Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    HUBUNGAN HASIL LATIHAN RENANG GAYA BEBAS DENGAN KEPUASAN ORANG TUA MURID ANAK AIR SWIMMING SCHOOL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara hasil latihan renang gaya bebas dengan kepuasan orang tua murid di Anak Air Swimming School. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua murid usia 6-12 tahun yang mengikuti program latihan renang gaya bebas di Anak Air Swimming School Cabang Pondok Indah, dengan jumlah populasi sebanyak 78 orang tua murid. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 30 responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil latihan renang gaya bebas diukur menggunakan tes keterampilan renang gaya bebas yang meliputi posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan tungkai, teknik pernapasan, dan koordinasi gerak. Kepuasan orang tua murid diukur menggunakan kuesioner kepuasan yang mencakup indikator kesesuaian harapan, minat untuk berkunjung kembali, dan kesediaan merekomendasikan. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Spearman Rank setelah data dinyatakan memenuhi uji validitas, uji reabilitas, dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara hasil latihan renang gaya bebas dengan kepuasan orang tua murid di Anak Air Swimming School, yang menunjukkan bahwa orang tua menilai keberhasilan program latihan renang dari sudut pandang yang lebih luas ketimbang sekadar indikator teknik. ***** This study aimed to determine the relationship between freestyle swimming training outcomes and parent’s satisfaction at Anak Air Swimming School. The research employed a quantitative approach using a correlation method. The population of the study consisted of all parents of children aged 6-12 years who participated in the freestyle swimming training program at Anak Air Swimming School, Pondok Indah Branch, with a total population of 78 parents. The sampling technique used was purposive sampling, resulting in a sample of 30 respondents selected based on predetermined criteria. Freestyle swimming training outcomes were measured using a freestyle swimming skills test covering body position, arm movement, leg movement, breathing technique, and movement coordination. Parents satisfaction was measuresd using a satisfaction questionnaire that include indicators of expectation conformity, intention to revisit, and willingness to recommend. Data were analyzed using the spearman rank correlation test after the data met the requirements of validity, reability, and normality test. The result showed that there was no relationship between freestyle swimming training outcomes and parent’s satisfaction at Anak Air Swimming School. This finding indicates that parents tend to evaluate the success of the swimming training program from a broader perspective rather than relying solely on technical performance indicators

    ANALISIS PENGELOLAAN PENDAKIAN KAWAH RATU JALUR VIA CIDAHU TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pendakian Kawah Ratu Jalur Via Cidahu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berdasarkan empat indikator dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 8748:2019, yaitu Standard Operating Procedure (SOP), pos pelayanan, jalur pendakian, serta kesiapsiagaan dan Search and Rescue (SAR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan Kepala Resort, petugas lapangan, dan pengunjung, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOP pendakian telah tersedia melalui sistem daring MONALISA, namun belum terdapat SOP khusus yang mengatur pemeliharaan jalur pendakian dan kesiapsiagaan SAR secara rinci. Pada aspek pos pelayanan, fasilitas pendukung telah tersedia dan berfungsi, namun belum optimal dalam penyediaan informasi dan sarana pendukung keselamatan. Pada aspek jalur pendakian, papan petunjuk dan shelter telah tersedia, namun peta jalur resmi serta beberapa fasilitas keselamatan belum tersedia. Pada aspek kesiapsiagaan dan SAR, penanganan keadaan darurat dilakukan melalui koordinasi antara petugas dan relawan, namun belum terstruktur secara formal sesuai standar nasional 8748:2019. Secara keseluruhan, pengelolaan pendakian Kawah Ratu Jalur Via Cidahu telah berjalan cukup baik, namun belum sepenuhnya memenuhi ketentuan SNI 8748:2019.(*****) This study aims to analyze the management of the Kawah Ratu hiking route via the Cidahu trail at Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) based on four indicators outlined in the Indonesian National Standard (SNI) 8748:2019, namely Standard Operating Procedures (SOP), service posts, hiking trail conditions, and Search and Rescue (SAR) preparedness. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observations, interviews with the Head of Resort, field officers, and visitors, as well as documentation. The results indicate that hiking SOPs have been implemented through the MONALISA online system; however, specific SOPs for trail maintenance and SAR preparedness have not been formally documented. In terms of service posts, supporting facilities are available and functional, although informational and safety facilities remain limited. Regarding the hiking trail, signboards and shelters are provided, but official trail maps and certain safety facilities are still lacking. SAR preparedness is carried out through coordination between officers and volunteers, but has not yet followed a formally structured system in accordance with national standards. Overall, the management of the Kawah Ratu hiking route via the Cidahu trail has been implemented fairly well, but has not fully complied with SNI 8748:201

    ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN REMAJA DI PANTI ASUHAN (STUDI KASUS PADA PANTI ASUHAN GRIYA ASIH)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan jiwa kewirausahaan remaja di Panti Asuhan Griya Asih serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan tantangan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola panti dan anak asuh yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk menjaga kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan dilakukan melalui penanaman visi kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pembentukan karakter kerja keras, tanggung jawab, komitmen, dan inovasi. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas dan manajemen waktu dengan kegiatan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan jiwa kewirausahaan di Panti Asuhan Griya Asih cukup efektif, namun masih perlu penguatan agar berkelanjutan. Kata kunci: Strategi, Pengembangan, Kewirausahaan, Remaja, Panti Asuhan Griya Asih ***** This study aims to analyze the strategies used to develop the entrepreneurial spirit of adolescents at Griya Asih Orphanage and to identify the supporting and inhibiting factors in their implementation. This research uses a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving orphanage managers and adolescents selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model with triangulation to ensure data validity. The results show that the development of the entrepreneurial spirit is carried out through skills training, mentoring, and character building, such as responsibility, hard work, commitment, and creativity. The main inhibiting factors include limited facilities and conflicts between entrepreneurial activities and school schedules. This study concludes that the entrepreneurial development strategies at Griya Asih Orphanage are effective but still need improvement to support long-term sustainability. Keywords: Strategy, Entrepreneurship, Adolescents, Griya Asih Orphanag

    DAMPAK SOSIAL PASCA-PEMBERONTAKAN PRRI DI SUMATERA BARAT : PERUBAHAN, TANTANGAN, DAN ADAPTASI MASYARAKAT MINANGKABAU (1961–1984)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji dampak sosial pasca-Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat dalam rentang waktu 1961–1984. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis perubahan sosial, tantangan yang dihadapi, serta proses adaptasi masyarakat Minangkabau setelah berakhirnya konflik bersenjata PRRI. Pemberontakan PRRI tidak hanya berdampak pada aspek politik dan keamanan, tetapi juga meninggalkan trauma kolektif, stigma sosial, perubahan identitas, pergeseran nilai budaya, serta dinamika migrasi masyarakat Sumatera Barat. Melalui pendekatan sejarah sosial (history from below), penelitian ini berupaya merekonstruksi pengalaman masyarakat sipil yang selama ini kurang terwakili dalam narasi sejarah resmi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa dokumen arsip, surat, surat kabar sezaman, dan wawancara, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah terkait. Kerangka analisis penelitian ini memanfaatkan teori perubahan sosial, teori konflik, teori rekonstruksi sosial, dan teori trauma sosial untuk memahami kompleksitas dampak jangka panjang PRRI terhadap kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca-PRRI masyarakat Sumatera Barat mengalami trauma sosial berkepanjangan, pembungkaman memori kolektif, stigma sebagai “pemberontak”, serta keterbatasan dalam akses sosial, politik, dan ekonomi. Namun, masyarakat Minangkabau juga menunjukkan kemampuan adaptasi melalui strategi sosial-budaya, peran tokoh lokal, migrasi (merantau), serta rekonsiliasi yang berlangsung secara bertahap hingga tercapainya stabilitas sosial pada awal 1980-an. Penelitian ini menegaskan bahwa PRRI merupakan peristiwa sejarah yang dampaknya melampaui dimensi politik dan membentuk dinamika sosial masyarakat Sumatera Barat dalam jangka panjang. ***** This study examines the social impacts of the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) rebellion in West Sumatra during the period 1961–1984. The research focuses on social changes, challenges, and adaptation processes experienced by Minangkabau society in the aftermath of the armed conflict. The PRRI rebellion not only affected political and security structures but also left long-term social consequences, including collective trauma, social stigma, identity transformation, cultural shifts, and migration dynamics. Using a social history approach (history from below), this study seeks to reconstruct the experiences of ordinary people that have been marginalized in official historical narratives. This research employs the historical method with a descriptive-analytical approach, consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Primary sources include archival documents, letters, contemporary newspapers, and interviews, while secondary sources consist of books, academic journals, and scholarly works. The analytical framework integrates theories of social change, conflict, social reconstruction, and social trauma. The findings indicate that post-PRRI society in West Sumatra experienced prolonged social trauma, silencing of collective memory, persistent stigmatization as a “rebellious region,” and limitations in social, political, and economic participation. Nevertheless, Minangkabau society demonstrated resilience through cultural, social, and economic adaptation strategies, the role of local elites, migration practices, and gradual reconciliation processes, leading to relative social stability by the early 1980s. This study emphasizes that PRRI was not merely a political event but a transformative social experience with long-lasting implications for Minangkabau society

