University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Unsur “tanpa persetujuan” dalam peraturan menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi no 30 tahun 2021 tentang kekerasan seksual di lingkup perguruan tinggi perspektif asas perlindungan korban

    No full text
    Lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Nomor 30 Tahun 2021 Pasal 5 Ayat 2 banyak menuai kontroversi dari berbagai golongan masyarakat. Makna dari frasa “tanpa persetujuan korban” dalam pasal ini tidak dijelaskan maksudnya secara eksplisit dalam Permendikbudristek, hal ini merupakan kekaburan hukum yang dapat mengakibatkan timbulnya multitafsir terhadap pemaknaan suatu aturan. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian hukum normatif. Tindakan seksual yang terjadi atas dasar persetujuan secara sadar berarti bukanlah termasuk kekerasan seksual, melainkan bentuk tindakan asusila yang mencakupi perzinahan, prostitusi, perdagangan, dan/atau pornografi. Yang peraturannya juga jelas bisa ditemukan dalam perundang-undangan di Indonesia. Ada beberapa ukuran yang dikembangkan mengenai mengapa suatu perbuatan dianggap sebagai pelanggaran, termasuk perbuatan menyebabkan penderitaan orang lain dengan berbagai perbuatan. Namun setiap kerugian, penderitaan, atau kerusakan yang terjadi tidak dapat dipidana karena ada prinsip bahwa “persetujuan atau sukarela menghapuskan elemen perbuatan pidana”.. Keambiguan frasa yang digunakan dalam pasal ini ditakutkan terjadi ketidak pastian hukum pada praktiknya. Dimana yang kita tahu bahwa peraturan harus jelas dan tidak mengandung beberapa makna sehingga membuat beberapa orang salah menafsirkan nya. Hal tersebut juga dikhawatirkan malah menguntungkan pelaku kekerasan seksual dengan alasan persetujuan korban

    Illegal tin mining, policy gaps and the plight of small-scale tin miners in Indonesia

    Get PDF
    This article examines the societal impacts of the Indonesian government’s decision to permit unrestricted tin mining in Bangka Belitung. The declassification of tin as a strategic resource from 1998 to 2009 led to a significant increase in illegal mining, resulting in environmental degradation, social conflicts and occupational accidents. Methodologically, our research critiques legislative instruments and assesses the effectiveness of law enforcement in combating illicit mining, revealing substantial deficiencies in the licensing framework, particularly concerning People's Mining Permits and the absence of People's Mining Areas. The article highlights the economic reliance on illegal mining due to challenges in obtaining permits, demonstrating that despite legislative updates, illegal mining persists, exacerbating fatalities, child labour and environmental harm. Consequently, marginalized communities are trapped in a cycle of injustice with limited alternatives. The findings suggest that current government policies are inadequate in addressing the complexities of unrestricted tin mining. We propose the establishment of people’s mining cooperatives as a transformative solution to these challenges, offering a viable and transparent alternative that can empower local communities and foster sustainable mining practices

    Analisis stok karbon ekosistem lamun sebagai upaya mitigasi perubahan iklim di Pulau Anak Air Kabupaten Bangka Selatan

    No full text
    Gas rumah kaca sangat mempengaruhi ketahanan iklim dan menjadi masalah utama bagi seluruh dunia mengenai pelepasan emisi karbondioksida, dalam mengurangi efek gas rumah kaca sebagai upaya mitigasi perubahan iklim maka diperlukan dalam penyerapan karbon. Lamun merupakan salah satu tumbuhan yang dapat menyerap karbon organik yang berada di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kerapatan lamun, biomassa lamun, stok karbon organik lamun dan karbon sedimen serta kandungan absorpsi lamun di Pulau Anak Air. Penelitian dilakukan pada bulan juni-agustus 2024 meliputi 3 stasiun, Pengambilan data lamun menggunakan metode transek kuadrat dan pengambilan data karbon lamun mengacu pada buku panduan Blue Carbon in Seagrass Ecosystem. Adanya perbedaan kerapatan lamun antar stasiun dimana kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun 2 dengan nilai 458 tegakan/m2 sedangkan yang terendah pada stasiun 1 dengan nilai 14 tegakan/m2. Nilai kandungan biomassa tertinggi terdapat pada stasiun 3 dengan nilai 82,90 g DW m-2 dan terendah terdapat stasiun 1 dengan nilai 51,18 g DW m-2. Stok karbon lamun tertinggi yaitu pada Stasiun 3 dengan nilai 0,256 Mg C H-1 dan yang terendah terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 0,166 Mg C ha-1. Stok karbon sedimen tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu dengan nilai 152,84 Mg C ha-1 sedangkan nilai kandungan stok karbon terendah terdapat pada stasiun 1 yaitu dengan nilai 95,86 Mg C H-1 . kandungan karbon absorpsi lamun tertinggi terdapat pada stasiun 3 sebesar 0,94 t CO2 ha-1 sedangkan yang terendah terdapat pada stasiun 1 sebesar 0,61 t CO2 ha-1 .Tingginya penyerapan CO2 pada stasiun 3 di akibatkan tingginya kandungan biomassa dan stok karbon lamun pada stasiun tersebut

