39193 research outputs found
Sort by
PENGARUH KESEMPATAN, KEMAUAN DAN KEMAMPUAN TERHADAP PARTISIPASI ANGGOTA PKK DALAM PROGRAM PENGUMPULAN MINYAK JELANTAH DI RW 006 KELURAHAN PEGANGSAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kesempatan, kemauan, dan kemampuan terhadap partisipasi anggota PKK dalam program pengumpulan minyak jelantah di RW 006 Kelurahan Pegangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang merupakan semua anggota PKK RW 006. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kesempatan dan kemampuan berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,047 (p<0,05), sementara variabel kemauan berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Koefisien regresi variabel kesempatan sebesar 0,210, variabel kemauan sebesar 0,548, dan variabel kemampuan sebesar 0,208. Nilai R square sebesar 0,690 mengindikasikan ketiga variabel independen tersebut menjelaskan 69% variasi partisipasi anggota PKK dalam pengumpulan minyak jelantah. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi anggota PKK RW 006 dalam program pengumpulan minyak jelantah memerlukan upaya yang tidak hanya berfokus pada penyediaan kesempatan dan peningkatan kemampuan tetapi juga pada penguatan kemauan sebagai faktor pendorong utama.
*****
The objective of this study is to examine the factors of opportunity, willingness, and ability in the participation of PKK members in the program for collecting used cooking oil in RW 006, Pegangsaan village. The present study employed a quantitative approach, incorporating a correlational design. The sample size comprised 60 respondents, all of whom were members of the PKK in RW 006. The data were collected via a questionnaire and analysed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 25. The findings of the study demonstrated that the opportunity and ability variables exerted a substantial influence on participation, with significance values of 0.047 (p<0.05) and 0.000 (p<0.05), respectively. Concurrently, the willingness variable was found to have a significant impact on participation. The regression coefficients for the opportunity variable were 0.210, for the willingness variable 0.548, and for the ability variable 0.208. The R-square value of 0.690 indicates that the three independent variables explain 69% of the variation in the participation of PKK members in the collection of used cooking oil. The present study corroborates the hypothesis that an increase in the participation of PKK RW 006 members in the used cooking oil collection program necessitates efforts that focus not only on the provision of opportunities and the improvement of capabilities, but also on the strengthening of willpower as the primary motivating factor
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ADMINISTRASI DIGITAL BERBASIS GOOGLE SPREADSHEET PADA BIRO SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sistem administrasi digital berbasis Google Spreadsheet pada Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pegawai yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan administrasi digital. Proses analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan menerapkan teknik triangulasi guna menjamin keabsahan dan kredibilitas data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem administrasi digital berbasis Google Spreadsheet mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi, khususnya dalam pengelolaan data kepegawaian serta mendukung kolaborasi kerja antarpegawai secara waktu nyata. Meskipun demikian, implementasi sistem tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pemahaman pegawai terhadap pemanfaatan fitur Google Spreadsheet, perbedaan tingkat kompetensi digital, serta kendala teknis seperti keterbatasan akses jaringan. Ditinjau dari aspek keamanan data, pengaturan hak akses dan mekanisme berbagi dokumen telah diterapkan, namun masih diperlukan upaya peningkatan pengawasan serta pemahaman pegawai terkait keamanan data digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi dalam pengembangan sistem administrasi digital yang lebih efektif, efisien, dan aman di lingkungan instansi pemerintah. Kata kunci : Administrasi Digital, Google Spreadsheet, Biro Sumber Daya Manusia.***** This study aims to examine the implementation of a Google Spreadsheet–based digital administration system at the Human Resources Bureau of the Ministry of Population and Family Development. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving employees who are directly engaged in digital administrative management. Data analysis was conducted systematically through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation techniques applied to ensure the validity and credibility of the research data. The findings indicate that the implementation of a Google Spreadsheet–based digital administration system has improved administrative efficiency, particularly in managing personnel data and supporting real-time collaboration among employees. Nevertheless, the implementation still faces several challenges, including limited employee understanding of Google Spreadsheet features, varying levels of digital competence, and technical constraints such as limited network access. From a data security perspective, access control settings and document-sharing mechanisms have been implemented; however, further enhancement of monitoring and employee awareness regarding digital data security is still required. This study is expected to contribute to evaluation efforts and provide recommendations for the development of a more effective, efficient, and secure digital administration system within government institutions. Keyword : Digital Administration, Google Spreadsheet, Human Resources Bureau
PENGARUH VARIASI SUHU PROSES ELEKTROPLATING TEMBAGA MENGGUNAKAN LARUTAN CuSO₄ 0,5 M TERHADAP KETEBALAN LAPISAN, LAJU DEPOSISI, KEKASARAN PERMUKAAN DAN LAJU KOROSI PADA SUBSTRAT ALUMINIUM
ABSTRAK
Elektroplating Cu pada substrat Al merupakan salah satu teknik pelapisan yang banyak diterapkan untuk memperbaiki karakteristik permukaan material, baik dari sisi fisik maupun kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu proses elektroplating terhadap ketebalan lapisan, laju deposisi, kekasaran permukaan, serta laju korosi lapisan Cu yang dihasilkan. Proses pelapisan dilakukan menggunakan larutan elektrolit CuSO₄ dengan variasi suhu sebesar 30°C, 35°C, dan 40°C. Karakterisasi sifat fisik meliputi pengukuran ketebalan lapisan dan kekasaran permukaan, sedangkan sifat kimia dianalisis melalui perhitungan laju deposisi dan pengujian laju korosi menggunakan metode potensiodinamik dalam larutan 0,9% NaCl.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu elektroplating berpengaruh signifikan terhadap kinetika reaksi elektrokimia, laju difusi ion, serta mekanisme pertumbuhan lapisan Cu. Peningkatan suhu dari 30 °C hingga 40 °C menyebabkan ketebalan lapisan dan laju deposisi Cu meningkat, yang dikaitkan dengan bertambahnya energi kinetik ion Cu²⁺ sehingga mempercepat proses difusi dan reaksi reduksi pada permukaan katoda. Selain itu, kenaikan suhu juga menghasilkan penurunan nilai kekasaran permukaan, yang menandakan terbentuknya lapisan dengan morfologi yang lebih halus dan homogen akibat meningkatnya mobilitas atom selama proses pertumbuhan kristal.
Sebaliknya, laju korosi menunjukkan kecenderungan yang tidak linier terhadap variasi suhu elektroplating. Laju korosi terendah diperoleh pada suhu 35 °C, sementara pada suhu 40 °C laju korosi meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa laju deposisi yang terlalu tinggi berpotensi menimbulkan cacat mikro atau tegangan sisa pada lapisan. Dengan demikian, suhu 35 °C dapat dinyatakan sebagai kondisi optimum untuk menghasilkan lapisan Cu dengan keseimbangan sifat fisik dan ketahanan korosi yang baik.
Kata kunci: Elektroplating, Suhu, Tembaga (Cu), Aluminium (Al), Ketebalan Lapisan, Laju Deposisi, Kekasaran Permukaan, Laju Korosi.
*****
ABSTRACT
Copper electroplating on aluminum substrates is a widely used coating technique to improve surface characteristics, both in terms of physical and chemical properties. This study aims to investigate the effect of electroplating temperature variation on coating thickness, deposition rate, surface roughness, and corrosion rate of the resulting copper coatings. The electroplating process was carried out using a CuSO₄ electrolyte solution at temperatures of 30 °C, 35 °C, and 40 °C. Physical properties were characterized through measurements of coating thickness and surface roughness, while chemical properties were evaluated by calculating the deposition rate and determining the corrosion rate using the potentiodynamic polarization method in a 0.9% NaCl solution.
