EPrints UMPO
Not a member yet
    12467 research outputs found

    PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM ABSENSI SISWA BERBASIS RFID DENGAN NOTIFIKASI WHATSAPP OTOMATIS KEPADA ORANG TUA/WALI UNTUK STUDI KASUS DI SMK NEGERI PONCOL

    Get PDF
    Penelitian ini membahas perancangan dan implementasi prototipe sistem absensi siswa berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan notifikasi WhatsApp otomatis, dengan studi kasus di SMK Negeri Poncol. Latar belakang penelitian adalah permasalahan pada metode absensi manual yang rawan kecurangan, memerlukan waktu lama, dan tidak memberikan informasi kehadiran secara real-time kepada orang tua/wali murid. Sistem dikembangkan menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler utama, modul RFID RC522 sebagai pembaca kartu, backend berbasis Flask sebagai pengolah data, dan MySQL sebagai basis data. Integrasi dengan bot WhatsApp berbasis Node.js dan library Baileys memungkinkan pengiriman notifikasi kehadiran secara otomatis setelah setiap pemindaian kartu. Pengujian dilakukan secara fungsional, kinerja, dan keandalan, meliputi pembacaan kartu pada berbagai jarak dan orientasi, penyimpanan data di database, kesesuaian pengiriman notifikasi dengan data absensi, serta pengukuran waktu respon sistem. Hasil pengujian menunjukkan akurasi pembacaan UID kartu RFID mencapai 100% pada jarak optimal 0–4 cm, dengan waktu respon rata-rata dari pemindaian hingga penyimpanan data sebesar ±24,08 ms, dan total waktu pengiriman notifikasi ke WhatsApp sekitar 3,9 detik. Sistem berhasil mengirimkan notifikasi ke nomor WhatsApp yang terdaftar dengan tingkat keberhasilan 100% pada skenario uji coba. Sistem ini terbukti dapat mencatat kehadiran siswa secara otomatis dan menyampaikan informasi kehadiran kepada orang tua/wali. Kata kunci: absensi siswa, Internet of Things (IoT), NodeMCU ESP8266, RFID, WhatsApp

    Pendidikan Inklusif: Kebijakan dan Implementasi

    Get PDF
    Pendidikan inklusif muncul sebagai respon terhadap paradigma lama yang bersifat eksklusif, di mana anak-anak berkebutuhan khusus seringkali dipisahkan dari lingkungan belajar reguler. Pendekatan segregatif tersebut dianggap tidak sejalan dengan nilai- nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Melalui pendidikan inklusif, semua peserta didik diharapkan dapat belajar bersama dalam satu lingkungan yang saling menghargai perbedaan, serta memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini sejalan dengan komitmen global dalam Education for All (EFA) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat yang menekankan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata untuk semua

    PERAN GURU PAI DALAM MEMBETUK KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DI MTs HASAN MUNADI PONOROGO

    No full text
    Iin Muthmainah, 2025. The Role of Islamic Religious Education Teachers in Developing Students' Independent and Responsible Character at MTs Hasan Munadi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing I Dr. Katni, M.Pd.I., dan Pembimbing II Devid Dwi Erwahyudin, S.Pd,I.M.Pd.I Keywords: The role of Islamic Religious Education teachers, shaping character, independence, responsibility. Islamic Religious Education (PAI) teachers play a very important role in shaping the character of students. In addition to being the main figures in this process, PAI teachers also have a big responsibility in educating, teaching, guiding, and training students so that they grow into individuals who believe in, fear God Almighty, have good morals, are knowledgeable, and responsible. The main focus of PAI teachers is moral strengthening, which requires a deep understanding of character and ethics. To achieve this goal of character education, PAI teachers are required to use appropriate learning strategies and methods in instilling positive values in students. This study aims to investigate the role of Islamic Education teachers in the formation of students' character, as well as to analyze various steps and approaches used to strengthen moral values. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi, display dan verifikasi data. The results of this study are: 1) This role is carried out in a planned and systematic manner, covering four main components, namely the preparation of character learning objectives. Integration of character values in Islamic Religious Education Material. Character building strategies. Collaboration between parents and homeroom teachers in building student character. 2) The implementation of the role of Islamic Religious Education teachers in shaping independent character and student responsibility is carried out through several approaches and strategies of the teacher's role as: role models, Integrated Learning of Character Values, Habitual Methods and Routine Activities, Giving Tasks and Responsibilities, Implementing Rewards and Punishments, Involvement in Extracurricular Activities; 3) Evaluation of the Results of the Role of Islamic Religious Education Teachers in Shaping Independent Character and Student Responsibility at MTs Hasan Munadi as follows: 1) internal evaluation by teachers. Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) teachers not only teaches the values of independence and responsibility, but also actively tracks and assesses the development of student character through a systematic approach carried out through: daily behavioral observations, daily/weekly reflections, affective assessments in report cards. 2) Evaluation from homeroom teachers and parents; 3) Periodic reports by homeroom teachers; 4) communication with parents

