Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    MODEL LATIHAN KOORDINASI TEKNIK TENDANGAN PENCAK SILAT KATEGORI TANDING USIA 14-17 TAHUN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan koordinasi teknik tendangan pencak silat pada kategori tanding usia 14–17 tahun. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya variasi dan efektivitas penggunaan teknik tendangan dalam latihan maupun pertandingan pencak silat pada usia remaja, khususnya pada siswa ekstrakurikuler di MAN 5 Bogor. Teknik tendangan memiliki nilai strategis tinggi dalam pertandingan, namun penguasaannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan koordinasi gerak yang baik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa ekstrakurikuler pencak silat usia 14–17 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket kebutuhan, serta validasi oleh para ahli pencak silat dan kepelatihan olahraga. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan dan efektivitas model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan koordinasi teknik tendangan yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli serta uji coba terbatas. Model ini mampu meningkatkan koordinasi gerak, ketepatan teknik, dan variasi latihan tendangan, serta memberikan suasana latihan yang lebih menarik dan tidak monoton bagi atlet usia remaja. Dengan demikian, model latihan ini dapat digunakan sebagai alternatif inovatif dalam proses pembinaan pencak silat kategori tanding usia 14–17 tahun.***** This study aims to develop a coordination training model for pencak silat kicking techniques in the sparring category for athletes aged 14–17 years. The research background is based on the limited use and low effectiveness of kicking techniques in both training and competition among adolescent pencak silat athletes, particularly extracurricular students at MAN 5 Bogor. Kicking techniques play a strategic role in pencak silat matches and provide high scoring potential; however, their successful execution is highly dependent on good movement coordination. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects were extracurricular pencak silat students aged 14–17 years. Data were collected through observations, interviews, needs analysis questionnaires, and expert validation involving pencak silat and sports coaching specialists. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques to assess the feasibility and effectiveness of the developed training model. The results indicate that the developed coordination training model for kicking techniques is feasible and effective, as evidenced by expert validation results and limited field trials. The model improves movement coordination, technical accuracy, and variation in kicking exercises, while also creating a more engaging and less monotonous training environment for adolescent athletes. Therefore, this training model can be used as an innovative alternative in the coaching and training process of pencak silat sparring athletes aged 14–17 years

    PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DEPTH BOX JUMP DAN LATERAL BOX JUMP TERHADAP POWER TENDANGAN "T" PENCAK SILAT TIGA BERANTAI SMKN 39 JAKARTA

