Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    HUBUNGAN PEMAHAMAN AKHLAK ANTARSESAMA MANUSIA DENGAN PERILAKU TOLERANSI (Studi Kuantitatif pada Remaja di Kampung Kerukunan Kelurahan Rawa Buaya)

    No full text
    Rizkyta Damayanti, Hubungan Pemahaman Akhlak Antarsesama Manusia dengan Perilaku Toleransi Antarumat Beragama (Studi Kuantitatif pada Remaja di Kampung Kerukunan Kelurahan Rawa Buaya). Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta, 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman akhlak antarsesama manusia dengan perilaku toleransi antarumat beragama pada remaja di Kampung Kerukunan, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober–Desember 2025 dengan menggunakan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri atas 190 remaja berusia 13–18 tahun yang berdomisili di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 129 remaja yang ditentukan melalui teknik sampling insidental serta perhitungan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman akhlak antarsesama manusia dan kuesioner untuk mengukur perilaku toleransi antarumat beragama yang disebarkan melalui google form. Sebelum digunakan, instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 34 dari 40 butir soal pemahaman akhlak antarsesama manusia dan 35 dari 40 pernyataan perilaku toleransi antarumat beragama dinyatakan valid. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai alpha cronbach sebesar 0,893 untuk variabel pemahaman akhlak antarsesama manusia dan 0,877 untuk variabel perilaku toleransi antarumat beragama, sehingga seluruh instrumen dinyatakan reliabel. Uji prasyarat analisis data meliputi uji normalitas dan uji linearitas yang menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan kuat antara pemahaman akhlak antarsesama manusia dengan perilaku toleransi antarumat beragama dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,642. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pemahaman akhlak antarsesama manusia memberikan kontribusi sebesar 41,2% terhadap perilaku toleransi antarumat beragama, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. ***** Rizkyta Damayanti, The Relationship between Understanding of Morality among Humans and Tolerant Behavior among Religious Communities (A Quantitative Study of Adolescents in Kampung Kerukunan, Rawa Buaya Village). Thesis. Jakarta: Pancasila and Civic Education Study Program, Faculty of Social and Legal Sciences, Jakarta State University, 2026. This study aims to determine the relationship between understanding of human ethics and religious tolerance among adolescents in Kampung Kerukunan, Rawa Buaya Village, West Jakarta. This study was conducted from October to December 2025 using a correlational method and a quantitative approach. The study population consisted of 190 adolescents aged 13–18 years residing in the area, with a sample size of 129 adolescents determined through incidental sampling and calculation using the Slovin formula with a margin of error of 5%. The research instruments used were multiple-choice tests to measure understanding of human ethics and questionnaires to measure religious tolerance behavior, which were distributed via google forms. Before use, the research instruments were first tested for validity and reliability. The validity test results showed that 34 of the 40 questions on understanding of ethics among fellow human beings and 35 of the 40 statements on tolerant behavior among religious communities were declared valid. Furthermore, the reliability test results showed a Cronbach's alpha value of 0.893 for the variable of understanding of ethics among fellow human beings and 0.877 for the variable of tolerance behavior among religious communities, so that all instruments were declared reliable. The prerequisite tests for data analysis included normality and linearity tests, which showed that the data for both variables were normally distributed and had a linear relationship. Hypothesis testing using the product moment correlation test showed that there was a positive and strong relationship between understanding of human ethics and interfaith tolerance behavior, with a correlation coefficient value of 0.642. The results of the simple linear regression test show that understanding of human ethics contributes 41.2% to tolerant behavior among religious communities, while the rest is influenced by other variables outside the scope of this study