The results indicate that electroplating temperature has a significant influence on electrochemical reaction kinetics, ion diffusion rate, and the growth mechanism of copper coatings. Increasing the temperature from 30 °C to 40 °C led to an increase in both coating thickness and copper deposition rate, which is attributed to the enhanced kinetic energy of Cu²⁺ ions that accelerates diffusion and reduction reactions at the cathode surface. In addition, higher electroplating temperatures resulted in lower surface roughness values, indicating the formation of smoother and more homogeneous coatings due to increased atomic mobility during crystal growth.
In contrast, the corrosion rate exhibited a non-linear trend with respect to electroplating temperature. The lowest corrosion rate was observed at 35 °C, while a higher corrosion rate occurred at 40 °C. This behavior suggests that excessively high deposition rates may induce micro-defects or residual stresses within the coating. Therefore, an electroplating temperature of 35 °C can be considered the optimum condition for producing copper coatings with a balanced combination of improved physical properties and enhanced corrosion resistance.
Keywords: electroplating, temperature, copper (Cu), aluminum (Al), coating thickness, deposition rate, surface roughness, corrosion rat
PENERAPAN MEDIA VIRTUAL REALITY GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN MARGAJAYA I BEKASI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V SD. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Margajaya I Bekasi sebanyak 32 orang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dengan desain siklus Kemmis & McTaggart. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, di reduksi dan di analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar IPA siswa setelah penerapan media VR. Siswa lebih aktif, termotivasi, dan mampu memahami konsep ekosistem secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung di dunia virtual. Selain itu, guru merasa terbantu dalam menyampaikan materi yang sebelumnya sulit divisualisasikan dengan media konvensional. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi VR dalam pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka serta perkembangan era digital.
*****
This study aims to analyze the implementation of Virtual Reality (VR) media in improving science learning outcomes among fifth-grade elementary school students. The sample consisted of 32 students from grade V at SDN Margajaya I Bekasi. The research method employed was Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis & McTaggart cycle design. Data were collected through observation, reduced, and analyzed. The findings indicate a significant improvement in students’ science learning outcomes after the application of VR media. Students became more active, motivated, and capable of understanding ecosystem concepts more deeply through direct experiences in the virtual environment. In addition, teachers found VR helpful in delivering materials that were previously difficult to visualize using conventional media. This study emphasizes the importance of integrating VR technology into learning to create an engaging, meaningful, and enjoyable classroom atmosphere, in line with the demands of the Merdeka Curriculum and the digital era
PELATIHAN BROADCASTING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEPENYIARAN PADA PENGURUS EDUCATIONAL RADIO UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan broadcasting terhadap peningkatan pemahaman kepenyiaran pada pengurus Educational Radio Universitas Negeri Jakarta. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya pengetahuan teknis dan kepercayaan diri pengurus dalam menjalankan siaran, terutama pada aspek teknik vokal, intonasi, dan kemampuan bridging. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan penyiaran sekaligus meningkatkan profesionalitas pengurus dalam mengelola media kampus sebagai sarana pembelajaran dan informasi edukatif. Metode yang digunakan adalah mixed methods melalui pretest–posttest, wawancara, dan observasi untuk mengukur perubahan kemampuan peserta secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kepenyiaran setelah mengikuti pelatihan. Peserta menjadi lebih percaya diri, mampu berbicara dengan intonasi yang baik, serta mengelola siaran secara profesional. Dengan demikian, pelatihan broadcasting terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi penyiaran mahasiswa dan dapat dijadikan model pelatihan serupa di lingkungan pendidikan nonformal.
