39193 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS LATIHAN REAKSI VISUAL DAN AUDITORY TERHADAP AGILITY ATLET TUNGGAL PB JAYA RAYA RAGUNAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan Agility setelah melakukan latihan reaksi visual, (2) peningkatan Agility setelah melakukan latihan reaksi Auditory, (3) peningkatan Agility setelah diberikan latihan reaksi visual dan auditory Tunggal PB Jaya Raya Ragunan. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang metode latihan yang efektif dan efisien untuk melatih atlet-atlet di Pb Jaya Raya Ragunan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik kuantitatif comparative. Populasi penelitian ini adalah atlet tunggal Pb Jaya Raya Ragunan yang terdiri dari 16 atlet. Pengumpulan data memakai kuantitatif comparative dilakukan dengan observasi, tes awal dan tes akhir (BSST Reaksi test) serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan “uji t” data dari hasil pre-test dan post-test dengan taraf signifikannya 0,05. Berdasarkan hasil uji efektifitas menggunakan uji t dari perbedaan hasil keberhasilan tes awal dan tes akhir Reaksi Visual (BSST Reaksi test) diperoleh nilai t hitung = 2,307 lebih besar dari nilai t table = 2.145 maka hipotesis ditolak, uji t dari perbedaan hasil keberhasilan tes awal dan tes akhir Reaksi Auditory (BSST Reaksi test) diperoleh nilai t hitung = 2,29 lebih besar dari nilai t table = 2.145 maka hipotesis ditolak sesuai dengan hasil pengolahan data mean difference Reaksi Visual sebesar 0,5963 lebih besar kelompok mean difference kelompok Auditory sebesar 0,3375. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua latihan dengan kata lain latihan Reaksi visual dam auditory menunjukan peningkatan yang signifikan, memperoleh hasil latihan Reaksi visual tes awal dengan rata – rata 7,135 dan latihan Reaksi visual tes akhir dengan rata-rata 6,24375 serta latihan Reaksi auditory tes awal dengan rata-rata 7,29875 dan latihan Reaksi auditory tes akhir dengan rata-rata 6,52625, serta hasil perhitungan Uji T kembar menunjukan hasil -0,69314 pada Agilitty Atlet tunggal PB Jaya Raya Ragunan.
Kata Kunci : Efektifitas , Latihan Reaksi visual dan Auditory, Agility, Atlet Tunggal PB Jaya Raya Raguna
Analisis Pengelolaan Sampah Plastik Coffee Shop Di Jakarta Selatan
Pertumbuhan pesat sektor usaha coffee shop di kawasan perkotaan, khususnya di Jakarta Selatan, berkontribusi terhadap meningkatnya timbulan sampah plastik dari aktivitas operasional sehari-hari, seperti penggunaan gelas sekali pakai, sedotan, dan kemasan pendukung lainnya. Kondisi ini berpotensi memperburuk permasalahan lingkungan perkotaan apabila tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah plastik pada coffee shop di Jakarta Selatan dengan meninjau aspek pengetahuan, persepsi, peran pemerintah, pengurangan sampah, penanganan sampah, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah coffee shop berkonsep specialty coffee yang beroperasi di Jakarta Selatan, dengan sampel sebanyak 35 responden yang terdiri atas barista dan pemilik coffee shop. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan indikator pengelolaan sampah plastik sesuai regulasi dan kajian teoritis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan perhitungan frekuensi dan persentase, kemudian diinterpretasikan ke dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah plastik pada coffee shop di Jakarta Selatan secara umum masih berada pada kategori cukup. Tingkat pengetahuan dan persepsi responden terhadap pengelolaan sampah plastik relatif baik, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam praktik pengurangan dan penanganan sampah secara optimal. Keterbatasan fasilitas pemilahan sampah, belum adanya standar operasional prosedur yang baku, serta rendahnya pengawasan dan sosialisasi dari pemerintah menjadi faktor penghambat utama dalam pengelolaan sampah plastik di coffee shop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah plastik pada coffee shop memerlukan sinergi antara peningkatan pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta penguatan peran pemerintah dalam sosialisasi dan pengawasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rujukan dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah plastik yang lebih berkelanjutan pada sektor usaha coffee shop di kawasan perkotaan.