    No full text
    Tendangan “T” merupakan salah satu tendangan yang paling banyak digunakan pada saat pertandingan. Power otot tungkai dapat dimanfaatkan untuk menunjang daya gerak otot-otot yang berkontraksi dan persendian yang bekerja pada saat melakukan tendangan “T” dalam olahraga pencak silat. ).Panjang tungkai turut membantu dalam proses gerak tendangan pada olahraga pencak silat terutama pada saat tungkai diluruskan untuk mencapai sasaran tubuh lawan. Panjang tungkai dapat memberikan kemampuan untuk mencapai sasaran tendangan dengan cepat, meskipun lawan agak jauh jaraknya (Yudha, 2019).Latihan plyometric adalah bentuk latihan populer yang digunakan untuk meningkatkan performa atletik. Latihan ini Depth box jump merupakan salah satu latihan pliometric yang sering digunakan dalam berbagai olahraga untuk meningkatkan kekuatan otot, khususnya otot kaki. Lateral box jump adalah salah satu jenis latihan plyometric yang dapat memiliki beberapa pengaruh positif terhadap power tendangan dalam silat.Desain Penelitian yang di gunakan adalah “two group pre-test post test design”.siswa pencak silat yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMKN 39 Jakarta . 1. Terdapat pengaruh yang signifikan latihan depth box jump terhadap power tendangan “T” atlet pencak silat tiga berantai SMKN 39 Jakarta. 2. Terdapat pengaruh yang signifikan latihan lateral box jump terhadap power tendangan “T” atlet pencak silat tiga berantai SMKN 39 Jakarta. 3. Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan berdasarkan hasil temuan ini menunjukkan bahwa kelompok latihan lateral box jump lebih berpengaruh terhadap power tendangan “T” dibandingkan dengan kelompok latihan depth box jump/The "T" kick is one of the most commonly used kicks during matches. The power of leg muscles can be utilized to support the movement of contracting muscles and the joints that work when performing the "T" kick in pencak silat. The length of the leg also helps in the process of executing kicks in pencak silat, especially when the leg is extended to reach the opponent's body target. Leg length can provide the ability to reach the target quickly, even if the opponent is at some distance (Yudha, 2019). Plyometric training is a popular form of exercise used to improve athletic performance. Depth box jump is one type of plyometric exercise often used in various sports to increase muscle strength, particularly leg muscles. Lateral box jump is a type of plyometric exercise that can have several positive effects on kicking power in silat. The research design used is a “two-group pre-test post-test design” with pencak silat students who participate in pencak silat extracurricular activities at SMKN 39 Jakarta. 1. There is a significant effect of depth box jump training on the 'T' kick power of SMKN 39 Jakarta's Triple Chain pencak silat athletes. 2. There is a significant effect of lateral box jump training on the 'T' kick power of SMKN 39 Jakarta's Triple Chain pencak silat athletes. 3. There is a positive and significant effect; based on these findings, it shows that the lateral box jump training group has a greater influence on 'T' kick power compared to the depth box jump training group

    UPAYA MENINGKATKAN TEKNIK TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT MENGGUNAKAN MEDIA ALAT BANTU HURDLE TERHADAP SISWA EKSTRAKURIKULER SDN PONDOK LABU 03 JAKARTA

    Get PDF
    Upaya Meningkatkan Teknik Tendangan Sabit Pencak Silat Menggunakan Media Alat Bantu Hurdle Terhadap Siswa Ekstrakurikuler SDN Pondok Labu 03 Jakarta ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan variasi latihan tendangan sabit melalui media belajar Hurdle dapat meningkatkan keterampilan tendangan sabit pencak silat untuk siswa ekstrakurikuler SDN Pondok Labu 03 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan Action Research, yaitu dengan memberikan perlakuan khusus kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan tendangan sabit pada pencak silat. Indikator yang diukur pada penelitian ini adalah : gerakan persiapan, gerakan awal, gerakan tendangan sabit, gerak penarikan kembali dan gerakan akhir. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler SDN Pondok Labu 03 Jakarta sebanyak 20 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh yaitu: dengan penelitian action research dan menggunakan metode tahapan-tahapan dalam melatihnya, dapat meningkatkan keterampilan tendangan sabit pada siswa ekstrakurikuler pencak silat SDN Pondok Labu 03 Jakarta. Dengan satu siklus penelitian tindakan. Dari Tingkat belum ada keberhasilan anak pada tes awal, kemudian setelah dilatih dengan metode tahapan- tahapan pada siklus I keberhasilan anak mencapai 20 siswa atau 100% tuntas. Kata Kunci: Tendangan Sabit, Pencak Silat, Media Belajar Hurdle **** Efforts to Improve Pencak Silat Crescent Kick Technique Using Hurdle Media for Extracurricular Students at SDN Pondok Labu 03 Jakarta ABSTRACT The purpose of this study was to determine whether the use of variations in crescent kick training through the Hurdle learning medium can improve the crescent kick skills of pencak silat extracurricular students at SDN Pondok Labu 03 Jakarta. This study used a descriptive research method with Action Research, namely by providing special treatment to students to improve crescent kick skills in pencak silat. The indicators measured in this study were: preparatory movements, initial movements, crescent kick movements, withdrawal movements, and final movements. The subjects in this study were 20 extracurricular students at SDN Pondok Labu 03 Jakarta. Based on the results of the study, it can be concluded that through action research and using a step-by-step method in training, crescent kick skills can be improved in extracurricular pencak silat students at SDN Pondok Labu 03 Jakarta. This was done with one cycle of action research. From the level of success in the initial test, there were no students, then after training using the step-by-step method in the first cycle, 20 students succeeded, or 100% completion. Keywords: Crescent Kick, Pencak Silat, Hurdle Learning Mediu

