EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
The Use of Artificial Intelligence in English Leaming : Case Study in English Department
Syalsafira, Dima. (2025) The Use of Artificial Intelligence in English Learning : Case Study in English Department. Thesis. English Education Department. Faculty of Teacher Training and Education. Muhammadiyah University of Ponorogo. Advisors : (1) Dr. Anna Maghfiroh, M.Pd. B.I. (2) Dr. Alip Sugianto, M.Hum.
The development of artificial intelligence (AI) technology has significantly shaped the landscape of education, particularly in English language learning at the university level. Tools such as QuillBot, Grammarly, Google Translate, and Duolingo have become part of students’ efforts to improve their language skills. This study seeks to determine which AI applications offer the most advantages, explore how English Department students at Muhammadiyah University of Ponorogo incorporate these tools into their learning routines, and evaluate how their use influences academic outcomes.
This research utilizes a qualitative methodology through a case study approach. Data was gathered through a survey disseminated via Google Forms to students possessing experience with AI applications. Data analysis techniques categorized respondents' replies, subsequently employing the Miles and Huberman interactive model to minimize data redundancy, analyze the information, and derive conclusions.
The findings reveal that students make active use of a range of AI tools to support their academic work, especially in writing and comprehending English texts. QuillBot and Grammarly emerge as the most frequently used applications for enhancing language proficiency and avoiding plagiarism. When used thoughtfully, AI contributes positively to students’ motivation, confidence, and subject mastery. However, students are also aware of the limitations of these tools, such as inaccuracies in paraphrasing, which require them to critically evaluate the generated content. These insights suggest that AI can be a valuable learning aid when applied with discernment and critical reflection
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN AKSESIBILITAS INOVASI KEUANGAN DIGITAL TERHADAP FINANCIAL INCLUSION PADA UMKM SEKTOR PERDAGANGAN DI KECAMATAN PONOROGO
This study aims to examine the effect of financial literacy and the accessibility of digital financial innovations on financial inclusion among trade sector MSMEs in Ponorogo District. The sample size was determined using the Slovin formula, resulting in 100 respondents out of a population of 1,400 in 2024. A quantitative approach was employed with proportional sampling, and data were collected through face-to-face questionnaires distributed to MSME actors. Data analysis techniques included classical assumption tests, multiple linear regression analysis, data quality tests, and hypothesis testing.
The findings, based on explanatory analysis, indicate that financial literacy has a negative (inverse) effect on financial inclusion, while the accessibility of digital financial innovations has a positive and partially significant effect on financial inclusion among trade sector MSMEs in Ponorogo District. Furthermore, the F-test results show that both financial literacy and digital financial innovation accessibility simultaneously influence financial inclusion. The coefficient of determination (R²) was found to be 0.605 (60.5%), suggesting that the two independent variables can sufficiently explain financial inclusion among MSMEs in the trade sector of Ponorogo District
PENANAMAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBIASAAN MAKANAN TRADISIONAL DI TK AISYIYAH KAUMAN PONOROGO
Penanaman karakter cinta tanah air perlu dilakukan sejak usia dini sebagai upaya membentuk generasi yang menghargai budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan makan makanan tradisional sebagai strategi penanaman karakter cinta tanah air di TK Aisyiyah Kauman Ponorogo, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi delapan anak kelompok B, satu guru, dan satu kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan makan makanan tradisional dilaksanakan secara konsisten dan terjadwal, melibatkan keteladanan guru dan kepala sekolah, serta dukungan aktif orang tua. Kegiatan dilakukan dalam suasana menyenangkan dan interaktif, sehingga anak terlibat secara emosional dan sosial dalam mengenal serta menghargai makanan tradisional. Nilai-nilai karakter cinta tanah air yang tampak di sekolah antara lain kepedulian terhadap budaya bangsa, penghargaan terhadap keberagaman kuliner lokal, dan kebiasaan menggunakan produk dalam negeri. Faktor pendukung meliputi antusiasme anak, kolaborasi dengan orang tua, dan peran teladan pendidik. Hambatan yang ditemukan antara lain ketidaksiapan sebagian orang tua menyiapkan bekal sesuai jadwal, keterbatasan media komunikasi digital, dan belum optimalnya pemanfaatan media budaya pendukung. