EPrints UMPO
Not a member yet
12467 research outputs found
Sort by
CLASSIFICATION OF DURIAN LEAF IMAGES USING CNN (CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK) ALGORITHM
This research investigates the classification of durian leaf images using Convolutional Neural Network (CNN) algorithms, emphasizing the importance of accurately identifying different durian varieties based on their leaves due to their distinct characteristics such as taste, texture, and aroma. The study aims to evaluate the performance of three CNN architectures AlexNet, InceptionNetV3, and MobileNet in classifying images of durian leaves from five classes: Bawor, Duri Hitam, Malica, Montong, and Musang King. A dataset comprising 1604 images for training, 201 for validation, and 201 for testing was collected. Data preprocessing involved steps like data augmentation, pixel normalization, and resizing images to 150x150 pixels. The CNN models were trained using TensorFlow and PyTorch frameworks, and their performance was evaluated using a Confusion Matrix to assess accuracy, precision, sensitivity, specificity, and F-score. The results revealed that InceptionNetV3 and AlexNet achieved near-perfect classification accuracy, while MobileNet, despite showing high accuracy, exhibited some misclassifications, indicating the need for further refinement. In conclusion, InceptionNetV3 and AlexNet proved to be highly efficient and accurate for classifying durian leaf images, making them suitable for practical applications. MobileNet, though performing well, requires additional tuning to achieve similar accuracy and reliability. This study highlights the significance of selecting appropriate CNN architectures and thorough preprocessing to optimize model performance in image classification tasks
PENGARUH SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (SAKD) DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAERAH (SPIP) PELAPORAN KEUANGAN
Quality of Regional Government Financial Reports according to Kartika and Amalia,(2018) stated that Financial Reports are internal information capabilities increase user knowledge and confidence in decision making by its users. This is a characteristic that can only be determined individually qualitative in relation to decisions, users, and user beliefs to information. In line with this definition, Bagia et. al. (2014) continued that information that is useful for users is information that has value.
Regional Government Financial Report or abbreviated as LKPD
is a form of accountability report on regional financial management during one budget year, the financial report consists of a Realization Report Budget, Balance Sheet, Cash Flow Report, and Notes to LKPD Financial Reports prepared based on SAP. A quality LKPD is as follows: “Must meet the criteria for qualitative characteristics of government financial reports such as those required in Government Regulation Number 24 of 2005, namely: (1) Relevant, (2)
Reliable, (3) Comparable, and (4) understandable, by applying criteria stated in the financial report presented means that the regional government can realizing transparency and accountability. .This research is quantitative research. Sample in this research using Purposive Sampling of 55 Respondent Samples related to
Quality of Financial Reports, namely: Heads of Departments, as well as Employees involved in them financial planning and control. Questionnaire Data in this Research then processed and analyzed using Multiple Linear Regression with using the SPSS program. The results in this research show that System
Regional Financial Accounting, Regional Financial Control System is significantly positive on the Quality of Financial Reports both partially and simultaneously. The Regional Financial Accounting System influences the quality of Financial Reporting . This means that the more accountable the Regional Financial Accounting System is, the greater it will be employee trust in Financial Reporting. Internal Control System Region has a significant positive effect on the Quality of Financial Reports. It means The greater the motivation for the Regional Internal Control System, the more employees have great confidence in Financial Reporting
Keywords: Regional Financial Accounting System, Internal Control System Area
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK IL-YASIN KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN
Pola asuh orang tua adalah metode bagaimana orang tua bekerjasama untuk mengajarkan atau mengasuh anak. Orang tua memberi kesemapatan kepada anak untuk bebas mengungkapkan pendapat serta keinginannya, dan memberi dukungan kepada anak untuk mengembangkan potensi bakat diri anak. Kemandirian adalah keadaan ketika anak telah mampu melakukan aktivitas sendiri dan mengetahui kapan saatnya membutuhkan pertolongan dari orang dewasa atau orang tua. Studi yang dilakukan betujuan agar dapat memperoleh informasi mengenai bagaimana pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak pada usia 4 sampai 5 tahun di TK Il-Yasin, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Studi yang dilakukan mempergunakan metode kualitatif serta pendekatan deskriptif. Dalam studi yang dilakukan menggunakan responden yaitu individu berusia 4 dan 5 tahun dan populasi penelitian sejumlah 11 orang tua. Teknik pengumpulan data dalam studi yang dilakukan yaitu melalui studi literatur, observasi dan wawancara
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTs MUHAMMADIYAH 2 JENANGAN KABUPATEN PONOROGO
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP OF EATING HABITS WITH THE EVENT OF ANEMIA IN ADOLESCENT WOMEN AT MTs MUHAMMADIYAH 2 JENANGAN PONOROGO DISTRICT
BY: NICKEN AYU KUSUMA WARDANI
Among the many health problems that occur in society, anemia is common in all countries, including Indonesia. Anemia can occur in various age phases, including adolescence. Anemia is caused by eating and drinking habits, namely skipping breakfast and drinking coffee and tea. This study aims to determine the relationship between eating habits and the incidence of anemia in adolescent women at MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ponorogo Regency.