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KETERAMPILAN SHOOTING FUTSAL MELALUI TARGET AKURASI UNTUK MAHASISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menilai kelayakan, dan menguji efektivitas model latihan keterampilan shooting futsal melalui target akurasi bagi mahasiswa perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg dan Gall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar, serta uji efektivitas. Produk yang dihasilkan berupa model latihan shooting futsal berbasis target akurasi yang disusun dalam bentuk modul latihan terstruktur, sistematis, dan kontekstual sesuai karakteristik mahasiswa. Kelayakan model ditentukan melalui expert judgment yang melibatkan ahli teknik futsal, ahli taktik futsal, serta ahli fisik dan teknik. Hasil validasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi model latihan dinyatakan layak dan relevan untuk digunakan pada latihan futsal mahasiswa. Uji coba kelompok kecil (n = 20) dan kelompok besar (n = 80) menunjukkan bahwa model latihan dapat diterapkan dengan baik, mudah dipahami, serta praktis digunakan dalam sesi latihan, dengan tingkat partisipasi dan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Uji efektivitas dilakukan menggunakan metode quasi-experimental dengan desain pretest–posttest control group design terhadap 80 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test setelah data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 11,339; p < 0,05). Nilai rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 77,95%, yang berada pada kategori sangat efektif, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 40,82%, yang berada pada kategori tidak efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model latihan shooting futsal melalui target akurasi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan shooting futsal mahasiswa. Dengan demikian, model latihan yang dikembangkan layak dan direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif model latihan shooting futsal di lingkungan perguruan tinggi. ***** This study aimed to develop, examine feasibility, and evaluate the effectiveness of an accuracy-target-based futsal shooting training model for university students. The research employed a Research and Development (R&D) approach based on the Borg and Gall framework, consisting of needs analysis, product design, expert validation, small-group trials, large-group trials, and effectiveness testing. The final product was a structured and systematic futsal shooting training model emphasizing accuracy targets and designed according to the characteristics of university students. Model feasibility was assessed through expert judgment involving futsal technical, tactical, and physical experts. The validation results indicated that most training model variations were feasible and appropriate for implementation in university-level futsal training. Small-group trials (n = 20) and large-group trials (n = 80) demonstrated that the training model was practical, easy to understand, and applicable in training sessions, with high levels of student engagement. Effectiveness testing was conducted using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design involving 80 students divided into experimental and control groups. Data analysis was performed using an independent samples t-test after normality and homogeneity assumptions were satisfied. The results revealed a statistically significant difference between the experimental and control groups (t = 11.339; p < 0.05). The experimental group achieved a mean N-Gain score of 77.95%, categorized as highly effective, while the control group obtained a mean N-Gain score of 40.82%, classified as ineffective. These findings indicate that the developed accuracy-target-based futsal shooting training model is effective in improving university students’ futsal shooting performance and is suitable for application in higher education futsal training programs

    EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN MEDIA CANVA PADA MATA PELAJARAN IPS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX SMP NEGERI 163 JAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) berbantuan Canvaterhadap hasil belajar mata pelajaran IPS peserta didik kelas IX SMP Negeri 163 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design pada dua kelas, yaitu IX D sebagai kelas eksperimen dan IX C sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 33 peserta didik. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, t-test independen, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 79,85 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 69,36 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 54% (kategori sedang) dan kelas kontrol 32% (kategori tidak efektif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model PjBL berbantuan Canva efektif meningkatkan hasil belajar IPS Kelas IX di SMP Negeri 163 Jakarta. ***** This study aims to determine the effectiveness of implementing Project-Based Learning (PjBL) model assisted by Canva on the Social Studies learning outcomes of Grade IX students at SMP Negeri 163 Jakarta. The research employed an experimental method with a Non-equivalent Control Group Design involving two classes: IX D as the experimental class and IX C as the control class, each consisting of 33 students. The research instrument was a multiple-choice test that had been tested for validity and reliability. Data analysis techniques included normality testing, homogeneity testing, independent t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the average post-test score of the experimental class was 79.85, higher than the control class with 69.36, with a significance value of 0.000 < 0.05. The N-Gain score of the experimental class was 54% (moderate category), while the control class obtained 32% (ineffective category). The study concludes that the use of the PjBL model assisted by Canva is effective in improving Social Studies learning outcomes for Grade IX students at SMP Negeri 163 Jakarta