Kata kunci: pengelolaan sampah plastik, coffee shop, Jakarta Selatan,lingkungan perkotaan
*****
The rapid growth of coffee shops in urban areas,particularly in South Jakarta, has contributed to an increase in plastic waste generated from daily operational activities, such as the use of singleuse cups, straws, and supporting packaging. This condition has the potential to exacerbate urban environmental problems if it is not accompanied by adequate waste management practices. Therefore, this study aims to analyze plastic waste management in coffee shops in South Jakarta by examining aspects of knowledge, perception, the role of government, waste reduction, waste handling, and the availability of supporting facilities. This study employed a quantitative descriptive method. The population consisted of specialty coffee shops operating in South Jakarta, with a sample of 35 respondents, including baristas and coffee shop owners. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire developed based on indicators of plastic waste management derived from relevant regulations and theoretical frameworks. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis through frequency and percentage calculations, which were then interpreted into the categories of good, moderate, and poor. The results indicate that plastic waste management in coffee shops in South Jakarta is generally categorized as moderate. Respondents’ levels of knowledge and perception regarding plastic waste management tend to be relatively good; however, these have not been fully translated into optimal waste reduction and handling practices. Limited waste sorting facilities,the absence of standardized operational procedures, and insufficient government supervision and socialization were identified as the main obstacles to effective plastic waste management in coffee shops. This study concludes that improving plastic waste management in coffee shops requires synergy between increasing the awareness and knowledge of business actors, providing adequate facilities and infrastructure, and strengthening the government’s role in supervision and policy dissemination. The findings of this study are expected to serve as an evaluation reference andcontribute to efforts to enhance sustainable plastic waste management practices in the urbancoffee shop sector.
Keywords: plastic waste management, coffee shop, South Jakarta, urban environmen
PERAN BANK SAMPAH “TEMAN PILAH” DALAM USAHA PENGELOLAAN SAMPAH DI RW 05 KECAMATAN TEBET JAKARTA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bank Sampah “Teman Pilah” dalam usaha pengelolaan sampah di RW 05 Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, ditinjau dari aspek pengurangan dan penanganan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden ibu rumah tangga yang bergabung menjadi nasabah Bank Sampah Teman Pilah. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Juli – Oktober 2025. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan melakukan dokumentasi, wawancara, dan menyebar kuesioner. Kuesioner pada penelitian ini berupa kuesioner tertutup berjumlah 17 butir pernyataan yang meliputi 4 soal untuk mengetahui aspek pengurangan sampah dan 13 soal untuk mengetahui aspek penanganan sampah di bank sampah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Peran Bank Sampah Teman Pilah dalam usaha pengelolaan sampah berada pada kategori sangat baik. Pada aspek pengurangan sampah kinerja mencapai rata-rata 85,39% didukung oleh kesadaran lingkungan dan kegiatan edukasi dari bank sampah. Pada aspek penanganan sampah kinerja mencapai rata-rata 82,38%. Konsistensi penyetoran ini didukung oleh keinginan menjaga lingkungan dan mendapat penghasilan tambahan. Kinerja bank sampah ini memberikan dampak yang nyata terhadap penurunan timbulan sampah tahunan dari 7.346 Kg pada tahun 2023 menjadi 6.404 Kg pada tahun 2024.
