Repositori Universitas Alma Ata Yogyakarta
Not a member yet
3932 research outputs found
Sort by
PENGARUH TERAPI KOMPRES DINGIN TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI BANGSAL MENOREH LOR RSUD WATES KULON PROGO
Latar Belakang : fraktur yang ditangani melalui tindakan operasi dapat menimbulkan nyeri setelah operasi. Nyeri ini dapat menghambat proses mobilisasi pasien serta memperpanjang masa pemulihan. Terapi kompres dingin merupakan salah satu intervensi non farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi nyeri. Tujuan : studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur di Bangsal Menoreh Lor RSUD Wates Kulon Progo. Metode : karya ilmiah akhir ners ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan intervensi kompres dingin yang diberikan. Hasil : hasil penerapan menunjukkan bahwa subjek sebelum diberikan terapi kompres dingin dari skala 5 dan setelah diberikan terapi kompres dingin menurun menjadi 3. Kesimpulan : terapi kompres dingin efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien fraktur. Intervensi ini dapat dijadikan tambahan non farmakologi di rumah sakit.
Kata Kunci : Fraktur, Nyeri, Kompres Dingi
PENERAPAN PEMBERIAN TERAPI DIVERSIONAL PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM TERHADAP KECEMASAN DI BANGSAL MENOREH KIDUL RSUD WATES KULON PROGO
Latar Belakang: Anak usia prasekolah merupakan kelompok yang rentan mengalami kecemasan selama menjalani perawatan di rumah sakit, terutama ketika menghadapi kondisi akut seperti kejang demam. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat menghambat kerja sama anak dalam proses perawatan. Terapi diversional merupakan salah satu intervensi keperawatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengurangi kecemasan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak.
Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi diversional terhadap penurunan kecemasan pada anak prasekolah dengan kejang demam yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus pada dua anak prasekolah yang dirawat di RSUD Wates akibat kejang demam. Terapi diversional diberikan selama dua hari dengan durasi masing-masing 15 menit, melalui aktivitas seperti menonton film kartun dan mendengarkan lagu anak-anak, mewarnai, dan bermain. Skala Wong-Baker Face Scale (WBSF) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Terjadi penurunan signifikan pada tingkat kecemasan kedua responden. Anak A menunjukkan penurunan dari skor 8 menjadi 2, sedangkan anak N dari skor 6 menjadi 4 setelah intervensi terapi diversional.
Kesimpulan: Terapi diversional terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi akibat kejang demam. Terapi diversional, seperti kegiatan bermain dan hiburan, sebaiknya menjadi bagian yang rutin dalam perawatan pasien anak di rumah sakit untuk mendukung kenyamanan dan kolaborasi selama masa rawat inap.
Kata Kunci: Terapi Diversional, Kecemasan, Kejang Demam, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
PENGARUH PERBEDAAN PREPARASI PEMANASAN SARI KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans poir) TERHADAP TINGKAT KESUKAAN PUDING
Latar Belakang: Kangkung darat (Ipomoea reptans poir) mengandung zat besi yang berpotensi dimanfaatkan dalam fortifikasi pangan untuk mengatasi masalah anemia. Namun, proses pemanasan seperti blanching dapat memengaruhi karakteristik sensoris dari bahan pangan.
Tujuan: Mengetahui perbedaan preparasi pemanasan (diblanching dan tidak diblanching) terhadap tingkat kesukaan puding sari kangkung darat, berdasarkan parameter warna, rasa, aroma, tekstur, dan keseluruhan.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan 1 jenis sampel yaitu produk puding sari kangkung darat dengan perlakuan dengan blanching dan tanpa blanching. Uji hedonik dilakukan oleh 30 panelis dengan penilaian skala 1-5 untuk setiap aspek , dengan rincian penilaian sebagai berikut : 1 (Sangat tidak suka), 2 (Tidak suka), 3 (Netral), 4 (Suka), 5 (Sangat suka). Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test dengan taraf signifikansi 5% (p < 0,05).
Hasil: Rata-rata nilai kesukaan pada sampel tanpa blanching lebih tinggi dibandingkan sampel yang diblanching. Perbedaan signifikan ditemukan pada parameter warna, rasa, dan keseluruhan (p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa proses blanching berpengaruh terhadap penurunan mutu sensoris.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh perlakuan blanching terhadap tingkat kesukaan puding berdasarkan beberapa parameter. Panelis lebih menyukai puding dari sari kangkung tanpa pemanasan.
