39193 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK DIGITAL MATERI TEKNIK PENGAWETAN PANGAN DENGAN PENGENDALIAN AKTIVITAS AIR (AW)
Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengukur kelayakan flipbook digital sebagai media pembelajaran interaktif pada mata kuliah Pengawetan Makanan khususnya materi teknik pengawetan pangan dengan pengendalian aktivitas air (aw). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model DDD-E (Decide, Design, Develop, Evaluate). Tahap Decide mencangkup penentuan tujuan pembelajaran berdasarkan CPMK dan RPS, pemilihan tema melalui kuisioner, serta analisis keterampilan digital mahasiswa dan ketersediaan perangkat. Tahap Design meliputi penyusunan outline konten, flowchart, dan storyboard. Tahap Develop dilakukan dengan penyusunan materi, perekaman video teknik pengawetan, desain visual, serta konversi ke Heyzine.com dengan fitur interaktif. Tahap Evaluate dilaksanakan melalui validasi ahli dan uji coba pengguna. Analisis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase hasil validasi dan uji coba, kemudian dikategorikan sesuai kriteria kelayakan. Hasil validasi menunjukkan kelayakan sangat tinggi: desain instruksional 88%, materi 98%, media 86%, dan bahasa 88%. Uji coba pengguna juga menunjukkan hasil positif uji one-to-one 83,3%, small group 87%, field test 92,9%, dengan respon mahasiswa 94%. Temuan ini menegaskan bahwa flipbook digital layak digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif, menarik, dan mendukung pemahaman mahasiswa mengenai pengawetan pangan.
*****
This research aims to develop and assess the feasibility of a digital flipbook as an interactive learning medium in the Food Preservation course, specifically focusing on techniques of food preservation through water activity (aw) control. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the DDD-E model (Decide, Design, Develop, Evaluate). In the Decide stage, learning objectives were determined based on CPMK and RPS, themes were selected through questionnaires, and students’ digital skills and device availability were analyzed. The Design stage involved preparing content outlines, flowcharts, and storyboards. The Develop stage included compiling learning materials, recording videos of preservation techniques, designing visuals, and converting the media into Heyzine.com with interactive features. The Evaluate stage was conducted through expert validation and user testing.Data analysis applied descriptive quantitative methods by calculating percentages of validation and trial results, which were then categorized according to media feasibility criteria. Validation results demonstrated very high feasibility: instructional design (88%), content (98%), media (86%), and language (88%). User testing also produced highly positive outcomes: one-to-one (83.3%), small group (87%), field test (92.9%), with student responses reaching 94%. These findings confirm that the digital flipbook is highly feasible as an effective, engaging, and supportive medium for enhancing students’ understanding of food preservation
ANALISIS POTENSI KARIER PEMANDU GUNUNG (STUDI DI DPPROV APGI DKI JAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi karier pemandu gunung dalam aktivitas pemanduan gunung di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 61 responden pemandu gunung aktif melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi karier pemandu gunung berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,33, yang mencerminkan etos kerja, prospek karier, serta profesionalisme yang tinggi. Selain itu, variabel kompetensi pemandu gunung memperoleh rata-rata 4,30, menandakan bahwa para pemandu memiliki kemampuan teknis, pengetahuan medan dan keselamatan, serta sikap profesional yang memadai. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemandu gunung di Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan berpotensi besar dalam mendukung perkembangan pariwisata alam berkelanjutan.
