University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis Tarikan Perjalanan Pada Kawasan Pendidikan (Studi Kasus: Jalan Sekolah Sungailiat)
Kawasan pendidikan Jalan Sekolah yang terletak di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, merupakan salah satu pusat aktivitas pendidikan di Kabupaten Bangka yang memunculkan volume perjalanan tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan siang hari. Tingginya intensitas perjalanan pada jam sibuk sering kali menimbulkan permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan, parkir sembarangan, dan ketidakamanan bagi pengguna jalan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik perjalanan serta membentuk model tarikan perjalanan di kawasan pendidikan Jalan Sekolah Sungailiat. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder dari instansi terkait. Sekolah-sekolah yang menjadi objek penelitian pada kawasan ini meliputi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hasil analisis menunjukkan bahwa moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah sepeda motor. Model tarikan perjalanan total yang dihasilkan adalah Y = - 0,957 + 1,561 X₂, di mana X₂ merupakan jumlah guru dan staf. Nilai koefisien determinasi R² sebesar 0,911 menunjukkan bahwa variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah tarikan perjalanan
Kombinasi dosis pupuk hayati pelarut fosfat dan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan ultisol
Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan komoditi tanaman serelia yang sangat berpotensi untuk dibudidayakan di Indonesia dan memiliki daya adaptasi tinggi pada daerah marginal khususnya tanah ultisol. Produktivitas tanah ultisol dapat ditingkatkan dengan pemberian kombinasi pupuk hayati pelarut fosfat dan pupuk fosfat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati pelarut fosfat dan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2025 di Kebun Percobaan dan Penelitian (KP2), Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot. Petak utama adalah pupuk hayati pelarut fosfat yang terdiri dari perlakuan kontrol (P0), 3,1g (P1) dan 6,2g (P2). Anak petak adalah pupuk SP-36 terdiri dari perlakuan S1 (25%=0,53g), S2 (50%=1,05g), S3 (75%=1,57g) dan S4 (100%=2,1g). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Anova dan DMRT dengan taraf kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi pupuk hayati pelarut fosfat dengan dosis 3,1g (P1) memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan ultisol. Pupuk fosfat tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan ultisol. Interaksi antara pupuk hayati pelarut fosfat dan pupuk fosfat memberikan pengaruh terhadap semua parameter pada tanaman sorgum di lahan ultisol. Dosis kombinasi pupuk hayati pelarut fosfat 3,1g dan pupuk fosfat 25% (0,53g) (P1S1) memberikan hasil optimal dan mampu mengurangi dosis pupuk fosfat sebanyak 75% dari dosis anjuran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan ultisol
Modalitas politik dalam kemenangan calon legislatif PDIP pada pemilu tahun 2024 di dapil 2 Kabupaten Bangka Tengah (studi kasus terhadap Suhendra Sultan Al Alif dan Edi Purwanto)
Pada pemilu 2024 lalu, pemilu dilakukan serentak di Indonesia. Terkhusus di Kabupaten Bangka Tengah, PDIP menduduki peringkat kedua suara terbanyak di Kabupaten Bangka Tengah. Kemenangan ini juga disertai dengan hadirnya aktor politik baru yaitu Suhendra Sultan Al Alif dan juga Edi Purwanto kembali menduduki periode ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk modalitas politik yang digunakan oleh kedua caleg dalam meraih kemenangan serta menganalisis persamaan dan perbedaan dalam pemanfaatan modal politik mereka. Teori utama yang digunakan adalah teori modalitas Bourdieu(1986) yang mencakup empat bentuk modal yaitu modal sosial, modal ekonomi, modal budaya, dan modal simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Suhendra Sultan Al Alif maupun Edi Purwanto sama-sama mengandalkan keempat bentuk modal tersebut, namun dengan pola dan intensitas yang berbeda. Suhendra Sultan Al Alif lebih menonjolkan modal ekonomi dan modal simbolik yang berakar pada privilege sang ayah, sedangkan Edi Purwanto mengoptimalkan modal sosial dan modal budaya yang diperolehnya dari pengalaman panjang sebagai anggota dewan. Perbedaan pendekatan ini mencerminkan latar belakang sosial dan strategi politik yang berbeda dari masing-masing kandidat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemenangan politik tidak hanya bergantung pada kekuatan finansial, tetapi juga pada kemampuan kandidat membangun kepercayaan, legitimasi, dan hubungan sosial yang kuat. Penelitian ini juga merekomendasikan pendekatan lanjutan secara kuantitatif atau studi komparatif di wilayah lain untuk menguji kesamaan pola modalitas politik dalam konteks yang lebih luas
Analisis Kebutuhan dan Distribusi Air Pada Komplek PT Timah Mentok
