Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    PRESENTASI DIRI PEMILIK MULTIPLE ACCOUNT DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI KASUS: LIMA ORANG PENGGUNA FIRST ACCOUNT DAN SECOND ACCOUNT DI INSTAGRAM)

    No full text
    Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi kelima orang dalam memiliki multiple account di Instagram. Kedua, bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk presentasi diri dari kelima pemilik multiple account di Instagram. Ketiga, bertujuan untuk mendeskripsikan Impression Management yang dilakukan oleh kelima orang tersebut dalam mempresentasikan diri pada multiple account di Instagram. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdapat lima orang pemilik multiple account di Instagram yang merupakan informan kunci dan dua orang dari pengikut informan kunci sebagai triangulasi data. Lokasi penelitian berada di media sosial Instagram sebagai wadah untuk mendapatkan informan pemilik multiple account. Wawancara dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2025 pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori dramaturgi yang disampaikan oleh Erving Goffman. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pernyataan bahwa kelima informan pemilik multiple account di Instagram ini memiliki dua akun yang berbeda yaitu akun pertama (first account) dan akun kedua (second account). Dalam mempresentasikan diri, kelima informan melakukan hal tersebut pada panggung depan (front stage), dimana akun pertama maupun akun kedua Instagram dapat dipahami sebagai bentuk panggung depan, karena keduanya tetap menjadi arena pertunjukan diri yang dirancang secara sadar dan diarahkan kepada audiens, meskipun karakter audiensnya berbeda. Akun pertama Instagram berperan sebagai panggung depan utama yang digunakan untuk menampilkan citra diri yang positif, formal, dan produktif seperti mendaki gunung, menunjukkan kedekatan dengan orang tua, dan mengajar di suatu sekolah. Di sisi lain, akun kedua Instagram juga dapat dikategorikan sebagai panggung depan, namun dengan sasaran audiens yang lebih terbatas dan spesifik, serta presentasi diri yang berbeda dengan akun pertama. Oleh karena itu, akun kedua juga menjadi ruang presentasi diri yang disadari serta dapat dikatakan sebagai panggung depan atau front stage. ***** This study has three main objectives. First, it aims to describe the motivations of five individuals for having multiple Instagram accounts. Second, it aims to describe the self-presentation practices of these five individuals. Third, it aims to describe the impression management practices employed by these five individuals in presenting themselves on multiple Instagram accounts. The method used in this research is a qualitative approach with a case study method, as well as through observation, interview, and documentation data collection techniques. The subjects of this research were five people who have multiple accounts on Instagram who are key informants and two people from the key informants' followers as data triangulation. The research location is on Instagram social media as a platform to obtain informants who have multiple accounts. Interviews were conducted on October 18, 2025 in the morning, afternoon, evening, and night. The theory used in this research is the dramaturgy theory presented by Erving Goffman. Based on the research results, there is a statement that the five informants who have multiple accounts on Instagram have two different accounts, namely the first account and the second account. In presenting themselves, the five informants do this on the front stage, where the first and second Instagram accounts can be understood as a form of front stage, because both remain arenas for self-performance that are consciously designed and directed to the audience, even though the character of the audience is different. The first Instagram account acts as the main front stage used to display a positive, formal, and productive self-image such as climbing mountains, showing closeness to parents, and teaching at a school. On the other hand, the second Instagram account can also be categorized as a front stage, but with a more limited and specific target audience, and a different self-presentation from the first account. Therefore, the second account also becomes a conscious self-presentation space and can be said to be a front stage

    PENGARUH KOMUNIKASI PERSUASIF AKUN TIKTOK @ASAKECIL TERHADAP PERILAKU IMPULSIVE BUYING MAINAN BLIND BOX DI INDONESIA (Studi Kuantitatif Pada Kolom Komentar Tiktok @asakecil dalam Unggahan Konten Video 2 November 2024)