    MAKNA PUISI DIE STADT KARYA THEODOR WOLDSEN STORM DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA RIFFATERRE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dalam puisi die Stadt karya Theodor Woldsen Storm dengan menggunakan pendekatan semiotika Riffaterre melalui metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi die Stadt karya Theodor Woldsen Storm. Data dalam penelitian ini adalah baris dalam bait yang menunjukkan makna puisi die Stadt. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Riffaterre yang dilakukan dengan lima tahapan yaitu: (1) pembacaan heuristik, (2) pembacaan hermeneutik, (3) mencari ketidaklangsungan ekspresi dalam puisi, (4) menentukan matriks, model, varian-varian, dan (5) menentukan hipogram. Hasil penelitian dari analisis makna puisi die Stadt melalui semiotika Riffaterre adalah sebagai berikut: (1) Pembacaan heuristik menunjukkan bahwa puisi ini menggambarkan sebuah kota kecil di tepi laut yang sepi, tanpa tanda-tanda kehidupan, diselimuti kabut tebal dan suara laut yang monoton, serta menjadi latar bagi kenangan masa muda Storm, dan (2) hasil pembacaan hermeneutik mengungkapkan bahwa kota dalam puisi ini bukan hanya tempat nyata tetapi juga simbol rindu Storm pada Husum, suram dan sepi namun tetap hangat dalam kenangan masa mudanya. (3) Ketidaklangsungan ekspresi berupa pergantian arti yang terdiri dari metafora, personifikasi, dan sinekdoki; penyimpangan arti terdiri dari ambiguitas dan kontradiksi; penciptaan arti berupa Mischform, bentuk campuran antara Kreuzreim dan umarmender Reim, dan Enjambement. (4) Matriks puisi berupa Heimatsehnsucht. Model puisi berupa “Doch hängt mein ganzes Herz an dir”. Varian-varian berupa 3 data yang tersebar di setiap bait puisi. (5) Hipogram potensial disetarakan dengan matriks, yaitu Heimatsehnsucht. Hipogram aktual adalah puisi Oktoberlied. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna pada puisi die Stadt mengungkapkan perasaan rindu, kehilangan, dan keterikatan mendalam Storm terhadap kota kelahirannya yang suram namun penuh makna. Kata kunci: Analisis Puisi, Die Stadt, Semiotika Riffaterre***** This study aims to describe the meaning in Theodor Woldsen Storm's poem Die Stadt using Riffaterre's semiotic approach through qualitative methods. The data source in this study is Theodor Woldsen Storm's poem Die Stadt. The data in this study are lines in verses that show the meaning of Die Stadt. The data analysis technique uses Riffaterre's semiotic approach, which is carried out in five stages, namely: (1) heuristic reading, (2) hermeneutic reading, (3) searching for indirect expressions in poetry, (4) determining matrices, models, variants, and (5) determining hypograms.The results of the study of the meaning of the poem die Stadt through Riffaterre's semiotics are as follows: (1) Heuristic reading shows that this poem describes a small, quiet town by the sea, devoid of signs of life, shrouded in thick fog and the monotonous sound of the sea, and serves as the backdrop for Storm's memories of his youth, and (2) the results of hermeneutic reading reveal that the city in this poem is not only a real place but also a symbol of Storm's longing for Husum, gloomy and lonely but still warm in his memories of his youth. (3) The discontinuity of expression takes the form of shifts in meaning consisting of metaphors, personification, and synecdoche; deviations in meaning consist of ambiguity and contradiction; the creation of meaning takes the form of Mischform, a mixture of Kreuzreim and umarmender Reim, and Enjambement. (4) The matrix of the poem is Heimatsehnsucht. The model of the poem is “Doch hängt mein ganzes Herz an dir”. The variants are 3 pieces of data scattered throughout each stanza of the poem. (5) The potential hypogram is equated with the matrix, namely Heimatsehnsucht. The actual hypogram is the poem Oktoberlied. Based on the research results, it can be concluded that the meaning in the poem Die Stadt expresses Storm's feelings of longing, loss, and deep attachment to his gloomy but meaningful hometown. Keywords: Poetry Analysis, Die Stadt, Riffaterre Semiotic

