39193 research outputs found
Sort by
PROFIL KONDISI FISIK ATLET ATLETIK PPLM DKI JAKARTA 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet atletik Pusat Pendidikan dan
Latihan Mahasiswa (PPLM) DKI Jakarta tahun 2025. Penelitian menggunakan metode
deskriptif kuantitatif dengan subjek 12 atlet putra dan 6 atlet putri PPLM DKI Jakarta. Hasil
analisis menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet putra berada pada kategori sangat baik
sebesar 16,7%, baik 50,0%, cukup 33,3%, serta tidak terdapat atlet pada kategori kurang
dan sangat kurang. Sementara itu, kondisi fisik atlet putri berada pada kategori baik sebesar
50,0%, cukup 33,3%, kurang 16,7%, dan tidak terdapat atlet pada kategori sangat baik
maupun sangat kurang. Secara keseluruhan, mayoritas atlet putra dan putri PPLM DKI
Jakarta memiliki kondisi fisik pada kategori baik hingga cukup yang mendukung performa
atletik secara optimal, meskipun masih diperlukan perhatian khusus pada beberapa atlet
putri yang berada pada kategori kurang agar kondisi fisik dapat ditingkatkan secara merata.
****
This study aimed to determine the physical condition of athletes at the Student Education
and Training Center (PPLM) of DKI Jakarta in 2025. A descriptive quantitative method
was employed, involving12 male and 6 female athletics athletes as research subjects. The
results showed that the physical condition of male athletes was categorized as very good
(16.7%), good (50.0%), and moderate (33.3%), with no athletes classified as poor or very
poor. Meanwhile, the physical condition of female athletes was categorized as good
(50.0%), moderate (33.3%), and poor (16.7%), with no athletes classified as very good or
very poor. Overall, the majority of male and female athletes at PPLM DKI Jakarta
demonstrated physical conditions in the good to moderate categories, which support
optimal athletic performance. However, special attention is still needed for several female
athletes who fall into the poor category in certain physical components to ensure more
balanced physical development.
Keyword: Physical Condition, Athletics Athletes, PPLM DKI Jakarta 202
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN DI KOTA BEKASI TAHUN 2013-2023
Semakin bertambahnya penduduk pada suatu wilayah maka kebutuhan akan lahan juga semakin meningkat. Bekasi yang merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi di Jawa Barat menghadapi tekanan yang signifikan terhadap kebutuhan lahan sehingga memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan di Kota Bekasi pada tahun 2013-2023 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan meliputi data kependudukan Kota Bekasi tahun 2013-2023 dan data penggunaan lahan hasil interpretasi citra tahun 2013-2023. Analisis regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh variabel pertumbuhan penduduk terhadap variabel perubahan penggunaan lahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan lahan terbangun di Kota Bekasi sebesar 3.139,5 ha (14,73%) dari yang sebelumnya 15.207,4 ha (71,37%) pada tahun 2013 menjadi 18.346,9 ha (86,10%) pada tahun 2023 dengan hasil analisis regresi linear sederhana yang menunjukkan adanya pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan terbangun di Kota Bekasi sebesar 68,7%. Hasil uji hipotesis uji t didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05), sehingga dapat diasumsikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
*****
As the population in a region increases, the need for land also increases. Bekasi, the city with the highest population in West Java, faces significant pressure on land needs, thus triggering changes in land use from non-built-up land to built-up land. This study aims to determine the effect of population growth on changes in land use in Bekasi City in 2013-2023 using descriptive research methods and quantitative approaches. The data used include population data of Bekasi City in 2013-2023 and land use data from image interpretation in 2013-2023. A simple linear regression analysis was conducted to determine the relationship and influence of population growth variables on land use change variables. The results of this study indicate an increase in built-up land in Bekasi City by 3,139.5 ha (14.73%) from the previous 15,207.4 ha (71.37%) in 2013 to 18,346.9 ha (86.10%) in 2023 with the results of a simple linear regression analysis showing the influence of population growth on changes in built-up land use in Bekasi City by 68.7%. The results of the t-test hypothesis test obtained a significance value of 0.002 smaller than 0.05 (0.002 < 0.05), so it can be assumed that Ho is rejected and Ha is accepted
