Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    KONVERSI KAPITAL DALAM KOMUNITAS BELAJAR NULIS TIKA WIDYA: STUDI TENTANG TRAJEKTORI PENULIS PADA PLATFORM WHATSAPP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis kontestasi serta mekanisme konversi kapital dalam Komunitas Belajar Nulis Tika Widya di platform WhatsApp sebagai arena pertarungan simbolik penulis. Dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu, kajian ini berfokus pada bagaimana perbedaan kepemilikan kapital dan upaya konversinya memengaruhi trajektori karier penulis dalam struktur arena yang hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, dengan netnografi sebagai metode kualitatif serta survei dan text mining sebagai metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi daring, wawancara mendalam, dokumentasi digital, dan scraping teks selama Maret–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trajektori penulis ditentukan oleh kombinasi antara jumlah kapital awal yang dimiliki agen dan intensitas usaha konversi kapital yang mereka lakukan. Agen dengan kapital lebih besar cenderung mampu mempercepat mobilitas menuju posisi dominan, sementara agen di posisi pinggiran mengalami keterbatasan konversi yang berdampak pada stagnasi trajektori dalam arena digital komunitas. ***** This study examines capital contestation and conversion mechanisms within the Tika Widya Writing Learning Community on WhatsApp as a digital field of symbolic struggle. Drawing on Pierre Bourdieu’s perspective, the study examines how differences in capital ownership and efforts to convert capital shape writers’ career trajectories within a hierarchical field structure. A mixed-method approach was employed, combining netnography as a qualitative method with surveys and text mining as quantitative techniques. Data were collected through online observation, in-depth interviews, digital documentation, and text scraping conducted between March and December 2025. The findings indicate that writers’ trajectories are shaped by the interaction between their initial capital and the intensity of capital conversion efforts. Writers with greater capital are more likely to accelerate their movement toward dominant positions, whereas peripheral writers face constrained conversion opportunities, leading to trajectory stagnation within the digital community

    PENGARUH PEMAHAMAN DESAIN BATIK DAN MINAT SISWA TERHADAP INOVASI DESAIN BATIK SISWA SMK JURUSAN KRIYA KREATIF BATIK DAN TEKSTIL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman desain batik dan minat siswa terhadap inovasi desain batik siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesenjangan hasil belajar siswa dalam menghasilkan desain batik yang inovatif, yang ditandai dengan keterbatasan pemahaman prinsip desain serta perbedaan tingkat minat siswa terhadap pembelajaran batik. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan data kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Data kuantitatif diperoleh melalui tiga angket yang mengukur pemahaman desain batik, minat siswa, dan inovasi desain batik. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya siswa, serta wawancara dengan siswa mata pelajaran batik. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil di SMKN 58 Jakarta, SMKN 14 Bandung, dan SMKN 1 Gunungjati Cirebon, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan regresi linier berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperkuat dan menjelaskan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman desain batik dan minat siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi desain batik siswa, baik secara parsial maupun simultan. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa siswa dengan pemahaman desain yang baik dan minat belajar yang tinggi cenderung lebih kreatif, eksploratif, dan mampu mengembangkan desain batik yang kontekstual. Minat siswa terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan dalam mendorong inovasi desain batik. Oleh karena itu, pembelajaran batik di SMK perlu diarahkan tidak hanya pada penguatan pemahaman desain, tetapi juga pada upaya menumbuhkan minat belajar siswa secara berkelanjutan. Kata kunci: pemahaman desain batik, minat siswa, inovasi desain batik, mixed methods, pendidikan vokasi. ***** This study aims to analyze the influence of batik design understanding and students’ interest on batik design innovation among vocational high school (SMK) students in the Creative Batik and Textile Craft program. The study is motivated by disparities in students’ learning outcomes in producing innovative batik designs, characterized by limited understanding of design principles and varying levels of interest in batik learning. A mixed methods approach was employed by integrating quantitative and qualitative data to obtain a comprehensive understanding of the research phenomenon. Quantitative data were collected through three questionnaires measuring batik design understanding, students’ interest, and batik design innovation, while qualitative data were obtained through observations of the learning process and students’ works, as well as interviews with students and batik subject teachers. The research population consisted of twelfth-grade students of the Creative Batik and Textile Craft program at SMKN 58 Jakarta, SMKN 14 Bandung, and SMKN 1 Gunungjati Cirebon, with samples determined using proportional random sampling. Quantitative data were analyzed using multiple linear regression, while qualitative data were analyzed descriptively to support and explain the research findings. The results indicate that batik design understanding and students’ interest have a positive and significant effect on students’ batik design innovation, both partially and simultaneously, with students’ interest showing a more dominant influence. Therefore, batik learning in vocational schools should be directed not only toward strengthening students’ design understanding but also toward fostering students’ learning interest in a sustainable manner. Keywords: batik design understanding, students’ interest, batik design innovation, mixed methods, vocational education