*****
This study aims to determine the effect of broadcasting training on improving broadcasting This study aims to determine the effect of broadcasting training on improving broadcasting comprehension among the management of Educational Radio at the State University of Jakarta. The background of this research stems from the low level of technical knowledge and self-confidence among the managers in conducting broadcasts, particularly in aspects of vocal technique, intonation, and bridging skills. To address this issue, a training program was implemented to strengthen broadcasting skills while enhancing the professionalism of the managers in operating campus media as a medium for learning and educational information. The method used was a mixed-methods approach through pretest–posttest, interviews, and observations to measure changes in participants’ abilities both quantitatively and qualitatively. The results show a significant improvement in broadcasting knowledge and skills after participating in the training. Participants became more confident, were able to speak with proper intonation, and managed broadcasts more professionally. Thus, broadcasting training has proven effective in improving students’ broadcasting competencies and can serve as a model for similar training programs in non-formal educational settings
STRATEGI KOMUNIKASI TRASH HERO JAKARTA DALAM MENGKAMPANYEKAN CLEAN UP SEBAGAI GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN
Strategi komunikasi dalam meningkatkan kampanye lingkungan yang dijalankan oleh komunitas Trash Hero Jakarta melalui program Clean Up berfokus pada upaya membangun kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah serta kebersihan lingkungan. Kampanye ini tidak sekadar mengajak masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang diterapkan oleh Trash Hero Jakarta dalam pelaksanaan kampanye Clean Up sebagai gerakan peduli lingkungan. Landasan teori yang digunakan adalah teori gerakan sosial dan komunikasi persuasif, dengan mengacu pada konsep strategi komunikasi dari Harfied Cangara yang meliputi lima komponen utama yaitu pemilihan komunikator, penetapan target dan analisis khalayak, penyusunan pesan, pemilihan media, serta pengukuran efek komunikasi.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kegiatan lapangan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang melibatkan empat informan utama yang berperan aktif dalam aktivitas komunitas, baik pengurus inti maupun relawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan relawan sebagai komunikator dianggap kredibel karena kemampuan mereka menyampaikan pesan yang persuasif dan aksi langsung. Menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, serta situs Indorelawan untuk menyebarkan pesan secara luas dan cepat. Tingkat efektivitas kampanye terlihat dari partisipasi dalam kegiatan Clean Up serta interaksi audiens di media sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan perubahan positif pada pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta, menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan Trash Hero Jakarta berhasil mendorong keterlibatan dan dampak nyata di masyarakat.
Kesimpulannya strategi komunikasi yang dirancang secara terencana dan konsisten terbukti mampu meningkatkan efektivitas kampanye Clean Up. Hal ini tercermin dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan, sekaligus memperkuat citra Trash Hero Jakarta sebagai agen perubahan sosial yang mendorong perilaku hidup bersih dan berkelanjutan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS V DI SDN KEBON BARU 09 JAKARTA SELATAN
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PROBLEM
BASED LEARNING PADA KELAS V DI SDN KEBON BARU 09
JAKARTA SELATAN
(2025)
Salsa Sabrina
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada
muatan pelajaran IPA melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL)
di kelas V-C SDN Kebon Baru 09 Jakarta Selatan yang berjumlah 30 siswa.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau
Classroom Action Research (CAR) dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi menggunakan lembar pemantauan aktivitas guru dan peserta didik,
lembar evaluasi hasil belajar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil
belajar IPA peserta didik. Pada siklus I, persentase ketuntasan hasil belajar
mencapai 50%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 83%, terjadi
peningkatan sebesar 33%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil
belajar IPA peserta didik kelas V-C SDN Kebon Baru 09 Jakarta Selatan.
Kata kunci: Hasil Belajar, Model PBL, Pembelajaran IPA.
*****
ENHANCING STUDENTS’ SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT
THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED
LEARNING MODEL IN GRADE V AT SDN KEBON BARU 09,
SOUTH JAKARTA
(2025)
Salsa Sabrina
ABSTRACT
This study aims to enhance students’ achievement in Science learning through the
implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in class V-C of SDN
Kebon Baru 09, South Jakarta, consisting of 30 students. The research employed
a Classroom Action Research (CAR) design with data collected through
observation using teacher and student activity monitoring sheets, learning
achievement tests, and documentation. The findings revealed that the application
of the Problem Based Learning model improved students’ achievement in Science.
