Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PROFESIONAL DAN NON PROFESIONAL DALAM PEMASANGAN FIRESTOP SYSTEM

    No full text
    Sistem firestop merupakan bagian penting dari proteksi kebakaran pasif yang berfungsi mencegah penyebaran api dan asap pada bangunan gedung. Keberhasilan pemasangan sistem ini tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas material, tetapi juga oleh produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produktivitas tenaga kerja profesional dan non-profesional dalam pemasangan sistem firestop. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Objek penelitian meliputi pemasangan Firestop Mortar CP-636, Firestop Coating CP-670, dan Firestop Coating Board CP-670 pada media mock-up shaft electrical dengan kondisi yang sama. Sampel penelitian terdiri dari 7 (tujuh) orang tenaga kerja, yaitu 2 (dua) tenaga kerja profesional dan 5 (lima) tenaga kerja non-profesional. Produktivitas dianalisis berdasarkan indikator waktu pemasangan, kualitas hasil instalasi, dan efisiensi penggunaan material. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja profesional memiliki produktivitas yang lebih baik dibandingkan tenaga kerja non-profesional, ditinjau dari waktu pemasangan yang lebih cepat, kualitas hasil yang lebih konsisten, serta tingkat pemborosan material yang lebih rendah. Dengan demikian, tingkat keahlian dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap produktivitas pemasangan sistem firestop. Kata kunci: produktivitas tenaga kerja, firestop system, proteksi kebakaran pasif. ***** Firestop systems are an essential component of passive fire protection, functioning to prevent the spread of fire and smoke within buildings. The success of firestop system installation is influenced not only by material quality but also by labor productivity. This study aims to analyze the productivity differences between professional and non-professional labor in firestop system installation. The research employed a quantitative method with a comparative approach. The research objects included the installation of Firestop Mortar CP-636, Firestop Coating CP-670, and Firestop Coating Board CP-670 on electrical shaft mock-up media under identical conditions. The research sample consisted of seven (7) workers, comprising two (2) professional workers and five (5) non-professional workers. Productivity was analyzed based on installation time, quality of installation results, and material usage efficiency. Data analysis was conducted using descriptive statistics and an Mann-Whitney U-Test. The results indicate that professional labor demonstrates higher productivity than non-professional labor, as evidenced by faster installation time, more consistent installation quality, and lower levels of material waste. Therefore, skill level and work experience significantly affect productivity in firestop system installation. Keywords: labor productivity, firestop system, passive fire protection

    PRAKTIK SOSIAL PEMANFAATAN PLATFORM MEDIA SOSIAL PADA KONVEKSI UMKM (STUDI 4 KONVEKSI UMKM DI PERKAMPUNGAN INDUSTRI KECIL (PIK) PULOGADUNG, JAKARTA TIMUR)