HUBUNGAN TEKANAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMK NEGERI 52 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan sosial teman sebaya dengan kenakalan remaja pada siswa SMK Negeri 52 Jakarta, serta memberikan gambaran mengenai peran lingkungan pertemanan dalam membentuk perilaku kenakalan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pernyataan yang disusun menggunakan skala Likert dengan instrumen berupa angket. Responden dalam penelitian ini merupakan siswa SMK Negeri 52 Jakarta kelas X, XI dan XII berjumlah 108 responden. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi non parametrik Spearman Rank mengingat data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji korelasi non parametrik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tekanan sosial teman sebaya dengan kenakalan remaja dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien korelasi Spearman (ρ) sebesar 0,753 menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori kuat dan bersifat positif. Nilai koefisien determinasi (ρ2) sebesar 0,567 dapat diartikan bahwa tekanan sosial teman sebaya memiliki konstribusi keterkaitan sebesar 56,7% terhadap variasi kenakalan remaja. Temuan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial teman sebaya berkaitan kuat dan bersifat positif dengan kenakalan remaja, di mana semakin tinggi tekanan sosial teman sebaya yang dirasakan remaja maka akan semakin tinggi kenakalan remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dan pihak terkait dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.
*****
This study aims to determine the relationship between peer social pressure and juvenile delinquency among students at SMK Negeri 52 Jakarta, as well as to provide an overview of the role of the peer environment in shaping juvenile delinquent behavior. This study uses a quantitative approach with a correlational method. Data collection techniques were carried out through statements compiled using a Likert scale with a questionnaire as the instrument. The respondents in this study were 108 students in grades X, XI, and XII at SMK Negeri 52 Jakarta. Hypothesis testing was conducted using Spearman's nonparametric correlation test, given that the research data did not meet the assumption of normality. The results of Spearman's nonparametric correlation test showed a statistically significant relationship between peer social pressure and juvenile delinquency, with a significance value of 0.000 < 0.05. The Spearman correlation coefficient (ρ) value of 0.753 indicates that the relationship between the two variables is strong and positive. The coefficient of determination (ρ2) value of 0.567 can be interpreted as peer social pressure contributing 56.7% to the variation in juvenile delinquency. The findings in this study indicate that peer social pressure is strongly and positively related to juvenile delinquency, whereby the higher the peer social pressure felt by adolescents, the higher the juvenile delinquency. The results of this study are expected to be taken into consideration by schools and related parties in their efforts to prevent juvenile delinquency
EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) JAKARTA TAHUN 2022
Penggunaan lahan yang sesuai dengan peraturan mengenai perencanaan ruang sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban di dalam suatu wilayah. Akan tetapi, masih ditemukan adanya penyimpangan yang terjadi di dalam implementasi dari penggunaan lahan di dalam suatu ruang. Penyimpangan tersebut terjadi sebagai akibat dari tingginya kebutuhan manusia akan lahan, yang juga didukung dengan padatnya jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah. Tingginya tingkat kebutuhan akan lahan juga akan menimbulkan permasalahan apabila ketersediaan aktual akan lahan sangat terbatas, terutama di wilayah perkotaan seperti di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan guna melakukan evaluasi mengenai apakah penggunaan lahan di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat sudah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta Tahun 2022. Untuk mengetahui hasil kesesuaian tersebut, dilakukan teknik pengolahan data berupa overlay terhadap dua peta, yaitu peta rencana pola ruang dan peta penggunaan lahan Kecamatan Kemayoran yang dilakukan di software ArcMap 10.8. Setelah hasil kesesuaian diperoleh melalui proses overlay, dilakukan uji validasi dengan menggunakan Matriks ITBX. Berdasarkan tahapan-tahapan pengolahan data dalam penelitian ini, diidentifikasikan bahwa 80,14% penggunaan lahan di Kecamatan Kemayoran termasuk ke dalam kategori sesuai, 16,42% penggunaan lahan belum sesuai, serta 3,43% penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta Tahun 2022. Penggunaan lahan yang memiliki keterangan belum sesuai dan tidak sesuai menunjukkan bahwa pemerintah perlu melakukan pengawasan dan peninjauan ulang secara berkala agar penggunaan lahan di Kecamatan Kemayoran sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta Tahun 2022.