In the first cycle, the mastery learning percentage reached 50%, while in the
second cycle it increased to 83%, showing an improvement of 33%. Therefore, it
can be concluded that the use of the Problem Based Learning model is effective in
improving Science learning achievement among fifth-grade students at SDN
Kebon Baru 09, South Jakarta.
Keywords: Learning Achievement, Problem Based Learning, Science Education
ANALISIS MENYERANG TIM FUTSAL KABUPATEN BOGOR PADA BABAK KUALIFIKASI PORPROV JAWA BARAT TAHUN 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pola menyerang tim futsal Kabupaten Bogor pada babak kualifikasi PORPROV Jawa Barat Tahun 2025, dengan fokus pada dua komponen utama, yaitu tahapan menyerang (build up dan progression) serta sistem menyerang (3-1 dan 4-0). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dokumenter melalui analisis empat rekaman video pertandingan resmi tim futsal Kabupaten Bogor. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kuantitatif yang telah divalidasi oleh pelatih futsal berlisensi, dengan indikator penilaian meliputi keberhasilan dan kegagalan dalam setiap pola menyerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 249 kejadian menyerang, tingkat keberhasilan serangan tim mencapai 49% dan kegagalan sebesar 51%. Pada tahapan menyerang, progression merupakan tahapan paling efektif dengan tingkat keberhasilan sebesar 56% (35 kejadian berhasil dan 27 kejadian gagal), sedangkan build up menjadi tahapan paling tidak efektif dengan tingkat keberhasilan 45% (29 kejadian berhasil dan 36 kejadian gagal). Sementara itu, pada sistem menyerang, sistem 4-0 menunjukkan efektivitas relatif lebih baik dengan tingkat keberhasilan 48% (27 kejadian berhasil dan 29 kejadian gagal), dibandingkan sistem 3-1 yang memiliki tingkat keberhasilan 47% (31 kejadian berhasil dan 35 kejadian gagal). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa efektivitas pola menyerang tim futsal Kabupaten Bogor masih perlu ditingkatkan, terutama pada tahapan build up yang menjadi titik kelemahan utama dalam proses menyerang. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi objektif bagi pelatih dan manajemen tim dalam merancang program latihan dan strategi menyerang yang lebih efektif dan berbasis data untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
Kata Kunci: futsal, pola menyerang, build up, progression, sistem 3-1, sistem 4-0
*****
This study aims to analyze the effectiveness of the attacking patterns of the Bogor Regency futsal team during the qualification round of the West Java PORPROV 2025, focusing on two main components: attacking phases (build-up and progression) and attacking systems (3-1 and 4-0). This research employed a quantitative descriptive method using documentary observation through the analysis of four official match videos of the Bogor Regency futsal team. The research instrument consisted of a quantitative observation sheet that had been validated by a licensed futsal coach, with assessment indicators covering successful and unsuccessful attacking actions in each attacking pattern. The results showed that out of a total of 249 attacking occurrences, the team’s attacking success rate was 49%, while failures accounted for 51%. In terms of attacking phases, progression was the most effective phase with a success rate of 56% (35 successful actions and 27 unsuccessful actions), whereas the build-up phase was the least effective with a success rate of 45% (29 successful actions and 36 unsuccessful actions). Regarding attacking systems, the 4-0 system demonstrated relatively higher effectiveness with a success rate of 48% (27 successful actions and 29 unsuccessful actions), compared to the 3-1 system, which recorded a success rate of 47% (31 successful actions and 35 unsuccessful actions). Based on these findings, it can be concluded that the effectiveness of the attacking patterns of the Bogor Regency futsal team still needs improvement, particularly in the build-up phase, which represents the main weakness in the attacking process. The findings of this study are expected to serve as an objective evaluation reference for coaches and team management in designing more effective and data-driven attacking strategies for future competitions.
