Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    PERBANDINGAN LATIHAN DI DINDING DAN MEDIA MODIFIKASI NET TERTUTUP TERHADAP KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peningkatan hasil passingbawah bolavoli melalui latihan di dinding, 2) peningkatan hasil passingbawah bolavoli melalui media modifikasi net tertutup, 3) perbandingan latihan di dinding dan media modifikasi net tertutup terhadap keterampilan passingbawah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian menggunakan two groups “pretest and post test design”. Subyek penelitian ini adalah atlet bolavoli eskstrakulikuler SMAN 98 Jakarta sebanyak 30 diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumupulan data dilakukan dengan menggunakan tes keterampilan passingbawah individu ke dinding yang diberikan target dalam waktu dua kali 20 detik dan diambil pada hasil yang terbaik. Analisa data dilakukan dengan menggunakan “uji t” dependent dan independent dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian: 1) latihan menggunakan media dinding, memperoleh t hitung 3,55 lebih besar dari t table 2,14, maka diartikan Ho ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat peningkatan, 2) latihan menggunakan media modifikasi net tertutup, diperoleh t hitung 8,82 lebih besar dari t table 2,14 maka Ho ditolak dan H1 diterim, artinya terdapat peningkatan yang signifikan, 3) membandingkan hasil tes akhir dari kedua metode latihan tersebut diperoleh hasil t hitung 2,73 lebih besar dari t table 2,048 artinya terdapat perbedaan signifikan media dinding dengan rata-rata 17,46 dan hasil media modifikasi net tertutup dengan rata-rata 19,4. Kata Kunci : Passingbawah bolavoli, media dinding, modifikasi net tertutup ***** This study aims to determine: 1) the improvement of underhand volleyball passingskills through wall training, 2) the improvement of underhand volleyball passingskills through training using a modified closed net, and 3) a comparison between wall training and modified closed net training on underhand passingskills. This research uses an experimental method with a two groups pretest and posttest design. The subjects of this study were 30 volleyball extracurricular athletes from SMAN 98 Jakarta, selected using purposive sampling technique. Data collection was carried out using an individual underhand passingskill test against a wall with a target, conducted within two rounds of 20 seconds, and the best result was taken. Data analysis was performed using dependent and independent t-tests with a significance level of 0.05. The results of the study showed that: 1) training using a wall media obtained a t-count of 3.55, which is greater than the t-table value of 2.14, thus Ho is rejected and H1 is accepted, meaning there was a significant improvement; 2) training using a modified closed net obtained a t-count of 8.82, which is greater than the t-table value of 2.14, thus Ho is rejected and H1 is accepted, meaning there was a significant improvement; 3) comparing the final test results of both training methods, a t-count of 2.73 was obtained, which is greater than the t-table value of 2.048, meaning there is a significant difference between wall training (average = 17.46) and modified closed net training (average = 19.4). Keywords: volleyball underhand passing, wall media, modified closed ne