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK DIGITAL MATERI BUTTERCREAM PADA MATA KULIAH DEKORASI KUE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran flipbook digital materi buttercream dalam mata kuliah Dekorasi Kue. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahapan define, design, develop, and disseminate. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Proses validasi melibatkan tiga dosen ahli yang mewakili aspek materi, bahasa, dam media. Hasil evaluasi menunjukan bahwa flipbook digital materi buttercream memenuhi kategori sangat layak, dengan perolehan nilai validasi sebesar 80% dari ahli materi, 89% dari ahli bahasa dan 83% dari ahli media. Uji coba yang diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta juga mendapatkan hasil yang sangat baik, ditunjukkan melalui uji one to one dengan nilai 96%, uji small group sebesar 93%, uji field group sebesar 94%, serta uji respon mahasiswa sebesar 93% yang dikategorikan sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa flipbook digital materi buttercream layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah Dekorasi Kue. ***** This study aims to develop and test the feasibility of digital flipbook learning media for buttercream material in Cake Decoration courses. This study applies the Research and Development (R&D) method with a 4D development model that includes the stages of define, design, develop, and disseminate. Data analysis was carried out using qualitative descriptive techniques. The validation process involved three expert lecturers representing the aspects of material, language, and media. The evaluation results showed that the digital flipbook for buttercream material met the very feasible category, with a validation score of 80% from material experts, 89% from language experts and 83% from media experts. The trial given to Culinary Arts Education students at Jakarta State University also obtained very good results, shown through one-to-one tests with a score of 96%, small group tests of 93%, field group tests of 94%, and student response tests of 93% which were categorized as very strong. Based on these results, it can be concluded that the digital flipbook for buttercream material is suitable for use as a learning medium in Cake Decoration courses

    PEMETAAN ZONA BERBAHAYA DAN ANALISIS RISIKO KEBOCORAN GAS HIDROGEN UNTUK PEMILIHAN PERALATAN YANG SESUAI BERDASARKAN STANDAR IEC 60079: 10 – 1

    No full text
    Gas hidrogen merupakan bahan yang sangat mudah terbakar dan memiliki rentang konsentrasi yang luas, sehingga penggunaannya dalam fasilitas industri memerlukan pengelolaan keselamatan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi zona berbahaya akibat pelepasan gas hidrogen, menganalisis dan menilai potensi bahaya, serta memberikan rekomendasi peralatan listrik yang sesuai dengan standar IEC 60079: 10 – 1 (2020). Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yaitu menggabungkan analisis deskriptif dengan dukungan semi - kuantitatif. Perhitungan teknis dilakukan untuk menentukan laju pelepasan gas, karakteristik aliran, dan luasan zona berbahaya. Data primer diperoleh melalui pengukuran, wawancara terbatas, dan observasi langsung, sedangkan data sekunder berasal dari standar internasional, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan gas hidrogen dari sistem bertekanan tinggi dapat membentuk zona berbahaya dengan radius tertentu, tergantung tekanan, diameter lubang, temperatur operasi, dan keefektifan ventilasi. Berdasarkan klasifikasi zona dan hasil penilaian risiko, direkomendasikan penggunaan peralatan listrik dengan proteksi EX ia/ma IIC T3 Ga di area sekitar fasilitas untuk mencegah potensi penyulutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam pengelolaan keselamatan fasilitas hidrogen secara sistematis dan berbasis standar. ***** Hidrogen gas is highly flammable and possesses a wide ignition concentration range, making its use in industrial facilities require stringent safety management. This study aims to classify hazardous zones resulting from hydrogen gas release, analyze and assess potential hazard, and to recommend appropriate electrical equipment in accordance with IEC 60079: 10 – 1 (2020) standard. The method employed in this study is a mixed‑methods approach, combining descriptive analysis with semi‑quantitative support. Technical calculations are conducted to determine gas release rates, flow characteristics, and the extent of hazardous zones. Primary data were obtained through field measurements, limited interviews, and direct observation, while secondary data were sourced from international standards and scientific literature. The results indicate that hydrogen gas released from high-pressure systems can form hazardous zones with specific radii, depending on pressure, orifice diameter, operating temperature, and ventilation effectiveness. Based on zone classification and risk assessment outcomes, the use of electrical equipment with Ex ia/ma IIC T3 Ga protection is recommended in surrounding facility areas to prevent ignition sources. This research is expected to serve as a technical reference for systematic and standards-based safety management in hydrogen facilities

    HUBUNGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN KELURAHAN JATINEGARA KAUM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan bersosialisasi dengan hasil belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar di Kelurahan Jatinegara Kaum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Kelurahan Jatinegara Kaum, dengan sampel sebanyak 90 siswa yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kemampuan bersosialisasi sebanyak 20 pernyataan dan tes objektif pilihan ganda IPS sebanyak 17 soal untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan bersosialisasi dengan hasil belajar IPS, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,744, nilai t hitung sebesar 10,453 > t tabel (1,987), dan nilai signifikansi 0,000. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi memberikan kontribusi sebesar 55,4% terhadap hasil belajar IPS, sedangkan 44,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Kemampuan bersosialisasi dan hasil belajar IPS siswa secara umum berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian hasil belajar IPS siswa sekolah dasar. ***** This study aimed to determine the relationship between socialization skills and Social Studies (IPS) learning outcomes of fifth-grade elementary school students in Jatinegara Kaum Subdistrict. This research employed a quantitative approach using a correlational method. The population consisted of all fifth-grade students of public elementary schools in Jatinegara Kaum Subdistrict, with a sample of 90 students selected through cluster random sampling. The research instruments included a socialization skills questionnaire consisting of 20 statements and a Social Studies objective multiple-choice test consisting of 17 items to measure cognitive learning outcomes. Data were analyzed using the Pearson correlation test with the assistance of IBM SPSS Statistics. The results showed a positive and significant relationship between socialization skills and Social Studies learning outcomes, with a correlation coefficient of 0.744, a t-value of 10.453 greater than the t-table value (1.987), and a significance value of 0.000. The coefficient of determination indicated that socialization skills contributed 55.4% to Social Studies learning outcomes, while the remaining 44.6% was influenced by other factors. In general, both socialization skills and Social Studies learning outcomes were categorized at a moderate level. These findings indicate that socialization skills play an important role in supporting the achievement of Social Studies learning outcomes among elementary school students

    MGR. NICOLAAS JOANNES GEISE, OFM., BIOGRAFI USKUP PERTAMA BOGOR SERTA PERANNYA SEBAGAI PENELITI BUDAYA DAN PELOPOR PENDIDIKAN KATOLIK DI JAWA BARAT TAHUN 1938-1975

