Repository Universitas Negeri Jakarta

Repository Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    39193 research outputs found

    UPAYA MENINKATKAN KEMAMPUAN SHOOTING DALAM PEMBELAJARAN SEPAK BOLA MELALUI METODE PERMAIANAN TARGET PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan shooting dalam pembelajaran sepak bola melalui penerapan permainan target pada siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 71 Jakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 71 Jakarta, khususnya kelas X-D. Aspek yang dinilai pada penelitian ini meliputi keterampilan teknik dasar shooting sepak bola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan permaianan target terbukti dalam meningkatkan kemampuan shooting sepak bola pada siswa kelas X. Hal tersebut dibuktikan pada peningkatan keterampilan melalui perubahan persentase siswa sebelum dan sesudah tindakan. Pada kondisi awal, tidak terdapat siswa yang mencapai kategori “Sangat Baik” (0,0%) 0 Siswa, sedangkan setelah penerapan tindakan persentase tersebut meningkat (9,375%) menjadi 3 Siswa. Selanjutnya, persentase siswa pada kategori “Baik” mengalami peningkatan yang signifikan dari (9,375%) 3 Siswa menjadi 10 Siswa (31,25%). Kategori “Cukup” juga menunjukkan peningkatan dari (15,625%) 5 Siswa menjadi 13 Siswa (40,625%), sementara persentase siswa yang berada pada kategori “Perlu Perbaikan” mengalami penurunan yang cukup tajam, dari (75%) 24 Siswa menjadi 6 Siswa (18,75%). Dengan tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditetapkan pada siklus pertama dengan KKM 75, maka dapat disimpulkan bahwa permainan target dapat meningkatkan kemampuan shooting sepak bola siswa. **** * The research aimed to improve students’ shooting ability in soccer learning through the implementation of the target game method for Grade X students. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design and was conducted at SMA Negeri 71 Jakarta. The subjects of this study were Grade X students of SMA Negeri 71 Jakarta, specifically class X-D. The aspects assessed in this study focused on basic shooting technique skills in soccer. The results of the study indicate that the implementation of the target game method was proven to improve students’ soccer shooting ability. This improvement was evidenced by an increase in students’ skill levels based on the percentage changes before and after the action was implemented. In the initial condition, no students achieved the “Very Good” category (0.0% or 0 students). After the intervention, this percentage increased to 9.375% (3 students). Furthermore, the percentage of students in the “Good” category increased significantly from 9.375% (3 students) to 31.25% (10 students). The “Fair” category also showed an improvement, increasing from 15.625% (5 students) to 40.625% (13 students). Meanwhile, the percentage of students in the “Needs Improvement” category decreased sharply from 75% (24 students) to 18.75% (6 students)

    PERAN DISASTER RESPONSE SELF-EFFICACY DALAM MEMEDIASI PENGARUH PERSEPSI RISIKO TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR MASYARAKAT JAKARTA