    No full text
    Konveksi UMKM merupakan sektor padat karya yang berpotensi besar di pasar lokal hingga global. Di era industri 4.0, persaingan mendorong pelaku konveksi UMKM memanfaatkan platform media sosial untuk pemasaran, promosi, komunikasi, dan perluasan jaringan. Namun, pemanfaatan platform ini dibatasi oleh struktur algoritma, aturan distribusi konten, keterbatasan literasi digital, serta ketergantungan pada fitur platform. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha konveksi sebagai agen untuk menjalankan praktik sosial yang berulang dalam menegosiasikan struktur digital, yang tidak semata didasarkan pada pertimbangan ekonomi rasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memahami praktik sosial konveksi UMKM di PIK Pulogadung secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan studi naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada periode Januari–Oktober 2025. Penelitian berlokasi di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Jakarta Timur. Subjek penelitian meliputi pemilik atau pengelola usaha konveksi UMKM di kawasan tersebut, dengan perwakilan UPK PPUKMP Pulogadung sebagai triangulasi sumber data. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan platform media sosial oleh konveksi UMKM di PIK Pulogadung berfungsi sebagai alat bantu utama dalam pemasaran, komunikasi, transaksi, pencarian ide, dan pengembangan jejaring usaha. Platform seperti Instagram, TikTok, e-commerce, dan WhatsApp dimanfaatkan dengan pola yang berbeda-beda, bergantung pada tingkat pemahaman, intensitas penggunaan, dan sumber daya pelaku usaha. Pelaku usaha mengelola media sosial dengan mengandalkan anak atau keluarga, merekrut tenaga ahli, dan dikelola secara mandiri. Dalam perspektif strukturasi, praktik ini menunjukkan relasi timbal balik antara agen dan struktur, yaitu pelaku usaha menyesuaikan tindakannya terhadap aturan dan mekanisme platform yang bersifat membatasi (constraining) sekaligus memungkinkan adanya peluang (enabling). Praktik tersebut menghasilkan dampak berupa perluasan pasar, peningkatan penjualan, dan penguatan relasi dengan konsumen. Kata Kunci: Konveksi UMKM, Platform Media Sosial, Praktik Sosial, Strukturasi ***** MSME garment convections are a labor-intensive sector with significant potential in both local and global markets. In the era of Industry 4.0, increasing business competition has encouraged MSME garment actors to utilize social media platforms for marketing, promotion, communication, and network expansion. However, the use of these platforms is constrained by algorithmic structures, content distribution rules, limited digital literacy, and dependence on platform features. These conditions require garment business actors, as agents, to engage in repetitive social practices to negotiate digital structures that are not solely based on rational economic considerations. Therefore, this study aims to comprehensively understand the social practices of MSME garment convections in PIK Pulogadung. This study employs a descriptive qualitative method with a case study and narrative study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation from January to October 2025. The research was conducted in the Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, East Jakarta. The research subjects include owners or managers of MSME garment convections in the area, with representatives from UPK PPUKMP Pulogadung serving as a source of data triangulation. This study shows that the use of social media platforms by MSME garment businesses in PIK Pulogadung functions as a primary tool for marketing, communication, transactions, idea generation, and business network development. Platforms such as Instagram, TikTok, e-commerces, and WhatsApp are utilized in different ways, depending on the level of understanding, intensity of use, and the resources available to business actors. Social media management is carried out by relying on children or family members, hiring experts, or managing it independently. From a structuration perspective, these practices demonstrate a reciprocal relationship between agency and structure, in which business actors adjust their actions to the rules and mechanisms of the platforms that simultaneously constrain and enable them. These practices generate impacts in the form of market expansion, increased sales, and the strengthening of relationships with consumers. Keywords: MSME Garment Convection, Social Media Platforms, Social Practices, Structuratio

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN MANGGA (Mangifera Indica L) TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2023