    PENGARUH LAMA FERMENTASI RAGI ALAMI SOURDOUGH TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORIS ROTI CIABATTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama fermentasi ragi alami Sourdough terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris roti Ciabatta dengan 3 perlakuan lama fermentasi ragi alami sourdough selama 4 hari, 5 hari dan 6 hari. Uji fisik meliputi aspek bake loss dan daya kembang dan mutu sensoris meliputi volume, warna kulit roti bagian atas, kerak roti, tekstur kulit, aroma ragi, warna remah, rasa, pori-pori, Stickiness roti, dan tekstur ketika dikunyah pada roti Ciabatta . Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan pada bake loss, namun perlakuan berpengaruh nyata terhadap daya kembang. Pada uji mutu sensoris menggunakan uji Kruskall Wallis Ditemukan bahwa aspek volume dan rasa dipengaruhi secara signifikan oleh perlakuan lama fermentasi ragi alami sourdough, sedangkan aspek warna kulit roti bagian atas, kerak roti, aroma ragi, warna remah, pori-pori, Stickiness roti, dan tekstur ketika dikunyah tidak menunjukkan pengaruh signigikan. Uji Tukey menunjukkan fermentasi ragi alami sourdough pada hari ke-5 menghasilkan kualitas volume dan rasa terbaik. Temuan ini menunjukkan bahwa lama fermentasi ragi alami sourdough hari ke-5 menghasilkan roti Ciabatta dengan kualitas fisik dan mutu sensoris yang baik, serta mendukung upaya diversifikasi pangan untuk menumbuhkan minat masyarakat indonesia menyukai roti dengan pengembang ragi alami sourdough. ***** This study aimed to examine the effect of sourdough natural yeast fermentation time on the physical quality and sensory attributes of Ciabatta bread. The research employed three fermentation time treatments of sourdough natural yeast, namely 4 days, 5 days, and 6 days. Physical quality analysis included bake loss and dough expansion, while sensory evaluation covered volume, upper crust color, crust appearance, crust texture, yeast aroma, crumb color, taste, crumb porosity, bread stickiness, and chewing texture of Ciabatta bread.The ANOVA results indicated that fermentation time had no significant effect on bake loss; however, a significant effect was observed on dough expansion. Sensory quality analysis using the Kruskal–Wallis test revealed that volume and taste were significantly affected by the fermentation time of sourdough natural yeast, whereas upper crust color, crust appearance, yeast aroma, crumb color, crumb porosity, bread stickiness, and chewing texture showed no significant differences among treatments. The Tukey post hoc test demonstrated that sourdough natural yeast fermented for 5 days produced the best volume and taste quality.These findings indicate that a 5-day sourdough natural yeast fermentation yields Ciabatta bread with optimal physical quality and sensory attributes and supports food diversification efforts to increase public interest in bread produced using natural sourdough leavening in Indonesia