Saran: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi kandungan zat gizi serta pengembangan produk berbahan dasar sari kangkung tanpa pemanasan.
Kata Kunci : Blanching, Kangkung darat, Puding, Uji hedonik
FAKTOR RISIKO UTAMA KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI KABUPATEN KAYONG UTARA TAHUN 2025
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, dengan negara ini menduduki peringkat kedua kasus TB global setelah India. Faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap penyebaran TB meliputi kontak erat dengan penderita TB dan kapasitas rumah yang tidak memadai.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko utama terjadinya tuberkulosis paru di Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kayong Utara, tahun 2025.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan pendekatan retrospektif. Populasi kasus dalam penelitian ini berjumlah 45 orang, dan Populasi Kontrol berjumlah 93.668 orang. sampel dalam penelitian ini sebanyak 41 kasus dengan perbandingan 1: 2 dengan rincian 41 sampel kelompok kasus, 41 sampel sebagai kelompok kontrol 1 (Pasien Puskesmas Non TB, dan 41 Sampel Sebagai Kelompok Kontrol 2 (Tetangga Non TB). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung terhadap kondisi rumah responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan odds ratio (OR) serta analisis Regresi linier berganda.
Hasil: Hasil Multivariat penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan variabel kontak erat (p value 0,027 OR 75,6), Lamanya kontak erat > 30 Menit (p value 0,003 OR 9,03), Penggunaan Masker (p value 0,010 OR 0,2), kapasitas rumah (p value 0,041 OR 3,1).Variabel yang tidak berhubungan adalah variable Umur (p value 0,086 OR 3,2), Frekuensi Kontak (p value 0,729 OR 1,3), Ventilasi (p value 0,101 OR 2,5) dan Indeks Masa Tubuh (p value 0,094 OR 2,5)
Kesimpulan: Kontak erat dengan penderita TB paru dan kapasitas rumah yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya TB paru di Kabupaten Kayong Utara. Disarankan upaya promotif dan preventif melalui penanganan kontak erat, perbaikan kondisi hunian, serta edukasi penggunaan masker untuk memutus rantai penularan TB.
Kata Kunci: Tuberkulosis paru, kontak erat, kapasitas rumah, Kayong Utara, studi kasus kontro
PENGARUH FINANCIAL TECHNOLOGY PAYMENT, FINANCIAL KNOWLEDGE, FINANCIAL ATTITUDE, DAN FINANCIAL SELF- EFFICACY TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Technology
Payment, Financial Knowledge, Financial Attitude, dan Financial Self-Efficacy,
terhadap pengelolaan keuangan mahasantri di Pondok Pesantren Al-Munawwir
Krapyak Yogyakarta. Latar belakang yang diambil peneliti didasari oleh pesatnya
perkembangan pada dunia digital dan keuangan berupa hadirnya teknologi
keuangan digital (fintech), yang membantu lebih mudah dalam melakukan
transaksi. Namun dalam perkembangan yang terjadi terdapat potensi yang dapat
mendorong perilaku konsumtif jika tidak disertai dengan pemahaman literasi
keuangan yang kompeten. Metode yang dilakukan pada penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif berupa kuesioner yang telah disebarkan
dilingkungan Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q dengan kriteria santri
sekaligus mahasiswa, dan telah mendapatkan responden sebanyak 82 responden.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan
menggunakan regresi linier berganda dibantu dengan penggunaan software SPSS
26. Hasil yang didapat dalam penelitian ini pada variabel independen (Financial
Technology Payment, Financial Knowledge, Financial Attitude, Financial SelfEfficacy)
secara signifikan berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan
mahasantri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Berdasarkan
hasil penelitian ini, peneliti menghimbau pada seluruh mahasantri agar lebih
meningkatkan jendela pengetahuan mengenai literasi keuangan, agar dapat
menyikapi keuangan, serta efikasi pada diri sendiri terhadap pengelolaan keuangan
sebagai bentuk peningkatan generasi muda mahasantri yang pandai dalam
mengelola keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Kata Kunci: financial technology payment, financial knowledge.fFinancial
attitude, financial self-efficacy, pengelolaan keuangan
PENGARUH REBRANDING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DIMEDIASI OLEH CITRA MEREK STUDI KASUS PADA MANNA KAMPUS YOGYAKARTA
Pertumbuhan minat masyarakat Indonesia untuk berbelanja di
supermarket menunjukan perkembangan yang signifikan, meskipun persaingan
antara pasar modern dan tradisional terus berlangsung. Salah satu strategi yang
banyak dilakukan oleh perusahaan ritel dalam menghadapi persaingan adalah
rebranding. Rebranding merupakan upaya mengubah identetitas merek seperti
logo, nama, maupun desain visual lainnya guna membentuk citra (brand image)
yang lebih kat di mata konsumen. Identitas visual terutama logo memiliki peran
penting dalam membentuk persepsi konsumen terhadap suatu merek dan dapat
mempengaruhi loyalitas pelanggan. Studi ini membahas fenomena rebranding
yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan global maupun lokal. Salah satu
perusahaan yang melakukan rebranding adalah Manna Kampus (sebelumnya
Mirota Kampus) di Yogyakarta.