    No full text
    Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi serta perilaku konsumsi masyarakat di Indonesia. TikTok sebagai salah satu platform dengan jumlah pengguna terbesar tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang komunikasi persuasif yang berpotensi memengaruhi keputusan pembelian audiens. Fenomena ini terlihat pada konten unboxing mainan blind box yang banyak memicu pembelian secara spontan atau impulsive buying. Penelitian ini didasarkan pada teori Elaboration Likelihood Model (ELM) yang menjelaskan bahwa proses persuasi dapat berlangsung melalui dua jalur, yaitu jalur pusat dan jalur periferal. Dalam konteks media sosial, terutama TikTok, pesan persuasif sering kali diproses melalui jalur periferal dengan mengandalkan isyarat visual, emosi, serta daya tarik komunikator. Oleh karena itu, komunikasi persuasif influencer menjadi faktor penting dalam memengaruhi sikap dan perilaku audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivis melalui metode survei. Populasi penelitian terdiri dari pengguna TikTok yang memberikan komentar pada unggahan akun @asakecil tanggal 2 November 2024, dengan sampel sebanyak 98 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yangdilakukan akun TikTok @asakecil berada pada kategori kuat, sedangkan perilaku impulsive buying responden tergolong tinggi. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara komunikasi persuasif terhadap perilaku impulsive buying (sig< 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa konten unboxing yang bersifat visual dan emosional efektif memicu proses persuasi melalui jalur periferal ELM. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi persuasif akun TikTok @asakecil berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying mainan blind box di Indonesia. Penelitian ini menyarankan agar pelaku bisnis dan kreator konten memanfaatkan strategi komunikasi persuasif secara etis dan bertanggung jawab. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kajian dengan variabel atau pendekatan yang lebih luas untuk memperkaya studi komunikasi digital. ***** The development of digital technology and social media has transformed communication patterns and consumer behavior in Indonesia. TikTok, as one of the platforms with the largest number of users, functions not only as an entertainment medium but also as a space for persuasive communication that has the potential to influence audience purchasing decisions. This phenomenon is evident in blind box unboxing content, which often triggers spontaneous or impulsive buying behavior. This study is based on the Elaboration Likelihood Model (ELM), which explains that persuasion occurs through two routes: the central route and the peripheral route. In the context of social media, particularly TikTok, persuasive messages are frequently processed through the peripheral route by relying on visual cues, emotional appeal, and the attractiveness of the communicator. Therefore, influencers’ persuasive communication plays an important role in shaping audience attitudes and behaviors. The research employs a quantitative approach within a positivist paradigm using a survey method. The research population consists of TikTok users who commented on the @asakecil account’s post uploaded on November 2, 2024, with a sample of 98 respondents selected using purposive sampling and the Slovin formula. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using validity and reliability tests, as well as simple linear regression analysis. The results show that the persuasive communication conducted by the TikTok account @asakecil falls into a strong category, while respondents’ impulsive buying behavior is classified as high. Simple linear regression analysis indicates a significant influence of persuasive communication on impulsive buying behavior (sig < 0.05). These findings demonstrate that visually and emotionally driven unboxing content effectively triggers persuasion through the peripheral route of the ELM. Based on the research findings, it can be concluded that the persuasive communication of the TikTok account @asakecil has a significant influence on impulsive buying behavior of blind box toys in Indonesia. This study suggests that businesses and content creators should utilize persuasive communication strategies ethically and responsibly. Furthermore, future research is expected to expand the scope by incorporating additional variables or alternative approaches to enrich studies in digital communication

