University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Praktik governmentality dalam skema hutan tanaman energi (HTE) pada Suku Jerieng di Kabupaten Bangka Barat
Krisis iklim global mendorong Indonesia mempercepat transisi energi menuju sumber energi baru terbarukan. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah skema Hutan Tanaman Energi (HTE) yang dalam praktiknya membentuk konsekuensi terhadap ruang hidup masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan kerangka governmentality Michel Foucault untuk menganalisis bagaimana regulasi, perencanaan, serta teknologi politik dan sosial bekerja sebagai instrumen kuasa dalam skema HTE, serta bagaimana konsekuensi praktik tersebut termanifestasi dalam kehidupan suku Jerieng di Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan menggunakan pisau analisis govermentality Foucault. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, lembaga kehutanan, tokoh adat, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat adat Jerieng, dilengkapi observasi sosial- ekonomi serta telaah dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik governmentality dalam skema HTE berlangsung melalui regulasi perizinan berusaha (PBPH), perencanaan teknokratis, konstruksi narasi energi hijau, hingga normalisasi melalui dokumen resmi. Melalui teknologi dominasi, teknologi politik, biopower, dan mekanisme internalisasi kepatuhan, masyarakat adat Jerieng mengalami penyempitan ruang hidup, marginalisasi pengetahuan lokal, serta transformasi relasi budaya-ekonomi. Konsekuensi ini menegaskan bahwa transisi energi bukan semata agenda teknis, melainkan arena kuasa yang sarat kepentingan politik-ekonomi dengan implikasi serius terhadap keadilan ekologis dan sosial
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Melalui Intervensi Terapi Akupresur Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut
Hipertensi merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai penerapan terapi akupresur terhadap penurunan tekanan darah pada klien hipertensi di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dalam bentuk rancangan studi kasus asuhan keperawatan medikal bedah hipertensi di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan yang dilakukan selama 3 hari pada masing-masing pasien dengan kasus masalah keperawatan yang sama yaitu hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut. Pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa nyeri menurun. Dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan pada pasien hipertensi yaitu nyeri akut teratasi dengan terapi akupresur
Praktik wanprestasi oleh konsumen dalam transaksi pre order dan upaya penyelesaiannya melalui negosiasi
Perjanjian Merupakan Suatu Perbuatan Dengan Mana Satu Orang Atau Lebih Mengikatkan Dirinya Kepada Satu Orang Atau Lebih Lainnya, Sebagaimana Tercantum Dalam Pasal 1313 Kuhperdata. Hubungan Perjanjian Antara Pelaku Usaha Dengan Konsumen Dalam Transaksi Pre Order Sering Kali Menimbulkan Persoalan Ketika Salah Satu Pihak, Khususnya Konsumen Melakukan Pembatalan Secara Sepihak. Kesepakatan Yang Telah Tercapai Seharusnya Memiliki Kekuatan Mengikat, Sehingga Pembatalan Tanpa Alasan Yang Sah Dapat Dikategorikan Sebagai Wanprestasi. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Bagaimana Praktik Pelaksanaan Dan Upaya Penyelesaian Sengketa Melalui Negosiasi Yang Diterapkan Oleh Pelaku Usaha Dalam Transaksi Pre Order Antara Pelaku Usaha Dengan Konsumen Di Desa Air Anyir, Serta Sejauh Mana Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Dapat Diimplementasikan. Jenis Penelitian Yang Digunakan Adalah Penelitian Yuridis Empiris, Pendekatan Yang Digunakan Ialah Peraturan Perundang-Undangan, Teknik Pengumpulan Data Melalui Wawancara Dan Teknik Analisisnya Secara Kualitatif. Hasil Dari Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Penyelesaian Sengketa Masih Dominan Dilakukan Secara Non Litigasi Melalui Negosiasi Langsung, Dan Pelaku Usaha Cenderung Tidak Menempuh Jalur Hukum (Litigasi) Karena Dianggap Rumit, Mahal, Dan Tidak Sebanding Dengan Nilai Kerugian. Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Masih Belum Seimbang Dengan Konsumen, Meskipun Secara Hukum Keduanya Memiliki Hak Dan Kewajiban Yang Setara Dalam Perjanjian
Valuasi Ekonomi Perikanan Pada Ekosistem Mangrove Di Kecamatan Simpang Pesak Belitung Timur