    ANALISIS YURIDIS PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN PERKARA KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH KABUPATEN MADIUN

    No full text
    ARIF SYAIFUDIN. Analisis Yuridis Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Perkara Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kabupaten Madiun. Dr. Ferry Irawan Febriansyah, SH., MH. dan Dr. Yogi Prasetyo, SH., MH. Kecelakaan lalu lintas adalah sebuah tindak pidana yang menimbulkan konsekuansi hukum bagi pengendara. Pada umumnya, masyarakat menilai bahwa kecelakaan lalu lintas murni karena kesalahan orang yang menabrak dan berakhir pada pemidanaan sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung Pasal 5 No. 15 Tahun 2020. Penyeleaian perkara kecelakaan lalu lintas tidak harus bergantung pada sanksi hukum untuk mengatur tindakan masyarakat. Oleh karena itu, perkara kecelakaan lalu lintas dengan korban hidup, tersangka tidak perlu dijatuhi sanksi hukum. Asalkan tersangka telah bertanggungjawab, melakukan perdamaian yang berpihak pada korban dan masyarakat. Sejatinya, tujuan hukum yaitu mencapai kedamaian dengan mewujudkan keadilan dan kepastian hukum di dalam masyarakat. Seiring perkembangan zaman tindakan restorative justice telah diterapkan pada beberapa kasus hukum meskipun belum banyak. Karena sebagian besar penegak hukum menafsirkan hukum secara kontekstual. Namun, penyelesaian kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan dengan restorative justice, bagi penulis telah memberikan dampak yang lebih baik daripada menggunakan pemidanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi restorative justie dalam penyelesaian kasus kecelakaan dan menentukan seberapa efektif penggunaan restorative ustice dalam menangani kasus kecelakaan di wilayah Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun dengan menggunakan data primer dan data sekunder sebagai sumber data penelitian ini. Pengumpulan daya yang digunakan adalah studi pustaka dan studi empiris. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif menggunakan data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa kasus kecelakaan ini bisa diselesaikan tanpa adanya pemidanaan melainkan menggunakan restorative justice. Perkara ini bisa diselesaikan dengan restorative justice sebab tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana maksimal 1 tahun, tersangka tidak mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan ketika terjadi peristiwa tersebut, tersangka dengan korban maupun keluarga korban telah berdamai dengan mengganti biaya pengobatan serta tersangka bukan termasuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Pelaksanaan restorative justice terhadap kasus kecelakaan ini efektif dalam penerapannya. Penulis berpendapat bahwa pelaksanaan restorative justice dalam kecelakaan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka sangat efektif sebab hal ini memberikan dampak positif bagi tersangka, korban dan keluarga. Dampaknya, restorative justice menciptakan perdamaian dan pertanggungjawaban tersangka yang mampu membuat sebuah keputusan hukum mencapai keadilan dan kepastian hukum yang tepat

    HUBUNGAN DIET DASH (DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION) DENGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK DALAM RSU AISYIYAH PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN DIET DASH (DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION) DENGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Metode Penelitian Chie Square Di Klinik Dalam RSU Aisiyah Ponorogo Oleh : Vivi Sudia Martha Hipertensi tidak mengenal usia karena rendahnya pengetahuan dan pola hidup sehat. Pola hidup masyarakat yang lebih praktis berdampak pada pelaksanaan diit hipertensi yang tidak tepat dan memicu berbagai penyakit. Berdasarkan fenomena tersebut perlu pemahaman untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diit hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara diet DASH dengan penurunan tekanan darah. Rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di klinik dalam RSU Aisiyah Ponorogo pada tahun 2024 sebanyak 591 pasien. Sampel dalam penelitian sebanyak 46 responden. teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variable independent (bebas) dalam penelitian ini adalah Diet Dash (Dietary Approaches To Stop Hypertension). Variabel dependent dalam penelitian ini adalah kestabilan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah sebagian besar (57%) sebanyak 26 responden mengalami terjadi penurunan tekanan darah. Hampir setengahnya (43%) sebanyak 20 responden tidak terjadi penurunan tekanan darah. Data hampir setengahnya (43%) sebanyak 20 responden melakukan diet DASH dan terjadi penurunan tekanan darah. Sebagian kecil (22%) sebanyak 10 responden tidak melakukan diet DASH dan tidak terjadi penurunan tekanan darah. Hal ini didukung dengan hasil penghitungan chie square dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil asim sign . Hasil dalam penelitian ini ada hubungan antara diet DASH dengan penurunan tekanan darah. Hal ini diperkuat oleh penelitian penerapan diet DASH dan diet rendah garam yang telah dilakukan oleh pada pasien dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Larangan Utara dan Posbindu Larangan Utara yang telah menerapkan diet DASH menunjukkan bahwa dengan dilakukannya diet DASH terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih besar daripada diet rendah garam