Komplek PT Timah Mentok di Kabupaten Bangka Barat menghadapi tantangan dalam penyediaan air bersih, saat musim kemarau karena tingginya konsumsi industri, kesehatan, dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menghitung imbangan antara kebutuhan dan pasokan setiap unit pada Komplek PT Timah Mentok. Hasil penelitian menunjukkan, kebutuhan air terbagi dalam tiga jaringan. Pada musim kemarau (Juni–Oktober): jaringan pertama (Unit Metalurgi) sebesar 16.500 ton/bulan; jaringan kedua (perumahan karyawan dan fasilitas lainnya) berkisar antara 10.699,8 – 10.966,16 ton/bulan; dan jaringan ketiga (RS Bakti Timah) antara 300 – 310 ton/bulan. Distribusi air oleh Instalasi Penjernihan Air PT Timah selama periode tersebut adalah: jaringan pertama 16.380 – 17.260 ton/bulan; jaringan kedua 8.680 – 12.560 ton/bulan; dan jaringan ketiga 207 – 397 ton/bulan. Perbandingan antara kebutuhan dan distribusi menunjukkan bahwa jaringan pertama mengalami surplus 230.000 – 1.100.000 liter/bulan pada 2023–2024. Jaringan kedua mengalami surplus sebesar 1.513.040 – 1.770.200 liter/bulan (Juni–Agustus 2023) dan 724.000 – 1.764.200 liter/bulan (Juni, September, Oktober 2024), namun juga mengalami defisit pada September dan Oktober 2023 masing-masing sebesar 39.800 dan 2.186.960 liter, serta pada Maret dan November (di luar musim kemarau) sebesar 339.960 dan 2.299.800 liter. Pada tahun 2024, defisit terjadi pada Juli dan Agustus masing-masing sebesar 216.160 dan 456.160 liter. Jaringan ketiga mencatat surplus 55.000 – 87.000 liter/bulan (Juli–Oktober 2023) dan 29.000 – 76.000 liter/bulan (Juni, Oktober 2024), serta defisit pada Juni 2023 sebesar 93.000 liter, dan di luar musim kemarau pada Januari, Maret, dan Mei masing-masing sebesar 24.000, 10.000, dan 90.000 liter. Pada 2024, defisit terjadi pada Juli, Agustus, dan September masing-masing sebesar 32.000, 31.000, dan 13.000 liter. Simulasi modifikasi distribusi air menunjukkan bahwa surplus air dari jaringan pertama dapat dialihkan untuk menutup defisit jaringan lain tanpa menimbulkan ketidakseimbangan, sehingga meningkatkan efisiensi distribusi air
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Partum Spontan Melalui Intervensi Edukasi Perawatan Tali Pusat Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan
Asuhan keperawatan pada ibu post partum sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui edukasi, dukungan menyusui, serta penatalaksanaan ketidaknyamanan pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post partum spontan dengan masalah defisit pengetahuan tentang perawatan tali pusat, ketidaknyamanan pasca persalinan, dan menyusui tidak efektif. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada dua pasien post partum spontan di RSIA Muhaya Pangkalpinang selama enam hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Hasil pengkajian pada Ny. R ditemukan tiga masalah keperawatan yaitu defisit pengetahuan tentang perawatan tali pusat, menyusui tidak efektif, dan ketidaknyamanan pasca persalinan. Sedangkan pada Ny. H ditemukan dua masalah yaitu defisit pengetahuan dan ketidaknyamanan pasca persalinan. Intervensi keperawatan dilakukan dengan memberikan edukasi perawatan tali pusat menggunakan metode demonstrasi dan booklet, memberikan bimbingan menyusui, dan melakukan manajemen nyeri non farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai langkah-langkah perawatan tali pusat yang benar, kemampuan mengenali tanda-tanda infeksi, perbaikan teknik menyusui, peningkatan produksi ASI, serta berkurangnya keluhan nyeri pada perineum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan komprehensif disertai dengan pendampingan menyusui dan manajemen ketidaknyamanan efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kenyamanan ibu post partum spontan
Pertumbuhan, produksi dan kandungan Pb tanaman selada hidroponik sistem kratky pada berbagai konsentrasi Pb dan sumber nutrisi berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi timbal (Pb) dan jenis nutrisi terhadap pertumbuhan, produksi, dan akumulasi Pb pada tanaman selada (Lactuca sativa L.) dalam sistem hidroponik statis metode Kratky. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu lima tingkat konsentrasi Pb (0, 25, 50, 75, dan 100 mg/L) dan dua jenis sumber nutrisi (AB Mix dan NPK + Gandasil D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis nutrisi berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, bobot tajuk kering, bobot akar basah dan kering, serta panjang akar, dengan AB Mix memberikan hasil terbaik. Konsentrasi Pb tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter kecuali volume akar. Interaksi antara konsentrasi Pb dan jenis nutrisi juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan, kecuali pada volume akar. Kandungan Pb lebih banyak terakumulasi di akar dan tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan tajuk. Penelitian ini menyarankan penggunaan nutrisi AB mix dalam budidaya selada hidroponik sistem Kratky untuk hasil optima
