Repositori Universitas Alma Ata Yogyakarta
Not a member yet
3932 research outputs found
Sort by
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRASFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT PADA RAWAT INAP RSUD WATES KULON PROGO YOGYAKARTA
Latar Belakang: Perawat rawat inap dituntut meningkatkan kualitas kerja untuk mencapai kinerja tinggi, yang menjadi tujuan setiap rumah sakit. Gaya kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam memengaruhi kinerja melalui pengawasan dan arahan sesuai tugas sehingga tujuan dapat tercapai.
Tujuan: Mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja perawat pada rawat inap RSUD Wates Kulon Progo Tahun 2024.
Metode Penelitian: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan crosssectional. Populasi adalah 109 perawat rawat inap RSUD Wates Kulon Progo, menggunakan teknik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner kepemimpinan transformasional dan kinerja perawat. Analisis data menggunakan regresi logistik biner.
Hasil Penelitian: Sebanyak 83.5% penilaian kepemimpinan transformasional berada pada tahap tinggi, dan 92.7% kinerja perawat juga tinggi. Nilai p-value 0.507 (p > 0.05) menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja. Model memiliki Nagelkerke R Square 0.009, yang berarti hanya 0.9% variasi kinerja dijelaskan oleh kepemimpinan transformasional. Odds ratio 1.771 menunjukkan hubungan positif, namun tidak signifikan secara statistik.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat RSUD Wates Kulon Progo.
Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kinerja Karyawa
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN DOUBLE BURDEN MALNUTRITION PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI KABUPATEN BANTUL
Latar Belakang : Beban gizi ganda atau Double Burden Malnutrition, merupakan kondisi dimana masalah gizi kurang atau stunting terjadi dalam satu waktu secara bersamaan dengan gizi lebih dan atau obesitas. Prevalensi Double Burden Malnutrition di Dunia adalah 3-35%, kemudian prevalensi yang dimiliki oleh Indonesia adalah sekitar 20%, dimana dalam waktu 21 tahun mengalami kenaikan 0,52% setiap tahunnya. Salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya Double Burden Malnutrition adalah kurangnya asupan vitamin A/defisiensi vitamin A.
Tujuan : Menganalisis hubungan asupan vitamin A dengan Kejadian Double Burden Malnutrition Pada balita Usia 2-5 tahun di Wilayah Kabupaten Bantul.
Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitaif. Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 67 balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji chi square. Variabel yang diteliti asupan vitamin A, pengambilan data menggunakan formulir SQ-FFQ
Hasil : Mayoritas balita yang DBM berusia 24-35 bulan(37,8%), berjenis kelamin laki-laki(30,6%), dan balita yang DBM dengan asupan vitamin A kurang(25%). Berdasarkan hasil analisis statistic uji chi square tidak terdapat hubungan Antara asupan vitamin A dengan kejadian Double Burden Malnutrition pada balita usia 25 tahun di Kabupaten Bantul (p-value0,505).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan Antara asupan vitamin A dengan kejadian Double Burden Malnutrition pada balita usia 2-5 tahun di Kabupaten Bantul.
Kata Kunci :Asupan Vitamin A, Balita, Double Burden Malnutritio
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM RITUAL PERNIKAHAN DI MASYARAKAT MULTIAGAMA DI DESA JATIMULYO, KEC. GIRIMULYO, KAB. KULON PROGO
Penelitian ini membahas tentang Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Ritual Pernikahan Di Masyarakat Multiagama Di Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulon Progo. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada upacara ritual pernikahan di Desa Jatimulyo menggunakan upacara pernikahan adat jogja yang langkah- langkahnya sebagai berikut: (a) menjelang upacara perkawinan; yang isinya nontoni, ngelamar, peningset, gethak dina, srah-srahan, pingitan, tarub, siraman, dan bubrah kawah/ bubak kawah, (b) upacara perkawinan adat; yang isinya panggih. Setelah melalui tahapan panggih tersebut kemudian pengantin dibawa duduk ke sasana riengga dan kemudian melakukan tata adat jawa Timbangan, Kacar-kacur, Dulangan/dhahar walimah, Sungkeman. (c) resepsi, dan (d) ngunduh mantu.
