University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Abu Sekam Padi dan Bottom Ash Sebagai Bahan Pembuatan Paving Block
Peningkatan kebutuhan infrastruktur di Indonesia menyebabkan meningkatnya konsumsi bahan bangunan, salah satunya adalah paving block. Penggunaan bahan alam secara berlebihan seperti semen dan pasir tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berdampak pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh abu sekam padi sebagai substitusi semen dan bottom ash sebagai substitusi agregat halus dalam pembuatan paving block, terhadap nilai penyerapan air dan kuat tekan. Variasi abu sekam padi yang digunakan sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, sedangkan bottom ash digunakan tetap sebesar 10%. Pengujian dilakukan terhadap 90 benda uji yang meliputi pengujian penyerapan air pada umur 24 jam dan kuat tekan pada umur 28 hari, berdasarkan standar SNI 03-0691-1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimal didapat pada variasi abu sekam padi sebesar 2,5% dan bottom ash 10%, yang menghasilkan nilai kuat tekan dan penyerapan air paling sesuai dengan standar mutu paving block untuk kelas B. Pemanfaatan limbah abu sekam padi dan bottom ash tidak hanya menurunkan konsumsi bahan alam, tetapi juga memberikan alternatif produk paving block yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis
Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Woven Geotextile Untuk Meningkatkan Daya Dukung Subgrade Jalan
Tanah dasar (subgrade) berfungsi sebagai pondasi dalam perkerasan jalan. Tanah dasar perlu memiliki kemampuan daya dukung yag baik agar dapat menahan beban yang berada diatasnya. Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Pada penelitian ini digunakan geotextile jenis woven geotextile sebagai bahan stabilisasi tanah gambut. Tanah yang digunakan terletak di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang termasuk ke dalam jenis tanah gambut. Woven geotextile memiliki bentuk lembaran dibuat melalui proses penganyaman searah menggunakan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan woven geotextile sebagai bahan tanah gambut ditinjau dari nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah terhadap daya dukung subgrade jalan dan untuk menganlisi nilai CBR rendaman tanah gambut setelah ditambah woven geotextile. Pengujian sifat fisik dan kimia tanah gambut berdasarkan klasifikasi USCS dan ASTM yaitu pengujian kadar air, analisis saringan, batas cair, batas plastis, berat jenis, kadar abu, kadar serat, kadar organik, pemadatan dan CBR. Jumlah sampel yang diuji CBR sebanyak 24 sampel dengan 3 variasi dalam 5 lapis yaitu variasi pertama woven geotextile diletakkan dilapisan kedua, variasi kedua woven geotextile diletakkan dilapisan keempat dan variasi ketiga woven geotextile diletakkan di lapisan kedua dan keempat. Hasil Pengujian menunjukan bahwa tanah ini masuk kelompok tanah organik, karena tanah yang lolos saringan No. 200 kurang dari 15%, yaitu 3,401%. Hasil pengujian sifat fisik tanah gambut antara lain, kadar air sebesar 113,924%, berat jenis sebesar 1,838, batas cair sebesar 55,876%, batas plastis sebesar 37,369%, indeks plastisitas sebesar 18,506%, kadar abu sebesar 49,98%, kadar serat sebesar 51,90%, kadar organik sebesar 43,73%. Hasil pengujian tanah gambut asli pada tumbukan 65 memiliki nilai CBR 4,798% meningkat menjadi 7,382% pada pengunaan woven geotextile lapisan kedua, 7,751% pada penggunaan woven geotextile lapisan keempat dan 13,656% pada penggunaan woven geotextile lapisan kedua dan keempat. Nilai CBR tertinggi pada variasi woven geotextile di lapisan kedua dan keempat, yaitu sebesar 13,656% dengan persentase peningkatan sebesar 184,615%. Nilai DDT berdasarkan nilai CBR pada tumbukan 65 tanah asli didapatkan 4,629%, meningkat menjadi 5,433% pada pengunaan woven geotextile lapisan kedua, 5,524% pada penggunaan woven geotextile lapisan keempat dan 6,582% pada penggunaan woven geotextile lapisan kedua dan keempat. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan woven geotextile pada tanah gambut memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya nilai CBR dan DDT
