Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR PERHOTELAN

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya media pembelajaran yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka serta kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran Dasar-Dasar Perhotelan di SMK Negeri 37 Jakarta. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik, khususnya pada elemen Tahapan Operasional Secara Menyeluruh dengan Layanan Prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis website serta mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas media yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X jurusan Akomodasi Perhotelan di SMK Negeri 37 Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, pretest dan posttest, serta validasi oleh ahli materi dan ahli media. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis website yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media dengan kategori sangat layak. Uji kelayakan kepada peserta didik juga menunjukkan ke dalam kategori sangat layak (93%). Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis website. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis website yang dikembangkan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Dasar-Dasar Perhotelan, khususnya pada elemen Tahapan Operasional Secara Menyeluruh dengan Layanan Prima. ***** This study was motivated by the unavailability of learning media aligned with the Merdeka Curriculum and the lack of attractiveness of the learning media used in the Basic Hospitality subject at SMK Negeri 37 Jakarta. These conditions have resulted in low levels of students’ understanding and learning outcomes, particularly in the element of Comprehensive Operational Procedures with Excellent Service. This study aimed to develop a website-based learning media and to determine the feasibility and effectiveness of the developed media. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of the analyze, design, develop, implement, and evaluate stages. The research subjects were tenth-grade students of the Hospitality Accommodation program at SMK Negeri 37 Jakarta. Data were collected through questionnaires, pretests and posttests, as well as validation by material experts and media experts. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed that the developed website-based learning media was categorized as very feasible based on the evaluations of material experts and media experts. The feasibility test conducted with students also indicated a very feasible category (93%). Furthermore, the effectiveness test demonstrated an improvement in students’ learning outcomes after using the website-based learning media. Based on these findings, it can be concluded that the developed website-based learning media is feasible and effective for use in the Basic Hospitality subject, particularly in the element of Comprehensive Operational Procedures with Excellent Service

    KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DAN ANAK REMAJA DALAM PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA DI JAKARTA TIMUR