    No full text
    Mangga merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura Kabupaten Indramayu, namun pemanfaatan lahannya belum maksimal, hal ini dapat dilihat dari jumlah produksi yang fluktuatif dalam 5 tahun terakhir serta adanya perubahan penggunaan lahan secara massif yang perlu dikaitkan dengan rencana pola ruang wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan mangga terhadap rencana tata ruang wilayah Kabupaten Indramayu pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dengan metode analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh satuan lahan mangga yang terdata dalam RTRW sebagai lahan produktif atau sebagai lahan yang memiliki potensi untuk produksi mangga di Kabupaten Indramayu. Penentuan titik sampel menggunakan simple random sampling. Sebagian besar penelitian ini berasal dari data sekunder yang kemudian dilakukan fields check berdasarkan parameter kesesuaian lahan. Hasil penelitian pada tahun 2023 menunjukan, bahwa Kabupaten Indramayu memiliki kelas kesesuaian lahan yang sesuai, dapat dibuktikan dengan luasan kesesuaian lahan S1 memiliki luas 181.601,22 Ha, kelas ini mendominasi kesesuaian lahan yang ada di wilayah penelitian dengan persentase mencapai 87,99 %. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa kesesuaian lahan mangga sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu, dibuktikan dengan dominasi di kelas kesesuaian S1 yang memiliki luas mencapai 152.533,55 Ha dengan persentase 73,97 %, namun terdapat beberapa titik yang tidak sesuai RTRW, dibuktikan dengan kelas kesesuaian lahan N memiliki luas mencapai 36.590,95 Ha dengan persentase 18,87 % yaitu kesesauaian lahan mangga yang berada di kawasan yang tidak diperuntukan budidaya mangga berdasarkan RTRW. ***** Mango is one of the superior horticultural commodities of Indramayu Regency, but land utilization has not been maximized, this can be seen from the fluctuating production volume in the last 5 years as well as the massive changes in land use that need to be linked to the regional spatial pattern plan. This study aims to evaluate the suitability of mango land for spatial planning in Indramayu Regency in 2023.. This research uses a quantitative approach and descriptive analysis method. The population in this study was all mango land units recorded in the RTRW as productive land or as land that has the potential for mango production in Indramayu Regency. Determination of sample points using simple random sampling. Most of this research comes from secondary data which is then field checked based on land suitability parameters. The results of research in 2023 show that Indramayu Regency has a suitable land suitability class, as evidenced by the area of S1 land suitability covering 181,601.22 hectares. This class dominates the land suitability in the research area with a percentage of 87.99%. The results of the study also show that the suitability of mango land is in accordance with the Indramayu Regency Spatial Plan, as evidenced by the dominance of the S1 suitability class, which covers an area of 152,533.55 hectares with a percentage of 73.97%. However, there are several points that do not comply with the RTRW, as evidenced by the N land suitability class, which covers an area of 36,590.95 hectares with a percentage of 18.87%. This refers to mango land suitability in areas not designated for mango cultivation based on the RTRW

    RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENGAPIAN DISTRIBUTOR LESS IGNITION PADA MATA KULIAH KELISTRIKAN OTOMOTIF DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

    No full text
    Media pembelajaran praktik memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, khususnya untuk membantu mahasiswa memahami sistem kelistrikan otomotif. Salah satu materi yang memerlukan media praktik adalah sistem pengapian distributor less ignition, sehingga dibutuhkan media pembelajaran berupa trainer yang mampu menyajikan sistem tersebut secara terstruktur dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengetahui kelayakan media pembelajaran berupa trainer sistem pengapian distributor less ignition pada mata kuliah Kelistrikan Otomotif di Universitas Negeri Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa media pembelajaran trainer sistem pengapian distributor less ignition menunjukkan persentase sebesar 100% dari validator ahli materi, 96% dari validator ahli media, dan 90,15% berdasarkan hasil uji kelayakan oleh mahasiswa. Dengan demikian, media pembelajaran trainer sistem pengapian distributor less ignition dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran praktik pada mata kuliah Kelistrikan Otomotif. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Trainer, Distributor Less Ignition, Kelistrikan Otomotif ***** Practical learning media play an important role in supporting the learning process in the Mechanical Engineering Education Study Program, particularly in helping students understand automotive electrical systems. One of the materials that requires practical media is the distributor less ignition system, which requires learning media in the form of a trainer that can present the system in a structured and easy to understand manner. This study aims to develop and determine the feasibility of learning media in the form of a trainer for distributor less ignition systems in the Automotive Electrical Engineering course at Jakarta State University. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D development model that includes the define, design, develop, and disseminate stages. The feasibility test results show that the distributor less ignition system trainer learning media shows a percentage of 100% material expert validators, 96% from media expert validators, and 90,15% based on the feasibility test results by students. Therefore, the distributor less ignition system trainer learning media is declared very feasible to be used as a supporting medium for practical learning in the Automotive Electricity course. Keywords: Learning Media, Trainer, Distributor Less Ignition, Automotive Electricit