*****
This study aims to analyze the career potential of mountain guides within mountain
guiding activities in Indonesia. The research applied a quantitative descriptive
method by distributing questionnaires to 61 active mountain guide respondents. The
findings indicate that the career potential of mountain guides falls into the good
category with an average score of 4.33, reflecting strong work ethic, career prospects, and professionalism. Additionally, the competence variable obtained an average score of 4.30, indicating that mountain guides possess sufficient technical
skills, knowledge of terrain and safety, and a high level of professionalism. Overall,
the results conclude that mountain guides in Indonesia demonstrate competent human resources with significant potential to support the development of sustainable
nature-based tourism
PENGARUH LATIHAN RESISTANCE BAND DAN ANKLE WRIST WEIGHT TERHADAP KETEPATAN TENDANGAN LURUS DEPAN ATLET PENCAK SILAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan resistance band dan ankle wrist weight terhadap ketepatan tendangan lurus depan atlet pencak silat MAN 5 Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 22 atlet pencak silat MAN 5 Bogor yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok latihan resistance band dan kelompok latihan ankle wrist weight. Pengumpulan data dilakukan melalui tes ketepatan tendangan lurus depan sebelum dan sesudah perlakuan latihan selama 16 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketepatan tendangan lurus pada kelompok resistance band meningkat dari 16,55 menjadi 20,91, sedangkan pada kelompok ankle wrist weight meningkat dari 15,73 menjadi 19,55. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan peningkatan yang signifikan (Sig. 0,002 < 0,05), dengan nilai N-Gain kelompok resistance band lebih tinggi. Dengan demikian, kedua latihan berpengaruh terhadap ketepatan tendangan lurus depan, namun latihan resistance band menunjukkan peningkatan yang lebih besar.***** This study aims to determine the effect of resistance band training and ankle wrist weight training on the accuracy of the front straight kick of pencak silat athletes at MAN 5 Bogor. The research method used was an experimental method with a pretest–posttest design. The research sample consisted of 22 pencak silat athletes from MAN 5 Bogor who were divided into two groups, namely the resistance band training group and the ankle wrist weight training group. Data collection was conducted through a front straight kick accuracy test before and after the training intervention, which was carried out for 16 training sessions. The results showed that the average front straight kick accuracy in the resistance band group increased from 16.55 to 20.91, while in the ankle wrist weight group it increased from 15.73 to 19.55. The results of the independent sample t-test indicated a significant difference in improvement (Sig. 0.002 < 0.05), with the N-Gain value of the resistance band group being higher. Therefore, both training methods have an effect on the accuracy of the front straight kick; however, resistance band training demonstrates a greater improvement
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN PUTIH TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORI KASSTENGEL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung beras ketan putih terhadap kualitas fisik dan mutu sensori kasstengel. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pastry dan Bakery, Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tiga perlakuan substitusi tepung beras ketan putih, yaitu 40%, 50%, dan 60%. Pengujian kualitas fisik meliputi kadar air dan baking loss dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Uji mutu sensori melibatkan 45 panelis agak terlatih dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis serta uji lanjut Tuckey’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung beras ketan putih tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik kasstengel aspek kadar air dan baking loss. Substitusi 60% menjadi perlakuan terbaik uji kadar air sebesar 2,52% ± 0,80 dan baking loss sebesar 26,73% ± 1,10. Uji mutu sensori tidak terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna remah, aroma, tekstur, rasa keju, dan rasa ketan putih. Tetapi terdapat pengaruh nyata pada aspek rasa gurih dengan seluruh kelompok perlakuan berbeda nyata. Perlakuan terbaik pada substitusi 60% yang memperoleh nilai rata-rata tertinggi 4,7 kategori sangat gurih. Kesimpulan dari hasil penelitian, substitusi tepung beras ketan putih terbaik dari seluruh aspek yang diujikan adalah substitusi 60%. Berdasarkan hasil penelitian, maka substitusi 60% direkomendasikan untuk dijadikan acuan penelitian selanjutnya.
