Repository STIKes Patria Husada Blitar
Not a member yet
    1105 research outputs found

    Analysis of Severity Level Factors in Covid-19 Patients with Comorbid Diabetes Mellitus

    Full text link

    Asuhan Keperawatan pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Paviliun IV RS Katolik Budi Rahayu Blitar

    No full text
    Demam Dengue (DF) dan Demam Berdarah Dengue/DBD (Dengue Hemorrhagic Fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan ditesis hemoragik. Virus akan berkembang di dalam peredaran darah dan akan ditangkap oleh makrofag dan segera terjadi viremia selama 2 hari sebelum timbul gejala dan berakhir setelah 5 hari gejala panas muncul. Infeksi virus dengue merangsang terbentuknya antibodi spesifik yang akan membentuk ikatan (kompleks) dengan virus. Dari banyaknya kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh karena itu harapkan perawat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Demam Berdarah Dengue(DBD). Keterampilan yang sangat dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengidentifikasi tanda tanda syok dan kecepatan dalam menangani pasien yang mengalami resiko hipovolemia pada Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Syock Syndrome (DSS). Laporan penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pengambilan sample 4 pasien anak dengan diagnosa medis Demam Berdarah Dengue. Insiden Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar tahun 2020 sebanyak 139 orang, dengan jumlah pasien anak- anak sebanyak 91 pasien. Tujuan penulisan laporan ini adalah mampu melakukan Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Demam Berdarah Dengue (DBD)

    Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Diagnose Hiperbilirubinemia di Ruang Neonatus RSI Aminah Kota Blitar

    No full text
    Hiperbilirubin merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin ditandai dengan ikterik akibat tingginya kadar bilirun dalam darah. Hiperbilirubin menjadi suatu masalah jika tidak segera ditangani dengan baik. Masalah tersebut mengarah pada gangguan perkembangan neurologis pada bayi, seperti terjadinya enselopati pada bayi. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan pada neonatus dengan diagnose hiperbilirubin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta studi dokumentasi. Instrument pengumpulan data yang digunakan berupa format pengkajian neonatus yang memuat data pengkajian sampai evaluasi. Hasil yang didapatkan seluruh pasien kelolaan tampak kuning pada seluruh tubuh khususnya perut serta dada. Pada kulit terdapat ruam merah serta kering. Orang tua pasien kelolaan belum mengerti penyebab dari gejala yang dialami oleh pasien. Terdapat 4 Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu icterus neonatus, risiko gangguan integritas kulit, risiko hipovolemia, dan deficit pengetahuan. Tindakan yang telah dilakukan meliputi Fototerapi, pemantauan input-output cairan, dan pendidikan kesehatan tentang hiperbilirubin. Evaluasi keperawatan dilakukan setelah pemberian asuhan keperawatan didapatkan tanda gejala yang muncul pada pasien kelolaan membaik, tanda-tanda vital dalam batas normal, serta terjadi penurunan kadar bilirubin. Proses penyembuhan pasien kelolaan tergantung pada kondisi pasien masing-masing. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan perawat lebih mengoptimalkan pemantauan terhadap bayi dengan hiperbilirubin agar tidak terjadi komplikasi berkelanjutan

    Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi di Ruang Tasnim RSU Aminah Blitar

    No full text
    Hipertensi merupakan suatu penyakit dengan kondisi medis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah secara kronis lebih dari normal, dimana penderita mempunyai tekanan darah bagian atas (sistolik) ≥ 140 mmHg dan bagian bawah (diastole) ≥ 85 mmHg, yang disebabkan oleh faktor yaitu pola makan, gaya hidup, stress, berat badan, riwayat keturunan (genetik),usia, dan jenis kelamin. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena penyakit ini kadang tidak menimbulkan suatu gejala dan sering tidak disadari oleh penderita sehingga sering terdiagnosa setelah adanya komplikasi. Untuk itu perlu adanya penatalaksanaan yang baik bagi pasien hipertensi, yang meliputi kepatuhan diet, kepatuhan kontrol, pengobatan, dan olah raga. Pada pengkajian didapatkan mengeluh nyeri kepala sebanyak (100 %), lemas sebanyak (25%) yang merupakan salah satu tanda gejala utama dari hipertensi. Prioritas diagnosa utama yang muncul adalah nyeri akut (100%), pasien mengeluh nyeri kepala. Diagnosa resiko perfusi serebral tidak efektif sebanyak (100%) serta diagnosa intoleransi aktivitas sebanyak (25%). Pada intervensi keperawatan tidak ada kesenjangan kasus dan konsep teori. Pada implementasi keperawatan bisa dikerjakan penulis sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Ada beberapa implementasi yang harus lebih ditekankan pada pasien hipertensi yaitu kepatuhan kontrol, pola makan, kepatuhan minum obat, dan aktivitas fisik. Pada proses evaluasi keperawatan dalam kasus ini masalah teratasi