    CONNY R. SEMIAWAN: JEJAK KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERTAMA DI INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (IKIP) JAKARTA PERIODE (1984-1992)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji informasi yang berkaitan dengan jejak kepemimpinan Conny R. Semiawan, mulai dari awal kiprah kepemimpinannya secara individu maupun jejak kepemimpinan Conny R. Semiawan selama menjabat sebagai Rektor IKIP Jakarta Periode (1984-1992) serta berbagai kebijakan yang dihasilkan selama periode kepemimpinan tersebut. Dalam proses penelitian digunakan metode historis dengan pemusatan biografi tokoh yang disajikan dalam bentuk deskriptif-naratif. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil, antara lain: 1) Conny R. Semiawan memiliki latar belakang keluarga dan perjalanan pendidikan yang baik sehingga mampu membentuk sikap kepemimpinan dalam dirinya serta rasa peduli yang tinggi terhadap dunia pendidikan, 2) Rekam jejak kepemimpinan Conny R. Semiawan semakin menunjukkan kepeduliannya yang berfokus pada pengembangan potensi seseorang, baik secara fisik, mental, dan emosional, yang diwujudkan dengan optimalisasi pendidikan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan informasi mengenai Conny R. Semiawan yang berfokus pada jejak kepemimpinannya sebagai Rektor IKIP Jakarta periode (1984-1992). ***** This study aims to examine information related to the leadership legacy of Conny R. Semiawan, beginning with the early stages of his individual leadership career as well as his leadership record during her tenure as Rector of IKIP Jakarta for the period 1984–1992, including the various policies produced during that leadership period. The research employs a historical method with a biographical focus on the figure, presented in a descriptive-narrative form. The findings of the study indicate, among other things, that: (1) Conny R. Semiawan had a strong family background and educational journey that shaped her leadership attitude and fostered a high level of concern for the field of education; (2) Her leadership track record increasingly demonstrates a concern focused on the development of individual potential—physically, mentally, and emotionally—realized through the optimization of education. Through this study, it is expected to broaden insights and provide information about Conny R. Semiawan, particularly focusing on her leadership legacy as Rector of IKIP Jakarta during the 1984–1992 period

    KLASIFIKASI ULASAN PENGGUNA PADA APLIKASI KESEHATAN MENTAL (RILIV) MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST

    Get PDF
    Aplikasi kesehatan mental (Riliv) memiliki riwayat unduhan terbanyak dengan beragam ulasan dari pengguna. Ulasan pengguna pada aplikasi tersebut mengandung informasi penting terkait pengalaman dan kepuasan pengguna yang dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kualitas layanan. Berdasarkan hal tersebut, terdapat 3000 data ulasan pengguna yang perlu dianalisis untuk dilakukan klasifikasi sebagai ulasan positif, negatif, dan netral menggunakan algoritma Random Forest. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil performa dari implementasi algoritma Random Forest untuk melakukan klasifikasi ulasan pengguna pada aplikasi kesehatan mental Riliv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest memberikan tingkat akurasi yang tinggi dalam analisis sentimen pengguna aplikasi Riliv dengan akurasi sebesar 86,5%. Berdasarkan classification report, kelas sentimen positif memiliki performa terbaik dengan nilai precision sebesar 94,5%, recall sebesar 88,2%, dan F1-score sebesar 91,3%. Kelas sentimen netral juga menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai precisison 80,1%, recall yang tinggi 92,1%, dan F1-score 85,7% menandakan bahwa sebagian besar ulasan netral dapat dikenali dengan tepat. Namun, kelas sentimen negatif memiliki performa paling rendah dengan nilai precision 54,5%, recall 33,3%, dan F1-score sebesar 41,4%, yang menunjukkan bahwa masih terdapat ulasan negatif yang tidak terklasifikasikan dengan baik. Analisis eror menunjukkan bahwa kesalahan klasifikasi umumnya disebabkan oleh ambiguitas bahasa, campuran emosi dalam satu ulasan, serta keterbatasan model dalam memahami makna. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Random Forest efektif digunakan untuk analisis sentimen ulasan pengguna aplikasi kesehatan mental, namun diperlukan pengembangan lebih lanjut, seperti peningkatan kualitas fitur untuk meningkatkan performa pada kelas sentimen negatif. ***** The mental health application Riliv has a large number of downloads and receives a wide range of user reviews. These user reviews contain valuable insights into user experiences and satisfaction, which can be utilized to evaluate service quality. Based on this, a total of 3,000 user review data were analyzed and classified into positive, negative, and neutral sentiments using Random Forest algorithm. This research aims to evaluate the performance of the Random Forest algorithm for sentiment classification tasks. The results show that the Random Forest model achieves a high level of accuracy, with an accuracy of 86.5% in analyzing user sentiment toward the Riliv application. Based on the classification report, the positive sentiment class demonstrates the highest performance, with a precision of 94,5%, a recall of 88,2%, and an F1-score of 91,3%. The neutral sentiment class also shows good performance, with a precision of 80.1%, a high recall of 92.1%, and an F1-score of 85.7%, indicating that most neutral reviews are correctly identified. In contrast, the negative sentiment class shows the lowest performance, with a precision of 54.5%, a recall of 33.3%, and an F1-score of 41.4%, suggesting that a portion of negative reviews remains misclassified. Error analysis indicates that these misclassifications are primarily caused by linguistic ambiguity, mixed emotional expressions within individual reviews, and the model’s limited capability to capture contextual meaning. Overall, the findings confirm that the Random Forest algorithm is effective for sentiment analysis of user reviews in mental health applications; however, further improvements, such as enhanced feature representation, are required to improve performance on the negative sentiment class

    PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS BIT PADA PEMBUATAN WINGKO BABAT TERHADAP KADAR AIR, SUSUT MASAK, DAN DAYA TERIMA KONSUMEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada pengaruh penambahan ampas bit terhadap kualitas fisik dan daya terima konsumen pada produk wingko babat. Parameter yang diamati meliputi kadar air, susut masak, serta penilaian sensori. Penelitian menggunakan tiga perlakuan penambahan ampas bit, yaitu 40%, 50%, dan 60%. Uji kualitas fisik dianalisis menggunakan Anova, sedangkan uji daya terima konsumen dianalisis dengan uji Friedman dan dilanjutkan uji Tuckey’s apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas bit tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air. Parameter fisik diameter dan ketebalan tidak menunjukkan perbedaan mencolok. Pada uji daya terima, warna bagian luar menunjukkan perbedaan signifikan dengan perlakuan 60% memperoleh skor tertinggi yang berarti paling disukai. Aspek warna bagian dalam, aroma bit, rasa bit, dan tekstur tidak menunjukkan pengaruh signifikan antarperlakuan, namun tetap berada pada kategori disukai. Aspek rasa manis menunjukkan pengaruh signifikan, tetapi ketiga perlakuan sama-sama disukai oleh panelis. Penambahan ampas bit memberikan pengaruh positif terhadap karakteristik fisik dan sensori wingko babat, dan perlakuan 50% ampas bit merupakan formulasi terbaik karena memberikan daya tarik warna serta penerimaan konsumen tertinggi tanpa mengubah karakteristik dasar produk. Secara keseluruhan, ampas bit dapat digunakan sebagai inovasi pewarna alami dan peningkat karakteristik wingko babat.***** This study aims to analyze the effect of adding beet pulp on the physical quality and consumer acceptance of wingko babat products. Parameters observed included water content, cooking loss, and sensory assessment. The study used three treatments of beet pulp addition: 40%, 50%, and 60%. Physical quality tests were analyzed using ANOVA, while consumer acceptance tests were analyzed using the Friedman test and continued with the Tuckey's test if significant differences were found. The results showed that the addition of beet pulp did not significantly affect water content. Physical parameters such as diameter and thickness did not show significant differences. In the acceptability test, the outer color showed a significant difference, with the 60% treatment receiving the highest score, meaning the most preferred. Aspects of inner color, beet aroma, beet flavor, and texture did not show a significant effect between treatments, but remained in the preferred category. The sweetness aspect showed a significant effect, but all three treatments were equally favored by the panelists. The addition of beet pulp positively impacted the physical and sensory characteristics of wingko babat, and the 50% beet pulp treatment was the best formulation, providing the highest color appeal and consumer acceptance without altering the product's basic characteristics. Overall, beet pulp can be used as an innovative natural dye and to enhance the characteristics of wingko babat

    ANALISIS PEMBERITAAN MEDIA ONLINE TERKAIT PERKEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DI INDONESIA PASCA COVID-19

