Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah X
Not a member yet
179 research outputs found
Sort by
PERTUNJUKAN BIANGGUNG DITINJAU DARI ASPEK MUSIKAL DAN RITUAL DI DESA KUALA TOLAM KECAMATAN PELALAWAN KABUPATEN PELALAWAN PROPINSI RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertunjukkan bianggung ditinjau dari aspek musikal dan ritual di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Ditinjau dari aspek musikal pertunjukkan bianggung memiliki beberapa unsur musik di antaranya adalah irama/ritme, tempo, birama, melodi, dan dinamik. Unsur-unsur musik tersebut memiliki fungsi yang berbeda satu sama lainnya dalam pertunjukkannya. Ditinjau dari aspek ritualnya pertunjukan bianggung ini adalah sebagai media penghubung atau komunikasi pebayu dan si pelaku bianggung dengan dunia gaib, Dalam hal ini pebayu melakukan komunikasi dan memberikan perintah kepada mambang-mambang/makhluk halus agar masuk ke dalam tubuh si pelaku bianggung. Musik bianggung berfungsi sebagai pengiring/ mengiringi pada saat si pelaku memulai aksinya yang mana si pelaku bianggung sudah tidak lagi berprilakuan seperti manusia normal tetapi berprilakuan seperti mambang yang sudah merasukinya. Di dalam pertunjukkan bianggung ini musik juga memiliki keunikan yang hal itu terbukti pada saat Gendang bebano dipukul atau dimainkan si pelaku bianggung akan bergerak (membentuk sebuah tarian sederhana) dimana gerakannya mengikuti suara yang dikeluarkan dari gendang bebano tersebut. Ditinjau dari aspek ritual bianggung adalah suatu pertunjukkan yang sifatnya pemanggilan-pemanggilan mambang-mambang (sejenis mahluk halus/roh-roh) agar masuk kedalam tubuh si pelaku permainan ini. Mambang-mambang adalah perwujudan dari binatang dan tumbuh-tumbuhan yang menyerupai perempuan yang sangat cantik jelita seolah seperti bidadari yang turun dari kayangan. Setelah mambang-mambang tersebut masuk ke alam bawah sadar si pelaku akan kehilangan kesadarannya dan si pelaku akan berubah dimana kepribadiannya tidak lagi seperti manusia normal melainkan seperti apa mambang yang dipanggil oleh pebayu (pemantra) maka seperti itulah prilaku si pelaku tersebut.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i4.1
Peranan Pengetahuan, Keyakinan dan Sikap Mengenai HIV-AIDS terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kabupaten Bungo Tahun 2013
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengetahuan, keyakinan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS terhadap perilaku seksual remaja. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Sampel sebanyak 233 mahasiswi diambil dari populasi sebanyak 666 mahasiswi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan metode chi-square dan regresi logistik ganda untuk melihat variabel yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna secara statistik dengan perilaku seksual remaja. Responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang HIV-AIDS cenderung melakukan perilaku seksual berat 10, 286 kali dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan baik.Kata Kunci: Pengetahuan, keyakinan, sikap, HIV-AID
Pembentukan Pembiasaan Agama Pada Anak Melalui Acara Didikan Subuh
Didikan subuh adalah sesuatu kegiatan bernuangsa keagamaan yang sangat diminati oleh anak-anak didik tingkat TK DAN SD (Pendidikan Dasar). Didikan subuh adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang potensial dalam mendidik anak-anak muslim menjadi muslim yang berkarakter. Selain acaranya yang menantang bagi anak-anak Pra dan Dasar, dalam acara tersebut menampilkan kebolehan mereka tentang praktek dan hafalan tentang doa-doa yang berkaitan dengan ajaran Islam, acara dilaksanakan secara bersama-sama(gabungan) antar masjid dan mushalla yang membuat mereka lebih bersemangatDalam moment acara didikan subuh walapun acaranya dilaksanakan sesudah salat subuh berjamaah kelihatan para anak didik terlihat antusias dalam acara tersebut, hal ini dapat dilihat dari kehadiran mereka, rata-rata kehadiran mereka diatas 80%. Dari segi pelaksanaan acara kebanyakan siswa terlihat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan hal ini terlihat ketika ditugaskan dalam menampilkan setiap materi yang diharuskan tampil dalam acara tersebut, sebagian besar mereka dapat melaksanakan point-point yang ditugaskan kepada siswa.bahkan menjadi kebanggan tersendiri jika mereka dapat tampil dalam acara tersebutDoi: 10.22216/jit.2014.v8i4.1
PENGARUH PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP APGAR SCORE BAYI MENIT PERTAMA