*****
This study aims to analyze the effect of white glutinous rice flour substitution on the physical and sensory quality of kasstengel. The study was conducted at the Pastry and Bakery Processing Laboratory, Jakarta State University. The method used was an experimental method with three treatments of white glutinous rice flour substitution, namely 40%, 50%, and 60%. Physical quality testing including water content and baking loss was analyzed using ANOVA and Duncan's advanced test. Sensory quality testing involved 45 semi-trained panelists and was analyzed using the Kruskal-Wallis test and Tuckey's advanced test. The results showed that the substitution of white glutinous rice flour did not significantly affect the physical quality of kasstengel in terms of water content and baking loss. 60% substitution was the best treatment in terms of water content of 2.52% ± 0.80 and baking loss of 26.73% ± 1.10. Sensory quality tests did not show a significant effect on the crumb color, aroma, texture, cheese flavor, and white glutinous rice flavor aspects. However, there was a significant effect on the savory taste aspect with all treatment groups being significantly different. The best treatment was the 60% substitution, which obtained the highest average score of 4.7 in the very savory category. The conclusion of the research results, the best white glutinous rice flour substitution in all aspects tested was the 60% substitution. Based on the research results, the 60% substitution is recommended as a reference for further research
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI ATLET CANDRA WIJAYA INTERNATIONAL BADMINTON CENTRE
EVALUASI PENGELOLAAN OBJEK WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK PADA BUMI PERKEMAHAN CIDAHU SUKABUMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan objek wisata minat khusus Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan objek wisata minat khusus berupa wisata camping di Bumi Perkemahan Cidahu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tiga pengelola dan dua pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Context memperoleh nilai 3,1 dengan kategori baik, yang menunjukkan tujuan pengelolaan, kondisi lingkungan, dan daya tarik wisata telah mendukung kegiatan camping. Komponen Input memperoleh nilai 2,0 dengan kategori cukup, yang mengindikasikan bahwa fasilitas, sumber daya manusia, dan standar operasional masih perlu ditingkatkan. Komponen Process memperoleh nilai 2,4 dengan kategori cukup, yang menunjukkan pelaksanaan pengelolaan telah berjalan namun belum optimal, terutama dalam pemeliharaan fasilitas dan pelayanan. Komponen Product memperoleh nilai 2,4 dengan kategori cukup, yang menunjukkan dampak pengelolaan terhadap kepuasan dan minat kunjungan pengunjung masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan Bumi Perkemahan Cidahu tergolong cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan pada aspek input, proses, dan hasil agar pengelolaan wisata camping dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (*****) his study aims to evaluate the management of special interest tourism in the form of camping activities at Cidahu Campsite, Mount Halimun Salak National Park, Sukabumi. The study employed a qualitative descriptive approach using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving three managers and two visitors as informants. The results show that the Context component achieved a score of 3.1 (good category), indicating that management objectives, environmental conditions, and tourism attractions adequately support camping activities. The Input component scored 2.0 (fair category), suggesting that facilities, human resources, and operational standards require improvement. The Process component scored 2.4 (fair category), indicating that management implementation has been conducted but is not yet optimal, particularly in facility maintenance and service consistency. The Product component scored 2.4 (fair category), showing that the impacts of management on visitor satisfaction and revisit intention still need enhancement. In conclusion, the management of Cidahu Campsite is considered fairly good, but improvements in input, process, and outcomes are necessary to achieve optimal and sustainable camping tourism management
PENGEMBANGAN ALAT BANTU LATIHAN POWER PADA ATLET RENANG GAYA DADA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat bantu latihan power menggunakan Power Rack pada atlet renang gaya dada. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan power dan kecepatan atlet renang gaya dada, khususnya pada nomor 50 meter, yang dipengaruhi oleh keterbatasan penggunaan alat bantu latihan resistensi di tingkat klub. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah atlet renang Pyramid Swimming Club Jakarta Unit Lenteng Agung. Proses pengembangan alat dilakukan melalui analisis kebutuhan, perancangan alat, validasi oleh ahli renang, pelatih renang, dan ahli tes konstruksi, serta uji coba terbatas pada atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bantu latihan power berbasis Power Rack dinyatakan layak secara teoretik dan empiris serta efektif digunakan sebagai media latihan untuk meningkatkan kemampuan power dan kecepatan renang gaya dada. Dengan demikian, alat ini dapat dijadikan alternatif media latihan yang efektif, efisien, dan terjangkau dalam pembinaan prestasi renang gaya dada di tingkat klub.