    Get PDF
    Masa remaja merupakan masa dimana mereka mulai mencari jati diri dan ingin mencoba banyak hal baru, salah satunya adalah untuk mengendarai kendaraan bermotor. Namun, kerap kali, mereka berperilaku tidak aman dalam membawa kendaraan seperti sembrono hingga melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan tidak memperdulikan keselamatan berkendaraan yang akhirnya menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Salah satu kawasan di Jakarta yang paling banyak mengalami kecelakaan dan pelanggaran adalah Jakarta Timur. Remaja ini membutuhkan bimbingan dan edukasi dalam untuk berkendara yang aman, salah satu pihak yang paling utama adalah orang tua, khususnya ibu yang memiliki kedeketan emosional dengan anak. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui lebih mengenai komunikasi interpersonal ibu dan anak remaja dalam perilaku keselamatan berkendara di Jakarta Timur. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori belajar sosial oleh Albert Bandura yang memberi pandangan bahwa perilaku individu tidak terbentuk hanya dari pengalaman pribadi, tapi juga dari hasil mengamati pesan atau perilaku orang lain dalam lingkungan sekitarnya. Teori ini terdiri dalam empat konsep untuk dapat memahami bagaimana proses pesan dan keteladanan dalam komunikasi interpersonal ibu dan anak remaja, yaitu, atensi, retensi, reproduksi dan motivasi, namun peneliti hanya memakai tiga dari empat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Subjek penelitian ini adalah anak remaja berusia 14-19 tahun yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jakarta Timur, Ibu dari anak remaja tersebut, serta satu orang informan kunci dari Satlantas Polres Metro Jakarta Timur. Penarikan infroman dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diambil melalui wawancara dan dokumen asli milik Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, serta menggunakan triangulasi data untuk menguji keabshaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar sosial anak berlangsung melalui empat dimensi utama, yaitu atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi, yang tercermin dalam sembilan indikator pembahasan. Ibu berperan sebagai model utama dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara melalui nasihat, contoh perilaku, serta pengawasan. Namun, tidak seluruh pesan yang disampaikan dapat diterapkan secara konsisten oleh anak, yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan pertemanan, kontrol diri anak, serta adanya bentuk disfungsional dalam komunikasi ibu, seperti ketidakkonsistenan perilaku, lemahnya pengawasan, dan komunikasi yang bersifat reaktif. Kondisi disfungsional tersebut menyebabkan proses peniruan, penerapan, dan penguatan perilaku keselamatan berkendara menjadi tidak optimal, sehingga berkontribusi pada munculnya perilaku berkendara berisiko. Adapun kesimpulan dari penelitian ini komunikasi interpersonal ibu dengan anak remaja dalam perilaku keselamatan berkendara belum sepenuhnya berjalan optimal. Proses belajar sosial anak menunjukkan adanya keterlibatan empat dimensi utama, yaitu atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi, namun penerapannya tidak selalu konsisten dalam perilaku sehari-hari anak. ***** Adolescence is a period when they begin to search for their identity and want to try many new things, one of which is riding motor vehicles. However, they often behave unsafely when driving, such as being reckless, violating traffic signs, and disregarding driving safety, which ultimately leads to traffic accidents. One area in Jakarta that experiences the most accidents and violations is East Jakarta. These teenagers need guidance and education on safe driving, and one of the key parties is parents, especially mothers who have an emotional closeness with their children. Therefore, the researcher wants to learn more about the interpersonal communication between mothers and adolescent children regarding driving safety behavior in East Jakarta. In this study, the researcher uses Albert Bandura's social learning theory, which suggests that an individual's behavior is not shaped solely by personal experience, but also by observing messages or the behavior of others in their environment. This theory consists of four concepts to understand how messages and modeling work in mother-adolescent interpersonal communication, namely attention, retention, reproduction, and motivation; however, the researcher only uses three of the four concepts. The method used in this study is descriptive qualitative with a constructivist paradigm. The subjects of this study are teenagers aged 14-19 who have experienced traffic accidents in East Jakarta, the mothers of these teenagers, and one key informant from the East Jakarta Metro Police Traffic Unit. Informants were selected using purposive sampling techniques. Data collection was conducted through interviews and original documents from the East Jakarta Metro Police Traffic Unit, and data triangulation was used to test the validity of the data. The research results indicate that children's social learning process occurs through four main dimensions: attention, retention, reproduction, and motivation, which are reflected in nine discussion indicators. Mothers play a primary role as models in conveying road safety messages through advice, behavioral examples, and supervision. However, not all messages delivered can be consistently applied by the child, which is influenced by peer environment factors, the child's self-control, and the presence of dysfunctional forms of maternal communication, such as inconsistent behavior, weak supervision, and reactive communication. These dysfunctional conditions cause the process of imitation, application, and reinforcement of road safety behavior to be suboptimal, thereby contributing to the emergence of risky driving behavior. The conclusion of this study is that interpersonal communication between mothers and their teenage children regarding road safety behavior has not been fully optimal. The child's social learning process shows the involvement of four main dimensions, namely attention, retention, reproduction, and motivation, but their application is not always consistent in the child's daily behavior

    PRAKTIK PENYEWAAN LAHAN PARKIR SEBAGAI USAHA EKONOMI INFORMAL DI TENGAH KETERBATASAN LAHAN DI PERKOTAAN (Studi Kasus: RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur)