    No full text
    Risiko banjir di Jakarta terus meningkat seiring dengan perubahan iklim, urbanisasi, dan karakteristik wilayah Jakarta yang rentan terhadap banjir. Kondisi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menguji peran disaster response self-efficacy dalam memediasi pengaruh persepsi risiko terhadap kesiapsiagaan bencana masyarakat Jakarta dalam menghadapi banjir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 486 responden berusia 17-45 tahun, berdomisili, dan beridentitas di Jakarta direkrut melalui teknik non-probability quota sampling. Uji mediasi dilakukan menggunakan PROCESS Hayes dengan metode bootstrapping dengan 5.000 resampling dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disaster response self-efficacy menjembatani pengaruh persepsi risiko terhadap kesiapsiagaan bencana (β= 0.031, CI= 0.009–0.057). Efek langsung (direct effect) yang tidak signifikan dan efek tidak langsung yang signifikan (indirect effect) menunjukkan adanya mediasi penuh (full mediation). Variabel kovariat yakni jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pengalaman banjir turut diikutsertakan ke dalam model, tetapi tidak mengubah arah maupun signifikansi dari hasil penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi risiko berkontribusi terhadap kesiapsiagaan bencana banjir ketika persepsi tersebut meningkatkan keyakinan individu bahwa ia mampu merespons bencana banjir tersebut. Dengan demikian, disaster response self-efficacy memediasi secara penuh pengaruh persepsi risiko terhadap kesiapsiagaan bencana banjir masyarakat Jakarta. Kata Kunci: disaster response self-efficacy, kesiapsiagaan bencana, persepsi risiko, banjir, masyarakat Jakarta ***** The risk of flooding in Jakarta continues to increase due to climate change, urbanization, and the characteristics of the area that make the city vulnerable. This condition shows the importance of disaster preparedness to minimize the impacts.This study aims to examine the role of disaster response self-efficacy in mediating the effect of risk perception among Jakarta residents. This research used a non experimental quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 486 respondents aged 17-45 years, domiciled, and identified in Jakarta were recruited through non-probability quota sampling technique. The mediation test was conducted using PROCESS Hayes with a bootstrapping method with 5.000 resampling and a 95% confidence interval. The result showed that disaster response self-efficacy mediated the influence of risk perception on disaster preparedness (β= 0.031, CI= 0,009–0,057). The insignificant direct effect and significant indirect effect indicate the presence of full mediation. Covariate variable such as gender, education level, and flood experience was included in the model, but did not change the direction or significance of the study results. These findings indicate that risk perception contribute to flood disaster preparedness when it increases an individual’s confidence in their ability to respond to a flood disaster. Thus, disaster response self-efficacy fully mediates the influence of risk perception on flood disaster preparedness in Jakarta residents

    AHMAD DHANI: IMPLEMENTASI KRITIK SOSIAL-POLITIK MELALUI DI MASA ORDE BARU (1994-1998)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana Ahmad Dhani menjadikan musik sebagai media kritik sosial-politik pada masa Orde Baru, khususnya pada periode 1994–1998. Fokus penelitian berpusat pada lagu-lagu yang diciptakan Ahmad Dhani bersama Dewa 19 dan Ahmad Band, yang mengandung pesan kritik sosial berupa kegelisahan terhadap kondisi sosial-politik Indonesia di masa rezim Orde Baru. Latar belakang penelitian ini didasari oleh terbatasnya kebebasan berekspresi pada masa Orde Baru, yang mendorong munculnya cara alternatif dalam menyampaikan kritik sosial-politik, yaitu musik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber-sumber yang digunakan untuk mendukung penelitian meliputi album fisik, arsip media massa, wawancara, serta literatur yang relevan dengan kajian sejarah, musik, dan politik. Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sosial dan teori komunikasi musikal & politik yang digunakan untuk menganalisis makna, bentuk, dan strategi penyampaian kritik dalam karya-karya Ahmad Dhani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ahmad Dhani memanfaatkan musik sebagai media komunikasi politik untuk menyampaikan kritik sosial terhadap pembatasan kebebasan berekspresi, praktik demokrasi, serta krisis moral pada masa Orde Baru. Kritik tersebut umumnya disampaikan dengan penulisan lirik yang penuh kiasan dan metafora. terutama pada karya-karya Dewa 19, sehingga dapat dikategorikan sebagai kritik sosial tertutup. Namun, pada tahun-tahun terakhir akhir Orde Baru, khususnya melalui Ahmad Band, kritik disampaikan secara lebih terbuka dan frontal, sejalan dengan menguatnya krisis sosial-politik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Ahmad Dhani memiliki rekam jejak dalam menggunakan musik sebagai media kritik sosial-politik sebagai bagian dari dinamika sejarah industri musik Indonesia pada masa Orde Baru. ***** This study was made to examines Ahmad Dhani’s works in using music as a medium of socio-political criticism during Indonesia’s New Order regime, particularly in the period from 1994 to 1998. The research focuses on songs composed by Ahmad Dhani with Dewa 19 and Ahmad Band, which reflect social anxieties and political criticism in the years leading up to the collapse of the New Order. The background of this study is rooted in the limited space for freedom of expression during the New Order, which encouraged the emergence of an alternative media to deliver a socio-political criticism, one of which was music. This research employs the historical method, consisting of five steps, beginning with choosing the topic, heuristic, verification, interpretation, and historiography stages. The sources used include song lyrics, mass media archives, interviews, and relevant literature related to history, music, and politics. The analysis applies social criticism theory and a political communication approach to examine the meaning, form, and strategies of criticism expressed in Ahmad Dhani’s works. The findings indicate that Ahmad Dhani utilized music as a medium of political communication to criticize restrictions on freedom of expression, bureaucratic practices, and the morality crisis during the New Order period. The criticism was generally full of allusions and metaphors, particularly in Dewa 19’s works, and can be categorized as covert social criticism. However, towards the end of the New Order, especially through Ahmad Band, the criticism became more explicit and frontal, in line with the escalating socio-political crisis. Therefore, this study concludes that Ahmad Dhani has a track record on using music as a medium of socio-political criticism as an integral part of the history of Indonesia’s music industry during the New Order era

    HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN SIKAP TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN CEPAT (RAPID WEIGHT LOSS) PADA ATLET RANDORI SHORINJI KEMPO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan sikap terhadap praktik penurunan berat badan cepat (Rapid weight loss) pada atlet randori Shorinji Kempo. Self esteem merupakan salah satu aspek psikologis yang penting karena dapat memengaruhi cara atlet memandang diri sendiri serta mengambil keputusan terkait perilaku yang berdampak pada kesehatan dan performa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 atlet randori Shorinji Kempo yang berdomisili di wilayah pulau Jawa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner self esteem dan kuesioner sikap terhadap praktik Rapid weight loss. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, kemudian diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro–Wilk karena jumlah sampel kurang dari 50 responden. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson karena kedua variabel berdistribusi normal. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data self esteem dan sikap terhadap praktik Rapid weight loss berdistribusi normal (p > 0,05). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self esteem dan sikap terhadap praktik Rapid weight loss dengan nilai koefisien korelasi r = 0,446 dan nilai signifikansi p = 0,025 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat self esteem atlet, semakin tinggi pula skor sikap terhadap praktik Rapid weight loss, yang menunjukkan bahwa atlet tersebut semakin tidak mendukung praktik penurunan berat badan cepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan aspek psikologis, khususnya self esteem, sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik Rapid weight loss yang berisiko bagi kesehatan atlet. Kata kunci: self esteem, sikap terhadap Rapid weight loss, mendukung, tidak mendukung, atlet randori, Shorinji Kempo ***** THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM AND ATTITUDES TOWARD RAPID WEIGHT LOSS (RWL) AMONG SHORINJI KEMPO RANDORI ATHLETES ABSTRACT This study aims to determine the relationship between self-esteem and attitudes toward the practice of Rapid weight loss (Rapid weight loss) among Shorinji Kempo randori athletes. Self-esteem is an important psychological aspect as it can influence how athletes perceive themselves and make decisions related to behaviors that impact health and performance. This study employed a quantitative approach using a correlational method. The research sample consisted of 25 Shorinji Kempo randori athletes domiciled in the Java Island region, selected using a purposive sampling technique based on predetermined inclusion criteria. The instruments used in this study were a self-esteem questionnaire and an attitude toward Rapid weight loss questionnaire. The collected data were analyzed descriptively and then tested for normality using the Shapiro–Wilk test, as the sample size was fewer than 50 respondents. Subsequently, the data were analyzed using Pearson’s correlation test because both variables were normally distributed. The results of the normality test indicated that the self-esteem data and attitudes toward Rapid weight loss were normally distributed (p > 0.05). The results of Pearson’s correlation analysis showed a positive and significant relationship between self-esteem and attitudes toward Rapid weight loss, with a correlation coefficient of r = 0.446 and a significance value of p = 0.025 (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that the higher the athletes’ level of self-esteem, the higher the attitude score toward Rapid weight loss, indicating that the athletes are less supportive of Rapid weight loss practices. This study emphasizes the importance of developing psychological aspects, particularly self-esteem, as part of efforts to prevent Rapid weight loss practices that pose health risks to athletes. Keywords: self esteem, attitude toward Rapid weight loss, supportive, nonsupportive, randori athletes, Shorinji Kemp