    HUBUNGAN ANTARA MATERI KEBENCANAAN DENGAN PENGETAHUAN BENCANA BANJIR SISWA DI SD NEGERI 03 LEUWINUTUG CITEUREUP BOGOR

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian yang mencari tahu hubungan antara materi kebencanaan dengan pengetahuan bencana banjir siswa, yang diujikan kepada populasi fase C dalam hal ini peserta didik kelas V dan VI di SD Negeri 03 Leuwinutug, kecamatan Citeureup, kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, dengan jumlah total populasi sebanyak 143 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif dari adanya materi kebencanaan dengan pengetahuan bencana banjir siswa, dengan arti bahwa materi kebencanaan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang bencana banjir dan mitigasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji-t, pengujian hipotesis satu arah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode quasi eksperimen design jenis one group pre-test post-test design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner dan memanfaatkan 16 responden yang diambil dari total populasi dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif antara materi kebencanaan dengan pengetahuan bencana banjir siswa, dalam hal ini materi kebencanaan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bencana banjir. Penelitian ini mendapatkan respon yang positif dari warga sekolah baik dalam kalangan pengajar maupun peserta didik, sebab sebelumnya peserta didik belum dibekali pemahaman dasar terkait kebencanaan dan potensinya serta kesiapsiagaan dalam memitigasi bencana, baik mitigasi pra, saat, dan pasca bencana. Maka dari adanya penelitian ini, diharapakan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan serta dapat memberikan perhatian bagi pihak pengambil kebijakan dan pihak penyelenggara pendidikan untuk membekali pemahaman dasar kebencanaan pada peserta didik dengan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dan sesuai dengan karakteristik wilayah sekitar. ***** This This study seeks to determine the relationship between disaster education materials and students' knowledge of flooding, tested on phase C population, in this case fifth and sixth grade students at SD Negeri 03 Leuwinutug, Citeureup subdistrict, Bogor district, West Java province, with a total population of 143 students. The purpose of this study was to determine whether there was a positive relationship between disaster education materials and students' knowledge of flood disasters, meaning that disaster education materials could increase students' knowledge of flood disasters and their mitigation. This study used a quantitative approach with descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis through a one-tailed t-test. The research method used was a quasi-experimental design of the one-group pre-test post-test type. Data collection was carried out using a questionnaire method and utilised 16 respondents taken from the total population using a simple random sampling method. The results of the study showed that there was a positive correlation between disaster material and students' knowledge of flood disasters, in that disaster material had a significant effect on increasing students' knowledge about flood disasters. This study received positive responses from the school community, both teachers and students, because previously students had not been equipped with a basic understanding of disasters and their potential, as well as preparedness in mitigating disasters, both before, during, and after a disaster. Therefore, it is hoped that this study can be used as a consideration and can draw the attention of policy makers and education providers to equip students with a basic understanding of disasters through integrated learning tools that are appropriate to the characteristics of the surrounding area

    PENERAPAN TEKNIK MONUMENTAL TEKSTIL SEBAGAI MEDIA INTERVENSI BAGI ANAK GANGGUAN SENSORIK TAKTIL

    No full text
    Anak dengan gangguan sensorik taktil khususnya Autuism Spectrum Disorder (ASD), sering kali menghadapi tantangan dalam memproses rangsangan sentuhan, hal ini mempengaruhi kegiatan sehari-hari mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan teknik monumental tekstil sebagai sarana intervensi taktil dalam bentuk sarung botol minum adaptif. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada ASD yang mengalami gangguan sensorik taktil di Bloom Child Development Center. Produk ini dikembangkan dengan memperhatikan prinsip integrasi sensorik, mencangkup sub-sub factor respons terhadap sentuhan, dan respons adaptif (penyesuaian), serta prinsip ergonomic, mencangkup sub-sub faktor kegunaan, kenyamanan, keluwesan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan terapis dan orang tua/wali terhadap reaksi sensori anak saat menggunakan produk, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan dapat membuktikan bahwa sarung botol minum yang adaptif, didasarkan pada teknik monumental tekstil, dapat berperan sebagai media intervensi taktil yang memberikan rangsangan sensorik positif, membantu dalam pengaturan respons taktil anak, serta mendukung pelaksanaan aktivitas fungsional harian dengan mandiri. ***** Children with tactile sensory disorders, particularly Autism Spectrum Disorder (ASD), often face challenges in processing tactile stimuli, and this affects their daily activities. This study aims to use monumental textile techniques as a means of tactile intervention in the form of an adaptive water bottle sleeve. The method applied is descriptive qualitative with a case study approach on ASD with tactile sensory disorders at Bloom Child Development Center. The product is developed by considering sensory integration principles, including sub-factors of response to touch and adaptive response (adjustment), as well as ergonomic principles, including sub-factors of usability, comfort, and flexibility. Data are collected through observation, interviews with therapists and parents/guardians regarding the child's sensory reactions when using the product, and documentation. The results of the study are expected to prove that the adaptive water bottle sleeve, based on monumental textile techniques, can function as a tactile intervention medium that provides positive sensory stimulation, helps regulate the child's tactile responses, and supports the implementation of independent daily functional activities