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan berbasis budaya lokal yang dilakukan secara berulang mampu memperkuat nilai cinta tanah air pada anak. Rekomendasi diberikan agar lembaga PAUD mengadopsi program serupa dengan dukungan perencanaan yang matang, komunikasi efektif dengan orang tua, dan integrasi media budaya yang lebih beragam
ANALISIS RASIO KEMANDIRIAN DAERAH, EFEKTIVITAS KEUANGAN DAERAH, EFISIENSI KEUANGAN DAERAH, KETERGANTUNGAN DAERAH, DAN PERTUMBUHAN SEBAGAI PENILAIAN KINERJA DAERAH KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2014-2023
Evaluasi kinerja keuangan daerah menjadi indikator penting terhadap keberhasilan program-program pemerintah daerah dan sebagai sarana evaluasi efektivitas kebijakan publik yang telah diimplementasikan. Dalam riset ini menelaah kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Ponorogo periode 2014-2023, menggunakan lima indikator kunci yaitu: kemandirian, efektivitas, efisiensi, ketergantungan, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Riset ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dalam menganalisis data kinerja keuangan. Menggunakan populasi penelitian yang berupa Laporan Realisasi Anggaran Daerah Tahun 2020-2023 dan sampel penelitian ialah Laporan Realisasi Anggaran Daerah Tahun 2020-2023. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi serta metode sampling jenuh dalam penentuan sampel. Hasil dari analisis kinerja keuangan pemerintah daerah terlihat dari rasio kemandirian daerah mendapatkan hasil yang berkisar 0%-25% yang termasuk dalam kriteria kemampuan keuangan yang rendah sekali. Berdasarkan efektivitas keuangan daerah mendapatkan hasil perhitungan diatas 100% dimana termasuk kedalam kriteria sangat efektif. Perhitungan jikalau dilihat dari efisiensi keuangan daerah mendapatkan hasil kurang dari 10%, perihal ini termasuk kriteria sangat efisien. Hasil perhitungan rasio ketergantungan daerah Kabupaten Ponorogo menunjukkan hasil 76%-100% yang termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil perhitungan dengan menggunakan rasio pertumbuhan mendapatkan hasil kurang dari 30% dimana termasuk kriteria tidak berhasil
IMPLEMENTASI ALGORITMA DECISION TREE DALAM KLASIFIKASI PENDUDUK MISKIN DI KELURAHAN RONOWIJAYAN
Penentuan status kesejahteraan masyarakat merupakan aspek penting dalam
pemerataan bantuan sosial. Kelurahan Ronowijayan menjadi wilayah studi dalam
penelitian ini, dengan tujuan untuk mengklasifikasikan penduduk ke dalam kategori
miskin atau tidak miskin secara otomatis berdasarkan sejumlah atribut. Algoritma
Decision Tree digunakan sebagai metode utama karena mampu memberikan
interpretasi yang jelas dalam pengambilan keputusan. Atribut yang digunakan
meliputi pendapatan, jumlah tanggungan, jenis pekerjaan, dan kepemilikan rumah.
Data yang digunakan dikumpulkan secara langsung dari masyarakat dan kemudian
diolah dalam sistem berbasis web. Melalui proses klasifikasi ini, sistem mampu
mengidentifikasi status kemiskinan berdasarkan kombinasi nilai atribut yang telah
ditentukan. Hasil klasifikasi divisualisasikan dalam bentuk grafik dan statistik yang
memudahkan evaluasi kondisi sosial di wilayah tersebut. Sistem ini diharapkan dapat
membantu pihak kelurahan dalam menyusun kebijakan berbasis data yang lebih tepat
sasaran
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURSUS MAHIR DASAR (KMD) TERHADAP JIWA KEPEMIMPINAN CALON GURU SANTRIWATI KELAS 5 KMI DI PONDOK MODERN ARRISALAH SLAHUNG PONOROGO
Cindy Puspita Sari, 2025. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Mahir Dasar (KMD) Terhadap Jiwa Kepemimpinan Calon Guru Santriwati Kelas 5 KMI Di Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo. Pembimbing (1): Dr. Syarifan Nurjan, MA (2): Dr. Aldo Redho Syam, M.Pd.I.
Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Mahir Dasar, Jiwa Kepemimpinan, Santriwati
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pendidikan informal. Ada banyak kegiatan ekstrakurikuler di setiap sekolah, salah satunya adalah "pramuka". Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo. Melalui kepramukaan, para santriwati dilatih dan dibimbing untuk mengembangkan keterampilan, nilai-nilai pribadi, dan sikap kepemimpinan yang baik.