Rebranding yang dilakukan oleh Manna Kampus bertujuan untuk
memperluas layanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan
image baru sebagai “Rumah Belanja Terpacaya”. Rebranding yang berhasil
dapat menciptakan brand image yang positif yang pada akhirnya membentuk
customer loyalty. Namun, proses ini juga mmeiliki resiko jika tidak dilakukan
dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, pening bagi perusahaan untuk
memahami keterkaian antara rebranding, brand image dan loyalitas pelanggan
sebagai dasar dala pengambilan Keputusan strategis pemasaran.
Kata kunci : Rebranding, Brand Image, Customer Loyalty, Manna
Kampus,Yogyakarta, Mirota Kampu
PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, DAN PERSEPSI KEAMANAN TERHADAP MINAT ANGGOTA DALAM PENGGUNAAN LAYANAN M-TAMZIS PADA KSPPS TAMZIS BINA UTAMA KC KOTAGEDE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemanfaatan,
persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi keamanan terhadap minat anggota
dalam menggunakan layanan aplikasi M-Tamzis pada KSPPS Tamzis Bina Utama
KC Kotagede. Latar belakang penelitian ini didorong oleh pesatnya perkembangan
teknologi digital dalam sektor keuangan syariah, yang memicu inovasi seperti
aplikasi mobile banking untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas akses
layanan. KSPPS Tamzis Bina Utama sendiri telah mengembangkan aplikasi MTamzis
sebagai
respons
terhadap
kebutuhan
anggota
akan
kemudahan
transaksi
dan
kenyamanan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
teknik analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian adalah anggota KSPPS
Tamzis Bina Utama KC Kotagede, dengan sampel sebanyak 100 responden yang
dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan menggunakan kuesioner sebagai metode
pengumpulan data. Penelitian ini dapat menjelaskan variasi minat anggota sangat
tinggi, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.981
(98.1%), yang berarti 98.1% variasi minat anggota dapat dijelaskan oleh ketiga
variabel tersebut secara bersama-sama. Sisanya sebesar 1.9% dijelaskan oleh
faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Nilai Adjusted R Square sebesar
0.980 lebih lanjut menguatkan bahwa model ini sangat baik dalam menjelaskan
fenomena yang diteliti dan memiliki generalisasi yang baik. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan
penggunaan, dan persepsi keamanan merupakan pendorong utama yang sangat kuat
terhadap minat anggota dalam menggunakan layanan aplikasi M-Tamzis pada
KSPPS Tamzis Bina Utama KC Kotagede. Penelitian ini memberikan kontribusi
teoritis pada pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) dengan
mengintegrasikan variabel persepsi keamanan, serta memberikan implikasi praktis
bagi KSPPS Tamzis Bina Utama KC Kotagede untuk merumuskan strategi
pemasaran dan meningkatkan kualitas layanan guna mendorong penggunaan MTamzis.