    Efektivitas Latihan RPT (Lactate Production, Lactate Tolerance dan Peak Lactate) Terhadap Kecepatan 200 meter Gaya Bebas

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara latihan Race Pace Training (Lactate Production, Lactate Tolerance, Peak Lactate) dan kecepatan 200 meter gaya bebas. Penelitian dilakukan di kolam renang Bojana Tirta Jakarta Timur yang dimulai pada tanggal 06 Maret hingga 30 Desember 2025 menggunakan metode eksperimen dengan desain “one group pre-test dan post-test design”. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan sampel sebanyak 18 atlet renang Bina Taruna Swimming Club Jakarta. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes renang 200 meter gaya bebas. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik uji-t dependent. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung 6,19 > ttabel 2,110 dengan (df) = 17 dan taraf signifikan 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat peningkatan setelah diberikan metode latihan Race Pace Training (Lactate Production, Lactate Tolerance dan Peak Lactate) dengan kenaikan persentase sebesar 1,62% dan nilai mean atau rata-rata peningkatan sebesar 2,66 detik. Sehingga disimpulkan bahwa metode latihan Race Pace Training (Lactate Production, Lactate Tolerance dan Peak Lactate) mampu meningkatkan kemampuan kecepatan renang 200 meter gaya bebas. Latihan ini efektif karena menyesuaikan intensitas latihan dengan kecepatan lomba serta melatih adaptasi tubuh terhadap akumulasi laktat yang terjadi selama perlombaan. Sehingga latihan ini baik terhadap peningkatan hasil kecepatan renang 200 meter gaya bebas pada atlet klub renang Bina Taruna Swimming Club Jakarta. ***** This study aims to determine the relationship between Race Pace Training (Lactate Production, Lactate Tolerance, Peak Lactate) and 200 meter freestyle swimming speed. The study was conducted at the Bojana Tirta Swimming Pool, East Jakarta, from 06 March to 30 December 2025 using an experimental method with a “one group pre-test and post-test design”. Sampling was carried out using a purposive sampling technique with a sample of 18 swimming athletes from Bina Taruna Swimming Club Jakarta. The research instrument used was a 200 meter freestyle swimming test. The data analysis technique used was the dependent t-test statistical technique. Based on the results of data analysis, the obtained value was tcount 6.19 > ttable 2.110 with (df) = 17 and a significance level of 0.05, therefore H0 was rejected and H1 was accepted, meaning that there was an improvement after being given the Race Pace Training method (Lactate Production, Lactate Tolerance, and Peak Lactate) with a percentage increase of 1.62% and a mean or average improvement of 2.66 seconds. Thus, it can be concluded that the Race Pace Training method (Lactate Production, Lactate Tolerance, and Peak Lactate) is able to improve the 200 meter freestyle swimming speed performance. This training is effective because it adjusts training intensity to race speed and trains the body’s adaptation to lactate accumulation that occurs during competition. Therefore, this training is beneficial for improving 200 meter freestyle swimming speed performance in athletes of Bina Taruna Swimming Club Jakarta

    PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PENGALAMAN PKL SERTA KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP MINAT BERKARIR SISWA DI BIDANG KETENAGALISTRIKAN (STUDI PADA SISWA KELAS 12 SMK NEGERI 26 JAKARTA)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya jumlah lulusan SMK Negeri 26 Jakarta yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya di sektor ketenagalistrikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh langsung lingkungan sekolah terhadap kepercayaan diri siswa; (2) pengaruh langsung pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) terhadap kepercayaan diri siswa; (3) pengaruh langsung lingkungan sekolah terhadap minat berkarir siswa di bidang ketenagalistrikan; (4) pengaruh langsung pengalaman PKL terhadap minat berkarir siswa di bidang ketenagalistrikan; (5) pengaruh langsung kepercayaan diri terhadap minat berkarir siswa di bidang ketenagalistrikan; (6) pengaruh tidak langsung lingkungan sekolah terhadap minat berkarir melalui kepercayaan diri; dan (7) pengaruh tidak langsung pengalaman PKL terhadap minat berkarir melalui kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi 90 siswa kelas XII Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan sampel 47 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada taraf signifikansi 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, sedangkan analisis data menggunakan analisis jalur dengan uji prasyarat berupa uji normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepercayaan diri terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh lingkungan sekolah dan pengalaman PKL terhadap minat berkarir siswa di bidang ketenagalistrikan. ***** This research is motivated by the low number of graduates from SMK Negeri 26 Jakarta who work in occupations aligned with their expertise in the field of electrical engineering. The objectives of this study are to determine: (1) the direct influence of the school environment on students’ self-confidence; (2) the direct influence of internship (PKL) experience on students’ self-confidence; (3) the direct influence of the school environment on students’ career interest in the field of electrical engineering; (4) the direct influence of internship experience on students’ career interest; (5) the direct influence of self-confidence on students’ career interest; (6) the indirect influence of the school environment on career interest through self-confidence; and (7) the indirect influence of internship experience on career interest through self-confidence. This study employed a quantitative descriptive method with a population of 90 students of Grade 12 in the Electrical Power Installation Engineering Department and a sample of 47 students determined using Slovin’s formula at a 10% significance level. Data were collected using questionnaires, and the analysis technique used was path analysis, preceded by prerequisite tests including normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity tests. The results show that all variables have a positive and significant influence both directly and indirectly. Furthermore, self-confidence acts as a mediating variable that strengthens the influence of the school environment and internship experience on students’ career interest in the field of electrical engineering

    EFEKTIVITAS METODE LATIHAN PASSING AKTIF DAN PASSING PASIF TERHADAP KETEPATAN PASSING ATLET SSB TOYO HARYONO USIA 10-12

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektivitas metode latihan passing aktif dalam meningkatkan ketepatan passing, (2) efektivitas metode latihan passing pasif dalam meningkatkan ketepatan passing dan (3) perbandingan efektivitas antara metode latihan passing aktif dan passing pasif terhadap ketepatan passing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain "Two Groups Pretest-Posttest Design". Sampel penelitian adalah atlet SSB Toyo Haryono berjumlah 20 orang, yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok latihan passing aktif dan kelompok Latihan passing pasif. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan Independent Sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode latihan passing aktif secara signifikan meningkatkan ketepatan passing (thitung = 3,973 > ttabel= 2,262). (2) metode latihan passing pasif secara signifikan meningkatkan ketepatan passing thitung = 3,772 > ttabel = 2,262). (3) tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara metode latihan passing aktif dan passing pasif dalam meningkatkan ketepatan passing (thitung = 1,284 < ttabel = 2,101). Dengan demikian, kedua metode sama-sama efektif dalam meningkatkan ketepatan passing. Kedua metode latihan tersebut dapat digunakan secara bergantian atau dikombinasikan dalam program latihan sepak bola usia dini. Kata kunci: passing aktif, passing pasif, ketepatan passing, sepak bola*****This study aims to determine: (1) the effectiveness of active passing training methods in improving passing accuracy, (2) the effectiveness of passive passing training methods in improving passing accuracy, and (3) a comparison of the effectiveness of active and passive passing training methods on passing accuracy. This study used an experimental method with a “Two Groups Pretest-Posttest Design.” The research sample consisted of 20 SSB Toyo Haryono athletes, who were divided into two groups, namely the active passing training group and the passive passing training group. The data were analyzed using the Paired Sample t-test and Independent Sample t-test with a significance level of 0.05. The results of the study indicate that: (1) the active passing training method significantly improves passing accuracy (tcount = 3.973 > ttable = 2.262). (2) the passive passing training method significantly improves passing accuracy (tcount = 3.772 > ttable = 2.262). (3) There is no significant difference in effectiveness between the active and passive passing training methods in improving passing accuracy (tcount = 1.284 < ttable = 2.101). Thus, both methods are equally effective in improving passing accuracy. Both training methods can be used alternately or combined in early age soccer training programs. Keywords: active passing, passive passing, passing accuracy, socce