    INCIDENTAL LEARNING MEMBACA BAHASA JEPANG MELALUI GAME BOKUJOU MONOGATARI

    Get PDF
    Video game pada era digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat memunculkan proses pemerolehan bahasa yang terjadi secara tidak disengaja atau incidental learning. Dalam konteks pembelajaran bahasa asing, fenomena ini muncul ketika pemain berinteraksi dengan teks berbahasa asing tanpa tujuan eksplisit untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman dan persepsi pembelajar bahasa Jepang terhadap proses incidental learning membaca yang terjadi saat bermain Bokujou Monogatari: Olive Town to Kibou no Daichi, serta mengidentifikasi strategi membaca yang digunakan dalam memahami teks berbahasa Jepang di dalam game tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas empat orang pemain Bokujou Monogatari yang juga merupakan pembelajar bahasa Jepang dengan latar belakang dan tingkat kemampuan yang berbeda. Data dikumpulkan melalui angket pra wawancara dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan teknik thematic analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden mengalami proses incidental learning membaca bahasa Jepang melalui paparan teks yang bersifat fungsional dan kontekstual, seperti dialog dengan NPC, deskripsi item, petunjuk misi, dan elemen antarmuka (User Interface). Dalam proses tersebut, responden menggunakan berbagai strategi membaca secara alami, seperti pemanfaatan konteks visual, contextual guessing, serta skimming dan scanning sesuai dengan kebutuhan permainan. Proses pemerolehan ini berlangsung tanpa niat belajar eksplisit dan umumnya baru disadari oleh responden setelah melakukan refleksi pasca-bermain. ABSTRACT Priyayi Fadhlillah. 2026. Incidental learning of Japanese Reading through Bokujou Monogatari. Bachelor’s Thesis. Department of Japanese Language Education, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta. In the digital era, video games function not only as entertainment but also as environments where unintentional language acquisition, known as incidental learning, may occur. In foreign language contexts, this phenomenon emerges when players engage with target-language texts without explicit learning intentions. This study aims to describe Japanese learners’ experiences and perceptions of incidental reading learning while playing Bokujou Monogatari: Olive Town to Kibou no Daichi, as well as to identify the reading strategies employed to understand Japanese texts within the game. This study adopts a qualitative case study approach. The participants consist of four players of Bokujou Monogatari who are also learners of Japanese with diverse backgrounds and proficiency levels. Data were collected through pre-interview questionnaires and semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that participants experienced Japanese reading incidental learning through repeated and contextual exposure to functional in-game texts, including NPC dialogues, item descriptions, mission instructions, and User Interface (UI) elements. During gameplay, participants naturally employed various reading strategies such as visual support, contextual guessing, as well as skimming and scanning to meet in-game needs. This process occurred without explicit learning intentions and was generally recognized only through retrospective reflection after gameplay. Keywords: incidental learning, Japanese reading, video game, Bokujou Monogatar

    PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS BUDAYA BETAWI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA DI SMP NEGERI DI KECAMATAN CAKUNG

    Get PDF
    Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang belum berkembang optimal pada siswa SMP di Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh praktik pembelajaran matematika yang masih dominan prosedural serta kurang mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis budaya Betawi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, serta menelaah peran disposisi matematis sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu posttest-only control group dan rancangan treatment by level 2×2. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 di dua sekolah menengah pertama negeri, yaitu SMP Negeri 144 Jakarta dan SMP Negeri 234 Jakarta, yang berada di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Sampel penelitian terdiri atas 96 siswa kelas VIII yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket disposisi matematis. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur serta uji lanjut independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar melalui CTL berbasis budaya Betawi lebih tinggi dibandingkan pembelajaran ekspositori, (2) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan disposisi matematis, (3) pada siswa dengan disposisi matematis tinggi, CTL berbasis budaya Betawi memberikan dampak yang lebih kuat, sedangkan (4) pada siswa dengan disposisi matematis rendah, perbedaan kemampuan pemecahan masalah tidak signifikan. Kata kunci: CTL, Budaya Betawi, Disposisi Matematis, Pemecahan Masalah Matematis ***** Mathematical problem-solving ability is an essential 21st-century competence that has not yet developed optimally among junior high school students in Indonesia. This condition is influenced by mathematics learning practices that remain predominantly procedural and insufficiently connected to students’ real-life contexts. This study aims to examine the effect of a Betawi culture–based Contextual Teaching and Learning (CTL) model on students’ mathematical problem-solving ability and to investigate the role of mathematical disposition as a moderating variable. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental posttest-only control group design with a 2×2 treatment-by-level arrangement. The study was conducted during the odd semester of the 2025/2026 academic year at two public junior high schools, SMP Negeri 144 Jakarta and SMP Negeri 234 Jakarta, located in Cakung District, East Jakarta. The research sample consisted of 96 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group. The research instruments included an essay test of mathematical problem-solving ability and a mathematical disposition questionnaire. Data were analyzed using two-way ANOVA followed by independent samples t-tests at a significance level of 0.05. The results indicate that (1) students taught using the Betawi culture–based CTL model demonstrated higher mathematical problem-solving ability than those taught through expository instruction; (2) there was a significant interaction between the learning model and mathematical disposition; (3) among students with high mathematical disposition, the Betawi culture–based CTL model had a stronger effect; whereas (4) among students with low mathematical disposition, the difference in mathematical problem-solving ability was not statistically significant. Keywords: Contextual Teaching and Learning, Betawi Culture, Mathematical Disposition, Mathematical Problem-Solving Abilit