    PENGEMBANGAN DESAIN BATIK NITIK YOGYAKARTA MELALUI PENERAPAN TEKNIK CAP BERGAYA KONTEMPORER

    No full text
    Batik nitik merupakan warisan budaya batik tradisional Yogyakarta dengan karakter visual khas berupa motif titik-titik geometris. Namun, perkembangan desainnya cenderung mempertahankan pola dan warna tradisional, sehingga kurang relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menilai estetika pengembangan desain batik nitik bergaya kontemporer dengan fokus pada aspek kesatuan (unity) menurut teori Monroe C. Beardsley. Menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental, lima desain batik nitik dinilai oleh empat panelis ahli berdasarkan 15 sub-indikator kesatuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desain batik nitik bergaya kontemporer memperoleh nilai akhir 81% dengan kategori sangat baik pada aspek kesatuan (unity). Nilai unsur desain mencapai 80,5% yang menunjukkan pengolahan garis, bentuk, dan warna termasuk gradasi dan intensitas chroma tersusun konsisten dan harmonis. Sementara itu, nilai prinsip desain sebesar 81,5% mengindikasikan bahwa penerapan harmoni, irama, dan kontras sangat efektif dalam memperkuat kesatuan visual. Desain 1 memperoleh nilai tertinggi (86%), sementara Desain 3 dan Desain 5 juga dinilai sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik cap dan kuas, pemilihan warna yang tepat, penerapan elemen organik secara proporsional, serta konsistensi garis dan gradasi warna mampu meningkatkan kualitas visual batik nitik tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Dengan demikian, pengembangan desain batik nitik bergaya kontemporer melalui penerapan teknik cap dapat menjadi alternatif inovatif dalam upaya pelestarian dan revitalisasi batik tradisional agar lebih relevan dengan perkembangan tren dan menarik bagi generasi muda, meskipun masih terdapat peluang untuk mengoptimalkan variasi elemen organik, eksplorasi palet warna, dan keselarasan harmonis antara elemen tradisional dan kontemporer. ******* Batik nitik is a traditional batik cultural heritage of Yogyakarta characterized by distinctive geometric dot-patterned motifs. However, its design development tends to maintain traditional patterns and colors, becoming less relevant to younger generations. This research aims to assess the aesthetics of contemporary-styled batik nitik design development focusing on the unity aspect according to Monroe C. Beardsley's aesthetic theory. Using a pre-experimental quantitative approach, five batik nitik designs were evaluated by four expert panelists based on 15 unity sub-indicators. The research results demonstrated that the development of contemporary-styled batik nitik design achieved a final score of 81% with an excellent category in the unity aspect. The design elements value reached 80.5%, indicating that the processing of lines, shapes, and colors including gradation and chroma intensity are consistent and harmonious. Meanwhile, the design principles value of 81.5% indicated that the application of harmony, rhythm, and contrast were highly effective in strengthening visual unity. Design 1 achieved the highest score (86%), while Design 3 and Design 5 were also rated excellent. These findings demonstrate that the combination of cap printing and brush techniques, appropriate color selection, proportional application of organic elements, as well as line consistency and color gradation effectively enhance the visual quality of batik nitik without compromising its traditional identity. Therefore, the development of contemporary-styled batik nitik design through cap printing application can serve as an innovative alternative in preserving and revitalizing traditional batik to remain relevant with contemporary trends and appealing to younger generations, although there remain opportunities to optimize the variation of organic elements, exploration of color palettes, and harmonious balance between traditional and contemporary elements