*****
The land use that complies with spatial planning regulations is essential for maintaining order and sustainability within urban areas. However, deviations in land use implementation are still frequently observed, largely driven by increasing land demand and rapid population growth. These pressures are particularly evident in densely populated urban districts such as Kemayoran Subdistrict, Central Jakarta, where the availability of land is highly limited. This study aims to evaluate the conformity of actual land use in Kemayoran Subdistrict, Central Jakarta, with the 2022 Jakarta Detailed Spatial Plan (RDTR). The analysis was conducted through spatial data processing using an overlay technique between the planned spatial pattern map and the actual land use map of Kemayoran Subdistrict in ArcMap 10.8. Following the overlay process, the results were validated using the ITBX Matrix. The findings indicate that 80,14% of land use in Kemayoran Subdistrict is classified as conforming, 16.42% is categorized as partially conforming, and 3,43% is identified as non-conforming to the 2022 Jakarta Detailed Spatial Plan (RDTR). The presence of partially conforming and non-conforming land uses suggests the need for more consistent government monitoring and periodic policy review to ensure that land use practices in Kemayoran Subdistrict align with the established spatial planning framework
DETERMINAN NIAT PERILAKU MENGGUNAKAN LAYANAN BANK SYARIAH PADA GENERASI Z DI BANTEN: PERAN ISLAMIC FINANCIAL LITERACY SEBAGAI VARIABEL MODERATOR
Pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia belum diimbangi dengan tingkat adopsi yang tinggi di kalangan Generasi Z. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi pasar dan perilaku aktual terhadap layanan keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan niat perilaku menggunakan layanan digital bank syariah pada Generasi Z di Banten berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) serta menguji peran Islamic Financial Literacy sebagai variabel moderasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 619 responden Generasi Z di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, antara lain: Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy dan effort expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude. Kemudian social influence dan attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention, sementara performance expectancy, effort expectancy dan facilitating conditions tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Selain itu, facilitating conditions dan behavioral intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap use behavior. Islamic financial literacy terbukti memoderasi hubungan antara attitude dan behavioral intention, memperkuat niat penggunaan layanan bank syariah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah menjadi faktor kunci dalam mendorong adopsi layanan digital bank syariah di kalangan Generasi Z.
Kata Kunci: Generasi Z, niat perilaku, bank syariah, UTAUT, literasi keuangan syariah
The growth of the Islamic banking industry in Indonesia has not been accompanied by a high level of adoption among Generation Z. This phenomenon indicates a gap between market potential and actual behavioral engagement with Islamic financial services. This study aims to analyze the determinants of behavioral intention to use digital Islamic banking services among Generation Z in Banten, based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model, and to examine the moderating role of Islamic Financial Literacy. The study employs a quantitative approach using a survey of 619 Generation Z respondents across eight regencies/cities in Banten Province. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS 4. The results reveal that performance expectancy and effort expectancy have a positive and significant effect on attitude. Furthermore, social influence and attitude positively and significantly affect behavioral intention, while performance expectancy, effort expectancy, and facilitating conditions do not have a significant effect on behavioral intention. In addition, facilitating conditions and behavioral intention positively and significantly influence use behavior. Islamic financial literacy is found to significantly moderate the relationship between attitude and behavioral intention, thereby strengthening the intention to use Islamic banking services. These findings underscore that enhancing Islamic financial literacy is a key factor in promoting the adoption of digital Islamic banking services among Generation Z.