    Identifikasi Isi Lambung Ikan Tanah (Barbodes sp.) di Kolong Pascatambang Timah Desa Tepus, Bangka Selatan

    No full text
    Wilayah perairan Pulau Bangka memiliki berbagai jenis ikan lokal yang hidup di perairannya, salah satu jenis organisme akuatik yang hidup di perairan kolong yaitu ikan tanah (Barbodes sp.). Ikan tanah termasuk kedalam golongan keluarga cyprinid atau lebih dikenal dengan ikan cyprinid kecil. Ikan Tanah merupakan ikan yang habitat hidupnya di perairan tawar seperti sungai maupun kolong. Oleh karena itu perlu adanya pengamatan isi lambung ikan tanah termasuk kedalam faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan kelangsungan hidup serta dapat mengetahui karakteristik perairan kolong. Lokasi penelitian terdiri dari tiga stasiun yaitu stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 yang terletak di Desa Tepus, Kabupaten Bangka Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif, dengan menggunakan metode random sampling. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah panjang usus relatif, hubungan panjang dan berat ikan, persentase jumlah makanan, persentase frekuensi kejadian, Index Of Preponderance (IP). Ikan tanah memiliki panjang usur relatif antara 1,1 – 1,6 cm yang tergolong kelompok ikan omnivora. Pertumbuhan ikan tanah termasuk kedalam pertumbuhan allometrik negatif. Analisis kualitas air berkisar suhu (28 – 33,1 ºC), pH (4,2 – 5,33), DO (2,6 – 5,9 mg/L), warna air (hijau keabuan, hijau sedikit pekat, kuning kecoklatan) substrat (tanah berlumpur, pasir berlumpur, lempung) Jenis tanaman yang berada disekitar kolong yaitu karamunting, purun, teratai dan kumpai. Makanan utama dari ikan tanah terdiri dari Trebouxiophyceae (91,01%), Maxillopoda (45,65%), dan Cyanophyceae (74,54%)

    Karakterisasi Genetik Rasbora enthovenii Asal Pulau Mendanau Berbasis Gen Cytochrome C Oxidase I (COI)

    No full text
    Ikan Rasbora einthovenii merupakan ikan yang berpotensi sebagai ikan hias lokal. Hingga saat ini belum ada spesies ikan asal Pulau Mendanau yang telah teridentifikasi baik secara morfologi maupun molekuler. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi morfologi dan hubungan kekerabatan dari spesies ikan Rasbora einthovenii. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Parameter yang diidentifikasi pada penelitian ini meliputi morfologi ikan, dan hubungan kekerabatan. Hasil pengamatan ciri visual dari ikan Rasbora einthovenii asal Pulau Mendanau Belitung, memiliki tubuh bagian atas memiliki warna coklat tua, bagian bawah kekuningan dan dipisahkan oleh pita hitam memanjang dari moncong hingga ujung sirip ekor, terletak di bawah tengah badan dan melengkung ke bawah dengan pinggiran yang tidak rata. Hasil pengamatan karakter morfologi menunjukan ikan yang berasal dari Pulau Mendanau, Belitung merupakan spesies Rasbora enthovenii. Hasil karakter meristik Ikan Rasbora enthovenii memiliki 2 jari-jari keras dan 7 jari-jari lemah sirip punggung, 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lemah sirip anal, 16 jari-jari lemah sirip caudal dan Linea literalis ikan Rasbora enthovenii adalah 30. Konstruksi pohon filogenetik menunjukkan Ikan Rasbora enthovenii asal Pulau Mendanau, Belitung memiliki similaritas yang tinggi dengan Rasbora einthovenii Riau Indonesia, Selangor Malaysia dan Aquarium retailers in UK memiliki kekerabatan sebesar 96% dangan jarak genetik sebesar 0,6%

    Kebijakan non penal terhadap pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang

    No full text
    Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak merupakan tindak pidana yang sering terjadi di kalangan masyarakat akibat kurangnya pemahaman aturan dan pengawasan pada anak. Fenomena yang sering terjadi ini dapat membahayakan keselamatan dalam berlalu lintas, oleh karena itu diperlukannya upaya pencegahan untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebijakan non penal yang diterapkan oleh Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang pada pelanggaran lalu lintas oleh anak serta untuk mengetahui apa saja faktor penghambat kepolisian dalam penegakan kebijakan non penal terhadap anak sebagai pelaku pelanggaran lalu lintas di Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris yang bersifat deskriptif, menggunakan pendekatan identifikasi hukum dengan melakukan pengumpulan data primer yang diperoleh dilapangan dan memadukan dengan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah pertama kebijakan non penal yang diterapkan oleh Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang pada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak adalah penyuluhan kesekolah, program polsanak pada tingkat sd, Pembelajaran Desiminasi, Pembagian Stiker, brosur, dan spanduk, Operasi Razia dan Patroli. Kedua ada faktor penghambat Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang dalam penegakan kebijakan non penal terhadap anak sebagai pelaku pelanggaran lalu lintas yakni kurangnya kesadaran dan pengawasan dari orang tua, serta kurangnya kesadaran hukum pada anak

    Dari tambang timah ke tambak udang: rasionalitas buruh timah di Kabupaten Bangka

    No full text
    Eksistensi timah yang diharapkan mampu menopang perekonomian dalam jangka panjang perlahan mulai meredup. Kondisi ini mendorong masyarakat yang bekerja sebagai penambang timah inkonvensional (TI) mencari alternatif mata pencaharian lain yang dapat menopang hidup dalam jangka panjang. Hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang pertambakan menjadi alternatif baru bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pilihan rasional penambang timah inkonvensional (TI) menjadi pekerja tambak udang. Teori yang digunakan adalah rasionalitas instrumental Max Weber. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga indikator yang mendukung rasionalitas tindakan penambang timah inkonvensional (TI) beralih menjadi pekerja tambak udang yaitu; (1) tujuan (motif ekonomi) ingin memperoleh pendapatan yang stabil. (2) perhitungan rasional, dalam hal ini mencakup fluktuasi timah, penghasilan menambang timah tidak menentu, dan risiko pekerjaan. (3) efisiensi yang meliputi manajemen keuangan, investasi, pendidikan, dan kesehatan

    Nelayan dan tradisi betungkah: perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut di Tanjung Sunor Lestari Kabupaten Bangka

    No full text
    Kerusakan sumber daya perairan dan terganggunya aktivitas melaut yang diakibatkan oleh aktivitas tambang ilegal membuat nelayan dan masyarakat di Tanjung Sunor Lestari melakukan perlawanan sebagai upaya mempertahankan kelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut dan menganalisis dampak sosial perlawanan kultural terhadap aktivitas tambang laut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Mobilisasi Sumber Daya John D McCarthy dan Mayer N Zald, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika perlawanan kultural yang dilakukan nelayan dan masyarakat terhadap aktivitas tambang laut berawal dari gagalnya perlawanan langsung dalam memberhentikan tambang, sehingga menempuh perlawanan baru dengan membentuk tradisi betungkah. Landasan mengapa tradisi betungkah dijadikan sebagai alat perlawanan sesuai dengan tema yang digunakan “menjaga adat, melestarikan peradaban” adalah menjaga dan melestarikan lingkungan Tanjung Sunor Lestari, serta menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Perlawanan kultural ini melibatkan peran partisipan sebagai penggerak dalam memobalisasi sumber daya berupa moral, kultural, organisasi sosial, manusia, dan material. Metode perlawanan kultural tradisi betungkah diawali dengan betulong bekepong, kemudian sesi bekisah yang membahas tentang keberlanjutan Sunor, dan dilanjutkan dengan perlombaan betungkah yang mengemas simbol dan nilai di dalamnya yang dapat dijadikan sebagai pesan kepada publik untuk mengembalikan kesadaran, serta melestarikan lingkungan dan kearifan lokal Tanjung Sunor Lestari, diantaranya nilai ekologi, nilai kolektivitas, dan nilai teritorialisasi. Perlawanan kultural melalui tradisi betungkah menghasilkan dampak sosial berupa menguatnya solidaritas sosial, hubungan antara nelayan dan penambang tidak harmonis, dan aktivitas tambang ilegal berkurang namun belum dapat dihentikan