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tiga tujuan, pertama menganalisis latar belakang sewa lahan parkir di RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Pasar Rebo Jakarta Timur. Kedua yaitu mendeskripsikan sewa lahan parkir di RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Pasar Rebo Jakarta Timur sebagai aktivitas ekonomi informal perkotaan. Ketiga untuk mendeskripsikan aktivitas sewa lahan parkir dalam perspektif sosiologi. Penelitian ini menyoroti permasalahan keterbatasan lahan perkotaan yang memicu munculnya ekonomi informal berupa penyediaan jasa sewa lahan parkir. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan wawancara dengan subjek kunci penelitian yaitu tiga orang pemilik lahan yang dijadikan sewa lahan parkir serta empat subjek triangulasi penelitian yaitu satu orang ketua RT dan tiga orang penyewa lahan parkir. Lokasi penelitian dilakukan di RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur pada bulan April 2025 hingga Juli 2025. Penelitian ini menggunakan konsep Keith Hart mengenai sektor informal di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang sewa lahan parkir di RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur disebabkan oleh pemanfaatan lahan pribadi menjadi salah satu usaha ekonomi informal yaitu sewa lahan parkir. Usaha ekonomi informal ini tentunya menjadi sumber penghasilan utama dan penghasilan tambahan dari para pemilik lahan dengan fasilitas yang cukup dengan ketentuan tidak resmi ataupun tertulis. Dan juga melihat aktivitas sewa lahan parkir dalam perspektif sosiologi yaitu masyarakat beradaptasi ditengah keterbatasan melalui inisiatif dan interaksi. Serta menerapkan refleksi pendidikan dengan menganilisis kegagalan tata kota dan kreativitas masyarakat untuk mendapatkan peluang. ***** This research has three objectives, first, to analyze the background of parking lot rental in RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Pasar Rebo East Jakarta. Second, to describe the parking lot rental in RT 009 RW 09 Kelurahan Baru Pasar Rebo East Jakarta as an urban informal economic activity. Third, to describe parking lot rental activities from a sociological perspective. The problem of this research is the informal sector as a form of economy in urban areas by utilizing land to rent parking lots in the midst of limited land in urban areas. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research data were obtained through observation, documentation, literature study, and interviews with the key research subjects, namely three landowners who rented parking lots and four research triangulation subjects, namely one RT head and three parking lot tenants. The research was conducted in RT 009 RW 09 Kelurahan Baru, Pasar Rebo Subdistrict, East Jakarta from April 2025 to July 2025. This research uses Keith Hart's concept of the informal sector in urban areas. The results showed that the background of parking lot rental in RT 009 RW 09 Kelurahan Baru, Pasar Rebo Subdistrict, East Jakarta is due to the utilization of private land into one of the informal economic businesses, namely parking lot rental. Land that previously did not generate income because the land was only used as empty rent, a debris dump, and put a cage. This informal economic business is certainly a source of main income and additional income from landowners with sufficient facilities with unofficial or written provisions. And also see parking lot rental activities in a sociological perspective

    MODEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA ARAB BERTEMA WISATA JAKARTA (PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk keterampilan membaca Bahasa Arab bertema wisata Jakarta pada mata kuliah Qirā’ah Bāsithah serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin dan Peck yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner analisis kebutuhan, serta angket penilaian kelayakan oleh ahli media, ahli materi, dan uji pemakaian. Subjek uji pemakaian dalam penelitian ini adalah 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta. Data dianalisis menggunakan teknik persentase kelayakan berdasarkan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan sebesar 76,25% berdasarkan penilaian ahli media dengan kategori layak; 80,00% berdasarkan penilaian ahli materi dengan kategori layak; serta nilai rata-rata uji pemakaian mahasiswa sebesar 80,49% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai media pendukung pada mata kuliah Qirā’ah Bāsithah guna meningkatkan pengalaman belajar membaca bahasa Arab mahasiswa secara interaktif dan kontekstual.***** This study aims to develop Augmented Reality-based learning media to support Arabic reading skills with the theme of Jakarta tourism in the Qirā’ah Bāsithah course, as well as to determine the feasibility level of the developed media. This study employed the Research and Development (R&D) method using the Hannafin and Peck model, which consists of the stages of needs analysis, design, and development and implementation. Data were collected through interviews and needs analysis questionnaires, as well as feasibility evaluation questionnaires administered to a media expert, a content expert, and through a product try-out. The subjects of the try-out were 40 students of the Arabic Language Education Study Program at the Universitas Negeri Jakarta. Data were analyzed using feasibility percentage calculations based on the Likert scale. The results indicate that the developed learning media achieved a feasibility percentage of 76.25% based on evaluation by the media expert, categorized as feasible; 80.00% based on evaluation by the content expert, categorized as feasible; and an average score of 80.49% obtained from student usage testing, categorized as highly feasible. Therefore, the developed Augmented Reality-based learning media is considered feasible to be used as a supplementary medium for the Qirā’ah Bāsithah course to enhance students’ Arabic reading learning experiences in an interactive and contextual manner