Keywords: Generation Z, behavioral intention, Islamic bank, UTAUT, Islamic financial literac
Timor Timur Menjadi Timor Leste: Dari Operasi Seroja sampai Referendum (1975-2002)
Penelitian ini mengkaji sejarah Timor Timur menjadi Timor Leste selama periode 1975 sampai 2002. Perubahan status Timor Timur menjadi negara merdeka Timor Leste merupakan salah satu konflik politik dan militer yang kompleks dalam sejarah Indonesia, melibatkan dinamika dekolonisasi Timor Portugis, kepentingan politik Indonesia selama masa Orde Baru, serta intervensi dari masyarakat internasional. Fokus penelitian diarahkan pada perubahan sosial dan dinamika politik, termasuk di dalamnya adalah konflik-konflik yang terjadi sepanjang perjalanan sejarah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan kualitatif. Data-data primer dikumpulkan melalui studi kepustakaan seperti laporan-laporan resmi PBB yang berkaitan dengan konflik di Timor Timur dan wawancara terhadap para veteran yang turut serta dalam operasi militer di Timor Timur. Adapun data-data sekunder didapat dari buku, artikel, jurnal, skripsi, dan tesis yang mendukung topik penulisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan deskriptif-naratif, yang terdiri atas penentan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Timor Timur disebabkan dari ketidakcakapan Portugis dalam menyelenggarakan upaya dekonolisasi sehingga konflik politik antar partai di Timor Portugis berkembang menjadi perang saudara. Operasi Seroja dan Integrasi Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kekhawatiran terhadap berkembangnya paham komunisme di perbatasan Indonesia dan pemgaruh geopolitik regional sebaai dampak dari Perang Dingin. Selama periode integrasi ini, banyak terjadi konflik bersenjata dan pelanggaran hak asasi manusia yang kemudian menarik perhatian dunia internasional. Referendum pada tahun 1999 menandai berakhirnya integrasi Indonesia di Timor Timur. Keterlibatan PBB melalui UNAMET dan UNTAET berperang penting dalam proses transisi Timor Timur menjadi negara merdeka yang diakui secara internasional. Kemerdekaan Timor Leste ini juga merupakan hasil dari usaha perjuangan tokoh-tokoh di Timor Timur dan perubahan politik Indonesia pasca Orde Baru.
*****
This research examines the history of East Timor's transition to Timor Leste from 1975 to 2002. The transition from East Timor to the independent state of Timor Leste was a complex political and military conflict in Indonesian history, involving the dynamics of decolonization of Portuguese Timor, Indonesian political interests during the New Order era, and intervention by the international community. The research focuses on social change and political dynamics, including the conflicts that occurred throughout this history. This research uses a historical method with a qualitative approach. Primary data was collected through literature review, including official UN reports related to the conflict in East Timor and interviews with veterans who participated in military operations in East Timor. Secondary data was obtained from books, articles, journals, undergraduate theses, and dissertations that support the topic. The method used in this research is a historical method with a descriptive-narrative approach, consisting of topic determination, heuristics, verification, interpretation, and historiography.
The research results show that the conflict in East Timor was caused by the Portuguese inability to implement decolonization efforts, resulting in political conflict between parties in Portuguese Timor developing into a civil war. Operation Seroja and the integration of East Timor into Indonesian territory were influenced by various factors, such as concerns about the growth of communism on Indonesia's borders and regional geopolitical influences as a result of the Cold War. During this integration period, many armed conflicts and human rights violations occurred, which then attracted international attention. The referendum in 1999 marked the end of Indonesia's integration in East Timor. The involvement of the United Nations through UNAMET and UNTAET played a crucial role in the transition of East Timor to an internationally recognized independent state. The independence of East Timor was also the result of the struggle of figures in East Timor and the political changes in Indonesia after the Orde Baru
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM LULUR BERAS KETAN HITAM (ORYZA SATIVA L. VAR. GLUTINOSA) KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.)