    OPTIMASI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR KUPING (Auricularia auricula) PADA PEMBUATAN PATTY ANALOGUE TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, SERAT DAN DAYA TERIMA KONSUMEN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh optimasi patty analogue berbasis jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan jamur kuping (Auricularia auricula) Pada Pembuatan Patty Analogue terhadap kandungan protein, lemak, karbohidrat, serat dan daya terima konsumen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji Proksimat Iinstitut Pertanian Bogor dan Laboratorium Organoleptik Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian yang digunakan adalah patty analogue berbasis jamur tiram, jamur kuping, serta kombinasi jamur tiram dan jamur kuping. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan terhadap parameter protein, karbohidrat, lemak dan serat kasar yang diuji. Artinya, tidak terdapat perbedaan antar kelompok perlakuan. Berdasarkan uji daya terima yang dilakukan, tingkat penerimaan yang paling tinggi dari seluruh aspek yang dinilai diperoleh patty analogue berbasis jamur tiram menjadi patty analogue yang disukai oleh panelis. Pemilihan jenis jamur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik sensori produk patty analogue, patty analogue 100 % jamur tiram memiliki rerata tertinggi yaitu 3,53 sehingga menjadi pilihan terbaik untuk pengembangan produk Patty Analogue. ***** This study aims to analyze the effect of optimizing patty analogues based on oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) and ear mushrooms (Auricularia auricula) protein, fat, carbohydrate, fiber content and consumer acceptance. The research was conducted at the Proximate Analysis Laboratory, IPB University (Bogor Agricultural University), and the Organoleptic Laboratory, Faculty of Engineering, State University of Jakarta. An experimental method was employed in this study. The research samples consisted of oyster mushroom-based patty analogues, ear mushroom-based patty analogues, and a combination of both. Based on the statistical hypothesis testing using ANOVA, the results indicated that there were no statistically significant differences between the treatment groups regarding the parameters of protein, carbohydrates, fats, and crude fiber. This suggests that the nutritional content remained consistent across all treatment groups. According to the consumer acceptance test, the oyster mushroom-based patty analogue received the highest rating across all evaluated aspects, making it the most preferred sample among panelists. The choice of mushroom variety significantly influenced the sensory characteristics of the product. The 100% oyster mushroom patty analogue achieved the highest mean score of 3.53, making it the optimal choice for the development of patty product

    RANCANG BANGUN SISTEM PENAKARAN DOSIS OBAT IKAN LELE OTOMATIS BERDASARKAN BERAT PAKAN YANG DIBERIKAN

    Full text link
    Sektor perikanan lele (Clarias sp.) di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa serangan penyakit bakteri yang seringkali ditangani dengan pemberian antibiotik secara manual dan subjektif, sehingga berisiko menyebabkan resistensi bakteri atau pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penakar dosis obat ikan lele otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang akurat. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali dan algoritma PID (Proportional-Integral-Derivative) untuk mengatur laju putaran motor DC pada mekanisme feeder screw conveyor agar pengeluaran obat bubuk tetap stabil sesuai setpoint. Pengukuran berat pakan menggunakan Loadcell 50kg, sedangkan dosis obat diukur menggunakan Loadcell 1kg dengan bantuan modul HX711. Material yang digunakan meliputi pakan pelet ukuran 5mm dan antibiotik Interfloxs-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan penakaran otomatis berdasarkan rasio dosis 3g/kg atau 5g/kg dengan tingkat akurasi tinggi. Data stok pakan dan riwayat penggunaan obat dapat dipantau secara real-time melalui dashboard web yang terintegrasi dengan basis data MySQL. Metode pengembangan yang digunakan adalah prototyping, yang secara iteratif menyempurnakan fungsi mekanik seperti fitur anti-macet pada servo dan motor vibrasi untuk mencegah penggumpalan bubuk. ***** The catfish (Clarias sp.) fishery sector in Indonesia faces significant challenges from bacterial disease outbreaks, often treated with manual and subjective antibiotic administration, risking bacterial resistance or environmental pollution. This study aims to design and develop an accurate IoT-based automated fish medicine dosing system. The system utilizes an ESP32 microcontroller as the central controller and a PID (Proportional-Integral-Derivative) algorithm to regulate the DC motor speed in the screw conveyor mechanism, ensuring stable powder medicine dispensing according to the setpoint. Feed weight is measured using a 50kg Loadcell, while the medicine dose is measured using a 1kg Loadcell via the HX711 module. Materials used include 5mm pellet feed and Interfloxs-25 antibiotics. The results indicate that the system can perform automated dosing based on a ratio of 3g/kg or 5g/kg with high accuracy. Feed stock data and medicine usage history are monitorable in real-time through a web dashboard integrated with a MySQL database. The development methodology employed is prototyping, which iteratively refined mechanical functions such as the anti-jamming feature on the servo and the vibration motor to prevent powder clumping