    ANALISIS PENERAPAN PROGRAM PELATIHAN KARYAWAN PADA UNIT LEARNING AND DEVELOPMENT PT ASURANSI JASA INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan program pelatihan karyawan pada unit Learning & Development PT Asuransi Jasa Indonesia, dengan fokus pada proses perencanaan, pelaksanaan, serta dampaknya terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima informan yang dipilih berdasarkan kriteria partisipasi aktif dalam pelatihan dan pengalaman kerja, observasi, studi kepustakaan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program pelatihan berjalan efektif dengan dukungan anggaran khusus dan pemanfaatan platform digital, meskipun tata kelola pengajuan perlu diperbaiki untuk lebih sistematis. Pelaksanaan program telah berjalan dengan baik melalui suasana interaktif dan sharing session antar rekan kerja, namun masih dihadapkan kendala seperti pengelolaan waktu dan gangguan eksternal yang dapat diatasi dengan koordinasi yang lebih baik. Dampak positif terlihat pada peningkatan kompetensi, kemampuan analisis, dan kinerja tim. Penelitian ini memberikan wawasan tentang efektivitas program pelatihan di PT Asuransi Jasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat bersaing di industri asuransi dan mendukung rencana strategis perusahaan melalui integrasi teknologi dan fleksibilitas jadwal. Kata Kunci: Pelatihan Karyawan, Learning & Development, Sumber Daya Manusia ***** This study aims to analyze the implementation of employee training programs at the Learning & Development unit of PT Asuransi Jasa Indonesia, focusing on the planning and implementation processes, as well as their impact on employee performance. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews with five informants selected based on criteria of active participation in training and work experience, observation, literature study, and documentation. The results show that the training program planning is effective with the support of a special budget and the use of digital platforms, although the governance of proposals needs to be improved to be more systematic. The implementation of the program has been going well through an interactive atmosphere and sharing sessions between colleagues, but there are still obstacles such as time management and external disturbances that can be overcome with better coordination. Positive impacts can be seen in increased competence, analytical skills, and team performance. This study provides insights into the effectiveness of training programs at PT Asuransi Jasa Indonesia in improving the quality of human resource development, enabling the company to compete in the insurance industry and support its strategic plans through technology integration and schedule flexibility. Keywords: Employee Training, Learning & Development, Human Resource

    IMPLEMENTASI STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 252 JAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 252 Jakarta. Penelitian ini berfokus pada strategi guru dalam melakukan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penyesuaian pembelajaran berdiferensiasi terhadap karakteristik mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru-guru IPS di SMP Negeri 252 Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan strategi dengan cara diferensiasi konten, proses, dan produk dalam pembelajaran IPS secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Diferensiasi konten dalam mata pelajaran IPS dilakukan dengan cara menyesuaikan materi pembelajaran (apa yang diajarkan) atau cara peserta didik mengakses materi tersebut berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar mereka. Diferensiasi proses sendiri dilihat dari variasi aktivitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi peserta didik di kelas selama pembelajaran IPS berlangsung. Sedangkan diferensiasi produk ialah asil akhir yang memungkinkan siswa menunjukkan apa yang telah mereka pelajari setelah mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi juga dinilai sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPS yang bersifat kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga membantu peserta didik dalam mengaktualisasikan materi IPS dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru-guru IPS di SMP Negeri 252 Jakarta telah mengimplementasikan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk untuk membantu menjawab kebutuhan belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS.***** This study aims to analyze the implementation of teacher strategies in differentiated learning in social studies at SMP Negeri 252 Jakarta. This study focuses on teacher strategies in implementing differentiated learning approaches, differentiation of content, process, and product, as well as adapting differentiated learning to the characteristics of social studies. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The subjects of the study were social studies teachers at SMP Negeri 252 Jakarta. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have implemented strategies by flexibly differentiating content, process, and product in social studies learning according to the abilities and characteristics of students. Content differentiation in social studies is carried out by adjusting the learning material (what is taught) or how students access the material based on their readiness, interests, and learning profiles. Process differentiation itself is seen from the variation of learning activities given to students according to the conditions of students in the class during the social studies learning process. Meanwhile, product differentiation is the final result that allows students to demonstrate what they have learned after participating in the learning process. Differentiated learning is also assessed according to the characteristics of social studies subjects that are contextual and close to the lives of students, thus helping students in actualizing social studies material in everyday life. Thus, it can be concluded that social studies teachers at SMP Negeri 252 Jakarta have implemented differentiated learning strategies with content differentiation, process differentiation and product differentiation to help answer students' learning needs in social studies subjects

    PENGARUH INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS THE TEACHER HERE DAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN BERNEGOSIASI (Studi Eksperimen pada Kelas X di SMA Negeri 6 Palu)