This research design uses corelation using a cross sectional approach, involving 74 respondents selected using proportional random sampling and data collection using questionnaires and Hb checks. Data analysis used Chi Square test with a significant value of p value <0.05.
The results showed that 19 respondents (47%) had bad eating habits and experienced anemia, while 29 respondents (58%) had good eating habits and did not experience anemia. Chi Square statistical test obtained p value (0.003) < α (0.05), indicating that there is a relationship between eating habits and the incidence of anemia in adolescent women at MTs Muhammadiyah 2 Jenangan, Ponorogo Regency.
It is hoped that the results of this research will increase the knowledge of adolescent women about anemia.
Keywords: Eating Habits, Anemia, Adolescent Wome
ALAT PERMAINAN EDUKATIF “RUMAH PINTAR/ RUPIN
Alat Permainan Edukatif Rumah Pintar. HKI. S1 Program
Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas
Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing1. Ida Yeni Rahmawati,
M.Pd. Pembimbing 2. Nurtina Irsad Rusdiani, M. Pd. Permainan
merupakan sarana yang sangat efektif untuk memfasilitasi
pemahaman dan eksplorasi anak terhadap hal-hal di sekitarnya.
Penggunaan benda- benda nyata sebagai alat pembelajaran bagi
anak-anak dapat membuat anak-anak aktif belajar dan
mengembangkan berbagai keterampilan serta kemampuan dalam
berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) yang
diberi nama "APE Rumah Pintar" sebagai sarana untuk
mengenalkan sub tema rumah dan mengembangkan enam aspek
perkembangan anak usia dini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
pengembangan produk APE Rumah Pintar, validasi produk APE,
dan uji coba produk APE kepada anak- anak. Melalui validasi
produk APE dan uji coba produk APE kepada anak-anak,
diharapkan dapat diketahui sejauh mana efektivitas dan daya tarik
APE Rumah Pintar ini dalam proses pembelajaran anak usia dini.
