39193 research outputs found
Sort by
UPAYA PENINGKATAKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA DI SMA NEGERI 55 JAKARTA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME BLOOKET
Penelitian ini membahas mengenai upaya peningkatan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 55 Jakarta terutama dikelas XI-G melalui penggunaan media pembelajaran berbasis game blooket. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2025/2026 di kelas XI-G SMA Negeri 55 Jakarta berjumlah 35 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 55 Jakarta dalam menggunakan media pembelajaran berbasis game blooket. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pelaksanaan sebanyak tiga siklus dengan menggunakan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini tenaga pendidik adalah peneliti sebagai guru dan berkolaborasi dengan guru sejarah SMA Negeri 55 Jakarta, Bapak Shofwan Iskandar, S.Pd.
Dalam penelitian ini, Media game blooket diterapkan setiap siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I ketuntasan hasil belajar menunjukan kategori rendah, 31% dengan nilai rata-rata 63%. Setelah refleksi dan perbaikan di siklus II ketuntasan menunjukan peningkatan hasil belajar menjadi 89% dengan nilai rata-rata 85,57% atau dalam kategori baik. Untuk mencapai hasil yang konsisten diperlukan siklus selanjutnya dengan refleksi dan perbaikan, pada siklus perolehan hasil belajar terjadi peningkatan lagi menjadi 94% dengan nilai rata-rata 87,14% atau dalam kategori baik. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memberikan tanggapan positif terhadap pengguanaan media pembelajaran berbasis game Blooket pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif dan membantu pemahaman materi sejarah secara efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media game blooket terbukti dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 55 Jakarta selama tiga siklus, telah berhasil. ******** This study discusses efforts to improve students' history learning outcomes at SMA Negeri 55 Jakarta, especially in class XI-G through the use of game-based learning media Blooket. This study was conducted in the 2025/2026 academic year in class XI-G of SMA Negeri 55 Jakarta, totaling 35 students. The purpose of this study is to improve students' history learning outcomes at SMA Negeri 55 Jakarta in using game-based learning media Blooket. The research method used in this study is classroom action research (CAR) with three cycles of implementation using four stages: planning, implementation, observation, and reflection. In this study, the teaching staff is the researcher as a teacher and collaborates with the history teacher of SMA Negeri 55 Jakarta, Mr. Shofwan Iskandar, S.Pd.
In this study, the Blooket game media was applied in every learning cycle. The results showed that in cycle I the learning outcome completion was in the low category, 31% with an average score of 63%. After reflection and improvement in cycle II, the completion showed an increase in learning outcomes to 89% with an average score of 85.57% or in the good category. To achieve consistent results, the next cycle with reflection and improvement was needed, in the learning outcome acquisition cycle there was another increase to 94% with an average score of 87.14% or in the good category. In addition, the interview results showed that students gave a positive response to the use of Blooket game-based learning media because learning became more interesting, interactive and helped understand historical material effectively. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of Blooket game media has been proven to improve students' history learning outcomes at SMA Negeri 55 Jakarta for three cycles, has been successful
PEMBUATAN APLIKASI PENYELEKSI PEMAIN FUTSAL DENGAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi penyeleksi pemain futsal berbasis
Android dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) guna membantu
pelatih dalam proses pengambilan keputusan seleksi pemain maupun penentuan pemain
inti secara objektif dan efisien. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena proses
seleksi pemain futsal yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual menggunakan
kertas dan pulpen, sehingga dinilai kurang efektif, efisien, dan rentan terhadap
subjektivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D)
dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup tahapan Analysis (analisis), Design
(desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation
(evaluasi). Aplikasi yang dikembangkan menggunakan metode SAW untuk menghitung
penjumlahan terbobot dari setiap kriteria penilaian guna menghasilkan pemeringkatan
pemain yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penyeleksi pemain
futsal (APPF) telah dinyatakan layak dan valid melalui tahap validasi oleh ahli materi futsal
serta ahli media. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil pada para pelatih, aplikasi
memperoleh skor persentase kelayakan sebesar 84% dan skor kemenarikan sebesar 88%,
di mana keduanya masuk dalam kategori "Sangat Layak". Simpulan dari penelitian ini
adalah aplikasi penyeleksi pemain futsal dengan metode SAW layak digunakan sebagai
alat bantu digital bagi pelatih dalam menentukan pemain secara terstruktur dan transparan.
