University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Keragaman genetik ikan bantak (osteochilus sp.) asal Pulau Belitung berdasarkan karakterisasi morfologi dan analisis molekuler
Ikan Bantak merupakan salah satu ikan lokal yang terdapat di Sungai Lenggang, Belitung Timur yang saat ini belum dilakukan uji secara molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman genetik spesies ikan Bantak (Osteochilus sp.) melalui karakterisasi morfologi dan analisis molekuler menggunakan teknik DNA barcoding. Ikan memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2024 dengan mengambil sampel ikan dari Sungai Lenggang. Metode analisis secara morfologi dilakukan dengan menggunakan aplikasi TPS Dig 264 untuk morfometrik dan secara meristik menggunakan perhitungan secara langsung dan menggunakan mikroskop okuler. Metode Isolasi DNA dilakukan dengan metode gySYNCTM DNA extraction kit yang terdiri dari tahapan penguraian sampel (dissociating), lysis, binding, washing dan elution. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa Ikan Bantak asal Sungai Lenggang memiliki karakteristik morfometrik dan meristik yang memiliki kemiripan dengan spesies Osteochilus flavicauda dengan ciri-ciri memiliki warna kuning pada bagian sirip caudal, sirip pectoral dan ventral, garis hitam mulai dari ujung moncong hingga lekukkan ekor terlihat terang dan memiliki satu tonjolan (tuberkel) di ujung moncong. Namun, untuk identifikasi secara molekuler, spesies dari Ikan Bantak asal Sungai Lenggang belum bisa dipastikan. Hal ini dapat dilihat, berdasarkan hasil yang didapatkan menunjukkan jarak genetik yang jauh. Berdasarkan pohon filogenetik, sampel N1 dan N3 tidak memiliki kekerabatan dengan spesies manapun, sedangkan pada sampel N2 memiliki kekerabatan dengan spesies Osteochilus wandersii asal Malaysia dan Laos, dan memiliki jarak genetik 0,064 atau 6,4%. Jarak genetik yang jauh serta posisi basa nukleotida yang berbeda sebanyak 204 dari 536 bp antara sampel N1, N2, dan N3 dengan spesies Osteochilus wandersii Malaysia, Osteochilus wandersii Laos, dan Osteochilus wandersii Sungai Larai, Malaysia dapat menjadi data pendukung bahwa adanya keragaman genetik yang menyebabkan perbedaan spesies tersebut. Berdasarkan penelitian ini perlu adanya uji lanjutan pada spesies Ikan Bantak di wilayah berbeda, serta pentingnya upaya domestikasi untuk mengurangi penangkapan ikan di alam
Studi perbandingan regulasi tindak pidana memperdagangkan produk yang tidak sesuai dengan informasi komposisi ditinjau dari undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan
Produk yang tidak sesuai dengan informasi komposisi, merupakan sebuah produk yang dalam label produk tersebut keterangannya tidak sesuai dengan isi kandungan yang seharusnya, contohnya manipulasi data dan/atau informasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui hukum pidana yang tepat dan penjatuhan sanksi pidana yang tepat dalam kasus memperdagangkan produk yang tidak sesuai dengan informasi komposisi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Yuridis Normatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa masing-masing aturan regulasi tindak pidana memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, sehingga perlu perbandingan hukum diantara keduanya. Maka dengan dasar kepastian hukum asas legalitas, hukum pidana yang tepat dalam objek penelitian ini yaitu Undang-Undang Perdagangan dalam Pasal 108. Dan penjatuhan sanksi pidana yang tepat dalam kasus ini dengan menggunakan perbandingan hukum antar Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan Undang-Undang Perdagangan. Sehingga sanksi pidana yang tepat untuk diberikan dalam perbuatan memperdagangkan produk yang tidak sesuai dengan informasi komposisi yaitu Undang-Undang Perdagangan dalam Pasal 108. Kesimpulannya adalah dari objek penelitian ini hukum pidana yang tepat dengan dua aturan regulasi tindak pidana yang diperkuat dengan teori concursus idealis dalam KUHP Pasal 63 ayat (2) yaitu Undang-Undang Perdagangan, dan begitu pula dengan penjatuhan sanksi pidana dalam objek penelitian tersebut
Rancang Bangun Sistem Keamanan Pintu Berbasis Internet Of Things Menggunakan Esp8266
Sistem keamanan pintu saat ini masih banyak yang menggunaan kunci konvensional masih menjadi metode utama dalam sistem keamanan pintu, tetapi memiliki keterbatasan, seperti risiko tertinggal, hilang, atau disalahgunakan. Selain itu, penghuni rumah sering kali kesulitan memantau kondisi rumah saat berada di luar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem keamanan pintu berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266. Sistem ini memungkinkan pemilik rumah untuk mengontrol dan memantau keamanan pintu secara real-time melalui aplikasi Blynk pada ponsel. Sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan, seperti sensor MC-38 untuk mendeteksi status pintu, sensor PIR untuk mendeteksi pergerakan di dalam rumah, serta Buzzer sebagai alarm peringatan saat terjadi upaya pembobolan. Hasil pengujian yang didapatkan menunjukan semua sensor berfungsi dengan baik, sensor PIR dengan sensitifitasnya rata-rata 6 – 7 meter, sensor MC-38 mengirimkan sinyal ke ESP8266 yang dapat memerintahkan Blynk memberikan notifikasi ke handphone pengguna, serta Buzzer menyala apabila terjadi pembobolan. Pengujian kualitas layanan QoS menurut TIPHON didapatkan 138/138 packet yang terkirim serta rata-rata delaynya sebesar 0,02696327 detik, dari pengujian QoS didapati hasilnya sangat bagus. Hasil dari pengujian keseluruhan menunjukan keberhasilan 100%
Representasi politik perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang tahun 2024