Hasil voting yaitu menghasilkan produk berupa Alat Permainan
Edukatif APE “Rumah Pintar” yang terbuat dari bahan kayu
triplek dan berbentuk rumah dengan bentuk unik dan warna yang
menarik. Terdapat permainan di 4 sisi rumah dan halaman rumah
serta atap rumah yang dapat mengembangkan aspek-aspek
perkembangan anak usia dini. APE “ Rumah Pintar” mengenalkan
sub tema rumah melalui gambar dan lagu sub tema rumah, lagu
anggota keluarga, dan do’a masuk rumah, serta do’a keluar
rumah. Melalui tahap validasi produk dan uji coba produk APE
"RumahPintar ini" dapat memberikan manfaat bagi perkembangan
anak usia dini, dalam hal ini untuk pengenalan konsep rumah,
pengembangan keterampilan motorik, kognitif, bahasa , seni,
sosial-emosional, dan NAM/nilai agama moral. Anak
menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi selama
menggunakan alat permainan ini
PERBANDINGAN JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP TORSI DAN DAYA KENDARAAN SUPRA 125
Perbandingan Jenis Bahan Bakar Minyak Terhadap Torsi Dan Daya Kendaraan Supra 125
Novan Fatah Ar Razzak, Kuntang Winangun S.Pd., M.Pd,. Yoyok Winardi, S,T., M.T
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhaammadiyah Ponorogo
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar pertalite,shell super dan BP AKRterhadap performa motor supra 125 karburator. Metode Penelitian eksperimental. Percobaan ini dilakukan dengan cara menguji torsi, dan daya secara bergantian antara bahan bakar pertalite, pertamak, shell super, dan BP AKR92 yang dilakuan menggunakan dynotest. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada kendaraan Honda supra 125 dengan menggunakan tiga bahan bakar berbeda dapat disimpulkan pengujian performa kendaraan menggunakan alat dynamometer/dynotest didapatkan hasil yaitu,Torsi maksimum motor honda supra 125 pada penggunaan bahan bakar pertalite yaitu 11.92N.m pada putaran mesin 4634rpm. Sedangkan pada bahan bakar BP AKR92 torsi maksimum didapat 11.74N.m Pada putaran mesin 4000rpm, sedangkan pada bahan bakar shell super torsi maksimum didapat 11.87 Pada putaran mesin 4634rpm. Maka dari hasil pengujian tersebut bahan bakar pertalite lebih baik untuk motor supra 125 (standar) dengan kompersi mesin 9,3 : 1 sangat direkomndasikan dibandingkan bahan Bakar BP AKRdan shell super.
Kata kunci : Torsi, Daya, Supra 125, Pertalite, Shell Supe
ANALISIS YURIDIS SISTEM PENGAMANAN PINTU UTAMA (P2U) TERHADAP KEMUNGKINAN TERJADINYA GANGGUAN KAMTIB PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEMUDA KELAS IIA MADIUN (Sesuai Permenkumham Nomor 33 Tahun 2015)
At the time of writing this paper, the author had a problem formulation which was the main focus of this research, namely: First, to find out whether the main task of the main door security officers at the Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun is in accordance with the regulations in Permenkumham Number 33 of 2015? Second, what are the obstacles in carrying out the duties of security officers at the main door at the Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun? So starting from the problem formulation, this research has the following objectives, namely: First, to find out whether the main gate security officers at the Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun have carried out their duties in accordance with the regulations in Permenkumham Number 33 of 2015, and Second, to find out whether there are any obstacles in carrying out duties for main gate security officers (P2U) at the Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun.
To make this research a success, the author applies the method used in this research, namely using an empirical juridical type research method. Empirical juridical research is that in analyzing the problem that has been formulated, it is carried out by combining legal materials that apply to the case study. This research is carried out on actual conditions or in accordance with real conditions occurring in the field, which is expected to be able to know and discover the facts and whatever data is needed, after collecting the data and after weighing and evaluating the results of the data. So that conclusions can be drawn from the results that have been collected to be used or carried out for the next task.
The security system implemented by the main gate security (P2U) against the possibility of problems with order and security at the Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Madiun is relevant to the SOP in Minister of Law and Human Rights Regulation No. 33 of 2015 concerning the security system in prisons and detention centers. There are still visitors who pretend not to know what items are prohibited when they want to enter the prison area, there are a few visitors who, when asked for personal data such as an id card, do not show their real identity but rather a photocopy, there is a lack of personnel to assist security officers at the main door, especially when visits to inmates or prisoners who assist in carrying out inspections and searches of visitors' goods and bodies, etc. Therefore, a P2U officer in prison must have a good mentality, be brave and firm, especially in carrying out inspections and searches, especially by correctional officers themselves
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TUGAS DAN WEWENANG KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN/KOTA DALAM PEMILIHAN UMUM SERENTAK TAHUN 2024
Dalam sebuah negara yang menganut sistem Demokrasi seperti halnya Indonesia maka pemilihan umum (Pemilu) merupakan mekanisme utama yang harus ada di dalam tahapan penyelenggaraan negara dan pembentukan pemerintahan. Praktik pemilu di Indonesia selama ini diatur dalam Undang undang 07 tahun 2017 yang berasas pada UUD 1945.