    POLA ASUH KELUARGA BERLATAR BELAKANG MILITER DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK (Studi Kasus 3 Keluarga di Asrama Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok)

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tiga tujuan, pertama, untuk mendeskripsikan latar belakang pembentukan pola asuh yang diterapkan 3 keluarga di Asrama Divif 1 Kostrad kepada anaknya. Kedua, untuk mendeskripsikan pola asuh yang diterapkan 3 keluarga di Asrama Divif 1 Kostrad. Ketiga, untuk menganalisis dampak pola asuh dalam pembentukan karakter anak pada 3 keluarga di Asrama Divif 1 Kostrad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Asrama Divif 1 Kostrad, Cilodong, Kota Depok sejak Juli 2024 hingga April 2025. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi literatur dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 keluarga sebagai informan kunci dan dilengkapi dengan 2 informan triangulasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan konsep pola asuh Diana Baumrind. Pendekatan pola asuh yang kurang seimbang dan perbedaan gaya komunikasi antara orang tua dan anak dapat menghasilkan anak yang bersifat tertutup, memberontak secara sembunyi, dan sulit untuk mengontrol emosi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ketiga keluarga menerapkan pola asuh yang berbeda yaitu, pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis. Pengalaman masa kecil orang tua diasuh oleh orang tuanya dahulu, pekerjaan, pendidikan, dan lingkungan tempat tinggal berpengaruh pada pembentukan pola asuh yang kemudian diterapkan pada anaknya. Pola asuh yang diterapkan menghasilkan anak dengan karakter positif seperti disiplin, mandiri, bertanggung jawab maupun yang negatif seperti tertutup, memberontak secara sembunyi, dan sulit mengontrol emosi. ***** This study has three objectives. First, to describe the background of the parenting styles applied by three families at the Kostrad Divif 1 Dormitory to their children. Second, to describe the parenting styles applied by three families at the Kostrad Divif 1 Dormitory. Third, to analyze the impact of parenting styles on character building in children in three families at the Kostrad Divif 1 Dormitory. This study employs a descriptive qualitative approach using the case study method. The study was conducted at the Divif 1 Kostrad Barracks in Cilodong, Depok City, from July 2024 to April 2025. Data were collected through observation, in-depth interviews, literature review, and documentation. The study subjects consisted of three families as key informants, supplemented by two triangulation informants. This study was analyzed using Diana Baumrind's parenting style concept. An unbalanced parenting approach and differences in communication styles between parents and children can result in children who are closed off, secretly rebellious, and have difficulty controlling their emotions. The results of this study found that the three families applied different parenting styles, namely authoritarian and democratic parenting styles. The parents' childhood experiences, jobs, education, and living environment influenced the formation of the parenting styles that they later applied to their children. The parenting styles applied resulted in children with positive characteristics such as discipline, independence, and responsibility, as well as negative characteristics such as being closed off, secretly rebellious, and having difficulty controlling their emotions