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL BADUY BANTEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menilai kelayakan, serta menguji efektivitas modul pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar berbasis kearifan lokal Baduy Banten dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Integrasi nilai-nilai budaya Baduy, seperti kesederhanaan, kejujuran, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap alam, dipandang sebagai pendekatan kontekstual yang mampu memperkuat literasi membaca sekaligus menanamkan karakter dan identitas budaya peserta didik sekolah dasar di tengah tantangan globalisasi dan rendahnya capaian membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes kemampuan membaca pemahaman (pretest dan posttest) pada peserta didik kelas V SDN Bojongmenteng 2. Uji kelayakan modul dilakukan melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain grafis, sedangkan uji efektivitas dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat perbedaan kemampuan membaca pemahaman sebelum dan sesudah penggunaan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Baduy Banten berada pada kategori sangat layak menjadi sumber belajar penunjang berdasarkan penilaian para ahli dan respon positif dari guru serta peserta didik. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca pemahaman peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran pada aspek membaca pemahaman literal. Modul juga terbukti meningkatkan keterlibatan belajar, serta kemampuan peserta didik dalam mengaitkan isi bacaan dengan pengalaman sosial dan budaya di lingkungan sekitarnya. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan modul pembelajaran membaca pemahaman yang secara sistematis dan autentik mengintegrasikan kearifan lokal budaya Baduy Banten ke dalam materi Bahasa Indonesia sekolah dasar. Penelitian ini tidak hanya menempatkan budaya lokal sebagai konteks pendukung, tetapi sebagai inti pengembangan konten bacaan, aktivitas literasi, dan asesmen membaca pemahaman. Pendekatan ini memperkaya kajian literasi berbasis budaya dengan memadukan dimensi pedagogis, kultural, dan karakter secara holistik, serta menghadirkan model pengembangan modul pembelajaran yang dapat direplikasi pada komunitas adat dan budaya lokal lainnya. ***** This study aims to develop, assess the feasibility, and test the effectiveness of an Indonesian language learning module for elementary schools based on the local wisdom of the Baduy of Banten in improving students' reading comprehension skills. The integration of Baduy cultural values, such as simplicity, honesty, mutual cooperation, discipline, and concern for nature, is seen as a contextual approach that can strengthen reading literacy while instilling character and cultural identity in elementary school students amidst the challenges of globalization and low reading comprehension achievements. This study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and reading comprehension ability tests (pretest and posttest) on fifth-grade students of SDN Bojongmenteng 2. The module feasibility test was carried out through validation by material experts, language experts, and graphic design experts, while the effectiveness test was analyzed using descriptive and inferential statistics to see the difference in reading comprehension ability before and after using the module. The results of the study indicate that the Indonesian language learning module based on the local wisdom of the Baduy of Banten is categorized as very suitable as a supporting learning resource based on expert assessments and positive responses from teachers and students. The effectiveness test results showed a significant increase in students' reading comprehension skills after using the learning module in the aspect of literal reading comprehension. The module was also proven to increase learning engagement, as well as students' ability to connect reading content with social and cultural experiences in their surroundings. The novelty of this research lies in the development of a reading comprehension learning module that systematically and authentically integrates the local wisdom of the Baduy Banten culture into elementary school Indonesian language materials. This research not only positions local culture as a supporting context, but also as the core of developing reading content, literacy activities, and reading comprehension assessments. This approach enriches culture-based literacy studies by holistically integrating pedagogical, cultural, and character dimensions, and presents a learning module development model that can be replicated in other indigenous and local cultural communities

    CITRA ORGANISASI DIVISI HUMAS DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI MENGENAI CHATBOT BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mendorong transformasi pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Direktorat Jenderal Imigrasi memanfaatkan Chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi layanan informasi kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berdampak pada efektivitas pelayanan, tetapi juga berpengaruh terhadap pembentukan citra organisasi di mata publik. Penelitian ini menggunakan kerangka teori citra organisasi yang mencakup dimensi sikap dan perilaku, dinamisme, kerja sama, reliabilitas, etika, dan keberhasilan. Kajian pustaka didukung oleh teori Public Relations dan komunikasi organisasi untuk memperkuat analisis hubungan antara teknologi pelayanan dan persepsi publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tiga pengguna aktif Chatbot, satu informan kunci dari internal Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, serta satu triangulator dari lembaga eksternal. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, open coding, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chatbot berbasis AI mampu meningkatkan kemudahan akses informasi, mempercepat respons layanan, serta membangun citra organisasi yang profesional dan modern. Chatbot juga dinilai memperkuat hubungan antara organisasi dan masyarakat melalui komunikasi yang lebih efektif serta mencerminkan kesiapan institusi dalam mengadopsi inovasi digital, meskipun masih terdapat tantangan terkait pengembangan fitur dan pemahaman variasi bahasa pengguna. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini Chatbot berbasis AI berperan signifikan dalam memperkuat citra organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai lembaga publik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan. ***** This study is motivated by the development of digital technology, which has driven the transformation of public services to become faster, more transparent, and more accessible. The Directorate General of Immigration utilizes an Artificial Intelligence (AI)-based Chatbot as an innovation in providing information services to the public. The use of this technology not only affects service effectiveness but also influences the formation of the organization’s image in the public sphere. This research employs an organizational image theoretical framework that includes the dimensions of attitude and behavior, dynamism, cooperation, reliability, ethics, and successfulness. The literature review is supported by Public Relations theory and organizational communication concepts to strengthen the analysis of the relationship between service technology and public perception. The research uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving three active Chatbot users, one key informant from the internal Public Relations Division of the Directorate General of Immigration, and one triangulator from an external institution. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, open coding, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of an AI-based Chatbot enhances ease of access to information, accelerates service responses, and builds a professional and modern organizational image. The Chatbot is also perceived to strengthen the relationship between the organization and the public through more effective communication and to reflect the institution’s readiness to adopt digital innovation, although challenges remain regarding feature development and users’ language variations. The conclusion of this study is that the AI-based Chatbot plays a significant role in strengthening the organizational image of the Directorate General of Immigration as an adaptive, innovative public institution oriented toward service quality