Asfiksia merupakan penyebab utama kematian bayi, indikator untuk diagnosis asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) dengan penilaian Apgar Score menit pertama kelahiran. Kontraksi uterus selama proses persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga proses ini mempengaruhi oksigenasi utero placenter pada bayi yang masih berada dalam uterus, sehingga saat kelahiran bayi akan mengalami asfiksia yang ditandai oleh nilai apgar score menit pertama yang rendah. Namun hal ini dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang mendukung diantaranya menghadirkan suami atau keluarga sebagai pendamping dalam proses persalinan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai apgar score menit pertama pada persalinan dengan pendamping dan tanpa pendamping di BPS Kota Padang tahun 2013.Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan non-Randomized Posttest Only Control Group Design). Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu inpartu fase aktif di bidan praktik swasta di Kota Padang selama periode Agustus s/d September 2013. Data diambil dengan menggunakan daftar ceklis berdasarkan hasil observasi terhadap kedua kelompok. Data dianalisis dengan menggunakan uji t independent.Hasil didapatkan rata-rata nilai Apgar responden dengan pendamping saat peralinan adalah 8,10 dengan standar deviasi 0,618, sedangkan pada responden tanpa pendamping rata-rata nilai Apgar 6,79 dengan standar deviasi 1,264. Hasil uji t test independent nilai p 0,001 berarti ada perbedaan yang bermakna rata-rata nilai Apgar bayi yang didampingi saat persalinan dengan tanpa didampingi.Saran Untuk menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup bayi baru lahir, perlu ditingkatkan asuhan sayang ibu dalam pelayanan kehamilan dan persalinan. Dengan melibatkan suami mulai kehamilan sampai persalinan.Keyword: pendamping persalinan dan apgar scoreAsfiksia merupakan penyebab utama kematian bayi, indikator untuk diagnosis asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) dengan penilaian Apgar Score menit pertama kelAsphyxia is a major cause of infant mortality, an indicator for the diagnosis of asphyxia in newborns with Apgar Scores assessment first minute after birth. Kontraksi uterus selama proses persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga meningkatkan ketegangan,ketakutan dan kecemasan pada ibu dan keluarga. Uterine contractions during labor can cause pain thereby increasing the tension, this process affects placenter utero oxygenation in infants who are still in the uterus, so that when the baby will have birth asphyxia is characterized by the value of the first minute Apgar score lower. Namun hal ini dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang mendukung diantaranya menghadirkan suami atau keluarga sebagai pendamping dalam proses persalinan. But this can be overcome by creating an environment that supports them bring their husbands or families as a companion in labor. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai apgar score menit pertama pada persalinan dengan pendamping dan tanpa pendamping di BPS Kota Padang tahun 2013. The general objective of this study was to determine the difference in value of the first minute Apgar score at birth with and without an escort companion in private practice midwives Padang in 2013. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan non-Randomized Posttest Only Control Group Design ). This study is an experimental non-randomized design Posttest Only Control Group Design). Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu inpartu fase aktif di bidan praktik swasta di Kota Padang selama periode Agustus s/d September 2013. Subjects in this study were all mothers inpartu active phase in private practice midwives in Padang during the period August s / d September 2013. Data diambil dengan menggunakan daftar ceklis berdasarkan hasil observasi terhadap kedua kelompok. The data were taken using a checklist based on the observation list to both groups. Data dianalisis dengan menggunakan uji t independent. Data were analyzed using independent t test. Hasil didapatkan rata-rata nilai Apgar responden dengan pendamping saat peralinan adalah 8,10 dengan standar deviasi 0,618, sedangkan pada responden tanpa pendamping rata-rata nilai Apgar 6,79 dengan standar deviasi 1,264. The results obtained mean Apgar score of respondents with a companion when labour is 8.10 with a standard deviation of 0.618, while the respondents unaccompanied mean Apgar score of 6.79 with a standard deviation of 1.264. Hasil uji t test independent nilai p 0,001 berarti ada perbedaan yang bermakna rata-rata nilai Apgar bayi yang didampingi saat persalinan dengan tanpa didampingi. The results of the independent t test p-value of 0.001 means that there is a significant difference mean Apgar score at birth of babies accompanied with unaccompanied. Saran Untuk menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup bayi baru lahir, perlu ditingkatkan asuhan sayang ibu dalam pelayanan kehamilan dan persalinan. Advice To reduce morbidity and improve quality of life of the newborn, care needs to be improved dear mother in pregnancy and delivery care. Dengan melibatkan suami mulai kehamilan sampai persalinan. By involving the husband start of pregnancy until delivery.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.