    PENGEMBANGAN E-MODUL MATA PELAJARAN SISTEM INSTALASI REFRIGERASI UNTUK SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK PEMANAS, TATA UDARA DAN PENDINGIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul pembelajaran pada mata pelajaran Sistem Instalasi Refrigerasi dikarenakan perkembangan teknologi yang pesat menuntut inovasi dalam pembelajaran, terutama di SMKN bidang keahlian, dimana proses belajar masih berpusat pada guru dan tingkat belajar mandiri peserta didik rendah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan e-modul interaktif sebagai sumber belajar mandiri yang mendukung pendekatan student-centered learning dan meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Sistem Instalasi Refrigerasi. Dengan menggunakan metode R&D model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang mencakup identifikasi kebutuhan, perancangan, pengembangan produk interaktif, serta uji kelayakan melalui validasi ahli dan uji coba peserta didik. Produk kemudian divalidasi oleh ahli materi, media, dan bahasa, serta diujicobakan melalui uji keterbacaan (one-to-one) dan uji skala besar dengan instrumen User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh penilaian “sangat valid” dari ahli materi (rata-rata 0,85), ahli media (rata-rata 0,95), dan ahli bahasa (rata-rata 0,90). Uji coba one-to-one kepada peserta didik memperoleh skor keterbacaan sebesar 95% dengan kategori “sangat baik”. Sementara itu, uji skala besar menggunakan UEQ pada 45 peserta didik menghasilkan skor rata-rata aspek daya tarik (1,93), kejelasan (2,03), efisiensi (1,77), ketepatan (1,58), stimulasi (2,01), dan kebaruan (1,61), yang dikategorikan “sangat baik” hingga “baik”. Kesimpulannya, e-modul yang dikembangkan menggunakan model ADDIE terbukti sangat valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli serta uji coba kepada peserta didik. Penilaian pengguna melalui UEQ menunjukkan respons sangat positif, sehingga e-modul dinyatakan efektif dan siap diterapkan dalam pembelajaran. Peneliti merekomendasikan penerapan e-modul ini secara luas di SMK bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara serta pengembangan fitur interaktif seperti simulasi virtual untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran praktik. ***** This study aims to develop an e-module for the Sistem Instalasi Refrigerasi course in response to the rapid advancement of technology that demands innovation in learning, particularly in vocational schools where teaching remains teacher-centered and students’ independent learning levels are low. Therefore, an interactive e-module was developed as a self-learning resource to support a student-centered learning approach and enhance students’ understanding of refrigeration system concepts. Using the R&D method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which includes needs analysis, design, product development, and feasibility testing through expert validation and student trials. The product was validated by material, media, and language experts and tested through one-to-one readability trials and large-scale testing using the User Experience Questionnaire (UEQ). The results indicated that the e-module was rated as “very valid” by material experts (average score 0.85), media experts (average score 0.95), and language experts (average score 0.90). The one-to-one readability test achieved 95% (“excellent”), while the large-scale UEQ test involving 45 students yielded average scores of attractiveness (1.93), perspicuity (2.03), efficiency (1.77), dependability (1.58), stimulation (2.01), and novelty (1.61), categorized as “good” to “very good”. Thus, the e-module developed using the ADDIE model has been proven to be highly valid and feasible to use based on expert validation results and trials with students. User assessment through the UEQ showed very positive responses, indicating that the e-module is effective and ready to be implemented in learning. The researchers recommend widespread application of this e-module in vocational high schools (SMK) in the field of Refrigeration and Air Conditioning Engineering, as well as the development of interactive features such as virtual simulations to enhance student engagement in practical learnin

    ANALISIS PELAKSANAAN KURSUS MENJAHIT DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN NINING MODISTE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PESERTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kursus menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nining Modiste dalam meningkatkan keterampilan peserta dengan menggunakan pendekatan Component Design Theory (CDT) yang dikembangkan oleh M. David Merrill. Fokus penelitian mencakup empat komponen utama dalam CDT, yaitu tujuan (goals), penyajian materi (content representation), organisasi pembelajaran (course organization), dan interaksi pembelajaran (transaction). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen tujuan (goals), terdapat ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran yang disampaikan dengan isi materi yang diajarkan. Pada komponen penyajian materi (content representation) modul yang digunakan belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirancang. Pada komponen organisasi pembelajaran (course organization), metode dan urutan materi yang digunakan sudah sesuai, akan tetapi perlu dilakukan penyesuaian kurikulum dengan tujuan pembelajaran. Sementara itu, pada komponen interaksi pembelajaran (transaction), interaksi antara instruktur dan peserta sudah berjalan baik dan sesuai dengan prinsip CDT, termasuk adanya bimbingan tambahan mengenai usaha menjahit. Dengan demikian, pelaksanaan kursus menjahit di LKP Nining Modiste sudah menunjukkan peningkatan yang baik untuk keterampilan menjahit peserta, namun masih memerlukan penyesuaian pada komponen tujuan, penyajian materi, dan organisasi pembelajaran agar seluruh komponen pembelajaran saling mendukung dan sesuai dengan prinsip dalam CDT. Kata kunci : Kursus Menjahit, LKP Nining Modiste, Keterampilan Peserta, Component Design Theory (CDT). ***** This study aims to analyze the implementation of sewing courses at the Nining Modiste Training and Course Institute (LKP Nining Modiste) in improving participants’ skills using the Component Design Theory (CDT) developed by M. David merrill. The research focuses on four main components in CDT : goals, content representation, course organization, and transaction. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The result of the study show that in the component of goals, there is a discrepancy between the stated learning objectives and the content delivered. In the component of content representation, the module employed is not fully aligned with the designed learning objectives. In the component of organization, the methods and sequence of materials are appropriate, however, the curriculum still requires adjustment to match the learning objectives. Meanwhile, in the component of transaction, the interaction between the instructor and participants has been well implemented and is consistent with the principles of CDT, including additional guidance related to sewing entrepreneurship. This mismatch indicates that the content representation and course organization do ot fully support the intended learning objectives. Therefore, while the sewing course at LKP Nining Modiste has shown positive outcomes in improving participants’ sewing skills, adjustments are still needed in the components of goals, content representation, and course organization to ensure all instructional elements are aligned and consistent with CDT principles. Keyword : Sewing Course, LKP Nining Modiste, Participant Skills, Component Design Theory (CDT)

    UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI METODE ROLE PLAYING DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Pengandegan 03. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Metode Pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah model Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Role playing terbukti dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV-A SDN Pengadegan 03. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dengan menerapkan metode role playing, terjadi peningkatan partisipasi aktif siswa menjadi 75%. Pada siklus II, perbaikan tindakan berupa pemberian penjelasan peran yang lebih jelas, tambahan waktu latihan, pemilihan skenario yang lebih konkret, serta pemberian reward sederhana berdampak signifikan terhadap keaktifan siswa. Hasil siklus II menunjukkan peningkatan partisipasi aktif menjadi 91%, yang berarti telah melampaui indikator keberhasilan penelitian, yaitu ≥ 85% siswa aktif. Pada siklus ini, siswa tampak lebih percaya diri dalam memainkan peran, aktif bertanya dan menjawab, mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok, serta berani menyampaikan kesimpulan di depan kelas. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode Role playing mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan sehingga berhasil meningkatkan partisipasi aktif siswa secara signifikan. Dengan demikian, metode Role playing dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa, terutama pada mata pelajaran IPS yang membutuhkan pengalaman belajar kontekstual. ***** This study aims to increase students' active participation in Social Studies subjects in grade IV of SDN Pengandegan 03. This study is expected to contribute to the development of more effective learning strategies. The learning method used in this study is the Classroom Action Research model. Based on the results of the study conducted in two cycles, it can be concluded that the application of the Role playing method has proven effective in increasing students' active participation in Social Studies learning in grade IV-A of SDN Pengadegan 03. After the action in cycle I by applying the role playing method, there was an increase in students' active participation to 75%. In cycle II, improvements in actions in the form of providing clearer role explanations, additional practice time, selecting more concrete scenarios, and providing simple rewards had a significant impact on student activeness. The results of cycle II showed an increase in active participation to 91%, which means it has exceeded the research success indicator, which is ≥ 85% of active students. In this cycle, students appeared more confident in playing roles, actively asking and answering questions, being able to work well in groups, and daring to convey conclusions in front of the class. This demonstrates that the role-playing method can create a more lively, interactive, and enjoyable learning environment, significantly increasing student active participation. Therefore, the role-playing method can be an effective alternative learning strategy for increasing student engagement, particularly in social studies subjects that require contextual learning experiences

    HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN PRAKTIK KETERAMPILAN MENGAJAR DENGAN KEPERCAYAAN DIRI UNTUK MENJADI GURU KULINER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara korelasi antara pengalaman Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) dengan kepercayaan diri untuk menjadi Guru Kuliner. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Desember 2025 dengan populasi yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta angkatan 2020 dan 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 89 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui analisis deskriptif, korelasi product moment, uji koefisien determinasi dan uji signifikansi. Penelitian ini menghasilkan bahwa korelasi pengalaman praktik keterampilan mengajar dengan kepercayaan diri adalah tergolong dalam kategori cukup. Analisis hubungan dengan korelasi Pearson, menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,540 dengan uji signifikansi F hitung sebesar 35,7 > 3,96. Hal tersebut mengindikasikan adanya hubungan positif dengan kategori cukup kuat yang signifikan antara pengalaman praktik keterampilan mengajar dengan kepercayaan diri. Pengalaman praktik keterampilan mengajar berkontribusi sebesar 29,1% terhadap kepercayaan diri untuk menjadi guru kuliner, yang dipengaruhi oleh keterlibatan langsung mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran, penguasaan keterampilan dasar mengajar, serta bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing, meskipun kontribusi tersebut belum sepenuhnya optimal. ***** This study aims to examine the correlation between Teaching Skills Practice (PKM) experience and self-confidence in becoming a culinary teacher. The research was conducted from May to December 2025 with a population consisting of students from the 2020 and 2021 cohorts of the Culinary Education Study Program at Universitas Negeri Jakarta. The study employed a quantitative method with a correlational approach. The sampling technique used was purposive sampling, involving a total of 89 respondents. The data were analyzed using descriptive analysis, product moment correlation, the coefficient of determination, and significance testing. The findings indicate that the correlation between teaching skills practice experience and self-confidence falls into the moderate category. The Pearson correlation analysis shows a correlation value of 0.540, with an F-statistic of 35.7, which is greater than the critical value of 3.96. This result suggests a positive and moderately strong significant relationship between teaching skills practice experience and self-confidence. Furthermore, teaching skills practice experience contributes 29.1% to Teaching Skills Practice experience contributes 29.1% to self-confidence in becoming a Culinary Arts teacher, influenced by students’ direct involvement in classroom instruction, mastery of basic teaching skills, and guidance from supervising teachers and lecturers, although this contribution has not yet reached an optimal level

    PERBANDINGAN LATIHAN LADDER DRILL DAN W DRILL TERHADAP KELINCAHAN ATLET SSB METRO KUKUSAN USIA 14

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan latihan ladder drill, (2) peningkatan latihan W drill, (3) perbandingan latihan ladder drill dan W drill terhadap kemampuan kelincahan pada atlet SSB Metro Kukusan Usia 14. Penelitian ini digunakan dengan menggunakan metode kuantitatif komparatif, yaitu membandingkan latihan yang berbeda dan sampel menggunakan sampel jenuh dari keseluruhan populasi dijadikan sampel. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah Illinois Agility Test. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis uji-t. Hasil ini menyimpulkan bahwa: (1) Latihan ladder drill menggunakan statistik uji-t diperoleh thitung sebesar 15 dan diperoleh ttabel sebesar 1,812 yang berarti thitung>ttabel, berarti ada perbedaan yang meyakinkan secara signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkan latihan ladder drill. (2) Latihan W drill diperoleh thitung sebesar 25,66 dan diperoleh ttabel sebesar 1,812 yang berarti thitung>ttabel, berarti ada perbedaan yang meyakinkan secara signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkan latihan W drill. (3) Hasil akhir perbandingan kelompok latihan ladder drill dan W drill diperoleh nilai thitung sebesar 0,90 selanjutnya diuji dengan ttabel sebesar 1,725 yang berarti nilai H0 diterima karena thitung<ttabel. Demikian uji t menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata hasil tes antara latihan ladder drill dan latihan W drill pada atlet SSB Metro Kukusan Usia 14. ***** This study aims to determine (1) the increase in ladder drill training, (2) the increase in W drill training, (3) the comparison of ladder drill and W drill training on agility abilities in SSB Metro Kukusan athletes aged 14. This study uses a comparative quantitative method, namely comparing different exercises and samples using saturated samples from the entire population as samples. The test instrument used in this study is Illinois Agility Test. The data analysis technique uses the t-test analysis technique. These results conclude that: (1) Ladder drill training using t-test statistics obtained a t count of 15 and a t table of 1.812 which means t count> t table, meaning there is a significant convincing difference between before and after the implementation of ladder drill training. (2) W drill training obtained a t count of 25.66 and a t table of 1.812 which means t count> t table, meaning there is a significant convincing difference between before and after the implementation of W drill training. (3) The final result of the comparison of the ladder drill and W drill training groups obtained a t-value of 0.90 which was then tested with a t-table of 1.725 which means the H0 value was accepted because t-value <t-table. Thus, the t-test concluded that there was no difference in the average test results between ladder drill and W drill training in SSB Metro Kukusan athletes aged 14

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