University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Potensi Akumulasi Nacl Pada Akar, Kulit Batang, Dan Daun Mangrove Dari Genus Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera Dan Xylocarpus Di Kawasan Pesisir Desa Gunung Muda, Belinyu

    No full text
    Ekosistem mangrove memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, termasuk kadar salinitas tinggi, dengan berbagai mekanisme fisiologis, seperti eksklusi, sekresi, dan toleransi terhadap akumulasi garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi akumulasi NaCl pada akar, kulit batang, dan daun dari genus Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, dan Xylocarpus di kawasan pesisir Desa Gunung Muda, Belinyu. Metode yang digunakan adalah Titrasi Argentometri, dengan larutan AgNO₃ untuk mengukur kadar ion klorida (Cl⁻) dalam jaringan tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun merupakan bagian dengan akumulasi NaCl tertinggi pada semua spesies, dengan kadar tertinggi ditemukan pada genus Sonneratia (16,04% b/b), diikuti Rhizophora (13,8% b/b), Bruguiera (8,74% b/b), dan Xylocarpus (7,15% b/b). Pada akar, kadar NaCl tertinggi terdapat pada Bruguiera (5,81% b/b), diikuti Rhizophora (4,39% b/b), Xylocarpus (2,93% b/b), dan Sonneratia (2,91% b/b). Sementara itu, kadar NaCl dalam kulit batang relatif rendah seragam pada semua spesies, berkisar antara 1,03%–1,44% b/b. Pola akumulasi NaCl ini menunjukkan adanya mekanisme filtrasi pada akar dan ekskresi melalui daun sebagai strategi adaptasi terhadap lingkungan dengan salinitas tinggi

    Analisis aliran daya di penyulang depati hamzah dengan kondisi beban maksimum

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran daya pada Penyulang Depati Hamzah dengan kondisi beban maksimum. Berdasarkan data dari PLN UP3 Bangka tahun 2024, diketahui bahwa pembebanan transformator pada penyulang ini mencapai 80% pada kondisi beban puncak. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi penurunan tegangan dan meningkatkan rugi daya aktif pada jaringan distribusi. Simulasi dilakukan dengan metode Newton-Raphson untuk mengetahui profil tegangan dan rugi daya aktif pada variasi beban dari 10% hingga 100%. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan mengalami penurunan seiring peningkatan beban, namun masih berada dalam batas standar SPLN 72:1987, yaitu ≥95% dari tegangan nominal. Pada beban 100%, tegangan terendah tercatat sebesar 381,05 V atau 95,26% dari tegangan nominal 400 V. Rugi daya aktif juga meningkat, dengan nilai maksimum sebesar 239 kW pada beban 100%, yang setara dengan 1,34% dari total daya sistem. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam batas wajar, sistem perlu dievaluasi agar tetap efisien pada pembebanan tinggi

    Pengaruh Kualitas Produk, Lokasi dan Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Sebagai Intervening Pada Mie Gacoan Pangkalpinang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat loyalitas pelanggan yang rendah pada pelaku UMKM di pangkalpinang hal ini diuji pada Mie Gacoan Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai kualitas produk, lokasi dan harga terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan sebagai intervening pada Mie Gacoan pangkalpinang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 385 orang. Penentuan sampel tersebbut menggunakan Teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan perangkap lunak SMARTPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan lokasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas. Sebaliknya harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Selain itu hasil uji tidak langsung menunjukkan bahwa kualitas produk, lokasi dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan sebagai Intervening

    Translation Methods of Women's Language Features Used by the Main Character in the Mini-Series Self Made: Inspired by the Life of Madam C.J. Walker (2020)