Dalam nilai nilai Pendidikan Agama Islam yang termuat dalam prosesi ritual pernikahan di Desa Jatimulyo, kec. Girimulyo, kab. Kulon progo banyak sekali hal yang sebenarnya perlu diperhatikan dalam pelaksanaanya, dapat dikerucutkan menjadi tiga nilai Pendidikan Agama Islam yang memuat seluruh komponen ritual pernikahan yang ada di Desa Jatimulyo itu sendiri yaitu (a) sopan santun gambaran diambil dari lamaran yang bermakna meminta ijin kepada yang lebih tua dalam hal ini konteksnya orangtua untuk meminang putrinya, (b) harmonis selayaknya perpaduan keberagaman adat, budaya disandingkan dengan Masyarakat multiagana yang ada di Desa Jatimulyo menjadi alasan kuat anak muda maupun tua saling menguatkan satu sama lain dalam bermasyarakat dengan gambaran diambil dari tarub / memasang tarub yang bermakna semua warga masyarakat membantu mempersiapkan pernikahan memasang tenda dari yang punya hajat. Hal ini menjadikan semakin eratnya kekeluargaan dan silaturrahmi yang terjalin, dan toleransi, dalam hal ini toleransi digambarkan dengan upacara panggih yang mana dalam upacara panggih tersebut syarat akan makna akan menghargai, menjadi contoh, dan mengayomi semua orang.
Kata Kunci : Nilai Pendidikan Agama Islam, ritual pernikahan, Masyarakat Desa Jatimulyo, Harmoni, Budaya
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS V PASCA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V Pasca Pandemi Covid-19 di SD Negeri Gunungdani Pengasih Kulon Progo. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas V yang mengetahui proses pembelajaran PAI. Data di kumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data menggunakan cara reduksi data, display data, dan verifikasi data/ penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengenai proses pembelajaran PAI di kelas V pasca pandemi covid-19 mengalami perubahan signifikan dalam metode, dan media. Kendala yang di hadapi guru adalah rendahnya minat belajar siswa, kesulitan mengikuti pelajaran, ketergantungan pada situasi pandemi, dan kurangnya rasa penting akan pendidikan. Penyesuaian siswa kelas V dalam pembelajaran pasca pandemi covid-19 dalam institusi pendidikan menghadirkan tantangan signifikan namun dapat diatasi dengan kerjasama antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Siswa merasa lebih nyaman dan efektif dalam pemahaman materi saat belajar tatap muka, karena memungkinkan interaksi langsung dengan guru dan teman-teman, serta akses ke fasilitas sekolah.
Kata Kunci: Pembelajaran, Penyesuaian, Pasca Pandemi Covid-1
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS VISME DALAM MENINGKATKAN LITERASI SAINS PADA PELAJARAN IPAS RANTAI MAKANAN KELAS V MI AL ISLAMIYAH GANDEKAN TAHUN AJARAN 2024/2025
Cahya Retna Ningtyas: Efektivitas Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Visme dalam Meningkatkan Literasi Sains pada Pelajaran IPAS Rantai Makanan Kelas V MI Al Islamiyah Gandekan Tahun Ajaran 2024/2025
Pembelajaran yang terdapat pada kelas V MI Al Islamiyah Gandekan masih menggunakan metode pembelajaran ceramah yang monoton. Sehingga menyebabkan siswa kurang memahami materi yang bersifat detail dan memerlukan urutan proses yang kompleks. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya presentase ketidak lulusan siswa pada Pelajaran Sains yaitu sebesar 45%. Hal ini juga menandakan Literasi Sains siswa masih minim. Litersai Sains merupakan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam Sains. Berdasarkan masalah tersebut peneliti menggunakan Video Animasi berbasis Visme dalam proses pembelajaran, dengan tujuan untuk meningkatkan Literasi Sains siwa.
Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V (A&B), guru kelas dan kepala sekolah di MI Al Islamiyah Gandekan. Peneleitian ini berjenis (Quasi Eksperimental) dengan menggunakan pendekatan Noneequivalent control group design. Video animasi pembelajran berbasis visme dibuat dengan metode 4D (define, design, development, disseminate) namun karena penelitian menggunakan metode quasi maka pada tahap development (validasi ahli media) tidaklah diperlukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah validasi, tes soal, serta angket. Kemudian analisis data yang digunakan yaitu, analisis data kualitatif dengan melakukan reduksi data, pengambilan kesimpulan, serta analisis data kuantitatif dengan mengolah data hasil validasi ahli menggunakan presentase kriteria penilaian. Serta analisis statistik menggunakan Independent Sample T Test dengan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian, hasil tes pada Kelas A (sebagai kelas kontrol) 61,8 dan Kelas B (kelas eksperimen) 70,84. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansinya adalah 0,015. Hipotesis penelitian dengan H₀ ditolak yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil tes kelas A dan B. Hasil literasi siswa pada kelas eksperimen mengenai minat baca, menulis, pemahaman, serta penalaran siswa lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Dibuktikan dengan naiknya skor tes siswa pada kelas eksperimen, meskipun nilai memang tidak bisa dijadikan tolak ukur 100% mengenai literasi sains. Namun, naiknya literasi sains siswa pada kelas eksperimen dibuktikan dengan hasil observasi siswa pada pengamatan, wawancara, serta pemberian tugas secara langsung. Berdasarkan hasil tersebut maka Video Animasi Pembelajaran Berbasis Visme dinyatakan valid serta efektif digunakan dalam pembelajaran dan mampu meningkatkan Literasi Sains peserta didik.