    TONGKAT ALAT BANTU TUNANETRA UNTUK MOBILISASI DAN IDENTIFIKASI BARANG DI KOPERASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

    No full text
    Visually impaired individuals face challenges in mobility and independence, especially when shopping in cooperatives or campus environments. This research designs and implements a smart cane as an assistive tool for the blind to support mobility and product identification at the Muhammadiyah University Ponorogo Cooperative. The mobility system employs an ultrasonic sensor connected to an Arduino Nano, with output in the form of vibrations on the cane handle when detecting obstacles. Meanwhile, the product identification system utilizes an RFID reader on the box, RFID tags on product shelves, and a Raspberry Pi connected to the cooperative’s database to generate product information in audio form via a headset. The test results show that the mobility system achieved a sensor accuracy rate of 97.8% with an average error of 2.2%, while the product identification system successfully operated with 100% accuracy. This research proves that the integration of ultrasonic sensors and RFID can enhance the independence of visually impaired students in mobility and shopping, as well as contribute to providing disability-friendly facilities within the university environment. Keywords: Smart Cane, Arduino, Mobility, Product Identification, Ultrasonic Sensor, RFID, Raspberry Pi

    PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM KUNCI KONTAK DAN KUNCI KEMUDI OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PERINTAH SUARA (ARDUINO UNO R3)

    No full text
    Abstrak Fitur otomotif mengalami perkembangan pesat secara berkelanjutan sebagai dampak perkembangan revolusi industri 4.0, khususnya dalam hal memudahkan pengoperasian fitur sebagai penunjang keselamatan maupun kenyamanan berkendara. Pada penelitian ini dikembangkan prototipe yang dirancang dengan cara mengintegrasikan sensor suara untuk menyalakan dan mematikan engine starter dengan memanfaatkan kontrol perintah suara (Arduino Uno R3). Sistem kerja dari prototipe ini dikendalikan menggunakan Arduino uno R3 sebagai tempat proses perintah sensor, Modul Bluetooth HC-05 sebagai otak dari prototipe yang dilengkapi dengan Relay 1 chanel, Power supply sebagai sumber tegangan untuk dikirim ke perangkat dan ke servo solenoid dengan kendali penuh melelui perangkat smartphone. Hasil dari penelitian menunjukkan sistem prototipe kunci kemudi pada motor dapat diaktifkan melalui perintah suara menggunakan bantuan arduino sebagai tempat memproses dan sensor serta aplikasi berbasis android sebagai pusat kontrol

    KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA YANG MENGALAMI PENURUNAN KOPING KELUARGA

    No full text
    ABSTRAK Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Anggota Yang Mengalami Gangguan Jiwa Dengan Masalah Keperawatan Penurunan Koping Keluarga (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Paringan Jenangan Kabupaten ponorogo) Oleh : Mohamad Jefin Kurniawan 22613531 Gangguan jiwa seperti skizofrenia dapat berdampak besar tidak hanya pada individu yang mengalaminya, tetapi juga pada sistem pendukungnya, terutama keluarga. Penurunan kemampuan koping keluarga menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering muncul dalam konteks perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan melalui studi kasus yang dilakukan pada tanggal 09 Juli 2025 hingga 13 Juli 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Paringan Jenangan Ponorogo. Berdasarkan hasil pengkajian, keluarga mengalami penurunan koping yang ditandai dengan keterbatasan dalam memberikan dukungan emosional, ketidaktahuan dalam perawatan pasien, dan kurangnya pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan secara menyeluruh. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi edukasi keluarga, peningkatan komunikasi, fasilitasi pengambilan keputusan, serta dorongan pemanfaatan fasilitas kesehatan. Evaluasi teratasi dibuktikatan dengan peningkatan pemahaman dan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dapat membantu meningkatkan kemampuan koping keluarga dalam menghadapi anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: gangguan jiwa, penurunan koping keluarga, asuhan keperawatan keluarga, skizofrenia, studi kasus. ABSTRACT Family Nursing Care for a Family Member with Mental Disorders Experiencing Decreased Family Coping (Case Study in the Working Area of Paringan Health Sub-Center, Jenangan, Ponorogo Regency) By : Mohamad Jefin Kurniawan 22613531 Mental disorders such as schizophrenia can have a significant impact not only on the individual but also on their support system, especially the family. Decreased family coping skills are a common nursing issue in the care of patients with mental disorders. The method used is a nursing process approach through a case study conducted from July 9, 2025 to July 13, 2025 in the Paringan Jenangan Ponorogo Health Center Working Area. Based on the assessment results, the family experienced decreased coping, characterized by limitations in providing emotional support, lack of knowledge about patient care, and inadequate utilization of healthcare facilities. Nursing interventions included family education, improved communication, facilitation of decision-making, and encouragement of healthcare facility utilization. Successful evaluation was demonstrated by increased family understanding and involvement in patient care. Comprehensive family nursing care can help improve family coping skills in dealing with family members with mental disorders. Keywords: mental disorders, decreased family coping, family nursing care, schizophrenia, case study