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sediaan krim lulur berbahan dasar beras ketan hitam (Oryza sativa L. var. glutinosa) yang dikombinasikan dengan ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai produk perawatan kulit berbahan alami. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengembangan empat formula berdasarkan variasi konsentrasi bubuk beras ketan hitam (5% dan 10%) dan ekstrak kunyit (0,5% dan 1%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, uji hedonik, uji iritasi, serta uji stabilitas selama 28 hari pada suhu 40°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim lulur dan berada pada rentang pH yang sesuai dengan pH kulit. Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formulasi aman digunakan, serta uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan panelis yang baik. Formulasi dengan kombinasi beras ketan hitam 5% dan ekstrak kunyit 1% dinyatakan sebagai formulasi terbaik berdasarkan stabilitas dan tingkat kesukaan panelis.
Kata kunci: krim lulur, beras ketan hitam, kunyit, formulasi kosmetik, evaluasi fisik
*****
This study aimed to formulate and evaluate the physical quality of a body scrub cream containing black glutinous rice (Oryza sativa L. var. glutinosa) combined with turmeric extract (Curcuma domestica Val.) as a natural-based cosmetic product. A descriptive quantitative research method was employed, involving the development of four formulations with varying concentrations of black glutinous rice powder (5% and 10%) and turmeric extract (0.5% and 1%). The evaluation parameters included organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, viscosity, hedonic assessment, irritation testing, and stability testing conducted for 28 days at 40°C. The results indicated that all formulations met the physical quality requirements for body scrub cream preparations and exhibited pH values within the acceptable range for human skin. Irritation tests confirmed that all formulations were safe for topical application, while hedonic evaluation demonstrated good acceptance among panelists. The formulation containing 5% black glutinous rice and 1% turmeric extract was identified as the optimal formulation based on its stability and panelist preference.
Keywords: body scrub cream, black glutinous rice, turmeric, cosmetic formulation, physical evaluation
E-MODUL PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH DRAPING
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil penilaian terhadap media pembelajaran berupa e-modul pada mata kuliah draping dengan materi blus bergaris hias princess dan yoke. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one-shot case study. Teknik analisis data yang diterapkan merupakan analisis kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket terbuka dan tertutup kepada panelis ahli. Penilaian dalam penelitian ini mengacu pada teori kriteria kelayakan modul yang meliputi aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan, serta teori elemen mutu modul yang mencakup format penulisan, pengorganisasian, daya tarik, bentuk dan ukuran huruf, penggunaan ruang kosong atau spasi, serta konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek kriteria kelayakan modul, e-modul memperoleh persentase sebesar 93,29% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, dengan aspek penyajian sebagai aspek dengan nilai tertinggi. Pada aspek elemen mutu modul, e-modul juga mencapai kategori “Sangat Baik” dengan persentase sebesar 86,69%, di mana format penulisan menjadi elemen dengan skor tertinggi. Secara keseluruhan, e-modul pada mata kuliah draping memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,45% dan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Dengan demikian, e-modul tersebut dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci : E-Modul, Media Pembelajaran, Draping, Blus dengan Garis Hias*******This study aims to obtain the results of the assessment of the e-module learning media in the draping course, using the material of princess- and yoke-striped blouses. The research method used is a pre-experimental, one-shot case study design. The data analysis technique applied is descriptive quantitative analysis. Data collection was carried out by distributing open- and closed-ended questionnaires to panelists. The assessment in this study refers to the theory of module feasibility criteria, which includes aspects of content feasibility, language, presentation, and graphics, as well as the theory of module quality elements, which include writing format, organization, attractiveness, shape and size of letters, use of white space or spaces, and consistency. The results show that, based on the module feasibility criteria, the e-module achieved 93.29%, placing it in the "Very Good" category, with the presentation aspect scoring highest. In terms of module quality elements, the e-module also achieved the "Very Good" category with a score of 86.69%, with the writing format as the highest-scoring element. Overall, the e-module for the draping course received an average score of 90.45% and was categorized as "Very Good." Therefore, the e-module was deemed suitable and can be used as a learning medium in the teaching and learning process. Keywords: E-Module, Learning Media, Draping, Blouse with Decorative Stripe
PENILAIAN KUALITAS TEKNIK PATCHWORK MENGGUNAKAN BAHAN SATIN PADA HANDBAG
Patchwork umumnya menggunakan bahan katun 100% karena karakteristiknya yang mudah di atur dan tidak licin, sehingga menjadi bahan yang umum digunakan. Sebaliknya, bahan satin dengan karakteristiknya yang licin, melangsai dan sulit untuk di atur menjadikan bahan satin jarang digunakan dalam teknik patchwork. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil
penilaian dari patchwork berbahan satin pada handbag dengan pola geometris seperti nine patch, triple irish chain, french star, dan log cabin, serta penggabungan teknik paper piecing (lapisan). Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kualitas kesesuaian, kulitas kinerja, bentuk, ketahanan, keandalan, dan desain. Penelitian menggunakan metode Pre- experimental dengan pendekatan kuantitatif dengan desain one-shot case study. Hasil nilai tertinggi pada penilaian keseluruhan aspek diperoleh oleh aspek bentuk dengan skor 97.9 yang temasuk
kedalam kategori “sangat bagus” dan hasil nilai yang tertinggi pada produk diperoleh oleh desain produk patchwork handbag 1 dan 2 dengan skor 95.3 yang termasuk kedalam kategori “sangat bagus”.