Kata kunci: Video Animasi Pembelajaran, Visme, Literasi, Sain
“HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN BEBAN PERAWATAN CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEYEGAN SLEMAN”
Latar Belakang : Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan jiwa yang berdampak baik terhadap individu dan keluarganya. Di indonesia, prevalensi skizofrenia terus meningkat sehingga berdampak terhadap caregiver. Dampak tersebut menyebabkan beban, baik beban objektif dan subjektif. Spiritual well-being dapat mempengaruhi kemampuan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia. spiritual well being memberikan sumber kebahagiaan,ketahanan, dan mengurangi tingkat kelelahan yang mereka hadapi dalam merawat pasien skizofrenia.
Tujuan : Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan spiritual well-being dengan beban perawatan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Seyegan Sleman dengan populasi 100 orang. Tekning pengambilan sampling menggunakan Total Sampling dengan jumlah 91 responden. Instrument penelitian ini menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan analisis Spearman Rank.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank didapatkan nilai p-value 0,007 menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara spiritual wellbeing dengan beban perawatan. Nilai Koefisiensi korelasi yaitu sebesar -0,282 dengan arah hubungan negatif menunjukan adanya hubungan berlawanan arah antara Spiritual well-being dengan beban perawatan caregiver, artinya semakin tinggi tingkat spiritual well-being maka beban perawatan yang dirasakan caregiver akan semakin rendah.
Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif yang signifikan namun lemah Antara Spiritual well-being dan beban perawatan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman. Meningkatnya Spiritual well-being dapat membantu mengurangi beban perawatan.
Kata Kunci : Spiritual Well-Being, Beban Perawatan, Caregiver, Pasien Skizofrenia
PERBEDAAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI BALITA BERDASARKAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DI KABUPATEN MAGELANG
Latar belakang : Ketepatan dalam pengukuran antropometri oleh kader posyandu sangat penting dalam deteksi dini stunting. Ketidakterampilan kader dalam pengukuran berakibat pada kesalahan interpretasi masalah gizi sehingga data yang dihasilkan tidak valid. Rendahnya tingkat presisi dan akurasi kader dalam pengukuran antropometri balita disebabkan oleh pelaksanaan prosedur penimbangan, pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah pelatihan yang diikuti, dan frekuensi penimbangan yang dilakukan.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri balita berdasarkan faktor sosiodemografi di Kabupaten Magelang.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 kader posyandu dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner. Karakteristik responden meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, lama menjadi kader, riwayat pelatihan, dan wilayah.
Hasil : Hasil karakteristik menunjukkan mayoritas kader berusia ≥40 tahun (57%), pendidikan SMP,SMA (66,3%), bekerja (62,2%), menjadi kader ≤10 tahun (61,2%), dan belum pernah mengikuti pelatihan (72,4%). Uji statistik menunjukkan ada perbedaan keterampilan kader berdasarkan riwayat pelatihan dan wilayah, dengan p (0,026;0,019). Sedangkan usia, pendidikan, perkejaan, lama menjadi kader tidak menunjukkan adanya perbedaan keterampilan kader, dengan p (0,091;0,617;0,093;0,160).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri balita berdasarkan riwayat pelatihan dan wilayah, serta tidak terdapat perbedaan pada usia, pendidikan, pekerjaan, lama menjadi kader sehingga perlu pengembangan kader selain memperhatikan sosiodemografi tetapi juga peningkatan keterampilan kader melalui penggunaan alat ukur sesuai standar dan pemanfaatkan modul agar langka-langkah pengukuran dilakukan dengan benar.