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 telah menimbulkan disrupsi besar pada industri pariwisata di Indonesia, sehingga fase pascapandemi menjadi periode krusial bagi pemulihan dan transformasi sektor ini. Media online berperan strategis dalam membentuk persepsi publik, memengaruhi kepercayaan wisatawan, serta mendukung agenda pemulihan pariwisata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberitaan media online menggambarkan perkembangan industri pariwisata di Indonesia pasca COVID-19 serta menjawab pertanyaan mengenai kecenderungan tema, nada pemberitaan, dan fokus isu yang ditonjolkan media. Penelitian menggunakan desain kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi terhadap sejumlah berita pariwisata dari media online nasional terpilih. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara sistematis berdasarkan kategori tema, aktor, dan framing pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan media online cenderung menekankan narasi pemulihan ekonomi, adaptasi protokol kesehatan, digitalisasi pariwisata, serta peran pemerintah dan pelaku industri. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran media dalam mendukung optimisme publik dan strategi pemulihan pariwisata pascapandemi. Kesimpulannya, media online memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk wacana pemulihan pariwisata, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak pemberitaan tersebut terhadap perilaku wisatawan dan kebijakan pariwisata secara lebih empiris. ***** The COVID-19 pandemic caused major disruptions to Indonesia’s tourism industry, making the post-pandemic period a critical phase for recovery and sectoral transformation. Online media plays a strategic role in shaping public perception, influencing traveler confidence, and supporting the national tourism recovery agenda. This study aims to analyze how online media coverage portrays the development of Indonesia’s tourism industry after COVID-19 by addressing key questions regarding dominant themes, tone of reporting, and the main issues emphasized in the news. The research employs a qualitative descriptive design using content analysis of tourism-related articles from selected national online media outlets. Data were collected through documentation techniques and systematically analyzed by categorizing themes, key actors, and news framing patterns. The findings indicate that online media coverage tends to highlight narratives of economic recovery, adaptation to health protocols, tourism digitalization, and the roles of government and industry stakeholders. These results contribute to a deeper understanding of how media discourse supports public optimism and aligns with post-pandemic tourism recovery strategies. In conclusion, online media has a significant influence in shaping the tourism recovery narrative in Indonesia; therefore, future studies are recommended to further examine the impact of such coverage on tourist behavior and tourism policy through more empirical approaches

    ANALISIS TATA RUANG KANTOR PADA PERUSAHAAN CITIASIA INC

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata ruang kantor terbuka pada Perusahaan Citiasia Inc, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapannya, serta menganalisis alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi tata ruang kantor terbuka, wawancara mendalam dengan pihak terkait, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tata ruang kantor terbuka di Citiasia Inc telah berjalan dan memberikan manfaat dalam hal kemudahan interaksi serta efisiensi ruang kerja, khususnya dalam satu divisi. Namun, penerapan tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala. Kendala utama yang ditemukan meliputi tingkat kebisingan yang cukup tinggi sehingga mengganggu konsentrasi kerja karyawan, keterbatasan ruang diskusi khusus, serta penataan fasilitas pendukung yang belum memadai. Selain itu, perbedaan karakteristik pekerjaan karyawan juga menjadi faktor yang memengaruhi penerapan konsep kantor terbuka. Alternatif solusi yang dapat dilakukan antara lain penataan ulang ruang kerja secara lebih terencana, penyediaan ruang diskusi dan ruang kerja khusus, penggunaan elemen peredam suara, serta pengaturan zona kerja berdasarkan jenis aktivitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi Perusahaan dalam mengoptimalkan penerapan tata ruang kantor terbuka agar lebih efektif, nyaman, dan mendukung produktivitas karyawan. ***** This study aims to analyze the implementation of an open office layout at Citiasia Inc., identify the factors that hinder its implementation, and examine alternative solutions that can be applied to overcome these obstacles. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Data were collected through direct observation of the open office layout conditions, in-depth interviews with relevant parties, and the collection of supporting documentation. Data analysis was conducted through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of the open office layout at Citiasia Inc. has been carried out and provides benefits in terms of facilitating interaction and improving workspace efficiency, particularly within the same division. However, the implementation has not been fully optimal, as several obstacles remain. The main constraints identified include relatively high noise levels that disrupt employees’ work concentration, limited availability of dedicated discussion spaces, and inadequate arrangement of supporting facilities. In addition, differences in the characteristics of employees’ job roles also affect the application of the open office concept. Alternative solutions that can be implemented include more well-planned workspace reorganization, the provision of discussion rooms and dedicated workspaces, the use of sound-absorbing elements, and the arrangement of work zones based on types of activities. This study is expected to serve as evaluation material and a set of recommendations for the company in optimizing the implementation of the open office layout to be more effective, comfortable, and supportive of employee productivity