Wilayah Pesisir Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur Memiliki Potensi Ekosistem Mangrove Yang Besar, Baik Dari Segi Sumber Daya Alam Maupun Jasa Lingkungan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Nilai Ekonomi Mangrove Dan Peran Masyarakat Dalam Pengelolaannya. Metode Yang Digunakan Adalah Deskriptif Kuantitatif Dengan Teknik Observasi, Wawancara (Kuesioner), Dan Dokumentasi. Responden Dipilih Melalui Metode Snowball Sampling. Analisis Data Menggunakan Pendekatan Total Economic Value (Tev) Yang Mencakup Nilai Langsung, Tidak Langsung, Pilihan, Keberadaan, Dan Warisan. Hasil Menunjukkan Total Nilai Ekonomi Mangrove Sebesar Rp20.042.957.208,50 Per Tahun, Dengan Nilai Manfaat Langsung Paling Tinggi Yaitu Rp10.127.454.545. Masyarakat Menunjukkan Kesadaran Tinggi Terhadap Keberadaan Mangrove (87,80%) Dan Pemanfaatannya (97,30%), Namun Partisipasi Dalam Pelestarian Masih Rendah (94,60% Belum Pernah Menanam). Sebanyak 60,80% Menilai Kebijakan Pemerintah Sudah Baik, Sementara 39,20% Menganggap Belum Efektif. Kesimpulannya, Ekosistem Mangrove Memiliki Peran Ekonomi Penting Bagi Masyarakat. Pengelolaan Berkelanjutan Perlu Didukung Oleh Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dan Penguatan Kebijakan
Analisis peramalan harga saham menggunakan arch-garch dan analisis risiko dengan expected shortfall (Studi kasus : harga penutupan saham PT. Astra Agro Lestari Tbk.)
Saham dikenal dengan karakteristik high risk-high return, oleh sebab itu dalam melakukan transaksi saham dipasar modal, para investor harus teliti dalam mengambil suatu keputusan, baik keputusan membeli, menjual, maupun mempertahankan saham suatu perusahaan. Penelitian ini digunakan metode ARCH-GARCH dan Expected Shortfall. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari website yahoo.finance dari Agustus 2010 hingga Januari 2025. Pada penelitian ini akan dilakukan peramalan harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk. Hasil penelitian ini didapatkan metode terbaik yaitu metode GARCH (2,1) dengan nilai AIC sebesar 3.576 dan nilai MAPE sebesar 7,51%. Pengukuran risiko merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam analisis keuangan, ini berhubungan dengan investasi dana yang cukup besar dan seringkali berkenaan dengan dana publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko harga saham PT Astra Agro Lestari Tbk dengan Expected Shortfall (ES). ES merupakan ekspektasi dari kerugian bersyarat melebihi tingkat kepercayaan tertentu. Untuk menghitung ES data yang menunjukkan penyimpangan dari normalitas digunakan ekspansi Cornish-Fisher. Hasil pengukuran risiko menunjukkan bahwa nilai VaR pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% sebesar 0.162 (16.2%) dan 0.282 (28.2%), nilai ES pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% sebesar sebesar 0.218 (21.8%) dan 0.118 (11.8%).
Kata kunci: Peramalan Harga Saham, ARCH-GARCH, Risiko Harga Saham, Expected Shortfal
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pajak kendaraan bermotor di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui Pengaruh Jumlah Kendaraan Bermotor, Jumlah Penduduk, dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018-2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Jumlah Kendaraan Bermotor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kemudian Jumlah Penduduk memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu Produk Domestik Regional Bruto memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa, Jumlah Kendaraan Bermotor, Jumlah Penduduk, dan Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh positif signifikan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pelayaran ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran
Penelitian ini mengkaji aspek hukum terkait Tindak pidana pelayaran yang dimana merupakan bentuk pelanggaran terhadap ketentuan hukum dalam kegiatan pelayaran, seperti berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) atau mengoperasikan kapal yang tidak memenuhi syarat keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pelayaran, khususnya nakhoda dan pemilik kapal, ditinjau dari ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti secara sah melakukan pelanggaran dengan unsur kesalahan berupa kesengajaan (dolus) maupun kelalaian (culpa). Dalam kasus tertentu, seperti kecelakaan kapal yang disebabkan oleh perintah nakhoda tanpa izin pelayaran, tanggung jawab pidana dapat dibebankan secara langsung kepada pelaku utama maupun pihak yang turut serta. Penegakan hukum terhadap tindak pidana pelayaran harus dilakukan secara tegas dan proporsional untuk menjamin keselamatan pelayaran dan perlindungan hukum di laut
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Tingkat Pelayanan Ruas Jalan (Studi Kasus: Jl. Kampung Melayu Kota Pangkalpinang)