    PENERAPAN KAIN PERCA DENGAN PENGAPLIKASIAN SURFACE CORDING PADA KORSET

    No full text
    Siti Nurkhalifah, Yoga Matin Albar, S.Tr.T., M.Pd. Penerapan Kain Perca dengan Pengaplikasian Surface Cording pada Korset. Skripsi, Jakarta: Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil penilaian produk busana korset dengan pengaplikasian surface cording dengan menggunakan kain sebagai material utama. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, jenis pre-experimental design, berbentuk one shot case study. Penelitian ini menghasilkan lima produk korset. Prosedur pengumpulan data dilakukan angket yang terdiri dari 20 butir pertanyaan dengan skala pengukuran rating scale dan diberikan kepala lima panelis ahli dibilang fashion. Tahap penelitian meliputi perancangan produk, pembuatan produk, penyusunan instrument, penilaian oleh panelis ahli dan analisis data. Penerapan Kain Perca dengan Pengaplikasian Surface cording pada Korset dinilai berdasarkan dimensi kualitas produk yang mencakup bentuk (form), kualitas performa (performance quality), kesesuaian kualitas (conformance quality), ketahanan (durability), dan gaya (style). Berdasarkan hasil penilaian kualitas produk, aspek kualitas performa (performance quality) memperoleh persentase tertinggi sebesar 95,6% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sementara itu, aspek kualitas produk dengan hasil akhir terendah adalah aspek kesesuaian kualitas (conformance quality), yang memperoleh persentase sebesar 89,2%. Meskipun demikian, aspek tersebut tetap berada berada dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: dimensi kualitas produk, kain perca, surface cording, korset. ***** Siti Nurkhalifah, Yoga Matin Albar, S.Tr.T., M.Pd. The Application of Patchwork Fabric with Surface Cording Application on Corsets. Thesis, Jakarta: Applied Fashion Design Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University, 2025. This study aims to obtain the results of the assessment of corset fashion products with the application of surface cording using fabric as the main material. The approach used in this study is quantitative with an experimental method, a type of pre-experimental design, in the form of a one-shot case study. This study produced five corset products. The data collection procedure was carried out by a questionnaire consisting of 20 questions with a rating scale measurement scale and given to five expert panelists in fashion. The research stages include product design, product manufacture, instrument preparation, assessment by expert panelists and data analysis. The application of patchwork fabric with the application of surface cording on corsets was assessed based on product quality dimensions that include form, performance quality, conformance quality, durability, and style. Based on the results of the product quality assessment, the performance quality aspect obtained the highest percentage of 95.6% and was included in the very good category. Meanwhile, the product quality aspect with the lowest final result was the conformance quality aspect, which obtained a percentage of 89.2%. Nevertheless, this aspect remained in the very good category. Keywords: product quality dimensions, patchwork, surface cording, corset