    No full text
    This study aims to analyze the female language features found in utterances of the main character in the mini-series Self Made using Robin Lakoff's theory. In addition, this study finds out how the women’s language features are translated from English to Indonesian by using Peter Newmark's translation method theory. This study applies qualitative descriptive research methods. The descriptive method in qualitative research is used as an analytical approach and the researcher stays close to the data. The data used are utterances made by the main character in the mini-series Self Made. This study presents seven steps for Data Collection: (1) Watching mini-series through Netflix digital platform by using a paid account (2) Focusing on the main character Sarah. (3) Focusing on scenes with the English to Indonesian subtitle (4) Recording Sarah's utterances that contain women's language features by using English subtitles. (5) Recording the Indonesian subtitles. (6) Coding the data to sort the data and giving badges or stamps. (7) Finalizing the data ready for analysis. This study also presents seven steps for Data Analysis: (1) Organize and prepare data. (2) Reading through all the data. (3) Identifying Themes. (4) Developing a storyline interpretation. (5) Adding an analytic framework. (6) Representing and interpreting data. (7) Conclusion. As a result, this study found nine out of ten features spoken by the main character. There are 121 data that show the utterances of women’s language features by the main character. The features consist of 43 data of Lexical Hedges or Fillers, 4 data of Tag Question, 24 data of Rising Intonation, 15 data of Empty Adjective, 13 data of Intensifier, 1 data of Hypercorrect Grammar, 13 data of Superpolite Form, 2 data of Avoidance of Strong Swear Words, and 6 data of Emphatic Stress. Lexical Hedges or Fillers are the most frequently used features and Hypercorrect Grammar is the least used feature. Based on the findings, it was also found that the main character uses women’s language features to show doubt, soften her speech, and to get a response. Furthermore, this study found six methods used in translating the main character's utterances containing women’s language features. These methods are 1 data of Word-by-Word Translation, 2 data of Literal Translation, 51 data of Faithful Translation, 2 data of Semantic Translation, 36 data of Free Translation, and 5 data of Communicative Translation. The use of this method also shows that there are variations in the women’s language features translated into Indonesian and this is due to the decision-making made by the translator in the translation process. Furthermore, it was found that the rising intonation feature could not be translated

    Conversational Implicature In The Witches Movie (2020): A Pragmatic Analysis

    No full text
    Human communication in everyday life is not always expressed explicitly. Many messages are conveyed through indirect communication, which is commonly called conversational implicature. Conversational implicature refers to implied meanings that are not stated directly, but can be interpreted based on contextual cues. Context plays an important role in understanding these implicit messages, especially when communication is affected by the emotional states of the speaker or listener. Emotional imbalance can result in deviation from cooperative principles in communication, which is referred to as flouting maxims. This study aimed to identify the types of conversational implicatures, emotions, facial expressions, and the types of flouting maxims. The study uses Grice’s (1991) theory, which categorizes conversational implicature into two types: Generalized Conversational Implicature (GCI) and Particularized Conversational Implicature (PCI), as well as four types of maxims: Quantity, Quality, Manner, Relation. In addition, this research also uses Ekman’s (2004) theory of basic human emotions, which includes Sadness, Anger, Fear, Disgust, Surprise, Contempt, and Happiness. The method used is a descriptive qualitative method with a content analysis technique. The data was analyzed using the film’s dialogue transcripts along with visual analysis of the characters’ facial expressions. A total of 19 data were identified, consisting of 12 examples of GCI and 7 examples of PCI. Emotionally, the analysis found 4 instances of sadness, 6 anger, 5 fear, 1 surprise, 2 contempt, and 1 happiness. Regarding flouting maxims, 8 examples related to quantity, 1 to quality, 9 to manner, and 1 to relation were identified. The findings underline the importance of contextual understanding in interpreting implied meanings and emotional expressions. This research contributes to pragmatic studies by offering insights into the relationship between language, emotion, and communication dynamics in social interactions

    Analisa sistem pengereman hidrolik pada prototipe buggy car elvira Ev-1 menggunakan motor BLDC 3 KW 60 V