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI TikTok UNTUK MENU DIET PENYAKIT GINJAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berupa video berbasis aplikasi TikTok mengenai menu diet penyakit ginjal ditujukan untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada mata kuliah Gizi Kebutuhan Khusus. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dan menggunakan model pengembangan DDD-E (Decide, Design, Development, dan Evaluate). Proses pengembangan dilakukan melalui empat tahap: Tahap decide mencakup analisis kebutuhan, menentukan tujuan pembelajaran, dan pemilihan materi serta media pembelajaran. Tahap design meliputi penyusunan garis besar isi materi, storyboard, dan jabaran materi. Tahap development untuk produksi video, validasi ahli (materi, media, dan bahasa) serta uji coba media kepada mahasiswa (one-to-one, small group, dan field test). Tahap evaluate meliputi semua tahap, yaitu decide, design, dan development. Teknik analisis data pada penelitian dan pengembangan ini berupa kuantitatif deskriptif. Media pembelajaran ini telah divalidasi oleh ahli materi 89%, ahli bahasa 91%, ahli media 83% . Uji coba pengguna memperoleh hasil 86% (one-to-one), 93% (small group), 91% (field test). Respon mahasiswa 92% yang menandakan bahwa media ini sangat diterima dan dianggap bermanfaat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media video TikTok yang telah dikembangkan dianggap sangat layak sebagai media pembelajaran. ***** This research aims to develop and test the feasibility of learning media in the form of videos on the TikTok platform regarding kidney disease dietbmenus aimed at students of the Culinary Education Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta (UNJ. The method used ide Research and Development (R&D) and uses the DDD-E (Decide,Design, Development, and Evaluate) development model. The development process is carried out through four stages: the decide stage includes needs analysis, deternining learning objectives, and selecting learning materials and media. The design stage includes preparing an outline of the material content, storyboard, and material description. Development stage for video production, expert validation (material, media, and language) and media trials with students (one-to-one, small group, and field test). The evaluation stage includes all stages, namely decide, design, and development). The data analysis technique in this research and development is descriptive quantitative. This learning media has been validated by material expert 89%, language expert 91%, and media expert 83%. Used trials obtained results of 86% (one-to-one), 93% (small group), 91% (field test). The student response was 92%, indicating that this media was highly accepted and considered useful in the learning process. In conclussion, The developed TikTok videos was found to be both feasibke as an instructional

    STRATEGI KAMPANYE POLITIK PARTAI SOSIALIS INDONESIA DALAM PEMILU 1955

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah mengenai salah satu partai yang pernah memainkan pengaruh dalam perpolitikan Indonesia, yaitu Partai Sosialis Indonesia (PSI), mulai dari kehidupan politik PSI sebelum pelaksanaan Pemilu 1955, khususnya dalam rentang tahun 1950-1955, Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 dan strategi kampanye PSI untuk memenangkan Pemilu 1955, serta berbagai penyebab kekalahan PSI dalam Pemilu 1955. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan berbagai tahapan yang dilakukan antara lain heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pada tahapan pertama, penulis melakukan pencarian sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan topik penelitian untuk selanjutnya dilakukan verifikasi sebagai tahap kedua yang dilakukan secara ekstern dan intern. Tahapan berikutnya ialah melakukan interpretasi, yakni penafsiran atas sumber-sumber yang telah terverifikasi. Pada tahap akhir, penulis menuliskan hasil interpretasi tersebut berupa fakta-fakta sejarah yang disusun secara diakronis, kronologis, dan mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Sosialis Indonesia (PSI) merupakan salah satu partai politik yang memiliki pengaruh besar dalam perpolitikan Indonesia pada awal tahun 1950-an. Kader-kader partai yang umumnya merupakan kaum intelektual memainkan peranan yang menentukan, baik ketika menjadi koalisi maupun menjadi oposisi. Namun, PSI dan kekuatan politik lainnya harus menghadapi pesta demokrasi terbesar pertama bangsa Indonesia pasca kemerdekaan, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 yang menentukan nasib dan pengaruh partai. Pemilihan umum yang telah dirintis pada masa Kabinet Wilopo dan terlaksana pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap pun berjalan dengan lancar pada tanggal 29 September dan 15 Desember 1955. PSI mengalami kekalahan dalam pemilihan umum dikarenakan oleh beberapa faktor, tetapi faktor utamanya berasal dari kondisi internal partai. PSI memilih jalannya sebagai partai kader yang tertutup sehingga sulit memperoleh massa yang pada akhirnya berakibat pada sedikitnya perolehan suara. Pasca kekalahan tersebut, pengaruh PSI merosot dan tidak lagi diperhitungkan sebagai kekuatan politik yang besar hingga partai ini dibubarkan oleh Presiden Sukarno melalui Keppres No.201 Tahun 1960. ***** This study seeks to reconstruct the historical trajectory of one of the political parties that once exerted considerable influence in Indonesia’s political landscape, namely the Indonesian Socialist Party (PSI). The research specifically examines PSI’s political life in the pre-election period of 1950–1955, its campaign strategies during the 1955 General Election, and the underlying causes of its electoral defeat. Employing the historical method, this study follows four stages: heuristics (source collection), verification (both external and internal criticism), interpretation (analytical evaluation of sources), and historiography (the systematic writing of historical facts). The findings reveal that the PSI, composed predominantly of intellectual cadres, played a pivotal role in shaping political discourse during the early 1950s, whether as part of a governing coalition or as opposition. However, the 1955 General Election—the first nationwide democratic exercise since independence—became a decisive turning point. While the election, initiated under the Wilopo Cabinet and executed under the Burhanuddin Harahap Cabinet, was conducted smoothly on 29 September and 15 December 1955, PSI failed to achieve significant electoral support. The principal cause of this defeat lay within PSI’s own internal orientation: its deliberate choice to remain an exclusive cadre-based party, which limited its capacity to attract mass constituencies and ultimately reduced its vote share. Consequently, PSI’s political influence rapidly declined in the post-election period and the party ceased to be regarded as a major political force. Its formal dissolution was finalized by President Sukarno through Presidential Decree No. 201 of 1960