*****
This research aims to develop an Android-based futsal player selection application using
the Simple Additive Weighting (SAW) method to assist coaches in the decision-making
process for player selection and determining the starting lineup objectively and efficiently.
The background of this study is driven by the fact that the futsal player selection process is
still largely conducted manually using paper and pens, which is considered ineffective,
inefficient, and prone to subjectivity. The research method employed is Research and
Development (R&D) using the ADDIE development model, which includes the stages of
Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The developed
application utilizes the SAW method to calculate the weighted sum of each assessment
criterion to generate accurate player rankings. The results show that the Futsal Player
Selection Application (APPF) has been declared feasible and valid through validation by
futsal subject matter experts and media experts. Based on small-group trials with coaches,
the application obtained a feasibility percentage score of 84% and an attractiveness score
of 88%, both of which fall into the "Very Feasible" category. In conclusion, the futsal player
selection application using the SAW method is suitable for use as a digital tool to help
coaches determine players in a structured and transparent manner
TINGKAT PEMAHAMAN ATLET TERHADAP CEDERA OLAHRAGA DI TIM FUTSAL SMKN 4 KABUPATEN TANGERANG
Cedera olahraga merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh atlet futsal akibat karakteristik permainan yang cepat, dinamis, serta tingginya kontak fisik. Kurangnya pemahaman atlet mengenai cedera olahraga dapat berdampak pada meningkatnya risiko cedera serta penanganan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman atlet terhadap cedera olahraga di Tim Futsal SMKN 4 Kabupaten Tangerang yang meliputi pengertian cedera, pencegahan cedera, dan perawatan cedera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh atlet Tim Futsal SMKN 4 Kabupaten Tangerang yang berjumlah 37 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 50 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan pengkategorian tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman atlet terhadap cedera olahraga berada pada kategori baik. Secara rinci, pemahaman atlet terhadap pengertian cedera, pencegahan cedera, dan perawatan cedera berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa atlet Tim Futsal SMKN 4 Kabupaten Tangerang telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai cedera olahraga, namun tetap diperlukan upaya peningkatan edukasi secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko cedera dan mendukung keselamatan serta performa atlet. Kata kunci: cedera olahraga, futsal, pemahaman atlet
*****
Sports injuries are one of the problems frequently experienced by futsal athletes due to the fast and dynamic nature of the game as well as the high level of physical contact. A lack of athletes’ understanding of sports injuries can increase the risk of injury and lead to improper injury management. This study aims to determine the level of athletes’ understanding of sports injuries among the SMKN 4 Kabupaten Tangerang Futsal Team, which includes the definition of injuries, injury prevention, and injury treatment. This research employed a quantitative descriptive method using a survey technique. The population and sample consisted of all 37 athletes of the SMKN 4 Kabupaten Tangerang Futsal Team, selected using a total sampling technique. The research instrument was a 50-item multiple-choice questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using descriptive statistics with categorization of the level of understanding. The results showed that the athletes’ level of understanding of sports injuries was in the good category. Specifically, athletes’ understanding of the definition of injuries, injury prevention, and injury treatment was also categorized as good. Based on these findings, it can be concluded that the athletes of the SMKN 4 Kabupaten Tangerang Futsal Team have a fairly good understanding of sports injuries; however, continuous educational efforts are still needed to minimize the risk of injury and to support athlete safety and performance.Keywords: athlete understanding, sports injuries, futsa