    MANTRA DEBUS: PERTUNJUKAN TRADISI DAN IDENTITAS KEISLAMAN BUDAYA BANTEN

    Full text link
    Masyarakat Banten saat ini cenderung lebih memilih kesenian yang populer, seperti musik dangdut yang sering ditampilkan dalam acara pesta pernikahan, sehingga kesenian debus tidak lagi dianggap sebagai hiburan yang diminati. Selain itu, pemain debus masa kini lebih banyak melakukan ritual mistis, seperti membaca mantra dan menjalankan ritual di tempat-tempat tertentu, dibandingkan dengan praktik keagamaan seperti berdzikir, bershalawat, dan berpuasa sebelum pertunjukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji mantra debus sebagai bagian dari tradisi pertunjukan dan representasi identitas keislaman pada budaya Banten. Metode yang digunakan adalah etnografi komunikasi dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan wawancara langsung dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra yang digunakan dalam pertunjukan debus memiliki makna sebagai untaian doa yang berfungsi melindungi para pemain dari marabahaya. Pada debus yang beraliran tarekat Qadiriyah Rifa’iyah, ritual pertunjukan masih menekankan nilai-nilai keislaman, seperti praktik tawasul melalui pembacaan shalawat dan zikir yang dilakukan di panggung atau kalang. Sebaliknya, debus beraliran Jangjawokan menunjukkan ritual yang lebih sarat dengan unsur mistik. Meskipun demikian, nilai-nilai keislaman tetap ada sebagai representasi pada mantra yang digunakan sebagai sarana perlindungan diri, baik saat pertunjukan maupun dalam ritual ziarah kasepuhan debus. Mantra debus juga berfungsi menanamkan nilai keberanian, kekuatan spiritual, dan ketahanan fisik bagi para pemain. Berkaitan dengan perspektif mantra debus dapat dipahami sebagai ekspresi simbolik dari nilai keberanian, religiusitas, dan identitas masyarakat Banten. Upaya revitalisasi mantra dapat dilakukan melalui duplikasi kitab debus, pembuatan film dokumenter sebagai media promosi seni pertunjukan debus khas Banten, serta pengembangan cinderamata bertema debus untuk mendukung industri kreatif lokal. Bantenese people today tend to prefer popular arts, such as dangdut music, which is often performed at weddings, so that debus is no longer considered a popular form of entertainment. Furthermore, today’s debus performers engage in more mystical rituals, such as reciting mantras and performing rituals in specific locations, rather than religious practices such as dhikr (remembrance of God), salawat (prayer), and fasting before performances. This study aims to examine debus mantras as part of the performance tradition and a representation of Islamic identity in Bantenese culture. The method used is communication ethnography, with data collection through observation, recording, and direct interviews with informants. The results show that the mantras used in debus performances have meaning as a series of prayers that function to protect the performers from danger. In the Debus from the Qadiriyah Rifa’iyah sect, performance rituals still emphasize Islamic values, such as the practice of tawasul (religious prayer) through reciting salawat (prayer) and dhikr (spiritual remembrance) performed on stage or in a kalang (a place). In contrast, debus from the Jangjawokan style exhibit rituals more imbued with mystical elements. Nevertheless, Islamic values remain represented in mantras used for self-protection, both during performances and in the debus elder pilgrimage rituals. Debus mantras also serve to instill values of courage, spiritual strength, and physical endurance in the performers. From a perspective, debus mantras can be understood as symbolic expressions of the Bantenese people’s values of courage, religiosity, and identity. Efforts to revitalize the mantras can be carried out through the duplication of debus books, the production of documentary films as a promotional medium for Banten’s distinctive debus performing arts, and the development of debus-themed souvenirs to support the local creative industry

    PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT INSTAGRAM BAGI SELF-PRESENTATION MAHASISWA FISH UNJ

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mahasiswa FISH UNJ menggunakan second account Instagram serta bagaimana mereka menampilkan diri di second account Instagram dalam melakukan self-presentation. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif FISH UNJ berjumlah 98 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan kriteria responden yaitu mahasiswa FISH UNJ yang memiliki dan menggunakan second account Instagram minimal lima kali dalam seminggu. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account Instagram digunakan sebagai media self-presentation yang lebih privat dan bebas dibandingkan akun utama. Presentasi diri pada second account dipengaruhi oleh empat aspek, yaitu diri Ideal Self, Multiple Self, Consistent Self, dan Online Presentation Preference. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan second account Instagram berfungsi sebagai sarana manajemen identitas, di mana terdapat pemisahan identitas antara citra profesional dan ekspresi sisi personal. Second account menjadi ruang yang memungkinkan mahasiswa menampilkan diri secara lebih jujur dan apa adanya kepada audiens tertentu. ***** This study aims to find out the reasons why FISH UNJ students use a second Instagram account and how they present themselves on the second Instagram account in performing self-presentation. This research is descriptive with a quantitative method. The sample in this study consisted of 98 active FISH UNJ students. Data were collected through questionnaires and interviews with the criteria that respondents were FISH UNJ students who have and use a second Instagram account at least five times a week. The research instrument used a Likert scale. This results show that a second Instagram account is used as a medium for self-presentation that is more private and free compared to the main account. Self-presentation on a second account is influenced by four aspects: the Ideal Self, Multiple Self, Consistent Self, and Online Presentation Preference. This study indicates that the use of a second Instagram account functions as a means of identity management, where there is a separation of identity between a professional image and personal expression. The second account becomes a space that allows students to present themselves more honestly and authentically to a specific audience

    PENGARUH KAMPANYE #KALAUDONTKNOWKASIHNO TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT INDONESIA MENGENAI MODUS PENIPUAN DI ERA MODERN (STUDI KUANTITATIF PADA LIKERS INSTAGRAM @GOODLIFEBCA DALAM UNGGAHAN REELS KOLABORASI BANK BCA DENGAN AGAK LAEN TANGGAL 6 DESEMBER 2024)