    No full text
    PENGARUH INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS THE TEACHER HERE DAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN BERNEGOSIASI Nurul Iffah Agam Zuhdi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh integrasi model pembelajaran Everyone Is the Teacher Here dan Two Stay Two Stray terhadap keterampilan berbicara siswa dalam bernegosiasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa kelas X di salah satu SMA negeri di Palu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan bernegosiasi yang dinilai menggunakan rubrik penilaian tervalidasi, meliputi aspek langkah-langkah negosiasi, kesesuaian isi, kaidah kebahasaan, kejelasan artikulasi, nada bicara, dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan bernegosiasi siswa setelah penerapan kedua model pembelajaran tersebut. Nilai rata-rata pretest sebesar 74,38 meningkat menjadi 85,25 pada posttest. Hasil uji statistik menggunakan Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (Sig. < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil perhitungan N-Gain Score menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,36 atau 36% yang termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Secara kualitatif, hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun argumen secara runtut, menerapkan langkah-langkah negosiasi dengan tepat, menggunakan bahasa yang santun dan persuasif, serta menampilkan artikulasi yang lebih jelas dan sikap berbicara yang lebih percaya diri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Everyone Is the Teacher Here dan Two Stay Two Stray efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam bernegosiasi melalui pembelajaran kolaboratif yang berpusat pada siswa. Kata Kunci: Keterampilan Bernegosiasi, Everyone is the Teacher Here, Two Stay Two Stray, Pembelajaran Kooperatif (*****) THE EFFECT OF INTEGRATING THE ‘EVERYONE IS THE TEACHER’ HERE AND ‘TWO STAY TWO STRAY’ LEARNING MODELS ON NEGOTIATION SKILLS Nurul Iffah Agam Zuhdi Master of Education in Indonesian Languange Education ABSTRACT This study investigates the effect of integrating the Everyone Is the Teacher Here and Two Stay Two Stray cooperative learning models on senior high school students’ negotiation speaking skills. The research employed an experimental method using a one-group pretest–posttest design. The participants were 32 tenth-grade students at a public senior high school in Palu, Indonesia. Data were collected through oral negotiation performance tests assessed using a validated rubric covering negotiation stages, language use, content relevance, articulation, tone, and attitude. The results show a significant improvement in students’ negotiation skills after the implementation of the integrated learning models. The mean score increased from 74.38 in the pretest to 85.25 in the posttest. Statistical analysis using a paired sample t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores (Sig. = 0.001 < 0.05). Furthermore, the normalized gain analysis yielded an average N-Gain score of 0.36 (36%), indicating a moderate level of effectiveness. Qualitative observations also revealed improvements in students’ ability to present structured arguments, apply appropriate negotiation stages, use polite and persuasive language, and demonstrate clearer articulation and more confident speaking attitudes. In conclusion, the integration of Everyone Is the Teacher Here and Two Stay Two Stray is effective in enhancing students’ negotiation speaking skills and supports the development of communicative competence through collaborative and student-centered learning. Keywords: Negotiation Skills, Everyone is the Teacher Here, Two Stay Two Stray, Cooperative Learning. (*****