    No full text
    Penelitian ini mengkaji peran Uskup Geise dalam ranah kebudayaan dan pendidikan selama periode 1938-1975. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mencari tahu, bagaimana model kepimpinan Mgr. Geise sebagai Uskup Bogor, termasuk pendekatan, kebijakan serta inisiatif yang dilakukan dalam upaya adaptasi Gereja Katolik terhadap masyarakat Sunda lokal. Fokus diarahkan pada bentuk-bentuk kompromi budaya yang dilakukan Gereja serta usaha untuk memperluas, meningkatkan, dan mendirikan lembaga serta pusat-pusat pendidikan. Sumber data diperoleh dari berbagai dokumen relevan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan STF Drijakara, repositori UIKA Parahayangan, majalah Katolik Keuskupan Bogor, sejumlah literatur ajaran Katolik, serta disertasi pribadi Uskup Geise mengenai masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan deskriptif-naratif, yang terdiri atas heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mgr. Geise, merupakan figur penuh daya tarik. Sebagai uskup pertama Keuskupan Bogor, beliau memiliki tanggung jawab besar dalam meletakkan dasar-dasar kelembagaan dan spiritual bagi perkembangan Gereja Katolik di wilayah tersebut. Peran tersebut dijalankannya melalui pendekatan yang progresif, yakni dengan memperkuat posisi Gereja melalui dialog lintas budaya dan agama, serta mendorong pendirian sejumlah institusi pendidikan penting di wilayah Keuskupan Bogor dan Keuskupan Bandung. Kiprahnya dalam mendukung berbagai kongregasi dalam upaya pendirian sekolah-sekolah, turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di Indonesia, hingga mengantarkannya pada pengakuan, tidak hanya tingkat lokal, tetapi juga oleh pemerintah, atas kontribusinya dalam pembangunan pendidikan nasional. Uskup Geise merupakan pelopor dalam membangun dialog antarbudaya dan antaragama, suatu upaya yang tidak luput dari perharian masyarakat Sunda setempat maupun para penerus ordinaris Keuskupan Bogor. Namun demikian, karya pelayanannya tidak terlepas dari kritik. Salah satu kelemahan utama yang dikaitkan dengan masa kepemimpinannya adalah ketidakberhasilannya dalam memperbanyak populasi umat Katolik pribumi lokal di wilayah Keuskupan Bogor. Meskipun demikian, dengan segala keterbatasan yang ada, Mgr. Geise tetap menunjukkan keteguhan strategi pastoralnya melalui upaya mendorong ordinasi imam-imam pribumi dan memotivasi mereka yang tertarik menjadi ordinaris, untuk mengabdikan diri bagi pelayanan dalam Keuskupan Kata Kunci: Budaya, Geise, Katolik, Pendidikan, Biografi ***** This study examines the role of Bishop Geise in the realms of culture and education from 1938 to 1975 period. The primary objective is to explore his leadership as the frist Bishop of Bogor, including his approaches, policies and initiatives in facilitating the Catholic Church’s adaptation to the local Sundanese community. The study focuses primarily on the Church’s cultural compromises and it’s efforts to expand, improve dan establish educational institutions and centers. Data sources include various relevan documents from the National Library of the Republic of Indonesia, Library of STF Drijakara, repository of Parahayangan Catholic University, Catholic magazines of Diocese of Bogor, a selection of Catholic doctrinal literatures, as well as Bishop Geise’s own dissertation studying the local community. The research employs the historical method with a descriptuve-narrative approach, consisting of heuristic, verification, interpretation and historiography. This study concludes that Bishop Geise was a complex and compelling figure. As the first Bishop of Bogor, he bore the significant responsibility of laying the institutional and spiritual foundations for the Catholic Church in the region, thereby shaping the trajectory for his successors. He fulfilled his role through a progressive and contextually sensitive approach, fortifying the Church’s position by means of interreligious and intercultural dialogue, and promoting the establishment of major educational institutions withun the Diocese of Bogor and the Diocese of Bandung. His support for various religious congregations om founding educational institutions not only enhanced his reputation but also garnered recognition from the central government, due to his substantial contribution to improving access to education and literacy in West Java. Bishop Geise was a pioneering figure, and his efforts did not go unnoticed by the local Sundanese community nor by his ordained successors. Nevertheless, his missionary endeavors were not without criticism. One of the critical shortcomings attributed to his tenure, was the limited expansion of the Catholic population. This stagnation, contributed to the initial lack of prominence and influence of the newly established Apostolic Prefecture of Bogor. However, despite these limitations, Bishop Geise demonstrated strategic resilience by promoting the ordinations of local clergy and encouraging them to devote themselves to diocesan service efforts that significantly contributed to the growth and long-term sustainability of the Catholic Church in Indonesia. Keywords: Catholic, Culture, Education, Geise, Biograph

    ANALISIS UPAYA ORANG TUA DALAM MEMBIMBING PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA REMAJA (STUDI KASUS PADA KELUARGA EKONOMI RENTAN DI KELURAHAN PETAMBURAN, JAKARTA PUSAT)