    HUBUNGAN INDONESIA DAN VATIKAN PADA MASA PRESIDEN SOEHARTO DALAM PANDANGAN MEDIA MASSA CETAK INDONESIA (1970-1989)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan pada tahun 1970 hingga 1989 diberitakan oleh media massa Indonesia, mengidentifikasi narasi dan framing yang digunakan oleh media massa dalam memberitakan kunjungan Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989), memahami bagaimana pemberitaan media massa mencerminkan pandangan pemerintah Orde Baru terhadap hubungan diplomatik ini, serta implikasinya terhadap opini publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode historis dalam membahas penelitian terkait perkembangan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan pada tahun 1970 hingga 1989 sesuai dengan patokan historis. Metode historis memiliki 4 tahapan yang perlu dilakukan, yaitu heuristik, kritik Sumber, interpretasi dan historiografi. Dengan melalui tahapan-tahapan tersebut, penulisan terkait Hubungan Indonesia dan Vatikan pada Masa Presiden Soeharto dalam Pandangan Media Massa Cetak Indonesia (1970 - 1989) menjadi sebuah penulisan sejarah dan menambah informasi mengenai sejarah seputar hubungan diplomatik. Hasil penelitian ini adalah perjalanan hubungan diplomatik yang dimulai sejak pengakuan Vatikan dalam mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 hingga dinamika naik turunnya hubungan di masa Orde Lama dan penguatan di masa Orde Baru dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa pada masa Orde Baru cenderung menempatkan Vatikan dalam bingkai pemberitaan yang bersifat seremoni, netral, dan religius, tanpa mengaitkannya secara langsung dengan isu politik domestik. Media lebih banyak menyoroti pesan moral dan spiritual Paus, sementara aspek Vatikan sebagai salah satu aktor politik yang terlibat mengintervensi dalam Pemerintahan Indonesia juga jarang ditampilkan. Pola pemberitaan tersebut mencerminkan strategi pemerintah Orde Baru dalam mengendalikan narasi media guna menjaga stabilitas politik dan kerukunan antar umat beragama. Dengan demikian, studi ini tidak hanya memperlihatkan dinamika hubungan bilateral Indonesia–Vatikan, tetapi juga mengungkap bagaimana media massa berperan sebagai instrumen negara dalam membentuk opini publik pada masa Orde Baru. ***** This study aims to analyze how diplomatic relations between Indonesia and the Vatican were reported by the Indonesian mass media from 1970 to 1989. It also identifies the narratives and framing used by the mass media in reporting the visits of Pope Paul VI (1970) and Pope John Paul II (1989). It also understands how media coverage reflects the New Order government's views on these diplomatic relations, and its implications for public opinion in Indonesia. This study employs a historical method to examine the development of diplomatic relations between Indonesia and the Vatican from 1970 to 1989, based on historical criteria. The historical method involves four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. By going through these stages, this paper, "The Relationship between Indonesia and the Vatican during the Soeharto Era as Perceived by the Indonesian Print Media (1970-1989), becomes a historical work and adds to the historical information surrounding diplomatic relations. The results of this study are the journey of diplomatic relations that began with the Vatican's recognition of Indonesian independence in 1947 to the dynamics of the ups and downs of relations during the Old Order and strengthening during the New Order with various challenges faced. The results of the study show that the mass media during the New Order tended to place the Vatican in a ceremonial, neutral, and religious news frame, without directly linking it to domestic political issues. The media focused more on the Pope's moral and spiritual messages, while the aspect of the Vatican as a political actor involved in intervening in the Indonesian government was also rarely shown. This reporting pattern reflects the New Order government's strategy in controlling media narratives to maintain political stability and interfaith harmony. Thus, this study not only shows the dynamics of bilateral relations between Indonesia and the Vatican, but also reveals how the mass media played a role as a state instrument in shaping public opinion during the New Order