    VALIDITAS DAN RELIABILITAS TES VERTICAL JUMP MENGGUNAKAN CHRONOJUMP, OVR LASER SYSTEM, DAN METODE KONVENSIONAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan reliabilitas Chronojump (flight time), OVR Laser System (sensor laser), dan metode konvensional (jump-and-reach) dalam pengukuran vertical jump. Metode comparative study dengan 30 mahasiswa laki-laki FIKK UNJ (17-24 tahun) melalui purposive sampling. Setiap subjek melakukan tiga percobaan per metode, interval satu menit. Analisis menggunakan Pearson Product Moment (validitas) dan Cronbach's Alpha (reliabilitas). Hasil: validitas sangat tinggi dengan korelasi T1-T3 terhadap total Chronojump (r=0,990- 0,992), OVR (r=0,990-0,995), konvensional (r=0,987-0,988), p<0,01. Reliabilitas excellent: Chronojump (α=0,991), OVR (α=0,992), konvensional (α=0,987). Korelasi antar metode: Chronojump-OVR (r=0,930), Chronojump-Konvensional (r=0,886), OVR-Konvensional (r=0,817). OVR memiliki konsistensi tertinggi (SD=5,61). Perbedaan rata-rata: konvensional (56,66 cm), OVR (48,54 cm), Chronojump (38,48 cm) mencerminkan perbedaan mekanisme pengukuran. Kesimpulan: ketiga metode memiliki kualitas psikometris sangat baik dan reliabel untuk mengukur vertical jump. Kata kunci: Vertical Jump, Chronojump, OVR Laser System, Metode Konvensional ***** This study aims to analyze the validity and reliability of Chronojump (flight time), OVR Laser System (laser sensor), and conventional methods (jump-and-reach) in measuring vertical jump. A comparative study method was used with 30 male students from FIKK UNJ (aged 17-24 years) through purposive sampling. Each subject performed three trials per method, with a one-minute interval between trials. Analysis was performed using Pearson Product Moment (validity) and Cronbach's Alpha (reliability). Results: Very high validity with T1-T3 correlations against total Chronojump (r=0.990-0.992), OVR (r=0.990-0.995), conventional (r=0.987-0.988), p<0.01. Reliability was excellent: Chronojump (α=0.991), OVR (α=0.992), conventional (α=0.987). Correlation between methods: Chronojump-OVR (r=0.930), ChronojumpConventional (r=0.886), OVR-Conventional (r=0.817). OVR has the highest consistency (SD=5.61). Average differences: conventional (56.66 cm), OVR (48.54 cm), Chronojump (38.48 cm) reflect differences in measurement mechanisms. Conclusion: all three methods have excellent psychometric quality and are reliable for measuring vertical jump. Keywords: Vertical Jump, Chronojump, OVR Laser System, Conventional Metho

    PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PROGRAM JAKPRENEUR DI KECAMATAN PASAR REBO

    No full text
    Penelitian ini memiliki 3 tujuan utama, Pertama, untuk mendeskripsikan Konteks Sosial Historis Program Jakpreneur di Kecamatan Pasar Rebo. Kedua, untuk mendeskripsikan Proses Pemberdayaan Masyarakat Pada Pelaku UMKM Di Kecamatan Pasar Rebo oleh Jakpreneur. Ketiga, untuk mendeskripsikan Analisis program pemberdayaan masyarakat pada pelaku UMKM di Kecamatan Pasar Rebo menggunakan Teori Pemberdayaan Masyarakat Jim Ife. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 10 informan yaitu diantaranya 1 orang kepala satuan pelaksana dan 7 orang pengurus Jakpreneur Kecamatan Pasar Rebo, 3 UMKM binaan dengan kategori usaha kuliner, fashion dan craft sebagai penerima kegiatan pemberdayaan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Ruang Jakpreneur yang berada di dalam kantor Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelaksanaan penelitian dimulai pada November 2024 sampai Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan UMKM melalui program Jakpreneur di Kecamatan Pasar Rebo dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembinaan, seperti pelatihan, pendampingan usaha, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan permodalan. UMKM binaan secara aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan menunjukkan adanya ruang partisipasi yang diberikan kepada UMKM dalam proses pemberdayaan. Namun demikian, jika dianalisis lebih jauh dalam perspektif Jim Ife, bentuk partisipasi tersebut masih cenderung berada pada level partisipasi instrumental. Program ini berperan penting dalam meningkatkan kapasitas dan akses UMKM di tingkat daerah, tetapi belum mampu menyelesaikan persoalan ketidakberdayaan struktural secara menyeluruh. Kondisi ini mencerminkan keterbatasan program pemberdayaan lokal dalam menghadapi struktur ekonomi yang bersifat sistemik. ***** This study has three main objectives: first, to describe the socio-historical context of the Jakpreneur program in Pasar Rebo District. Second, to describe the process of community empowerment among MSMEs in Pasar Rebo District by Jakpreneur. Third, to describe the analysis of the community empowerment program for MSMEs in Pasar Rebo District using Jim Ife's Community Empowerment Theory. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through observation, interviews, documentation, and literature review. The subjects of this study were 10 informants: one head of the implementing unit and seven Jakpreneur administrators in Pasar Rebo District, along with three fostered MSMEs in the culinary, fashion, and craft sectors as recipients of the empowerment program. The research took place in the Jakpreneur Room within the Pasar Rebo District office, East Jakarta. The research was conducted from November 2024 to October 2025. The results indicate that the MSME empowerment process through the Jakpreneur program in Pasar Rebo District was implemented through various coaching activities, such as training, business mentoring, licensing, marketing, financial reporting, and capital. The actively participated MSMEs in the activities demonstrated the opportunity for participation in the empowerment process. However, upon further analysis from Jim Ife's perspective, this participation still tends to be instrumental. This program plays a significant role in increasing the capacity and access of MSMEs at the regional level, but has not been able to comprehensively address the issue of structural powerlessness. This reflects the limitations of local empowerment programs in addressing systemic economic structures