    Full text link
    Firly Amar Nashwa (1410621005), Pengaruh Kampanye #KalauDontKnowKasihNo Terhadap Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai Modus Penipuan Di Era Modern (Studi Kuantitatif Pada Likers Instagram @Goodlifebca Dalam Unggahan Reels Kolaborasi Bank Bca Dengan Agak Laen Tanggal 6 Desember 2024). Skripsi. 221 Halaman; 19 Buku, 2014-2021; 30 Jurnal, 2020-2025; 4 Situs, 2021- 2024. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penipuan digital di Indonesia seiring dengan perkembangan media sosial. Melalui kampanye #KalauDontKnowKasihNo, Bank BCA berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi di dunia maya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kampanye #KalauDontKnowKasihNo terhadap persepsi masyarakat Indonesia mengenai modus penipuan di era modern. Penelitian ini menggunakan teori Expectancy Value Theory (EVT) sebagai landasan untuk menjelaskan bahwa sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh harapan (expectancy) terhadap hasil dari suatu tindakan serta nilai (value) yang diberikan pada hasil tersebut. Terdapat dua variabel utama dalam teori ini, yaitu valensi yang mengacu pada apakah informasi mendukung atau membantah keyakinan dan bobot yang merupakan fungsi dari kredibilitas. Variabel penelitian ini adalah variabel kampanye sebagai variabel independen dan variabel persepsi sebagai variabel dependen. Jenis penelitian ini adalah eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified sampling dengan menyebarkan survei berupa kuesioner. Jumlah responden sebanyak 100 yang merupakan followers dan likers unggahan reels Instagram @goodlifebca tanggal 6 Desember 2024 kolaborasi Bank BCA dan Agak Laen. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji univariatee dan bivariate yang terdiri dari uji normalitas, linearitas, dan uji regresi linear sederhana, uji hipotesis, dan uji koefisein determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye #KalauDontKnowKasihNo berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi masyarakat Indonesia mengenai modus penipuan di era modern. Pesan yang disampaikan melalui kampanye ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, serta kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda penipuan digital. Nilai koefisien determinasi menunjukkan kontribusi yang kuat antara variabel kampanye terhadap variabel persepsi. Kesimpulannya, kampanye #KalauDontKnowKasihNo efektif dalam membentuk persepsi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan digital. Strategi pesan yang persuasif, kolaborasi dengan tokoh populer, serta penggunaan media sosial yang interaktif menjadikan kampanye ini berhasil menjangkau audiens secara luas dan berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia. Kata kunci: Media sosial, Instagram, Kampanye, Persepsi, Modus Penipuan. ***** Firly Amar Nashwa (1410621005), The Influence of the #KalauDontKnowKasihNo Campaign on the Perception of Indonesian Society Regarding Fraud Schemes in the Modern Era (A Quantitative Study on Likers of Instagram @Goodlifebca in the Reels Post Collaboration Between Bank BCA and Agak Laen on December 6, 2024). Thesis. 221 Pages; 19 Books, 2014–2021; 31 Journals, 2016– 2025; 4 Websites, 2021–2024. Communication Science Study Program, Faculty of Social Sciences and Law, Universitas Negeri Jakarta, 2026. This research is motivated by the rise in digital fraud cases in Indonesia along with the development of social media. Through the #KalauDontKnowKasihNo campaign, Bank BCA seeks to educate the public to be more vigilant against various fraud methods that are prevalent in cyberspace. The purpose of this study is to determine the effect of the #KalauDontKnowKasihNo campaign on Indonesian public perceptions of fraud methods in the modern era. This study employs the Expectancy Value Theory (EVT) as the theoretical foundation to explain that an individual’s attitudes and behavior are influenced by their expectancy regarding the outcomes of an action and the value they assign to those outcomes. There are two main variables in this theory: valence, which refers to whether the information supports or contradicts one’s beliefs, and weight, which functions as a measure of credibility. The variables used in this study are the campaign variable as the independent variable and the perception variable as the dependent variable. This study is explanatory in nature, employing a quantitative approach. The sampling technique used is stratified sampling, with data collected through a survey questionnaire. The total of 100 respondents are followers and likers of the Instagram reels post by @goodlifebca on December 6, 2024, which is a collaboration between Bank BCA and Agak Laen. The collected data were analyzed using univariate and bivariate tests, including normality, linearity, simple linear regression, hypothesis testing, and the coefficient of determination test. The results show that the #KalauDontKnowKasihNo campaign has a positive and significant influence on Indonesian society’s perception of fraud schemes in the modern era. The messages conveyed through the campaign have proven effective in increasing awareness, vigilance, and the ability to recognize signs of digital fraud. The coefficient of determination value indicates a strong contribution between the campaign variable and the perception variable. In conclusion, the #KalauDontKnowKasihNo campaign is effective in shaping public perception regarding the importance of awareness toward digital fraud schemes. The persuasive message strategy, collaboration with popular figures, and the interactive use of social media make this campaign successful in reaching a wide audience and having a positive impact on improving digital literacy among the Indonesian public. Keywords: Media Social, Instagram, Campaign, Perception, fraud mode

    PENGARUH LITERASI PANGAN HALAL TERHADAP STRATEGI ADAPTASI PEMENUHAN PANGAN HALAL PADA KELUARGA MIGRAN INDONESIA DI JEPANG

