Repositori Universitas Alma Ata Yogyakarta
Not a member yet
3932 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MEDIA DIGITAL OLEH MURID DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS KELAS IX (Studi Kasus di MTs Al Mumtaz Gunungkidul)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan media
digital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Qur’an Hadits serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di
MTs Al Mumtaz Gunungkidul. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut lembaga pendidikan, termasuk
pesantren, untuk beradaptasi dengan media pembelajaran digital. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi,
dengan subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru mata pelajaran Qur’an
Hadits, dan siswa kelas IX.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti
PowerPoint, Canva, Al-Qur’an digital, dan video pembelajaran mampu
meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran
Qur’an Hadits. Media digital memungkinkan pembelajaran yang lebih interaktif
dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital. Faktor pendukung penerapan media
digital di antaranya adalah adanya fasilitas teknologi yang memadai dan pelatihan
guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan perangkat, jaringan
internet yang tidak stabil, serta variasi kemampuan siswa dalam menggunakan
teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital memberikan
kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran Qur’an Hadits apabila
didukung dengan infrastruktur dan kompetensi digital yang memadai.
Kata Kunci: media digital, pembelajaran Qur’an Hadits, efektivitas, MTs Al
Mumtaz, pesantren, pendidikan Islam
PENGARUH VIDEO ANIMASI SEX EDUCATION BERBASIS LVEP PEMBELAJARAN PANCASILA TERHADAP DIMENSI BERIMAN BERTAKWA DAN BERAKHLAK MULIA
Siti Nur Hidayah : Pengaruh Video Animasi Sex Education Berbasis Lvep
Pembelajaran Pancasila Terhadap Dimensi Beriman Bertakwa Dan Berakhlak
Mulia. Yogyakarta : Program Studi Guru Sekolah Dasar Universitas Alma Ata
Yogyakarta, 2025
Perkembangan teknologi dan media digital telah memengaruhi perilaku
siswa, termasuk dalam hal pemahaman nilai-nilai religius dan batasan sosial.
Kurangnya pemahaman tentang perlindungan diri dan nilai moral menyebabkan
rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga diri dan menghargai orang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, pengaruh, serta respon guru
dan peserta didik terhadap penggunaan video animasi sex education berbasis LVEP
pembelajaran Pancasila terhadap dimensi Beriman, Bertakwa dan Berakhlak Mulia.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-
eksperimen berbentuk pretest-posttest control group design. Subjek penelitian
adalah 52 siswa kelas II SDN Jarakan yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen
pada kelas II B dan kelompok kontrol pada kelas II A. Teknik pengumpulan data
meliputi angket, observasi, dan tes. Analisis data dilakukan menggunakan
independent sample t-test melalui program SPSS Versi 27 For windows. Hasil uji-t
pada kolom t-test for Equality of Means jika Nilai Sig. (2-tailed), 0,05 maka Ha
diterima dan H0 ditolak. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 artinya ada pengaruh yang
signifikan antara Video animasi sex education berbasis LVEP terhadap karakter
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor post-test pada
kelompok eksperimen sebesar rata-rata 12,69 dibandingkan pre-test sebesar 8,62.
Sementara pada kelompok kontrol, skor post-test hanya mencapai rata-rata 8,15
dari pre-test 7,19. Hasil uji-t menunjukkan signifikansi 0,00 < 0,05 yang berarti
terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penguatan karakter religius siswa.
Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor rata-rata
3,6 dengan kategori sangat baik. Respon guru terhadap media mencapai 92,6% dan
respon peserta didik sebesar 90%, yang keduanya termasuk dalam kategori positif.
Dengan demikian, video animasi sex education berbasis LVEP efektif dalam
mendukung pembelajaran Pancasila dan memperkuat dimensi karakter Beriman,
Bertakwa, dan Berakhlak Mulia siswa kelas II SDN Jarakan.