Perempuan yang menjabat sebagai anggota legislatif di DPRD Kota Pangkalpinang menjadi fokus dalam kajian ini, terutama dalam kaitannya dengan peran serta keterwakilan mereka dalam menjalankan fungsi legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana representasi politik perempuan di DPRD Kota Pangkalpinang dapat terwujud. Permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut: 1) Bagaimana proses perwakilan politik perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang tahun 2024. 2) Apa faktor penghambat yang menyebabkan rendahnya representasi politik perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang. Dalam kajian ini, pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan beberapa tahapan, yakni kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterwakilan perempuan di DPRD Kota Pangkalpinang tahun 2024 masih belum mencapai ambang minimal 30% sebagaimana diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 12 Tahun 2003. Dari total 30 kursi legislatif yang tersedia, hanya empat di antaranya yang ditempati oleh perempuan. Minimnya keterwakilan ini berdampak pada sedikitnya kebijakan yang berorientasi pada kepentingan perempuan. Berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah salah satu cara untuk memberdayakan perempuan, membantu perempuan menghadapi tantangan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi kaum perempuan. Kehadiran perempuan di DPRD sangat penting untuk memastikan representasi yang adil dan inklusif dalam pengambilan keputusan. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat rendahnya keterwakilan perempuan antara lain adalah kurangnya rasa percaya diri dalam berkiprah di dunia politik, terbatasnya jaringan eksternal yang dapat mendukung keterlibatan perempuan dalam politik, serta adanya ketakutan atau kekhawatiran tertentu yang berhubungan dengan pemilu dan dinamika politik yang masih kurang dipahami secara luas oleh perempuan
Pengaruh pendapatan asli daerah, transfer ke daerah, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemandirian fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kemandirian fiskal adalah salah satu indikator penting untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu mendanai aktivitas pemerintahan secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan eksternal, termasuk dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Transfer Ke Daerah, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemandirian Fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2014-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kemudian Transfer ke Daerah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa, Pendapatan Asli Daerah, Transfer ke Daerah, dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap Kemandirian Fiskal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kajian ketahanan fisiologis benih aksesi padi lokal Bangka melalui uji metode penyimpanan untuk mempertahankan mutu benih
Keberhasilan produksi padi salah satunya ditentukan oleh mutu benih yang digunakan. Tantangan utama dalam mempertahankan mutu benih adalah pengelolaan yang tepat untuk memastikan benih tetap terjaga selama penyimpanan. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh metode penyimpanan terhadap mutu benih padi lokal Bangka, serta kandungan kimia benih setelah disimpan selama 8 bulan. Waktu penelitian Februari – Desember 2024. Tempat penelitian di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot. Faktor pertama terdiri atas 6 aksesi padi lokal Bangka (Mukot, Jawa, Ungu, Pulut Hitam, Balok Merah dan Mayang Hutan). Faktor kedua terdiri dari 7 media simpan (kaleng, plastik 40 mikron, plastik 120 mikron, karung plastik, toples plastik, bak semai dan dengan malai). Pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil menunjukkan bahwa aksesi Balok Merah menunjukkan hasil terbaik didukung oleh karakter potensi tumbuh maksimum tertinggi, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan berat kering kecambah nornal serta kadar air yang lebih konsisten. Media simpan malai menunjukkan hasil terbaik dalam mempertahankan mutu benih selama penyimpanan didukung oleh karakter potensi tumbuh maksimum tertinggi dan daya berkecambah. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu penyimpanan dengan malai dengan aksesi Jawa didukung oleh karakter daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum tertinggi. Analisis proksimat menunjukkan kadar air, kadar abu dan protein tertinggi ditemukan pada Balok Merah. Kadar lemak tertinggi pada aksesi Pulut Hitam. Kadar karbohidrat tertinggi pada aksesi Mukot. Terdapat korelasi positif yang kuat antara potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah
Pengaruh pendapatan asli daerah, dana bagi hasil pajak, dan dana bagi hasil bukan pajak terhadap dana alokasi umum Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2014-2023
Dana Alokasi Umum merupakan bentuk transfer fiskal dari pemerintah pusat untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidakseimbangan distribusi yang menyebabkan ketergantungan fiskal dan menghambat kemandirian daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah periode 2014–2023 pada 7 Kabupaten/Kota. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menguji dan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil Pajak, dan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak terhadap Dana Alokasi Umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil Pajak, dan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak berpengaruh negatif terhadap Dana Alokasi Umum. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kapasitas fiskal suatu daerah, maka semakin kecil porsi Dana Alokasi Umum yang diterima karena daerah dianggap lebih mandiri. Meskipun demikian, pengurangan Dana Alokasi Umum tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan fiskalnya secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan formulasi kebijakan Dana Alokasi Umum yang mempertimbangkan tidak hanya kapasitas fiskal, tetapi juga kebutuhan pembangunan yang nyata di daerah
