University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Representasi sosial dan nilai moderasi beragama pada kesenian barongsai di Kota Pangkalpinang
Penelitian ini menganalisis terkait representasi sosial dan nilai moderasi beragama pada kesenian barongsai yang ada di Kota Pangkalpinang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengkaji bagaimana nilai moderasi beragama direpresentasikan melalui kesenian barongsai yang ada di Kota Pangkalpinang, dan 2). Mengeksplorasi upaya untuk mempertahankan eksistensi kesenian barongsai di era modern. Penelitian ini menggunakan teori representasi yang dikemukakan oleh Stuart Hall untuk menganalisis bagaimana nilai moderasi beragama dibentuk dan dikomunikasikan melalui praktik kesenian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling yang memungkinkan adanya responden potensial untuk dihubungi dan diwawancarai sesuai dengan topik penelitian yang diteliti, yaitu 1). Pemain barongsai dari komunitas yang berbeda, 2). Ketua PLBSI Kepulauan Bangka Belitung, dan 3). Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Kesenian barongsai telah diterima dan menjadi bagian dari representasi budaya serta telah mengalami diskursus budaya yang mencerminkan moderasi beragama serta telah mengalami perkembangan sekaligus pergeseran makna dari hanya sekadar bagian dari tradisi keagamaan menjadi ekspresi dari adanya keberagaman dan inklusivitas, 2). Terdapat beberapa hal yang menunjukkan bahwa kesenian barongsai telah mempunyai konstruksi makna moderasi beragama, diantaranya pemain barongsai yang berasal dari lintas agama dan budaya, pertunjukkan barongsai tampil di acara lintas budaya dan agama, sering diadakannya perlombaan barongsai, dan berbagai sikap toleransi yang diterapkan dalam interaksi sehari-hari para pemain barongsai, 3). Adapun upaya yang dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensi kesenian barongsai di era modern saat ini, diantaranya menumbuhkan motivasi bagi generasi muda agar bisa memunculkan bibit-bibit baru, mengadakan berbagai perlombaan barongsai, melibatkan barongsai dalam berbagai acara pariwisata dan budaya serta mempromosikan kesenian barongsai ini ke media sosial agar tidak tenggelam oleh kemajuan zaman dan bisa menjangkau masyarakat lebih luas
Pengaruh cash flow dan leverage terhadap financial constraint studi kasus pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cash flow, dan leverage terhadap financial constraint pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia tahun periode 2021-2023. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah financial constraint yang diukur menggunakan proksi interest covarage ratio, sedangkan variabel independen adalah cash flow, dan leverage. Sampel yang dipilih berdasarkan data yang tersedia dari laporan keuangan selama tiga tahun, perusahaan yang go public pada periode penelitian dan perusahaan selain sektor perbankan dan asuransi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder menggunakan metode analisis regresi data panel dengan model estimasi random effect model. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan lebih memilih cash flow (dana internal) sebagai sumber dalam mendanai investasi. Cash flow yang tinggi cenderung memiliki strategi ekspansi yang lebih agresif yang meningkatkan kebutuhan pendanaan mereka. Sebab dengan cash flow yang tinggi perusahaan akan menghadapi ekspektasi yang lebih besar dari investor dan kreditur yang dapat meningkatkan tekanan keuangan. Namun memberikan fleksibilitas keuangan keuangan tanpa meningkatkan financial constraint. Hal ini berarti perusahaan memiliki akses yang luas sehingga tidak kesulitan dalam dalam akses ke pembiayaan eksternal. Pada perusahaan ini memiliki profitabilitas yang tinggi dan memiliki likuiditas yang cukup untuk aktivitas bisnisnya tanpa bergantung pada pendanaan eksternal. Akhirnya perusahaan cenderung mengandalkan cash flow daripada leverage
Pengaruh praktikum pajak terhadap perubahan pemahaman pajak dan kepatuhan pajak (studi kasus Mahasiswa Semester 4 Program Studi Akuntansi Universitas Bangka Belitung)
Kepatuhan pajak merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan penerimaan negara yang optimal. Namun demikian, tingkat kepatuhan pajak di Indonesia masih tergolong rendah, termasuk di kalangan mahasiswa yang merupakan calon Wajib Pajak di masa depan. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kepatuhan tersebut adalah kurangnya pemahaman terhadap peraturan dan kewajiban perpajakan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pajak sejak dini, salah satunya melalui pembelajaran berbasis praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktikum pajak terhadap perubahan pemahaman dan kepatuhan pajak mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 Program Studi Akuntansi Universitas Bangka Belitung. Penelitian dilakukan menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, di mana sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa modul praktikum pajak Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP), mahasiswa diminta mengisi instrumen pengukuran pemahaman dan kepatuhan pajak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pemahaman dan kepatuhan pajak mahasiswa setelah mengikuti praktikum. Sebelum perlakuan, hanya sebagian mahasiswa yang berada dalam kategori pemahaman dan kepatuhan tinggi, sedangkan setelah perlakuan, mayoritas mahasiswa berpindah ke kategori tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum mampu meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pajak mahasiswa secara signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan metode pembelajaran perpajakan yang lebih aplikatif dan kontekstual, guna membentuk generasi Wajib Pajak yang sadar dan patuh terhadap kewajiban perpajakan
Pengaruh akses sanitasi, kemiskinan, pendidikan, dan pendapatan per kapita terhadap prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui akses sanitasi, kemiskinan, pendidikan, dan pendapatan per kapita terhadap prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan memilih model pendekatan terbaik Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses sanitasi layak memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap prevalensi stunting dimana peningkatan akses terhadap sanitasi layak berkontribusi pada penurunan angka stunting. Kemiskinan memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap prevalensi stunting, menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan yang tinggi meningkatkan risiko stunting pada anak. Tingkat pendidikan juga berpengaruh negatif dan tidak signifikan, di mana pendidikan yang lebih tinggi, berkontribusi terhadap pengurangan prevalensi stunting. Selain itu, pendapatan per kapita menunjukkan hubungan positif dan signifikan di mana meskipun pendapatan per kapita meningkat, tidak semua peningkatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak secara optimal. Hal ini bisa terjadi karena alokasi pendapatan yang tidak proporsional, dimana peningkatan pendapatan lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan konsumtif lainnya daripada kebutuhan gizi anak. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa akses sanitasi, kemiskinan, pendidikan, dan pendapatan per kapita terhadap prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018-2023
Patron klien pada nelayan di Pesisir Pantai Serdang Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur
Masalah ketergantungan yang melekat pada nelayan karena menjalin hubungan patron klien bermula dari permasalah ekonomi, kesenjangan dan kemiskinan yang alami nelayan. Karena permasalahan ini yang membuat nelayan harus menjalin hubungan kerja dengan toke, dimana pada dasarnya hubungan patron klien yang sudah dijalani ini memiliki ketimpangan dalam pertukarannya dan lama-kelamaan merugikan nelayan. Tujuan penelitian mendeskripsikan pola hubungan patron klien pada nelayan di pesisir pantai Serdang dan menganalisis implikasi sosialnya. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis menggunakan teori patron klien Oleh James C. Scoot. Penelitian didasari menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini terdapat dua hal penting mengenai patron klien di pesisir pantai. Pertama adanya pola hubungan patron klien, terbentuk karena ada pola resiprositas berupa hubungan timbal balik. Bisa dilihat dari aspek ekonomi, dimana hubungan kerjasama antara nelayan dan toke dari segi ekonomi berupa kebutuhan akan pekerjaan. Sedangkan aspek sosialnya, berupa interaksi antara nelayan dan toke pada kehidupan sosialnya, seperti ada jaminan yang diberikan toke sehingga nelayan ada ketergantungan untuk membantu toke. Selanjutnya juga ada pola sistem toke yang menjadi dasar terbentuknya pola hubungan patron klien. Ada tiga jenis sistem toke, pertama toke yang menyediakan semua modal, ongkos kapal beserta hasil tangkapan ikan. Yang kedua toke yang menyediakan kapal saja dan yang ketiga nelayan melakukan produksi mandiri dan pemasaran kepada toke. Selanjutnya hal penting lainnya ialah mengenai implikasi sosial. Adapun implikasi sosialnya ialah, ada nelayan yang tetap bertahan pada hubungan patron klien, dan ada nelayan mandiri namun terjebak dalam jaringan patron. Nelayan ingin mandiri karena merasa ingin lepas dari jerat toke yang perlahan lahan terasa merugikan nelayan. Sehingga adanya perlawanan diam-diam yang dilakukan nelayan agar bisa lepas dari toke, walaupun pada akhirnya nelayan tersebut membentuk jaringan patron baru. Membentuk patron baru ini terjadi atas dasar kurang menguntungkannya cara kerja toke yang sebelumnya dan adanya keinginan untuk mensejahterakan kehidupan
Efektivitas Rekayasa Media Budidaya terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Kepiting Bakau (Scylla Sp) yang dipelihara dengan Sistem Apartemen.