    KOMUNIKASI KESEHATAN MENTAL BURNOUT MELALUI MEDIA PODCAST (Studi Kualitatif Pada Pendengar Podcast Episode Blak- Blakan Wanda Ponika Tentang Mental Gen Z Dan Work Life Balance)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu kesehatan mental, khususnya kondisi burnout dan tantangan Work-Life Balance yang semakin krusial di kalangan Generasi Z dalam dunia kerja profesional. Dalam studi komunikasi kesehatan, penggunaan media baru seperti podcast menjadi sarana penting untuk menyebarkan informasi kesehatan secara lebih personal dan mendalam, seperti yang dilakukan oleh kanal Merry Riana dalam episode "Blak-blakan Wanda Ponika tentang Mental Gen Z dan Work-Life Balance". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pesan komunikasi kesehatan mental mengenai burnout disampaikan melalui podcast dan bagaimana pesan tersebut dimaknai oleh pendengar Generasi Z. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Komunikasi Kesehatan dengan fokus pada Teori Kekayaan Media (Media Richness Theory) dari Richard Daft dan Robert Lengel. Teori ini digunakan untuk melihat sejauh mana media podcast mampu mengurangi ketidakpastian dan ambiguitas dalam pesan kesehatan melalui empat elemen utama, yaitu variasi bahasa, fokus personal, isyarat komunikasi seperti intonasi dan emosi, serta kecepatan umpan balik. Dengan kekayaan media tersebut, informasi kesehatan mental yang kompleks diharapkan dapat dipahami dengan baik dan diinternalisasi oleh khalayak sebagai panduan praktis dalam kehidupan profesional mereka. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme sosial dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian naratif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan utama dari kalangan Generasi Z usia 21-25 tahun, seorang pekerja dalam company atau perusahaan, memahami isu kesehatan mental dan work life balance. Satu informan ahli sebagai triangulator yaitu dosen Psikologis Universitas Negeri Jakarta. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dipastikan melalui teknik triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast Merry Riana berperan sebagai saluran komunikasi kesehatan yang efektif karena narasi yang disampaikan mampu menciptakan kedekatan emosional dan memberikan validasi sosial bagi pendengar. Informan memaknai pesan tersebut sebagai bentuk "komunikasi terapeutik" yang memicu evaluasi diri terhadap kesehatan mental mereka. Dalam perspektif komunikasi kesehatan, podcast ini berhasil mentransformasi informasi medis atau psikologis yang kaku menjadi percakapan naratif yang lebih ringan melalui gaya bercerita (storytelling) dan diskusi santai sehingga lebih mudah diterima oleh audiens. Para informan menunjukkan kemampuan menyaring informasi secara reflektif; mereka cenderung tidak menerima narasi produktivitas berlebihan (workaholic) dan lebih memilih menerapkan strategi koping sederhana yang bersifat personal, seperti mengambil waktu istirahat singkat atau melakukan aktivitas rekreatif ringan guna menjaga kestabilan emosi di tengah tuntutan pekerjaan. Selain itu, konten tersebut berfungsi sebagai pemicu kognitif yang mendorong perubahan kesadaran individu menjadi praktik sosial di lingkungan kerja, ditandai dengan berkembangnya budaya berbagi serta diskusi terbuka antar rekan kerja mengenai isu burnout yang sebelumnya kerap dianggap sensitif atau kurang mendapat perhatian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi kesehatan melalui media digital mampu mendorong perubahan perilaku sehat, seperti keberanian menetapkan batasan kerja (boundaries) dan melakukan upaya preventif terhadap burnout. Selain itu, pesan dalam podcast ini berhasil menumbuhkan budaya kepedulian antarsesama rekan kerja terkait kesejahteraan mental. Saran penelitian bagi praktisi komunikasi kesehatan adalah untuk terus memanfaatkan media naratif dalam mengedukasi isu sensitif, serta bagi peneliti selanjutnya agar memperluas cakupan latar belakang informan. ***** This research is motivated by mental health issues, particularly burnout conditions and Work-Life Balance challenges that are increasingly crucial among Generation Z in the professional workplace. In health communication studies, the use of new media such as podcasts has become a vital medium for disseminating health information in a more personal and profound manner, as demonstrated by the Merry Riana channel in the episode "Wanda Ponika's Straight Talk on Gen Z Mentality and Work-Life Balance." The objective of this research is to analyze how mental health communication messages regarding burnout are delivered through podcasts and how these messages are interpreted by Generation Z listeners. This research is grounded in Health Communication Theory, focusing on the Media Richness Theory by Richard Daft and Robert Lengel. This theory is utilized to examine the extent to which podcasts can reduce uncertainty and ambiguity in health messages through four main elements: language variety, personal focus, communication cues such as intonation and emotion, and feedback speed. With such media richness, complex mental health information is expected to be well-understood and internalized by the audience as a practical guide in their professional lives. This study adopts a social constructivism paradigm with a qualitative approach and narrative research design. Data were collected through in-depth interviews with four primary informants from Generation Z (aged 21–25), all of whom are corporate employees with an understanding of mental health and work-life balance. To ensure data validity, a psychology lecturer from the State University of Jakarta was involved as an expert informant for triangulation. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, which encompasses data condensation, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the findings was maintained through source triangulation techniques. The results indicate that the Merry Riana podcast serves as an effective health communication channel because the narratives delivered can create emotional closeness and provide social validation for listeners. Informants interpreted these messages as a form of "therapeutic communication" that triggers self-evaluation regarding their mental health. From a health communication perspective, this podcast successfully transformed rigid medical or psychological information into lighter narrative conversations through storytelling and casual discussion, making it more accessible to the audience. Informants demonstrated the ability to filter information reflectively; they tended to reject excessive productivity narratives (workaholism) and preferred personal coping strategies, such as taking short breaks or engaging in light recreational activities to maintain emotional stability amidst work demands. Furthermore, the content functions as a cognitive trigger that shifts individual awareness into social practices in the workplace, marked by the development of a sharing culture and open discussions among colleagues regarding burnout issues, which were previously often considered sensitive or overlooked. The research findings indicate that health communication messages delivered via digital media are capable of driving healthy behavioral changes, such as the courage to establish work boundaries and implement preventive measures against burnout. Furthermore, the messages in this podcast successfully fostered a culture of mutual care among colleagues regarding mental well-being. This study suggests that health communication practitioners continue to utilize narrative media to educate on sensitive issues, while future researchers are encouraged to broaden the scope of informant backgrounds