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Pondok Modern Arrisalah adalah Kursus Mahir Dasar. Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan wajib bagi santriwati kelas lima setiap tahun. Dalam Kursus Mahir Dasar, kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk membantu santriwati memperoleh keterampilan, pengalaman, dan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat mereka sebelum terpilih menjadi pembina.
Kursus Mahir Dasar adalah kegiatan kursus yang ditujukan bagi para pemimpin pramuka. Tidak semua sekolah dapat menyelenggarakan kursus ini. Jika ditelusuri lebih lanjut, kegiatan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap semangat kepemimpinan anak-anak sekolah di masa depan, terutama santriwati kelas lima.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Mahir Dasar (KMD) Terhadap Jiwa Kepemimpinan Calon Guru Santriwati Kelas 5 KMI Di Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan 50 responden dari santriwati kelas 5 KMI. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data, dan dua variabel digunakan dalam penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas satu tujuan penting: Bagaimana Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Mahir Dasar (KMD) Terhadap Jiwa Kepemimpinan Calon Guru Santriwati Kelas 5 KMI? Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui bahwa tingkat signifikansi adalah 0,000 < 0,05, sehingga Hₐ diterima dan H₀ ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kegiatan Ekstrakurikuler Kursus Mahir Dasar (KMD) Terhadap Jiwa Kepemimpinan Calon Guru Santriwati Kelas 5 KMI Di Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo. Artinya, semakin aktif dan efektif santriwati berpartisipasi dalam kegiatan kursus mahir dasar, semakin berkembang jiwa kepemimpinannya. Temuan ini memperkuat pentingnya kegiatan Pramuka sebagai sarana pengembangan karakter dan kepemimpinan di lingkungan pesantren
BUDAYA ORGANISASI, REWARD DAN SUPPORT TEAM WORK TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN INDUSTRI ZIDNA KONVEKSI PONOROGO
The purpose of this study is to determine the effect of Organizational Culture, Rewards, and Support Teamwork on Employee Welfare in the Zidna Konveksi Ponorogo Industry. This study uses quantitative research with field research methods, namely observation and questionnaires. The study involved 60 employees of the Zidna Konveksi Ponorogo Industry. The data collection technique was by distributing questionnaires to 60 respondents. Data measurement used a Likert scale of one to five, where 1 represents strongly disagree and 5 represents strongly agree. Data analysis used in this study was Structural Equation Modeling (SEM) through the SmartPLS 4.0 application. The results of the analysis indicate that organizational culture has no significant effect on employee welfare in the Zidna Konveksi Ponorogo Industry, Rewards have no significant effect on employee welfare in the Zidna Konveksi Ponorogo Industry, and Support Teamwork has no significant effect on employee welfare in the Zidna Konveksi Ponorogo Industry.
Keywords: Organizational culture, rewards, teamwork support, employee welfar
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING SEKOLAH MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN
ABSTRAK
Rosiana Pratiwi,2025. Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah Dasar. Program studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dosen Pembimbing 1 Dr. Ayok Ariyanto, M.Pd dan Dosen Pembimbing II Dr. Wahyudi Setiawan, S.Pd.I,M.Pd.
Kata Kunci : Strategi, Kepala Sekolah, Daya Saing Pendidikan.