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan pangan halal di kalangan keluarga migran Indonesia di Jepang yang menghadapi keterbatasan akses terhadap produk halal, khususnya di wilayah Toyota, Prefektur Aichi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi pangan halal terhadap strategi adaptasi pemenuhan pangan halal pada keluarga migran Indonesia di Jepang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Variabel literasi pangan halal meliputi dimensi pengetahuan halal, kesadaran halal, keyakinan halal, dan kepercayaan terhadap label halal. Sedangkan strategi adaptasi pemenuhan pangan halal mencakup dimensi konformitas, inovasi, budaya, dan eksternalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi pangan halal dan strategi adaptasi pemenuhan pangan halal berada pada kategori sedang sebesar 66,67% untuk strategi adaptasi dan literasi pangan halal sebesar 62,5% , dengan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel tersebut. Analisis regresi non-parametrik curva estimation model cubic menunjukkan bahwa peningkatan literasi pangan halal berkontribusi pada peningkatan strategi adaptasi pemenuhan pangan halal pada keluarga migran Indonesia di Jepang. /***** This study was motivated by the increasing demand for halal food among Indonesian migrant families in Japan who face limited access to halal products, especially in the Toyota area of Aichi Prefecture. This study aims to analyze the influence of halal food literacy on halal food fulfillment adaptation strategies among Indonesian migrant families in Japan. The research method used a quantitative approach with a questionnaire distributed to 96 respondents. The halal food literacy variable included the dimensions of halal knowledge, halal awareness, halal belief, and trust in halal labels. Meanwhile, the halal food fulfillment adaptation strategy included the dimensions of conformity, innovation, culture, and externalities. The results showed that the level of halal food literacy and halal food fulfillment adaptation strategies were in the moderate category, at 66.67% for adaptation strategies and 62.5% for halal food literacy, with a strong positive relationship between the two variables. Non-parametric regression analysis using the cubic curve estimation model shows that an increase in halal food literacy contributes to an increase in halal food fulfillment adaptation strategies among Indonesian migrant families in Japan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK DIGITAL FOOD PLATING PADA MATA KULIAH SENI KULINER

    No full text
    Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa flipbook digital food plating pada mata kuliah Seni Kuliner. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan DDD-E (Decide, Design, Develop and Evaluate). Tahap Decide meliputi penentuan tujuan pembelajaran berdasarkan penentuan tema, identifikasi kemampuan prasyarat, serta penilaian sumber daya melalui penyebaran kuesioner analisis kebutuhan media dan pengumpulan informasi terkait kepemilikan serta intensitas penggunaan perangkat. Tahap Design mencakup penyusunan outline konten, flowchart, dan storyboard. Tahap Develop dilakukan dengan penyusunan materi, penyusunan gambar, desain visual, serta konversi media yang telah dibuat dari Canva ke Heyzine. Tahap Evaluate dilaksanakan melalui validasi ahli dan uji coba pengguna. Analisis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase hasil validasi dan uji coba, kemudian dikategorikan sesuai kriteria kelayakan media pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan kelayakan sangat tinggi: media 82%, bahasa 97%, materi 97%, dan desain instruksional 76%. Uji coba pengguna menunjukkan hasil positif sangat layak yaitu uji one-to-one 87,5%, small group 89%, field test 91,5%, dengan respon mahasiswa 91% sehingga memiliki kategori sangat kuat. Temuan ini menegaskan bahwa flipbook digital layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang efektif, menarik. ***** This research aims to develop and evaluate the feasibility of digital flipbook learning media for food plating in the Culinary Arts course. This study employs the Research and Development (R&D) method using the DDD-E development model (Decide, Design, Develop, and Evaluate). The Decide phase involves defining learning objectives, determining themes, identifying prerequisite skills, and assessing resources by distributing questionnaires for media needs analysis and gathering information regarding device ownership and usage intensity. The Design phase includes the preparation of content outlines, flowcharts, and storyboards. The Develop phase is conducted by compiling material, preparing image samples, creating visual designs, and converting the media from Canva to Heyzine. The Evaluate phase is carried out through expert validation and user trials. The research analysis uses a quantitative descriptive method by calculating the percentage of validation and trial results, which are then categorized according to learning media feasibility criteria. The validation results indicate a very high level of feasibility: media 82%, language 97%, material 97%, and instructional design 76%. User trials also showed very feasible positive results, with a one-to-one test score of 87.5%, small group test 89%, and field test 91.5%. Student response reached 91%, placing it in the "very strong" category. ini These findings confirm that the digital flipbook is feasible for use as an interactive learning medium that is effective, engaging, and supports student understanding of food plating material

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