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE VAKT DENGAN BANTUAN MEDIA FLASHCARD PADA PESERTA DIDIK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL SEDANG KELAS VI DI SLB NEGERI 11 JAKARTA: PENELITIAN TINDAKAN (ACTION RESEARCH)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan menggunakan metode VAKT dengan bantuan media flashcard pada peserta didik dengan hambatan intelektual sedang di kelas VI SLB Negeri 11 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan (action research) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan penelitian yang berasal dari wakil kepala bidang kurikulum dan guru kelas VI. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik meningkatkan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan asesmen kemampuan awal peserta didik, dilanjutkan penyusunan modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, dan media yang digunakan. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode VAKT dengan bantuan media flashcard secara bertahap, mulai dari pengenalan suku kata, penggabungan suku kata menjadi kata, hingga membaca kata sederhana berpola KV-KV. Evaluasi dilakukan pada akhir setiap siklus melalui tes lisan dan tes perbuatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode VAKT dengan bantuan media flashcard dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik dengan hambatan intelektual sedang di kelas VI SLB Negeri 11 Jakarta. /***** This study aims to improve early reading skills using the VAKT method with the aid of flashcards for students with moderate intellectual disabilities in Grade VI at SLB Negeri 11 Jakarta. This research employed a qualitative and quantitative approach with an action research design based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action implementation and observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interview, and documentation, with research informants including the vice principal for curriculum affairs and the Grade VI teacher. Data validity was ensured through persistent observation techniques. The results indicate that lesson planning began with an assessment of students’ initial abilities, followed by the development of a lesson plan containing learning objectives, activity steps, and media to be used. Learning was implemented gradually using the VAKT method with flashcards, starting from the introduction of syllables, combining syllables into words, and continuing to reading simple words with a CV-CV pattern. Evaluation was conducted at the end of each cycle through oral and performance tests. This study concludes that the application of the VAKT method with flashcard media can improve early reading skills of students with moderate intellectual disabilities in Grade VI at SLB Negeri 11 Jakarta