Peranan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga dalam Pengembangan Objek Wisata
In developing the tourism potential in the area of coastal tourism, Culture and Tourism Department launched Lingga regency coastal resorts as tourist areas open to the medium, the potential developed is the beach and the sea through the attraction beach maintenance activities, and to carry out a program of cultural potential of the Tourism Village that will be working on the Daik Village, the Village and Village Mepar Resun, while the infrastructure facilities in collaboration with the private sector and other areas such devices and Sanitation Department and the Department of Public Works. Kegaiatan promotion done DinasKebudayaan and Tourism Lingga Regency done in two ways: through events and through the mass media and supported by the provincial government and the private sector which is also a hotel and culinary tourism players.Keywords: Development, Tourism, Cultur
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 47 KORONG GADANG KEC. KURANJI KOTA PADANG TAHUN 2014
A major challenge in the development of nation is to biuld quality human resources are healthy, intelligent, and productive. Various factors that underlie the achievement of quality education. In a UASBN report on education, ranking Indonesia dropped from 58 to 62 among 130 countries in the world. The result of the bivariate analysis, there are 3 variable had a significant association with school performance that is nutritional status (p=0,000), duration of breastfeeding (p=0,038), maternal education level (p=0,001), as well as a variable that does not have a significant association wiyh school performance is economic status (p=0,699). It is hoped that the creation of coorperation between teachers and parents of students to pray attention to the factors that associated with increased student achievement so that students can get the maximum learning achievementDoi: 10.22216/jit.2014.v8i3.
Penerapan Pasal 1320 KUH Perdata terhadap Jual Beli secara Online (E-Commerce)
Pasal 1320 KUHPerdata mengatur tentang syarat-syarat sah perjanjian. Ketentuan Pasal 1320 ini berlaku terhadap perjanjian jual beli secara konvensional dan perjanjian jual beli melalui online (internet) Dewasa ini Perjanjian jual beli melalui online sangat diminati oleh kaum muda dan kaum ibu rumah tangga.Transaksi jual beli secara online atau disebut dengan e-commerce yang dilakukan melalui media elektronik sudah sangat populer. Para pembeli yang akan membeli barang-barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (pedagang). Dengan perkembangan teknologi informasi ini akan berdampak terhadap perkembangan aturan-aturan hukum yang ada. Atauran hukum yang diatur dalam KUHPerdata mengatur tentang syarat-syarat perjanjian. Pasal 1320 KUHPerdata mengatur tentang syarat-syarat sah perjanjian. Ketentuan ini juga berlaku terhadap transaksi jual beli secara online. Ketentuan dalam KUHPerdata ini diperkuat dengan adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur tentang transaksi elektronik.Kata Kunci: Jual Beli, e-commerc
Keterampilan Berbahasa Presenter Penyaji Berita pada Lembaga Penyiaran Televisi
Language skills consists of four aspects: listening skills, speaking skills, reading skills, and writing skills. exchanging skills are skills that have become smaller since language acquisition. In order, starting from listening, then speaking, reading and writing. Meet all four language skills for presenters, easily implement programs. Presenter is a person who appeared in front of the camera and read the news from the studio or the person who brought all kinds of television programs from the studio. Is the leading presenter of a television broadcaster, with the task of realizing the programs that have been designed previously. In the television broadcaster, presenter is in charge of energy in the studio, while on duty outside the studio is a journalist and reporter. Presenter divided into two, namely newsreader and newsanchor. Having all four language skills are essential for newsanchor, because the job requires; listening skills, speaking skills, reading skills and writing skills. Listening skills, newsanchor needed when doing the questions to the speakers. The answers were listened to presenters will continue to be developed through speaking skills to explore the root causes, so we get the solution of the problem according topics covered. Reading skills, needed newsanchor, when reading the audio-visual display related topics and writing skills required, at the time of preparation of the event, both reference and pointer events and resource-related questions. Writing skills, newsanchor needed in preparation of the event. The management of television broadcasters, can quickly understand the idea or newsanchor chill place to work. Language skills greatly contribute to the smooth and successful presenter job newsanchor on television broadcasters.Keywords: Language skills, newsreader, newsanchor, and broadcaste
PROSES PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMA SE-KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG
This study aims to look at how the process of determining the minimum completeness criteria (KKM) High School districts namely Lubuk Kilangan 14 SMA N SMA Semen Padang and Padang and What are the obstacles faced in the Determination of minimum completeness criteria (KKM). This study uses kualaitatif. This research informants are teachers, principals, and representatives of the existing curriculum at the high school and high school N 14 Semen Padang Padang using Snawball sampling. Data were collected using observation, interview and documentation. The results of the study found: Minimum completeness criteria setting process (KKM) is: Principal KKM has set a minimum that must be achieved by the subject teachers, Having known the value of the minimum KKM subject teachers at a workshop convened to determine the KKM for Economic Subjects class X which starts from Standard competence, basic competence to later demoted to the indicator. So after KKM determined subject teachers reported the results of the meeting to the representative of the curriculum, the curriculum report to the Vice Principal, principal chief engineer reported the results to the Department of Education and to the Office of Padang province, then disseminated to students and parents in the form of student learning lembarhasil. While the obstacles encountered in the determination of this KKM is: Time penentukan KKM is not planned in accordance with the existing circumstances, When the teacher determines the minimum value of completeness (KKM) is too high then the students do a lot of remedial, When the teacher determines the minimum value of mastery is too low then the student will difficult to get into college. Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.