Keywords: futsal, attacking patterns, build-up, progression, 3-1 system, 4-0 syste
HUBUNGAN MOTOR ABILITY DENGAN BASKETBALL ABILITY PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Banyak faktor yang menyumbang pada kemampuan manusia untuk mempelajari keterampilan gerak. Ketika anak bertumbuh dan berkembang, penampilannya juga bertambah seperti motor ability. Motor ability akan mempengaruhi kemampuan setiap individu. Ketika keterampilan gerak berbeda maka berbeda pula kemampuan individu dalam menguasai keterampilan olahraga salah satunya keterampilan bola basket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motor ability terhadap kemampuan bermain bola basket pada siswa kelas VII yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 1 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, dengan populasi yaitu seluruh siswa ekstrakurikuler bola basket kelas VII yang berjumlah 22 orang, dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Barrow Motor Ability Test dan Johnson Basketball Ability Test. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh, maka hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara motor ability dengan kemampuan bermain bola basket pada siswa ekstrakurikuler bola basket di SMP Negeri 1 Cikarang Utara dengan hasil p-value 0,016 dan koefisien korelasi sebesar 0,509 yang meunjukkan bahwa hubungan antara motor ability dengan basketball ability termasuk kategori sedang.
Kata kunci: Motor Ability, Basketball Ability
*****
Many factors contribute to human ability to learn motor skills. When children grow and develop, their appearance also increases like motor ability. Motor ability will affect the ability of each individual. When the movement skills are different, the individual's ability to master sports skills is different, one of which is basketball ability. The purpose of this study is to find out the relationship between motor ability and basketball ability in class VII students who participate in extracurricular basketball at SMP Negeri 1 Cikarang Utara. This research uses a correlational descriptive research method, with a population of all 22 extracurricular basketball students in class VII, with a sampling technique using total sampling. The research instruments used are Barrow Motor Ability Test and Johnson Basketball Ability Test. Based on the results of the processing and analysis of the data obtained, the results of this study are that there is a significant relationship between motor ability and the ability to play basketball in extracurricular basketball students at SMP Negeri 1 Cikarang Utara with a p-value result 0,016 and correlation coefficient of 0.509 which shows that the relationship between motor ability and basketball ability is in the medium category.
Keywords: Motor Ability, Basketball Abilit
EFEKTIVITAS METODE LATIHAN JARAK TETAP DAN BERUBAH TERHADAP AKURASI PASSING PEMAIN FUTSAL SMPN 203 JAKARTA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektivitas metode latihan jarak tetap dalam meningkatkan akurasi passing pemain futsal SMPN 203 Jakarta Timur, (2) efektivitas metode latihan jarak berubah dalam meningkatkan akurasi passing, dan (3) perbedaan efektivitas antara metode latihan jarak tetap dan jarak berubah terhadap akurasi passing pemain futsal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain two-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 24 pemain, yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok latihan jarak tetap dan kelompok latihan jarak berubah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes akurasi passing. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dan Independent Sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode latihan jarak tetap efektif meningkatkan akurasi passing, dibuktikan dengan nilai t-hitung = 2,303 > t-tabel = 1,796 (df = 11) pada taraf signifikansi 0,05; (2) metode latihan jarak berubah juga efektif meningkatkan akurasi passing, ditunjukkan oleh nilai t-hitung = 3,463 > t-tabel = 1,796 (df = 11); (3) hasil Independent Sample t-test menunjukkan bahwa t-hitung = 0,314 t-table = 1.796 (df = 11) at a significance level of 0.05; (2) the variable distance training method was also effective in improving passing accuracy, as indicated by a t-value of 3.463 > t-table = 1.796 (df = 11); (3) The results of the Independent Sample t-test show that t-count = 0.314 < t-table = 2.074 (df = 22), so there is no significant difference in effectiveness between the fixed distance and variable distance training methods in improving passing accuracy. Thus, both training methods are equally effective in improving passing accuracy, but statistically do not show a significant difference in effectiveness