    PENGEMBANGAN APLIKASI PRESENSI MENGGUNAKAN QUICK RESPONSE CODE BERBASIS APPSHEET PADA PT XYZ

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi presensi digital berbasis AppSheet dengan pemanfaatan Quick Response (QR) Code sebagai solusi pencatatan kehadiran karyawan di PT XYZ. Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh sistem presensi yang masih bersifat manual dan mengandalkan pemantauan CCTV, sehingga dinilai kurang efisien, tidak akurat, serta menyulitkan proses rekapitulasi kehadiran dan lembur karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner pra riset, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi presensi digital berbasis AppSheet yang dikembangkan mampu mencatat kehadiran karyawan secara real time, otomatis, dan terintegrasi dengan database berbasis cloud. Aplikasi ini juga mempermudah proses monitoring kehadiran oleh admin serta meningkatkan kerapihan dan akurasi data presensi. Berdasarkan hasil uji coba terbatas, sistem presensi digital dinilai layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan efisiensi administrasi kehadiran karyawan di PT XYZ. Kata kunci: AppSheet, QR Code, Presensi Digital, Presensi Karyawan, Pengembangan Aplikasi. ***** This study aims to develop a digital attendance application based on AppSheet using Quick Response (QR) Code as a solution for recording employee attendance at PT XYZ. The development of this application is motivated by the fact that the attendance system is still manual and relies on CCTV monitoring, which is considered inefficient, inaccurate, and difficult to use for recapitulating employee attendance and overtime. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, pre research questionnaires, and documentation studies. The results showed that the AppSheet based digital attendance application developed was capable of recording employee attendance in real time, automatically, and integrated with a cloud based database. This application also facilitated the attendance monitoring process by administrators and improved the neatness and accuracy of attendance data. Based on limited trials, the digital attendance system was deemed feasible and effective in improving the efficiency of employee attendance administration at PT XYZ. Keywords: AppSheet, QR Code, Digital Attendance System, Employee Attendance, Application Development

    HUBUNGAN ANTARA SISTEM ZONASI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 21 JAKARTA

    Full text link
    Muhammad Akmal Azzam Sahak, Hubungan Antara Sistem Zonasi Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 21 Jakarta, Skripsi, Jakarta: Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Sistem Zonasi (X) dengan Motivasi Belajar Siswa (Y) pada peserta didik kelas X SMAN 21 Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai berpotensi memengaruhi motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 252 siswa kelas X, dengan 35% atau sebanyak 89 siswa diterima melalui jalur zonasi. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 73 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–5 yang terdiri atas 16 butir pernyataan variabel sistem zonasi dan 24 butir pernyataan variabel motivasi belajar, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji linearitas menunjukkan bahwa hubungan antara variabel X dan Y bersifat linear dengan nilai Sig. Deviation from Linearity sebesar 0,779 (>0,05). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara sistem zonasi dan motivasi belajar dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,361, yang tergolong dalam kategori hubungan rendah. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (≤0,05) dengan begitu dapat disimpulkan sistem zonasi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁ ) diterima dan hipotesis nol (H₀ ) ditolak. Kata kunci: Sistem Zonasi, Motivasi Belajar, Siswa Kelas X, SMAN 21 Jakarta. Muhammad Akmal Azzam Sahak. The Relationship Between the Zoning System and Learning Motivation of Tenth-Grade Students at SMAN 21 Jakarta. Thesis. Jakarta: Civic Education, Faculty of Social Sciences and Law, State University of Jakarta This study aims to examine the relationship between the Zoning System (X) and Students’ Learning Motivation (Y) among tenth-grade students at SMAN 21 Jakarta. The background of this study is based on the implementation of the zoning policy in the New Student Admission System (PPDB), which is considered to have the potential to influence students’ learning motivation. This research employs a quantitative approach with an associative research design. The research population consisted of 252 tenth-grade students, of whom 35% or 89 students were admitted through the zoning pathway. The sample size was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 73 students as research respondents. The research instrument was a questionnaire using a 1–5 Likert scale, consisting of 16 items measuring the zoning system variable and 24 items measuring the learning motivation variable, all of which had passed validity and reliability testing. The linearity test indicated that the relationship between variables X and Y was linear, as shown by the Sig. Deviation from Linearity value of 0.779 (>0.05). Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test and simple linear regression analysis. The correlation test results revealed a positive relationship between the zoning system and students’ learning motivation, with a correlation coefficient (r) of 0.361, which falls into the low correlation category. The regression analysis showed a significance value of 0.002 (≤0.05), indicating that the zoning system has an effect on students’ learning motivation. Therefore, the alternative hypothesis (H₁ ) is accepted, while the null hypothesis (H₀ ) is rejected. Keywords: Zoning System, Learning Motivation, Grade X Students, SMAN 21 Jakarta

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