Untuk menjadi pemimpin, mereka harus memiliki wawasan yang luas, memiliki ide-ide visioner, dan membuat rencana strategis yang jelas. Kepala sekolah yang memiliki wawasan luas dan terbuka akan membawa sekolah mereka lebih maju sehingga mereka dapat bersaing dengan sekolah lain. Mereka harus visioner dan berwawasan luas untuk terus meningkatkan daya saing, kemampuan bersaing, dan mengubah ide dan gagasan. Ini adalah kunci kesuksesan kepala sekolah di era moderenisasi. karena jumlah sekolah negeri dan swasta terus meningkat setiap tahunnya. Munculnya sekolah baru menunjukkan persaingan yang lebih besar. SD Muhammadiyah 1 Magetan merupakan salah satu sekolah yang ada di Kota Magetan, SD Muhammadiyah 1 Magetan sendiri berada dibawah naungan Yayasan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Magetan. SD Muhammadiyah 1 Magetan adalah sekolah yang memiliki siswa yang banyak di kota Magetan serta SD Muhammadiyah 1 Magetan adalah salah satu sekolah swasta yang memiliki akreditasi A, SD Muhammadiyah 1 Magetan sekolah yang memiliki siswa terbanyak di Kota Magetan, dengan jumlah siswa tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 798 siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang kepala sekolah terapkan guna untuk meningkatkan daya saing sekolah dasar Muhammadiyah 1 Magetan dan bagaimana hasil strategi yang diterapkan untuk meningkatkan daya saing sekolah dasar Muhammadiyah 1 Magetan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi langsung, wawancara mendalam dengan kepala sekolah serta kaur sekolah dan juga melalui telah dokumen yang berkaitan dengan aktivitas sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Magetan menerapkan beberapa strategi yang di terapkan di SD Muhammadiyah 1 Magetan agar memilki peserta didik terbanyak dan menjadi minat masyarakat yang tinggi, diantara strategi yang dilakukan dengan melakukan pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas guru dan karyawan, melakukan evaluasi, menyususn program program unggulan seperti pengembangan kurikulum berbasisi karakter islami, program ekstrakulikuler, program pondok tahfids, program baksti sosial, meningkatkan sarana prasarana serta pengelolaan media sosial yang baik. Dengan adanya strategi strategi tersebut membuahkan hasil yang baik diantaranya SD Muahmmadiyah 1 Magetan memiliki citra yang baik dimasyarakat, serta memiliki lulusan dengan karakter yang baik
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KANGKUNG DALAM CAMPURAN CAT TERHADAP KETAHANAN KOROSI PADA BAJA ST-42
Korosi merupakan permasalahan serius dalam penggunaan material logam karena dapat menurunkan kualitas dan memperpendek umur pakai material. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menghambat korosi adalah pelapisan permukaan (coating). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak daun kangkung (Ipomoea aquatica) dalam campuran cat epoxy terhadap ketahanan korosi baja ST-42. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kangkung sebesar 5%, 7,5%, dan 10%. Pelapisan dilakukan menggunakan metode spray coating, kemudian dilakukan uji korosi menggunakan metode potensiodinamik dalam larutan NaCl 3,5% untuk mengetahui nilai laju korosi tiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kangkung memengaruhi laju korosi baja ST-42 secara signifikan. Konsentrasi 5% memberikan hasil paling optimal dengan laju korosi terendah sebesar 0,0000447 mm/tahun. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi hingga 10% justru meningkatkan laju korosi, melebihi sampel tanpa pelapisan. Hal ini mengindikasikan adanya batas optimal penggunaan ekstrak daun kangkung dalam campuran cat
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA (APBDes) PADA DESA DI KECAMATAN JETIS KABUPATEN PONOROGO PADA TAHUN 2021-2023
Jetis District in Ponorogo Regency has 14 villages that, in 2021, managed their finances in accordance with Ponorogo Regent Regulation No. 43 of 2020 concerning Village Financial Management. With the enactment of the relevant law, it is hoped that village governments will become self-sufficient. However, village revenue sources remain limited. One such limited revenue source comes from Village-Owned Enterprises (BUMDes), which have not yet received their full revenue. Most BUMDes have not generated revenue that can be categorized as Village Original Income (PADes) in a single budget period. As a result, villages in Jetis District remain heavily dependent on transfer funds, hindering the optimization of village original income. This study was conducted to analyze the financial management performance of village governments in Jetis District by measuring the level of independence ratio, capital expenditure, routine expenditure, effectiveness, and efficiency over three budget years. The results of this analysis are expected to guide village fund management. The research results show that the village independence ratio in Jetis District remains very low, with an average of 14.50%. This indicates that the independence of village financial management throughout Jetis District is not optimal due to the continued dependence on central government assistance. Meanwhile, the capital expenditure ratio averages 22.17% (not yet balanced), but the routine expenditure ratio is higher, with an average value of 63.22% (balanced). This indicates that village governments in Jetis District currently tend to use their budgets for routine expenditures rather than capital expenditures. Meanwhile, the effectiveness ratio shows excellent performance with an average of 95.39%, categorized as effective. However, the efficiency ratio of 95.97% still falls into the less efficient category.
Keywords: Independence, Harmony, Effectiveness, Efficiency, Performanc