Ruas Jalan Kampung Melayu Kota Pangkalpinang merupakan ruas jalan dengan sisi badan jalannya dimanfaatkan sebagai lapak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyebabkan banyaknya aktivitas ekonomi terhadap lapak UMKM disepanjang badan jalan, menyebabkan kendaraan yang melakukan aktivitas ekonomi tersebut parkir di badan jalan sehingga menjadi hambatan samping dan berpotensi mengurangi tingkat pelayanan jalan terutama pada jam puncak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi hambatan samping dan tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Kampung Melayu Kota Pangkalpinang. Data yang digunakan adalah data hasil survei lalu lintas berupa volume kendaraan dan jumlah hambatan samping. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Berdasarkan hasil analisis, jenis hambatan samping dengan jumlah yang besar adalah kendaraan keluar dan masuk (EEV) dan kendaraan parkir atau berhenti (PSV). Tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Kampung Melayu pada hari kerja adalah “D” pada periode pagi, “C” pada periode siang, “D” pada periode sore, kemudian untuk hari libur adalah “D” pada periode pagi, “D” pada periode siang, “E” pada periode sore
Makna tradisi murok jerami pada masyarakat agraris di Kabupaten Bangka Tengah
Penelitian ini menganalisis terkait makna tradisi murok jerami pada masyarakat agraris di Kabupaten Bangka Tengah. Adapun fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna tradisi murok jerami ditengah perubahan sosial bagi masyarakat Desa Namang. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Terkait analisis yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian maka teori struktural fungsional Talcott Parsons yaitu AGIL digunakan sebagai pisau analitik dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain etnografi deskriptif. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut penentuan informan penting untuk dilakukan sehingga mampu mendapatkan data dan informasi yang sesuai, oleh karena itu teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan terlebih dahulu menentukan kriteria informan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: 1) Kepala Desa Namang, 2) Tokoh Adat Desa Namang, 3) Tokoh Pemuda Desa Namang, 4) Masyarakat Desa Namang, 5) Orang Tua Desa Namang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara terhadap 7 informan, observasi dan dokumentasi. Sehingga penelitian ini menghasilkan : adaptasi tradisi murok jerami terhadap perubahan sosial, budaya agraris sebagai identitas kolektif, tradisi murok jerami sebagai media integrasi sosial dalam masyarakat agraris, pelestarian nilai dan pola budaya dalam tradisi murok jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi murok jerami tidak hanya berfungsi sebagai ritual pascapanen, tetapi juga sebagai simbol identitas kolektif yang memperkuat ikatan sosial di masyarakat. Adaptasi tradisi ini terhadap perubahan sosial mencerminkan fleksibilitas budaya, di mana masyarakat mampu menyesuaikan praktik tradisional dengan dinamika modern. Selain itu, tradisi murok jerami berperan sebagai media integrasi sosial, menghubungkan berbagai kelompok dalam masyarakat dan memperkuat solidaritas antarwarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa pelestarian nilai dan pola budaya dalam tradisi murok jerami sangat penting untuk menjaga identitas masyarakat agraris
Pengaruh Aksesibilitas, Fasilitas, Dan Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berkunjung Kembali Wisatawan Di Pantai Temberan Kabupaten Bangka
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kajian tentang pengaruh Aksesibilitas, Fasilitas dan Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berkunjung Kembali Wisatawan di Pantai Temberan Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden, sedangkan Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri dari aksesibilitas, fasilitas, dan daya Tarik wisata, sedangkan variabel terikatnya yaitu minat berkunjung kembali. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji T, uji F dan R².
Berdasarkan analisi regresi linear berganda diperoleh Y = 1.732 + 0,705 X₁ + 0,472 X₂ + O,666 X₃, Berdasarkan hasil penelitian pada variabel aksesibilitas dan variabel daya Tarik wisata secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung Kembali wisatawan, sedangkan variabel fasilitas secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap variabel minat berkunjung Kembali wisatawan. Berdasarkan hasil uji secara simultan diketahui aksesibilitas, fasilitas, dan daya Tarik wisata Bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung Kembali wisatawan di Pantai Temberan Kabupaten Bangka, sementara hasil analisis koefisien determinasi (R²) pada penlitian ini 88,9% dan masih tersisa 11,1 % variabel lain diluar penelitian yang masih dapat dikembangkan untuk penelitian berikutnya