Analisis implementasi kebijakan zonasi dalam menjamin pemerataan dan aksesibilitas pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Permasalahan dalam dunia pendidikan terutama pada sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru merupakan hal utama dalam penelitian ini, penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah sistem zonasi yang diterapkan dengan jumlah kelulusan SMP lebih banyak dari pada jumlah kuota penerimaan peserta didik baru bisa menjamin pemerataan dan aksesibilitas pendidikan disekolah menengah atas di Kota Pangkalpinang. Dengan membahas beberapa poin permasalahan yaitu: 1. Bagaimana implementasi kebijakan zonasi di SMA Negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2. Apa saja faktor dan tantangan yang mempengaruhi keberhasilan penerapan kebijakan zonasi di SMA Negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan perolehan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dengan menggunakan teori analisis kebijakan publik Willian Dunn, ditemukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam implementasi kebijakan zonasi pada PPDB di SMA Negeri Kota Pangkalpinang yaitu kurangnya informasi kepada masyarakat, masih adanya indikasi titip menitip calon siswa, dan juga kurangnya sarana prasarana seperti bangunan kelas untuk memenuhi kuota zonasi dalam kuota zona dengan jumlah penduduk yang banyak dan jumlah kelulusan dari SMP yang melebihi kuota penerimaan peserta didik baru yang diselenggarakan oleh sekolah menengah atas
Eksploitasi kepiting rajungan di bawah ukuran minimal (baby crab) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditinjau dari undang - undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan
Eksploitasi terhadap kepiting rajungan di bawah ukuran minimal yang dikenal sebagai baby crab dijadikan makanan dan cemilan di provinsi kepulauan Bangka Belitung. Hal ini merupakan praktik yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas eksploitasi baby crab dan mengevaluasi efektivitas penerapan hukum dalam mencegah praktik tersebut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana legalitas eksploitasi kepiting rajungan di bawah ukuran standar yang dijadikan makanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditinjau dari Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan? dan (2) Bagaimana efektivitas penerapan Undang-Undang tersebut dalam mencegah eksploitasi baby crab?. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan deskriptif, serta data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara terhadap pelaku usaha, masyarakat, dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tersebut memenuhi unsur tindak pidana dalam Pasal 100C, yaitu adanya perbuatan menangkap dan memperjualbelikan kepiting rajungan di bawah ukuran minimal yang dilarang, serta dilakukan dengan kesadaran meskipun telah ada sosialisasi. Namun, penegakan hukum belum optimal karena sanksi yang diberikan masih bersifat persuasif dan pelanggaran terus terjadi akibat rendahnya kesadaran hukum serta faktor ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penegakan hukum yang lebih tegas, sosialisasi hukum yang menyeluruh, serta dukungan ekonomi bagi nelayan agar eksploitasi ini dapat dicegah secara berkelanjutan
Alat pendeteksi kedalaman menggunakan sistem single beam echosounder pada kapal tak berawak untuk pemetaan batimetri dasar kolong air
Pemetaan batimetri merupakan proses pengukuran dan pemetaan kedalaman dasar perairan untuk mengetahui bentuk, struktur, dan kontur dasar perairan tersebut. Informasi kedalaman dan kontur dasar ini sangat penting untuk berbagai keperluan seperti perencanaan dan pembangunan infrastruktur perairan, analisis potensi sumber daya air, serta pengembangan pariwisata dan perikanan. Namun saat ini alat yang digunakan untuk pemetaan masih tergolong mahal, garmin striker plus 4 merupakan sebuah alat fish finder yang di gunakan untuk masyarakat sebagai alat untuk pendeteksi ikan dan kedalaman, namun saat ini alat tersebut belum di gunakan untuk pemetaan batimetri untuk 2D dan 3D, untuk itu peneliti menggunakan alat garmin striker plus 4 untuk membantu dalam membuat pemetaan batimetri 2D dan 3D dengan harga yang lebih terjangkau, Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan alat sistem pemetaan batimetri menggunakan Garmin Striker Plus 4 berbasis Single Beam Echosounder (SBES) yang dipasang pada kapal tak berawak. Penelitian ini dilakukan di kolong SPAM IKK, Bangka Tengah, dengan metode lintasan zigzag. Data kedalaman yang diperoleh kemudian diproses menggunakan perangkat lunak Surfer untuk menghasilkan peta batimetri 2D dan 3D. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Garmin Striker Plus 4 mampu menghasilkan data kedalaman yang konsisten dan dapat digunakan untuk pemetaan 2D dan 3D
