University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Identifikasi dan tingkat serangan hama ulat api pada perkebunan kelapa sawit di Belitung Timur

    No full text
    Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minyak yang memiliki prospek tinggi untuk terus dikembangkan di Indonesia. Para petani atau Perusahaan kelapa sawit selalu berupaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal namun dihadapkan kendala dalam upaya tersebut, salah satu kendala yang dihadapi adalah serangan hama. Hama serangga yang menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api. Serangan ulat api pada kelapa sawit dapat menyebabkan penurunan produksi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai keberadaan ulat api dan tingkat serangannya pada perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Belitung Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2024. Penelitian dilaksanakan pada areal perkebunan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Belitung Timur. Metode penelitian menggunakan metode eksploratif dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Penentuan lokasi tempat pelaksanaan survei merujuk pada data BPS tentang daerah penghasil kelapa sawit tertinggi di Kabupaten Belitung Timur sehingga diperoleh ada 5 Kecamatan yaitu Gantung, Simpang Pesak, Dendang, Simpang Renggiang dan Kelapa Kampit. Setiap kecamatan tersebut dipilih 2-3 kebun kelapa sawit yang sudah menghasilkan (TM). Setiap kecamatan terdapat 3 kebun yang akan diamati dengan masing-masing sampel tiap kebun adalah 50 pokok kelapa sawit dengan total keseluruhan sampel sebanyak 750 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ulat api yang ditemukan di Belitung timur adalah Darma tirma dan Olona gateri. Kelimpahan hama ulat api di Belitung Timur sangat rendah dan jumlah ulat api yang ditemukan per tanaman <2 ekor per tanaman. Tingkat kerusakan akibat hama ulat api di Belitung Timur tergolong rendah dengan kategori normal-ringan

    Invigorasi benih cabai rawit (Capsicum Frutescens L.) kedaluwarsa menggunakan beberapa fitohormon terhadap viabilitas dan vigor benih

    No full text
    Salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk mengatasi kemunduran mutu benih adalah teknik invigorasi dengan fitohormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fitohormon terhadap peningkatan nilai viabilitas dan vigor benih cabai rawit kedaluwarsa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 - Januari 2025 di Laboratorium Benih Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama adalah lama kedaluwarsa benih yaitu (P1) 8 bulan dan (P2) 13 bulan. Faktor kedua yaitu jenis fitohormon yang digunakan untuk priming yaitu (KM) air kelapa muda konsentrasi 15 %, (KK) ekstrak kecambah kacang hijau konsentrasi 80 %, dan (KL) ekstrak lidah buaya konsentrasi 50 %. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis sidik ragam (Uji Anova) dan analisis uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa benih cabai rawit kedaluwarsa 8 bulan yang direndam dengan air kelapa muda konsentrasi 15 % (P1km) memberikan dampak positif terhadap parameter potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh benih, indeks vigor, panjang plumula, dan berat kering kecambah normal benih. Benih cabai rawit kedaluwarsa 8 yang direndam dengan air kelapa muda konsentrasi 15 % (P1km) ketika dilakukan uji T yang dibandingkan dengan benih cabai rawit belum kedaluwarsa, menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter panjang plumula dan panjang radikula

    Kajian Toponimi Penamaan Kelurahan/Desa di Kabupaten Bangka Berbasis Flora, Fauna, dan Bentang Alam

    Get PDF
    Pemberian nama suatu tempat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungannya. Salah satu perwujudan kearifan lokal tersebut adalah toponimi. Toponimi berfungsi sebagai penanda identitas dan sarana untuk membedakan suatu lokasi dengan lokasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, status konservasi, serta pemanfaatan dari flora, fauna dan bentang alam yang dijadikan dasar penamaan kelurahan dan desa di Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan memanfaatkan data historis yang diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan untuk mendokumentasikan jenis flora dan fauna yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 jenis flora, tiga jenis fauna, dan delapan jenis bentang alam yang digunakan sebagai nama tempat di Kabupaten Bangka. Hasil analisis status konservasi mengungkapkan bahwa terdapat 14 spesies berstatus Least Concern, dua spesies berstatus Not Evaluated, satu spesies berstatus Data Deficient, dua spesies berstatus Near Threatened, satu spesies berstatus Vulnarable, serta satu spesies yang sudah Critically Endangered yaitu kimak (Tridacna gigas) sehingga perlu upaya konservasi untuk mempertahankan spesies tersebut. Berbagai bentuk pemanfaatan flora dan fauna oleh masyarakat di Kabupaten Bangka seperti sebagai bahan pangan, bahan bangunan, bahan sintetik, obat tradisional hingga dijadikan sebagai hewan peliharaan. Temuan ini menunjukkan bahwa toponimi di Kabupaten Bangka tidak hanya mencerminkan kekayaan biodiversitas dan kondisi lingkungan setempat, tetapi juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang erat kaitannya dengan pemanfaatan sumber daya alam dan pentingnya upaya konservasi

    Identifikasi jenis parasit pada ikan sepat rawa (Trichopodus trichopterus) yang ditemukan di perairan sungai dan kolong.