******
This study aims to determine the role of the “Teman Pilah” Waste Bank in waste management efforts in RW 05, Tebet District, South Jakarta, viewed from the aspect of waste reduction and handling. The research method used is a quantitative descriptive method, the collected data was then analyzed using descriptive percentage analysis. The sample in this study was 89 housewife respondents who joined as customers of the Teman Pilah Waste Bank. The research was conducted from July to October 2025. The techniques used in collecting data were documentation, interviews, and distributing questionnaires. The questionnaire in this study was a closed questionnaire totaling 17 statements including 4 questions to determine aspects of waste reduction and 13 questions to determine aspects of waste handling at the waste bank. The results of this study indicate that the role of the Teman Pilah Waste Bank in waste management efforts is in the very good category. In the aspect of waste reduction, performance reached an average of 85,39% supported by environmental awareness and educational activities from the waste bank. In the aspect of waste handling, performance reached an average of 82,38%. This consistent contribution is driven by a desire to protect the environment and generate additional income. The waste bank's performance has
had a significant impact, reducing annual waste generation from 7,346 kg in 2023 to 6,404 kg in 2024
PROTOTYPE SISTEM MONITORING DAN PEMESANAN SLOT PARKIR BERBASIS APLIKASI MOBILE
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem parkir berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau ketersediaan slot parkir serta mengontrol palang pintu secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk mengatasi permasalahan pada sistem parkir konvensional, seperti kurangnya informasi slot parkir secara real-time dan proses keluar masuk kendaraan yang masih dilakukan secara manual.
Sistem parkir yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama. Sensor inframerah digunakan untuk mendeteksi kendaraan pada pintu masuk dan pintu keluar, sedangkan motor servo berfungsi sebagai aktuator palang pintu. Informasi jumlah slot parkir ditampilkan melalui LCD 16x2. Selain itu, sistem dilengkapi dengan QR Code sebagai media identifikasi akses kendaraan serta Firebase sebagai basis data untuk menyimpan dan memperbarui data parkir secara real-time, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile berbasis Kodular.
Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu bekerja sesuai dengan perancangan, meliputi pendeteksian kendaraan, pengendalian palang pintu secara otomatis, serta penampilan informasi slot parkir secara real-time. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan parkir berbasis IoT.
Kata kunci: Internet of Things, Sistem Parkir, Sistem Monitoring, Sistem Pemesanan, Sensor Infrared, Otomatisasi, ESP32, QR Code.
******
This research aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based parking system that is capable of monitoring parking slot availability and automatically controlling the parking gate. The system is developed to address problems found in conventional parking systems, such as the lack of real-time parking information and manual vehicle entry and exit processes.
The proposed parking system uses an ESP32 microcontroller as the main controller. Infrared sensors are utilized to detect vehicles at the entry and exit gates, while servo motors function as gate actuators. Parking slot information is displayed on a 16x2 LCD. In addition, the system is integrated with QR Code technology for vehicle access identification and Firebase as a database to store and update parking data in real time, which can be accessed through a mobile application developed using Kodular.
Based on the test results, the system operates according to the design, including vehicle detection, automatic gate control, and real-time parking slot information display. Therefore, this system is expected to improve the efficiency and effectiveness of IoT-based parking management.