Pemodelan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression (GWR) Dan Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR) (Studi Kasus: Perolehan Ipg Kabupaten/Kota Di Pulau Sumatera Tahun 2023)
Kesetaraan gender merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan capaian kesetaraan gender adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG). Perolehan IPG di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain, dimana Indonesia berada di urutan ke 144 dari 182 negara. Capaian IPG yang belum maksimal ini juga ditandai dengan persebaran perolehan IPG yang beragam di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Pulau Sumatera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap perolehan IPG di kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Analisis yang digunakan adalah metode Geographically Weighted Regression (GWR) yang menghasilkan parameter yang bersifat lokal. Akan tetapi, tidak jarang terdapat variabel yang berpengaruh secara global sehingga GWR kemudian dikembangkan menjadi Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR) yang menghasilkan parameter yang bersifat lokal dan global. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode MGWR dengan fixed gaussian merupakan metode yang terbaik dalam memodelkan data, dengan nilai Akaike Information Criterion (AIC) optimum yaitu sebesar 248,104. Selain itu, variabel yang berpengaruh secara global terhadap perolehan IPG (Y) adalah Rata-rata Lama Sekolah/RLS perempuan (X3), dan variabel yang berpengaruh secara lokal adalah Umur Harapan Hidup/UHH perempuan (X1), Harapan Lama Sekolah/HLS perempuan (X2), serta pengeluaran per kapita perempuan yang disesuaikan (X4)
Pengaruh fee audit, audit tenure, dan rotasi audit terhadap kualitas audit pada perusahaan keuangan subsektor bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2023
Tingkat independensi auditor yang tinggi tercermin dari kualitas audit yang tinggi. Pengguna jasa audit, terutama publik atau pemegang saham mengharapkan laporan keuangan yang disajikan bebas dari kesalahan material baik karena kesalahan teknis maupun penipuan. Namun kualitas audit semakin dipertanyakan karena munculnya berbagai skandal keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fee audit, audit tenure dan rotasi audit terhadap kualitas audit pada perusahaan keuangan subsektor bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023. Pendekatan penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak dua puluh perusahaan keuangan subsektor bank yang memenuhi kriteria sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah fee audit, audit tenure, dan rotasi audit sedangkan variabel terikat yaitu kualitas audit. Metode analisis data menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial fee audit dan rotasi audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan audit tenure tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Secara simultan fee audit, audit tenure dan rotasi audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Dapat disimpulkan bahwa hanya variabel fee audit dan rotasi audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada perusahaan keuangan subsektor bank di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023
An Analysis of Connotative Meaning Manifested in Folklore Album by Taylor Swift
This study examines and deliberates on the connotative meaning within the realm of semantics. The research specifically elucidates the actual meaning of connotative significance and categorizes the various forms of connotative meanings expressed in each lyrical composition from Taylor Swift's 2020 album Folklore. A total of seventeen tracks are scrutinized in this analysis, which includes the following songs: The 1, Cardigan, The Last Great American Dynasty, Exile (feat. Bon Iver), My Tears Ricochet, Mirrorball, Seven, August, This Is Me Trying, Illicit Affairs, Invisible Strings, Mad Woman, Epiphany, Betty, Peace, Hoax, and The Lakes. This study employed a descriptive qualitative methodology paired with an identification technique. The theoretical framework utilized included Frank Robert Palmer to reveal the actual meaning of connotative meaning and John Lyons to classify the types of connotative meanings. The findings encompassed a total of 236 data analyzed, demonstrating that 69 data represent positive connotation, 126 data signify negative connotation, and 41 data embody neutral connotation. This study concludes that there exist five cultural associations within this album, namely Universal, Western Culture and Society, Pop Culture, American Culture, and French Culture, which have been divided into 152 data as Universal, 35 data as Western Culture, 37 data as Pop or Popular Culture, 11 data as American Culture, and 1 data as French Culture. Overall, the data indicates that the majority of the lyrics within this album are categorized under negative connotation, primarily reflecting themes of emotional turmoil. Furthermore, this study frequently articulates the narrative of folklore traditions in America and the Western context, asserting that this album serves as a narrative that evolves into folklore, transmitted similarly to a folk song