Kata Kunci: Persepsi Kemanfaatan, Persepsi Kemudahan, Persepsi
Keamanan, Minat Anggota, M-Tamzis
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA
Latar Belakang: Jumlah KK di RSJ Grhasia pada tahun 2022 terdapat 4 kasus,
pada tahun 2023 tercatat 8 kasus KK dan tahun 2024 terdapat 16 KK. Tenaga
perawat di RSJ Grhasia memiliki tingkat pendidikan dan latar belakang sosial yang
berbeda-beda sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan K3RS
untuk menunjang kinerja yang optimal. Kinerja perawat di RSJ Grhasia belum
optimal dilihat dari survey kepuasan masyarakat belum sesuai standar 90%. Hal ini
perlunya dilakukan peningkatan kinerja perawat dengan penerapan K3RS yang
efektif diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,
sehingga mencapai angka kecelakaan nihil serta dapat meningkatkan kinerja
perawat.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
rumah Sakit terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia.
Metode Penelitian: : Jenis penelitian adalah penelitian analitik kuantitatif dengan
rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non
probability sampling yaitu total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah
124 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk
kertas yang diberikan langsung kepada responden. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu analisis regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara
penerapan K3RS terhadap kinerja perawat di RSJ Grhasia dengan nilai p value
sebesar 0,403 (p>0,05) . Nilai Odds Ratio sebesar 1,478 artinya walaupun tidak
memiliki pengaruh yang signifikan akan tetapi penerapan K3RS memiliki nilai
kecenderungan yang cukup besar yaitu 1,478 kali untuk meningkatkan kinerja
perawat.
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh penerapan K3RS terhadap kinerja perawat di
Rumah Sakit Jiwa Grhasia.
Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit, Kinerja Perawa
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “N” DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS IMOGIRI I
Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) ialah keadaan ketika ibu hamil
mengalami kekurangan makanan secara parah akan berdampak pada munculnya
gangguan kesehatan yang mengakibatkan kebutuhan zat gizi ibu yang sedang
hamil semakin bertambah sehingga tidak tercukupi. WHO mencatat bahwa 40%
kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kurang energi kronis.
Presentase ibu hamil KEK di DIY pada tahun 2022 sebesar 11,9%. Kabupaten
Bantul menempati peringkat ketiga dengan presentase ibu hamil dengan KEK
sebesar 12,10%. Berdasarkan survei dan data studi pendahuluan di Puskesmas
Imogiri I dalam satu tahun terakhir terdapat 7,08% dari total 381 ibu hamil berisiko
mengalami kekurangan energi kronis.
Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan KEK
pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB di Puskesmas Imogiri I menggunakan
pendekatan manajemen kebidanan menurut Varney dan SOAP.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan
menggunakan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah booklet.
Hasil: Asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan kepada Ny. N pada saat
kehamilan mengalami KEK, persalinan berlangsung normal, masa nifas
berlangsung normal, BBL normal, dan ibu telah menggunakan KB IUD
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.
N usia 29 tahun P2A0AH2 dengan KEK tidak ditemukan adanya komplikasi
Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Kekurangan Energi Kronis, Komprehensi
PERAN KHOTIB DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA DI MASJID BAITUNNAFI’ YOGYAKARTA
Cahya Alim Sumbodho: Peran Khotib Dalam Membangun Moderasi Beragama Di
Masjid Baitunnafi’ Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas
Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Alma Ata.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran khotib dalam
membangun moderasi beragama di masjid Baitunnafi’ Yogyakarta, serta
mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, sedangkan subjek penelitian meliputi khotib, pemuka agama, dan
Jamaah Masjid Baitunnafi’. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi
sumber dan metode, sementara teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa khotib memiliki peran penting sebagai
pendidik nonformal dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang moderat, damai,
dan toleran melalui khutbah Jumat serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, khotib menggunakan pendekatan persuasif, edukatif, dan
reflektif, serta menyesuaikan materi dengan kondisi sosial jamaah. Namun
demikian, khotib juga menghadapi beberapa kendala seperti keberagaman tingkat
pemahaman agama jamaah, resistensi terhadap tema-tema moderasi, serta
keterbatasan dukungan kelembagaan dan media dakwah masjid. Kendala-kendala
ini menjadi tantangan serius dalam memperluas jangkauan pesan moderasi secara
menyeluruh, sehingga memerlukan sinergi antara khotib, pengurus masjid, dan
jamaah untuk menciptakan lingkungan dakwah yang lebih terbuka, komunikatif,
dan kontekstual.
Kata Kunci: Khotib, Moderasi Beragama, Masjid baitunnafi