**********
Patchwork generally uses 100% cotton because of its easy-to-work-with and
non-slippery characteristics, making it a commonly used material. Conversely,
satin fabric, with its slippery, smooth, and difficult-to-work-with characteristics,
is rarely used in patchwork techniques. This study aims to obtain assessment
results of satin patchwork on handbags with geometric patterns such as nine
patch, triple Irish chain, French star, and log cabin, as well as the combination of
paper piecing (layering) techniques. The assessment was based on aspects of
suitability, performance quality, shape, durability, reliability, and design. The
research used a pre-experimental method with a quantitative approach and a oneshot case study design. The highest score in the overall assessment was obtained
by the shape aspect with a score of 97.9, which falls into the “very good”
category, and the highest score for the product was obtained by patchwork
handbag designs 1 and 2 with a score of 95.3, which falls into the “very good”
category
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MICROSOFT WHITEBOARD TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 42 JAKARTA TENTANG MATERI PENELITIAN GEOGRAFI
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media microsoft whiteboard terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 42 Jakarta tentang materi Penelitian Geografi, Kecamatan Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Jakarta. Penelitian dilakukan pada 2 November hingga 24 November 2025. Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel X (bebas) berupa media pembelajaran microsoft whiteboard, serta variabel Y (terikat) nya berupa hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis metode pre-eksperimental yang menggunakan pre-test dan post-test sebagai instrumen untuk memperoleh data. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 283 peserta didik. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 36 peserta didik di kelas X7 dan kelas X8 dengan jumlah 35 peserta didik, serta penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yang telah diperoleh melalui post-test dalam uji Mann-Whitney sebesar .284 lebih besar dari 0.05 (.284 > 0.05) yang dapat diartikan bahwa hipotesis (H0) diterima dan dinyatakan bahwa “tidak ada pengaruh Microsoft Whiteboard terhadap hasil belajar peserta didik kelas X tentang penelitian Geografi”.
*****
This study aims to analyze the effect of using Microsoft Whiteboard media on the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 42 Jakarta on Geography Research material, Makasar District, East Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta. This study was conducted from November 2 to November 24, 2025. There are 2 variables in this study, namely variable X
(independent) in the form of Microsoft Whiteboard learning media, and variable Y (dependent) in the form of student learning outcomes. The research method used is quantitative with a type of pre-experimental method that uses pre-test and post-test as instruments to obtain data. The population in this study amounted to 283 students. The sample in this study amounted to 36 students in class X7 and class X8 with a total of 35 students, and this study used a purposive
sampling method. The results of the Asymp. Sig. value. (2-tailed) obtained through the post-test in the Mann-Whitney test of .284 is greater than 0.05 (.284 > 0.05) which can be interpreted that the hypothesis (H0) is accepted and it is stated that "there is no influence of Microsoft Whiteboard on the learning outcomes of class X students regarding geographic research"