Strategi mobilisasi sumber daya oleh incumbent untuk memenangkan pilkada 2024 (studi kasus kemenangan Algafry Rahman di Kabupaten Bangka Tengah)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu mekanisme penting dalam proses demokratisasi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, calon petahana (incumbent) sering kali memiliki keunggulan struktural yang memungkinkan mereka mempertahankan kekuasaan. Namun, pada Pilkada tahun 2024 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mayoritas calon incumbent mengalami kekalahan. Dari tujuh daerah yang menyelenggarakan Pilkada, hanya dua incumbent yang berhasil menang, salah satunya adalah Algafry Rahman di Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian yang berjudul "Strategi Mobilisasi Sumber Daya oleh Incumbent Untuk Memenangkan Pilkada 2024 (Studi Kasus Kemenangan Algafry Rahman di Kabupaten Bangka Tengah)" ini membahas mengenai strategi mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh Algafry Rahman selaku incumbent untuk mempertahankan posisinya pada pilkada tahun 2024 di Kabupaten Bangka Tengah. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena kemenangan Algafry Rahman di Kabupaten Bnagka Tengah pada pilkada tahun 2024 di Kabupaten Bangka Tengah terjadi di tengah tantangan politik yang tidak menguntungkan bagi calon incumbent. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi mobilisasi sumber daya diterapkan oleh Algafry Rahman selama masa jabatannya hingga menjelang Pilkada, serta bagaimana keunggulan posisinya sebagai incumbent dimanfaatkan untuk memenangkan kontestasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan dua teori yaitu mobilisasi sumber daya oleh McCharty dan Zald sebagai teori utama dan teori Incumbency Advantage oleh Gary C. Jacobson sebagai teori pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara keunggulan posisi sebagai incumbent dan kemampuan dalam memanfaatkan dan mengelola berbagai macam sumber daya yang ada seperti sumber daya moral, material, manusia, jaringan sosial, dan kultural menjadi kunci utama dalam kemenangan yang diperoleh Algafry Rahman pada pilkada tahun 2024 di Kabupaten Bangka Tengah
Asuhan Keperawatan Pasien Skizofrenia Paranoid Dengan Masalah Keperawatan Isolasi Sosial Melalui Intervensi Mengajarkan Pasien Berinteraksi Secara Bertahap: Mampu Mengungkapkan Masalah
Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang ditandai dengan berkurangnya atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realitas seperti waham dan halusinasi, kelainan atau ketidakpekaan, gangguan kognitif, dan masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pada Tahun tahun 2024 terdapat 510 orang mengalami penyakit skizofrenia paranoid yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia paranoid dengan masalah keperawatan isolasi sosial melalui intervensi mengajarkan pasien berinteraksi secara bertahap: mampu mengungkapkan masalah di Ruang Rajawali dan Elang Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 27 Mei 2025- 07 Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dalam bentuk rancangan studi kasus Asuhan Keperawatan Pasien Skizofrenia Paranoid dengan masalah keperawatan isolasi sosial melalui intervensi mengajarkan berinteraksi secara bertahap: mampu mengungkapkan masalah. Sampling sebanyak 2 orang dengan diagnosa medis skizofrenia paranoid dan masalah keperawatan isolasi sosial yang sama. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman pengkajian keperawatan jiwa. Hasil penelitian setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6x8 jam masalah isolasi sosial belum teratasi ditandai dengan keterlibatan sosial meningkat dengan kriteria hasil minat interaksi meningkat, minat terhadap aktivitas meningkat, perilaku menarik diri menurun, perilaku bertujuan membaik, afek datar masih ada, kontak mata belum ada. Dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan utama pada penderita skizofrenia paranoid yaitu isolasi sosial belum teratasi dengan tindakan keperawatan mengajarkan berinteraksi secara bertahap. untuk mendapatkan tingkat keberhasilan dalam pemberian intervensi mengajarkan berinteraksi secara bertahap pada pasien Isolasi sosial dibutuhkan pemberrian intervensi yang berulang dan dibutuhkan waktu yang lama untuk pasien isolasi sosial dapat melakukan intraksi sosial secara bertahap