    PENERAPAN BATIK TANGERANG PADA BUSANA READY TO WEAR

    No full text
    RIFQAH NURUL AFIFA, Penerapan Batik Tangerang pada Busana Ready to Wear. Skripsi, Jakarta : Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2026. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh penilaian berdasarkan aspek estetika. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental design, one shot case study. Penelitian ini menghasilkan lima produk busana ready to wear dengan menerapkan Batik Tangerang yang dinilai menggunakan rating scale. Hasil penilaian estetika berdasarkan aspek wujud atau rupa sebesar 90,9% dengan sub indikator unsur desain sebesar 91,7% kategori sangat baik dan prinsip desain sebesar 89,76% kategori baik. Aspek bobot atau isi sebesar 80% dengan kategori baik. Aspek penyajian atau penampilan sebesar 92,8% dengan kategori sangat baik. Produk dengan penilaian tertinggi pada aspek wujud/rupa sub indikator unsur desain yaitu desain empat sebesar 94,20% dan pada sub indikator prinsip desain yaitu desain lima sebesar 94%. Produk dengan nilai tertinggi pada aspek bobot/isi yaitu desain desain satu, tiga, dan lima dengan hasil setara 90% dan desain terendah yaitu desain empat 89%. Produk dengan nilai tertinggi pada aspek penyajian atau penampilan yaitu desain empat sebesar 96% dan nilai terendah yaitu desaain dua sebesar 89,30%. Hasil keseluruhan memperoleh nilai sebesar 87,9% kategori baik. Kata Kunci : Penilaian estetika, Batik Tangerang, busana ready to wear. ******* RIFQAH NURUL AFIFA, Penerapan Batik Tangerang pada Busana Ready to Wear. Skripsi, Jakarta: Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2026. This research aims to obtain an assessment based on aesthetic aspects. The research method uses quantitative descrptive with a pre-experimental research design, one shot case study. This research produces five ready to wear fashion products by applying Tangerang Batik, which were assessed using a rating scale. The aesthetic assesment results based on the form of appearance aspect were 90,9% with a sub-indicatir of design elements of 91,7% in the excellent category and design principles of 89,76% in the good category. The presentation or appearance aspect was 92,8% in the excellent category. The products with the highest scores in the form/appeareance aspect were the design four sub-indicator of design elements, which scored 94,20%, and the design five sub-indicator of design principles, which scored 94%. The products with the highest scores in terms of weight/content were designs one, three, and five, with equal scores of 90%, while the lowest score was for design four, with 89%. The products with the highest scores in terms of presentation or appearance were design four, with 96%, while the lowest score was for design two, with 89,30%. The overall result was a score of 87,9%, which is in the good category. Keywords : Aesthetic assessment, Tangerang Batik, ready to wear clothing

    ANALISIS EKSISTENSI PEREMPUAN DI KOMUNITAS "PENGUSAHA TANGAN DI ATAS KOTA BEKASI"