PENGARUH PENGGUNAAN SARI DAUN UBI JALAR PUTIH (IPOMOEA BATATAS L) PADA PEMBUATAN KUE MANGKOK TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sari daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas L.) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris kue mangkok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen melalui tiga perlakuan penggunaan sari daun ubi jalar putih sebesar 2%, 4%, dan 6% dari total berat adonan kue mangkok. Pengujian kualitas fisik difokuskan pada aspek morfologi pori-pori dengan tiga kali pengulangan, sedangkan uji mutu sensoris melibatkan 45 panelis agak terlatih. Analisis uji kualitas fisik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih berpengaruh signifikan terhadap morfologi pori-pori. Kemudian dilanjut dengan uji Duncan, menunjukkan terdapat perbedaan nyata antarperlakuan, dengan perlakuan 4% memperoleh skor tertinggi pada aspek tersebut. Hasil uji mutu sensoris menunjukkan bahwa penggunaan sari daun ubi jalar putih tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pori-pori, kelembutan, kekenyalan, rasa manis, dan rasa daun ubi jalar putih. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna dan aroma. Uji lanjut Tuckey’s menunjukkan bahwa pada aspek warna, seluruh perlakuan berbeda nyata, dengan perlakuan 6% menghasilkan warna hijau gelap dengan skor tertinggi. Pada aspek aroma, perlakuan 2% dan 4% tidak berbeda nyata dan tergolong tidak beraroma daun ubi jalar putih. Berdasarkan keseluruhan hasil kualitas fisik dan mutu sensoris, kue mangkok dengan penambahan sari daun ubi jalar putih sebesar 4% direkomendasikan karena memiliki karakteristik yang paling mendekati produk kontrol.
*****
This study aims to analyze the effect of white sweet potato leaf extract (Ipomoea batatas L.) on the physical and sensory quality of cupcakes. The research employed a quantitative experimental approach with three treatment levels of extract addition, namely 2%, 4%, and 6% of the total cupcake batter weight. Physical quality assessment focused on pore morphology and was performed in three replications. Sensory quality evaluation involved 45 semi-trained panelists who assessed several attributes of the cupcakes. Physical quality data were analyzed using One Way ANOVA, which showed that the addition of white sweet potato leaf extract significantly affected pore morphology. Duncan’s Multiple Range Test indicated significant differences among treatments, with the 4% extract treatment obtaining the highest score for pore morphology, indicating the most optimal pore structure. Sensory quality analysis showed that the addition of white sweet potato leaf extract did not significantly affect pore perception, softness, elasticity, sweetness, or the taste of white sweet potato leaves. However, a significant effect was found on color and aroma. Tuckey’s test demonstrated that all treatments differed significantly in color, with the 6% treatment producing the darkest green color and the highest score. In terms of aroma, the 2% and 4% treatments were not significantly different and were classified as having no noticeable white sweet potato leaf aroma, while the 6% treatment showed a slightly detectable aroma. Based on overall physical and sensory quality characteristics, cupcakes with 4% white sweet potato leaf extract recommended
PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN SISWA MARGINAL DALAM PERSPEKTIF TEORI HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW DI SEKOLAH MASTER INDONESIA (Studi Kualitatif pada Siswa SMA Terbuka Master Indonesia)
Alvida Damayanti, Pemenuhan Hak Pendidikan Siswa Marginal dalam Perspektif Teori Hierarki Kebutuhan Maslow di Sekolah Master Indonesia, (Studi Kualitatif pada Siswa SMA Terbuka Master Indonesia), Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta, 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemenuhan hak pendidikan anak marginal yang dilakukan oleh SMA Terbuka Master serta mengkaji bentuk pemenuhan hak pendidikan tersebut berdasarkan tahapan hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Terbuka Master berperan dalam memberikan akses pendidikan formal setara SMA dan juga memenuhi kebutuhan dasar siswa secara bertahap; (1) Kebutuhan fisiologis, belum dipenuhi oleh sekolah karena tidak ada pemberian makanan gratis dan pakaian gratis, tetapi sekolah menyediakan tempat belajar yang cukup layak; (2) Kebutuhan rasa aman, dipenuhi melalui lingkungan belajar yang kondusif, perlindungan emosional, serta pendekatan kekeluargaan; (3) Kebutuhan sosial, terpenuhi melalui interaksi positif antara siswa, guru, dan komunitas sekolah; (4) Kebutuhan penghargaan, diwujudkan melalui pemberian apresiasi, motivasi, dan pengakuan terhadap kemampuan siswa; (5) Kebutuhan aktualisasi diri, sekolah mendorong pengembangan potensi, minat, dan keterampilan hidup siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Terbuka Master telah berhasil memenuhi hak pendidikan siswa marginal secara bertahap dan berkelanjutan, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaannya. Pendekatan pendidikan yang holistik dan humanis yang diterapkan sekolah berkontribusi dalam pemberdayaan siswa marginal, memutus rantai keterpinggiran dalam pendidikan, serta membantu membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, dan kesiapan siswa dalam menghadapi masa depan.