    Pengaruh Konseling Behavioral terhadap Kepercayaan Diri Remaja Kasus Kekerasan Seksual di Lembaga Khusus Anak Blitar

    No full text
    Kekerasan seksual beberapa tahun terakhir meningkat terutama di kalangan remaja. Keamanan dan kenayaman pada remaja sangat mengkhawatirkan, hal ini dikarenakan peaku kekerasan seksual bisa berasal dari berbagai kalangan, baik dari orang yang terdekat sepert keluarga tetangga, dan orang yang tidak dikenal, oleh karena itu, kekerasan seksual pada remaja perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh elemen masyarakat. Dampak yang dialami oleh korban kasus pelecehan seksual antara lain dampak psikis dan fisik. Salah satu dampak psikis yang dialami korban kasus pelecehan seksual salah satunya adalah kehilangan percaya diri. Kepercayaan diri meningkat pada korban akibat pelecehan seksual dapat dilakukan dengan cara konseling, dengan metode konseling behavioral. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Post Test Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 responden. Dengan kriteria inklusi sebagai berikut : korban kekerasan seksual, berada pada tempat rehabilitasi, berusia 15 – 18 tahun. Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling, yaitu seluruh populasi. Analisa data dalam penelitian ini dibedakan menjadi analisa univariat dalam bentuk distrubusi frekuensi antara lain usia, jenis kelamin, usia berapa terjadi pelecehan seksual, siapa yang melakukan pelecehan seksual, dan analisa bivariat dalam bentuk uji wilcoxon sign rank test Dari hasil uji wilcoxon signed test didapatkan nilai Z sebesar -4.832 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.000 lebih kecil dari tingkat alfa 5%(0,05) sehingga menolak ho, maka kesimpulannya terdapat perbedaan kepercayaan diri antara sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan. anak korban pelecehan seksual terdapat anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, selain itu ada juga yang memiliki kepercayaan diri yang sedang dan tinggi. Untuk itu anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah diberikan treatment berupa konseling cognitive behavior. Setelah diberikan delapan kali treatment ternyata konseling cognitive behavior memiliki pengaruh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak korban pelecehan seksua

    Gambaran Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa di STIKes Patria Husada Blitar

    No full text
    Media sosial memiliki karakteristik unik dan memeberikan efek menyenangkan sehingga mahasiswa tertarik terhadap fasilitasnya untuk digunakan secara terus menerus. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa mengalai kecaduan media sosial dan dapat berdampak pada masalah pesikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui gambaran kecanduan media sosial pada mahasiswa.Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sempel sebayak 93 mahasiswa di STIKes Patria Husada Blitar dan menggunakan metode purposif sempling. Penelitian ini menggunakan kuesioner kecanduan penggukan media sosial yang di buat oleh pratiwi 2017 dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa (85,9%) menggalami gejala kecanduan media sosial sedang,sebagian kecil mahasiswa (12%) mengalami gejala kecanduan media sosial tinggi dan sebagian kecil mahasiswa (2,1%) mengalami gejala kecandua media ringan.Simpulan dari penelitian in bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat gejala kecanduan media sosial sedang dan beberapa mahasiswa mengalami gejala kecanduan media sosial ringan dan berat sehimgga di sarankan kepada seluruh institusi pendidikan untuk melakukan pencegahan sekunder dan tersier bagi mahasiswa yang mengalami tingkat kencanduan sedang dan ringan serta harus menangani mahasiswa yang mengalami tingkat kecanduan media sosial bera

    Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Tingkat Stress Kerja Perawat IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

    No full text
    Beban kerja yang dihadapi perawat IGD fluktuatif tergantung dari jumlah pasien yang dilarikan ke IGD dan tingkat keparahan dari setiap pasien yang nantinya berpengaruh pada jenis tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien. Kondisi beban kerja seperti itu akan meningkatkan stressor yang mengakibatkan stress kerja pada perawat IGD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres kerja perawat di IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling didapatkan 34 pekerja. Variabel independen adalah dukungan sosial yang diterima perawat. Variabel dependen adalah tingkat stres kerja perawat. Data dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel dukungan sosial dengan tingkat stres kerja (ρ =0,049) dan nilai koefisien korelasinya cukup (r= -0,342). Stres kerja dapat terjadi karena rendahnya faktor hubungan/dukungan sosial yang diterima seseorang baik dari keluarga, rekan kerja, atasan, atau bawahan. Karyawan yang memiliki dukungan sosial yang baik akan lebih memiliki nilai kinerja yang tinggi dan minimnya stres kerja yang ditimbulkan. Penelitian ini diharapkan perawat meningkatkan relationship building skill dengan mengikuti pelatihan building relationship untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan building relationship dalam melakukan helping relationship kepada perawat lain

    Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Kadar Asam Urat dengan Nilai MAP (Mean Arterial Pressure) pada Lansia

    No full text
    Globalisasi, urbanisasi serta pergantian gaya hidup dapat berdampak terhadap peningkatan indeks masa tubuh dan kadar asam urat yang memicu terjadinya kasus hipertensi. Pengukuran hipertensi dapat dilihat berdasarkan nilai MAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kadar asam urat dengan nilai MAP pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu lansia berumur 60-69 tahun di RT 04 TW 04 desa Kolomayan sebanyak 45 pasien. Sampel dari penelitian menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan strature meter, timbangan, dan easy touch. Analisis data menggunakan Spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki IMT obesitas sebanyak 21 orang (46.7%), pasien dengan kadar asam urat tinggi 27 orang (60%). Sebanyak 15 orang (33.3%) memiliki nilai MAP normal. Uji statistik IMT dengan nilai MAP memperoleh hasil 0.000 dengan α<0.05 yang berarti ada hubungan antara IMT dengan nilai MAP, uji statistik kadar asam urat dengan nilai MAP memproleh hasil 0.000 dengan α<0.05 yang berarti ada hubungan kadar asam urat dengan nilai MAP. Semakin besar IMT volume darah dalam memasok oksigen akan semakin meningkat, sehingga jantung akan memompa darah lebih cepat. Kadar asam urat yang tinggi akan menurunkan NO dan meningkatkan produksi RAA yang dapat merangsang sekresi aldosteron sehingga menyebabkan retensi natrium dan air yang dapat berpengaruh terhadap nilai MAP. Diharapkan lansia dapat menjaga indeks masa tubuh dan kadar asam urat agar nilai MAP tetap dalam kondisi normal

    Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Industri Kayu

    No full text
    Dampak negatif dari industri kayu adalah pencemaran udara oleh debu serbuk kayu. Serbuk kayu mengandung bahan partikulat yang apabila masuk ke dalam organ pernapasan manusia depat tertinggal di dalam saluran pernafasan dan mengganggu sistem pernafasan. Partikel debu serbuk kayu ini berdampak pada berbagai macam gangguan fungsi paru seperti PPOK, ISPA, Asma dapat di alami oleh pekerja industi kayu. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri kayu. Desain penelitian ini literatur review. Pencarian artikel menggunakan metode PICOS, menggunakan database melalui SINTA (Science and Technology Index), Science Direct, untuk menentukan metode Pendidikan Kesehatan. Kriteria penelitian menggunakan artikel yang di terbitkan setelah tahun 2015. Berdasarkan artikel jurnal adanya beberapa faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru antara lain Usia, Kebiasaan Merokok, Lama paparan, Lama Kerja, Kebiasaan menggunakan APD, Kebiasan Olahraga

    774

    full texts

    1,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository STIKes Patria Husada Blitar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