Kata kunci : Sosiodemografi, Kader Posyandu, Antropometri Balit
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION SARI BUAH MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L.) SEBAGAI PELEMBAB KULIT
Kulit secara alamiah telah berusaha untuk melindungi diri dari kekeringan dan radikal bebas tetapi antioksidan endogen yang terdapat dalam tubuh tidak mencukupi mengatasi efek radikal bebas yang terlalu banyak sehingga radikal bebas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan sel. Diketahui sari buah manga harum manis (Mangifera indica L.) kaya akan polifenol, vitamin A, dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan alami. Salah satu upaya untuk menangkal radikal bebas adalah penggunaan lotion yang digunakan untuk perawatan kulit, menjaga kelembaban kulit dan mengatasi kerusakan kulit misalnya bersisik, keriput dan kering yang diakibatkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari buah mangga sebagai bahan aktif terhadap mutu fisik dan antioksidan sediaan lotion sari buah mangga. Konsentrasi sari buah mangga harum manis yang digunakan yaitu 5%, 7,5%, dan 10%. Evaluasi untuk formulasi lotion sari buah mangga adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode perendaman radikal bebas DPPH dengan menghitung nilai IC50. Hasil evaluasi sifat fisik sediaan lotion memiliki sifat fisik sediaan yang baik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas dan uji daya sebar sedangkan uji daya lekat tidak memenuhi syarat. Hasil uji antioksidan sediaan lotion formula I, formula II, formula III. dan basis memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 4.238,79 ppm, 2.379,926 ppm, 1.857,61 ppm, dan 93.492,89 ppm.
Kata kunci : formulasi; lotion; mangga; mutu fisik; antioksidan; Mangifera indica L
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK DI DESA TINALI RT 5 SULAWESI BARAT
Qhoriatul Faidah Nim 201100636 :Peran keluarga dalam pembentukan karakter religiu anak di Desa Tinali Rt 5 Sulawesi Barat : Program Studi Pendidkan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Alma Ata Yogyakarta 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam pembentukan karakter religius anak serta mengidentifikasi nilai-nilai religius yang tertanam pada anak di Desa Tinali RT 05 Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter religius anak melalui tiga pendekatan utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, dan bimbingan moral. Orang tua menjadi teladan dalam menjalankan ibadah, membiasakan anak untuk melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an, serta memberikan nasihat dan pengawasan terhadap perilaku anak. Nilai-nilai religius yang berhasil ditanamkan meliputi sikap jujur, disiplin, rasa hormat terhadap orang lain, dan ketaatan dalam beribadah.
Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan, secara umum peran keluarga berjalan baik dan efektif dalam membentuk karakter religius anak.
Kata kunci: Peran keluarga, Religius dan ana
ANALISIS DIMENSI MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD WATES
Latar Belakang: Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan secara paripurna melalui pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/ atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan kesehatan rumah sakit merupakan pelayanan yang diberikan dari pasien datang untuk mendaftar hingga pasien pulang setelah memperoleh pengobatan/pemeriksaan. Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah menerima pelayanan yang dirasakan dan membandingkan dengan harapannya (Renna Y et al, 2024). Menurut Zeithaml, Berry dan Parasuraman (1988) terdapat lima dimensi pokok dari dimensi kualitas jasa, yaitu: tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis dimensi mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Wates.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik melalui pendekatan observasional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di RSUD Wates. Sampel diambil dengan metode total sampling yang berjumlah 434 responden.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga dari kelima dimensi mutu pelayanan yaitu tangible, responsiveness dan empathy berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Wates. Didapatkan bahwa tangibel dengan nilai p=0,000 Exp (B) 0,012; Responsiveness dengan p= 0,000 dan Exp(B) 0,029; dan emphaty dengan p= 0,001 dan Exp(B) 0,123. Ketiga dimensi tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, karena nilai p < 0,05. Nilai Exp(B) < 1 pada ketiganya mengindikasikan bahwa semakin baik pelayanan pada dimensi tersebut, maka peluang ketidakpuasan menurun. Dimensi yang paling kuat pengaruhnya adalah tangible (Exp(B) = 0,012), diikuti oleh responsiveness (0,029), lalu empathy (0,123).
Kesimpulan: RSUD Wates sebagai pemberi layanan kepada masyarakat untuk semakin meningkatkan baik kondisi fisik sarana dan prasarana, ketanggapan dan kecepatan petugas dalam memberikan layanan, serta empati petugas terhadap pasien, maka kepuasan pasien akan semakin meningkat dan ketidakpuasan akan semakin menurun.
Kata Kunci: Dimensi mutu pelayanan, tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, kepuasan pasien, rawat jalan, RSUD Wates