    No full text
    Mobil listrik kini semakin banyak digunakan karena lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Salah satu komponen penting yang menentukan keselamatan mobil adalah sistem pengeremannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja rem hidrolik pada Prototipe Buggy Car Elvira EV-1 yang memakai motor BLDC 3 kW 60 V. Pengujian dilakukan di tiga kondisi jalan, yaitu datar, tanjakan, dan turunan, dengan kecepatan 20 km/jam, 30 km/jam, dan 40 km/jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa di jalan datar dan turunan, nilai perlambatan masih sesuai dengan standar aman NHTSA, yaitu 2,5–9 m/s². Pada lintasan datar, perlambatan berkisar antara 5,48 m/s² sampai 8,10 m/s², sedangkan di turunan antara 2,93 m/s² sampai 4,90 m/s². Namun, pada lintasan tanjakan, perlambatan mencapai 12,93 m/s² saat kecepatan 40 km/jam, yang sudah melewati batas standar dan bisa berbahaya. Gaya pengereman yang didapat berkisar antara 1.465 N hingga 6.456 N, dan torsi pengereman mencapai 1.884,54 Nm pada kondisi tertentu. Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa rem hidrolik pada prototipe ini sudah cukup aman digunakan di jalan datar dan turunan, tetapi tidak disarankan digunakan dengan kecepatan tinggi di tanjakan karena melewati batas aman yang ditetapkan NHTSA

    Penerapan geographically weighted panel regression (Gwpr) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    Pengangguran merupakan permasalahan yang sedang dihadapi di semua negara termasuk Indonesia. Indonesia memiliki banyak daerah yang masih mengalami masalah pengangguran salah satunya adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran seperti dari segi bidang pendidikan dan juga sumber daya manusia. Pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih tergolong rendah dengan perolehan rata-rata lama sekolah yaitu 8,06 tahun yang artinya pendidikan hanya di tempuh sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan dari segi sumber daya manusia dimensi kesejahteraan yaitu Pengeluaran Perkapita (PP) yang mengalami kenaikan dan juga penurunan yang disebabkan beberapa faktor seperti covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan mengetahui model terbaik pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). Hasil yang di dapatkan adalah model GWPR dengan fungsi pembobot fixed kernel gaussian yang memiliki AIC terkecil sebesar 127,0526 dengan R2 sebesar 0,6407 atau 64,07%. Variabel Harapan Lama Sekolah (HLS) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Pengagguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, dan Kabupaten Bangka Barat. Sedangkan variabel Pengeluaran Perkapita (PP) berpengaruh secara signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di lima kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang. Sementara itu kedua variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Belitung

    Analisis laju sedimentasi di perairan pantai Mangkalok Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    Pantai Mangkalok terletak di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang merupakan kawasan pesisir timur Pulau Bangka dan dikenal sebagai wilayah dengan dinamika pesisir yang tinggi. Secara alami, wilayah pesisir Bangka dipengaruhi berbagai proses oseanografi seperti gelombang, pasang surut, dan arus pantai yang membawa serta mengendapkan material sedimen di sepanjang garis pantai. Proses ini dikenal sebagai sedimentasi, yaitu proses pengendapan material hasil pelapukan batuan dan tanah yang terbawa air menuju laut. Fenomena sedimentasi di kawasan ini mengalami percepatan dan perubahan pola yang signifikan, terutama akibat dari aktivitas manusia seperti penambangan timah yang masih terjadi di sekitar Pantai Mangkalok. Tambang Inkonvensional (TI) merupakan aktivitas penambangan timah yang memanfaatkan alat mekanis sederhana. Aktivitas penambangan ini telah lama ada di Kepulauan Bangka Belitung, dilakukan baik secara legal maupun ilegal oleh masyarakat. Penambangan timah awalnya hanya dilakukan di daratan, namun sekarang telah merambah pesisir pantai. Akibatnya, akan berdampak pada ekosistem sekitar. Tujuan penelitian ini untuk menjadi acuan data dasar tinggi sedimentasi dan tekstur sedimen di Pantai Mangkalok itu seperti apa. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling. Pada penelitian ini diambil 3 titik stasiun pengamatan, masing-masing tiap Stasiun dianggap bisa mewakili data laju sedimentasi, dengan jarak dari setiap stasiun yaitu ±100m. Jenis data yang akan digunakan pada penelitian ini berupa data primer, yaitu laju sedimentasi, TSS dan kecepatan arus. Dan data sekunder yang dikumpulkan yaitu, pasang surut dan gelombang .Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, peningkatan laju sedimentasi di periode 2 meningkat dengan rata-rata sebesar 7.195,83 cm³/hari, dengan nilai tertinggi terjadi di Stasiun 2 dan 3 masing-masing 7.850,00 cm³/hari. Sementara itu, hasil dari tekstur sedimen di Pantai Mangkalok menunjukkan bahwa 99-100% berpasir (sand), sedangkan masing-masing sisanya 1% berupa lumpur