    IMPLEMENTASI BUKU PENGHUBUNG DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA KELOMPOK A1 DI TK FULLDAY PAS BAITUL QUR'AN GONTOR

    No full text
    ABSTRACT Siti Kusnul Kotimah,, 2025. Implementation of the Liaison Book in Improving the Religious Character of Group A1 Students at the Fullday Kindergarten PAS Baitul Qur’an Gontor. Thesis. Master of Islamic Religious Education Postgraduate Program, Muhammadiyah University of Ponorogo. 2025. Supervisors: (1) Dr. Rido Kurnianto, M.Ag, and (2) Dr. Aldo Redho Syam, M.Pd.I The liaison book serves as a means of building effective communication and collaboration between teachers and parents. Through this book, teachers and parents can exchange information, provide guidance, make improvements, and work together to improve the quality of student learning outcomes. In practice, the liaison book is used to improve the religious character of group A1 students at Baitul Qur'an Gontor Full-Day Kindergarten. The objectives of this study were to (1) describe the implementation of the liaison book in improving the religious character of group A1 students at Baitul Qur'an Gontor Full-Day Kindergarten. (2) describe the impact of using the liaison book in improving the religious character of group A1 students at Baitul Qur'an Gontor Full-Day Kindergarten. (3) describe the supporting factors, inhibiting factors, and teacher solutions in implementing the liaison book in improving the religious character of group A1 students at Baitul Qur'an Gontor Full-Day Kindergarten. This study used a descriptive qualitative method. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies. After being collected, the data were analyzed in three stages: reduction, presentation, and drawing conclusions. To ensure data validity, triangulation techniques were used. The results of the study showed that, (1) The steps for implementing the liaison book are as follows: 1) Teachers socialize the steps for using the liaison book to parents. 2) Teachers record and assess the results of student learning observations at school. 3) Teachers distribute liaison books to students before going home from school. 4) Students give liaison books to parents. 5) Parents view student learning outcomes at school. 6) Parents fill in/write the results of learning observations at home. 7) Students collect liaison books to teachers. 8) Teachers read student learning outcomes at home. (2) The impact of using the liaison book is an increase in the character and religious achievements of group A1 students at the Baitul Qur'an Gontor Fullday Kindergarten. (3) Factors that support and hinder the implementation of the liaison book include parental cooperation, student cooperation, and technology. To overcome these obstacles, the homeroom teacher's solution was to increase students' sense of responsibility for their personal belongings and continually remind parents of the importance of filling out the contact book for the successful development of students' religious character. Keywords: Contact Book, Religious Character, Student

    IMPLEMENTATION OF POSITIVE AFFIRMATION THERAPY IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS WITH CHRONIC LOW SELF-ESTEEM AT Dr. HARJONO PONOROGO REGIONAL HOSPITAL

    No full text
    Chronic low self-esteem is a key symptom in patients with schizophrenia. If left untreated, chronic low self-esteem can impact social responses and cognitive function. The purpose of this study was to determine the effectiveness of positive affirmation therapy in reducing chronic low self-esteem in patients with schizophrenia in the Wijaya Kusuma Ward at Dr. Harjono Ponorogo Regional General Hospital. The method used was a case study with a nursing care approach that included assessment, diagnosis, implementation, and evaluation. The intervention consisted of positive affirmation therapy for 5 days, each session lasting 15 minutes. The instrument used to measure chronic low self-esteem was a questionnaire (Rosenberg Self-Esteem Scale). The results of the application showed an increase in chronic low self-esteem in Mr. A after being given positive affirmation therapy intervention, marked by the client feeling relieved, happy, more open, daring to express himself, showing his face when talking, decreased guilt, decreased feelings of uselessness, feeling of having advantages and the problem of chronic low self-esteem in Mr. A was declared resolved on the 5th day. Positive affirmation therapy has been shown to help increase self-confidence and reduce symptoms of chronic low self-esteem. It can be concluded that positive affirmation therapy is an effective intervention in increasing positive appraisals in chronic low self-esteem in patients with mental illness. Keywords: chronic low self-esteem, positive affirmation therapy, schizophreni

    11,539

    full texts

    12,467

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EPrints UMPO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