Kepiting Bakau (Scylla Sp) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dibudidayakan di ekosistem mangrove. Penangkapan tradisional yang tidak terkontrol mengancam populasi alami, sehingga diperlukan metode budidaya yang lebih efektif, seperti sistem apartemen. Penelitian ini mengkaji pengaruh substrat terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Kepiting bakau di Eduwisata Kulong Kelat, Desa Pagarawan (Oktober 2023–Januari 2024), menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: P0 (tanpa substrat), P1 (pasir), P2 (pasir, batu, daun), dan P3 (lumpur), masing-masing lima ulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa substrat berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting. Perlakuan tanpa substrat (P0) memberikan pertumbuhan bobot (173,26 gram), panjang karapas (10,17 cm), dan kelangsungan hidup tertinggi (80%), berbeda nyata dibandingkan perlakuan bersubstrat (40–60%). Rendahnya kelangsungan hidup pada perlakuan bersubstrat diduga akibat peningkatan kadar amoniak (hingga 2 mg/L) akibat akumulasi sisa pakan.optimal
Karakteristik penyerapan uap air bioplastik berbasis pati tapioka dan fitoplankton
Polusi plastik telah menjadi masalah lingkungan mendesak, terutama di laut. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah mengembangkan bahan plastik biodegradable (bioplastik). Pati merupakan salah satu bahan baku yang sangat potensial untuk pembuatan bioplastik, tetapi pati tapioka mempunyai sifat penyerapan uap air yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penambahan penguat kedalam pati murni yaitu fitoplankton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serapan uap air pada film biokomposit dan gugus fungsi komposit pati tapioka yang diperkuat fitoplankton. Volume fraksi dari fitoplankton yang digunakan adalah 5 ml, 10 ml, dan 15 ml. Hasil pengujian serapan uap air yang terbaik dihasilkan pada fraksi fitoplankton 15 ml dengan nilai 0,090 gr pada 30 menit hingga 0,103 gr pada 540 menit dengan nilai persentase 60,29 %. Gugus fungsional pada panjang gelombang sekitar 3295,95 cm-1 diindikasikan adanya peregangan O-H, pada panjang gelombang sekitar 2930 cm-1 adanya peregangan C-H, dan pada panjang gelombang sekitar 1414 cm-1 dan 1344 cm-1 diindikasikan adanya deformasi C-H. Pada penambahan 15 ml fitoplankton kedalam pati murni, nilai transmitansi gugus O-H bebas meningkat dari 36,68 % menjadi 43,56%. Hasil dari pengujian serapan uap air dan FTIR menunjukkan bahwa penambahan fitoplankton meningkatkan sifat hidrofibik sehingga rendahnya serapan uap air
Reformulasi Pemenuhan Restitusi bagi Pelaku yang Tidak Membayar Pembebanan Restitusi terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual
Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memegang peranan penting dalam mewujudkan cita-cita nasional. Untuk itu, anak harus mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun psikis. Namun, maraknya tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak mengancam masa emas pertumbuhan mereka, menimbulkan dampak psikologis hingga fisik yang serius. Pemerintah merespons kondisi ini dengan menghadirkan restitusi sebagai salah satu upaya pemulihan yang berorientasi pada keadilan bagi korban. Restitusi memberi hak kepada anak korban atau ahli warisnya untuk menuntut ganti kerugian secara hukum dari pelaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, kompratif dan peraturan perundang-undangan terhadap Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2017 sebagai dasar hukum pelaksanaan restitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan tersebut telah mengatur tata cara pengajuan dan pemberian restitusi secara rinci dan sistematis. Namun, masih terdapat kelemahan, terutama terkait tidak adanya ketentuan pidana tambahan bagi pelaku yang tidak melaksanakan kewajiban membayar restitusi meskipun telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Akibatnya, tidak terdapat konsekuensi hukum yang dapat diberlakukan terhadap pelaku yang mengabaikan kewajiban tersebut, meskipun besaran restitusi telah dihitung dan ditetapkan secara resmi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan lebih lanjut agar ke depan, putusan pengadilan dapat mencantumkan pidana pengganti dalam amar putusan apabila pelaku tidak membayar restitusi yang telah dibebankan kepadanya
Penegakan hukum dalam upaya pencegahan terhadap anak sebagai pelaku tawuran di Kota Pangkalpinang (studi kasus wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang)
Tawuran merupakan perkelahian beramai-ramai antar kelompok. Perilaku ini termasuk dalam tindakan kriminal karena bersifat merugikan orang lain terhadap fisik dan psikis. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penegakan hukum yang efektif untuk menangani permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penegakan hukum, baik penal maupun non-penal yang diterapkan oleh Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang pada tawuran remaja serta untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kepolisian dalam melakukan penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tawuran di Kota Pangkalpinang. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum yang dilakukan melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, penegakan hukum yang diterapkan oleh Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang pada anak yang terindikasi melakukan tawuran dilakukan dengan dua upaya, yakni upaya preventif melalui kegiatan patroli, sosialisasi, dan pembinaan, serta upaya represif melalui penjatuhan Pasal pidana tergantung dengan apa yang menjadi perbuatannya. Kedua, ada faktor yang mempengaruhi Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang dalam melakukan penegakan hukum terhadap anak yang terindikasi melakukan tawuran, yakni berdasarkan faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, serta faktor masyarakat dan kebudayaan
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Bangka
Otonomi daerah yang diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia bertujuan untuk memperbesar pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat demokrasi. Aspek krusial dalam keberhasilan otonomi daerah salah satunya yakni kemandirian keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi rasio kemandirian keuangan daerah di Kabupaten Bangka dengan pajak daerah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, dan belanja modal sebagai variabel bebas dan pendapatan asli daerah sebagai variabel terikat. Pendekatan penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 20 data pada laporan realisasi anggaran Kabupaten Bangka dari tahun 2019-2023. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian pajak daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah, belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah pada Kabupaten Bangka