*****
Alvida Damayanti, Fulfillment of Marginal Student's Right to Education in the Perspective of Maslow's Hierarchy of Needs Theory at Master Indonesia School (Qualitative Study of Master Indonesia High School Students), Thesis. Jakarta: Civic Education Study Program, Faculty of Social and Law Sciences, Universitas Negeri Jakarta, 2026.
This study aims to analyze the fulfillment of marginal children's right to education by SMA Terbuka Master and to examine the fulfillment of this right based on Abraham Maslow's hierarchy of needs. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results show that SMA Terbuka Master plays a role in providing access to formal education equivalent to high school and also fulfills the basic needs of students in stages; (1) Physiological needs are not yet fulfilled by the school because there is no provision of free food and clothing, but the school provides a fairly decent place to study; (2) The need for security is fulfilled through a conducive learning environment, emotional protection, and a family-like approach; (3) Social needs are met through positive interactions between students, teachers, and the school community; (4) Esteem needs are realized through appreciation, motivation, and recognition of students' abilities; (5) Self-actualization needs are met as the school encourages the development of students' potential, interests, and life skills. The conclusion of this study shows that SMA Terbuka Master has succeeded in fulfilling the educational rights of marginalized students gradually and sustainably, although there are still limitations in its implementation. The holistic and humanistic educational approach applied by the school contributes to the empowerment of marginalized students, breaks the chain of marginalization in education, and helps build students' self-confidence, motivation to learn, and readiness to face the future
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL EKOPEDAGOGIK MELALUI MEDIA ARTICULATE STORYLINE 3 DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Di SMP Citra Alam Kelas VIII)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran contextual ekopedagogik melalui media Articulate Storyline 3 dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMP Citra Alam. Materi yang diajarkan difokuskan pada lingkup geografi dan sosiologi yang terintegrasi dengan mata pelajaran lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Citra Alam dengan jumlah partisipan sebanyak 10 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes evaluasi untuk mengukur ranah kognitif dan lembar observasi untuk mengukur tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Articulate Storyline 3 mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari nilai peserta didik yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 80 dengan Indikator Pencapaian Hasil (IPH) ≥ 80%. Secara spesifik, terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 50% dengan nilai rata-rata 70 pada siklus I menjadi 94 pada siklus II. Selain itu, data observasi menunjukkan bahwa nilai keaktifan peserta didik juga meningkat di setiap siklusnya.