*****This study aims to develop a power training aid using a Power Rack for breaststroke swimming athletes. The background of the study is based on the low power and speed abilities of breaststroke swimmers, particularly in the 50-meter event, which is influenced by the limited use of resistance training aids at the club level. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects were swimming athletes from Pyramid Swimming Club Jakarta Unit Lenteng Agung. The development process included needs analysis, tool design, validation by swimming experts, swimming coaches, and construction test experts, as well as limited trials with athletes. The results indicate that the Power Rack-based power training aid is theoretically and empirically feasible and effective as a training medium to improve power and breaststroke swimming speed. Therefore, this tool can be used as an effective, efficient, and affordable alternative training medium for developing breaststroke swimming performance at the club level
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN SUDUT RELEASE DENGAN KETEPATAN SHOTING JARAK 9 METER PADA ATLET FIKK UNJ PETANQUE CLUB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dan sudut release dengan ketepatan shooting jarak 9 meter pada atlet FIKK UNJ Petanque Club. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif
dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 15 atlet yang terdiri dari 8 atlet laki-laki dan 7 atlet perempuan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes kekuatan otot lengan menggunakan handgrip dynamometer, analisis sudut release shooting menggunakan aplikasi Kinovea, serta tes ketepatan shooting jarak 9 meter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi berganda dengan bantuan
program SPSS. Hasil penelitian kekuatan otot lengan dengan hasil shooting diperoleh koefisien korelasi sebesar -0.156 dengan nilai signifikansi 0,578. Hal ini menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan hasil shooting. Selain itu, Hasil penelitian sudut release dengan hasil shooting diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,121 dengan nilai signifikansi 0,667. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan hasil shooting. Hasil uji regresi linear berganda diperoleh nilai R sebesar 0.179 dengan nilai R Square sebesar 0.032. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan dan sudut release hanya mampu menjelaskan 3.2%, sedangkan sisanya sebesar 96.8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model seperti
tinggi badan, konsentrasi, pengalaman dan faktor psikologis atlet.
*****
This study aimed to examine the relationship between arm muscle strength and release angle with shooting accuracy at a distance of 9 meters among athletes of the FIKK UNJ Petanque Club. The research employed a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 15 athletes, comprising 8 male and 7 female athletes, selected using a purposive sampling technique. The research instruments included an arm muscle strength test using a handgrip dynamometer, analysis of the shooting release angle using the Kinovea application, and a 9-meter shooting accuracy test. Data were analyzed using correlation analysis and multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that the correlation coefficient between arm muscle strength and shooting accuracy was −0.156 with a significance value of 0.578, indicating that there was no significant relationship between arm muscle strength and shooting accuracy. Furthermore, the correlation coefficient between release angle and shooting accuracy was 0.121 with a significance value of 0.667, which also indicates that there was no significant relationship between release angle and
shooting accuracy. The results of the multiple linear regression analysis showed an R value of 0.179 and an R Square value of 0.032. This indicates that arm muscle
strength and release angle together accounted for only 3.2% of the variance in shooting accuracy, while the remaining 96.8% was influenced by other factors outside the model, such as body height, concentration, experience, and psychological factors of the athletes
PERANCANGAN LADDER DIAGRAM PLC BERBASIS PENURUNAN TEKANAN AKIBAT KEBOCORAN PADA SISTEM FASILITAS HIDROGEN
Hidrogen merupakan sumber energi bersih yang menjanjikan, namun memiliki risiko keselamatan tinggi karena sifatnya yang mudah terbakar dan rentan bocor, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi kebocoran otomatis pada fasilitas hidrogen menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) dan Automatic Shut-Off Valve (ASV) dengan fokus pada setpoint penurunan tekanan yang optimal. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan Engineering Design berbasis simulasi komputasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap zona memerlukan karakteristik setpoint yang berbeda sesuai volume dan tekanan operasionalnya yang dilakukan secara real-time, di mana area Storage ditetapkan setpoint 15 kPa dengan, area Compressor (350 bar) memerlukan setpoint tertinggi sebesar 105 kPa, sedangkan area Buffer Tank 70 kPa dan Refrigeration atau Dispenser ditetapkan sebesar 35 kPa. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa implementasi logika Ladder Diagram pada PLC yang dirancang dengan prinsip Fail-Safe mampu mengintegrasikan sensor tekanan untuk mengisolasi kebocoran secara otomatis, membatasi penyebaran gas melalui mekanisme interlock bertingkat, dan menjamin keamanan fasilitas melalui fitur penguncian (latching) alarm.