    ANALISIS SPASIOTEMPORAL TINGKAT KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE ENVIRONMENTAL CRITICALITY INDEX (ECI) DI KOTA MEDAN TAHUN 2014—2024

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis dinamika spasiotemporal tingkat kekritisan lingkungan di Kota Medan selama periode 2014–2024, yang dipengaruhi oleh laju urbanisasi yang cepat dan peningkatan degradasi lingkungan. Pendekatan kuantitatif spasiotemporal digunakan dengan menerapkan metode Environmental Criticality Index (ECI). ECI dihitung berdasarkan empat parameter biofisik yang diturunkan dari citra Landsat 8, yaitu Suhu Permukaan Tanah (LST), Indeks Vegetasi (NDVI), Indeks Lahan Terbangun (NDBI), dan Modifikasi Indeks Badan Air (MNDWI), untuk tahun 2014, 2019, dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan tingkat kekritisan lingkungan di Kota Medan. Tren ini tercermin dalam: (1) peningkatan signifikan suhu permukaan tanah (LST) rata-rata, dari 30,24°C pada tahun 2014 menjadi 33,34°C pada tahun 2024; dan (2) penurunan kerapatan vegetasi, yang dibuktikan dengan perluasan wilayah dengan nilai NDVI rendah dari 8.112,14 ha menjadi 9.598,34 ha. Analisis spasial mengungkapkan bahwa wilayah dengan tingkat kekritisan lingkungan tertinggi (Kritis dan Sangat Kritis) didominasi di bagian tengah dan selatan kota, mencakup Kecamatan Medan Kota, Medan Area, dan Medan Johor. Temuan ini menegaskan adanya kekritisan lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan dan memberikan dasar data penting untuk acuan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan di Kota Medan. Kata Kunci: Environmental Criticality Index (ECI), kekritisan lingkungan, analisis spasiotemporal. ***** This study examines the spatiotemporal dynamics of environmental criticality levels in Medan City during the 2014–2024 period, which are influenced by rapid urbanization and increasing environmental degradation. A quantitative spatiotemporal approach was employed using the Environmental Criticality Index (ECI) method. The ECI was calculated based on four biophysical parameters derived from Landsat 8 imagery, namely Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), and Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), for the years 2014, 2019, and 2024. The results indicate an increasing trend in environmental criticality levels in Medan City. This trend is reflected in: (1) a significant increase in the average Land Surface Temperature (LST), from 30.24°C in 2014 to 33.34°C in 2024; and (2) a decline in vegetation density, as evidenced by the expansion of areas with low NDVI values from 8,112.14 ha to 9,598.34 ha. Spatial analysis reveals that areas with the highest levels of environmental criticality (Critical and Very Critical) are predominantly concentrated in the central and southern parts of the city, including Medan Kota, Medan Area, and Medan Johor Districts. These findings underscore the state of environmental criticality resulting from land-use change and provide a vital data foundation for sustainable environmental management in Medan City. Keywords: Environmental Criticality Index (ECI), environmental criticality, spatiotemporal analysis

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