*****
This study aims to determine the application of the ecopedagogic contextual learning model through the media of Articulate Storyline 3 in improving the learning outcomes and activeness of grade VIII students in social studies subjects at Citra Alam Junior High School. The material taught is focused on the scope of geography and sociology that are integrated with environmental subjects. This research uses the class action research method. The subject of the study was grade VIII students of SMP Citra Alam with a total of 10 students. The data collection instrument uses an evaluation test to measure the cognitive domain and an observation sheet to measure the level of student activity during the learning process. The results of the study show that the use of Articulate Storyline 3 is able to improve learning outcomes and student activity. This can be seen from the scores of students who have reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) of 80 with a Result Achievement Indicator (IPH) of ≥ 80%. Specifically, there was an increase in the completeness of learning outcomes from cycle I to cycle II by 50% with an average score of 70 in cycle I to 94 in cycle II. In addition, observation data shows that the value of student activity also increases in each cycle
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CISADANE MENGGUNAKAN MODEL COMPOSITE MAPPING ANALYSIS
Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia setiap tahunnya terutama pada musim penghujan, termasuk di wilayah DAS Cisadane. Penyebab utama banjir di DAS Cisadane yaitu alih fungsi lahan, sistem drainase yang kurang baik, dan tingginya curah hujan khususnya pada wilayah hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan di Daerah Aliran Sungai Cisadane dan menganalisis daerah yang termasuk wilayah rawan banjir, serta menghasilkan peta kerawanan banjir pada Daerah Aliran Sungai Cisadane. Perhitungan bobot dan skor parameter banjir dilakukan dengan model Composite Mapping Analysis. Parameter yang digunakan adalah Curah Hujan, Tutupan Lahan, Jenis Tanah, Ketinggian Lahan, Kemiringan Lereng, dan Kerapatan Sungai. dari perolehan data yang diolah didapatkan peta daerah rawan banjir di Daerah Aliran Sungai Cisadane menjadi 3 kelas tingkat kerawanan, yakni kerawanan rendah seluas 54869.45828 ha (36,46%), kerawanan sedang seluas 44374.37092 ha (29,5%), dan kerawanan tinggi dengan luas 51,235.21716 ha (34,04%). Uji validasi yang dilakukan terhadap peta kerawanan banjir DAS Cisadane menghasilkan nilai akurasi sebesar 89,74%. dan parameter penyebab banjir DAS Cisadane yang paling dominan adalah Curah Hujan dan Kerapatan Sungai.
*****
Floods are the most frequent natural disasters in Indonesia every year, especially during the rainy season, including in the Cisadane River Basin. The main causes of flooding in the Cisadane River Basin are land use change, poor drainage systems, and high rainfall, especially in the upstream area. This study aims to determine the level of vulnerability in the Cisadane River Basin and analyse areas that are prone to flooding, as well as to produce a flood vulnerability map for the Cisadane River Basin. The calculation of flood parameter weights and scores was carried out using the Composite Mapping Analysis model. The parameters used are rainfall, land cover, soil type, land elevation, slope, and river density. From the processed data, a map of flood-prone areas in the Cisadane River Basin was obtained, divided into three vulnerability classes, namely low vulnerability covering an area of 54,869. 45,828 ha (36.46%), moderate risk covering an area of 44,374.37092 ha (29.5%), and high risk covering an area of 51,235.21716 ha (34.04%). The validation test conducted on the Cisadane River Basin flood vulnerability map resulted in an accuracy value of 89.74%. The most dominant parameters causing flooding in the Cisadane River Basin are rainfall and river density
PENGARUH PNF TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA SISWA EKSTRAKULIKULER PENCAK SILAT SMP PGRI CITEUREUP
Metode Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) terhadap tingkat fleksibilitas otot hamstring pada siswa ekstrakurikuler pencak silat SMP PGRI Citeureup. Kurangnya fleksibilitas hamstring seringkali membatasi rentang gerak dan meningkatkan risiko cedera pada siswa ektrakulikuler pencak silat SMP PGRI Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 15 siswa. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes sit and reach untuk mengukur fleksibilitas ekstremitas bawah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 3.1. dengan uji prasyarat normalitas dan uji hipotesis Paired Sample T-test. Hasil uji normalitas menggunakan metode Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, dengan nilai signifikansi (p) untuk pretest sebesar 0,795 dan posttest sebesar 0,245 (p>0,05). Berdasarkan hasil Paired Sample T-test, ditemukan perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan, dengan Mean Difference sebesar -3,80 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nyata fleksibilitas otot hamstring setelah diberikan perlakuan PNF. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh mengenai (Propriocevtive Neuromuscular Facilitatiion (PNF) terhadap felksibilitas otot hamstring pada siswa ekstrakulikuler pencak silat SMP PGRI Citeureup. Maka dari itu Terimakasih kepada siswa ektrakulikuler pencak silat SMP PGRI Citeuereup, pelatih, serta pihak terkait yang telah bersedia menjadi subjek dan membantu kelancaran proses penelitian.