Bahwa untuk menjamin tercapainya cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu diselenggarakan pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah, sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sesuai dengan UU 7 tahun 2017 pasal 1 ayat 1 yang berisi tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Maka dalam hal demokrasi sangatlah perlu bagi rayat untuk mengetahui mekanisme pemilihan umum dan lembaga lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan umum tersebut.
Dalam hal ini dijelaskan di UU 7 tahun 2017 pasal 1 ayat 7 “Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yang terdiri atas Komisi pemilihai Umum, Badan Pengawas pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu sebagai satu kesatuan fungsi lenyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota Dewin Perwakilan Ralqrat, anggota Dewan perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah secara langsung oleh rakyat. Dijelaskan selanjutnya di ayat ke 8, 9 dan 10 yang berbunyi “Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disingkat KPU adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri dalam melaksanakan pemilu. Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang selanjutnya disingkat KPU Provinsi adalah Penyelenggara pemilu di provinsi. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang selanjutnya disingkat KPU Kabupaten/Kota adalah penyelenggara Pemilu di kabupaten/kota”.
Berdasarkan uraian diatas penulis mengangkat permasalahan menjadi sebuah karya ilmiah bentuk skripsi dengan judul Tinjauan Yuridis Terhadap Tugas Dan Wewenang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.
Tujuan dari penulisan skripsi ini untuk mengkaji dan menganalisis Tugas Dan Wewenang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.
Tipe penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis normatif (Legal Research) atau penelitian Hukum Normatif atau pustaka (Library Research). Penggolongan ini disebabkan karena penelitian ini lebih banyak dilakukan terhadap data yang bersifat sekunder yang ada di perpustakaan. seperti UUD Negara RI Tahun 1945, Ketetapan MPR, Peraturan Perundang Undangan dan sebagainya. Hasil tersebut dianalisis menggunakan metode yang terarah dan sistematis. Akhirnya ditarik kesimpulan yang memberikan deskripsi yang bersifat preskriptif dan terapan guna untuk meninjau secara yuridis terhadap Tugas Dan Wewenang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.
Kata Kunci : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota, Tugas dan Wewenan
Larangan mencemarkan nama baik orang lain dalam Era Digital: Implementasi UU ITE Pasal 32 Ayat (1) di Kabupaten Madiun
Penelitian ini membahas tentang larangan pencemaran nama baik dalam era digital dengan fokus pada implementasi UU ITE Pasal 32 Ayat (1) di Kabupaten Madiun. Pencemaran nama baik melalui media digital semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial, yang sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan informasi negatif. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penegakan hukum, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur penegak hukum, dan regulasi yang multitafsir. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk menegakkan hukum dan edukasi masyarakat guna meningkatkan kesadaran tentang etika bermedia sosial. Hasil penelitian menunjukkan perlunya sinergi antara penegakan hukum dan edukasi yang berkelanjutan untuk mengurangi kasus pencemaran nama baik dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan beretika.
Kata Kunci: Pencemaran Nama Baik, UU ITE, Literasi Digita
KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA SUMBERGANDU KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. BLT Dana Desa merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat desa yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dengan memberikan bantuan finansial langsung. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan, termasuk ketidakakuratan data pendataan, masalah transparansi, dan keterbatasan infrastruktur. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi dampak program terhadap perekonomian lokal, yang menunjukkan bahwa BLT Dana Desa berhasil memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan dorongan bagi ekonomi lokal, meskipun ada kebutuhan untuk perbaikan jangka panjang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini, meskipun efektif dalam jangka pendek, memerlukan perbaikan dalam proses pendataan, transparansi, dan sistem pengawasan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keadilan. Oleh karena itu, disarankan untuk memperbaiki sistem pendataan, meningkatkan komunikasi dan sosialisasi, serta memperkuat pengawasan dan audit untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan efektif. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang tantangan dan dampak dari penyaluran BLT Dana Desa serta rekomendasi untuk perbaikan kebijakan di masa mendatang.
Kata Kunci: BLT Dana Desa, Transparansi, Pengawasa