    Pengaruh Respon Warga Sekolah Pada Budidaya Ulat Maggot Terhadap Pengurangan Volume Sampah Organik Di SMA Negeri 28 Jakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi respon warga sekolah terhadap program budidaya ulat maggot (Black Soldier Fly) sebagai upaya pengelolaan sampah organik di SMA Negeri 28 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 120 responden yang terdiri atas siswa, guru, dan staf sekolah, dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji One Sample t-Test dengan nilai acuan skor 3 sebagai kategori netral. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata respon warga sekolah sebesar 4,087, yang berada pada kategori positif. Uji One Sample t-Test menghasilkan nilai t hitung = 50,856 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan selisih rata-rata sebesar 1,087. Hasil tersebut menunjukkan bahwa respon warga sekolah secara signifikan berada di atas kategori netral. Temuan ini menegaskan bahwa warga sekolah memiliki pemahaman, sikap penerimaan, serta dukungan yang kuat terhadap pelaksanaan program budidaya ulat maggot, khususnya dalam kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah organik serta dukungan terhadap keberlanjutan program. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa respon warga sekolah terhadap program budidaya ulat maggot berada pada kategori positif dan signifikan dalam mendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah. ***** This study aims to examine the significance of school community responses to the maggot (Black Soldier Fly) cultivation program as an effort to manage organic waste at SMA Negeri 28 Jakarta. The study employed a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected using a Likert-scale questionnaire administered to 120 respondents, consisting of students, teachers, and school staff, selected through proportional stratified random sampling. Data analysis was conducted using descriptive statistics and a One-Sample t-Test, with a reference value of 3 representing a neutral response.The results showed that the mean score of school community responses was 4.087, indicating a positive category. The OneSample t-Test yielded a t-value of 50.856 with a significance level of 0.000 (p < 0.05) and a mean difference of 1.087. These findings indicate that the school community’s responses were significantly above the neutral category. The results demonstrate that students, teachers, and staff showed strong understanding, acceptance, and support forthe maggot cultivation program, particularly in organic waste sorting activities and support for program sustainability. Therefore, it can be concluded that the school community’s response to the maggot cultivation program was positive and statistically significant in supporting organic waste management in the school environment

    FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN IMPLEMENTASI HASIL PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PADA ANGGOTA UP2K DI KELURAHAN LUBANG BUAYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilan implementasi hasil pelatihan kewirausahaan pada anggota UP2K Kelurahan Lubang Buaya. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan. Informan penelitian terdiri dari anggota UP2K, kader PKK dan koordinator UP2K. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hasil pelatihan kewirausahaan pada anggota UP2K telah berlangsung secara nyata, namun belum sepenuhnya optimal dan berkelanjutan. Faktor pendukung keberhasilan implementasi meliputi motivasi dan kesiapan individu, dukungan keluarga dan lingkungan sosial, serta dukungan kelembagaan dari PKK, Kelurahan, dan dinas terkait melalui pelatihan lanjutan, bazar UMKM, dan fasilitasi administrasi usaha. Adapun faktor penghambat implementasi meliputi keterbatasan modal usaha, keterbatasan pemasaran dan akses pasar, keterbatasan waktu akibat peran ganda sebagai ibu rumah tangga, serta kurangnya pendampingan pasca pelatihan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pelatihan tidak hanya ditentukan oleh individu yang menerapkan tetapi juga oleh dukungan dalam konteks sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang berkelanjutan. ***** This study aims to identify the supporting and inhibiting factors affecting the successful implementation of the outcomes of entrepreneurship training among UP2K members in Lubang Buaya Subdistrict. The study employed a case study method with a qualitative approach. The research informants consisted of UP2K members, PKK cadres, and the UP2K coordinator. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of entrepreneurship training outcomes among UP2K members has taken place in practice; however, it has not yet been fully optimal and sustainable. Supporting factors for successful implementation include individual motivation and readiness, support from family and the social environment, as well as institutional support from PKK, the Subdistrict Office, and related agencies through follow-up training, UMKM bazaars, and facilitation of business administration. In contrast, inhibiting factors include limited business capital, limited marketing and market access, time constraints due to dual roles as housewives, and a lack of sustainable post-training assistance. This study concludes that the success of training implementation is not only determined by the individuals who apply the training outcomes but also by continuous support within social, economic, and institutional contexts

    PERAN BANK SAMPAH DALAM MEMBENTUK KESADARAN LINGKUNGAN (Studi Deskriptif : Bank Sampah Gunung Emas, Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur).

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank sampah dalam membangun kesadaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Bank Sampah Gunung Emas yang berlokasi di Jalan Kamboja III Nomor 9A, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur dan berlangsung dari Juni 2024 hingga September 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan populasi anggota nasabah dari Bank Sampah Gunung Emas yang berjumlah 380 orang dan mengambil sampel dengan kriteria tertentu berjumlah 30 responden yang merupakan anggota dari Bank Sampah Gunung Emas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Bank Sampah Gunung Emas memiliki beberapa peran dalam membangun kesadaran lingkungan, antara lain edukasi dan pengelolaan sampah. Indikator edukasi memperoleh nilai rata-rata tertinggi 90%, diikuti pemilahan sampah 88%, pengumpulan sampah 85,8%, dan pengolahan sampah 82,8%. Dengan rata - rata Peran Bank Sampah Gunung Emas berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 86,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan bank sampah memberikan kontribusi penting dalam membentuk pemahaman, sikap, perilaku, dan tindakan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan.***** This study aims to describe the role of waste banks in fostering environmental awareness within the community. The research was conducted at the Gunung Emas Waste Bank, located at Jalan Kamboja III Number 9A, Rawamangun Subdistrict, Pulo Gadung District, East Jakarta, and took place from June 2024 to September 2025. The method used in this study is quantitative descriptive. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique with a population of 380 customer members of the Gunung Emas Waste Bank and took a sample of 30 respondents who were members of the Gunung Emas Waste Bank based on certain criteria. Data were collected through questionnaires and documentation. The findings indicate that the Gunung Emas Waste Bank plays several roles in promoting environmental awareness, particularly in providing education and managing waste. The research results show that the Gunung Emas Waste Bank plays several roles in building environmental awareness, including education and waste management. The education indicator achieved the highest average score of 90%, followed by waste sorting at 88%, waste collection at 85.8%, and waste processing at 82.8%. The role of the Gunung Emas Waste Bank is in the very high category with an overall average percentage of 86.6%. These findings indicate that the existence of the waste bank makes a significant contribution to shaping community understanding, attitudes, behaviors, and actions regarding environmental management

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