Kata Kunci: PNF, Fleksibilitas, Otot Hamstring , Pencak Silat
KAPASITAS PENDAMPING LAPANGAN DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI WIRAUSAHA RINTISAN PADA MASYARAKAT DI DESA MUARA BAKTI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas pendamping lapangan dalam Program Sekar Mukti serta keterkaitannya dengan pengembangan kompetensi wirausaha baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pada kegiatan pelatihan ecoprint, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping telah menjalankan berbagai peran dalam pendampingan, namun pelaksanaannya belum konsisten dan merata. Kondisi tersebut berdampak pada kompetensi usaha rintisan anggota, khususnya pada aspek jejaring usaha dan inovasi produk yang masih bergantung pada fasilitasi pihak eksternal. Anggota menunjukkan adanya inisiatif usaha, namun keterbatasan modal, jejaring, dan kapasitas pemasaran menjadi hambatan dalam mencapai kemandirian usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas pendamping lapangan secara terarah diperlukan untuk mendukung pengembangan kompetensi usaha rintisan anggota secara lebih berkelanjutan.
*****
This study aims to analyze the capacity of field facilitators in the Sekar Mukti Program and its relation to the development of members’ startup business competencies. This research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observation during ecoprint training activities, and documentation. The findings indicate that facilitators have performed various mentoring roles; however, their implementation has not been
consistent or evenly distributed. This condition affects the development of members’ business competencies, particularly in business networking and product innovation, which remain dependent on external support. Although members demonstrate
initiative, limitations in capital, networking, and marketing capacity hinder business independence. The study concludes that strengthening the capacity of field
facilitators is essential to support sustainable development of startup business competencies.
Keywords: field facilitator, startup business, business networking, product innovation, Sekar Mukt
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) PADA PT BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (PERSERO)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi, tantangan, serta dampak program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada indikator ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur kepada empat informan dari unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi dan analisis tematik untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR di PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) telah bertransformasi dari model bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan masyarakat yang terukur dan sistematis, seperti pelatihan digital marketing dan penguatan bisnis UMKM binaan. Tantangan internal yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, beban kerja sumber daya manusia yang tinggi, serta rendahnya komitmen karyawan terhadap esensi SDGs. Secara eksternal, perusahaan menghadapi dinamika regulasi dan tuntutan pemangku kepentingan yang beragam. Dampak program ini telah memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kapasitas ekonomi mitra binaan (SDGs 8), penerapan praktik bisnis sirkular (SDGs 12), serta penguatan kolaborasi strategis melalui pameran internasional (SDGs 17).
Kata Kunci: Corporate Social Responsibility (CSR), Sustainable Development Goals (SDGs), BUMN, Pemberdayaan UMKM
*****
This study aims to analyze the form of implementation, challenges, and impacts of Corporate Social Responsibility (CSR) programs of PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), especially in the 8th indicator (Decent Work and economic growth), the 12th (Responsible Consumption and production), and the 17th (partnership to achieve goals). The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, semi-structured interviews to four informants from the unit of social and Environmental Responsibility (TJSL), as well as documentation. Data analysis was conducted using triangulation techniques and thematic analysis to ensure the validity of the data. The results showed that the implementation of CSR at PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) has transformed from a consumptive assistance model into a measurable and systematic community empowerment, such as digital marketing training and strengthening the MSME business. Internal challenges faced include budget constraints, high human resource workload, and low employee commitment to the essence of the SDGs. Externally, companies face regulatory dynamics and diverse stakeholder demands. The impact of this program has contributed significantly to increasing the economic capacity of fostered partners (SDGs 8), implementing circular business practices (SDGs 12), and strengthening strategic collaboration through international exhibitions (SDGs 17).
Keywords: Corporate Social Responsibility (CSR), Sustainable Development Goals (SDGs), BUMN, MSME Empowerment