Keywords: Internet of Things, Monitoring System, Parking System, System Booking, Infrared Sensor, Otomation, ESP32, QR Code
POLA INTERAKSI PELAKU JUDI ONLINE (STUDI KASUS: LIMA PEMUDA DI KAMPUNG DUKUH, JAKARTA TIMUR)
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang lima pemuda bermain judi Online di Kampung Dukuh. Kedua, bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi lima pemuda dalam bermain judi Online di Kampung Dukuh. Ketiga, bertujuan untuk mendeskripsikan dampak yang dirasakan oleh lima pemuda dalam bermain judi Online di Kampung Dukuh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode studi kasus melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdapat 7 orang yang diantara nya lima pemuda di Kampung Dukuh yang bermain judi Online sebagai informan kunci, dan 2 pemuda yang tidak bermain judi Online sebagai triangulasi data. Lokasi penelitian berada di Jalan Dukuh IV yang terletak di Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta
Timur. Berdasarkan hasil analisis penelitian, terdapat pernyataan bahwa kelima pemuda di Kampung Dukuh mempelajari serta mengetahui informasi terkait judi Online melalui proses interaksi yang terdapat pada komunikasi. Proses tersebut juga dilakukan bukan karena faktor genetik, namun karena adanya pengaruh dari orang terdekat yaitu pemain lain ataupun teman dekat di satu ruang lingkup pertemanan yang sama. Selain itu, kelima pemuda disana juga menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi mereka dalam bermain judi Online adalah karena kondisi ekonomi yang buruk dan juga memiliki intensitas yang tinggi dalam mempelajari permainan judi Online. Terakhir, terdapat dampak yang dirasakan oleh lima pemuda dalam bermain judi Online, yaitu mereka akan merasakan senang ataupun happy ketika mendapat kemenangan, dan merasakan pusing ataupun stres ketika mendapat kekalahan. Mereka juga menyatakan bahwa kondisi ekonomi nya menjadi terganggu setelah mengenal permainan judi Online, seperti uang yang dimiliki nya cepat habis, merasa kesulitan dalam menabung, dan menimbulkan masalah di lingkungan Kampung Dukuh. ***** This study has three main objectives. First, it aims to describe the background of five young men playing Online gambling in Kampung Dukuh. Second, it aims to describe the interaction patterns of the five young men playing Online gambling in Kampung Dukuh. Third, it aims to describe the impacts experienced by the five young men of playing Online gambling in Kampung Dukuh. The method used was a qualitative approach and a case study through
observation, interviews, and documentation. The research subjects were seven individuals, including five teenagers in Kampung Dukuh who played Online gambling as key informants, and two teenagers who did not play Online gambling as data triangulation. The research location was on Jalan Dukuh IV, Kramat Jati Village, Kramat Jati District, East Jakarta. Based on the results of the research analysis, it was stated that the five young men in Kampung Dukuh learned and learned information about online gambling through the interaction process found in communication. This process was also not due to genetic factors, but due to the influence of those closest to them, namely other players or close friends in the same circle of friends. Furthermore, the five young men there also stated that factors influencing them to gamble online were poor economic conditions and a high intensity in learning online gambling games. Finally, the five young men experienced the impact of playing online gambling, namely they would feel happy or happy when they won, and feel dizzy or stressed when they lost. They also stated that their economic conditions were disrupted after being introduced to online gambling, such as quickly running out of money, experiencing difficulty saving, and causing problems in the Kampung Dukuh community
PENGARUH PEMAHAMAN TENTANG PASAL 28 UU ITE TERHADAP PERILAKU HUKUM UNTUK TIDAK MENYEBARKAN BERITA BOHONG DI MEDIA SOSIAL (Studi Kuantitatif Pada Mahasiswa PPKN FISH UNJ)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pemahaman mahasiswa PPKN FISH UNJ tentang Pasal 28 UU ITE terhadap perilaku hukum mereka dalam penyebaran berita bohong di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada populasi 298 mahasiswa angkatan 2022-2024 (sampel 75 via simple random sampling Slovin e=0,1). Hasil pengumpulan data melalui tes objektif 42 item (Cronbach Alpha 0,720). Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif signifikan kuat (37,4% variasi Y dijelaskan X) dengan variabel independen X (rata-rata 34,92) dan kuesioner Likert 58 item (Cronbach Alpha 0,968) untuk variabel dependen Y (rata-rata 217,97), dianalisis regresi linear sederhana SPSS (Y ̂ = 58,689 + 1,931X; R=0,612; R²=0,374; t=6,611; Sig=0,001). Kesimpulan menegaskan terdapat pengaruh positif signifikan yang kuat antara pemahaman mahasiswa PPKN FISH UNJ tentang pasal 28 UU ITE terhadap perilaku hukum dalam penyebaran berita bohong di media sosial.