    PENGARUH SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS PADA ATLET RENANG DI SPORT CLUB 3D AQUATIC JAKARTA

    Get PDF
    *****ABSTRAK***** Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan nyeri otot yang muncul setelah aktivitas fisik dengan intensitas tinggi atau penggunaan otot secara berulang, yang sering dialami oleh atlet renang. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan latihan dan menurunkan performa apabila tidak ditangani dengan metode pemulihan yang tepat. Salah satu metode recovery yang umum digunakan adalah sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport massage sebagai metode recovery terhadap penurunan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada atlet renang di Sport Club 3D Aquatic Jakarta. Metode dalam penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain pre eksperiment al tipe one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet renang di Sport Club 3D Aquatic Jakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 20 atlet yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat DOMS sebelum dan sesudah pemberian perlakuan sport massage menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS) dengan skala 0-10. Perlakuan sport massage diberikan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Rata-rata tingkat nyeri sebelum perlakuan (pretest) sebesar 5,12, sedangkan rata-rata tingkat nyeri setelah perlakuan (posttest) menurun menjadi 1,94. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan rata-rata tingkat nyeri sebesar 3,18 poin setelah diberikan sport massage. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji Wilcoxon menggunakan bantuan SPSS 25.0 for Windows, diperoleh nilai signifikansi pada kelompok sport massage sebesar p < 0,001 atau p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest tingkat nyeri otot (DOMS). Berdasarkan hasil analisis data, sport massage menunjukkan bahwa dapat terbukti memberikan pengaruh terhadap penurunan DOMS pada atlet renang di Sport Club 3D Aquatic Jakarta./ *****ABSTRACT****** Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) is muscle pain that occurs after high-intensity physical activity or repetitive muscle use and is commonly experienced by swimming athletes. This condition can interfere with training comfort and reduce performance if not managed with appropriate recovery methods. One commonly used recovery method is sport massage. This study aimed to determine the effect of sport massage as a recovery method on reducing Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) in swimming athletes at Sport Club 3D Aquatic Jakarta. This research employed a quantitative experimental method using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The population of this study consisted of swimming athletes at Sport Club 3D Aquatic Jakarta, with a total sample of 20 athletes selected using a purposive sampling technique. Data were collected by measuring DOMS levels before and after the sport massage intervention using the Numeric Rating Scale (NRS) with a scale of 0–10. The sport massage treatment was administered according to established procedures. The results showed that the mean pain level before treatment (pretest) was 5.12, while the mean pain level after treatment (posttest) decreased to 1,94, indicating a mean reduction of 3.18 points. Based on the results of the Wilcoxon test conducted using SPSS 25.0 for Windows, the significance value for the sport massage group was p < 0.001 (p < 0.05). These findings indicate a significant difference between the pretest and posttest mean values of muscle pain (DOMS). In conclusion, the results of the data analysis demonstrate that sport massage has a significant effect on reducing DOMS in swimming athletes at Sport Club 3D Aquatic Jakarta

    PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PROGRAM PEMILIHAN KOMPETISI MAHASISWA BERPRESTASI (STUDI DESKRIPTIF: MAHASISWA BERPRESTASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNJ TAHUN 2024)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk peran orang tua dalam mendukung mahasiswa berprestasi fakultas ilmu sosial dan hukum tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan mahasiswa berprestasi yang terpilih sebagai kategori juara terbaik dan terinspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk peran orang tua dalam mendukung mahasiswa berprestasi di fakultas ilmu sosial dan hukum tahun 2024 adalah bentuk-bentuk peran orang tua terwujud dalam enam bentuk utama yang saling terhubung diantaranya adalah mendampingi, menjalin komunikasi, memberikan kesempatan, mengawasi, mendorong atau memberikan motivasi, dan mengarahkan. Adapun peran-peran yang dilakukan oleh orangtua tersebut dijankan dengan empat jenis dukungan diantaranya adalah dukungan instrumental, dukungan emosional, dukungan akademik, dukungan penilaian. Kemudian dari dukungan menimbulkan fungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan sosial, kebutuhan psikis. ***** This study aims to determine the forms of parental roles in supporting high achieving students in the Faculty of Social and Law Science in 2024. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach, and data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature review. The subject in this study are parents and high-achieving students who were selected as the best and most inspiring winners. The result of the study indicate that forms of parental roles in supporting high-achieving students in the Faculty of Social and Law Sciences in 2024 are realized in six main interconnected forms, namely: accompany, establishing communication, providng opportunities, supervising, encouraging or providing motivation, and guiding. The roles played by parents are carried out through four types of support, namely: instrumental support, emotional support, academic support, and appraisal support. This support then fulfills the basic needs of children, namely: physical needs, social needs, and psychological needs

    Pengembangan Model Pelatihan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam SMP Berbasis Nilai Keislaman

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pelatihan kompetensi profesional guru SDIT (School of Development Islamic Teacher) yang layak, efektif, dan praktis. Guru SMP Islam di Kota Bekasi masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman dan keterampilan profesional, khususnya dalam penguasaan materi pembelajaran secara mendalam, pengembangan kompetensi keilmuan, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam praktik mengajar, yang berdampak pada kurang optimalnya kualitas pembelajaran di kelas. Desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dengan memadukan model Dick and Carey, Derek Rowntree, serta evaluasi empat level Kirkpatrick. Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan potensi pengembangan, dilanjutkan dengan penyusunan modul ajar berbasis flipped learning yang menekankan internalisasi nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab dalam profesionalitas guru. Instrumen penelitian meliputi pre-test, post-test, modul pembelajaran, panduan instruktur, serta angket kepuasan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SDIT dinyatakan layak ditinjau dari aspek desain, materi, media, dan bahasa dengan skor 3,39. Uji efektivitas memperlihatkan peningkatan skor pemahaman dengan N-Gain = 0,76 kategori tinggi, dengan nilai rata-rata meningkat dari 51,96 (pre-test) menjadi 88,48 (post-test). Analisis kepraktisan juga menunjukkan respons positif peserta terhadap penerapan model SDIT beserta media pendukungnya. Dengan demikian, model SDIT terbukti layak, efektif, dan praktis, serta berimplikasi pada peningkatan kompetensi profesional guru SMP Islam di Kota Bekasi, meliputi penguasaan materi secara luas dan mendalam, pengembangan keilmuan sesuai kemajuan zaman, serta kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik pembelajaran yang bermutu. ***** This study aims to develop a professional competency training model for SDIT teachers (School of Development Islamic Teacher) that is valid, effective, and practical. Islamic junior high school teachers in Bekasi City continue to face challenges related to low levels of professional understanding and skills, particularly in mastering subject matter in depth, developing academic competence, and integrating Islamic values into teaching practices. These challenges have resulted in suboptimal classroom learning quality. The research employed a research and development approach, integrating the Dick and Carey model, Derek Rowntree’s model, and Kirkpatrick’s four-level evaluation framework. A training needs analysis was conducted to identify existing problems and development potential, followed by the development of flipped learning–based instructional modules that emphasize the internalization of Islamic values such as sincerity (ikhlas), trustworthiness (amanah), and responsibility in teachers’ professionalism. The research instruments included pre-tests and post-tests, instructional modules, instructor guides, and participant satisfaction questionnaires. The findings indicate that the SDIT model is valid in terms of design, content, media, and language, achieving a mean score of 3.39. Effectiveness testing revealed a significant improvement in participants’ understanding, with an N-Gain score of 0.76 (high category) and an increase in mean scores from 51.96 (pre-test) to 88.48 (post-test). Practicality analysis also showed positive participant responses toward the implementation of the SDIT model and its supporting media. In conclusion, the SDIT training model is valid, effective, and practical, and it contributes to improving the professional competence of Islamic junior high school teachers in Bekasi City, particularly in mastering subject matter comprehensively and deeply, developing academic expertise in line with contemporary advancements, and integrating Islamic values into high-quality instructional practices

    ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM OPEN α DOOR KARYA AIMER (KAJIAN STILISTIKA)

    No full text
    Tasya Diana Maskuri. 2025. Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dalam Album Open α Door Karya Aimer (Kajian Stilistika). Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengunaan jenis serta efek dari penggunaan gaya bahasa pada lirik lagu dalam album Open α Door karya Aimer yang dilatarbelakangi oleh penggunaan gaya bahasa sebagai lapisan estetis yang menyembunyikan pesan lirik lagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak catat dan dokumentasi. Teknik analisis berdasarkan Miles dan Huberman. Teori identifikasi jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan langsung tidaknya makna oleh Keraf (2007). Definisi makna denotatif dan konotatif oleh Chaer (2014), kriteria mengungkap makna melalui pendekatan semantik oleh Leech (2003). Pada klasifikasi jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat ditemukan jenis gaya bahasa klimaks (7), antiklimaks (2), paralelisme (18), antitesis (6), dan repetisi (30). Penggunaan gaya bahasa ini memberikan efek menciptakan suasana serta menekankan gagasan penting yang ingin disampaikan dalam lagu. Pada klasifikasi jenis gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna ditemukan jenis gaya bahasa asonansi (12), anastrof, apofasis, apostrof, eufimismus, litotes, zeugma, oksimoron, perifrasis masing-masing (1), asindenton (2), polisindenton (5), elipsis (3), pleonasme (2), tautologi (2), erotesis (9), hiperbol (5), paradoks (2), simile (10), metafora (50), personifikasi (13), alusi (8), sinekdoke (3), dan metonimia (3). Penggunaan gaya bahasa ini memberikan efek lirik lagu aimer lebih hidup lewat pengimajian yang konkret. Penggunaan gaya bahasa pada lirik lagu dalam album Open α Door menunjukkan bahwa tidak ditemukannya efek humor. Hal ini dikarenakan karakteristik lirik lagu Aimer yang puitis, serta tema yang diangkat berupa luka, perjuangan, harapan, dan cinta. Sehingga penggunaan gaya bahasa difokuskan pada penguatan emosional daripada aspek komedi. Kata Kunci: Stilistika, Gaya Bahasa, Struktur Kalimat, Langsung Tidaknya Makna, Lirik Lagu ***** Tasya Diana Maskuri. 2025. An Analysis of Language Style Usage in Song Lyrics of Aimer’s Album Open α Door (A Stylistic Study). Thesis, Japanese Language Education Study Program, Faculty Of Language and Arts, State University of Jakarta. This study aims to identify the use and effects of language styles in Aimer's album Open α Door, motivated by the use of language styles as an aesthetic layer that conceals the message of the song. This study uses a qualitative approach with content analysis as the method. Data collection techniques use observation, note-taking, and documentary methods. The analysis technique based on Miles and Huberman. The theory used to identify types of language styles based on sentence structure and directness of meaning by Keraf (2007). The definitions of denotative and connotative by Chaer (2014), and the criteria for revealing meaning by Leech (2003). In the classification of language styles based on sentence structure were found: climax (7), anticlimax (2), parallelism (18), antithesis (6), repetition (30). The use of these styles builds atmosphere and emphasizes the important ideas conveyed in the song. In the classification of stylistic devices based on direct meaning were found: assonance (12), anastrophe, apophasis, apostrophe, euphemism, litotes, zeugma, oxymoron, periphrasis (1), asyndeton (2), polysyndeton (5), ellipsis (3), pleonasm (2), tautology (2), erotesis (9), hyperbole (5), paradox (2), simile (10), metaphor (50), personification (13), allusion (8), synecdoche (3), metonymy (3). The use of these styles gives a more vivid effect through concrete imagery on the lyrics. It also shows that there’s no humorous effect in the use of language styles in the lyrics due to the poetic nature of Aimer's lyrics and the themes of pain, struggle, hope, and love. Therefore, it’s focuses enhancing emotion rather than humour. Keywords: Stylistics, Language Style, Sentence Structure, Direct Meaning, Song Lyric

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