sampai sekarang masih banyak dilakukan oleh masyarakat secara luas. Mangga varietas arumanis yang merupakan produk asli Indonesia merupakan salah satudari tanaman tersebut yang telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk meredakan rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dari ekstrak methanol daun mangga arumanis menggunakan 3 variasi dosis.Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit putih betina sebagai hewan uji yang dikelompokan menjadi 5 kelompok. Kelompok pertama diberi obat analgetik tramadol sebagai kontrol positif, kelompok kedua diberi aquades sebagai kontrol negatif, dan kelompok ketiga sampai kelima diberi ekstrak methanol daun mangga arumanis dengan 3 variasi dosis 25 mg, 50 mg, 100 mg setiap 0,5 ml secara oral. Pengamatan yang dilakukan terhadap hewan uji adalah respon berupa melompat dan atau menjilat kaki sebelum perlakuan, dan pada menit ke-30, 60, 90, 120 setelah diberi rangsangan nyeri berupa suhu panas 55 0 C menggunakan metoda hot plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dosis ektrak metanol daun mangga arum manis memiliki efek analgesik pada mencit putih betin
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SAUROPUS ANDROGYNUS (L). MERR (KATUK) TERHADAP KADAR HORMON PROLAKTIN PADA TIKUS PUTIH (WISTAR ALBINO MENYUSUI)
ABSTRACT That katuk leaf (Sauropus androgynus (L). Merr) has good nutrition and is able to increase breastmilk production. The study of the effect of katuk leaf ethanol extract administration on prolactin hormone level in the breastfeeding white rats. The purpose of this study was to analyze the effect of katuk leaf ethanol extract administration on prolactin hormone level and oxytocin hormone level in the breastfeeding white rats. The type of the research is experimental with Post-Test Only Control Group design. The sample size consisted of 24 breastfeeding white rats which are divided into 4 groups, i.e. one control group and three treated groups (P1, P2 and P3), each given 24 mg, 48 mg and 72 mg katuk leaf ethanol extract. The research was conducted at Pharmacy Laboratory and Biomedical Laboratory of University of Andalas, Padang. The prolactin hormone levels are measured by using the ELISA method, the statistical test used One Way ANOVA test and continued with Multifer Comparisons (post hoc test) Bonferroni-type test. The results showed a significant difference of the hormone prolactin levels between the control group (13,679 ± 2.061 ng/L) value (p <0.05) and the P3 group (17.509 ± 2.515 ng/L), as well as P1 group (13.816 ± 1.665 ng/L) and P3 group (17.509 ± 2.515 ng/L) in 24 mg and 72 mg of dose. In conclusion, there was a significant increase in prolactin levels after the administration of katuk leaves extract (Sauropus androgynus (L). Merr) in white rats. Keywords: Katuk Leaf, Prolaktin, ABSTRAKDaun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) memiliki gizi yang baik dan dapat memperlancar air susu. Penelitian pengaruh pemberian ekstrak etanol daun katuk terhadap hormon prolaktin pada tikus putih. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol daun katuk terhadap hormon prolaktin dan hormon oksitosin pada tikus putih meyusui. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain Post-Tes Only Control Group. Jumlah sampel 24 tikus menyusui yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakukan P1, P2 dan P3 yang masing–masing diberi 24 mg, 48 mg dan 72 mg ekstrak etanol daun katuk. Penelitian dilakukan di Labor Farmasi dan Biomedik Universitas Andalas. Hormon prolaktin diukur dengan mengunakan metode ELISA uji statistik mengunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparisons (post hoc test) jenis Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukakan terdapat perbedaan kadar hormon prolaktin antara kelompok kontrol (13,679±2,061ng/L) nilai (p<0,05) dengan kelompok P3 (17,509±2,515 ng/L) dan kelompok P1(13,816±1,665 ng/L) dengan kelompok P3 (17,509±2,515 ng/L) dengan dosis 24 mg dan 72 mg. Kesimpulan, terdapat peningkatan signifikan pada kadar hormon prolaktin setelah pemberian ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) pada tikus putih menyusui Kata kunci : Daun Katuk, Prolaktin
PENGARUH INFUSA DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia difersifolia) PADA KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
The aim of this investigation was a clinical evaluation of the accelerating effect of Tithonia difersifolia extract on the burn wound healing in male Sprague-Dawley rats weighted 200-350. The sample then extracted using wet rendering (infusa) method using aqua-dest as extractor. The subjects were nine male Sprague-Dawley rats devided in to three group (negative control, positive control and experimental). Every group consist of three rats. Heated metal plat (d=2cm) used to get full thickness burn wound on dorsal rat part. Then, Tithonia difersifolia folium extract was given to wound healing(plannimetri method) for 14 days, negative control(aqua dest) 26 days and positive control (Bioplasenton) 20 days. The results with analysis Anova showed that Tithonia difersifolia folium extract have significant effect (p < 0,05) to wound healing of rat models.