*****
This study aims to examine whether there is an influence of FISH UNJ PPKN students' understanding of Article 28 of the ITE Law on their legal behaviour in spreading fake news on social media. This study uses a quantitative approach with a survey method on a population of 298 students from the 2022-2024 cohort (sample of 75 via Slovin simple random sampling e=0.1). Data collection was conducted through a 42-item objective test (Cronbach Alpha 0.720). The results of this study show a strong positive influence (37.4% of Y variation explained by X) with the independent variable X (mean 34.92) and a 58-item Likert questionnaire (Cronbach Alpha 0.968) for the dependent variable Y (mean 217.97), analysed using simple linear regression in SPSS (Y ̂ = 58.689 + 1.931X; R=0.612; R²=0.374; t=6.611; Sig=0.001). The conclusion confirms that there is a strong, significant positive influence between FISH UNJ students' understanding of Article 28 of the ITE Law and their legal behaviour in spreading fake news on social media
PERILAKU MENYIMPANG DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PENDIDIKAN TINGGI (STUDI KASUS MAHASISWA PENGGUNA JASA JOKI TUGAS PADA PROGRAM STUDI X DI PERGURUAN TINGGI Y)
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk mendeskripsikan terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh lima mahasiswa berupa penggunaan jasa joki tugas. Kedua, bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang lima mahasiswa dalam melakukan melakukan penyimpangan dalam pembelajaran berupa penggunaan jasa joki tugas. Ketiga, bertujuan untuk mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan jasa joki tugas yang dilakukan oleh lima mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode studi kasus melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 mahasiswa yang merupakan pengguna jasa joki tugas dan 2 dosen pengampu sebagai triangulasi data. Lokasi penelitian berada di Program Studi X Perguruan Tinggi Y. Berdasarkan hasil analisis penelitian, terdapat pernyataan bahwa kelima mahasiswa di Program Studi X menggunakan jasa joki tugas disebabkan oleh tekanan akademik yang kemudian menyebabkan mereka tidak bisa mengatur kemampuan akademik dan waktu yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan jika kelima informan menolak dikatakan sebagai pelaku utama penyimpangan dan menganggap diri mereka sebagai korban dari keadaan berupa tekanan yang dialami dalam menjalani proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selain itu, kelima mahasiswa menganggap jika terdapat tugas yang tidak relevan sehingga secara tersirat menunjukkan bahwa dosen kurang bertanggung jawab dalam perancangan pembelajaran. Dosen dianggap sebagai pihak penyebab mahasiswa menggunakan jasa joki tugas, sehingga mahasiswa percaya bahwa kritik terhadap sistem lebih penting daripada merenungkan kesalahan pribadi. Terakhir, kelima informan lebih mementingkan tanggung jawab terhadap keluarga dan masa depan daripada standar kejujuran akademik. Mereka merasa harus mempertahankan IPK dan memenuhi tuntutan lainnya sehingga menggunakan jasa joki tugas. Kelima informan juga memanfaatkan keadaan ini sebagai alasan yang membenarkan mereka menggunakan jasa joki tugas.