    Full text link
    Tingginya penggunaan smartphone pada remaja meningkatkan risiko digital, sehingga diperlukan bimbingan orang tua dalam mengarahkan dan mengontrol penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orang tua dengan kondisi ekonomi rentan membimbing penggunaan smartphone pada remaja di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada 5 orang tua dan 5 remaja. Hasil penelitian menunjukkan tiga pendekatan bimbingan orang tua: (1) komunikasi aktif sebagai pengingat, (2) pemberian aturan sebagai kontrol, dan (3) penggunaan bersama yang bervariasi, ada yang dilakukan sesekali dan ada yang dilakukan secara individual. Keterbatasan ekonomi tidak menghambat orang tua dalam memberikan bimbingan, tetapi membatasi penyesuaian seperti pengaturan kuota internet dan durasi penggunaan. Kesimpulan penelitian ini adalah orang tua dengan ekonomi rentan tetap memberikan bimbingan kepada remaja, meskipun bimbingan tersebut berlangsung sederhana karena terbatasnya pemahaman digital orang tua dan berorientasi pada interaksi sehari-hari. Kata Kunci: Upaya Orang Tua, Remaja, Smartphone, Ekonomi Rentan ***** The high use of smartphones among adolescents increases digital risks, so parental guidance is needed to direct and control their use. This study aims to determine how parents with vulnerable economic conditions guide smartphone use in adolescents in Petamburan Village, Central Jakarta. The method used was a qualitative case study approach. Data were collected through interviews with 5 parents and 5 adolescents. The results showed three approaches to parental guidance: (1) active communication as a reminder, (2) providing rules as control, and (3) varied shared use, some done occasionally and some done individually. Economic limitations do not hinder parents in providing guidance, but limit adjustments such as setting internet quotas and duration of use. The conclusion of this study is that parents with vulnerable economic conditions still provide guidance to adolescents, although the guidance is simple due to the parents' limited digital understanding and is oriented towards daily interactions. Keywords: Parental Efforts, Adolescents, Smartphone, vulnerable econom

    TREN PADEL SEBAGAI OLAHRAGA REKREASI KEKINIAN DI JAKARTA

    Full text link
    Olahraga padel merupakan salah satu cabang olahraga raket yang saat ini mengalami perkembangan pesat di masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, minat, motivasi, serta hambatan masyarakat terhadap olahraga padel ditinjau dari aspek daya masyarakat, manfaat masyarakat, pengalaman bermain, gaya hidup, dan aspek pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari 30 pernyataan, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif berupa frekuensi, persentase, total, dan rata-rata jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan responden memiliki persepsi yang sangat positif terhadap olahraga padel. Dari total 3.000 jawaban, sebanyak 2.329 jawaban (77,63%) berada pada kategori setuju, 488 jawaban (16,27%) berada pada kategori ragu-ragu, dan hanya 183 jawaban (6,10%) berada pada kategori tidak setuju. Temuan ini mengindikasikan bahwa olahraga padel dipandang menarik, mudah dipahami, menyenangkan, serta memberikan manfaat fisik dan psikologis bagi masyarakat besar responden. Selain itu, padel juga dinilai sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern dan mampu menjadi sarana interaksi sosial yang positif. Namun demikian, keterbatasan waktu dan persepsi terhadap biaya masih menjadi aspek yang berpotensi menghambat partisipasi responden. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa olahraga padel memiliki aspek penerimaan dan minat yang tinggi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan melalui peningkatan fasilitas, aksesibilitas, serta promosi yang lebih luas agar olahraga padel dapat berkembang secara optimal dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. Kata kunci: olahraga padel, persepsi masyarakat, minat olahraga rekreasi, gaya hidup aktif, kebugaran jasmani. ***** Padel is a racket sport that has recently experienced rapid growth, particularly in urban communities. This study aims to analyze public perceptions, interests, motivations, and perceived barriers toward padel sport, viewed from aspects of attractiveness, health benefits, playing experience, lifestyle compatibility, and other supporting factors. This research employed a descriptive quantitative approach using a survey method. The research instrument consisted of a questionnaire containing 30 statements, with a total of 100 respondents. Data were analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, total scores, and mean values. The results indicate that, overall, respondents hold a very positive perception of padel sport. Out of a total of 3,000 responses, 2,329 responses (77.63%) fell into the agree category, 488 responses (16.27%) were categorized as neutral, and only 183 responses (6.10%) were classified as disagree. These findings suggest that padel is perceived as an attractive, easy-to-understand, and enjoyable sport that provides physical and psychological benefits for most respondents. In addition, padel is considered compatible with a modern lifestyle and serves as a positive medium for social interaction. However, time constraints and perceptions of cost remain potential factors that may hinder participation among some respondents. Based on these findings, it can be concluded that padel sport has a high level of acceptance and interest within the community. Therefore, continuous support through improved facilities, accessibility, and broader promotion is required to ensure the optimal development of padel sport and to reach a wider segment of society. Keywords: padel sport, public perception, recreational sport interest, active lifestyle, physical fitness

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