    PENGARUH FLEKSIBILITAS SENDI PINGGUL DAN DAYA LEDAK OTOT FLEKSOR TUNGKAI BAWAH TERHADAP KECEPATAN LARI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMA NEGERI 28 KABUPATEN TANGERANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fleksibilitas sendi pinggul dan daya ledak otot fleksor tungkai bawah terhadap kecepatan lari pada siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 28 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 28 Kabupaten Tangerang yang berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes Sit and Reach untuk mengukur fleksibilitas sendi pinggul, tes Vertical Jump untuk mengukur daya ledak otot fleksor tungkai bawah, dan tes Sprint 30 meter untuk mengukur kecepatan lari. Setiap tes dilakukan sebanyak dua kali dan nilai terbaik digunakan sebagai data penelitian. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, multikolinearitas, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fleksibilitas sendi pinggul dan daya ledak otot fleksor tungkai bawah dengan kecepatan lari. Secara bersama-sama, fleksibilitas sendi pinggul dan daya ledak otot fleksor tungkai bawah memberikan kontribusi sebesar 60,8% terhadap kecepatan lari, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, fleksibilitas sendi pinggul dan daya ledak otot fleksor tungkai bawah merupakan komponen fisik yang berhubungan dengan kemampuan kecepatan lari pada siswa ekstrakurikuler futsal. Kata kunci: fleksibilitas sendi pinggul, daya ledak otot tungkai bawah, kecepatan lari, futsal. ***** This study aimed to determine the relationship between hip joint flexibility and lower limb flexor muscle explosive power on running speed among futsal extracurricular students of SMA Negeri 28 Kabupaten Tangerang. This study used a quantitative method with an associative design. The population in this study consisted of all futsal extracurricular students of SMA Negeri 28 Kabupaten Tangerang, totaling 30 students, with total sampling used as the sampling technique. The research instruments used were the Sit and Reach test to measure hip joint flexibility, the Vertical Jump test to measure lower limb flexor muscle explosive power, and the 30-meter Sprint test to measure running speed. Each test was conducted twice, and the best score was used as the research data. Data analysis was carried out through tests of normality, linearity, multicollinearity, and multiple linear regression. The results showed that there was a significant relationship between hip joint flexibility and lower limb flexor muscle explosive power with running speed. Simultaneously, hip joint flexibility and lower limb flexor muscle explosive power contributed 60.8% to running speed, while the remaining percentage was influenced by other factors not examined in this study. Therefore, hip joint flexibility and lower limb flexor muscle explosive power are physical components related to running speed ability in futsal extracurricular students. Keywords: hip joint flexibility, lower limb muscle explosive power, running speed, futsal

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