*****
This study has three main objectives. First, it aims to describe the deviant behavior of five students in the form of using assignment jockey services. Second, it aims to describe the background of the five students in committing deviant behavior in learning in the form of using assignment jockey services. Third, it aims to describe the impact of the use of assignment jockey services by five students. The research method used is a qualitative approach and case study method through data collection techniques of observations, interviews, and documentation. There were seven subjects in this study, consisting of five students who used the services of a homework ghostwriter and two lecturers as data triangulation. The research location is in Study Program X College Y. Based on the results of the research analysis, there is a statement that the five students in Study Program X used the services of task jockeys due to academics pressure which then caused them to be unable to manage their academic abilities and time. This shows that the five informants refused to be called the main perpetrators of deviation and considered themselves victims of circumstances in the form of pressure experienced in undergoing the learning process at university. In addition, the five students considered that if there were irrelevant assignments, it implicity showed that lecturers were less responsible in designing learning. Lecturers were considered the party causing students to use task jockey services, so students believed that criticizing the system was more important than reflecting on personal mistakes. Last, the five informants prioritized responsibility to family and the future over standards of academic honesty. They felt they had to maintain their GPA and meet other demands so they used task jockey services. The five informants also used this situation as a reason to justify their use of task jockey services
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PILIHAN KARIER SISWA SMK KONSENTRASI KEAHLIAN PERHOTELAN DI JAKARTA
Ketidakpastian dalam pengambilan keputusan karier masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMK konsentrasi keahlian perhotelan. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan komunikasi, seperti penguasaan bahasa asing, kepekaan interpersonal, dan kemampuan adaptasi sosial, yang berdampak pada rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menghadapi pekerjaan dengan interaksi langsung bersama tamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi terhadap pilihan karier siswa SMK konsentrasi keahlian perhotelan di Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan XII Program Keahlian Akomodasi Perhotelan di SMK Negeri 33 Jakarta sebanyak 134 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji prasyarat analisis, uji regresi linear sederhana, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pilihan karier siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya kontribusi kemampuan komunikasi terhadap pilihan karier sebesar 26,3% dan berada pada kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan komunikasi siswa, semakin matang pula keputusan karier yang diambil. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran komunikasi interpersonal dalam pendidikan vokasi guna meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja industri perhotelan.******* Uncertainty in career decision-making remains a challenge faced by vocational high school students majoring in hospitality. This condition is partly influenced by limited communication skills, such as foreign language proficiency, interpersonal sensitivity, and social adaptability, which contribute to students’ low self-confidence when dealing with jobs that require direct interaction with guests. This study aims to examine the effect of communication skills on the career choices of vocational high school students specializing in hospitality in Jakarta. A quantitative method with an associative approach was employed. The research subjects consisted of 134 eleventh- and twelfth-grade students from the Hospitality Accommodation Program at SMK Negeri 33 Jakarta. Data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS software, including prerequisite tests, simple linear regression analysis, and coefficient of determination analysis. The results indicate that communication skills have a positive and significant effect on students’ career choices, as evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05. Communication skills contributed 26.3% to career choices and were classified within the moderate category. The findings suggest that the better students’ communication skills are, the more mature their career decisions become. This study implies the need to strengthen interpersonal communication training in vocational education to enhance students’ self-confidence and readiness to face the hospitality industry workforce
DESAIN KEBAYA ADAPTIF DENGAN KONSEP EASYWEAR UNTUK REMAJA WANITA PENYANDANG DISABILITAS CEREBRAL PALSY
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya aksesibilitas kebaya konvensional bagi remaja wanita penyandang Cerebral Palsy. Konstruksi kebaya yang umumnya ketat dengan sistem pengancingan rumit (kancing kecil) menjadi hambatan bagi penderita yang mengalami kekakuan otot (spastisitas) dan keterbatasan motorik halus. Hal ini berdampak pada rendahnya kemudahan berpakaian (dressing) serta menurunnya rasa percaya diri dalam partisipasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain kebaya adaptif dengan mengintegrasikan konsep easywear yang mencakup penggunaan bukaan magnetik dan velcro tersembunyi guna mempermudah pemakaian tanpa mengorbankan nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui model One-Shot Case Study. Objek penelitian berupa lima desain kebaya modifikasi bertema Neo Heritage dengan gaya Feminine Romantic. Instrumen penilaian menggunakan teori produk model FEA (Functional, Expressive, Aesthetic) dari Lamb & Kallal (1992) melalui kuesioner campuran (terbuka dan tertutup) yang dinilai oleh lima panelis ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kebaya adaptif dikategorikan sangat baik pada seluruh indikator. Secara keseluruhan, desain ini berhasil mengakomodasi kebutuhan fisik melalui teknologi easywear sekaligus memenuhi kebutuhan psikologis pengguna melalui kualitas visual yang inklusif.