Kata kunci: Video Animasi, Pendidikan Seks, LVEP, Karakter Religius,
Pembelajaran Pancasila
PENGARUH JOB INSECURITY DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIMEDIASI OLEH TURNOVER INTENTION(STUDI KASUS KARYAWAN GEN Z DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Job insecurity dan Beban
Kerja terhadap Kinerja Karyawan dimediasi oleh Turnover intention Studi KasusKaryawan Gen Z Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan kuantitatif, datadikumpulkan dari responden yang merupakan semua karyawan Gen Z daerah istimewaYogyakarta, melalui pengisian kuesioner lewat Google form. Jumlah sampel dalampenelitian ini sebanyak 160 responden yaitu karyawan Gen Z Daerah IstimewaYogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian
menunjukkan hipotesis pertama dan kedua Job insecurity dan Beban Kerjaberpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan Gen Z Daerah
Istimewa Yogyakarta, hipotesis ketiga Turnover intention berpengaruh negatif dansignifikan terhadap Kinerja Karyawan Gen Z Daerah Istimewa Yogyakarta, hipotesiskeempat dan kelima Job insecurity dan Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikanterhadap Turnover intention dan hipotesis ketujuh dan delapan Turnover intentionmemediasi Job insecurity dan Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadapKinerja Karyawan Gen Z Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kata Kunci : Job insecurity, Beban Kerja, Turnover intention, Kinerja Karyawa
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL G3P2A0AH2 DENGAN USIA >35 TAHUN DI KLINIK WIDURI, SLEMAN, YOGYAKARTA
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu AKI sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup.
Di Indonesia mencapai 25.652 kasus pada tahun 2020, berbeda dengan tahun 2021 yang
mengalami penurunan 25.256 kasus per 1000 kelahiran hidup. Pada Tahun 2021 di
Kabupaten Sleman jumlah seluruh ibu hamil sebanyak 14.719 dari 275.585 wanita usia
subur (wanita usia 15- 44 tahun). Menurut penelitian lain ibu hamil dengan usia >35
tahun, lebih rentan terjadi komplikasi pada saat hamil dan persalinan karena otot-otot
dasar panggul sudah tidak elastis. Faktor risiko kehamilan yang dapat menyebabkan
komplikasi adalah usia ibu yang terlalu tua atau usia ibu lebih dari 35 tahun.
Tujuan : Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil dengan
faktor faktor resiko umur >35 tahun, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu observational deskriptif dan
menggunakan pendekatan studi kasus.
Hasil : Hasil asuhan komprehensif yang dilakukan pada Ny. M dengan kehamilan letak
lintang, pada kehamilan tidak terdapat komplikasi, proses persalinan dilakukan dengan
tindakan sectio caesarea dengan berat bayi baru lahir 3810gram, panjang badan 48cm,
sudah dilakukan pemasangan KB IUD post SC, dilanjutkan nifas tidak terdapat
komplikasi.
Kesimpulan : Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. M usia 38 tahun P3A0AH3
dengan usia >35 tahun tidak ditemukan adanya komplikasi.
Kata Kunci : Asuhan kebidanan komprehensif, Faktor resiko usia >35 tahu
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY“U” UMUR 30 TAHUN G2P1AH0 DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI GESTASIONAL DI RSUD PANEMBAHAN SONOPATI BANTUL
Latar Belakang :Hipertensi gestasional adalah kondisi tekanan darah tinggi yang
muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, yang berpotensi menimbulkan
komplikasiserius, termasuk preeklamsia dan eklampsia. Berdasarkan data
Kemenkes RI 2021, prevalensi hipertensi kronis pada ibu hamil di Indonesia
mencapai 12,7%, dengan kasus di Kabupaten Bantul menujukan peningkatan.
Keadaan ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas,
yang dapat memengaruhi Kesehatan ibu dan bayi.
Tujuan :Untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. "U"
(30tahun) yang memiliki Riwayat hipertensi gestasional. Pendekatan dilakukan
secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir
(BBL), hinggakontrasepsi.