PENGARUH PREEKLAMPSIA PADA KEHAMILAN TERHADAP LUARAN PERSALINAN MATERNAL DAN PERINATAL
AbstrakPreeklampsia merupakan sumber utama morbiditas dan mortalitas di dunia dan penyulit 3%-8% kehamilan di negara Barat. 10%-15% kematian maternal langsung berhubungan dengan preeklampsia dan eklampsia. Dari 20 kasus kematian ibu di Kota Padang pada tahun 2016, 50% penyebab langsungnya adalah eklampsia. Tujuan penelitian: 1) Mempelajari pengaruh preeklampsia pada kehamilan terhadap luaran persalinan maternal, 2) Mempelajari pengaruh preeklampsia pada kehamilan terhadap luaran persalinan perinatal. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi atau penelaahan kasus pada ibu hamil preeklampsia trimester II dan III diikuti sampai proses persalinan, diobservasi luaran persalinan ibu dan bayinya. Penelitian dilaksanankan pada bulan April-November 2017 di Wilayah Kerja Puskesmas dan Rumah Sakit Kota Padang. Populasi adalah seluruh ibu hamil terdeteksi preeklampsia pada kehamilan trimester II dan III, dengan sampel 72 orang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data univariat. Hasil luaran maternal ditemukan 91,7% bersalin dengan tindakan section caeraria (SC) dan 38,9% dialami oleh ibu dengan kehamilan pertama. sedangkan pada luaran perinatal ditemukan 40,2% bayi lahir dengan asfiksia, dan 23,6% dengan Berat Bayi Lahir Rendah. Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian lebih lanjut mengenai komplikasi yang diakibatkan preeklampsia ibu hamil.Kata Kunci: preeklampsia, luaran maternal, luaran perinatal AbstractPreeclampsia is a major source of morbidity and mortality in the world and complicates 3% -8% of pregnancies in Western countries. 10% -15% of maternal deaths are directly related to preeclampsia and eclampsia. Of the 20 cases of maternal deaths in Padang City by 2016, 50% of the direct causes are eclampsia. Objective: 1) Study the effect of preeclampsia on pregnancy on the outcome of maternal delivery, 2) study the effect of preeclampsia on pregnancy on perinatal delivery outcome. Type of descriptive study with study design or case study in pregnant women preeclampsia trimester II and III followed by labour, observed the delivery of mother and baby. The study was carried out in April-November 2017 in the Working Areas of Public Health Centre and Hospital in Padang City. The population was all pregnant women detected preeclampsia in second and third trimester pregnancies, with a sample of 72 people taken by consecutive sampling technique. Analysis of univariate data. Maternal outcomes were found to be 91.7% maternity with caeraria section (SC) and 38.9% experienced by mothers with first pregnancy. while at perinatal outcomes found 40.2% of infants born with asphyxia, and 23.6% with low birth weight. It is expected that the results of the study can be used as a comparison material for further research on complications caused by preeclampsia pregnant women.Keywords: preeclampsia, maternal outcome, perinatal outcom
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN RAWAT ULANG PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUD ARIFIN ACHMAD
Heart failure is a complex clinical syndrome that results from any structural or functional impairment of ventricular filling or ejection of blood. Unhealthy lifestyle can affect heart health that impact on the incidence of re-hospitalization. This study aims to determine the relationship of lifestyle by re-hospitalization incidence of congestive heart failure patients at Arifin Achmad Hospital. The method of this study was retrospektif study. Samples in this study are patients with congestive heart failure who have re-hospitalization was 30 respondents. The analysis used in this study were univariate and bivariate analysis using chi square. The results of this study indicate that there is a relationship between lifestyle with re-hospitalization incidence of congestive heart failure patients (p value: 0,004). Recommendation of this research are congestive heart failure patients are expected to implement a better lifestyle and expected room nurse member discharge planning on a better lifestyle and for further research to develop research on factors affecting re-hospitalization Gagal jantung merupakan sindrom klinik komplek yang disebabkan oleh kerusakan struktural ataupun fungsional ventrikel untuk menisci atau memompakan darah. Gaya hidup yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan jantung yang akan berakibat kejadian rehospitalisasi meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian rawat ulang pasien gagal jantung kongestif di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.Sampel pada penelitian ini adalah pasien gagal jantung kongestif yang mengalami rehospitalisasi yang berjumlah 30 responden. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian rawat ulang pasien gagal jantung kongestif (p value 0,004). Rekomendasi penelitan ini diharapkan pasien gagal jantung kongestif menerapkan gaya hidup yang lebih baik dan diharapkan perawat ruangan memberikan discharge planning mengenai gaya hidup yang lebih baik dan bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitan tentang faktor yang mempengaruhi rawat ulang
PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON ESTRADIOL DAN KADAR HORMON PROGESTERON PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus)
Perubahan pola demografi di negara maju dan negara berkembang, angka kejadian infertilitas di negara maju dilaporkan sekitar 5%-8% dan di negara berkembang sekitar 30%.WHO memperkirakan sekitar 8%-10% atau sekitar 50-80 juta pasangan suami istri di seluruh dunia mengalami masalah infertilitas, sehingga membuat infertilitas menjadi masalah mendesak. Untuk itu diperlukan pengendalian infertilitas, salah satunya adalah kewaspadaan perubahan gaya hidup, perubahan ini juga mempengaruhi pola konsumsi makanan dengan lebih banyak mengkonsumsi jenis makanan cepat saji yang banyak mengandung zat aditif (penyedap rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian monosodium glutamate terhadap kadar hormon estradiol dan kadar hormon progesteron pada tikus putih betina ( Rattus norvegicus ).Penelitian ini menggunakan metode pendekatan post test only control group design, terhadap tikus putih betina dengan berat 200 – 250 gr. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol ( K ), perlakuan I, II dan III . Kelompok perlakuan diberikan monosodium glutamat dengan dosis masing-masing : 45 mg, 54 mg dan 63 mg setiap hari diberikan peroral yang dilarutkan dengan aquabides 2 ml selama 20 hari yang dimulai pada awal fase proestrus. Setelah 20 hari perlakuan tikus di korbankan dan diambil darahnya. Pemeriksaan kadar hormone estradiol dan progesteron menggunakan Elisa Spectrophotometer. Kemudian hasilnya dianalisa dengan menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni.Hasil penelitian pemberian monosodium glutamat dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari, 54 mg/ekor/ hari dan 63 mg/ ekor /hari dapat menurunkan kadar hormon estradiol tikus putih betina (Rattus norvegicus) secara signifikan. Dan pemberian monosodium glutamate dengan dosis 45 mg/ ekor/ hari dapat menurunkan kadar hormon progesteron tikus putih betina (Rattus norvegicus) walaupun tidak berpengaruh secara signifikan , dan pada dosis 54 mg/ekor/ hari dan 63 mg/ ekor /hari memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar hormon progesteron secara signifikan.Dapat di simpulkan ada pengaruh pemberian monosodium glutamat terhadap penurunan kadar hormon estradiol dan kadar hormon progesteron pada tikus putih betina (Rattus norvegicus). Disarankan Untuk pemeriksaan kadar hormon sebaiknya dilakukan segera setelah pengambilan darah.
MANAGEMEN KELELAHAN SAAT PERSALINAN MENGGUNAKAN JUS SEMANGKA
The condition of fatigue during labor has received little attention for meditative intervention, so it is important in suppressing the adverse effects of fatigue during labor on the mother and fetus, and preventing the incidence of maternal and fetal mortality and morbidity. The purpose of the study to determine the handling of fatigue using watermelon juice in maternal mothers. Anaerobic fatigue was measured using blood lactic acid values, and Visual Analoque Scale-Fatique (VAS-F) quetioner from 68 respondents were divided into 2 groups: treatment and control group were selected concencutive sampling. Measurement of blood lactate level was performed 2x at before and after treatment. Data analysis was using univariate and bivariate by dependent T test. The results showed that there were significant differences between lactate levels before and after treatment and control group (.003). The VAS-Fatique analysis resulted the difference in fatigue experienced stage 1 (.015) and fatigue experienced 24 hour post partum (.001) is lower treatment group compared with the control group. In conclusion, watermelon juice is effective as fatigue handling in maternal mothers, it is recommended that watermelon juice be given to the mother during normal deliver