    No full text
    Ikan sepat di Bangka Belitung tersebar di beberapa perairan seperti di kolong dan sungai. Ikan sepat yang ditemukan di alam memiliki berbagai jenis penyakit seperti infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur yang menjadi permasalahan yang dapat menular ke ikan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gejala klinis ikan sepat yang terinfeksi parasit, jenis parasit yang menginfeksi ikan sepat rawa dan mengetahui tingkat prevalensi, tingkat intensitas parasit yang menginfeksi ikan sepat rawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2024, Lokasi pengambilan sampel yaitu di sungai Jada bahrin dan kolong Lintas timur Kabupaten Bangka. Hasil dari penelitian ini adalah ikan sepat yang terinfeksi parasit memeiliki gejala klinis mukosa yang berlebihan pada beberapa ikan terutama pada bagian insang, warna tubuh dan organ seperti insang, saluran pencernaan, dan hati mulai terlihat pucat, dan terlihat luka. Jenis parasit yang menginfeksi ikan sepat rawa yang ada diperairan sungai jada bahrin dan kolong lintas timur adalah Dactylogyrus sp dan Clinostomum sp. Prevalensi parasit pada ikan sepat rawa yang ada diperairan sungai jada bahrin dan kolong lintas timur adalah kategori kadang (Dactylogyrus sp.) 3,33% - 6,67%. Dan biasa (Clisnostamum sp.) 30%. Tingkat intensitas parasit termasuk kategori rendah yaitu kisaran 1-3 individu/ ekor

    Analisis putusan nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/Pn Pgp terhadap penjatuhan pidana anak sebagai pelaku persetubuhan ditinjau dari asas kepastian hukum

    No full text
    Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pgp membahas penjatuhan pidana terhadap anak dalam kasus persetubuhan menggunakan Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan sanksi minimum 5 tahun dan paling banyak 15 tahun penjara dengan denda maksimal lima miliar rupiah. Penjatuhan pidana akhir pada kasus memberikan hukuman berupa pidana penjara selama 7 bulan dan pelatihan kerja selama 3 bulan. Penelitian ini membahas penjatuhan sanksi pidana pada Putusan Nomor 11/Pid.Sus Anak/2023/PN Pgp ditinjau dari asas kepastian hukum dan dasar pertimbangan hakim serta bertujuan untuk mengetahui bagaimana penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Peneliti menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu penjatuhan pidana dalam kasus persetubuhan anak pada putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pgp dipengaruhi oleh ketentuan khusus Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 sehingga tidak berlaku ketentuan minimum khusus bagi anak dan tetap menjamin kepastian hukum dan pertimbangan hakim dalam memutuskan putusan mencakup pertimbangan secara yuridis berupa Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, Sosiologis pertimbangan masa depan anak, dan Filosofis bahwa sistem hukum sudah mengarah ke arah pemulihan rehabilitatif bukan retributif

    Black Women’s Oppression and Womanism in Self Made: Inspired by The Life of Madam C.J Walker 2020 Series

    No full text
    Oppression of Black women is a significant issue to examine within various social and cultural contexts. One prominent figure who fought for the rights of Black women is Sarah Breedlove, known as Madam C.J. Walker. This study aims to analyze the oppression experienced by Sarah Breedlove in the series Self Made: Inspired by the Life of Madam C.J. Walker (2020) using the oppression theory from Iris Marion Young in her book Justice and the Politics of Difference (1990), which includes exploitation, marginalization, powerlessness, cultural imperialism, and violence. Additionally, this study examines the concept of womanism as articulated by Alice Walker in her book In Search of Our Mothers' Gardens: Womanist Prose (1982), which emphasizes the strength, solidarity, and resilience of Black women. Aspects of womanism analyzed in this study include communal orientation, resistance, commitment to survival and wholeness, spirituality, and the love for women and women's culture. The data collected includes 67 entries related to oppression and womanism, with marginalization as the most dominant form of oppression (17 entries), followed by powerlessness (11 entries), exploitation (5 entries), cultural imperialism (6 entries), and violence (3 entries). In the aspect of womanism, resistance (14 entries) is the most prominent, followed by commitment to survival and wholeness (12 entries), communal orientation (6 entries), spirituality and connection to nature (3 entries), and loving women and appreciating women's culture (6 entries). The findings of this study show how Sarah Breedlove, despite facing various forms of oppression, successfully resisted these forces and celebrated the strength and identity of Black women through the values of womanism represented in her life