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan perempuan perlu berada dalam Komunitas Pengusaha Tangan di Atas (TDA) Kota Bekasi untuk menunjukkan eksistensinya, serta menganalisis peran perempuan dalam bidang kewirausahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek dari penelitian ini terdapat 6 informan yaitu, 1 ketua komunitas dan 5 anggota perempuan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam komunitas berperan penting dalam membangun eksistensi melalui aktivitas kewirausahaan, peningkatan kapasitas intelektual, serta penguatan kepercayaan diri. Dalam perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, bekerja dan menjadi intelektual merupakan bentuk transendensi perempuan untuk membangun esensi diri melalui tindakan nyata. Selain itu, perempuan mampu menjalankan peran ganda secara adaptif dengan dukungan keluarga dan komunitas. Temuan ini juga sejalan dengan teori peran Bruce J. Biddle serta perspektif fungsional struktural Talcott Parsons yang menekankan pentingnya dukungan struktural dalam menjaga keseimbangan peran domestik dan publik perempuan. ***** This study aims to determine the reasons why women need to be part of the Bekasi City Tangan di Atas (TDA) Entrepreneur Community to demonstrate their existence, as well as to analyze the role of women in entrepreneurship. The study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, and literature study. The subjects of this study were six informants, namely one community leader and five female community members. The results show that women's involvement in the community plays an important role in establishing their existence through entrepreneurial activities, increasing intellectual capacity, and strengthening self-confidence. From the perspective of Simone de Beauvoir's existential feminism, working and becoming intellectuals are forms of women's transcendence to build their essence through concrete actions. In addition, women are able to adaptively perform dual roles with the support of their families and communities. These findings are also in line with Bruce J. Biddle's role theory and Talcott Parsons' structural functional perspective, which emphasize the importance of structural support in maintaining the balance between women's domestic and public roles

    NILAI-NILAI SOSIAL PEMAIN JUDI ONLINE (STUDI DI RT 009 RW 009 KELURAHAN CIRACAS)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang melekat pada penjudi online dan untuk menentukan faktor-faktor yang dapat menjadikan lingkungan sosial sebagai pemicu keterlibatan warga dalam aktivitas judi online. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Subjek penelitian ini adalah 5 informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Judi online menggeser nilai-nilai sosial dalam kehidupan pemain seperti, nilai material yang beralih fungsi untuk menjadi modal dalam bermain judi. Nilai vital berupa perangkat digital menjadi hilang karena tergerus oleh kebutuhan pokok dan keperluan dalam mempertahankan aktivitas berjudi. Nilai kerohanian turut mengalami pergeseran karena desakan kebutuhan finansial sehingga membuat pemain judi online mengesampingkan nilai tersebut. 2) Keterlibatan dalam aktivitas judi online dipengaruhi oleh peluang menang, jenis permainan judi, dan luasnya pertemanan yang mendorong perilaku meniru. Kontrol diri dan kontrol sosial yang lemah dapat memperkuat keterlibatan warga dalam aktivitas judi online. Kontrol sosial yang kuat dari berbagai pihak diperlukan untuk memberantas aktivitas judi online di masyarakat. ***** This research was conducted to identify the social values inherent in online gamblers and to determine the factors that can make the social environment a trigger for citizens involvement in online gambling activities. Data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature review. The subjects of this study are 5 informants. The results of this study indicate that: 1) Online gambling shifts social values in players lives, such as material values that are repurposed as capital for gambling. Vital values in the form of digital devices are lost due to basic needs and the requirements of maintaining gambling activity. Spiritual values also undergo a shift due to financial pressure, causing online gamblers to disregard these values. 2) Involvement in online gambling activities is influenced by the odds of winning, the type of gambling game, and the extent of friendships that encourage imitative behavior. Weak self-control and social control can strengthen citizens involvement in online gambling activities. Strong social control from various parties is needed to eradicate online gambling activities in society