    Pengaruh waktu perendaman biokomposit serat daun nanas dengan NaOH 5% terhadap kekuatan impak untuk body mobil listrik ELVIRA EV-1

    No full text
    Nanas merupakan buah yang banyak dikonsumsi di wilayah Bangka Belitung. Hal ini menyebabkan dampak permasalahan, yaitu limbah daun nanas yang tidak dimanfaatkan. Limbah daun nanas umumnya tidak manfaatkan dengan baik, yang seharusnya bisa dimanfaatkan karena daun nanas memiliki serat yang sangat kuat dan berpotensi untuk dijadikan bahan komposit. Pemanfaatan serat daun nanas menjadi bahan komposit dapat digunakan salah satunya sebagai material dari body mobil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kekuatan impak dan mengetahui waktu perendaman terbaik dari variasi komposit serat daun nanas. Penelitian ini dilakukan dengan perendaman NaOH 5%, Variasi durasi waktu 5 jam, 6 jam, dan 7 jam diawali dengan pembuatan sampel dari campuran serat daun nanas 20% dan resin epoxy 80%. Setelah itu dilakukan pengujian uji impak dengan metode izod dan analisa porositas. Hasil pengujian impak dan analisa porositas didapatkan hasil yakni, perendaman dengan waktu 5 jam didapatkan kekuatan mekanik sebesar 111,335 kJ/m2 dan nilai porositas 2,72%. Perendaman dengan waktu 6 jam didapatkan kekuatan mekanik sebesar 125.677 kJ/m2 dan nilai porositas 6,36%. Perendaman dengan waktu 7 jam didapatkan kekuatan mekanik sebesar 133.595 kJ/m2 dan nilai porositas 7,27%. Hasil ini menunjukan kekuatan impak terbaik adalah pada variasi waktu perendaman selama 7 jam

    Analisis pengabaian putusan mahkamah agung nomor 24 P/HUM/2023 Oleh KPU RI dalam perspektif hak asasi manusia

    No full text
    Putusan Mahkamah Agung Nomor 24 P/HUM/2023 menjadi sorotan publik karena dinilai telah diabaikan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dalam tahapan pemilu 2024. Putusan tersebut membahas terkait judicial review terhadap Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023 Tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. Putusan ini mewajibkan KPU RI untuk melakukan perubahan atau revisi terhadap pasal 8 ayat 2 bagian a dan b yang dimana pasal tersebut berisi membatalkan sebagian norma dalam tentang Dalam hal penghitungan 30% (tiga puluh persen) jumlah Bakal Calon perempuan di setiap Dapil menghasilkan angka pecahan maka apabila dua tempat desimal di belakang koma bernilai kurang dari 50 (lima puluh), hasil penghitungan dilakukan pembulatan ke bawah, sedangkan 50 (lima puluh) atau lebih, hasil penghitungan dilakukan pembulatan ke atas. dalam pasal tersebut jelas melanggar atau bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 dan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Pasal tersebut melanggar karena adanya pengaturan terkait penurunan kebawah yang dimana mendiskriminasi hak politik perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan pengabaian tersebut dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) dan konstitusi, khususnya prinsip negara hukum, ketaatan terhadap putusan pengadilan, serta perlindungan hak politik warga negara terkhusus hak politik terhadap perempuan. Metode yang digunakan adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