*****
Hydrogen is a promising clean energy source; however, it carries significant safety risks due to its flammability and susceptibility to leakage. This research aims to design an automatic leakage protection system for hydrogen facilities using a Programmable Logic Controller (PLC) and Automatic Shut-Off Valve (ASV), with a focus on determining the optimal pressure drop setpoints. The methodology applies an Engineering Design approach based on computational simulation. The results indicate that each zone requires distinct setpoint characteristics according to its volume and operational pressure in real time: the Storage area is set at 15 kPa, the Compressor (350 bar) requires the highest setpoint of 105 kPa, while the Buffer Tank is set at 70 kPa, and the Refrigeration or Dispenser area at 35 kPa. The conclusion demonstrates that the implementation of Ladder Diagram logic in PLC, designed under the Fail Safe principle, successfully integrates pressure sensors to automatically isolate leaks, limit gas dispersion through multi-level interlock mechanisms, and ensure facility safety via alarm latching features
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL TERHADAP PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN BEKASI SELATAN, KOTA BEKASI
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan formal terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program keluarga berencana di Kecamatan Bekasi Selatan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 hingga Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menekankan pada analisis data numerik dengan teknik statistika untuk menguji pengaruh antara tingkat pendidikan formal (SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi) dengan partisipasi pasangan usia subur dalam program keluarga berencana (Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan, Pengambilan Maanfaat, dan Evaluasi). Populasi penelitian terdiri dari pasangan usia subur di 5 daerah Kelurahan di Kecamatan Bekasi Selatan yaitu Kelurahan Pekayonjaya, Kayuringin, Jakamulya, Jakasetia, dan Margajaya, dengan sampel sebanyak 120 orang yang dipilih berdasarkan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program keluarga berencana dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,635. Partisipasi cenderung meningkat seiring dengan jenjang pendidikan formal. Responden berpendidikan SD menunjukkan partisipasi terendah, SMP berada pada kategori sedang, SMA lebih tinggi, sedangkan responden perguruan tinggi menunjukkan partisipasi tertinggi. Uji One Way ANOVA mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antar jenjang pendidikan, khususnya antara responden SD dan perguruan tinggi.***This study aimed to analyze the effect of formal education level on reproductiveage couples participation in the family planning program in South Bekasi District and was conducted from October 2024 to May 2025 using a quantitative approach
that emphasized numerical data analysis and statistical techniques. The study examined the influence of formal education levels (elementary school, junior high school, senior high school, and university) on participation in the family planning program across four dimensions: decision-making, implementation, benefit uptake,and evaluation. The population consisted of reproductive-age couples from five
urban villages (Kelurahan) in South Bekasi District Pekayonjaya, Kayuringin,Jakamulya, Jakasetia, and Margajaya with a sample of 120 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected through observation and
questionnaire distribution and analyzed using simple linear regression and OneWay ANOVA. The findings indicate that formal education level has a significant effect on participation in the family planning program (significance = 0.000, <0.05), with a coefficient of determination (R²) of 0.635, showing that participation increases in line with educational attainment. Respondents with elementary education exhibited the lowest participation, those with junior high education showed moderate participation, senior high school graduates demonstrated higher participation, and university-educated respondents showed the highest participation. One-Way ANOVA further confirmed significant differences among education levels, particularly between respondents with elementary education and those with university education
Keywords : Family Planning, Formal Education, Participation, ReproductiveAge Couples