    Pengaruh karakteristik pemerintah daerah, temuan pemeriksaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah (studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    No full text
    Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi. Pelaksanaan otonomi daerah diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja dan akuntabilitas pemerintah daerah. Namun, dalam tataran implementasi penyelenggaraan otonomi daerah persoalan korupsi marak sekali terjadi terhadap pemerintah daerah. Kondisi ini mendorong peningkatan kebutuhan adanya pertanggungjawaban dan pengukuran kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui permintaan pada kantor BPK Perwakilan Provinsi Bangka Belitung melalui babel-ppid.bpk.go.id berupa data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Sementara (IHPS). Subjek dalam penelitian ini adalah 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan periode observasi 2017-2023. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kekayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sementara tingkat kekayaan daerah, tingkat ketergantungan pada pusat, belanja modal, temuan pemeriksaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah

    Pengaruh Store Atmosphere, Harga, Lokasi terhadap Kepuasan Konsumen Warkop Yumin Pangkalpinang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Store Atmosphere, Harga, dan Lokasi terhadap kepuasan konsumen Warkop Yumin Pangkalpinang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh semakin ketatnya persaingan dalam industri warung kopi, dimana para pelaku usaha dituntut untuk mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui suasana yang nyaman, harga yang terjangkau, dan lokasi yang strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 responden yang merupakan pelanggan tetap Warkop Yumin. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Store Atmosphere, Harga, dan Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Warkop Yumin perlu terus meningkatkan store atmosphere, menjaga kestabilan harga, dan menjaga lokasi yang strategis agar kepuasan konsumen dapat meningkat. Sedangkan hasil analisis koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variasi variabel Store Atmosphere, Price, Location mampu menjelaskan kepuasan sebesar 62% dan sisanya sebesar 38% dijelaskan sebagai variabel eksternal penelitian ini

    Struktur komunitas ikan air tawar di DAM 1 Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka

    No full text
    Keanekaragaman ikan air tawar yang terdapat di Kabupaten Bangka cukup beragam, salah satunya di DAM 1 Kecamatan Pemali. Keanekaragaman ikan yang ada di kolong DAM 1 dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Pemanfaatan sumberdaya tersebut diperlukan identifikasi keanekaragaman spesies jenis ikan dan analisis kualitas air yang terdapat di DAM 1 lebih lanjut sebagai nilai ekonomis masyarakat. Oleh karena itu, kelestarian ekosistem di perairan DAM 1 perlu dijaga agar kelestarian ekosistem bagi perkembangan ikan air tawar dapat berkembangbiak terutama dari pelanggaran merusak atau penambang liar sekitar sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan air tawar dan kualitas air di DAM 1 Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di DAM 1 Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat Pancing Tajur, Bubu dan Pancing Joran. Jenis ikan air tawar yang teridentifikasi di DAM 1 Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka banyak 6 Spesies yaitu ikan Gabus (Channa Sriata), ikan Gurame (Osphronemus goramy), ikan Belida (Notopterus notopterus), ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), ikan Sumatra (Puntigrus tetrazona), ikan Kemuring (Puntius lineatus). Nilai hasil parameter kualitas perairan di DAM 1 Pemali yakni, suhu 28°C - 30°C, pH 6,07 – 7,02 salinitas 0 ppt, DO 4,7 - 6,6 mg/L. Nilai indeks keanekaragaman (H) ikan air tawar DAM 1 Pemali berkisar stasiun 1 (satu) 0.64 - 1.33. Nilai indeks keseragaman (E) stasiun 2 (dua) berkisar 0.35 - 0.74 dan nilai indeks dominasi (D) stasiun 3 (tiga) berkisar 0.28-055

    Pengaruh Kombinasi Ampas Kelapa dan Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Maggot (Hermetia illucens)

    No full text
    Maggot (Hermetia illucens) merupakan salah satu alternatif pakan berprotein tinggi yang potensial untuk mengurangi biaya produksi dalam budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi fermentasi ampas kelapa dan ampas tahu terhadap pertumbuhan dan kandungan nutrisi maggot. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas lima perlakuan kombinasi media tumbuh dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot, panjang, rasio konversi pakan (FCR), produksi, serta kandungan protein, air, dan lemak maggot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (ampas kelapa 25% + ampas tahu 75%) menghasilkan pertumbuhan maggot terbaik dengan bobot 185,08 mg, panjang 17,85 mm, FCR 3,01, dan produksi 1,32 kg. Kandungan protein dan kadar air tertinggi ditemukan pada P5 (ampas tahu 100%) dengan nilai berturut-turut 32,00% dan 11,10%, sedangkan kadar lemak tertinggi terdapat pada P1 (ampas kelapa 100%) yaitu 20,4%. Biaya produksi maggot per kilogram sebesar Rp7.647. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi P4 merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan pertumbuhan maggot yang optimal serta kandungan protein yang cukup tinggi

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