Metode:Jenis Penelitian yang digunakan dengan pengumpulan data primer berupa
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan dilakukan berdasarkan
analisis data, identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Hasil: Asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan kepada Ny. U pada saat
kehamilan dengan riwayat hipertensi gestasional, persalinan berlangsung normal,
masa nifas berlangsung normal, BBL normal, dan ibu telah menggunakan KB
IUD
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.
U usia 30 tahun P2A0AH2 dengan Riwayat hipertensi Gestasional tidak
ditemukan adanya komplikasi
Kata Kunci:Asuhan Kebidanan, Hipertensi Gestasional,Kehamilan, Persalinan,
Nifas
PENGARUH SERTIFIKASI HALAL DAN KESADARAN HALAL TERHADAP MINAT BELI PADA UMKM DI WISATA RELIGI GUNUNGPRING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi halal dan kesadaran
halal terhadap minat beli konsumen UMKM oleh-oleh makanan di sekitar wisata
religi Gunungpring. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
kuesioner, melibatkan 100 responden yang pernah membeli atau mengonsumsi
oleh-oleh makanan produk UMKM di sekitar wisata religi Gunungpring. Analisis
data dilakukan menggunakan Softwere SPSS dengan uji validitas, reliabilitas,
asumsi klasik, regresi linier berganda, uji T dan Uji R2. Hasil menunjukkan bahwa
kedua variabel independen berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen
UMKM oleh-oleh makanan.
Kata Kunci : Sertifikasi Halal, kesadaran halal, minat bel
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST OP FRAKTUR DI RUANG CAMAR RSPAU dr. SUHARDI HARJOLUKITO YOGYAKARTA
Latar belakang: Fraktur atau patah tulang merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas
tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. Penanganan nyeri pasca operasi yang
kurang efektif justru akan menimbulkan masalah kesehatan. Penanganan nyeri dapat dilakukan
dengan terapi nonfarmakologi dimana pasien akan dilakukan terapi penunjang atau terapi
komplementer untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien fraktur. Tujuan: untuk menjelaskan
efek pemberian intervensi relaksasi otot progresif kepada pasien pasca operasi fraktur. Metode:
pada studi kasusu ini penulisan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan praktik berbasis
pembuktian. Partisipan atau sampel dalam studi kasus kali ini berjumlah 2 responden.
Instrumen pada studi kasus ini menggunakan format asuhan keperawatan. Skala nyeri pasien
diukur menggunakan (VAS). Dalam melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan
wawancara terkait keluhan pasien dan observasi. Hasil: Pengkajian ini dilakukan pada 2
pasien. Penatalaksanaan ini dilakukan pada 2 pasien yaitu atas nama Tn. H berusia 25 tahun
dan Tn. R berusia 26 tahun. Berdasarkan hasil pengkajian, dari kedua pasien tersebut sama
mengeluhkan nyeri post op dengan sekala nyeri masing-masing 6 dan 7. Kesimpulan: Hasil
dari intervensi yang dilakukan didapatkan hasil dari terapi otot progresife yang diberikan
bahwa terapi tersebut dapat membrikan efek untuk menurunkan rasa nyeri. Selain untuk
mengurangi nyeri relaksasi otot progresif juga dapat membuat pasien merasa rileks dan lebih
nyama.
Kata Kunci; Nyeri, Fraktur, Pasca Operasi, Relaksasi Otot Progresi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Latar Belakang : Gagal ginjal kronis (GGK) adalah penurunan fungsi ginjal
progresif yang menyebabkan penumpukan zat beracun dalam tubuh. Di
Indonesia, gagal ginjal kronik berdampak pada ratusan ribu orang dan menjadi
penyumbang angka kematian yang tinggi. Hemodialisa merupakan terapi utama
yang sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam membatasi asupan cairan
dan diet. Namun, ketidakpatuhan masih sering terjadi dan memicu komplikasi
serius seperti hipertensi dan edema. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan dan
gaya hidup turut memengaruhi kepatuhan pasien. Oleh karena itu, pemahaman
dan kepatuhan terhadap anjuran medis sangat penting untuk meningkatkan
kualitas hidup dan menurunkan risiko kematian pada pasien gagal ginjal.
Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan
dalam membatasi asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisis di RS Panembahan Senopati.
Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional
dengan pendekatan Cross sectional. Sampel terdiri dari pasien GGK yang
menjalani terapi hemodialisa di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik
yang digunakan dalam melakukan pengambilan sampel ini menggunakan teknik
purposive sampling dengan menerapkannya kriteria inklusi dan eksklusi yang
sudah di tetapkan. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan
pembatasan asupan cairan dan kepatuhan dalam melakukan pembatasan asupan.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden berusia 46–55 tahun, berjenis
kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, dan menjalani hemodialisa lebih dari 24 bulan.
Sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi tentang pembatasan asupan cairan
(75,92%), namun tingkat kepatuhan masih tergolong cukup (41,88%). Terdapat
hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan, meskipun hubungan tersebut
bersifat lemah.
Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tinggi,
namun kepatuhan terhadap pembatasan asupan cairan masih belum optimal. Terdapat
hubungan negatif signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan, meskipun hubungan
tersebut lemah.
Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, Hemodilisa, Pengetahuan, Kepatuhan,
Pembatasan asupan cairan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D UMUR 29 TAHUN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI PMB APPI AMELIA
Latar Belakang : Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil disebabkan oleh
malnutrisi yang berkepanjangan akibat asupan gizi yang tidak mencukupi, terutama pada
kalori, protein, dan vitamin. Upaya Pemerintah untuk penanggulangan KEK dalam
kehamilan dengan melalui pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas dan
berkelanjutan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2020 ibu hamil yang
mengalami KEK sebesar 14,5% sedangkan pada tahun 2021 kasus ibu hamil dengan KEK
mengalami penurunan sebesar 12,6%. Sedangkan di Wilayah Bantul KEK pada tahun
2022 sebanyak 12,1% dan hasil dari studi pendahuluan di PMB Appi Amelia dari 300 ibu
hamil terdapat 20 atau 6,67% ibu hamil yang mengalami kekurangan engergi kronik.
Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif
pada ibu hamil dengan KEK pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga
berencana dengan pendekatan 7 langkah Varney di PMB Appi Amelia.
Metode: Metode kasus yang digunakan adalah metode deskriptif. subjek asuhan yaitu
Ny. D umur 29 tahun G2P1AO yang diberikan asuhan mulai dari usia kehamilan 30
minggu sampai dengan nifas hari ke 4 dengan pendekatan Continuity Of Care Intrument
yang digunakan yaitu buku KIA, rekam medis pasien, format askeb, dan booklet.
Hasil: Asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan kepada Ny. D pada saat
kehamilan mengalami KEK, persalinan berlangsung normal, masa nifas berlangsung
normal, BBL normal, dan ibu telah membuat keputusan menggunakan KB Implan.
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. D umur
29 tahun dengan KEK tidak ditemukan adanya komplikasi.
Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Kekurangan Energi Kronik, Komprehensi
ANALISIS KOMPENSASI TERHADAP NIAT BERPINDAH DIMEDIASI DENGAN KEPUASAN KERJA “PADA KARYAWAN STUDY KASUS UMKM KOTA SEMARANG”
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompensasi terhadap niat berpindah dimediasi dengan kepuasan kerja pada karyawan studi kasus UMKM Kota Semarang. Penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini meliputi karyawan UMKM Kota Semarang khususnya bidang kuliner. Data yang digunakan merupakan data primer dengan jumlah sampel 120. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling.Analisis data dilakukan dengan SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap niat berpindah. Namun, kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap niat berpindah. Kepuasan kerja terbukti mampu memediasi kompensasi terhadap niat berpindah. Saran kepada peneliti selanjutnya yang tertarik menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat turnonver intention dapat menggunakan variabel selain yang digunakan pada penelitian ini.
Kata kunci : Kompensasi, niat berpindah, kepuasan kerj