    Aplikasi edible coating berbasis kitosan untuk mempertahankan mutu buah jambu biji (Psidium guajava L.) cv. Kristal selama penyimpanan

    No full text
    Jambu biji cv. ‘Kristal’ (Psidium guajava L. cv. ‘Kristal’) umumnya hanya bertahan 2–7 hari selama penyimpanan. Edible coating berbasis kitosan dengan metode lama pencelupan menjadi solusi untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga mutu buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama pencelupan edible coating berbahan kitosan terhadap sifat fisik dan kimia buah jambu biji cv. ‘Kristal’. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2024, di Laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal, yaitu lama pencelupan kitosan dengan 4 taraf perlakuan yaitu tanpa edible coating, lama pencelupan 1 menit, lama pencelupan 2 menit dan lama pencelupan 3 menit. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi edible coating kitosan dengan lama pencelupan yang berbeda untuk penyimpanan buah jambu biji cv. ‘Kristal’ berpengaruh sangat nyata terhadap peubah susut bobot dan total padatan terlarut namun tidak berpengaruh nyata terhadap peubah vitamin C. Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% perlakuan edible coating kitosan peubah susut bobot pada hari ke-2 dan 10 dan peubah total padatan terlarut pada hari ke-10 menunjukkan bahwa perlakuan lama pencelupan 1 menit menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan tanpa edible coating dan berbeda tidak nyata terhadap perlakuan lama pencelupan 2 menit dan 3 menit. Uji organoleptik kekerasan, warna, rasa, dan aroma perlakuan lama pencelupan 1 menit menunjukkan hasil terbaik selama 10 hari penyimpanan

    Senja Kala Tata Kelola Timah di Bangka Belitung

    No full text
    Senjakala Tata Kelola Timah di Bangka Belitung adalah potret buram buruknya tata kelola pertambangan timah yang berakar dari sejarah kelam masa lalu, penegakan hukum yang setengah hati, konflik agraria bernuansa pembiaran, dan perubahan bentang alam yang terjadi secara luas, masif, dan sporadis telah mengabaikan etika kelestarian. Tidak pernah tercatat dalam sejarah Bangka Belitung akan mengalami gelombang titik balik peradaban timah yang menyeret perekonomian masyarakat dan relasi sosial akar rumput hingga ke titik nadir. Semua berawal dari bagaimana relasi kesejarahan dan budaya antara timah dengan masyarakat yang timpang, logika penegakan hukum tak dijadikan prioritas dalam mengelola sumber daya timah untuk kesejahteraan bersama, sehingga terjadi retakan sosial saat nilai-nilai dan norma-norma masyarakat mengalami penurunan dan pergeseran. Praktik penambangan timah tanpa izin, keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dalam mata rantai produksi dan distribusi bijih timah, tumpang tindih legitimasi hak atas tanah antara individu dan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP), penyelundupan timah yang sulit dihentikan, dan lemahnya penegakan hukum adalah perwujudan dari krisis nilai sebagai kausa terjadinya kasus korupsi timah tahun 2024. Ironisnya, penegakan hukum kasus korupsi timah berdampak signifikan terhadap ekonomi makro dan ekonomi mikro terutama pendapatan keluarga dan kinerja bisnis. Dampak ekonomi secara makro berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka ekspor timah secara drastis, penurunan nilai investasi, dan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Dampak ekonomi mikro terhadap pendapatan keluarga ditandai dengan tutupnya lapangan usaha smelter dan pabrik pengolahan sawit yang disertai PHK, penurunan pendapatan keluarga dan daya beli masyarakat, peningkatan pengangguran, dan peningkatan jumlah kemiskinan. Dampak terhadap kinerja bisnis adalah terjadi penurunan pendapatan yang signifikan, menurunnya daya beli konsumen, investor lokal menarik simpanannya dalam jumlah cukup besar, dan banyak pelaku bisnis berpandangan ekonomi Bangka Belitung penuh dengan ketidakpastian. Buku Senjakala Tata Kelola Timah di Bangka Belitung menggunakan metode socio-legal dengan pendekatan interdisipliner. Pendekatan interdisipliner melibatkan hukum dengan ilmu-ilmu lain seperti sejarah, sosiologi, ekonomi, dan kriminologi. Data-data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, survei, kajian literatur, dan pemberitaan di media massa. Buku ini memberikan informasi menyeluruh dan mendalam kepada kalangan akademisi, pemerintah daerah dan pusat, mahasiswa, peneliti, sejarawan, analis kebijakan, dan pembaca umum

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