    PENGARUH KEPUASAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP MINAT KARIR MAHASISWA DI INDUSTRI PERHOTELAN

    No full text
    Minat karir merupakan ketertarikan yang kuat dan konsisten terhadap bidang pekerjaan tertentu, yang mendorong individu untuk terlihat secara aktif serta memengaruhi pilihan dan keputusan karirnya, yang tercermin melalui preferensi, rasa suka, dan keinginanan untuk mengeksplorasi maupun menekuni profesi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan praktik kerja lapangan terhadap minat karir mahasiswa di industri perhotelan.keterbaruan dari penelitian ini terletak pada pengukuran kepuasan praktik kerja lapangan dengan minat karir mahasiswa di industri perhotelan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif asosiatif. Data dikumpulkan dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 48 mahasiswa aktif angkatan 2018-2022 Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga konsentrasi Akomodasi Perhotelan Universitas Negeri Jakarta yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kepuasan praktik kerja lapangan berpengaruh signifikan terhadap minat karir mahasiswa di industri perhotelan (p < 0,005). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,528 menunjukkan bahwa kepuasan praktik kerja lapangan memberikan kontribusi sebesar 52,8% terhadap variasi minat karir mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara kepuasan praktik kerja lapangan dengan minat karir, yang berarti semakin tinggi kepuasan praktik kerja lapangan, semakin besar pula minat mahasiswa untuk berkarir di industri perhotelan. Kata kunci: Kepuasan praktik kerja lapangan, mahasiswa, minat karir //***** Career interest is a strong and consistent attraction toward a particular occupational field that motivates individuals to engage actively and influences their career choices and decisions, as reflected in their preferences, enjoyment, and willingness to explore and pursue the profession. This study aims to determine the effect of internship satisfactions on students’ career interest in the hospitality industry. The novelty of this research lies in measuring internship satisfaction in relation to students’ career interest in the hospitality industry. The research employed an associative quantitative approach, with data collected through questionnaire. The sample consisted of 48 active students from the 2018-2022 cohorts of the Family Welfare Education Study Program, Hospitality Accommodation concentration, Universitas Negeri Jakarta, selected using a saturated sampling technique. The regression test results indicate that internship satisfaction has a significant effect on students’ career interest in the hospitality industry (p<0.005). The coefficient of determination value of 0.528 shows that internship satisfaction contributes 52,8% to the variation in students’ career interest. The findings indicate a significant influence between internship satisfaction and career interest, meaning that the higher the students’ satisfaction with their internship experience, the greater their interest in pursuing a career in the hospitality industry. Keywords: Internship satisfaction, students, career interes

    FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM BINA KELUARGA REMAJA BAGI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL REMAJA DI RW 04 KELURAHAN CIPINANG CEMPEDAK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan Program Bina Keluarga Remaja (BKR) dalam memberikan pendidikan seksual remaja kepada orang tua di RW 04 Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan subjek penelitian berupa kader BKR, orang tua anggota BKR, dan pihak kelurahan sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program BKR di RW 04 telah berjalan dengan baik dan memberikan peluang bagi orang tua untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual remaja. Faktor-faktor pendukung utamanya meliputi komitmen dan kedisiplinan kader, dukungan petugas PLKB serta pihak kelurahan, serta meningkatnya kesadaran sebagian orang tua untuk mengikuti kegiatan sosialisasi, meskipun jumlah peserta masih terbatas. Sementara itu, faktor-faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi keluarga, anggapan tabu terhadap pembahasan seksualitas, keterbatasan waktu orang tua, serta minimnya sarana dan dukungan pendanaan untuk menjamin kelanjutan program. ***** This study aims to describe the factors supporting and hindering the implementation of the Youth Family Development Program (BKR) in providing adolescent sexual education to parents in RW 04, Cipinang Cempedak Village, East Jakarta. The study used a qualitative case study approach, with BKR cadres, parents of BKR members, and village officials as key informants. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and document review. Data were then analyzed thematically through data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The results indicate that the implementation of the BKR Program in RW 04 has been successful and provided opportunities for parents to gain knowledge about reproductive health and adolescent sexual education. Key supporting factors include the commitment and discipline of cadres, support from PLKB officers and the village government, and increased awareness among some parents to participate in outreach activities, despite the limited number of participants. Meanwhile, inhibiting factors include low family participation, perceived taboos regarding discussing sexuality, limited parental time, and a lack of facilities and funding to ensure the program's continuity

    34,004

    full texts

    39,193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Jakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