*********
This research is driven by the limited accessibility of conventional kebaya
for female adolescents with Cerebral Palsy. The construction of a typical kebaya,
which is generally tight-fitting and features complex fastening systems (such as
small buttons), poses a significant barrier for individuals experiencing muscle
stiffness (spasticity) and fine motor limitations. This issue results in low ease of
dressing and a decline in self-confidence during social participation.
This study aims to develop an adaptive kebaya design by integrating the
"easywear" concept, which includes the use of magnetic closures and hidden Velcro
to facilitate dressing without compromising aesthetic values. The research method
employed is pre-experimental with a quantitative approach using the One-Shot
Case Study model. The research objects consist of five modified kebaya designs
under the "Neo Heritage" theme with a "Feminine Romantic" style. The assessment
instrument utilizes the FEA (Functional, Expressive, Aesthetic) product model
theory by Lamb & Kallal (1992) through mixed questionnaires (open and closedended) evaluated by five expert panelists.
The results indicate that the adaptive kebaya products are categorized as
"excellent" across all indicators. Overall, this design successfully accommodates
physical needs through easywear technology while simultaneously fulfilling the
users' psychological needs through inclusive visual qualit
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PERHITUNGAN HARGA JUAL PADA MATA KULIAH DASAR MANAJEMEN USAHA JASA BOGA
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai kelayakan media pembelajaran berbasis video pada materi perhitungan harga jual di mata kuliah Dasar Manajemen Usaha Jasa Boga, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 81,5% mahasiswa belum pernah melihat video tutorial terkait perhitungan harga jual sehingga 96,3% dari 27 responden setuju untuk diadakan pengembangan media pembelajaran video tutorial pada materi perhitungan harga jual. Media dikembangkan melalui tahapan sistematis mulai dari analisis kebutuhan, desain instrumen dan dokumen pendukung, produksi video tutorial, hingga validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa, serta uji coba secara individual, kelompok kecil, dan kelompok besar. Terakhir dilakukan uji respon mahasiswa untuk menganalisis tingkat penerimaan mahasiswa terhadap media yang sudah dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak digunakan, dengan nilai kelayakan 95% dari ahli materi, 93% dari ahli media, dan 95% dari ahli bahasa. Uji coba pada mahasiswa juga menunjukkan kelayakan sangat tinggi, yaitu 91% (One to One), 93% (Small Group), 94% (Field Group), dan terakhir uji respon mahasiswa menunjukkan persentase kelayakan sebesar 96%. Media video yang dikembangkan dinilai efektif meningkatkan pemahaman dan antusiasme mahasiswa, serta dapat digunakan secara fleksibel dan berulang dalam pembelajaran perhitungan harga jual dalam mata kuliah Dasar Manajemen Usaha Jasa Boga.
*****
This study aims to develop and assess the feasibility of video-based learning media on the material of selling price calculation in the Basic Management of Food Service Business course, Culinary Education Study Program at Universitas Negeri Jakarta. The development was carried out using the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Needs analysis showed that 81.5% of students had never seen a video tutorial related to calculating selling prices, so 96.3% of the 27 respondents agreed that video tutorial learning media should be developed for the material on calculating selling prices. The media was developed through systematic stages, starting from needs analysis, design of instruments and supporting documents, production of tutorial videos, to validation by experts in the subject matter, media, and language, as well as trials in individual, small group, and large group settings. Finally, a student response test was conducted to determine the level of student acceptance of the developed media. The validation results show that the media is very feasible to use, with a feasibility score of 95% from subject matter experts, 95% from media experts, and 93% from language experts. Trials with students also showed very high feasibility, with results of 91% (One to One), 93% (Small Group), 94% Field Group), and the student response tests showed a feasibility percentage of 96%. The developed video media was assessed as effective in enhancing students' understanding and enthusiasm, and can be used flexibly and repeatedly in teaching sales price calculation in the Food Service Management Fundamentals course