Analisis determinasi kinerja lingkungan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024
Perhatian terhadap isu lingkungan semakin menjadi sorotan publik, terutama pada perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan yang memiliki potensi besar dalam menimbulkan dampak lingkungan. Masyarakat dan regulator semakin menuntut agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terhadap kinerja lingkungan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mempertimbangkan umur perusahaan sebagai variabel kontrol. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 perusahaan dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage sedangkan variabel dependen adalah kinerja lingkungan, dan variabel kontrol adalah umur perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lingkungan, baik sebelum maupun setelah dikontrol oleh umur perusahaan. Sebaliknya, profitabilitas dan leverage menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan terhadap kinerja lingkungan. Umur perusahaan sebagai variabel kontrol tidak mengubah signifikansi hubungan variabel independen terhadap kinerja lingkungan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur dalam bidang akuntansi lingkungan dan keberlanjutan, serta dapat menjadi acuan bagi regulator, praktisi, dan akademisi dalam merancang kebijakan serta strategi yang mendorong peningkatan transparansi dan tanggung jawab lingkungan perusahaan
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Melalui Intervensi Teknik Effleurage Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering kali bersifat kronis dan dikenal sebagai "silent killer" karena gejalanya yang tidak spesifik namun berdampak serius pada organ tubuh. Salah satu manifestasi klinis hipertensi adalah nyeri kepala yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien dengan kasus hipertensi melalui intervensi teknik effleurage dengan masalah keperawatan nyeri akut diruang Marwa Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang pada tanggal 24 Mei-03 Juni 2025. Rancangan studi kasus yang dipakai adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus memberikan penerapan massage effleurage. Focus penelitian yang diambil adalah pasien dengan hipertensi, pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, pemeriksaan fisik dan metode dokumentasi. Intstrumen pengumpulan data menggunakan format pengkajian medikal bedah. Hasil penelitian setelah dilakukan asuhan keperawatan 3x24 jam pada kedua pasien tingkat nyeri berkurang, skala nyeri menurun, dapat disimpulkan bahwa penerapan massage effleurage pada pasien Tn. J dan Tn. M dengan masalah keperawatan nyeri akut berpengaruh terhadap penerapan massage effleurage
Rancang bangun maximum power point tracking berbasis fuzzy logic controller pada sistem panel surya
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang terbatas dan tidak ramah lingkungan, energi surya menjadi alternatif yang menjanjikan. Namun, daya yang dihasilkan oleh panel surya sangat dipengaruhi oleh kondisi cahaya matahari. Oleh karena itu, diperlukan algoritma Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk mengoptimalkan daya keluaran. Penelitian ini mengembangkan MPPT berbasis logika fuzzy yang dikombinasikan dengan buck converter dengan variasi frekuensi switching. Pengujian dilakukan pada frekuensi switching 1 kHz hingga 10 kHz, serta dua jenis induktor, yaitu 1,5 mH dan 69 µH. Hasil menunjukkan bahwa MPPT fuzzy logic lebih cepat dan stabil dalam mencapai titik daya maksimum dibandingkan metode P&O. Pada frekuensi 10 kHz, MPPT fuzzy mampu mencapai MPP dalam 10 detik dengan daya maksimum sebesar 8,26 Watt, sementara metode P&O baru mencapainya pada detik ke-25. Fungsi keanggotaan terbaik untuk input Error dan Delta Error adalah (-1, -0.5, 0, 0.5, 1), karena mampu memberikan respons pelacakan yang stabil dan tidak lambat. Selain itu, frekuensi switching dan pemilihan induktor berperan penting dalam menentukan efisiensi dan performa sistem. Induktor besar (1,5 mH) pada frekuensi tinggi memberikan daya yang lebih stabil, sedangkan induktor kecil (69 µH) cenderung membuat sistem bekerja dalam mode arus diskontinu (DCM), yang menyebabkan respon sistem menjadi lambat dan fluktuatif. Dengan demikian, kombinasi logika fuzzy, frekuensi switching tinggi, dan pemilihan induktor yang sesuai terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan, kestabilan, dan efisiensi sistem MPPT