Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
1105 research outputs found
Sort by
Asuhan keperawatan pada pasien BPH post operasi TURP dengan Spinal Anestesi di Ruang OK dan ICU RSU Aminah Blitar
RSU Aminah Blitar dalam pengelolaan asuhan keperawatan sudah sesuai dengan standar SDKI, SLKI dan SIKI. Dari ke empat pasien yang diteliti dengan kasus BPH Post Op TUR P 100 % mengalami hipotermi. Intervensi secara aktif pada pasien yang mengalami hipotermi post operasi dengan anestesi umum belum maksimal dilakukan karena belum tersedia fasilitas seperti infus warmer, selimut penghangat, humidifier hangat, blanked warmer dan lain-lain. Penanganan intervensi hipotermi secara aktif pada pasien hipotermi saat intra maupun post operasi sangat berguna karena bisa untuk mngurangi kecemasan dan menimbulkan rasa nyaman pada pasien. Apabila pasien dengan hipotermi tidak ditangani dengan baik maka bisa menyebabkan syok karena hipotermi juga termasuk dalam kegawatdaruratan. Manajemen pasien hipotermi secara terapeutik dengan penghangatan aktif dapat mengurangi keadaan hipotermi yang memberat. Perawatan pasien Post Op TUR P harus dilakukan observasi ketat untuk menghindari Syndrom TUR P. Kejadian sindrom TURP sangat cepat, dapat terjadi 15 menit setelah operasi selesai hingga 24 jam (Swaminathan dan Tormey, 1981). sehingga apabila tidak dilakukan pemeriksaan post operasi TURP secara dini, maka dikuatirkan telah sindrom TURP yang mengakibatkan kematian.
Key Word : BPH Post Op TURP, Spinal anestesi, hipotermia, syndrom TURP, OK dan ICU RSU Aminah Blitar
Aktivitas Antidiabetes Umbi Tanaman Yakon (Smallanthus Sonchifolius) pada Kadar Gula Darah Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Model Diabetes Melitus Tipe 2
Penggunaan obat oral antidiabetes pada pasien DM secara rutin dan jangka panjang dapat membuat persepsi masyarakat khawatir dengan efek samping dari obat tersebut. Pada umbi tanaman Yakon (SS) terdapat Fruktooligosakaraida (FOS) yang mampu menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh umbi tanaman Yakon terhadap kadar gula darah tikus putih model diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini eksperimen dengan desain pre-post test with control-group design. Variabel independen, pemberian serbuk umbi tanaman Yakon, variabel dependen, kadar glukosa darah. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok (dosis 1, dosis 2) dan kelompok kontrol, masing-masing 6 ekor tikus. Tikus diberikan diet tinggi karbohidrat selama 9 minggu. Perlakuan dosis 1 (100 mg/kgBB ), dosis 2 ( 200 mg/kgBB) selama 3 hari. Pengukuran kadar gula darah menggunakan Gluco-Dr. Analisis data menggunakan Paired Sample T-test, Independent Sample T-test, dan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan tikus kelompok perlakuan dosis 1 mengalami penurunan rata-rata kadar gula darah sebesar 122,83 mg/dl (p 0,002) dan kelompok perlakuan dosis 2 sebesar 181,17 mg/dl (p 0,009). Hal tersebut menunjukkan ada pengaruh pemberian serbuk umbi tanaman Yakon terhadap kadar gula darah. Hasil penelitian kelompok kontrol dan perlakuan dosis 1 (Sig.(2-tailed) = 0,000, α = 0,05) dan kelompok kontrol dan perlakuan dosis 2 (Sig.(2-tailed) = 0,000, α = 0,05). Sedangkan hasil perbandingan menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dosis 1, dan kelompok kontrol dengan perlakuan dosis 2 masing-masing (Sig.(2-tailed) = 0,000, α = 0,05). Berdasarkan penelitian diatas umbi Yakon dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah
Aplikasi Telehomecare sebagai Upaya Meningkatkan Kepuasan pada Pasien Diabetes Mellitus Pasca Rawat Inap di Ruang Darussalam RSU Aminah Blitar
Pelayanan homecare saat ini mulai bergesar sesuai teknologi yang berkembang yaitu telehomecare. Telehomecare adalah praktek kesehatan dengan memakai komunikasi audio, visual dan data termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi telehomecare sebagai upaya meningkatkan kepuasan pasien diabetes melitus pasca rawat inap di ruang Darussalam RSU Aminah Blitar. Desain yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design dengan populasi yang digunakan pasien diabetes melitus yang sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan sampel yang digunakan purposive sampling. Hasil uji statistic didapat nilai mean telehomecare 46,13 dan homevisite 37,25. Sedangkan nilai signifikan (p) hasil pengujian dua kelompok masing-masing besarnya adalah 0,000. Nilai signifikan P<0,05 mengidentifikasikan adanya perbedaan antara pelayanan telehomecare dan homevisite. Dari hasil penelitian diharapkan Rumah sakit untuk mengaplikasikan program telehomecare untuk meningkatkan kualitas pelayanan prima dan meningkatkan efisiensi dalam hal biaya serta tenaga untuk melakukan follow upkepada pasien
Knowledge and Attitude about Diabetic Foot Care in Diabetes Melitus Patients at Mardiwaluyo Hospital Blitar City
Information about the dangers of diabetik foot ulcers causes low knowledge, attitudes and actions of DM patients. The purpose of this study was to study the knowledge and attitudes of people with type 2 diabetes mellitus in the treatment of diabetik foot in Mardiwaluyo District Hospital, Blitar City. This research is descriptive research. The population in this penetration are all patients with type II diabetes mellitus in July to August 2019 of 42 people, with a total monthly of 21 people. The sample in this study amounted to 20 people with a sampling technique is purposive sampling. This research was carried out in December 2019, in the Melati Room, Dahlia Room and Rose Room and Bougenville Room Mardiwaluyo Regional Hospital, Blitar City. Data analysis using frequency distribution for knowledge and attitude variables. The results showed that the majority of respondents namely as many as 15 respondents (75%) had knowledge about foot care in the quite good category. While half of the respondents are as many as 10 respondents (50%) have an attitude about foot care in the positive category. Information about diabetik foot care causes low knowledge, attitude and care of DM sufferers. Knowledge and attitudes that help overcome challenges, increase self-confidence and motivation to manage yourself better