Analisis Tingkat Penerapan Gap Budidaya Jagung Di Brmp Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP budidaya jagung dan produktivitas di BRMP dan Petani di Desa Tebing Bangka Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juli 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel 1 orang yang mewakili BRMP.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif secara tabulasi serta analisis produktivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan GAP pada BRMP rata-rata tergolong tinggi sebesar 78,3%. Produktivitas jagung di BRMP
yaitu 2 ton/ha. Kata Kunci : BRMP, Budidaya Jagung, Penerapan GAP, Produktivita
Analisis kepuasan pengunjung dan kinerja kelompok tani hutan mapur jaya bersama dalam pengelolaan Pantai Tuing Indah Desa Mapur
Penelitian ini mengkaji tingkat partisipasi masyarakat, kepuasan pengunjung, dan kinerja pengelolaan objek wisata Pantai Tuing Indah yang dikelola secara komunitas melalui skema Perhutanan Sosial di Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan indeks partisipasi, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA), untuk menilai kualitas layanan serta peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Mapur Jaya Bersama Desa Mapur dalam pengelolaan objek wisata Pantai Tuing Indah dengan rata-rata nilai indeks sebesar 84.32 persen dengan kategori sangat tinggi. Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung mencapai 77.62% yang berarti dalam kategori “puas” sedangkan Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi bahwa sebagian besar indikator berada di kuadran I (tinggi kepentingan dan tinggi kinerja), namun terdapat area kritis di kuadran II (tinggi kepentingan tetapi rendah kinerja) yang perlu segera ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengelolaan fasilitas wisata dan penguatan peran serta masyarakat dalam pengembangan layanan wisata sebagai strategi kunci untuk mendukung keberlanjutan destinasi berbasis komunitas
Pengaruh Penambahan Fly Ash Dan Substitusi Bottom Ash Pada Tanah Lempung Terhadap Gradasi Dan Kuat Geser
Tanah merupakan material utama yang selalu terkait dengan teknologi konstruksi sipil karena berfungsi sebagai penopang struktur bangunan di atasnya serta menjadi dasar tempat fondasi didirikan. Salah satu jenis tanah yang memiliki karakteristik kurang mendukung untuk dijadikan dasar konstruksi adalah tanah lempung, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk meningkatkan daya dukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan fly ash dan penggantian sebagian dengan bottom ash sebagai bahan stabilisasi terhadap karakteristik gradasi dan kekuatan geser tanah lempung. Fly ash ditambahkan secara konstan sebesar 10%, sedangkan bottom ash digunakan dengan variasi kadar 10%, 15%, dan 20%. Tanah lempung yang digunakan diklasifikasikan berdasarkan sistem USCS dan diuji sesuai standar SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase butiran yang lolos saringan No. 200 pada campuran TL+10%FA+10%BA adalah 44,346%, TL+10%FA+15%BA sebesar 43,013%, dan TL+10%FA+20%BA sebesar 41,070%. Penurunan bertahap pada persentase ini mengindikasikan terjadinya pergeseran ukuran partikel dari halus menjadi lebih kasar, yang disebabkan oleh gradasi bottom ash yang cenderung kasar. Selain itu, nilai kuat geser tanah menunjukkan peningkatan pada setiap variasi campuran. Kekuatan geser tertinggi dicapai pada campuran TL+10%FA+20%BA sebesar 55,456 kN/m². Hal ini dikarenakan peran bottom ash yang memperbaiki gradasi tanah menjadi lebih bervariasi, serta fly ash yang berfungsi mengisi pori-pori tanah sehingga menciptakan ikatan antar partikel yang lebih kuat
Analisis mikroplastik pada air, sedimen, dan kerang darah (anadara granosa) di perairan Dusun Sukal Kabupaten Bangka Barat
Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Keberadaan mikroplastik sangat berbahaya bagi biota laut konsumsi
seperti kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada air, sedimen dan kerang darah (Anadara granosa) di Perairan Dusun Sukal Kabupaten Bangka Barat.
Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dilakukan 3 kali pengulangan. Sampel air diambil sebanyak 1 L, sampel sedimen 1 kg, dan sampel kerang darah sebanyak 20 individu. Sampel diolah dengan menambahkan NaCl yang bertujuan untuk menambah densitas larutan dan menambahkan H2O2 untuk menghancurkan bahan organik. Hasil penelitian ditemukan mikroplastik jenis fiber, foam, fragmen dan film. Kelimpahan mikroplastik pada air didapatkan
jenis fiber yaitu sebesar 24 partikel/1 L, untuk jenis foam 29,33 partikel/1 L, dan fragmen yaitu 7 partikel/1 L. Kelimpahan mikroplastik pada sedimen didapatkan jenis fiber yaitu sebesar 0,14 partikel/100 gram, untuk jenis foam yaitu 0,12 partikel/100 gram, fragmen 0,04 partikel/100 gram dan jenis film yaitu 0,003 partikel/100 gram. Kelimpahan mikroplastik pada kerang darah (Anadara granosa) didapatkan jenis fiber yaitu sebesar 1,10 partikel/20 individu, untuk foam sebesar 0,67 partikel/20 individu dan untuk fragmen yaitu sebesar 0,12 partikel/20 individu