Uji Kemampuan Insektisida Botanis Ekstrak Daun Gambir terhadap Hama (Plutella Xylostella. l)
Upaya pengendalian hama Plutella xylostella. L (Lepidoptera: Plutellidae) terutama pada tanaman kubis umumnya dilakukan dengan insektisida sintetik, namun hal diatas dinilai kurang bijaksana karena, biasanya terjadi penumpukan residu pestisida yang sangat tinggi sehingga kurang baik untuk kesehatan. Dalam masalah ini perlu dilakukan upaya pengendalian yang lebih bijaksana seperti pemakaian insektisida botanis.Gambir (Uncaria gambir, Roxb) merupakan salah satu tanaman sumber bahan pestisida botanis yang sangat potensial, karena getah daun gambir mengandung alkaloid berupa senyawa kimia seperti catechin, tannin catecu (tannin/tannat), querchitin, flouresin dan beberapa senyawa lainnya, dimana senyawa katechin, tannin dan querchitin bersifat anti mikrobial dan anti oksidan. Sehubungan dengan itu telah dilakukan penelitian tentang uji kemampuan beberapa konsentrasi ekstrak daun gambir terhadap serangga Plutella xylostella, L di Kebun Percobaan Laing Solok mulai bulan November 2011 sampai bulan Maret 2012. Penelitian memakai rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing perlakuan adalah ekstrak daun gambir konsentrasi 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 7500 ppm dan tanpa ekstrak (0 ppm) sebagai kontrol. Parameter pengamatan meliputi tingkat kematian dan volume makan larva, serta panjang siklus hidup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gambir memiliki sifat insektisidal yang baik sehingga mampu mempengaruhi sifat fisiologis serta horman dari serangga Plutella xylostella. L. Dalam konsentrasi 5000 ppm dan 7500 ppm bahan ini dapat menyebabkan kematian terhadap larva instar (II, III dan IV) sebesar sebesar (60,70%, 58,70%, 55,06%) dan (71,48%, 61,20%, 56,80%). Kedua konsentrasi juga mampu menekan volume makan sebesar (27,16%, 79,19%, 12,73%) dan (30,77%, 84,36%, 26,49%). Serta dapat memperpanjang siklus hidup (13,96-17,49) hari.Kata kunci: Plutella xylostella . L, aspek biologis, Uncaria gambir,Roxb, insektisida botanis. Plutella xylostella L (Lepidoptera: Plutellidae) pest control efforts. on cabbage especially generally performed with synthetic insecticides, but the above is considered less wise because, usually in the accumulation of a very high pesticide residue that is not good for health. In this issue needs to be made more sensible control measures such as the use of botanical insecticides. Gambier (Uncaria gambier, Roxb) is a botanical pesticide plant material source with huge potential, because the sap gambier leaves contain alkaloids such as chemical compounds such as catechins, tannins catecu (tannin / Tannat), querchitin, flouresin and some other compounds, where the compound katechin , tannin and querchitin is anti-microbial and anti-oxidant. In connection with the research has been done on testing the ability of some leaf extracts gambier concentrations against insects Plutella xylostella .L, at the KP. Laing Solok starting in November 2011 through Maret 2012. Research used a completely randomized design with 7 treatments and 4 replications, each treatment is the concentration of leaf extract gambier 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 7500 ppm and without extract (0 ppm) as a control. Parameters include the observation of mortality and larvae feed volume, and long life cycle. The results showed that the leaf extract gambier has insecticidal properties are better able to influence the physiological properties as well as the hormones of insects Plutella xylostella. L. In a 5000 ppm concentration of 7500 ppm and this material can cause the death of the larval instar (II, III and IV) was equal to (60.70%, 58.70%, 55.06%) and (71 , 48%, 61.20%, 56.80%). Both concentrations are also able to reduce the volume of feed (27.16%, 79.19%, 12.73%) and (30.77%, 84.36%, 26.49%). As well as to extend the life cycle (13.96 to 17.49) days. Keywords: Plutella xylostella. L, biological aspects, Uncaria gambier, Roxb, botanical insecticides